cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-GIGI
ISSN : 2338199X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
JURNAL e-Gigi diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (Komisariat Manado) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni, Desember). e-Gigi memuat artikel telaah (review article), hasil penelitian, dan laporan kasus dalam bidang ilmu kedokteran gigi.
Arjuna Subject : -
Articles 593 Documents
Kontribusi Durasi Merokok sebagai Penyebab Terjadinya Karies Gigi pada Penghuni Panti Sosial Pindobilowo; Dwi Ariani; Margaretha Herawati; Nazwa Akhvina
e-GiGi Vol. 11 No. 2 (2023): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v11i2.44924

Abstract

Abstract: Smoking duration can have a number of detrimental effects on oral health including tooth loss, periodontal disease, oral soft tissue changes, excessive tooth wear, halitosis, implant failure, oropharyngeal cancer, and dental caries. This study aimd to analyze the relationship between smoking duration and the occurrence of dental caries among residents of social care institutions. This was an observational and analytical study with a cross-sectional design. Samples were 100 residents of Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1, Kedoya Jakarta Barat, taken by purposive sampling technique. Data were collected by examining dental caries experience with the DMF-T index to obtain the status of dental caries and filling out a questionnaire to obtain the frequency of smoking duration. The Spearman correlation test showed a p-value of 0.436 with a coefficient of r = 0.079 for the relationship between smoking duration and the occurrence of dental caries. In conclusion, there is no relationship between duration of smoking and the occurrence of dental caries in residents of social care institutions. However, the prevalence of caries experience for those residents reaches 96% with an average DMF-T index of 4.8 which is categorized as high according to WHO. Keywords: dental caries; duration of smoking; residents of social care institutions; index DMF-T   Abstrak: Durasi merokok dapat memiliki sejumlah efek merugikan pada kesehatan mulut, antara lain kehilangan gigi, penyakit periodontal, perubahan jaringan lunak oral, keausan gigi yang berlebihan, halitosis, kegagalan implan, kanker orofaringeal, dan karies gigi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara durasi merokok dengan terjadinya karies gigi di panti sosial. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 100 orang penghuni panti sosial Bina Insan Bangun Daya 1, Kedoya Jakarta Barat, yang diambil dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data melalui pemeriksaan pengalaman karies gigi dengan indeks DMF-T untuk melihat status karies gigi dan pengisian kuesioner untuk melihat frekuensi durasi merokok. Hasil uji korelasi Spearman terhadap hubungan antara durasi merokok dengan terjadinya karies gigi memperoleh nilai p=0,436 dengan koefisien r = 0,079. Simpulan penelitian ini ialah tidak terdapat hubungan antara durasi merokok dengan terjadinya karies gigi pada penghuni panti sosial. Prevalensi pengalaman karies penghuni panti panti sosial mencapai 96% dengan rerata indeks DMF-T sebesar 4,8 yang tergolong tinggi menurut WHO. Kata kunci: karies gigi; durasi merokok; penghuni panti sosial; indeks DMF-T 
Dampak Pemeliharaan Kebersihan Gigi dan Mulut terhadap Oral Health Related Quality of Life pada Anak dengan Autism Spectrum Disorder: Persepsi Orang Tua Ika Anisyah; Roosje R. Oewen; Tuti Alawiyah; Rini Triani
e-GiGi Vol. 11 No. 2 (2023): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v11i2.44926

