cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Majalah Kesehatan FKUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
This journal uses Open Journal Systems 2.4.7.1, which is open source journal management and publishing software developed, supported, and freely distributed by the Public Knowledge Project under the GNU General Public License.
Arjuna Subject : -
Articles 334 Documents
PENGARUH NANOPARTIKEL PLGA Nigella sativa DALAM MENURUNKAN RADIKAL BEBAS MALONDIALDEHIDA HEPAR TIKUS MODEL DM TIPE 2 Yunita, Ema Pristi; Pangestika, Rizta Widya; Triastuti, Efta
Majalah Kesehatan FKUB Vol 4, No 1 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.174 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2017.004.01.6

Abstract

Diabetes melitus (DM) dengan glukosa darah yang tidak terkontrol dapat memicu pembentukan radikal bebas yaitu produk malondialdehida (MDA) di hepar. Radikal bebas tersebut dapat diturunkan menggunakan senyawa antioksidan (timokuinon). Timokuinon terkandung dalam biji Nigella sativa. Produk herbal sering mengalami kegagalan efikasi akibat rendahnya bioavailabilitas. Oleh karena itu, dilakukan terobosan baru yaitu formulasi ekstrak biji Nigella sativa dengan sistem penghantaran nanopartikel PLGA. Penelitian ini dillakukan untuk mengetahui pengaruh nanopartikel PLGA dalam memperbaiki efektivitas ekstrak biji jintan hitam  dalam  menurunkan produk radikal bebas berupa malondialdehida (MDA) di hepar tikus model DM tipe 2. Desain penelitian adalah true experimental posttest-only controlled design. Sebanyak 24 tikus yang diinduksi DM tipe 2 menggunakan streptozocin, kemudian dibagi menjadi empat kelompok yaitu kelompok yang diberi akuades dan pakan normal tanpa terapi (Pn), glibenklamid 0,45 mg/kgBB (Pp), non-nanopartikel ekstrak biji Nigella sativa 48 mg/kgBB/hari (P1), dan nanopartikel PLGA ekstrak biji Nigella sativa 48 mg/kgBB/hari (P2) selama 26 hari. Data dianalisis menggunakan uji hipotesis Kruskal Wallis. Untuk mengetahui kadar MDA digunakan metode asam tiobarbiturat. Rerata kadar MDA dari yang terendah adalah P2 (0,3652±0,0363 ng/mL), P1 (0,3749±0,0242 ng/mL), Pn (0,4084±0,0719 ng/mL), dan Pp (0,4329±0,0588 ng/mL). Terdapat perbedaan kadar MDA hepar tikus model DM tipe 2 yang tidak berbeda bermakna pada semua kelompok perlakuan (Kruskal Wallis, p = 0,199). Hasil penelitian ini masih belum dapat menunjukkan kemampuan nanopartikel PLGA Nigella sativa dalam menurunkan radikal bebas MDA di hepar. Kata kunci: malondialdehida hepar, nanopartikel PLGA, Nigella sativa.
Kajian Penambahan Tepung Cangkang Telur Ayam Ras Terhadap Kadar Kalsium, Viskositas, dan Mutu Organoleptik Susu Kedelai Safitri, Ayu Intan; Muslihah, Nurul; Winarsih, Sri
Majalah Kesehatan FKUB Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.97 KB)

