cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Published by IKIP PGRI Pontianak
ISSN : -     EISSN : 24075302     DOI : -
Jurnal ini berisi tentang kajian-kajian hasil pemikiran ataupun hasil penelitian Pendidikan Sosial.
Arjuna Subject : -
Articles 451 Documents
Pengembangan Glosarium Berbasis Android Pada Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam Sulistiyarini, Dewi; Umi Liwayanti; Febrianto Sabirin; Radha Florida
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 1 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v11i2.7807

Abstract

Glosarium adalah kamus atau media yang berisi istilah dan pengertiannya pada materi tertentu. Media glosarium dikembangkan untuk memahami istilah yang terdapat pada materi agama islam. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proses pengembangan glosarium, kelayakan, serta respon pengguna terhadap media glosarium yang dikembangkan pada mata kuliah Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini juga diharapkan dapat memahasiswa mengetahui istilah-istilah yang ada pada agama islam. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode R&D dan model pengembangan yaitu ADDIE. Subjek pengembangan yaitu terdiri dari ahli media yaitu dosen yang ahli media dan sistem, serta ahli materi oleh dosen Pendidikan Agama Islam. Uji respon dilakukan kepada 30 orang mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial IKIP PGRI Pontianak pada mata kuliah PAI. Teknik dan alat pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, dokumentasi dan angket. Analisis data dalam penelitian menggunakan analisis data deskriptif. Hasil penelitian yaitu Glosarium telah diuji kelayakannya oleh dua ahli media dan ahli materi. Penilaian ahli media memperoleh skor 4,408 dengan kategori “sangat layak” dan penilaian ahli materi memperoleh skor 4,257 dengan kategori “sangat layak”. Respon pengguna terhadap media glosarium memperoleh skor 3,98 dengan kategori “baik”. Berdasarkan hasil pengujian ahli dan respon pengguna maka Glosarium dapat digunakan untuk kegiatan pembelajaran pada mata kuliah PAI Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial IKIP PGRI Pontianak.
The Urgency of Social Skills for Adolescents and Religious Relationships with the Environment of Life (Study on Adolescents of Ogogasang Village, Dondo District, Tolitoli) Muhammad Fadhil; M. Hulkin; Zulfi Idayanti; ⁠Muh. Asharif Suleman; Basri
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 3 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v11i3.7961

Abstract

Social skills are also important for adolescents in identifying and managing their internal conflicts and feelings, which in turn helps in emotional and stress management. This study aims to examine the importance of social and religious skills in adolescents and their relationship with their living environment, with a particular focus on adolescents in Ogogasang Village, Dondo Sub-district, Tolitoli District. Social and religious skills are two important aspects of adolescent development that affect various aspects of their lives, including social interaction, academic achievement and psychological well-being. This research used a descriptive qualitative method with a case study approach to explore an in-depth understanding of the phenomenon under study. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis. The results showed that adolescents who have good social and religious skills tend to have more harmonious relationships with family and peers, and show better adaptation in their social environment. A supportive living environment also plays a significant role in the development of these skills. In conclusion, social and religious skills play a crucial role in the lives of adolescents, and their development deserves special attention from parents, educators and society. The implications of this study show the importance of an integrated approach in developing social and religious skills. Social skills are also important for adolescents in identifying and managing their internal conflicts and feelings, which in turn helps in emotional and stress management. This study aims to examine the importance of social and religious skills in adolescents and their relationship with their living environment, with a particular focus on adolescents in Ogogasang Village, Dondo Sub-district, Tolitoli District. Social and religious skills are two important aspects of adolescent development that affect various aspects of their lives, including social interaction, academic achievement and psychological well-being. This research used a descriptive qualitative method with a case study approach to explore an in-depth understanding of the phenomenon under study. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis. The results showed that adolescents who have good social and religious skills tend to have more harmonious relationships with family and peers, and show better adaptation in their social environment. A supportive living environment also plays a significant role in the development of these skills. In conclusion, social and religious skills play a crucial role in the lives of adolescents, and their development deserves special attention from parents, educators and society. The implications of this study show the importance of an integrated approach in developing social and religious skills.
The Program Komunitas Kampoeng Dolanan sebagai Upaya Pelestarian Budaya Permainan Tradisional di Kota Surabaya Endriana, Fathika; Yudhiasta, Sheidy
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 3 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v11i3.8042

Abstract

Permainan tradisional merupakan warisan nenek moyang yang mulai meredup di kalangan generasi muda khususnya anak – anak, akibat dari kemajuan teknologi canggih. Sehingga eksistensinya mulai meredup, perlu adanya aktivitas yang memperkenalkan permainan tradisional melalui inovasi kreativitas yang menarik. Adanya penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh komunitas Kampoeng Dolanan dalam mengenalkan permainan tradisional kepada masyarakat Kota Surabaya. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mendeskripsikan aktivitas komunitas dalam mengemas budaya permainan tradisional menjadi kegiatan yang menciptakan kepuasan dan pengalaman menarik bagi wisatawan. Melalui program komunitas Kampoeng Dolanan aktivitas melestarikan permainan tradisional dilakukan dalam bentuk pengembangan masyarakat, pengemasan pertunjukan seni, festival, ataupun pameran. Adapun program komunitas seperti reserch study, jurnalistik, roadshow, hingga kolaborasi serta workshop lintas provinsi dan negara. Dengan demikian, program komunitas Kampoeng Dolanan menjadi wadah kolaborasi dan kerjasama antar pemangku kepentingan yang mendukung komunitas mewujudkan strategi pendataan, eksplorasi, dan mempertahankan eksistensi permainan tradisional agar diketahui oleh banyak orang melalui riset, penelitian, dan narasi media.
Analisis Perilaku Sosial Siswa Berlandaskan Perspektif Teori Bandura Bagus Riski Saputra; karsiwan
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 3 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v11i3.8145

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh penggunaan media sosial terhadap perilaku sosial remaja di Kelurahan Tejosari, menggunakan perspektif Teori Albert Bandura. Media sosial telah menjadi kebutuhan primer bagi remaja, dengan berbagai dampak yang ditimbulkan, baik positif maupun negatif. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini memanfaatkan observasi, wawancara, dan triangulasi data untuk memahami bagaimana remaja di Tejosari memodelkan perilaku dari teman sebaya melalui media sosial, yang kemudian memengaruhi pola komunikasi, kepercayaan diri, dan kesejahteraan mental mereka. Hasil menunjukkan bahwa remaja cenderung meniru perilaku yang dilihat, mengalami peningkatan ketergantungan pada media sosial, serta berkurangnya interaksi sosial langsung, yang mengarah pada kecanduan dan potensi perubahan karakter
Penguatan Profil Pelajar Pancasila Dan Religiusitas Terhadap Perilaku Prososial Siswa Dianah, Lili
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 3 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v11i3.8189

Abstract

Profil Pelajar Pancasila sebagai kerangka pendidikan karakter di Indonesia berupaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan, sementara religiusitas dapat memperkuat fondasi moral siswa. Keduanya dianggap mampu mendorong perilaku prososial, yaitu tindakan membantu dan peduli terhadap orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penguatan profil pelajar Pancasila dan religiusitas dengan perilaku prososial siswa, yang diharapkan dapat memperkaya pemahaman mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan perilaku prososial positif di kalangan pelajar. Penelitian ini menggunakan populasi siswa SMPN 4 Tarogong Garut, dengan sampel yang dipilih melalui metode purposive sampling, menghasilkan 100 responden. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan teknik regresi linear sederhana dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa a) Penguatan profil pelajar Pancasila berpengaruh positif terhadap Perilaku prososial; b) Religiusitas berpengaruh positif terhadap perilaku prososial; c) Penguatan profil pelajar Pancasila dan Religiusitas secara Bersama berpengaruh terhadap Perilaku prososial. Kata Kunci: Penguatan Profil Pelajar Pancasila, Religiusitas, Perilaku Prososial
Identifikasi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Rendahnya Partisipasi Belajar Mahasiswa Asli Papua Program Studi PPKn Mawara, Ricky; Engel Mawara, Ricky; A. L. Rahail, Joseph
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 3 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v11i3.8210

Abstract

Tujuan penelitian yakni untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya partisipasi belajar mahasiswa asli Papua program studi PPKn pada proses pembelajaran. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif lewat desain deskriptif. Pengumpulan data dilaksanakan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yakni para mahasiswa asli Papua merasa malu dan takut kepada teman-teman ketika ingin menyampaikan pendapat, serta mereka juga takut dibully teman-teman mereka ketika ikut berpartisipasi pada proses pembelajaran.
Analisis Pembelajaran Multikultural pada Sekolah Tingkat SMP di Kecamatan Sajingan Besar Perbatasan Indonesia-Malaysia Wiyono, Hadi; Sri Buwono; Hafizi, M Zainul
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 3 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v11i3.8258

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dan kendala guru dalam menerapkan pembelajaran multikultural tingkat SMP di Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Perbatasan Indonesia-Malaysia. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif. Sumber data terdiri dari guru-guru SMP di Kecamatan Sajingan Besar. Teknik pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Alat pengumpulan data menggunakan pedoman observasi, pedoman wawancara, dan kamera. Teknik analisis data menggunakan teknik interaktif model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa implementasi pembelajaran multikultural tingkat SMP di Kecamatan Sajingan Besar Perbatasan Indonesia-Malaysia dilakukan dengan penjelasan langsung pemberian contoh budaya sekitar, teknik diskusi kelompok antar etnis, integrasi budaya lokal dalam bahan ajar/media/modul ajar, pemberian penugasan berupa proyek-proyek kelompok, pembelajaran luar kelas berupa kunjungan atau karya wisata, dan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Kendala yang dihadapi guru dalam menerapkan pembelajaran multikultural berupa kesulitan mendapatkan bahan ajar multikultural sebagai sumber belajar, ketrampilan guru mengelola pembelajaran multikultural yang kurang, dan siswa yang kurang tertarik mengikuti pembelajaran antar budaya. Kata Kunci: pembelajaran multikultural, perbatasan indonesia-malaysia, kendala implementasi
Pendidikan dan Perkembangan Masyarakat Perspektif John Dewey: Konsep Pendidikan, Perkembangan Masyarakat Ach. Subairi, A. Khuzainol Mubarok
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 3 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v11i3.8265

Abstract

Kerjasama antara pendidikan dan masyarakat sangat diperlukan untuk perkembangan siswa dalam bermasyarakat, hal ini diutarakan oleh beberapa tokoh salah satunya oleh John Dewey. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah analisis literatur, yakni dengan menganalisis isi beberapa karya ilmiyah dari artikel, buku, dan media digital yang berisi informasi dan data terkait data dengan pendikan dan perkembangan masyarakat menurut John Dewey. Menurutnya, pendidikan adalah proses berkesinambungan yang dimulai dari keluarga, sekolah, hingga masyarakat. Ia berargumen bahwa pendidikan harus melibatkan pengalaman nyata, bukan hanya transfer pengetahuan, untuk mengembangkan potensi individu. John Dewey menyoroti pentingnya pengalaman berharga dalam pembelajaran dan metode aktif seperti pembelajaran berbasis proyek. Ia juga memandang pendidikan sebagai laboratorium kehidupan demokratis yang menanamkan nilai-nilai kerjasama dan tanggung jawab sosial. Selain itu, pendidikan harus relevan dengan konteks sosial dan budaya, serta menjunjung keadilan sosial dengan memberikan akses yang sama untuk semua.
Analisis Keterampilan Sosial Emosional Siswa Fase B SDN Telang 1 Bangkalan Fatimah Azzahra; Dyah Puspitasari, Aditya; Tri Febrianto, Priyono; Ayu Puspita, Julia
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 3 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v11i3.8289

Abstract

Keterampilan sosial emosional sangat penting dikenalkan sejak dini untuk mengajarkan kepada anak berperilaku yang baik terhadap dirinya sendiri maupun kepada lingkungannya. Tujuan penelitian ini untuk menganalis tingkat keterampilan sosial emosional siswa yang dirancang sedemikian rupa agar berdampak pada keterampilan siswa di abad 21. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak 46 siswa fase B SDN Telang 1 Bangkalan. Terdapat 5 indikator keterampilan sosial emosional diantaranya indikator kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan berhubungan dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil angket siswa fase B SDN Telang 1 Bangkalan mengenai keterampilan sosial emosional memperoleh persentase hasil 71,2% dengan kategori baik.
Kecerdasan Sosial Keterkaitannya dengan Nilai Mata Kuliah Keterampilan Komunikasi Dasar Konseling Yanti, Elly; Yuline
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 3 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v11i3.8345

Abstract

Kecerdasan sosial merupakan kemampuan individu dalam berinteraksi dengan orang lain baik secara verbal maupun nonverbal. Individu yang memiliki kecerdasan sosial tinggi cenderung memiliki keterampilan komunikasi yang baik dan mudah berempati secara alami tanpa dibuat-buat terhadap kebutuhan orang lain. Aspek-aspek kecerdasan sosial relevan dengan karakeristik yang ada pada mata kuliah keterampilan komunikasi dasar konseling. Penelitian ini bertujuan untuk melihat keterkaitan kecerdasan sosial dengan nilai mata kuliah keterampilan komunikasi dasar konseling mahasiswa prodi Bimbingan Konseling FKIP UNTAN Tahun Ajaran 2022/2023. Metode yang digunakan adalah metode diskriptif kuantitatif dengan pendekatan penelitian korelasi. Alat pengumpul datanya menggunakan kuesioner. Populasinya terdiri dari 42 mahasiswa prodi BK angkatan 2022/2023. Analisis datanya menggunakan rumus presentase dan rumus korelasi Eta. Hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat kecerdasan sosial mahasiswa berada pada kategori tinggi yaitu 93,78% dan nilai mata kuliah keterampilan komunikasi dasar konseling tergolong baik yaitu 75,4. Adapun hubungan antara kecerdasan sosial dengan nilai mata kuliah merujuk pada hasil pengukuran menggunakan korelasi Eta hipotesis alternatif (Ha) diterima sedangkan hipotesis nol (Ho) ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada keterkaitan yang kuat antara kecerdasan sosial dengan nilai mata kuliah keterampilan dasar konseling mahasiswa prodi Bimbingan dan Konseling FKIP UNTAN angkatan 2022/2023.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 1 (2025): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 3 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 2 (2024): Sosial Horizon ( Jurnal Pendidikan Sosial) Vol. 11 No. 1 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 10 No. 3 (2023): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 10 No. 2 (2023): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 10 No. 1 (2023): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 10, No 1 (2023): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 9, No 2 (2022): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 9 No. 2 (2022): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 9, No 1 (2022): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 8, No 2 (2021): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 8, No 1 (2021): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 7, No 2 (2020): SOSIAL HORIZON: JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL Vol 7, No 1 (2020): SOSIAL HORIZON: JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL Vol 6, No 2 (2019): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 6, No 1 (2019): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 5, No 2 (2018): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 5, No 1 (2018): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 4, No 2 (2017): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 4, No 1 (2017): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 4, No 1 (2017): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 3, No 2 (2016): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 3, No 2 (2016): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 3, No 1 (2016): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 3, No 1 (2016): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 2, No 2 (2015): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 2, No 2 (2015): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 2, No 1 (2015): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 2, No 1 (2015): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 1, No 1 (2014): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 1, No 1 (2014): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial More Issue