Abstract

Abstract: Autism spectrum disorder (ASD) children have disturbances in communication, social inter-action, and behavior that limit them from doing simple self-care, such as maintaining dental and oral hygiene. This study aimed to explain the impact between dental and oral hygiene maintenance on Oral Health Related Quality of Life (OHRQoL) in ASD children. This was an analytical and observational study with a cross sectional design. Samples were 65 parents/caregivers from the LRD Member Suar Autism community obtained by using purposive sampling. The questionnaire used for OHRQoL was the Fransiscan Hospital Oral Health Related Quality of Life (FHC-OHRQoL), and the dental and oral care questionnaire was in the form of Google form. The relationship between oral hygiene maintenance and OHRQoL was analyzed using the Kendall's Coefficient of Concordance correlation test and the Spearman Rank test. The results showed that the association between oral hygiene maintenance and OHRQoL as a whole was 97.1% (p<0.05). The relationship between OHRQoL domains (oral symptoms, children's daily life and parental attention) was 92.8% (p<0.05). The strongest correlation between oral symptoms and children's daily life was 65.61%. In conclusion, maintenance of oral hygiene as a whole has a high impact on OHRQoL, with a strong relationship between the OHRQoL domains, and children's daily life was the most influential one on oral symptoms. Keywords: dental and oral hygiene maintenance; OHRQoL; ASD children; parental perseption   Abstrak: Anak dengan autism spectrum disorder (ASD) memiliki gangguan berkomunikasi, berinteraksi sosial, dan berperilaku yang membatasinya antara lain dalam memelihara kebersihan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dampak pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut terhadap Oral Health Related Quality of Life (OHRQoL) anak ASD. Jenis penelitian ialah observasional analitik dengan desain potong lintang. Teknik pengambilan sampel menggunakan pusposive sampling. Jumlah sampel sebesar 65 orang tua/pengasuh dari komunitas LRD Member Suar Autism. Kuesioner penilaian OHRQoL yaitu The Fransiscan Hospital Oral Health Related Quality of Life (FHC-OHRQoL), dan kuesioner pemeliharaan gigi dan mulut dalam bentuk Google form. Keterkaitan pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut dengan OHRQoL dianalisis menggunakan uji korelasi Kendall's Coefficient of Concordance dan Spearman Rank. Hasil penelitian mendapatkan keterkaitan pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut dengan OHRQoL secara keseluruhan sebesar 97,1% (p<0,05). Keterkaitan domain OHRQoL (gejala oral, kehidupan sehari-hari anak dan perhatian orang tua) 92,8% (p<0,05). Keterkaitan paling kuat gejala oral dengan kehidupan sehari-hari anak 65,61% (p<0,05). Simpulan penelitian ini ialah pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut secara keseluruhan berdampak besar terhadap OHRQoL, dengan keterkaitan yang besar di antara domain OHRQoL. Kehidupan sehari-hari anak ASD yang paling berpengaruh terhadap gejala oral. Kata kunci: pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut; OHRQoL; anak ASD; persepsi orang tua
Hubungan Teknik Menyikat Gigi dengan Terjadinya Resesi Gingiva Chezya M. Tandigau; Juliatri Juliatri; Johanna A. Khoman
e-GiGi Vol. 11 No. 2 (2023): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v11i2.45014

Abstract

Abstract: Success of maintaining dental health through the act of brushing teeth is influenced inter alia by right brushing technique. Moreover, improper brushing technique can cause gingival recession. This study aimed to determine the relationship between tooth brushing technique and the occurrence of gingival recession. This was a literature study. Data were obtained from Pubmed, Google Schoolar, and Science Direct databases. After the literatures being selected based on inclusion and exclusion criteria, a critical appraisal was carried out, and seven literatures were obtained consisting of six cross-sectional studies and one descriptive study. The results showed that the most used brushing techniques in the studies were horizontal dan vertical techniques. There were relationships between both techniques and the occurrence of gingival recession, but the worse recession was found in horizontal tooth brushing technique compared to the vertical one. In conclusion, horizontal and vertical brushing techniques could cause gingival recession, albeit, the worse recession was found in horizontal tooth brushing technique. Keywords: gingival recession; tooth brushing technique   Abstrak: Keberhasilan pemeliharaan kesehatan gigi melalui tindakan menyikat gigi dipengaruhi oleh teknik atau cara menyikat gigi yang tepat. Teknik menyikat gigi yang dilakukan dengan cara kurang tepat dapat menyebabkan resesi gingiva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan teknik menyikat gigi dengan terjadinya resesi gingiva. Penelitian ini berbentuk suatu literature review  dengan pencarian data menggunakan database Pubmed, Google Scholar, Science Direct. Setelah diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, dilakukan critical appraisal dan didapatkan tujuh literatur terdiri dari enam cross-sectional study dan satu descriptive study. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik menyikat yang paling banyak digunakan oleh sampel dalam penelitian ini yaitu teknik menyikat gigi horizontal dan teknik menyikat gigi vertikal. Kedua teknik menyikat gigi ini memiliki hubungan dengan terjadinya resesi gingiva, tetapi keparahan resesi gingiva lebih tinggi pada teknik menyikat gigi horizontal dibandingkan teknik menyikat gigi vertikal. Simpulan penelitian ini ialah teknik menyikat gigi horizontal dan teknik menyikat gigi vertikal dapat menyebabkan terjadinya resesi gingiva dengan tingkat keparahan yang lebih tinggi pada teknik menyikat gigi horizontal. Kata kunci: resesi gingiva; teknik menyikat gigi
Efek Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Bawang Merah (Allium ascalonicum) terhadap Streptococcus sanguinis Ganda S. Sihite; Riani Setiadhi; Vinna K. Sugiaman
e-GiGi Vol. 11 No. 2 (2023): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v11i2.44467

Abstract

Abstract:  Recurrent aphthous stomatitis is often found in the community, however, the definite cause is still unknown. One of the predisposing factors is Streptococcus sanguinis. Mostly, the treatment for RAS is symptomatic and supportive with antiseptic mouthwash such as 0.2% chlorhexidine gluconate, albeit, it has some side effects for long-term use. Herbal ingredients such as onion peel is expected to cure RAS at a relatively cheap price and minimum side effects. Onion peel (Allium ascalonicum) contains active compounds such as flavonoids, saponins, phenols, tannins, and alkaloids that are known to have antibacterial activity. This study aimed to determine the minimum inhibitory concentration (MIC) and minimum bactericidal concentration (MBC) of 96% onion peel ethanol extract on the growth of Streptococcus sanguinis. MIC was measured by broth microdilution using 10% DMSO solvent and seven concentrations of onion peel extract, and 0.2% chlorhexidine gluconate as the  positive control. The results showed that 96% ethanol extract onion peel with a concentration of 40% was the minimum inhibitory concentration against Streptococcus sanguinis while the minimum kill concentration was 80%. In conclusion, the onion peel (Allium ascalonicum) ethanolic extract has a minimum inhibitory concentration (MIC) and minimum bactericidal concentration (MBC) on the growth of Streptococcus sanguinis. Keywords: recurrent aphthous stomatitis; Streptococcus sanguinis; ethanol extract of onion peel   Abstrak:  Stomatitis aftosa rekuren sering dijumpai pada masyarakat namun etiologinya masih belum diketahui. Salah satu faktor predisposisi yaitu Streptococcus sanguinis. Penatalaksanaan penyakit ini umumnya simtomatis dan suportif dengan obat kumur antiseptik seperti klorheksidin glukonat 0,2%, namun obat tersebut memiliki efek samping untuk penggunaan jangka panjang. Pengobatan menggunakan bahan herbal seperti kulit bawang merah umumnya memiliki efek samping yang lebih minimal dan diharapkan dapat menyembuhkan SAR dengan harga relatif murah. Kulit bawang merah (Allium ascalonicum) mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, fenol, tanin, dan alkaloid yang diketahui memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar hambat minimum (KHM) dan kadar bunuh minimum (KBM) ekstrak etanol 96% kulit bawang merah terhadap pertumbuhan Streptococcus sanguinis. KHM diukur dengan teknik broth microdilution menggunakan pelarut DMSO 10% dan tujuh konsentrasi ekstrak kulit bawang merah. Klorheksidin glukonat 0,2% sebagai kontrol positif. Hasil penelitian mendapatkan ekstrak etanol 96% kulit bawang merah dengan konsentrasi 40% merupakan KHM terhadap Streptococcus sanguinis sedangkan KBM ialah 80%. Simpulan penelitian ini ialah ekstrak etanol kulit bawang merah (Allium ascalonicum) memiliki Kadar Hambat Minimum dan Kadar Bunuh Minimum terhadap pertumbuhan Streptococcus sanguinis. Kata kunci:  stomatitis aftosa rekuren; Streptococcus sanguinis; ekstrak etanol kulit bawang merah
Efektivitas Ekstrak Daun Mangifera indica L. Menghambat Candida albicans pada Plat Resin Akrilik Heat-cured IGA Kade I. Purbasari; Desak N. A. Susanti; Ni Ketut A. Lestarini
e-GiGi Vol. 11 No. 2 (2023): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v11i2.44596