Abstract

Susu kedelai merupakan minuman yang mempunyai kandungan protein yang hampir sama dengan susu sapi. Namun, kandungan kalsiumnya lebih rendah yaitu sekitar 50 mg/240 ml sehingga diperlukan penambahan kalsium yang salah satunya didapat dari cangkang telur ayam ras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung cangkang telur ayam ras terhadap kadar kalsium, viskositas, dan mutu organoleptik susu kedelai. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian berupa rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor dengan empat perlakuan yaitu P0 (kontrol), P1 (20 % ALG), P2 (40 % ALG), dan P3 (60 % ALG). Analisis data kadar kalsium menggunakan uji one way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji post hoc Tukey. Data nilai viskositas dan mutu organoleptik dianalisis menggunakan Kruskal Wallis. Taraf perlakuan terbaik ditentukan dengan menggunakan metode pembobotan (de Garmo). Hasil analisis statistik menggunakan one way ANOVA menunjukkan adanya peningkatan kadar kalsium (p = 0.000). Hasil uji lanjut dengan menggunakan post hoc Tukey menunjukkan antara P0 dengan P1, P2, dan P3 serta P1 dan P3 menunjukkan perbedaan yang signifikan. Hasil analisis statistik menggunakan Kruskal Wallis menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan pada nilai viskositas (p = 0,059) dan penerimaan panelis terhadap variabel warna (p = 0,839), rasa (p = 0,690), dan aroma (p = 0,725). Taraf perlakuan terbaik berdasarkan metode de Garmo adalah P3 (60 % ALG) dengan nilai produk tertinggi yaitu 0,731. Kesimpulan dari penelitian ini adalah susu kedelai dengan penambahan tepung cangkang telur ayam ras mengalami peningkatan kadar kalsium dan tidak berbeda signifikan dalam viskositas dan mutu organoleptiknya. Kata kunci : Kalsium, Mutu organoleptik, Susu kedelai, Tepung cangkang telur ayam ras, Viskositas.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI TERHADAP BERAT BADAN ANAK USIA 6-24 BULAN DI PUSKESMAS CLUWAK KABUPATEN PATI Wilujeng, Catur Saptaning; Sariati, Yuseva; Pratiwi, Ranthy
Majalah Kesehatan FKUB Vol 4, No 2 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.667 KB)

Abstract

Berat badan merupakan ukuran antropometri yang dipakai sebagai indikator yang terbaik untuk mengetahui keadaan gizi dan tumbuh kembang anak. Salah satu faktor yang paling mempengaruhi berat badan adalah pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI). Data pemberian MP ASI pada anak usia 6-23 bulan di  Puskesmas Cluwak Kabupaten Pati Jawa Tengah tahun 2015 masih sangat rendah yaitu sebesar 23,33%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor yang mempengaruhi pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI) terhadap berat badan anak usia 6-24 bulan di Puskesmas Cluwak Kabupaten Pati Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling, dengan jumlah sampel 91 anak. Analisis data penelitian menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara faktor yang mempengaruhi pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI) yaitu faktor usia pertama (p = 0,000), jenis (p = 0,000), frekuensi (p value= 0,000 dan jumlah (p = 0,002) pemberian MP ASI terhadap berat badan anak umur 6-24 bulan di Puskesmas Cluwak Kabupaten Pati Jawa Tengah. Hasil analisis regersi logistik menunjukkan bahwa faktor yang paling mempengaruhi berat badan anak umur 6-24 bulan adalah jenis dan usia pemberian MP ASI.Kata Kunci:   berat badan anak, MP ASI
Efek Ekstrak Alga Coklat (Sargassum sp.) sebagai Supresor Protein Bcl-2 in vitro pada Sel HeLa Putri, Neshya Ruriana; Lyrawati, Diana; Indra, M. Rasjad
Majalah Kesehatan FKUB Vol 1, No 4 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.995 KB)

