Articles
451 Documents
Tutupan Lahan Mangrove Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya
Cahyaningrum, Wiwik
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 2 (2024): Sosial Horizon ( Jurnal Pendidikan Sosial)
Publisher : IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31571/sosial.v10i3.6875
Penelitian struktur dan tutupan lahan mangrove ini dimaksudkan untuk mengumpulkan data mengenai struktur populasi tanaman mangrove, seperti komposisi spesies, tinggi pohon, kerapatan, dan distribusi di sepanjang wilayah mangrove. Sumber data primer bersumber dari survei ekosistem mangrove dan pencitraan menggunakan wahana drone, sedangkan sumber data sekunder diperoleh melalui pengolahan citra satelit multitemporal sebagai data penunjang utama untuk menganalisis struktur dan tutupan lahan ekosistem mangrove secara spasial. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed method) berdasarkan analisis spasial menggunakan sistem informasi geografi. Analisis data terdiri dari analisis deskriptif struktur vegetasi mangrove dan tutupan lahan vegetasi mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vegetasi bakau Api-api Putih (Avicennia alba) mampu tumbuh dengan rata-rata ketinggian 4,71 meter menjadi vegetasi yang paling dominan tumbuh pada jenis mangrove sejati, sedangkan jenis nipah (Nypa fruticans) sebagai vegetasi ikutan mendominasi jenis mangrove yang tumbuh di Kecamatan Sungai Kakap. Nipah mendominasi sebagian besar lahan mangrove seluas 9.643,9 hektar (92,48%) dengan erapatan tanaman mencapai 87,58%, sementara di bagian dalam mencapai 97,17%. Bakau kesulitan tumbuh di wilayah yang langsung menghadap ke laut lepas, sehingga ekspansi wilayahnya terbatas. Bentuk pertumbuhan alami cenderung menjorok ke perairan laut dengan dibantu oleh akresi dan sedimentasi. Kondisi lingkungan setempat dipengaruhi oleh posisi muara sungai yang membentuk bentanglahan delta sehingga menghalangi abrasi akibat gelombang laut, namun kuatnya gelombang laut yang didorong oleh angin barat menyebabkan keberhasilan pertumbuhan tanaman hanya mencapai 50%. Tutupan lahan mangrove terdiri dari sejumlah 14 spesies yang didominasi oleh vegetasi nipah (Nypa fruticans) dan tersebar di seluruh pesisir 13 dari 15 desa di Kecamatan Sungai Kakap.
PRINSIP MORAL DALAM PANDANGAN ILMU HADITS MULTIKULTURAL
Yanto, Fery;
Somad, Abdus
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 10 No. 3 (2023): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31571/sosial.v10i3.6882
Penelitian ini membahas satu hadits yang terdapat di kitab Hadits Abu Daud Nomor 4202. Hadits ini disampaikan oleh Maimun bin Abu Syabib dan menyajikan kisah ketika seorang peminta-minta menerima remukan roti dari 'Aisyah, sementara seorang laki-laki berpakaian rapi, memiliki jabatan diberi jamuan makan olehnya. Dalam hadits ini, 'Aisyah menjelaskan bahwa perilaku itu sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW yang menyatakan, "Perlakukanlah manusia sesuai dengan kedudukannya." Penelitian ini akan menganalisis konteks dan implikasi dari pernyataan Nabi SAW itu, menggali pemahaman lebih dalam tentang nilai-nilai sosial dan etika Islam terkait perlakuan terhadap berbagai lapisan masyarakat. Metode penelitian melibatkan analisis teks hadits, serta kajian literatur terkait konsep-konsep seperti adab (etika) dan ukhuwah (persaudaraan) dalam Islam.Tujuannya ialah mengungkap makna hadits ini dalam konteks lebih luas dan merinci. Implikasi praktisnya dalam kehidupan sehari-hari umat Islam. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman, khususnya tentang ajaran Islam terkait perlakuan terhadap sesama, dengan menjelaskan pentingnya memperlakukan setiap individu sesuai dengan kedudukannya dalam masyarakat. Kata Kunci: Hadits, Moral, Analisis
KONSEP KERJASAMA MENURUT HADITS MULTIKULTURAL HADITS BUKHARI NOMOR 459
suherdiyanto;
Lahir, Muhammad
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 10 No. 3 (2023): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31571/sosial.v10i3.6883
Pembahasan ini memfokuskan pembahasannya pada satu hadits yang didalamnya mengandung sikap multikultural yaitu sikap kerja sama, sebagaimana yang terdapat pada shohih Bukhori No. 459, hal ini menjadi penting agar kita semua mengerti dan memahami bahwa betapa pentingnya menumbuh kembangkan sikap saling berkerja sama dalam agama Islam, bahkan antar umat beragama. Pendekatan penelitiannya menggunakan pendekatan (library research) dalam teknis deskriptif kualitatif eksploratif, dengan menekankan pada sumber tertulis terutama pada hadits dan atsar sahabat. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian pustaka. Hasilnya penulis menemukan bahwa sikap saling berkerja sama sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW dengan diumpamakan oleh beliau bagaikan jari jemari tangan yang saling menggenggam, saling merapatkan dan saling menguatkan. Bentuk Implementasi dari sikap saling berkerja sama adalah munculnya sikap kasih dan sayang antar sesama demi mewujudkan keharmonisan antar umat seagama dan umat antar agama. Kata kunci: Kerja Sama, Analisis Data, Hadits Shohih
Konsep Cinta Tanah Air Berdasarkan Hadits Multikultural
ruslan
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 1 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31571/sosial.v11i1.6884
Penelitian ini memfokuskan pembahasannya pada sebuah hadits yang terdapat pada shohih Bukhori No. 1753, dan dilatarbelakangi oleh realitas yang memprihatinkan dan memerlukan perhatian, yaitu sebagai jawaban dari sebagian golongan yang mengatakan bahwa cinta tanah air itu yang kontradiksi dengan agama Islam. Pendekatan penelitian yang penulis gunakan adalah (library research) dalam teknis deskriptif kualitatif eksploratif, dengan menekankan pada sumber tertulis terutama hadits dan atsar yang berkaitan. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian pustaka. Hasilnya penulis menemukan bahwa Cinta tanah air memiliki hubungan yang erat dengan agama dan keimanan, dan menjadi indikator yang muncul pada sikap multikultural, sebagaimana ungkapan “Hubbul Wathan Minal Iman” cinta tanah air adalah sebagian dari iman. Nasionalisme tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip agama. Bentuk Implementasi cinta tanah dalam sesuai hadits adalah selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk kemajuan bangsa dan negara. Kata Kunci: Hadits,Love for the Homeland, Analisis, Shohih .
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL KAJIAN HISTORI
firdaus
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 10 No. 3 (2023): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31571/sosial.v10i3.6885
Penelitian ini bertujuan menjelaskan tentang pendidikan multikultural merupakan fenomena yang relatif baru. Dapat dikatakan bahwa pendidikan multikultural belum dikenal sebelum Perang Dunia II. Sebaliknya, pendidikan dijadikan sebagai alat politik untuk memperkuat kapasitas sistem pendidikan dalam memonopoli sekelompok orang tertentu. Menurut definisi lain, pendidikan antar budaya merupakan suatu konsep baru dalam masyarakat yang menekankan penghormatan terhadap semua orang, termasuk persamaan akses terhadap pendidikan. Dengan kata lain, karena kuatnya realitas budaya dan agama, maka pendidikan multikultural tidak dilakukan. Era reformasi menyoroti pentingnya pendidikan multikultural sebagai komponen kunci pembangunan nasional Indonesia. Kata Kunci : Pendidikan Multikultural, Kajian Histori
DAMPAK MASYARAKAT TRANSMIGRAN TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA DI DESA TUNGGAL BHAKTI KECAMATAN KEMBAYAN
Norsidi, Norsidi Norsidi
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 10 No. 3 (2023): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31571/sosial.v10i3.6919