Abstract

Abstract: Heat-cured acrylic resin dentures are used to treat tooth loss, however, pores are easily formed on their surfaces which make it easier for Candida to adhere. Improper maintenance of dentures can cause overgrowth of Candida albicans and trigger denture stomatitis. This study aimed to determine the effectiveness of Mangifera indica L. extract on inhibition of Candida albicans on heat-cured acrylic resin plates. This was a true experimental laboratory study with a post-test only control group design. Samples were heat-cured acrylic resin plates contaminated with Candida albicans. The treatment groups were chlorhexidine gluconate 0.2%, aquades, and extract with concentrations of 65%, 75%, 85%, and 100%. Samples were immersed in the treatment groups for 15 minutes, followed by dilution and culture on SDA media, and then fungal colonies were observed. Data were analyzed with the Shapiro-Wilk normality test, the Levene's test for homogeneity, continued with the parametric one-way ANOVA and post hoc least significant difference tests. The results showed significant differences between the treatment groups (p<0.05). The percentage of the extract group with the lowest number of fungi was 75%, meanwhile the highest one was 65%. In conclusion, Mangifera indica L. leaf extract is effective in inhibiting the growth of Candida albicans on heat-cured acrylic resin plates with an optimal concentration of 75%. Keywords: mango leaf extract (Mangifera indica L.); Candida albicans; heat-cured acrylic resin   Abstrak: Gigi tiruan resin akrilik heat-cured digunakan untuk mengatasi kehilangan gigi, namun sering terbentuk porus pada permukaannya yang mempermudah perlekatan Candida. Pemeliharaan gigi tiruan yang tidak tepat dapat menyebabkan pertumbuhan Candida albicans berlebihan dan memicu terjadinya denture stomatitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun mangga arum manis (Mangifera indica L.) dalam menghambat Candida albicans pada plat resin akrilik heat-cured. Jenis penelitian ialah true experimental laboratory dengan post test only control group design menggunakan sampel plat resin akrilik heat-cured yang dikontaminasi Candida albicans. Kelompok perlakuan yaitu chlorhexidine gluconate 0,2%, akuades, ekstrak konsentrasi 65%, 75%, 85%, dan 100%. Sampel direndam pada kelompok perlakuan selama 15 menit, dilanjutkan dengan tahap dilusi serta kultur pada media SDA, diakhiri dengan pengamatan koloni jamur. Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro Wilk, uji homogenitas Levene, dan dilanjutkan dengan uji parametrik One-Way ANOVA, dan Post Hoc Least Significant Difference. Hasil penelitian mendapat-kan perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan (p<0,05). Kelompok ekstrak dengan angka jamur terendah ialah konsentrasi 75% dan yang tertinggi ialah konsentrasi 65%. Simpulan penelitian ini ialah ekstrak daun mangga arum manis (Mangifera indica L.) efektif dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans pada plat resin akrilik heat-cured dengan konsentrasi optimal 75%. Kata kunci: ekstrak daun Mangifera indica L.; Candida albicans; resin akrilik heat-cured
Pengaruh Kebiasaan Bernapas Melalui Mulut terhadap Terjadinya Maloklusi Disa M. Balansa; Vonny N. S. Wowor; Sherly M. Gosal
e-GiGi Vol. 11 No. 2 (2023): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v11i2.45034