Abstract

Prevalensi kanker rahim di Indonesia masih tinggi. Protein Bcl-2 salah satu protein yang menghambat apoptosis melalui jalur mitokondria. Pada kanker serviks terjadi mutasi p53 sehingga Bcl-2 mengalami ekspresi berlebihan.Terapi kanker serviks menggunakan bahan kimia dapat menimbulkan banyak efek samping. Senyawa anti kanker dari bahan alam yang  sedikit menimbulkan efek samping diharapkan mampu mempengaruhi ekspresi protein Bcl-2. Pada semua jenis Sargassum sp. mengandung fukosantin dengan kadar tinggi. Fukosantin dapat menurunkan ekspresi protein Bcl-2 pada sel kanker. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan bahwa pemberian ekstrak alga coklat (Sargassum sp.) dapat menghambat ekspresi Bcl-2 pada kanker serviks (sel HeLa). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan rancangan true experimental. Sampel yang digunakan adalah sel HeLa yang terbagi atas 1 kontrol dan 3 perlakuan. Kelompok I adalah kontrol sel HeLa. Kelompok II-IV diberi perlakuan ekstrak alga coklat dengan kadar yang berbeda-beda (31,25 µg/ml, 62,5 µg/ml, dan 125 µg/ml). Semua kelompok diinkubasi selama 24 jam. Parameter yang diukur adalah ekspresi Bcl-2 pada sel HeLa yang dideteksi secara imunohistokimia. Hasil analisis statistika menunjukkan bahwa ekstrak alga coklat menurunkan eskspresi Bcl-2 sel HeLa secara signifikan (ANOVA, p = 0,000; R² = 0,947). Penurunan ekspresi Bcl-2 mulai terlihat sejak pemberian ekstrak Sargassum dengan kadar 31,25 µg/ml. Pemberian ekstrak alga coklat kadar 31,25 µg/ml, 62,5 µg/ml, dan 125 µg/ml menurunkan ekspresi Bcl-2 sebesar 21 %, 44 %, dan 68 %. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak alga coklat (Sargassum sp.) mampu menurunkan ekspresi Bcl-2 sel HeLa dengan kadar efektif terendah 31,25 µg/ml. Kata kunci: Bcl-2, Ekstrak alga coklat (Sargassum sp), Sel HeLa.
PENGARUH JUMLAH POLIMER XYLITOL DALAM SISTEM DISPERSI PADAT TERHADAP DISOLUSI SUPPOSITORIA IBUPROFEN Puspayani, Ni Luh Indah; Permatasari, Dahlia; Danimayostu, Adeltrudis Adelsa
Majalah Kesehatan FKUB Vol 4, No 3 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.285 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2017.004.03.4

Abstract

Berdasarkan penggolongan Biopharmaceutics Classification System (BCS), ibuprofen termasuk ke dalam BCS kelas II yaitu obat yang memiliki permeabilitas tinggi dan kelarutan rendah dalam air. Teknik dispersi padat digunakan secara luas untuk meningkatkan kelarutan obat yang memiliki kelarutan rendah.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan polimer xylitol dalam meningkatkan kelarutan ibuprofen melalui pembentukan dispersi padat dalam sediaan suppositoria berbasis lemak coklat. Dispersi padat dibuat menggunakan metode pelelehan dengan perbandingan ibuprofen:xylitol adalah 1:1 dan 1:2. Sedangkan sediaan suppositoria dibuat dalam tiga formula yaitu menggunakan ibuprofen murni, dispersi padat ibuprofen:xylitol 1:1 dan 1:2. Hasil uji difraksi sinar-X menunjukkan bahwa terjadi penurunan intensitas pola difraksi dari dispersi padat dibandingkan dengan ibuprofen murni yang menunjukkan terjadinya penurunan derajat kristalinitas. Hasil uji disolusi menunjukkan adanya peningkatan jumlah ibuprofen yang terdisolusi selama 120 menit dan besarnya efisiensi disolusi pada menit ke-120 dari sediaan suppositoria yang mengandung dispersi padat. Analisis statistik dengan oneway Anova menunjukkan adanya peningkatan jumlah ibuprofen yang terdisolusi dan efisiensi disolusi yang signifikan dari suppositoria yang mengandung dispersi padat dibandingkan dengan ibuprofen murni (p = 0,001). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peningkatan jumlah polimer xylitol menyebabkan peningkatan kelarutan ibuprofen yang lebih besar dan formula yang optimum adalah sediaan suppositoria yang mengandung dispersi padat ibuprofen:xylitol sebesar 1:2. Kata kunci: disolusi, dispersi padat, ibuprofen, suppositoria, xylitol
Optimasi Formula Sediaan Krim Ekstrak Stroberi (Fragaria x ananassa) sebagai Krim Anti Penuaan Safitri, Nabila Ayu; Puspita, Oktavia Eka; Yurina, Valentina
Majalah Kesehatan FKUB Vol 1, No 4 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.773 KB)

Abstract

Penuaan adalah suatu proses biologis kompleks sebagai hasil dari penuaan intrinsik (dari dalam tubuh seperti genetik) dan penuaan ekstrinsik (dari lingkungan). Faktor yang paling berpengaruh pada penuaan adalah radikal bebas karena dapat menyebabkan stres oksidatif yang berperan penting dalam proses penuaan. Penggunaan antioksidan dari buah-buahan salah satunya stroberi, menjadi suatu faktor penting untuk melawan penuaan akibat radikal bebas. Antosianin di dalam stroberi memiliki efek antioksidan paling tinggi untuk melawan radikal bebas. Antioksidan tersebut digunakan dalam produk kosmetik untuk memaksimalkan perawatan terhadap penuaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi formula sediaan krim ekstrak stroberi dengan membandingkan penggunaan jenis emulgator nonionik dan anionik. Ekstrak stroberi didapatkan dengan mengektraksi stroberi menggunakan pelarut metanol, aquades, dan asam format. Ekstrak diformulasikan ke dalam krim yang dibagi menjadi dua formula yaitu formula A yang menggunakan emulgator nonionik (tween 80 dan span 80) dan formula B yang menggunakan emulgator anionik (sodium oleate dan trietanolamin). Penentuan stabilitas dan formula yang optimum didapatkan dari evaluasi sediaan krim yang meliputi uji organoleptis, uji homogenitas fisik, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, dan uji stabilitas suhu. Hasil penelitian menujukkan bahwa penggunaan emulgator baik nonionik dan anionik dapat menghasilkan sediaan krim yang baik, tetapi formula B lebih menunjukkan konsistensi sediaan krim yang lebih baik dibandingkan formula A. Kesimpulan dari penelitian ini adalah emulgator jenis anionik lebih sesuai untuk formula sediaan krim ekstrak stroberi (Fragaria x ananassa). Kata kunci: Ekstrak stroberi, Jenis emulgator, Stabilitas sediaan krim.
Penentuan nilai SPF (Sun Protection Factor) Ekstrak Etanol 70 % Temu Mangga (Curcuma mangga) dan Krim Ekstrak Etanol 70 % Temu Mangga (Curcuma mangga) secara In Vitro Menggunakan Metode Spektrofotometri Yulianti, Erlina; Adelsa, Adeltrudis; Putri, Alifia
Majalah Kesehatan FKUB Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.416 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan paparan sinar matahari yang tinggi dan sebagian besar penduduknya bekerja di luar ruangan sehingga memerlukan suatu perlindungan kulit. Selain itu, Indonesia juga merupakan negara yang memiliki bahan alam yang melimpah. Bahan alam sebagai alternatif tabir surya adalah tanaman temu mangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai SPF ekstrak etanol 70 %  temu mangga dalam bentuk ekstrak dan sediaan krim dengan konsentrasi preparasi ekstrak dan krim yaitu 1250 ppm, 2500 ppm , 3750 ppm dan 5000 ppm. Ekstrak kental temu mangga dan krim  temu mangga kemudian ditentukan nilai SPFnya menggunakan metode spektrofotometri dengan pengenceran menggunakan etanol 70 %. Kalkulasi nilai SPF menggunakan metode Mansur. Hasil penelitian menunjukan bahwa Nilai SPF yang dihasilkan ekstrak etanol 70 % temu mangga dengan konsentrasi 1250 ppm, 2500 ppm, 3750 ppm, dan 5000 ppm berturut- turut adalah 9,19; 19,81; 25,23; dan 35,12. Nilai SPF yang dihasilkan sediaan krim ekstrak etanol 70 % temu mangga dengan konsentrasi yang sama dengan ekstrak berturut- turut adalah 2,16; 3,54; 5,48; dan 6,81. Penurunan nilai SPF esktrak etanol 70 % temu mangga pada konsentrasi 1250 ppm, 2500 ppm, 3750 ppm dan 5000 ppm dengan nilai SPF krim ekstrak etanol 70 % temu mangga adalah 76,4 %, 82 %, 78 %, dan 80 %. Kata kunci: Ekstrak, Krim, SPF, Temu mangga, Tabir surya.
Efektifitas Ekstrak Bunga Cengkeh (Syzygium aromaticum) terhadap Jumlah Pembuluh Darah Kapiler pada Proses Penyembuhan Luka Insisi Fase Proliferasi Fatimatuzzahroh, Fatimatuzzahroh; Firani, Novi Khila; Kristianto, Heri
Majalah Kesehatan FKUB Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.872 KB)