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan yakni sebagai berikut; (1) bagaimana sejarah transmigrasi di Desa Tunggal Bhakti Kecamatan Kembayan Kabupaten Sanggau; (2) bagaimana aktivitas ekonomi masyarakat transmigran di Desa Tunggal Bhakti Kecamatan Kembayan Kabupaten Sanggau; (3) dampak sosial budaya masyarakat transmigrasi di Desa Tunggal Bhakti Kecamatan Kembayan Kabupaten Sanggau. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan observasi langsung, komunikasi langsung dan dokumenter. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teori Miles dan Huberman yang meliputi: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa sejarah transmigran di Desa Tunggal Bhakti Kecamatan Kembayan Kabupaten Sanggau pertama kali ditempatkan pada Tahun 1980 pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Kepadatan penduduk yang terjadi di pulau Jawa merupakan salah satu faktor dari pemerintah orde baru untuk melakukan program Transmigrasi. Aktivitas ekonomi para transmigran di Desa Tunggal Bhakti Kecamatan Kembayan Kabupaten Sanggau kehidupan masyarakat adalah bermata pencarian sebagai petani. Dampak secara ekonomi perubahan ini dapat mencakup peralihan dari ekonomi berbasis pertanian tradisional menjadi lebih beragam dengan pertumbuhan sektor jasa dan industry. Masyarakat transmigran membawa kebudayaan dan tradisi dari daerah asal untuk diperkenalkan kepada lapisan elemen-elemen masyarakat lokal. Masyarakat lokal memiliki toleran cenderung terbuka menerima perbedaan dan keberagaman sebagai sesuatu yang memperkaya kehidupan mereka.
SALING PERCAYA DAN MENGHARGAI HAKIKAT SIKAP SALING PERCAYA DAN SALING MENGHARGAI MENURUT HADITS MULTIKULTURAL : Analisis Hadits
susintoi
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 1 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31571/sosial.v11i1.6937
Jurnal ini membahas tentang analisis Hadits Multikultural terkait sikap saling percaya dan saling menghargai
Sex Education Asertif Normatif untuk Mengurangi Sexual Harassment Remaja Early di Kota Bandung
Rahayu, Citra Resmi;
Purba, Enjelika;
Febriani, Nida;
Iqbal, Muhamad
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 2 (2024): Sosial Horizon ( Jurnal Pendidikan Sosial)
Publisher : IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31571/sosial.v11i2.6963
Sex education merupakan topik yang dianggap tabu oleh banyak orang, khususnya di Indonesia. Padahal, pendidikan mengenai seks sangat dibutuhkan oleh semua orang bahkan sejak usia dini. Minimnya pengajaran sex education menimbulkan beberapa efek di kalangan anak muda Indonesia seperti pergaulan bebas, bahkan dapat memberikan efek yang lebih dalam. Dalam pelaksanaannya peneliti memberikan edukasi yang berfokus pada layanan bimbingan ataupun edukasi terhadap kekerasan seksual, dengan mengetahui sex education asertif normatif dapat mengurangi sexual harrasment pada remaja early di SMP Negeri 26 Bandung. Riset ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan desain pre-eksperimen one group pretest-posttest yaitu melakukan pre-test, treatment dan post-test. Hal ini dikarenakan kelas yang kita gunakan tidak menggunakan kelas control dan treatment yang dilakukan bukan yang umum dilakukan di kelas pembelajaran sekolah. Treatment yang dilakukan berbentuk sosialisasi tentang Sex Education Asertif Normatif Untuk Mengurangi Sexual Harassment Remaja Early. Teknik sampling yang digunakan adalah sampel convenience yaitu menggunakan kelompok-kelompok yang sudah terbentuk secara alamiah misalnya sebuah kelas. Dimana menggunakan teknik random sampling untuk menentukan 93 partisipan dari jumlah populasi 830 siswa. Teknik analisis data riset ini adalah statistik inferensial menggunakan uji normalitas dan uji hipotesis wilcoxon. Hasil riset ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada kategori sangat baik pengetahuan mengenai Sex Education Asertif Normatif untuk Mengurangi Sexual Harassment Remaja Early setelah mendapatkan treatment berupa sosialisasi. Sex Education Asertif Normatif untuk Mengurangi Sexual Harassment Remaja Early sangat bermanfaat untuk diimplementasikan pada setiap jenjang Pendidikan menengah untuk mengurangi sexual harassment di kalangan remaja early.
Evaluasi Program Kuliah Kerja Lapangan di IKIP PGRI Pontianak dengan Model Kirkpatrick
Utama, Eka Jaya;
Sitti Mania;
Muhammad Nur Akbar Rasyid
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 1 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31571/sosial.v11i1.7043
Program Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dilaksanakan oleh perguruan tinggi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan bagi mahasiswa dan untuk mendapat nilai tambah yang lebih besar pada pendidikan tinggi. Program KKL adalah pembelajaran yang berlangsung di luar kelas juga dapat dikatakan sebagai karyawisata yang sebenarnya yang berhubungan dengan pelajaran tertentu. Penelitian evaluasi ini menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan model evaluasi Kirkpatrick level 1 (Reaksi) dan level 2 (Pembelajaran). Sumber data dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 3 dan 5 IKIP PGRI Pontianak. Teknik pengumpulan data berupa angket yang dieda via google form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi program Kuliah Kerja Lapangan dengan model Kirkpatrick level 1 (reaksi) dan level 2 (belajar) mendapatkan hasil positif dari mahasiswa. Dari level 1 dan level 2 menunjukkan bahwa tingkat pengalaman pembelajaran, keikutsertaan dan respon mahasiwa selama mengikuti program Kuliah Kerja Lapangan begitu antusias dan program ini dapat meningkatkan pemahaman dalam mengkaji ilmu di kelas dan luar kelas. Mahasiswa mampu memberikan reaksi dan pembelajaran yang positif pada dasarnya merupakan evaluasi terhadap kepuasan peserta KKL terhadap kegiatan KKL yang diikuti menjadi lebih baik. Kata Kunci: Kuliah Kerja Lapangan (KKL), Model Kirkpatrick
Pemahaman HAM dan Respon Mahasiswa Sekolah Tinggi Keagamaan Katolik terhadap Isu Sensitif Hak Asasi Manusia
Role, Metoddyus Tri Brata;
Simbolon, Subandri
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 2 (2024): Sosial Horizon ( Jurnal Pendidikan Sosial)
Publisher : IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31571/sosial.v11i2.7044
Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pemahaman calon guru Agama Katolik terhadap implementasi Hak Asasi Manusia (HAM) dalam kaitannya dengan isu-isu HAM seperti gender, ideologi, dan agama minoritas. Pertanyaannya adalah: pertama, sejauh mana siswa memahami hak asasi manusia dan bagaimana mereka menerapkan pemahaman tersebut dalam mendekati isu-isu hak asasi manusia? Kedua, bagaimana mereka mentransfer pemahaman yang mereka miliki, apalagi jika pemahaman tersebut dikaitkan dengan pandangan Gereja yang erat kaitannya dengan isu-isu tersebut? Pertanyaan-pertanyaan ini dianalisis dengan penelitian kualitatif menggunakan kuesioner terbuka dan wawancara semi terstruktur. Dari hasil pengolahan data diketahui bahwa mahasiswa telah memiliki pemahaman tentang hak asasi manusia dan mengimplementasikan pemahaman tersebut dalam hubungannya dengan kelompok yang berbeda agama dengan sikap toleransi, menerima perbedaan dan menghargai. Namun terkait isu-isu sensitif seperti gender, partai atau organisasi politik terlarang, dan Agama Lokal, masih menggunakan pemahaman tekstual. Alasan utamanya adalah mereka jarang bertatap muka dengan orang-orang yang memiliki identitas gender, ideologi, dan agama tersebut. Faktor lainnya adalah kurangnya pemahaman mereka mengenai pandangan inklusif Gereja mengenai isu-isu ini. Pada akhirnya, implikasi rinci dan saran penelitian juga diperlukan untuk mengakomodasi ruang pertemuan untuk meningkatkan semangat kemanusiaan (yang melaluinya prinsip-prinsip hak asasi manusia, khususnya Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan-KBB, dipromosikan) yang jauh lebih inklusif dan menawarkan interpretasi dan sikap umat Gereja Katolik yang lebih inklusif terhadap masalah ini.