Abstract

Abstract: Dental caries is often found with a high prevalence in Indonesia. Untreated dental caries can cause disease in the dental pulp and eventually require root canal treatment. There are two types of Root Canal Treatment (RCT) namely one-visit RCT and multi-visit RCT. This study aimed to determine patient compliance with multi-visit root canal treatment at the Dental and Oral Hospital of Sam Ratulangi University, Manado, Indonesia, in 2018-2019. This was a descriptive and observational study. Population in this study are medical records of patients who visited for dental treatment at the Dental and Oral Hospital of Sam Ratulangi University in 2018-2019. The number of subjects used was 85 medical records. The results showed that 56 patients (66%) adhered to a multi-visit RCT and 29 patients (34%) did not. In conclusion, patients who underwent a multi-visit RCT at the Dental and Oral Hospital of Sam Ratulangi University were classified as good or obedient. Keywords: patient adherence; multi visit root canal treatment   Abstrak: Karies gigi merupakan penyakit gigi yang banyak dijumpai pada masyarakat di Indonesia dengan prevalensi yang tinggi. Karies gigi yang tidak dirawat dapat menyebabkan penyakit pada pulpa gigi yang pada akhirnya memerlukan perawatan saluran akar. Terdapat dua jenis Perawatan Saluran Akar (PSA), yaitu PSA satu kali kunjungan dan PSA multi kunjungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan pasien menjalani perawatan saluran akar multi kunjungan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia, tahun 2018-2019. Jenis penelitian ini ialah deskriptif dengan menggunakan metode observasional. Populasi dalam penelitian ini yaitu rekam medis dari pasien yang berkunjung melakukan perawatan gigi di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Sam Ratulangi pada tahun 2018-2019. Jumlah subjek penelitian yang digunakan sebanyak 85 rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 56 pasien (66%) patuh menjalani PSA multi kunjungan dan 29 pasien (34%) tidak patuh. Simpulan penelitian ini ialah pasien yang menjalani PSA multi kunjungan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Sam Ratulangi tergolong baik atau patuh. Kata kunci: kepatuhan pasien; perawatan saluran akar multi kunjungan
Kepatuhan Pasien Menjalani Perawatan Saluran Akar Multi Kunjungan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Sam Ratulangi Della E. A. Rumate; Dinar A. Wicaksono; Yuliana Yuliana
e-GiGi Vol. 11 No. 2 (2023): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v11i2.45987

Abstract

Abstract: Dental caries is often found with a high prevalence in Indonesia. Untreated dental caries can cause disease in the dental pulp and eventually require root canal treatment. There are two types of Root Canal Treatment (RCT) namely one-visit RCT and multi-visit RCT. This study aimed to determine patient compliance with multi-visit root canal treatment at the Dental and Oral Hospital of Sam Ratulangi University, Manado, Indonesia, in 2018-2019. This was a descriptive and observational study. Population in this study are medical records of patients who visited for dental treatment at the Dental and Oral Hospital of Sam Ratulangi University in 2018-2019. The number of subjects used was 85 medical records. The results showed that 56 patients (66%) adhered to a multi-visit RCT and 29 patients (34%) did not. In conclusion, patients who underwent a multi-visit RCT at the Dental and Oral Hospital of Sam Ratulangi University were classified as good or obedient. Keywords: patient adherence; multi visit root canal treatment   Abstrak: Karies gigi merupakan penyakit gigi yang banyak dijumpai pada masyarakat di Indonesia dengan prevalensi yang tinggi. Karies gigi yang tidak dirawat dapat menyebabkan penyakit pada pulpa gigi yang pada akhirnya memerlukan perawatan saluran akar. Terdapat dua jenis Perawatan Saluran Akar (PSA), yaitu PSA satu kali kunjungan dan PSA multi kunjungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan pasien menjalani perawatan saluran akar multi kunjungan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia, tahun 2018-2019. Jenis penelitian ini ialah deskriptif dengan menggunakan metode observasional. Populasi dalam penelitian ini yaitu rekam medis dari pasien yang berkunjung melakukan perawatan gigi di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Sam Ratulangi pada tahun 2018-2019. Jumlah subjek penelitian yang digunakan sebanyak 85 rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 56 pasien (66%) patuh menjalani PSA multi kunjungan dan 29 pasien (34%) tidak patuh. Simpulan penelitian ini ialah pasien yang menjalani PSA multi kunjungan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Sam Ratulangi tergolong baik atau patuh. Kata kunci: kepatuhan pasien; perawatan saluran akar multi kunjungan
Tingkat Pengetahuan Masyarakat terhadap Penggunaan Gigi Tiruan: Kajian di Usia 46-65 Tahun Reinaya Adjani; Aditya P. Sarwono
e-GiGi Vol. 11 No. 2 (2023): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v11i2.45186

