cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 931 Documents
Analisa Uji Kelaikan Fungsi Jalan Nasional Ditinjau Dari Aspek Teknis Pada Ruas Jalan Yos Sudarso (Manado) Dengan Nomor Ruas 004 11 Karen S. M. Supit; Theo K. Sendow; Lucia G. J. Lalamentik
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56600

Abstract

Ruas jalan Yos Sudarso (MANADO) merupakan ruas jalan dengan peranan arteri sekunder dan salah satu prasarana transportasi yang memegang peran penting dalam hal mendukung pertumbuhan guna meningkatkan kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk menganalisis tingkat kelayakan fungsi jalan serta perbaikan yang diperlukan agar jalan menjadi laik menurut Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) berdasarkan Peraturan Menteri PU Nomor 11/PRT/M/2010. Pentingnya untuk dilakukan analisis uji kelaikan fungsi jalan secara teknis pada jalan khususnya untuk segmen Jalan Yos Sudarso sepanjang 3,233 km dengan monitoring dan evaluasi kinerja pelayanan dan kondisi fisik jalan dibandingkan terhadap standar teknisnya sehingga dapat diketahui kelaikannya secara teknis. Persyaratan teknis fungsi jalan yang diambil dilapangan, antara lain teknis geometrik jalan, teknis struktur perkerasan jalan, teknis struktur bangunan pelengkap jalan, teknis pemanfaatan bagian-bagian jalan, teknis penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas, serta teknis perlengkapan jalan yang berkaitan langsung maupun tidak berkaitan langsung dengan pengguna jalan. Kata kunci : Uji Laik Fungsi, persyaratan teknis, perbaikan, analisa, ruas Jalan Yos Sudarso (Manado)
Analisa Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) Secara Teknis Untuk Ruas Jalan R. W. Monginsidi (Manado) Dengan Nomor Ruas 008 Grasella C. Moningkey; Theo K. Sendow; Lucia G. J. Lalamentik
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56602

Abstract

Laik Fungsi Jalan mengacu pada kondisi jalan yang memenuhi persyaratan teknis dan administratif yang diperlukan untuk menjamin keselamatan pengguna jalan dan memberikan kepastian hukum bagi pengelola dan pengguna jalan, sehingga jalan tersebut dapat digunakan oleh umum. Ruas Jalan Monginsidi di Manado merupakan jalan arteri sekunder yang penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, sosial, dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kelayakan fungsi jalan dan perbaikan yang diperlukan agar sesuai dengan Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) menurut Peraturan Menteri PU Nomor 11/PRT/M/2010. Analisis kelayakan teknis jalan dilakukan dengan evaluasi dan monitoring kondisi lapangan secara visual berdasarkan standar teknis untuk setiap komponen, termasuk teknis geometrik jalan, struktur perkerasan, bangunan pelengkap, pemanfaatan ruang, manajemen lalu lintas, dan perlengkapan jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruas Jalan Monginsidi dari STA 0+000 hingga STA 3+958 dikategorikan sebagai Laik Fungsi Bersyarat (LS), yang berarti jalan tersebut memenuhi sebagian persyaratan teknis tetapi masih memberikan keselamatan bagi pengguna jalan, sehingga dapat digunakan dengan syarat dilakukan perbaikan teknis dan pemeliharaan rutin pada komponen yang memerlukan perhatian. Kata kunci: uji laik fungsi, analisa, perbaikan, ruas Jalan R. W. Monginsidi (Manado)
Studi Bangunan Pengaman Pantai Pada Reklamasi Di Pesisir Pantai Malalayang Satu Kecamatan Malalayang Kota Manado Michelle T. Rumansi; Jeffry D. Mamoto; Arthur H. Thambas
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56603

Abstract

Pesisir pantai Malalayang yang telah menjadi salah satu dari sekian banyak lokasi yang berpotensi menjadi kawasan Pariwisata. Hal ini menjadi suatu alasan untuk mereklamasi daerah pantai untuk meningkatkan dan memanfaatkan lahan menjadi lahan produktif. Pada lokasi penelitian terdapat lahan hasil reklamasi seluas ± 53Ha dan untuk menunjang reklamasi tersebut terdapat bangunan pengaman pantai yang dibangun untuk menunjang reklamasi Pantai. Sehubungan dengan kondisi tersebut, dilakukan studi bangunan pengaman pantai serta reklamasi. Yang bertujuan untuk mengetahui apakah bangunan pengaman pantai dan reklamasi telah memenuhi atau tidak memenuhi berdasarkan penerapan ilmu teknik pantai. Dari hasil analisis Pasang Surut, transformasi gelombang, Transport Sedimen dan tinjauan Reklamasi maka Reklamasi yang direncanakan dengan kedalaman ± 10.72 m dan elevasi ± 6.00 memerlukan volume pasir urug sebesar 574.259,68 m³ dan batu boulder dengan volume sebesar 158.974 m³ dan untuk bangunan pengaman pantai menggunakan tanggul yang dibuat sejajar pantai. Berdasarkan hasil analisis tersebut bangunan pengaman pantai dan reklamasi yang sudah ada dilokasi penelitian dinilai telah memenuhi berdasarkan penerapan ilmu Teknik Pantai. Reklamasi dikategorikan sebagai reklamasi kecil berdasarkan luasan, namun dalam lingkup pemanfaatan ruang, reklamasi dikategorikan sebagai reklamasi sedang. Kata kunci: Pantai Malalayang, gelombang, pengaman pantai, reklamasi
Analisis Fungsi Manajemen Konstruksi Dalam Proyek Pembangunan Gedung Komersil Di Kota Manado Hairunisa Mokodompis; Tisano Tj. Arsjad; Grace Y. Malingkas
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56604

Abstract

Bangunan komersial merupakan bangunan yang mewadahi berbagai fungsi komersial seperti villa, hotel, resort, perdagangan, ruang kantor sewa, dan lain-lain. Sesuai jenisnya, bangunan komersial merupakan bangunan yang direncanakan untuk mendatangkan keuntungan bagi pemilik maupun penggunanya. Atas dasar pemikiran ini, perancangan bangunan komersil mempertimbangkan Sembilan aspek (Wungow, 2011). Faktor-faktor yang sangat berpengaruh dalam Pembangunan Gedung Komersil dan Tindakan-tindakan yang dilakukan supaya fungsi manajemen konstruksi sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proyek konstruksi bangunan Gedung komersil dalam Pembangunan proyek. Dari pengertiannya, manajemen konstruksi menerapkan fungsi-fungsi manajemen pada suatu proyek dengan memanfaatkan sumber daya dengan efektif dan efisien untuk mencapai tujuan proyek. Sasaran utama manajemen konstruksi adalah mengelolah fungsi manajemen dengan efektif dan efisien sehingga memperoleh hasil yang optimal sesuai kesepakatan dengan pemilik proyek. Teknik pengambilan sampel yang dipilih Wawancara/Kuesioner dan Data Primer. Pada penelitian ini, diperlukan sampel dari 10 responden dari beberapa perusahaan, pengalaman kerja perusahaan, aspek peralatan kerja, modal/keuangan, SDM (Sumber Daya Manusia). Analisis faktor manajemen konstruksi dalam Pembangunan Gedung komersil di kota Manado Analisa data kuesioner yang diambil dari 10 responden tersebut diolah dengan Microsoft Excel 2016. Kata kunci: responden, analisa, faktor, Microsoft Excel
Desain Gradasi Campuran Hot Rolled Sheet (HRS-Base) Menggunakan Desain Kerangka Agregat Chines V. G. Rumuat; Joice E. Waani; Theo K. Sendow
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56606

Abstract

Pembentukan kerangka agregat dalam desain gradasi telah menjadi langkah penting dalam perancangan campuran aspal. Model desain gradasi diusulkan berdasarkan karakteristik mekanik kerangka agregat yang meliputi pemilihan gradasi agregat dan penentuan kadar aspal dimana persamaan desain dibuat membentuk kerangka agregat. Metode desain gradasi ini difokuskan pada agregat kasar menggunakan metode kerangka agregat sedangkan agregat halus menggunakan metode Bina Marga 2018. Dari hasil Penelitian, campuran aspal HRS-Base menggunakan metode desain kerangka agregat menunjukan terlalu banyak persentase agregat kasar yaitu 85.37% dan persetase massa agregat halus yang jauh lebih kecil yaitu 14.63%. Kurangnya agregat halus pada campuran HRS-Base menggunakan metode kerangka agregat menyebabkan lapisan aspalnya menjadi tebal dan pemadatan sulit dilakukan dikarenakan banyaknya rongga udara pada campuran sehingga tidak terjadi sifat saling mengunci antar agregat . Karena desain campuran HRS-Base menggunakan desain gradasi kerangka agregat belum memenuhi spesifikasi, maka penelitian ini dilanjutkan dengan desain campuran HRS-Base menggunakan Metode Bina Marga 2018. Desain campuran HRS-Base Metode Bina Marga 2018 memperoleh kadar aspal optimum (KAO) sebesar 7,05%, nilai stabilitas 765.32 kg, nilai Flow 3,25mm, nilai VMA 18,455%, nilai VIM 4,987%, nilai VFB 72.981%, nilai FF 6,333, dan nilai Marshall Quotient 243,21 kg/mm, memenuhi karakteristik Marshall menurut Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 untuk campuran Lataston HRS-Base. Kata kunci: Kerangka agregat, HRS-Base, desain gradasi, pengujian Marshall
Perencanaan Struktur Gedung Bertingkat Tahan Gempa Menggunakan Sistem Rangka Baja Terbreis Konsentris Khusus (Studi Kasus: Rumah Sakit Di Kota Manado) Abraham Giroth; Banu D. Handono; Servie O. Dapas
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56608

Abstract

Dalam upaya mengkaji penerapan sistem struktur baja di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia, maka dilakukanlah perencanaan struktur bangunan bertingkat sebuah rumah sakit (tanah sedang, Ie = 1.5, KDS D) menggunakan rangka baja terbreis konsentris khusus (RBKK) sebagai sistem penahan gaya seismik (STGS), dengan tambahan model pembanding yang menggunakan rangka pemikul momen khusus (RPMK). Proses perencanaan mencakup analisis struktur, penentuan elemen sampai dengan pendetailan sambungan dengan bantuan software ETABS (analisis struktur) dan RAM Connection (desain sambungan). Analisis portal baja menggunakan prinsip Direct Analysis Method (DAM) serta analisis elemen dan sambungan dengan prinsip desain kapasitas. Dengan hasil, model RBKK terpilih didapati lebih ringan dibandingkan dengan model pembanding, kemudian elemen hasil desain sudah memenuhi kaidah RBKK, kecuali balok H400X200X8X13 yang belum memenuhi syarat profil daktail tinggi. Demikianpun sambungan telah didesain dengan memperhatikan syarat geometrik maupun kapasitas. Kata kunci: struktur gedung bertingkat tahan gempa, rangka baja terbreis konsentris khusus, desain kapasitas
Analisis Rekomendasi Isian Maksimal Bahan Peledak Terhadap Kestabilan Lereng (East Wall Section) Pada Pit Toka Renaldy K. Kapoyos; Pradila G. S. Hulalata; Arthur H. Thambas; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56613

Abstract

Mengetahui dan menganalisis tingkat getaran tanah yang dihasilkan dari peledakan yang diterapkan Mengetahui nilai konstanta (k) dan eksponen (b) kondisi batuan lokasi penelitian dari hasil regresi hubungan variable scaled distance dan nilai PPV Mengetahui nilai konstanta untuk prediksi Peak Particle Accelaration Mengetahui nilai percepatan kritis sebagai factor seismic yang mempengaruhi kestabilan lereng Mengetahui rekomendasi maksimum isian bahan peledak meledak bersamaan Analisis nilai konstanta untuk prediksi PPA Analisis nilai PPV untuk mendapatkan nilai peak particle displacement dan nilai amaks. Analisis Faktor Keamanan menggunakan nilai PPA hasil pengukuran alat sebagai nilai g, dan nilai amaks hasil diferensiasi PPV sebagai nilai g. Analisis regresi untuk mendapatkan hubungan (PPA) dan Percepatan Horizontal (a) Analisis FK maksimum dan rekomendasi isian maksimum dengan suatu jarak tertentu jumlah bahan peledak yang meledak bersamaan dalam rentang waktu/time windows 8 ms. t. Dari hasil simulasi yang dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Viewshot didapatkan jumlah lubang yang meledak bersamaan berkisar antara 2-6 lubang ledak. Jumlah minimum bahan peledak per waktu tunda adalah 83 kg, sedangkan jumlah maksimum muatan bahan peledak per waktu tunda adalah 443 kg.Nilai Konstanta yang didapatkan untuk memprediksi nilai PPV adalah sebagai berikut, nilai konstanta dengan confidence limits 50% sebesar 248.1 untuk nilai k dan -1.72 untuk nilai m. Nilai konstanta dengan confidence limit 95% sebesar 516 untuk nilai k dan -1.72 untuk nilai m. Sebaiknya dalam penggunaan rekomendasi isian tersebut digunakan factor error sebesar 20% dari rekomendasi isian tersebut. Kata kunci: Peak Particle Velocity, Variable Scaled Distance, getaran tanah, peledakan, prediksi
Alternatif Penanganan Kerusakan Pantai Buloh Di Kecamatan Mandolang Brendi M. Rahasia; M. Ihsan Jasin; Ariestides K. T. Dundu
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56616

Abstract

Pantai Buloh terletak di Desa Tateli Weru Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa. Pantai ini juga dilewati jalan trans sulawesi yang merupakan jalan raya nasional, jalan ini juga adalah salah satu jalan yang menghubungkan Manado di Utara dan Makassar di Selatan Pulau Sulawesi. Namun Pantai Buloh terjadi Gelombang tinggi sehingga telah menyebabkan Abrasi pada pesisir Pantai. Terkait masalah yang terjadi maka diperlukan Alternatif penanganan kerusakan pada pantai, Berdasarkan hasil analisa pasang surut, pantai mengalami muka air pasang yang paling tinggi (MHWL) yaitu 3.41 meter, maka air rata-rata (MSL) 1.9 meter, dan maka air surut (MLWL) 0.4 meter. Selain itu salah satu prosedur untuk penentuan bangunan pelindung pantai adalah keadaan gelombang (tinggi gelombang, arah gelombang, periode gelombang) dan besar angin yang bertiup (arah datangnya angin ke pantai). Dari hasil analisa arah angin yang paling dominan untuk Pantai Buloh adalah arah barat laut. Dengan tinggi gelombang pecah yang paling besar adalah 1.38 meter dan tinggi gelombang pecah pada kedalaman sebesar 1.49 meter. Maka dapat disimpulkan bahwa pantai Buloh mengalami gelombang yang cukup besar dan akan menjadi masalah yang serius jika tidak diberikan penanggulangan. Sehingga dapat disimpukan Alternatif penanganan kerusakan yaitu berupa Pengaman Pantai. Dari berbagai jenis bangunan pengaman pantai jika dipertimbangkan dari berbagai sisi dan masalah yang ada pada Pantai Buloh maka bangunan pengaman pantai yang tepat berupa seawall. Kata kunci: Pantai Buloh, pengaman pantai, seawall
Peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum Di Desa Bolaang Satu Kecamatan Bolaang Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Jarend F. Kaligis; Cindy J. Supit; Isri R. Mangangka
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56618

Abstract

Desa Bolaang Satu merupakan desa yang terletak di kabupaten Bolaang Mongondow, kecamatan Bolaang Timur yang berbasan dengan desa Tadoy, desa Bolaang, Desa Lolan, dan desa Bantik. Sebagian masyarakat di desa ini mengalami kesulitan air minum. Hal ini disebabkan karena belum semua masyarakat terlayani PDAM. Kebanyakan masyarakat masih mendapatkan air dari sumber air tanah dangkal melalui sumur gali dan pompa. Kondisi ini berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti diare, kolera, dan penyakit pencernaan lainnya. Untuk itu perlunya dilakukan peningkatan sistem penyediaan air minum di desa Bolaang Satu. Maka hasil perhitungan diperoleh jumlah penduduk desa Bolaang satu pada tahun 2043 sebanyak 1366 jiwa selanjutnya untuk kebutuhan air di desa Bolaang Satu pada tahun 2043 adalah sebesar 3.43525 lt/det dengan ketersediaan air untuk desa Bolaang Satu telah terpasang 10 lt/det dan produksinya hanya sebesar 3 lt/det maka untuk itu perlu dilakukan peningkatan volume reservoir menjadi 750 m3 dengan penambahan untuk kapasitas mati dan ruang udara menjadi 900 m3 dengan dimensi p x l x t yaitu 12,5 x 12 x 6 m. Kata kunci: kebutuhan air, ketersediaan air, Bolaang Satu
Perancangan Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik Dengan Sistem Kombinasi Anaerob-Aerob Di Kelurahan Karame Kota Manado Youla Srinarwati; Roski R. I. Legrans; Isri R. Mangangka
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56676

Abstract

Kelurahan Karame merupahkan salah satu wilayah kota Manado yang berada di dekat daerah aliran sungai Tondano yang memiliki luas 12,3 Ha, dengan kepadatan penduduk 412,3 orang/Ha. Kondisi sanitasi lingkungan di Kelurahan Karame belum memenuhi standar, dikarenakan tidak adanya sistem pengolahan air limbah domestik. Air limbah domestik yang dihasilkan langsung dialirkan ke sungai Mahakam. Hasil uji laboratorium terhadap kadar TTS, BOD dan COD pada air limbah domestik Kelurahan Karame menunjukkan angka masing-masing 130 mg/L, 490 mg/L, dan 358 mg/L, dimana angka-angka tersebut telah melampaui baku mutu yang telah ditetapkan menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.68 Tahun 2016. Artikel ini berisi tentang perancangan Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPAL) dengan sistem kombinasi Anaerob-Aerob untuk Lingkungan IV dan V Kelurahan Karame, yang menggunkan metode kuantitatif dengan menghitung kapasitas IPAL melalui pendekatan populasi terhadap pemakaian air bersih. Bedasarkan hasil analisis diperoleh kapasitas IPAL sebesar 297,562 m3/hari. IPAL yang dirancang terdiri dari unit bak ekualisasi, bak pengendapan awal, bak anaerob, bak aerob dan pengendapan akhir, bangunan IPAL membutuhkan lahan seluas yaitu 92 m2. Kata kunci: perancangan, IPAL anaerob-aerob, air limbah domestik, Kelurahan Karame