Abstract

Tindakan pembedahan merupakan salah satu tindakan medis yang penting dalam pelayanan kesehatan. Tindakan tersebut melibatkan luka insisi atau penyayatan jaringan. Hingga saat ini, penanganan luka insisi pada umumnya menggunakan povidone iodine 10 % yang secara klinis dapat menimbulkan parut. Ekstrak bunga cengkeh mengandung 16-23 % minyak atsiri yang terdiri dari 64-85 % eugenol. Eugenol mengandung senyawa aktif seperti polifenol, flavonoid, saponin dan tannin yang saat ini banyak dikembangkan sebagai terapi komplementer dalam proses penyembuhan luka, khususnya luka insisi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak bunga cengkeh (Syzygium aromaticum) terhadap jumlah pembuluh darah kapiler pada proses penyembuhan luka insisi fase proliferasi. Desain penelitian menggunakan true experiment post-test design dengan menggunakan 25 ekor tikus yang dibagi menjadi 5 kelompok yang terdiri dari 3 kelompok perlakuan yang diberi ekstrak bunga cengkeh (dosis 20 %, 40 % dan 60 %) diberikan dalam bentuk cair dan 2 kelompok kontrol yang diberi povidone iodine dan normal saline. Perawatan luka dilakukan selama 14 hari pada luka insisi seluas 4 cm lalu diukur jumlah pembuluh darah kapiler pasca perawatan luka insisi. Analisis data menggunakan ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan kelompok ekstrak bunga cengkeh 60 % dibandingkan kelompok kontrol dengan nilai signifikansi p sebesar 0,001 (p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini yaitu perawatan luka insisi dengan ekstrak bunga cengkeh (Syzygium aromaticum) dosis 60 % mempengaruhi jumlah kapiler pada tikus putih (Rattus norvegicus) galur Wistar. Kata kunci :  Ekstrak bunga cengkeh, Jumlah pembuluh darah kapiler, Luka insisi
Pengaruh Pemberian Ekstrak Kuncup Bunga Cengkeh (Syzygium aromaticum) terhadap Peningkatan Ketebalan Epitelisasi Luka Insisi pada Tikus Putih (Rattus novergicus) Galur Wistar Pratiwi, Arum Desi; Ratnawati, Retty; Kristianto, Heri
Majalah Kesehatan FKUB Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.822 KB)

Abstract

Luka insisi merupakan hasil dari prosedur invasif yang biasa dilakukan untuk prosedur pemeriksaan atau pengobatan suatu penyakit. Ekstrak kuncup bunga cengkeh (Syzygium aromaticum) mengandung eugenol, vitamin A,C, dan E, tanin, saponin, dan senyawa flavonoid yang berperan dalam proses penyembuhan luka yang melibatkan proses epitelisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kuncup bunga cengkeh terhadap peningkatan ketebalan epitelisasi luka insisi pada tikus putih (Rattus novergicus) galur Wistar. Penelitian ini menggunakan desain true experimental laboratory.  Pada 25 ekor tikus Wistar yang dibagi secara random dalam 5 kelompok diberi perlukaan dengan model insisi. Kelompok perlakuan diberikan ekstrak kuncup bunga cengkeh dengan dosis 20 %, 40 %, dan 60 % dalam sediaan cair. Kelompok kontrol positif diberikan povidone iodine dan kelompok negatif diberikan normal saline. Ketebalan epitelisasi luka insisi pada hari ke-14 diamati dengan metode histologi. Analisis menggunakan uji one way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji post hoc Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kuncup bunga cengkeh dosis 60 % berpengaruh pada peningkatan ketebalan epitelisasi secara signifikan sebesar 105,18 µm (p < 0,05) atau 2 kali lipat dibandingkan keempat kelompok lainnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak cengkeh  konsentrasi 60 % meningkatkan ketebalan jaringan epitel dibandingkan dengan kelompok lainnya Kata kunci : Ekstrak kuncup bunga cengkeh, Ketebalan epitel, Luka insisi.
Efek Supresi Curcumin pada Organogenesis dan Morfogenesis Embrio Ayam Umur 48 Jam Kusumaningrum, Estiani; Rahayu, Indriati Dwi; Puryatni, Anik
Majalah Kesehatan FKUB Vol 2, No 4 (2015)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.979 KB)

Abstract

Perkembangan embrio diiringi dengan peningkatan nutrisi, oksigenasi serta pembuangan zat sisa metabolisme sel. Peningkatan tersebut merangsang sel-sel mesenkimal  untuk menginduksi sel endotel menjadi jaringan pembuluh darah, proses ini disebut vaskulo-angiogenesis. Sistem vaskuler yang terbentuk sempurna akan memfasilitasi proses organogenesis dan morfogenesis embrio berjalan tanpa ada gangguan. Adanya gangguan dapat menyebabkan defek kongenital. Kurkumin sering digunakan sebagai bahan pengawet makanan dan obat–obatan di berbagai lapisan masyarakat. Walau sudah menjadi konsumsi harian, penelitian mengenai keamanan kurkumin terhadap embrio masih terbatas dan belum menjelaskan pengaruhnya terhadap kondisi fetal. Penelitian ini mengamati pengaruh kurkumin pada proses vaskulo-angiogenesis yang berpengaruh pada proses organogenesis secara in ovo pada embrio ayam. Konsentrasi kurkumin yang digunakan adalah 12,5 µM, 25 µM dan 50 µM. Kurkumin diinjeksikan pada telur ayam berusia kurang dari 1 hari dan kemudian diinkubasi selama 48 jam. Hasil penelitian menunjukan bahwa kurkumin dapat menghambat organogenesis pada embrio ayam dengan hasil uji ANOVA yang bermakna (p < 0,05). Pada sirkulasi yolk sac, berdasarkan uji Chi square diketahui hasilnya signifikan ( p < 0,05). Kurkumin juga berpengaruh dalam retardasi proses flexi cranial, pada perkembangan sistem optikus dan penutupan neuropore anterior berdasarkan umur embrio ayam dengan hasil uji Chi square yang bermakna (p < 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kurkumin dapat menghambat proses perkembangan vaskulo-angiogenesis sehingga menyebabkan hambatan pada proses organogenesis embrio. Kata Kunci : Curcumin, Embrio, in ovo, Organogenesis,Vaskulogenesis.

Page 6 of 34 | Total Record : 334


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 3 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 4 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2022): Majalah Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 1 (2021): Majalah Kesehatan Vol 7, No 4 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 3 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 2 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 1 (2020): Majalah Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): Majalah Kesehatan Vol 5, No 4 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 3 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 5, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 4, No 4 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 3 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 2 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 1 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 3, No 4 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 3 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 4 (2015) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 4 (2014) Vol 1, No 3 (2014) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue