cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Majalah Kesehatan FKUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
This journal uses Open Journal Systems 2.4.7.1, which is open source journal management and publishing software developed, supported, and freely distributed by the Public Knowledge Project under the GNU General Public License.
Arjuna Subject : -
Articles 334 Documents
EFEK PAPARAN PROFILIN Toxoplasma gondii TERHADAP KADAR CHEMERIN PADA TIKUS Rattus norvegicus STRAIN WISTAR Iskandar, Agustin; Mayashita, Dearikha Karina; Alim, Fathi Nabila
Majalah Kesehatan FKUB Vol 5, No 4 (2018): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.639 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.005.04.1

Abstract

 Obesitas merupakan masalah kesehatan masyarakat global yang terkait dengan morbiditas, mortalitas, dan keterbatasan fungsional.  Di saat yang bersamaan, prevalensi penyakit menular karena infeksi juga menunjukkan adanya peningkatan. Hal ini menimbulkan dugaan adanya keterkaitan antara infeksi dengan obesitas. Profilin merupakan bagian dari parasit Toxoplsma gondii yang dapat berikatan dengan TLR-11 dan  memicu ekspresi IL-12 serta sitokin proinflamasi lain, yang diduga dapat menyebabkan obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek paparan profilin T. gondii terhadap kadar chemerin sebagai adipositokin proinflamasi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan true eksperimental-post test only control group design, menggunakan tikus (Rattus norvegicus) strain Wistar, yang diberi dua perlakuan yakni diet normal dan diet hiperkalori. Kemudian diinjeksi profilin dosis 15, 30, 45 mcg/mL.  Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kadar chemerin yang signifikan (p = 0,038; ). Hasil uji post-hoc Tukey  didapatkan perbedaan bermakna pada kelompok profilin dengan dosis 30 mcg/mL yang diberi diet hiperkalori. Uji kolerasi dan regresi linier pada kelompok diet normal menunjukkan hubungan yang kuat antara dosis profilin dengan kadar chemerin (r = 0,600) dan R2 = 0,360 yang dapat diartikan bahwa ada pengaruh dosis profilin pada kenaikan kadar chemerin yaitu sebesar 36%. Pada kelompok diet hiperkalori didapatkan hubungan sangat kuat antara dosis profilin dengan kadar chemerin (r = 0,078) dan R2 = 0,609 yang berarti  bahwa pengaruh dosis profilin pada kenaikan kadar chemerin sebesar 60,9%. Kesimpulan penelitian ini adalah paparan profilin Toxoplasma gondii menyebabkan peningkatan kadar chemerin pada tikus strain Wistar. 
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN ANGGOTA LSM HIV-AIDS TENTANG DETEKSI DINI DAN TATALAKSANA KUTIL KELAMIN DI PUSKESMAS DINOYO KOTA MALANG Putri, Anggun; Prafita, Dhany
Majalah Kesehatan FKUB Vol 5, No 4 (2018): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.771 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.005.04.6

Abstract

 Kutil kelamin atau secara medis disebut kondilomata akuminata merupakan Infeksi Menular Seksual (IMS) yang paling umum terjadi di dunia. Kutil kelamin sebagian besar tidak akan menimbulkan gejala dan bahkan bersifat subklinis selama berbulan–bulan atau bertahun–tahun sehingga pasien tidak menyadari penyakitnya dan bahkan menularkan secara tidak sadar kepada orang lain. Program pendidikan terhadap masyarakat bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) HIV-AIDS tentang deteksi dini dan tatalaksana kutil kelamin.di Puskesmas Dinoyo. Desain yang diterapkan yaitu ceramah (penyuluhan) dan diskusi dengan topik bahasan meliputi definisi, manifestasi, pola penularan, deteksi dini, dan tatalaksana kutil kelamin. Serapan materi oleh peserta penyuluhan dievaluasi dengan uji pengetahuan. Kegiatan dilakukan dalam satu hari, bertempat di Puskesmas Dinoyo, kecamatan Lowokwaru, Kota Malang dengan khalayak sasaran pasien poliklinik dan anggota LSM di bidang IMS dan HIV–AIDS. Hasil yang didapatkan adalah meningkatnya pengetahuan peserta mengenai deteksi dini dan tatalaksana kutil kelamin (p < 0,05). Berdasarkan pelaksanaan kegiatan penyuluhan, dapat disimpulkan bahwa pendidikan masyarakat efektif untuk meningkatkan pengetahuan para anggota LSM dan tenaga medis yang bergerak di bidang Infeksi Menular Seksual dan HIV-AIDS mengenai deteksi dini dan tatalaksana kutil kelamin. Diharapkan kegiatan ini akan memberikan bantuan keilmuan pada masyarakat mengenai kutil kelamin dan selanjutnya akan menurunkan risiko penularan serta insiden penyakit. 
CAKUPAN DAN DETERMINAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PEMUKIMAN KUMUH DALAM PERKOTAAN DI KECAMATAN TALLO KOTA MAKASSAR Aga, Erwin La; Alifariki, La Ode
Majalah Kesehatan FKUB Vol 6, No 1 (2019): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.624 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.006.01.5

Abstract

 Secara global cakupan ASI eksklusif mencapai 36 persen pada tahun 2011. Menurut Riset Kesehatan Dasar 2013, cakupan ASI eksklusif mencapai 38% di Indonesia, yang masih jauh dari target World Health Assembly (WHA) yaitu 50% pada tahun 2025. Penelitian ini bertujuan menilai cakupan dan determinan pemberian ASI eksklusif. Rancangan penelitian adalah cross sectional. Wawancara dilakukan pada 221 wanita yang mempunyai bayi berusia antara 7-12 bulan. Studi ini dilakukan di tujuh pemukiman kumuh dari sembilan lokasi kumuh yang ditetapkan oleh pemerintah daerah Makassar. Analisis multivariat menggunakan perangkat lunak SPSS. Cakupan pemberian ASI eksklusif di pemukiman kumuh dalam perkotaan Kota Makassar adalah 20,4%. Hasil uji multivariat menunjukkan hubungan bermakna sikap ibu (OR = 3,458; 95%CI = 1,626-7,354) (P = 0,001) dan kunjungan ANC (OR = 5,124; 95%CI = 1,162-22,597) (P = 0,031) dengan pemberian ASI eksklusif. Namun, umur ibu, etnik, jenis persalinan, paritas, tempat persalinan, pekerjaan ibu, pendapatan keluarga, pendidikan ibu, pengetahuan, keterpaparan informasi, dukungan suami, dukungan keluarga, dukungan petugas kesehatan tidak berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif. Faktor predisposisi yang berhubungan bermakna dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi sampai usia sampai 6 bulan adalah sikap ibu. Sikap positif ibu tentang ASI eksklusif memiliki kemungkinan memberikan ASI eksklusif dibanding dengan ibu yang bersikap negatif. Maka, perlu upaya perbaikan pada sikap ibu tentang ASI eksklusif, komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) tentang kolostrum, inisiasi menyusu dini (IMD), pemberian makanan prelakteat lebih ditingkatkan dengan cara konseling tentang ASI eksklusif sejak prapersalinan. 
PENGARUH Nigella sativa TERHADAP CD4+IL5, CD8+IL5, DAN KADAR INTERLEUKIN 5 SERUM PADA ANAK ASMA RINGAN DAN SEDANG Wirawan, Tommy Nugroho; Barlianto, Wisnu; Kusuma, HMS Chandra
Majalah Kesehatan FKUB Vol 6, No 2 (2019): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.311 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.006.02.2

Abstract

Asma merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran napas yang menjadi masalah kesehatan di dunia. Respons inflamasi pada pasien asma melibatkan banyak reaksi yang saling terkait antara epitel organ respirasi, sistem imun alami dan adaptif yang ditunjukkan oleh aktivasi Th2. Salah satu sel efektor yang penting pada eksaserbasi asma eosinofil yang aktivasinya diperantarai sitokin IL-5. IL-5 dihasilkan oleh CD4+  dan CD8+. Nigella sativa mengandung thymoquinone yang berfungsi sebagai imunomodulator. Tujuan penelitian adalah mengkaji efek pemberian Nigella sativa terhadap IL-5 serum dan jumlah sel CD4+IL-5+ dan CD8+IL-5+pada anak asma ringan dan sedang.  Desain penelitian adalah pre-post controlled study. Sebanyak 28 anak dengan rentang usia 5-18 tahun yang dibagi menjadi empat kelompok perlakuan, yaitu kelompok A dan B: asma ringan dan sedang dengan terapi standar; Kelompok C dan D: asma ringan dan sedang dengan terapi standar + Nigella sativa dengan dosis 600 mg per hari (15-30 mg/kgBB/hari) dan diberikan selama 8 minggu. Kadar IL-5 serum tidak berbeda bermakna pada semua kelompok sebelum dan setelah perlakuan (p > 0,05),  serta jumlah sel CD4+IL-5+ dan CD8+IL-5+ tidak berbeda antara sebelum dan setelah perlakuan kecuali pada kelompok A (asma ringan + terapi standar). Nigella sativa tidak memberikan perbedaan signifikan terhadap kadar IL-5 serum, jumlah sel CD4+IL-5+ dan CD8+IL-5+ dibandingkan terapi standar baik pada asma ringan maupun sedang (p > 0,05). Uji korelasi menunjukkan tidak ada korelasi signifikan antara kadar IL-5 serum, jumlah sel CD4+IL-5+ dan CD8+IL-5+ pada kelompok asma ringan dan sedang. Pemberian Nigella sativa tidak menurunkan kadar IL-5 serum, jumlah sel CD4+IL-5+ dan CD8+IL-5+ darah secara signifikan serta tidak didapatkan korelasi antara kadar IL-5 serum, jumlah sel CD4+IL-5+ dan CD8+IL-5+ darah pada kelompok asma ringan dan sedang.
KORELASI ANTARA STATUS METASTATIK KELENJAR GETAH BENING AKSILA DENGAN EKSPRESI CD44 DAN CXCR4 PADA KARSINOMA PAYUDARA Trianto, Heru Fajar; Joewarini, Endang; Rahniayu, Alphania
Majalah Kesehatan FKUB Vol 6, No 2 (2019): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.673 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.006.02.7

Abstract

Karsinoma payudara merupakan salah satu keganasan terbanyak yang menyerang wanita di dunia.  Salah satu faktor prognosis karsinoma payudara adalah metastasis pada  kelenjar getah bening aksila. CD44 merupakan protein transmembran dan penanda sel punca kanker yang memiliki pengaruh pada pertumbuhan tumor, metastasis, dan rekurensi. CXCR4 merupakan reseptor kemokin yang terekspresi pada beberapa sel tumor salah satunya karsinoma payudara. Penelitian ini bertujuan membuktikan adanya korelasi antara status metastatik kelenjar getah bening aksila dengan ekspresi CD44 dan CXCR4 pada karsinoma payudara. Sebanyak 46 sampel  blok parafin pasien karsinoma payudara diperoleh dari Instalasi Patologi Anatomik RSUD Dr.Soetomo Surabaya periode Januari- Desember 2017. Blok parafin dipotong dan dilakukan pulasan immunohistokimia dengan antibodi monoklonal CD44 dan CXCR4. Ekspresi CD44 dan CXCR4 dinilai menggunakan skor imunoreaktif (Immunoreactive score (IRS)). Hasil menunjukkan ekspresi CD44 dan CXCR lebih kuat pada karsinoma payudara dengan metastasis kelenjar getah bening aksila dibandingkan tanpa metastasis kelenjar getah bening aksila (p = 0,001 dan  p = 0,005). Terdapat korelasi positif yang signifikan antara status metastatik kelenjar getah bening aksila dengan ekspresi CD44 dan CXCR4 (p = 0,001 dan p = 0,004). Kesimpulannya adalah terdapat korelasi yang signifikan antara ekspresi CD44 dan CXCR4 dengan kejadian metastasis kelenjar getah bening pada karsinoma payudara. Hal ini menunjukkan bahwa CD44 dan CXCR4  memiliki peran penting dalam kejadian metastasis kelenjar getah bening pada karsinoma payudara. 
EFEKTIFITAS ASUHAN GIZI TERHADAP KEPATUHAN ASUPAN NATRIUM DAN PROTEIN PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN GAGAL GINJAL KRONIK DI RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG Ningtyas, Ismi; Sudardjo, Meilany Purnamasari; Nafisah, Nabilahasna; Sukarlin, Sukarlin; Kusumastuty, Inggita
Majalah Kesehatan FKUB Vol 6, No 3 (2019): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.772 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2019.006.03.5