Abstract

Abstract: Tooth loss often occurs in elderly and has a negative impact on the ability to speak and chew, therefore, it can indirectly affect general health and quality of life. Cases of tooth loss can be overcome by using dentures that can restore the patient's oral and tooth function and aesthetics. This study aimed to describe the public knowledge regarding the use of dentures, focused on 46-65-year-old people. This was a descriptive and observational study with a cross sectional design. Samples were residents of Kelurahan Pondok Betung, Tangerang, Indonesia, aged 46-65 years obtained by using total sampling technique. Data were collected using questionnaires filled during the study and processed with SPSS. The results showed that based on age category, respondents of late elderly had higher level of knowledge than those of early elderly. Based on gender, females had higher rates than males. Based on education category, respondents with high school and bachelor degree education had good level of knowledge regarding the use of dentures. In conclusion the majority of residents at RT 05/RW 03 Pondok Betung has good level of knowledge about the use of denture as tooth replacement. Keywords: tooth loss; dentures; community; knowledge level   Abstrak: Kehilangan gigi sering terjadi pada lansia dan berdampak negatif pada kemampuan berbicara dan mengunyah, sehingga secara tidak langsung dapat memengaruhi kesehatan dan kualitas hidup secara umum. Kasus kehilangan gigi dapat diatasi dengan penggunaan gigi tiruan yang dapat mengembalikan fungsi dan estetika pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsi-kan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan gigi tiruan dengan fokus pada usia 46-65 tahun. Jenis penelitian ini ialah deskriptif dan observasional dengan desain potong lintang. Responden ialah warga Kelurahan Pondok Betung, Tangerang, Indonesia, yang berusia 46-65 tahun yang diperoleh dengan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang diisi selama penelitian dan diolah dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan kategori usia, responden lanjut usia (lansia) akhir memiliki tingkat pengetahuan yang lebih tinggi dibandingkan lansia dini. Berdasarkan jenis kelamin, perempuan memiliki tingkat pengetahuan yang lebih tinggi daripada laki-laki. Berdasarkan kategori pendidikan, responden dengan tingkat pendidikan menengah dan akhir memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang penggunaan gigi tiruan. Simpulan penelitian ini ialah sebagian besar warga RT 05/RW 03 Pondok Betung memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang penggunaan gigi tiruan sebagai pengganti gigi. Kata kunci:  kehilangan gigi; gigi tiruan; masyarakat; tingkat pengetahuan
Mutu Radiograf Panoramik Digital Ditinjau dari Segi Artefak pada Rumah Sakit di Kota Semarang, Indonesia Mohammad Yusuf; Shella I. Novianti; Abu Bakar; Vivi A. Noor
e-GiGi Vol. 11 No. 2 (2023): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v11i2.44935

Abstract

Abstract: A panoramic radiograph can be classified as a good image (acceptable) for diagnosis examination if it has good quality image including no artefacts. The shape and size of artefact will affect the accuracy of diagnosis in a disease or disorder. This study aimed to determine the quality of digital panoramic radiographs in terms of artefacts at hospitals in the city of Semarang. This was a descriptive and observational study. This study was conducted at three Radiology Installations of Semarang Hospital, namely Sultan Agung Islamic Hospital, Tugurejo Hospital, and Dr. Karyadi Hospital. Patients’ identities were not disclosed to protect the privacy of the patient. The population consisted of 1305 radiographs, and 77 radiographs were taken for each installation in DICOM/JPEG format and adjusted to the check list. Observations were made by interobserver and analyzed using descriptive statistical analysis. The results showed that there were artefacts in the form of small spots (ɵ<10mm) that did not interfere with the diagnosis by 25.2%, spots with small size (<10mm) and interfered with the diagnosis by 0.65%, small size earrings that did not interfere with the diagnosis by 0.33%. In conclusion, artefacts on digital panoramic radiographs at Semarang City Hospital were as many as 26.1%. It is expected that all hospitals will be able to evaluate the quality of the radiographic results, especially in terms of artefacts, to increase the accuracy of diagnosis. Keywords: artefact; panoramic radiography; digital radiography; image quality   Abstrak: Sebuah radiograf panoramik dikatakan dapat diterima sebagai gambar yang baik (acceptable) untuk diagnosis bila mempunyai kualitas yang baik di antaranya tidak terdapat artefak. Bentuk dan ukuran artefak akan memengaruhi ketepatan diagnosis penyakit atau kelainan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas radiograf panoramik digital ditinjau dari segi artefak pada Rumah Sakit di Kota Semarang. Jenis penelitian ialah deskriptif observasi. Sampel diambil dari tiga Instalasi Radiografi Rumah Sakit Semarang yaitu Rumah Sakit Islam Sultan Agung, RSUD Tugurejo, Rumah Sakit Umum Pusat dr. Kariyadi. Identitas pasien tidak disebutkan untuk menjaga privasi dari pasien. Populasi terdiri dari 1305 radiograf dan diambil 77 radiograf setiap intalasi dengan format DICOM/JPEG dan disesuaikan dengan check list. Pengamatan dilakukan oleh peneliti, training antar teman, spesialis radiologi dan dianalisis dengan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian mendapatkan adanya artefak berupa bercak dengan ukuran kecil (ɵ<10mm) dan tidak mengganggu diagnosis sebesar 25,2%, bercak dengan ukuran kecil (<10mm) dan mengganggu diagnosis sebesar 0,65%, dan pasien menggunakan anting ukuran kecil dan tidak mengganggu diagnosis sebesar 0,33%. Simpulan penelitian ini ialah terdapat artefak pada radiograf panoramik digital di Rumah Sakit Kota Semarang sebesar 26,1%. Diharapkan semua rumah sakit melakukan evaluasi mutu hasil radiograf terutama dari segi artefak untuk meningkatkan ketepatan diagnosis. Kata kunci: radiograf panoramik; panoramik digital; kualitas gambar; artefak
Gambaran Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Mengenai Kesehatan Gigi Mulut pada Kelompok Remaja Usia 15 Tahun Mutiara R. R. Ruslan; Yufitri Mayasari; Fauzia M Asim
e-GiGi Vol. 11 No. 2 (2023): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v11i2.44524

Abstract

Abstract: World Health Organization recommends dental and oral health examinations in the group of adolescents aged 15 years to obtain the condition of teeth and periodontal tissue in order to prevent the further severity of dental and oral diseases. The 15-year age group is mostly found in students at the junior high school level. This study aimed to attain the description the knowledge, attitude, and action regarding dental and oral health in the group of 15-years at two UKGS FKG UPDM(B) fostered junior high schools. This was a descriptive study with a cross sectional design. Samples were students aged 15 years old obtained by using the purposive sampling method. Data were taken based on a questionnaire containing five questions of knowledge, five questions of attitude, and five questions of action regarding dental and oral health in the form of a Google Form to 192 respondents from the two junior high schools. The results of the questionnaire were tested using univariate analysis. In the knowledge category, there were 188 students (97%) answered the question correctly, meaning that the majority had good knowledge about oral health. In the attitude category, there were 99 students (51.5%) answered strongly agree. In the action category, 128 students (66.6%) answered always. In conclusion, the majority of students of the two junior high schools had good knowledge, attitude, and action. Keywords: knowledge; attitude; action; students of 15 years old; adolexcent   Abstrak: World Health Organization merekomendasikan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut pada kelompok remaja usia 15 tahun yang bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan gigi dan jaringan periondontal serta mencegah keparahan penyakit gigi dan mulut lebih lanjut. Kelompok usia 15 tahun banyak ditemukan pada siswa di jenjang SMP. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pengetahuan, sikap dan tindakan mengenai kesehatan gigi dan mulut pada kelompok usia 15 tahun pada dua SMP binaan UKGS FKG UPDM(B) mengenai pengetahuan, sikap, dan tindakan. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Pengambilan sampel dengan menggunakan metode purposive sampling pada siswa SMPN 177 dan SMP Strada Bhakti Utama yang berusia 15 tahun sesuai dengan kriteria inklusi. Data penelitian diperoleh dari data kuesioner yang berisi lima pertanyaan pengetahuan, lima pertanyaan sikap dan lima pertanyaan tindakan mengenai kesehatan gigi dan mulut dalam bentuk Google Form kepada 192 responden. Hasil kuesioner ini diuji menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pada kategori pengetahuan, 188 siswa (97%) yang menjawab pertanyaan benar artinya mayoritas memiliki pengetahuan yang baik mengenai kesehatan gigi dan mulut. Pada kategori sikap, terdapat 99 siswa (51,5%) menjawab sangat setuju. Pada kategori tindakan, 128 siswa (66,6%) yang menjawab selalu. Simpulan penelitian ini ialah kelompok usia 15 tahun pada kedua sekolah tersebut mempunyai pengetahuan, sikap, dan tindakan yang baik. Kata kunci: pengetahuan; sikap; tindakan; usia 15 tahun; remaja