cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL ILMIAH PLATAX
ISSN : 23023589     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Mencakup Penulisan yang berhubungan dengan pelaksanaan penelitian yang dilakukan secara mandiri, atau kelompok, dan berdasarkan Ruang Lingkup Pengelolaan Wilayah Pesisir, Konservasi, Ekowisata, dan Keanekaragaman Hayati Perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 488 Documents
Evaluation of the effect of probiotic bacteria on growth performance and survival rate of carp, Cyprinus carpio jeane T Sumaraw; Henky Manoppo; Reiny A. Tumbol; I.F.M Rumengan; Henny A. Dien; Deiske A. Sumilat
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 7 No. 1 (2019): ISSUE JANUARY-JUNE 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.7.1.2019.23216

Abstract

The objective of this research was to obtain probiotic bacteria isolated from the digestive tract of catfish Clarias batracus, to evaluate its effect on growth performances and survival rate of carp. After purified, the bacteria was identified through biochemical tests and selection was carried out through proteolytic, amylolytic, cellulolytic, tests as well as pathogenicity test. Probiotic candidate was administered orally to fish at different concentrations. The fish were fed for 30 days respectively as much as 3% of body weight per day with feeding frequency of two times a day. The results showed that addition of probiotics into feed significantly increased growth performance but not survival rate.Keywords: Probiotic, Clarias batracus,  growth performance, aquaculture. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan bakteri probiotik yang diisolasi dari saluran pencernaan ikan lele Clarias batracus, dan mengevaluasi pengaruhnya terhadap kinerja pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan mas. Bakteri probiotik diidentifikasi melalui uji biokimia dan seleksi dilakukan melalui proteolitik, amilolitik, tes selulolitik dan patogenisitas. Kandidat probiotik diberikan pada ikan secara oral dengan konsentrasi berbeda Pemberian pakan berprobiotik berlangsung selama 30 hari sebanyak  3% dari berat badan per hari dengan frekuensi pemberian dua kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan probiotik ke dalam pakan secara signifikan meningkatkan kinerja pertumbuhan namun tidak memengaruhi kelangsungan hidup benih ikan mas.Kata kunci : Probiotik, Clarias batracus, kinerja pertumbuhan, budidaya
Profil Ekosistem Mangrove Di Desa BAHOI Kabupaten Minahasa Utara (Profile of Mangrove Ecosystem in Bahoi Village North Minahasa Regency) Audy M. H. Dien; Unstain N. W. J. Rembet; Adnan S. Wantasen
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 4 No. 1 (2016): EDISI JANUARI-JUNI 2016
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.4.1.2016.12461

Abstract

This study was carried out in mangrove forest of Bahoi, Likupang district, North Minahasa regency. It was aimed at knowing the ecological condition of the mangrove forest. Study stations were selected by determining representatives from each zonation and site condition. Results showed that mangrove species in Bahoi was dominated by Rhizophora mucronata, R. apiculata, Bruguiera gymnorrhiza, B. cylindrical, and Sonneratia alba, with the highest density in station 1 shown by Rhizophora apiculata, 0.65 ind/m2, then station 2 and 3 by  R. Mucronata, 0.93 and 0,63 ind/m2, respectively.  The highest total density was recorded in station 2, 1.85 ind/40 m2, then station 1, 1.78 ind/40 m2, and station 3, 1.35 ind/40 m2, respectively. As conclusion, the ecological condition of mangrove ecosystem in Bahoi was categorized as good, and aware to be beneficial for the local community in ecological function as abrasion prevention and living environment of the aquatic biota and in economic function from ecotourism aspect, so that it was right to be managed in the form of ecotourism management. Keywords : Mangrove,  Profile, Bahoi Village ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan di kawasan mangrove desa Bahoi, Kecamatan Likupang, Kabupaten Minahasa Utara.  Tujuan penelitian, untuk mengetahui kondisi ekologis ekosistem mangrove. Penentuan lokasi stasiun pengamatan dilakukan dengan menentukan perwakilan dari setiap zonasi dan kondisi lokasi sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi jenis mangrove di desa Bahoi didominasi oleh Rhizophora mucronata, R. apiculata, Bruguiera gymnorrhiza, B. cylindrical, dan Sonneratia alba, dengan kerapatan jenis tertinggi di stasiun 1 diperlihatkan oleh  Rhizophora apiculata (0,65 ind/m2), kemudian pada stasiun 2 dan 3 oleh  R. mucronata (0,93; 0,63 ind/m2).  Kerapatan total tertinggi ditemukan pada stasiun 2, 1.85 ind/40 m2, diikuti oleh stasiun 1 (1.78 ind/40 m2), dan stasiun 3 (1.35 ind/40 m2). Sebagai kesimpulan, kondisi ekologi ekosistem mangrove di Desa Bahoi dikategorikan baik, dan  disadari bermanfaat bagi masyarakat dalam fungsi ekologis sebagai pencegah abrasi dan  tempat hidup biota perairan, serta fungsi ekonomisnya dalam aspek ekowisata, sehingga tepat untuk dikelola dengan bentuk pengelolaan ekowisata.   1 Staf Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Utara 2 Staf Pengajar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unsrat
Growth Of Brown Algae, Padina australis, In The Coastal waters of Serei Village, West Likupang District, North Minahasa Regency Franklin R Kemenangan; Gaspar D Manu; Fransine B Manginsela
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 5 No. 2 (2017): ISSUE JULY - DECEMBER 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.5.2.2017.17003

Abstract

Marine algae is one resource that has important economic value because it has cagar, carrageen and alginate ontent (Indriani and Sumiarsih, 1999). In the world of science, the word algae comes from the Greek , algor which means cold (Nontji, 2002). Padina australis is a species of marine algae belong to Phaeophyta Division (brown algae) which is commonly found in marine waters, from shallow to deep waters. This algae has a wide transparent brown sheet or filament shape. This study was aimed to observe the growth of algae P. australis by using case study method where samples of Padina algae taken from nature were placed into basket as container for culturing. While the technique used is cultivation using basket; in order to determine the growth, algae was analyzed further by measuring the maximum weight of P. australis living without substrate. Some environmental factors such as temperature, salinity, depth and tides were recorded to see their impact on the growth of P. australis. Serei village is the location of the research on the growth of this P. australis. The result also records that P. australis can only live about three weeks and after that die. The growth of P. australis was greatest in the 8th container weighing 23 gr.Keywords: Growth, Padina australis, Desa Serei ABSTRAKAlga laut adalah salah satu sumberdaya yang mempunyai nilai ekonomis penting karena memiliki kandungan agar, karaginan dan alginat (Indriani dan Sumiarsih, 1999). Dalam dunia ilmu pengetahuan, alga berasal dari bahasa Yunani yaitu Algor yang berarti dingin (Nontji, 2002). Padina australis merupakan spesies alga laut dari Divisi Phaeophyta (alga cokelat) yang pada umumnya tersebar di perairan laut, mulai perairan laut dangkal hingga perairan dalam. Alga ini memiliki bentuk lembaran atau filamen yang lebar yang berwarna cokelat transparan. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati pertumbuhan alga Padina australis lewat metode studi kasus dimana sampel alga Padina yang diambil dari alam  kemudian ditempatkan ke dalam keranjang sebagai wadah budidaya alga Padina australis. Sedangkan teknik yang digunakan adalah teknik budidaya dengan menggunakan keranjang. Pertumbuhan dianalisis berdasrakan pertambahan berat malsimum P. australis yang hidup tanpa substrat. Beberapa factor lingkungan antara lain suhu, salinitas, kedalaman dan pasang surut diukur untuk melihat dampaknya terhadap pertumbuhan P. australis. Desa Serei merupakan lokasi dilakukannya penelitian pertumbuhan alga P. australis ini. Setelah dilakukan pengamatan P. australis hanya bisa hidup sekitar tiga minggu dan setelah itu mati dan hancur. Pertumbuhan P. australis paling besar terjadi pada wadah ke-8 dengan berat 23 gr.                                                                                                                   Kata kunci : Pertumbuhan, Padina australis, Desa Serei
Amplitude of the Tidal Harmonic Constituents M2, S2, K1, and O1 in Waters Around the City of Bitung in North Sulawesi Royke M. Rampengan
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 1 No. 3 (2013): EDISI MEY - AGUSTUS 2013
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.1.3.2013.2569

Abstract

ABSTRACT This study was conducted to describe the amplitude of the tidal harmonic constituents M2, S2, K1, and O1 in waters around the city of Bitung in North Sulawesi.  Calculations performed using the admiralty method.  Based on calculations, it was found that the average amplitude of M2 is 34.8, S2 is 22.5, K1 is 20.3, and O1 is 11.7. The tidal behaviour in the study area is mixed tide predominant semidiurnal, with average Formzahl number of about 0.6. Keywords : amplitude, tidal, Bitung   ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan amplitudo pasut harmonik M2, S2, K1, dan O1 di perairan sekitar kota Bitung di Sulawesi Utara. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan metode admiralty. Berdasarkan hasil perhitungan, diketahui bahwa rata-rata amplitudo M2 adalah 34,8, S2 adalah 22,5, K1 adalah 20,3, dan O1 adalah 11,7. Perilaku pasang surut di daerah penelitian adalah air campuran dominan semidiurnal, dengan rata-rata jumlah Formzahl sekitar 0,6. Kata kunci : amplitudo, pasut, Bitung
Amplification Of Bacterial Isolate Sf1 Associated With Sponge Facaplysynopsis sp. From Tongkeina, North Sulawesi Liviani Rangian; Elvy Like Ginting; Stenly Wullur; Erly Kaligis; Sandra Tilaar; Reiny Tumbol
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 6 No. 2 (2018): ISSUE JULY-DECEMBER 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.6.2.2018.20636

Abstract

This study was conducted with the aim of amplifying the isolate of SF1 symbiont sponge Facaplysynopsis sp.  from Tongkeina, North Sulawesi. Samples are obtained and stored in the Lab. Molecular Biology and Marine Pharmacology, FPIK Unsrat. The genomic DNA of the samples was isolated using protocols from the Innu PREP Mini DNA Kit. The DNA of the SF1 symbionary bacteria was amplified by PCR (Polymerase Chain Reaction) using an 8F primer (5'-AGAGTITGATCCTGGCTA-3 ') and 1492 R (5'TACCTTACGACTT-3'). DNA bacteria SF1 successfully amplified marked by the appearance of the band of DNA that looks less clear, with a length of 600 bp.Keywords: Bacterial Isolate, Sponge,  AmplificationABSTRAKPenelitian ini dilakukan dengan tujuan mengamplifikasi isolat bakteri SF1 simbion spons Facaplysynopsis sp dari perairan Tongkeina, Sulawesi Utara. Sampel diperoleh dan tersimpan di Lab. Biologi Molekuler dan Farmasitika Laut, FPIK Unsrat. DNA genom dari sampel diisolasi menggunakan protokol dari Innu PREP DNA Mini Kit. DNA bakteri simbion SF1 diamplifikasi dengan PCR (Polymerase Chain Reaction) dengan menggunakan primer 8F (5’-AGAGTITGATCCTGGCTA-3’) dan 1492 R (5’TACCTTACGACTT-3’). DNA bakteri SF1 berhasil diamplifikasi ditandai dengan munculnya pita DNA yang terlihat kurang jelas, dengan panjang 600 bp.Kata Kunci: Bakteri Simbion, Spons, Amplifikasi
Conditions of Coral Reef in Bunaken Island North Sulawesi Province Alex Denny Kambey
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 2 No. 1 (2014): Edisi Januari - April 2014
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.2.1.2014.4404

Abstract

Community structure of corals were analyzed to understand their response to different conditions of coral reefs in several places of Bunaken island. This study focused on species abundance and diversity including Shannon-Wiener’s species diversity (H’) respectively. The result recorded 67 species and 29 genera of corals. In general, the condition of coral reefs in Bunaken Island in good condition.   Keywords: Community structure, coral reef.   A B S T R A K   Struktur komunitas karang dianalisis untuk memahami respon   terhadap perbedaan kondisi  terumbu karang di beberapa tempat pulau Bunaken. Penelitian ini difokuskan pada kelimpahan dan keragaman spesies termasuk keragaman Shannon-Wiener spesies (H') masing-masing. Hasilnya mencatat 67 spesies dan 29 genera karang. Secara umum, kondisi terumbu karang di Pulau Bunaken dalam kondisi baik.   Kata kunci : Komunitas struktur, terumbu karang.
Bacillus sp. As a Decomposition Agent in The Maintenance of Brachionus rotundiformis Which Uses Raw Fish As a Source of Nutrition Hatopan G. Napitupulu; Inneke F. M. Rumengan; Stenlly Wullur; Elvy L. Ginting; Joice R. T. S. L. Rimper; Boyke H. Toloh
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 7 No. 1 (2019): ISSUE JANUARY-JUNE 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.7.1.2019.22627

Abstract

The research was conducted at the Laboratory of Marine Molecular Biology and Pharmacy, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Sam Ratulangi University. This research aims to isolate and analyze the morphology and molecular types of bacteria associated in rotifer’s culture media that use fisheries waste.The research was begin by culturing bacteria in rotifer maintenance media using Nutrient Broth media. After bacterial isolates were obtained, morphological characterization and DNA extraction was carried out. extraction was done using DNeasy Blood and Tissue Kit (Qiagen). After DNA was obtained, DNA was amplified through the Polymerase Reaction Chain (PCR) machine using a 16S RNA primer, followed by the separation of PCR products through electrophoresis and detection through UV Transluminator. The target PCR product was determined by comparing the 100 bp ladder DNA, with a yield of around 1400 bp, which was measured using ladder DNA available in the laboratory. The DNA that was successfully amplified was sent to be sequenced to determine the species of each microbe obtained.Based on the results of the research conducted, obtained Bacillus sp. bacteria associated with rotifer maintenance media.Keywords: Bacteria, Culture Media, DNA Extraction, PCR, Sequencing ABSTRAKPenelitian ini dilakukan di Laboratorium Biologi Molekuler dan Farmasetika Laut, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Sam Ratulangi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan menganalisis morfologi dan molekuler jenis-jenis bakteri yang berasosiasi dalam media pemeliharaan rotifer yang menggunakan limbah perikanan.Penelitian dilakukan dengan cara mengkultur bakteri yang ada pada media pemeliharaan rotifer menggunakan media Nutrient Broth. Setelah isolat bakteri didapatkan, dilakukan karakterisasi morfologi dan dilakukan ekstraksi DNA.  ekstraksi dilakukan menggunakan DNeasy Blood and Tissue Kit (Qiagen).  Setelah DNA didapatkan, DNA diamplifikasi melalui mesin Polymerase Reaction Chain (PCR) menggunakan primer 16S RNA, diikuti dengan pemisahan produk PCR melalui electrophorisis dan deteksi melalui UV Transluminator. Produk PCR target ditentukan dengan membandingkan ladder DNA 100 bp, dengan hasil sekitar 1400 bp, yang diukur menggunakan ladder DNA yang tersedia di laboratorium.  DNA yang berhasil diamplifikasi, dikirim untuk dilakukan sekuensing untuk mengetahui spesies dari setiap mikroba yang didapatkan.  Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh bakteri Bacillus sp. yang berasosiasi pada media pemeliharaan rotifer. Kata Kunci: Bakteri,  Media Pemeliharaan, Ekstraksi DNA, PCR, Sekuensing
Structure Community of Seagrass (Lamun) In The Village Beach Of Mokupa Tombariri Subdistrict, Minahasa District North Sulawesi. Feybe H. A Zachawerus; Alex D. Kambey; Rose O. S. E. Mantiri
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 3 No. 1 (2015): EDISI JANUARI-JUNI 2015
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.3.1.2015.18954

Abstract

Seagrass community of Mokupa Beach waters, Tombariri sub-district, Minahasa Regency North Sulawesi was selected as study site to get information regarding the distribution, abundance, and diversity of species. Five species were identified in this study are as follow: Cymodocea rotundata, Thalassia hemprichii, Halopila ovalis, Halodule pinifolia, and Enhalus acoroides. T. hemprichii had the highest density among those 5 species with 80.266 individuals/m2, relative density 45.709 % and score of dominance index (C) 0.3269. Among three transects deployed in the study site, transect III has the highest diversity index representing by ‘H = 1.3072. The result showed that seagrass community could grow well in the area which is also shown through similar score of evenness index.Keywords: Seagrass, diversity, dominance A B S T R A K Komunitas Lamun di Perairan Desa Mokupa Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa Sulawesi Utara sebagai lokasi penelitian untuk mendapatkan informasi tentang distribusi, kelimpahan dan keanekaragaman spesies. Diperoleh 5 spesies yaitu : Cymodocea rotundata, Thalassia hemprichii, Halopila ovalis, Halodule pinifolia, Enhalus acoroides. Kepadatan spesies yang tertinggi adalah Thalassia hemprichii 80,266 ind/m2. Kepadatan relatif (%) yang tertinggi adalah Thalassia hemprichii 45,709 %. Nilai indeks dominasi (C) (0,3269). Nilai keanekaragaman tertinggi dari ketiga transek terdapat pada transek III dengan nilai (Hʹ) 1,3072. menunjukan bahwa komunitas ini masih dapat tumbuh dengan baik di daerah tersebut. Hal ini juga ditunjang dengan nilai kemerataan yang hampir sama di ketiga transek penelitian.                                                                               Kata Kunci : Lamun, keanekaragaman, dominasi1Mahasiswa Program Studi MSP FPIK-UNSRAT2Staf pengajar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi
Size Distribution and Growth of young Payangka Fish, Ophieleotris aporos (Bleeker) from Lake Tondano Mayangsari Kimberli Susanto; Nego E. Bataragoa; Ruddy D Moningkey
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 5 No. 2 (2017): ISSUE JULY - DECEMBER 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.5.2.2017.15884

Abstract

The research was conducted at the location of Lake Tondano, Minahasa District.The young payangka fish, locally known as nike fish by fishermen of the area. This study aims to determine the size distribution, length-weight relationships and to know the captivity growth in the aquarium. The research is expected to be a source of information about the fish of young payangka (Nike) and be able to contribute on the efforts of nike fish management in Lake Tondano for the future. Sampling is done by using a triangular shaped trap (sibusibu) with a length of 4m, width of 1.30m (top), and a mesh size of 0.5mm. The length frequency distribution with the size mode appeared most during the first of observation was in the range of 13.5 to 15.4 class size and changed in size in the third week of the 19.5-21.4 class sizes. Later in the fifth week the mode is in the range of 15.5-17.4 class size and changes in size in the seventh week at the range of 23.5-25.4 class size. The length-weight relationship of the study was showed by allometric growth (b = 2.70; b <3) which means the length increases faster than weight gain. Absolute weight growth of 0.2532g was recorded and absolute length growth of 10.12mm for 12 weeks was observed as well. Growth of a relatively large weight gained with value of 0.067mg occurs between the seventh week and the eighth week.Keywords : Nike Fish, growth, Tondano ABSTRAKPenelitian  ini dilaksanakan di lokasi Danau Tondano Kabupaten Minahasa. Ikan payangka muda dikenal dengan sebutan  ikan nike oleh masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi ukuran, hubungan panjang-berat dan untuk mengetahui pertumbuhan yang di pelihara di akuarium. Manfaat penelitian yaitu diharapkan dari penelitian ini dapat menjadi sumber informasi mengenai ikan payangka serta payangka muda (Nike) dan mampu memberikan kontribusi bagi upaya pengelolaan ikan nike di Danau Tondano di masa yang akan datang. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan alat tangkap serok (sibusibu) yang berbentuk segitiga dan memiliki ukuran panjang 4m, lebar 1,30m (bagian atas), dan ukuran mata jaring 0,5mm. Distribusi frekuensi ukuran panjang dengan modus atau ukuran yang paling banyak muncul pada minggu pertama terdapat pada kelas ukuran 13,5-15,4 dan mengalami perubahan ukuran pada minggu ketiga pada kelas ukuran 19,5-21,4. Selanjutnya pada minggu kelima modusnya ada pada kelas ukuran 15,5-17,4 dan mengalami perubahan ukuran pada minggu ketujuh  di kelas ukuran 23,5-25,4. Hubungan panjang dan berat dari penelitian didapatkan hasil pertumbuhan alometrik (b=2,70),  b<3 yang artinya pertambahan panjang lebih cepat dari pertambahan berat. Pertumbuhan berat mutlak sebesar 0,2532g dan pertumbuhan panjang mutlak sebesar 10,12mm selama 12 minggu. Pertumbuhan berat yang relative besar nilainya yaitu 0.067mg terjadi antara minggu ketujuh dengan minggu kedelapan.Kata kunci : Ikan Nike, Pertumbuhan, Tondano
IDENTIFIKASI DAN ASPEK EKOLOGI KERANG TRIDACNINAE DI PERAIRAN SEKITAR PULAU VENU, KABUPATEN KAIMANA, PROVINSI PAPUA BARAT Defy N Pada; Farnis B Boneka; Gustaf F. Mamangkey
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 1 No. 2 (2013): EDISI JANUARI - APRIL 2013
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.1.2.2013.1244

Abstract

IDENTIFIKASI DAN ASPEK EKOLOGI KERANG TRIDACNINAE DI PERAIRAN SEKITAR PULAU VENU, KABUPATEN KAIMANA, PROVINSI PAPUA BARAT1 Identification and Ecological Aspects of Tridacninae in the Shallow Waters of Venu Island, District Kaimana, West Papua Defy N Pada2, Farnis B Boneka3, Gustaf F Mamangkey3   ABSTRACT   Giant clams (Bivalvia, Cardiidae) or usually called tridacnid clams are marine organisms that live in the Indo Pacific coral reef ecosystems. Tridacnids are known to have high economic values as food, and their shells can be used for jewelries and decorations. Today, seven tridacnid species were listed in the IUCN Red List. Moreover, all tridacnid species are included in the appendices II of CITES. This research was aimed to identify the numbers of tridacnid species, to describe the ecological aspects through density index, species relative density and biodiversity index, and to assess the effectiveness of conservation effort in Venu Island and the surrounding waters. Survey was conducted in September 2012 at 5 sites, using belt transect method. A 100 m transect was laying in the reef edge in 5 and 10 meter depths. The results showed, there were four species of tridacnids found in this area, Tridacna crocea, T. gigas, T. maxima and T. squamosa. T. crocea has the highest density index and species relative density both in 5 and 10 meter depths (5 m depth K = 0,030; KR = 81,081%; 10 m depth K = 0,021; KR = 41,176%). The waters arround Venu Island were categorized as moderate biodiversity, since the value of biodiversity index is between 1 and 3 (H’=2,239). Most of tridacnids found in this area lived in coral massive (46,6%) and rock substrates (30,7%). The result of interview showed that the conservation efforts are not effective enough.   Keywords : marine ecology, biodiversity, Tridacnid, Venu Island   ABSTRAK Kima raksasa (Bivalvia, Cardiidae) yang biasa disebut dengan kerang Tridacninae adalah organisme laut yang hidup di ekosistem terumbu karang di wilayah Indo-Pasifik. Kerang Tridacninae dikenal memiliki nilai ekonomi yang penting, karena selain sebagai sumber makanan, cangkangnya dapat dijadikan sebagai bahan dekorasi dan perhiasan. Saat ini sebanyak tujuh spesies kerang Tridacninae masuk dalam daftar merah dari International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN redlist for threathened species). Bahkan semua spesies kerang Tridacninae telah masuk dalam Lampiran II dari Convention on International Trade of Endangered Species (CITES). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kerang Tridacninae di perairan sekitar Pulau Venu Kabupaten Kaimana, untuk mendeskripsikan beberapa aspek   1 Bagian dari skripsi 2 Mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan FPIK-UNSRAT 3 Staf pengajar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi   ekologi kerang Tridacninae melalui indeks ekologi yakni kepadatan (K), kepadatan relatif spesies (KR), dan indeks keanekaragaman (H’), serta untuk melihat efektivitas upaya konservasi yang dilakukan di Pulau Venu terutama terhadap keberadaan kerang Tridacninae. Kegiatan penelitian dilakukan pada bulan September 2012, pada 5 stasiun penelitian, dengan menggunakan metode transek sabuk (belt transek), sepanjang 100 meter pada kedalaman 5 meter dan 10 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 spesies kerang Tridacninae di perairan sekitar Pulau Venu, yaitu T. crocea, T. gigas, T. maxima, dan T. squamosa. Nilai kepadatan dan kepadatan relatif spesies tertinggi di dua kedalaman adalah T. crocea (kedalaman 5 meter K = 0,030; KR = 81,081%; kedalaman 10 meter K = 0,021; KR = 41,176%). Perairan sekitar Pulau Venu berkategori keanekaragaman sedang, karena memiliki nilai indeks keanekaragaman diantara 1 dan 3 (rata-rata H’ = 2,239). Sebagian besar kerang Tridacninae yang ditemukan hidup pada substrat karang masif (46,6%) dan batuan (30,7%). Saat ini upaya konservasi yang dilakukan di perairan sekitar Pulau Venu dirasakan belum cukup efektif.   Kata kunci : ekologi laut, keanekaragaman, Tridacninae, Pulau Venu

Page 6 of 49 | Total Record : 488


Filter by Year

2012 2025