cover
Contact Name
Christy Vidiyanti
Contact Email
christy.vidiyanti@mercubuana.ac.id
Phone
+628567535557
Journal Mail Official
arsitektur@mercubuana.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana Jl. Raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta 11650
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan, dan Lingkungan
ISSN : 20888201     EISSN : 25982982     DOI : https://dx.doi.org/10.22441/vitruvian
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Ilmiah VITRUVIAN adalah jurnal yang mencakup artikel bidang ilmu arsitektur, bangunan, dan lingkungan. Jurnal ilmiah Vitruvian terbit secara berkala yaitu 3 (tiga) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Oktober, Februari, dan Juni. Redaksi menerima tulisan ilmiah tentang hasil penelitian yang berkaitan erat dengan bidang arsitektur, bangunan, dan lingkungan.
Articles 327 Documents
MODEL HUBUNGAN TINGKAT PEMAHAMAN STAKEHOLDER TERHADAP PENERAPAN PRINSIP EFISIENSI ENERGI DALAM DESAIN GEDUNG DATA CENTER NON-SERTIFIKASI Hikmah Nurcika Handayani; Budi Susetyo
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol. 16 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2026.v16i1.002

Abstract

Pusat data merupakan bangunan dengan intensitas energi tinggi, di mana keputusan desain pada tahap awal sangat menentukan kinerja efisiensi energi, terutama pada proyek yang tidak berada dalam kerangka sertifikasi bangunan hijau. Dalam konteks tersebut, penerapan prinsip efisiensi energi sangat dipengaruhi oleh tingkat pemahaman stakeholder yang terlibat dalam proses perancangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemahaman stakeholder terhadap penerapan prinsip efisiensi energi pada desain bangunan data center non-sertifikasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 45 stakeholder profesional yang terlibat dalam perancangan data center. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang dirancang untuk merepresentasikan tingkat pemahaman dan penerapan prinsip efisiensi energi dalam praktik desain profesional, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengetahuan dasar dan pemahaman teknis berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerapan prinsip efisiensi energi, sedangkan pemahaman regulasi serta pemahaman peran dan tanggung jawab tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara parsial. Temuan ini mengindikasikan bahwa, pada proyek data center non-sertifikasi, implementasi efisiensi energi lebih dipengaruhi oleh kompetensi teknis dan pemahaman fundamental desain dibandingkan oleh aspek regulatif atau struktural. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap kajian efisiensi energi bangunan dengan menegaskan pentingnya dimensi kognitif stakeholder dalam proses desain, serta menjadi dasar rekomendasi penguatan kapasitas profesional dalam perancangan data center berkelanjutan di Indonesia.
TRANSFORMASI BUDAYA BERMUKIM DALAM HUNIAN VERTIKAL: PERAN RUANG INTERAKSI SOSIAL DI KAMPUNG SUSUN KUNIR Siti Zahhra; Joni Hardi
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol. 16 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2026.v16i1.001

Abstract

Transformasi hunian dari kampung tapak ke hunian vertikal merupakan proses yang tidak hanya mengubah tatanan fisik ruang, tetapi juga memengaruhi budaya bermukim masyarakat yang menempatinya. Perubahan tersebut terutama terlihat pada cara penghuni memanfaatkan ruang, membangun kehidupan bertetangga, serta memaknai hunian dalam konteks lingkungan baru. Penelitian ini berupaya memahami perubahan budaya bermukim yang terjadi pada Kampung Kunir pascarelokasi ke Kampung Susun Kunir, dengan menitikberatkan pada hubungan antara konfigurasi ruang hunian vertikal dan praktik sosial penghuni. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode grounded theory. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap 30 responden yang merupakan penghuni Kampung Kunir sebelum relokasi dan saat ini menetap di Kampung Susun Kunir. Pengumpulan data dilengkapi dengan observasi lapangan pada ruang-ruang interaksi sosial. Analisis dilakukan melalui tahapan open coding, axial coding, dan selective coding, serta dibaca melalui kerangka teori budaya bermukim (Rapoport, 1969, 1990) dan konsep hunian sebagai sistem terbuka dari (Habraken, 1983). Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya bermukim di Kampung Susun Kunir tidak hilang, melainkan mengalami transformasi melalui proses adaptasi terhadap hunian vertikal. Ruang-ruang semi-publik seperti galeri, koridor, dan lantai dasar berperan penting dalam mempertahankan kehidupan bertetangga dan praktik interaksi sosial. Selain itu, keterlibatan warga dalam proses perencanaan melalui pendekatan desain partisipatif memperkuat rasa memiliki, kontrol terhadap ruang, serta kemampuan penghuni dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan hunian baru. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi aspek budaya bermukim dan interaksi sosial dalam perancangan kampung susun sebagai hunian vertikal berbasis komunitas.
Cover Vol 15 No 3 November 2025 Agus Arif Wicaksono
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol. 15 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover Vol 15 No 3 November 2025
Halaman Depan Vol 15 No 3 Agus Arif Wicaksono
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol. 15 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Halaman Depan Vol 15 No 3
Halaman Belakang Vol 15 No 3 Agus Arif Wicaksono
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol. 15 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Halaman Belakang Vol 15 No 3
EVALUASI PENCAHAYAAN ALAMI DAN NILAI OTTV SELUBUNG BANGUNAN UNTUK EFISIENSI ENERGI PADA RUSUNAWA DAAN MOGOT UNIT A Sutrisno Aji Prasetyo; Harry Miarsono; Syarif Hidayatullah; Lanjar Setiawan
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol. 16 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan hunian vertikal khususnya rumah susun sewa (rusunawa) seringkali belum memenuhi standar efisiensi energi yang dipersyaratkan, terutama terkait optimasi bukaan ventilasi sebagai media pencahayaan alami dan pengendalian beban panas termal selubung bangunan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat pencahayaan alami melalui bukaan ventilasi eksisting dan menghitung nilai Overall Thermal Transfer Value (OTTV) selubung bangunan pada Rusunawa Daan Mogot Unit A, Kalideres, Jakarta Barat, sebagai indikator efisiensi energi dalam kerangka penilaian Greenship GBCI. Penelitian menggunakan metode kuantitatif melalui simulasi perangkat lunak DIALux pada 884 ruang di 10 lantai dan perhitungan OTTV berdasarkan SNI 6389:2020, dengan pemodelan tiga dimensi menggunakan SketchUp sebagai dasar input. Objek penelitian adalah Rusunawa Unit A yang memiliki total 784 unit bukaan ventilasi jendela terdiri dari tiga tipe (Type 1: 135×150 cm, Type 2: 70×150 cm, Type 3: 260×150 cm) yang terdistribusi pada empat orientasi fasad. Hasil simulasi menunjukkan rata-rata pencahayaan alami sebesar 1.210,96 lux pada seluruh lantai 1 hingga 10, dengan 45,6% dari total 884 ruang aktif memperoleh cahaya alami ≥300 lux, seluruhnya telah memenuhi standar minimum 250 lux sesuai SNI 03-6575-2001 dan SNI 6197:2020. Namun demikian, nilai OTTV total bangunan diperoleh sebesar 47,257 W/m², melebihi batas SNI 6389:2020 (≤35 W/m²) dan Pergub DKI Jakarta No. 5 Tahun 2026 (≤45 W/m²), dengan komponen OTTV Solar sebagai penyumbang terbesar sebesar 55,9%. Sebagai rekomendasi, penggantian spesifikasi kaca menjadi kaca Low-Emissivity (Low-E) dengan Shading Coefficient SC ≤ 0,24 dan penerapan elemen peneduh horizontal pada orientasi Utara dan Selatan diperlukan untuk memenuhi standar efisiensi energi yang dipersyaratkan.
EFEKTIVITAS PENDEKATAN MIXED METHOD SEQUENTIAL EXPLORATORY DALAM IDENTIFIKASI DELINEASI KAWASAN KOTA TUA TEGAL BERBASIS SENSE OF PLACE Sandi Aris Munandar; Nurhikmah Budi Hartanti
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol. 16 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penentuan delineasi kawasan bersejarah merupakan aspek penting dalam upaya pelestarian dan pengelolaan warisan budaya perkotaan. Namun, delineasi kawasan Kota Tua Tegal hingga saat ini masih didominasi oleh pendekatan fisik dan administratif, sehingga belum sepenuhnya mengakomodasi persepsi, pengalaman, dan makna yang dimiliki masyarakat terhadap kawasan. Kondisi tersebut menyebabkan batas kawasan bersejarah menjadi kurang representatif dalam menggambarkan identitas dan nilai sosial-budaya yang hidup di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pendekatan Mixed Method Sequential Exploratory dalam mengidentifikasi delineasi Kawasan Kota Tua Tegal berbasis sense of place. Metode penelitian menggunakan desain mixed method sequential exploratory yang diawali dengan pengumpulan dan analisis data kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan pemetaan persepsi (mental mapping), kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan data kuantitatif menggunakan kuesioner skala Likert untuk mengukur dimensi Place Identity, Place Attachment, dan Place Dependence. Hasil analisis kedua jenis data selanjutnya diintegrasikan melalui triangulasi dan overlay spasial untuk menghasilkan delineasi kawasan yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan mixed method mampu mengidentifikasi hubungan antara karakter fisik kawasan, aktivitas sosial, dan makna tempat yang membentuk sense of place masyarakat terhadap Kota Tua Tegal. Integrasi data kualitatif dan kuantitatif menghasilkan delineasi kawasan yang lebih kontekstual dibandingkan pendekatan berbasis morfologi atau administratif semata. Selain itu, pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan validitas penentuan batas kawasan melalui penguatan aspek perseptual dan spasial secara simultan. Penelitian ini memberikan kontribusi metodologis bagi studi kawasan heritage perkotaan serta dapat menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan pelestarian kawasan bersejarah yang lebih partisipatif dan berbasis pengalaman masyarakat.