Abstract

Asuhan gizi adalah kegiatan yang dilakukan oleh ahli gizi berupa pemberian diet dan edukasi/ konseling gizi serta kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain yang dapat membantu dalam menunjang proses penyembuhan pasien. Asuhan gizi pada pasien hipertensi dengan gagal ginjal kronik di RSUD Dr. Saiful Anwar ini bertujuan untuk mengetahui apakah asuhan gizi yang diberikan efektif terhadap kepatuhan asupan natrium dan protein pada pasien hipertensi dengan gagal ginjal kronik. Desain penelitian ini adalah rancangan penelitian korelasional dengan jenis pendekatan cross-sectional pada 30 orang responden yang dipilih secara  purposive sampling. Data penelitian diperoleh melalui rekam medis pasien dan food record selama 3 hari. Analisis data dilakukan menggunakan uji Pearson (asupan protein) dan uji Spearman (asupan natrium). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara asuhan gizi yang diberikan dengan asupan protein pasien (p = 0,002). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asuhan gizi yang diberikan dengan asupan natrium pasien (p = 0,943). Sebanyak 56,7% pasien memiliki output urin >60% asupan cairannya dan 40% memiliki output urin <60% asupan cairannya. Dapat disimpulkan bahwa asuhan gizi yang diberikan mempengaruhi asupan protein pasien, namun tidak pada asupan natrium. Keseimbangan cairan pasien dilihat dari output urin didapatkan sebagian besar lebih banyak dan atau lebih sedikit dari asupan cairannya. 
ANALISIS FAKTOR RISIKO DAN LUARAN DARI PENGGUNAAN TERAPI ANTIBIOTIK EMPIRIK JANGKA PANJANG PADA BAYI DENGAN BERAT LAHIR SANGAT RENDAH DALAM KONDISI SEPSIS Reza, Muhammad; Sampurna, Mahendra Tri Arif; Handayani, Kartika Darma; Angelika, Dina; Utomo, Martono Tri; Etika, Risa; Harianto, Agus
Majalah Kesehatan FKUB Vol 6, No 4 (2019): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.154 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2019.006.04.4

Abstract

Terapi antibiotik berkepanjangan pada neonatus menyebabkan beberapa konsekuensi negatif meliputi resistensi antibiotik, sepsis awitan lambat, enterocolitis nekrotikan (EKN), lama rawat lebih panjang, dan peningkatan mortalitas. Semua faktor tersebut mempengaruhi efisiensi biaya pelayanan rumah sakit di era Jaminan Kesehatan Nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko dan luaran dari terapi antibiotik berkepanjangan pada bayi berat lahir sangat rendah (BBLSR) dengan sepsis. Desain penelitian adalah studi retrospektif pada BBLSR dengan sepsis di Neonatal Intensive Care Unit (NICU), RSUD Dr. Soetomo, Surabaya sejak Januari-Desember 2017 dilakukan dengan membandingkan luaran antara kelompok I yang mendapat terapi antibiotik empirik kurang dari sama dengan 2 minggu dengan kelompok II yang mendapat terapi antibiotik empirik lebih dari 2 minggu empirik. Dari 87 bayi yang termasuk ke dalam studi, 37 bayi termasuk dalam kelompok I dan 50 bayi dalam kelompok II. Rerata durasi terapi antibiotik pada kelompok I dan kelompok II adalah 9,2±2,5 dan 17,9±3,2 hari, dengan lama rawat inap 19,7±8,5 dan 27,2±13,1 hari. Analisis faktor risiko menunjukkan bahwa BBLSR terutama 1000 gram (p < 0,001), ventilasi mekanik invasif (p < 0,001), ventilasi mekanik non-invasif (p < 0,001), korioamnionitis (p = 0,003), penyakit maternal (p = 0,004), kehamilan multipel (p = 0,03) merupakan faktor risiko mendapatkan terapi antibiotik empirik berkepanjangan. Luaran dari terapi antibiotik empirik berkepanjangan adalah 41 (47%) bayi mengalami sepsis awitan lambat,  15 (17%) bayi dengan EKN, dan 11 (12%) bayi meninggal. Mortalitas bayi dengan sepsis awitan lambat (p < 0,001) dan EKN (p = 0,02) lebih tinggi pada kelompok II dibandingkan kelompok I. Kesimpulannya, terapi antibiotik empirik berkepanjangan meningkatkan angka kejadian sepsis awitan lambat, enterocolitis nekrotikan, lama rawat, dan mortalitas BBLSR di NICU yang berdampak meningkatkan biaya pelayanan rumah sakit.  
PERBEDAAN ANTARA EKSPRESI CD3, CD20, CD43 LIMFOMA NON-HODGKIN SEL B DAN LESI LIMFOPROLIFERATIF REAKTIF Fadli, Muhammad Luqman; Norahmawati, Eviana; Yudhanto, Hendy Setyo; Al Rasyid, Harun
Majalah Kesehatan FKUB Vol 6, No 4 (2019): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1187.202 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2019.006.04.3

Abstract

Lesi limfoproliferatif sering menimbulkan masalah dalam penegakan diagnosis karena kemiripan morfologi dan pola pertumbuhan sel-sel limfoid yang menyusun lesi limfoproliferatif reaktif dan limfoma non-Hodgkin Sel B. Diagnosis sulit ditegakkan hanya dengan pulasan rutin Hematoksilin-Eosin, oleh karena itu diperlukan pemeriksaan imunohistokimia menggunakan panel antibodi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan ekspresi CD3, CD20, CD43 sebagai panel antibodi dasar dalam menentukan karakter jinak atau ganas dari lesi limfoproliferatif. Karakter jinak diwakili oleh lesi limfoproliferatif reaktif, sedangkan karakter ganas diwakili oleh limfoma non-Hodgkin sel B. Total 50 sampel dibagi menjadi 2  kelompok, yakni kelompok A terdiri dari 25 sampel limfoma non-Hodgkin sel B dan kelompok B terdiri dari 25 sampel lesi limfoproliferatif reaktif. Keseluruhan sampel dipulas antibodi CD3, CD20, CD43. Hasil penelitian menunjukkan persentase imunopositif CD3 dan CD20 pada kelompok A dan B berbeda signifikan dengan nilai p &lt; 0,001. Hal ini menunjukkan bahwa CD3 dan CD20 mampu membedakan karakter klonalitas jinak dan ganas dari sel penyusun lesi limfoproliferatif. Persentase imunopositif CD43 antara kelompok A dan B tidak berbeda signifikan dengan nilai p = 0,791. Hasil yang tidak berbeda signifikan mengindikasikan bahwa CD43 diekspresikan oleh dua jenis populasi sel yang berbeda. Pada kelompok A, CD43 diekspresikan oleh limfosit B neoplastik (ganas), sedangkan pada kelompok B diekspresikan oleh limfosit T. Berdasarkan hasil penelitian, panel antibodi CD3, CD20, CD43 dapat membedakan lesi limfoproliferatif jinak dan ganas, namun diperlukan korelasi morfologi dan kesesuaian pola ekspresi imunopositif dari sel-sel limfoid penyusunnya.   
PERBANDINGAN POTENSI TELBIVUDIN DAN TENOFOVIR DALAM MENURUNKAN SKOR ASPARTATE TRANSAMINASE TO PLATELET RATIO INDEX (APRI) PADA PASIEN HEPATITIS B Wibowo, Bogi Pratomo; Susanto, Edy; Supriono, Supriono; Mustika, Syifa
Majalah Kesehatan FKUB Vol 7, No 1 (2020): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.155 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2020.007.01.5

Abstract

Telbivudin dan tenofovir merupakan analog nukleosida untuk terapi hepatitis B dengan efektivitas tinggi meskipun telbivudin memiliki resistensi yang lebih tinggi daripada tenofovir. Telbivudin memiliki resistensi 2,3-5% pasien pada terapi tahun pertama dan 21,6% pasien pada terapi tahun kedua, sedangkan tenofovir dapat digunakan selama 3 tahun tanpa memunculkan resistensi. Hal ini menyebabkan tenofovir direkomendasikan sebagai terapi lini pertama oleh beberapa panduan. Namun demikian, bila terjadi resistensi tenofovir, sampai saat ini belum ada obat pengganti yang bisa digunakan. Tujuan pengobatan hepatitis B disamping menekan HBV DNA juga memperbaiki histologi jaringan hati. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk membandingkan potensi telbivudin dan tenofovir sebagai pilihan terapi hepatitis B kronis dengan melihat penurunan HBV DNA dan skor Aspartate Transaminasi to Platelet ratio Index (APRI). Penelitian analitik ini menggunakan pendekatan cross sectional. Data rekam medik dari pasien dengan terapi telbivudin dan tenofovir meliputi parameter skor APRI, yaitu kadar AST dan jumlah platelet, serta HBV DNA bulan 0 dan bulan 12. Data skor APRI dibandingkan menggunakan uji t independen dan dependen dengan nilai P &lt; 0,05.Dari 145 pasien, 103 pasien mendapat terapi telbivudin, dan 42 pasien diterapi dengan tenofovir. Rerata penurunan skor APRI pada kelompok telbivudin adalah 1,17±0,17, sedangkan pada kelompok tenofovir 0,75±0,42. Pada kedua kelompok terjadi penurunan skor APRI sebelum dan sesudah terapi yang signifikan (p=0,00). Namun tidak didapatkan perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok (p=0,28).Tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam potensi terapi antivirus antara telbivudin dan tenofovir dalam menurunkan skor APRI pasien hepatitis B kronis
HUBUNGAN KADAR IL-8 DAN IL-4 PADA ANAK DENGAN STATUS EPILEPTIKUS Affandi, Haykal; Sujuti, Hidayat; Permatasari, Happy Kurnia; Muid, Masdar
Majalah Kesehatan FKUB Vol 5, No 4 (2018): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.696 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.005.04.2

Abstract

Status epileptikus merupakan suatu kegawatan di bidang neurologi yang memerlukan diagnosis dan terapi yang sesuai. Ketidakseimbangan sitokin proinflamasi dan antiinflamasi bisa menyebabkan kejang yang berlangsung lama. Sitokin proinflamasi dapat mengaktivasi kaskade signaling dan merusak sawar darah-otak yang mengawali mekanisme terjadinya kejang. Penelitian ini ingin mengetahui perbedaan kadar IL-8 dan IL-4 pada anak status epileptikus, kejang tanpa status epileptikus, dan demam tanpa kejang sehingga bisa dijadikan prediktor kejadian status epileptikus. Desain penelitian adalah cross sectional dengan 30 sampel yang terdiri dari 10 anak status epileptikus, 10 anak kejang tanpa status epileptikus, dan 10 anak demam tanpa kejang. Pengukuran IL-8 dan IL-4 menggunakan metode ELISA. Analisis data menggunakan uji one way ANOVA dan korelasi Spearman dengan menggunakan SPSS-23. Didapatkan kadar IL-8 (p = 0,000) berbeda signifikan dan kadar IL-4 tidak berbeda signifikan (p = 0,818) pada status epileptikus, kejang tanpa status epileptikus dan demam tanpa kejang. Namun, rasio IL-4/1L-8 menunjukkan perbedaan yang signifikan (p = 0,000) di antara kelompok. Dapat disimpulkan ada hubungan antara kadar  IL-8, rasio IL-4/IL-8 dengan status epileptikus, namun tidak ada hubungan yang signifikan pada kadar IL-4. 

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 3 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 4 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2022): Majalah Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 1 (2021): Majalah Kesehatan Vol 7, No 4 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 3 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 2 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 1 (2020): Majalah Kesehatan Vol 6, No 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): Majalah Kesehatan Vol 5, No 4 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 3 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 5, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 4, No 4 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 3 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 2 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 1 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 3, No 4 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 3 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 4 (2015) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 4 (2014) Vol 1, No 3 (2014) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue