cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Majalah Kesehatan FKUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
This journal uses Open Journal Systems 2.4.7.1, which is open source journal management and publishing software developed, supported, and freely distributed by the Public Knowledge Project under the GNU General Public License.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan" : 10 Documents clear
KARAKTERISTIK PASIEN FRAKTUR TERBUKA TERINFEKSI DI RSUP dr. HASAN SADIKIN BANDUNG TAHUN 2018-2020 Fatimah; Rasyid, Hermawan Nagar; Sugianli, Adhi Kristianto
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.03.3

Abstract

Tujuan utama tata laksana fraktur terbuka yang tepat adalah mencegah terjadinya infeksi. Namun, infeksi pada fraktur terbuka dapat dipengaruhi oleh faktor yang berkaitan dengan pasien dan kejadian cedera. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik kejadian fraktur terbuka terinfeksi di RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung (RSHS) pada periode Januari 2018–Desember 2020. Penelitian deskriptif dengan mengevaluasi secara retrospektif terhadap data rekam medis pasien dengan diagnosis fraktur terbuka menurut ICD-10 di RSHS, berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data penelitian dikelompokkan menjadi (1) faktor terkait dengan pasien dan kejadian cedera, serta (2) faktor terkait dengan tata laksana fraktur terbuka. Data penelitian dianalisis dan ditabulasi sebagi tabel distribusi frekuensi menggunakan Microsoft Excel. Sebesar 2,9% kejadian infeksi ditemukan pada subjek terinklusi. Sebesar 70% subjek fraktur terbuka terinfeksi terjadi pada umur 18-50 tahun, dengan lokasi fraktur tersering pada anggota gerak bawah (92,3%), dengan tipe III fraktur terbuka menurut klasifikasi Gustilo-Anderson. Seluruh subjek fraktur terbuka terinfeksi mendapat pemberian antibiotik profilaksis, namun sebesar 53,8% subjek mendapatkan tindakan debridemen dalam waktu >24 jam. Jenis stabilisasi fraktur, fiksasi eksterna diterapkan pada 69,2% subjek dan sebesar 76,9% subjek dilakukan penutupan luka waktu <3 hari. Sebesar 76,9% subjek memiliki hasil biakan bakteri Gram negatif, dengan bakteri dominan adalah Pseudomonas aeruginosa. Faktor yang berkaitan dengan kejadian fraktur terbuka terinfeksi pada penelitian ini menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam keberhasilan tata laksana infeksi, meliputi lokasi fraktur, tipe fraktur terbuka menurut klasifikasi Gustilo-Anderson, serta penundaan tata laksana fraktur terbuka.
Laporan Kasus: PENDEKATAN DIAGNOSIS DAN TATA LAKSANA LIVEDOID VASCULOPATHY Tazakka, Achmad Aidil; Brahmanti, Herwinda; Ekasari, Dhany Prafita; Retnani, Diah Prabawati
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.03.9

Abstract

Livedoid vasculopathy (LV) adalah penyakit trombo oklusif yang melibatkan pembuluh darah superfisial dan mid-dermis. Insidens LV sangat jarang dengan prevalensi 1/100.000 penduduk/tahun. Patogenesis LV berhubungan dengan oklusi dari mikrosirkulasi kapiler kutaneus yang menyebabkan trombosis, infark dan iskemia. Laporan kasus ini bertujuan untuk memaparkan pendekatan diagnosis dan tata laksana LV berdasarkan temuan klinis yang khas. Perempuan berusia 34 tahun mengeluhkan muncul bercak merah disertai nyeri pada kedua kaki sejak 3 minggu. Bercak berubah menjadi bintil berisi air dan menjadi luka. Luka menutup dengan meninggalkan bekas luka berwarna putih. Pemeriksaan dermatologis pada regio pedis dekstra dan sinistra didapatkan patch eritematosa, vesikel, ulkus, dan atrophie blanche. Pemeriksaan darah didapatkan trombositosis, PT, APTT, dan D-dimer normal, ANA test dan anti-dsDNA negatif. USG Doppler tidak terdapat insufisiensi pembuluh darah. Pemeriksaan histopatologi didapatkan gambaran dilatasi pembuluh darah dengan lumen berisi trombus disertai ekstravasasi eritrosit, infiltrat sel radang limfosit, histiosit di sekitar pembuluh darah. Pasien diberikan asam asetilsalisilat dengan dosis 4 x 80 mg dan metilprednisolon dosis rendah untuk menekan peradangan dalam waktu singkat. Didapatkan perbaikan gejala dan klinis setelah pemberian terapi dalam empat minggu. Penegakkan diagnosis pada kasus ini didasari dengan adanya atrophie blanche yang merupakan karakteristik LV disertai dengan pemeriksaan laboratorium dan histopatologi yang menunjang. Diagnosis banding lain seperti gangguan koagulasi, penyakit autoimun, dan gangguan pembuluh darah telah disingkirkan. Diagnosis dan tata laksana LV perlu ditegakkan dengan cepat dan tepat sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan mencegah komplikasi.
DINAMIKA PERAWATAN PASIEN DENGAN PENYAKIT JANTUNG KORONER: STUDI KUALITATIF Sawitri, Ni Komang Ari; Rahajeng, Indah Mei; Prapti, Ni Ketut Guru; Sulistiowati, Ni Made Dian; I Gusti Agung Kumala Dewi
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.03.7

Abstract

Pasien dengan penyakit jantung dan pembuluh darah memerlukan perawatan diri yang adekuat dalam kehidupan sehari-hari.  Aktifitas perawatan diri dalam penyakit kronis secara keseluruhan dilakukan oleh individu dan keluarga. Penelitian ini akan mengesplorasi informasi dari pasien, keluarga dan tenaga kesehatan dalam penatalaksanaan penyakit jantung dan pembuluh darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kebutuhan dari pasien, keluarga dan tenaga kesehatan dalam memberikan dukungan yang adekuat untuk penatalaksanaan penyakit. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode wawancara untuk pengambilan datanya. Wawancara mendalam kepada pasien dengan penyakit jantung dan pembuluh  darah, keluarga pasien, tenaga kesehatan yang bertanggung jawab terhadap penyakit jantung dan pembuluh darah baik di Puskesmas maupun poliklinik jantung di rumah sakit rujukan BPJS di Kota Denpasar. Didapatkan satu tema besar dan 3 subtema dalam penelitian ini. Tema besarnya adalah “keberlangsungan perawatan” dan subtemanya adalah “rujukan, “kerjasama” dan “dinamika dukungan”. Perawatan bagi pasien PJK mengalami dinamika yang berkaitan dengan mekanisme rujukan, kerjasama pasien-keluarga-tenaga kesehatan, serta dukungan yang bersifat positif dan negatif dari keluarga terhadap pasien penyakit jantung koroner (PJK).
Tinjauan Literatur: PENGARUH PENGGUNAAN REMOTE PATIENT MONITORING TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PERAWATAN PASIEN DENGAN PERITONEAL DIALISIS: LITERATURE REVIEW Rabiatul Addawiah; Masfuri
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.03.10

Abstract

Peritoneal Dialisis (PD) menjadi salah satu pilihan terapi untuk pasien Gagal Ginjal Kronis (GGK) karena dianggap lebih sederhana dan fleksibel. Namun dalam pelaksanaannya, komplikasi PD masih sering terjadi akibat kurangnya kepatuhan dan pemahaman pasien. Penggunaan teknologi seperti Remote Patient Monitoring (RPM) dalam pemantauan jarak jauh pasien yang menjalankan PD di rumah dapat mengurangi kejadian komplikasi tersebut. Tujuan review ini adalah menganalisis pengaruh penggunaan RPM terhadap kualitas perawatan pasien dengan PD. Metode pencarian artikel menggunakan database seperti Springer link, Sage journals dan Pubmed, dalam rentang waktu tahun 2019-2023 dengan mengunakan kata kunci “Remote Patient Monitoring” AND “Nursing” AND “Peritoneal Dialysis”. Terdapat sepuluh artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan artikel tersebut menunjukkan bahwa penggunaan RPM memiliki efek yang positif baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap pasien yang menjalankan PD, seperti membantu menilai kepatuhan pasien, meningkatkan efektivitas terapi, menurunkan kejadian hospitalisasi dan komplikasi, menghemat waktu dan biaya, meningkatkan rasa aman dan kualitas hidup pasien. Penerapan aplikasi RPM pada layanan kesehatan akan membantu proses monitoring pasien sehingga pasien dapat melakukan perawatan sendiri dari rumah. Perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk mengetahui ketepatan dan akurasi RPM dalam pemantauan pasien PD.
PERBANDINGAN AKTIVITAS QUORUM QUENCHING BAWANG PUTIH SIUNG TUNGGAL DAN BAWANG HITAM SIUNG TUNGGAL TERHADAP Chromobacterium violaceum Sukma Ayu Anandhita; Delima Fajar Liana; Mardhia , Mardhia; Mahyarudin , Mahyarudin
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.03.2

Abstract

Quorum sensing adalah proses komunikasi sel-sel bakteri menggunakan sinyal ekstraseluler yang disebut autoinducer. Bakteri menggunakan quorum sensing untuk mengendalikan berbagai proses seluler yang berkaitan dengan infeksi, termasuk faktor virulensi, toleransi disinfektan, dan resistensi obat.Penghambatan quorum sensing dapat terjadi melalui quorum quenching sehingga penelitian terkait quorum quenching  perlu dieksplorasi lebih lanjut. Chromobacterium violaceum adalah bakteri yang kerap menjadi indikator pengujian quorum quenching karena memproduksi pigmen ungu dari proses quorum sensing. Bawang putih siung tunggal serta produk fermentasinya yaitu bawang hitam siung tunggal memiliki senyawa yang dapat berpotensi sebagai agens quorum quenching. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas quorum quenching dari ekstrak bawang putih siung tunggal dan bawang hitam siung tunggal pada Chromobacterium violaceum. Penelitian ini adalah penelitian rancangan acak lengkap (RAL) yang menggunakan pendekatan post test only control group design. Ekstraksi sampel menggunakan teknik maserasi dalam pelarut etanol 96%. Uji aktivitas quorum quenching sampel ekstrak bawang konsentrasi 20%, 40%, 60%, dan 80% dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram. Hasil uji aktivitas quorum quenching ekstrak bawang hitam siung tunggal konsentrasi 20%, 40%, 60%, dan 80% menghasilkan rata-rata diameter zona penghambatan warna sebesar 16,01 mm, 14,27 mm, 13,96 mm, dan 15,18mm. Sedangkan, ekstrak bawang putih siung tunggal tidak menghasilkan zona penghambatan warna pada semua konsentrasi. Hasil uji ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan. Analisis statistik lanjutan dengan metode bonferoni menunjukkan bahwa ekstrak bawang hitam siung tunggal memiliki perbedaan yang signifikan terhadap ekstrak bawang putih siung tunggal dan kontrol negatif. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ekstrak bawang hitam siung tunggal memiliki potensi sebagai quorum quenching lebih baik dibandingkan dengan ekstrak bawang putih siung tunggal.
PENGARUH PENDIDIKAN BERBASIS AUDIOVISUAL TERHADAP PENINGKATAN KESADARAN KESEHATAN REPRODUKSI DAN BAHAYA PORNOGRAFI PADA REMAJA Ayut Merdikawati; Muladefi Choiriyah; Fransiska Imavike
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.03.6

Abstract

Masalah kesehatan reproduksi remaja dialami akibat dari perilaku seksual berisiko. Perilaku seksual berisiko disebabkan salah satunya oleh paparan pornografi melalui internet di kalangan remaja. Edukasi audio visual kepada remaja dinilai efektif sebagai upaya pencegahan masalah kesehatan reproduksi akibat perilaku seksual berisiko dan bahaya pornografi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pemberian edukasi audio visual tentang kesehatan reproduksi dan bahaya pornografi terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental dengan pendekatan non-equivalent control group design (pre-posttest) pada 212 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan kriteria inklusi mendapatkan izin dari sekolah, bersedia menjadi responden serta mengisi informed consent. Intervensi berupa materi tentang kesehatan reproduksi dan bahaya pornografi yang diberikan melalui audio visual. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pemberian edukasi audio visual tentang kesehatan reproduksi dan bahaya pornografi terhadap pengetahuan remaja (p = 0,000). Sedangkan untuk variabel sikap dan perilaku tidak ada pengaruhnya (berturut-turut p = 0,270; p = 0,511). Kesimpulannya adalah ada pengaruh pemberian edukasi audio visual tentang kesehatan reproduksi dan bahaya pornografi terhadap pengetahuan remaja. Pendidikan kesehatan yang diberikan pada remaja harus yang komprehensif dan perlu kerjasama dari berbagai pihak terutama dari sekolah dan orang tua.
ANALISIS WAKTU DAN TEMPERATUR TERHADAP VIABILITAS PRESERVASI JAMUR Aspergillus niger Rahayu, Siwipeni Irmawanti; Sangging, Dewi Pradnya Paramita; Aisha, Andi Rahmania
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.03.1

Abstract

Jamur atau fungi semakin diperhatikan saat ini seiring naiknya kasus immunocompromised di masyarakat, contohnya Aspergillus niger. Kendala terbesar dalam kendali infeksi jamur adalah identifikasi dan preservasi yang lebih sulit dibandingkan bakteri. Preservasi menjadi kunci penting dalam identifikasi lanjut di tingkat genetik dan proteomik, namun sering tidak dapat dilakukan karena diperlukan fasilitas modern, seperti deep freezer. Penelitian ini berupaya untuk mengeksplorasi efek suhu dan kaitannya dengan viabilitas isolat A. niger yang disimpan pada suhu -20 oC dan 4 oC. Isolat induk dikultur pada Sabouroud Dextrose Agar dan diinkubasi selama 10 hari, lalu dibagi dalam cryotube gliserol 10%, untuk disimpan pada -20 oC dan 4 oC selama 12 bulan. Revival dilakukan setiap dua bulan untuk menilai viabiltas selama 10 hari pada medium SDA. Setelah 12 bulan, kemampuan revival A. niger menurun pada kedua suhu, dengan penurunan signifikan pada -20 oC dimulai pada bulan keenam. Setelah 12 bulan, isolat yang disimpan pada suhu -20 oC dan 4 oC hanya mencapai 49,31 mm dan 79,94 mm (dibandingkan dengan 90 mm pada isolat induk). Hal ini dapat diakibatkan karena pada suhu di bawah 0 oC terjadi pembentukan ice spike yang menginduksi kerusakan sel jamur. Penambahan gliserol 10% kemungkinan tidak cukup untuk menahan pembentukan ice spike. Kesimpulannya, bahwa penyimpanan isolat A. niger pada kondisi tidak ada deep freezer lebih baik dilakukan pada suhu 4 oC dibandingkan pada suhu -20 oC. Hasil ini bisa menjadi dasar untuk eksplorasi cara preservasi jamur lebih luas, utamanya pada kondisi tidak adanya deep freezer, sebagai upaya lanjut optimasi preservasi jamur.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG KANKER DENGAN BEHAVIORAL MEDICINE YANG DIMODERASI USIA PADA MASYARAKAT KABUPATEN JOMBANG: ANALISIS DENGAN STRUCTURAL EQUATION MODELING Budianto, Aries; Setyawan, Agung; Aslam, Ahmad Bayhaqi Nasir; Vitraludyono, Rudi; Fadhlurrahman, Ahmad Feza
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.03.5

Abstract

Kanker merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, dengan angka kejadian dan kematian yang terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan tentang kanker dan behavioral medicine yang dimoderasi oleh usia di masyarakat Kabupaten Jombang. Desain penelitian menggunakan pendekatan cross-sectional dengan sampel 96 responden, yang diambil melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil analisis menunjukkan bahwa pengetahuan tentang kanker memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap perilaku kesehatan (koefisien jalur 0,18; p = 0,03), sedangkan moderasi usia terhadap hubungan ini tidak signifikan (koefisien jalur 0,13; p = 0,10). Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun pengetahuan tentang kanker penting, faktor lain seperti stigma dan akses layanan kesehatan juga berkontribusi terhadap perilaku kesehatan. Oleh karena itu, intervensi kesehatan perlu mempertimbangkan berbagai aspek di luar pengetahuan untuk mendorong perubahan perilaku kesehatan yang efektif. Penelitian ini menyoroti pentingnya pendidikan berkelanjutan tentang kanker untuk meningkatkan kesadaran dan tindakan preventif di masyarakat.
INFORMASI CITRA MRCP CORONAL T2 SSFSE DENGAN TEKNIK BREATH-HOLD DAN RESPIRATORY TRIGGERING PADA KASUS CHOLELITHIASIS Nurbaiti; Mutiara Azzah Inayah
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.03.4

Abstract

Penggunaan teknik breath-hold dan respiratory triggering dapat mencegah pergerakan pernapasan yang menyebabkan artefak pada hasil citra pemeriksaan Magnetic Resonance Cholangio Pancreatography (MRCP) saat mengevaluasi informasi anatomi cabang bilier, kandung empedu serta  patologinya seperti cholelithiasis. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan informasi citra hasil pemeriksaan MRCP pada potongan coronal T2 SSFSE dengan teknik breath-hold dan respiratory triggering pada kasus cholelithiasis. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif memanfaatkan data primer hasil pemeriksaan MRCP dari 10 pasien dengan kasus cholelithiasis di tahun 2023. Hasilnya memperlihatkan informasi citra MRCP yang berbeda secara keseluruhan pada citra anatomi potongan coronal T2 SSFSE di antara teknik breath-hold dan respiratory triggering. Teknik respiratory triggering menampilkan citra MRCP potongan coronal T2 SSFSE lebih baik dengan nilai mean pada setiap anatomi lebih besar dibandingkan teknik breath-hold. Kedua teknik ini memunculkan jenis artefak motion dan ghosting.  Kesimpulannya adalah teknik respiratory triggering memberikan informasi citra MRCP kasus cholelithiasis lebih baik daripada teknik breath-hold. Ada perbedaan informasi citra anatomi potongan coronal T2 SSFSE di antara kedua teknik tersebut dan keduanya memiliki artefak motion dan ghosting.  
HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN, ASUPAN ZAT GIZI DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN OBESITAS REMAJA USIA 16-18 TAHUN DI KOTA SEMARANG Hanum Huwaida; Mardiana
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.03.8

Abstract

Obesitas merupakan kondisi terjadinya penumpukan lemak tubuh yang berlebih. Masalah gizi remaja terutama obesitas dapat timbul karena perilaku gizi yang salah seperti kebiasaan melewatkan makan dan mengkonsumsi makanan yang kurang tepat serta tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan sarapan, asupan zat gizi, dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas remaja SMA. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross-sectional. Sebanyak 97 responden usia 16-18 tahun dipilih menggunakan purposive sampling di Kota Semarang. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner kebiasaan sarapan, formulir food recall 2x24 jam dan kuesioner International Physical Activity Questionnaires (IPAQ). Analisis data menggunakan uji Chi-square atau uji Fisher sebagai alternatifnya jika syarat uji Chi-square tidak terpenuhi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tidak ada hubungan antara kebiasaan sarapan (p = 0,653), asupan energi (p = 0,582), asupan protein (p = 1,00), asupan lemak (p = 0,31), asupan karbohidrat (p = 1,00) dan aktivitas fisik (p = 1,00) dengan kejadian obesitas. Hasil di atas menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara kebiasaan sarapan, asupan zat gizi dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada remaja SMA. Disarankan untuk meneliti lebih lanjut mengenai faktor lainnya yang memungkinkan mempengaruhi obesitas.  

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2025 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 0 No. 00 (2026): Article in Press Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 3 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 4 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2022): Majalah Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 1 (2021): Majalah Kesehatan Vol 7, No 4 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 3 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 2 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 1 (2020): Majalah Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): Majalah Kesehatan Vol 5, No 4 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 3 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 5, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 4, No 4 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 3 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 2 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 1 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 3, No 4 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 3 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 4 (2015) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 4 (2014) Vol 1, No 3 (2014) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue