cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL BIOMEDIK
ISSN : 20859481     EISSN : 2597999X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JURNAL BIOMEDIK adalah JURNAL ILMIAH KEDOKTERAN yang diterbitkan tiga kali setahun pada bulan Maret, Juli, November. Tulisan yang dimuat dapat berupa artikel telaah (review article), hasil penelitian, dan laporan kasus dalam bidang ilmu kedokteran..
Arjuna Subject : -
Articles 499 Documents
Korelasi antara asupan serat, asupan lemak, dan status gizi dengan kadar kolesterol total remaja usia 18-20 tahun Pondagitan, Alpinia S.; Mayulu, Nelly; Lestari, Hesti
JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 12, No 2 (2020): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.12.2.2020.29429

Abstract

Abstract: Intake behavior in students was influenced by a variety of complex factors that involve exposure to high stress, which can cause intake to increase or decrease that can result in a dependency on fast food that has a low nutritional value but is high in fat and sugar. The study aims to determine the correlation between fiber intake, fat intake, and nutritional status and its effect on Total Cholesterol (TC) levels in adolescents. This is an Analytical Observational study with Cross Sectional Approach conducted at FK Unsrat on February-April 2020, and using Total Population Sampling Technique. Data were analyzed using Pearson Correlation Test and Simple Linear Regression. There was a positive correlation between fiber intake and TC levels (p=0,020; R=0,199). There were no correlation between fat intake and nutritional status with TC levels (p=0,914, 0,522; R=0,009, -0,056) respectively. The simple linear regression equation was: Y=2,20+0,003 X. There was a positive correlation between fiber intake and TC levels, while fat intake and nutritional status have no correlation with TC levels. For every 1 gr of fiber intake elevation will be followed by 0,003 mg/dL elevation on TC levels.Keywords: fiber intake, fat intake, nutritional status, total cholesterol levels, adolescents  Abstrak: Perilaku asupan pada mahasiswa dipengaruhi oleh berbagai faktor kompleks yang melibatkan paparan terhadap stress yang tinggi sehingga menyebabkan asupan yang meningkat atau menurun yang dapat berakibat terjadinya ketergantungan terhadap makanan cepat saji yang memiliki nilai gizi yang rendah tetapi tinggi akan lemak dan gula. Penelitian bertujuan untuk mengetahui korelasi antara asupan serat, asupan lemak, dan status gizi serta pengaruhnya terhadap kadar kolesterol total remaja. Jenis penelitian yaitu Observasional Analitik dengan pendekatan Cross Sectional yang dilakukan di FK Unsrat pada Februari-April 2020, dan teknik pengambilan sampel yaitu Total Sampling. Data dianalisis menggunakan Uji Korelasi Pearson dan Regresi Linier Sederhana. Terdapat korelasi positif antara asupan serat dengan kadar kolesterol total (p=0,020; R=0,199). Tidak terdapat korelasi antara asupan lemak dan status gizi dengan kadar kolesterol total (p=0,914, 0,522; R=0,009, -0,056) secara berurutan. Persamaan regresi linier sederhana mendapatkan rumus: Y=2,20+0,003 X. Terdapat korelasi positif antara asupan serat dengan kadar kolesterol total, sedangkan asupan lemak dan status gizi tidak memiliki korelasi dengan kadar kolesterol total. setiap peningkatan asupan serat 1 gr akan diikuti dengan peningkatan kadar kolesterol total sebesar 0,003 mg/dL.Kata kunci: asupan serat, asupan lemak, status gizi, kadar kolesterol total, remaja
Masalah Kesehatan pada Lansia: Sindroma Frailty Wowor, Ribka; Wantania, Frans
Jurnal Biomedik : JBM Vol 12, No 2 (2020): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.12.2.2020.29162

Abstract

Abstract: Frailty Syndrome is a geriatric syndrome with characteristics of reduced functional ability and adaptation functions that caused by the decline in various body systems and also increased susceptibility to various stress, which decreases a person’s functional performance. The prevalence of frailty syndrome ranges from 7% at the age above 65 years and 30% at ages above 80 years. Research on Caucasian races, women suffer more frailty than men (7:5), while in the African American group found twice that of Caucasians (14:7). Generally, to determine a frailty syndrome we used the Fried’s clinical criteria when there are three or more of the weaknesses such as, reduced road speed, complaints of fatigue, decreased activity, and weight loss. The clinical picture of frailty syndrome is based on weakness, reduced walking speed, fatigue, low physical activity, and weight loss. The diagnosis is based on clinical signs and symptoms and their comorbidities.Keywords: frailty syndrome, weakness Abstrak: Sindroma frailty adalah suatu sindroma geriatri dengan karakteristik berkurangnya kemampuan fungsional dan gangguan fungsi adaptasi yang diakibatkan oleh merosotnya berbagai sistem tubuh, serta meningkatnya kerentanan terhadap berbagai macam stressor, yang menurunkan performa fungsional seseorang. Prevalensi sindroma frailty berkisar 7% pada usia diatas 65 tahun dan 30% pada usia diatas 80 tahun. Penelitian terhadap ras Kaukasia, perempuan lebih banyak menderita frailty dibandingkan laki-laki (7:5), sedangkan pada kelompok Afrika-Amerika didapatkan dua kali lipat dibandingkan ras Kaukasia (14:7). Umumnya, untuk menentukan suatu sindroma frailty dipergunakan kriteria klinis dari Fried yaitu bila terdapat tiga atau lebih dari kelemahan, berkurangnya kecepatan jalan, keluhan cepat lelah, menurunnya aktivitas, dan berkurangnya berat badan. Gambaran klinis sindroma frailty berdasarkan adanya kelemahan, berkurangnya kecepatan jalan, rasa cepat lelah, aktivitas fisik yang rendah, dan hilangnya berat badan. Diagnosis didasarkan atas tanda dan gejala klinis serta penyakit komorbidnya.Kata kunci: sindrom frailty, kelemahan
Peran Sinyal Ephrin-B2/EPH-B4 pada Angiogenesis Postnatal Angmalisang, Elvin C.
Jurnal Biomedik : JBM Vol 12, No 2 (2020): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.12.2.2020.29161

Abstract

Abstract: Angiogenesis is the process of developing new blood vessels that play an important role in embryogenesis as well as postnatal period. The postnatal angiogenesis is regulated by pro- and anti-angiogenic factors and several signals, one of which is the ephrin/Eph signal. Ephrin-B2 and its receptor EphB4 are transmembrane tyrosine kinase (RTKs) receptors which have an important role in angiogenesis inter alia promoting angiogenesis sprouting and participating in blood vessel maturation (remodeling and stabilization).Keywords: angiogenesis, Ephrin-B2, EphB4, EphrinB2/EphB4 signaling Abstrak: Angiogenesis adalah proses perkembangan pembuluh darah baru yang berperan penting pada embriogenesis, dan juga saat postnatal. Proses postnatal angiogenesis diregulasi oleh faktor-faktor pro- dan anti-angiogenik serta sinyal-sinyal, salah satunya ialah sinyal ephrin/Eph. Ephrin-B2 dan reseptornya EphB4 merupakan reseptor tirosin kinase (RTKs) transmembran yang berperan penting pada angiogenesis, yaitu untuk memromosikan angio-genesis sprouting, serta berpartisipasi dalam pematangan pembuluh darah (remodeling dan stabilisasi).Kata kunci: angiogenesis, Ephrin-B2, EphB4, sinyal EphrinB2/EphB4
Uji Efek Daya Hambat Jamur Endofit Rimpang Jahe (Zingiber officinale Rosc) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Abdul, Jihan A.; Posangi, Jimmy; Wowor, Pemsi M.; Bara, Robert A.
Jurnal Biomedik : JBM Vol 12, No 2 (2020): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.12.2.2020.29163

Abstract

Abstract: Ginger rhizome contains antimicrobial compounds of phenol group, flavonoids, terpenoids, and aetheric oil. Endophytic fungi are commonly found in ginger plant Zingiber officinale Rosc. which is widely available in Indonesia. There is a symbiosis between these endophytic fungi and its host plants in a form of genetic material transform, thus these fungi could produce the same active compounds as the host does, or at least involved in the host’s biosynthetic pathway. This study was aimed to determine the inhibitory effect of endophytic fungi isolated from ginger (Zingiber officinale Rosc) against clinical isolates Staphylococcus aureus and Escherichia coli. The endophytic fungi were isolated and their activities were screened. Initial screening of 6 isolates showed that only 3 isolates had relatively strong inhibitory effect against the bacteria. Therefore, they were cultured again, and their extracts were tested against the same types of bacteria. The mean diameters of the inhibition zones against S. aureus were, as follows: 18.7 mm (JJR extract), 11 mm (JJA 1.3 extract), and 17.3 mm (JJA 2.1 extract). Moreover, the mean diameters of the inhibition zone against E. coli were, as follows: 18 mm (JJR extract), 17.3 mm (JJA 1.3 extract), and 23.3 mm (JJA 2.1 extract). In conclusion, endophytic fungi isolated from Zingiber officinale Rosc. had inhibitory effect against S. aureus and E. coli. The inhibitory effect against E. coli was stronger than against S. aureus.Keywords: Zingiber officinale Rosc, endophytic fungi, E. coli, S. aureus Abstrak: Rimpang jahe mengandung senyawa antimikroba fenol, flavonoid, terpenoid, dan minyak atsiri. Jamur endofit sering ditemukan pada tumbuhan jahe Zingiber officinale Rosc, yang tersebar di Indonesia. Terdapat simbiosis antara jamur endofit dan tanaman inang dalam bentuk transformasi materi genetik sehingga jamur tersebut dapat menghasilkan senyawa aktif yang sama, atau setidaknya terlibat dalam jalur biosintesis inang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat jamur endofit yang terdapat pada jahe (Zingiber officinale Rosc) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Jamur endofit diisolasi dan diskrining aktivitasnya. Hasil skrining awal dari 6 isolat yang diperoleh memperlihatkan hanya 3 isolat jamur endofit memiliki daya hambat yang relatif kuat terhadap bakteri uji. Ketiga isolat tersebut dikultur kembali dan ekstraknya diuji aktivitas dengan bakteri yang sama. Hasil pengukuran zona hambat 3 isolat jamur ialah sebagai berikut: pada bakteri Staphylococcus aureus didapatkan jamur JJR 18,7 mm, jamur JJA 1.3 11 mm, dan JJA 2.1 17,3 mm; pada bakteri Escherichia coli didapatkan jamur JJR 18 mm, JJA 1.3 17,3 mm, dan JJA 2.1 23,3 mm. Simpulan penelitian ini ialah jamur endofit isolat dari Zingiber officinale Rosc. memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus dan E. coli. Daya hambat jamur endofit lebih besar terhadap E. coli dibandingkan S. aureus.Kata kunci: Zingiber officinale Rosc, jamur endofitik, E. coli, S. aureus
Hubungan antara pengetahuan gizi, aktivitas fisik, dan intensitas olahraga dengan status gizi Roring, Natalia Megawati; Posangi, Jimmy; Manampiring, Aaltje Ellen
Jurnal Biomedik : JBM Vol 12, No 2 (2020): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.12.2.2020.29442

Abstract

Abstract: The purpose of this research to determine the relationship between nutritional knowledge, physical activity with exercise intensity and nutritional status. The method used is quantitative research with the approach cross sectional study. Determination of sample was done by total sampling totaled 118 Church youth GMIM Kanaan Pinabetengan. Analysis of test data using spearman correlation coefficient. The results showed the nutritional status of the most many categories of normal 43.3%, fat 29.9%, skinny 26.9%. Knowledge of nutrition both categories 56.7%, less good 43.3%. Physical activity in the category of pretty 53.7%, less 46.3%. The intensity of the sport category better 55.2%, less good 44.8%. Spearman test between nutritional knowledge and nutritional status are known to have a relationship, be aware the value of significant (2tailed), namely 0.003. The strength of the relationship moderates the positive direction. Spearman test between physical activity and nutritional status are known to have a relationship, be aware the value of significant (2tailed), namely 0.003. The strength of the relationship moderates the positive direction. Spearman test between intensity of exercise and nutritional status are known to not have a relationship. The conclusion there is a relationship between knowledge of nutrition, physical activity and nutritional status. There is no relationship between exercise intensity and nutritional status on the youth of the Church GMIM Kanaan Pinabetengan.Keywords: knowledge, physical activity, exercise intensity, nutritional status  Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan gizi, aktivitas fisik dengan intensitas olahraga dan status gizi. Metode yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Penentuan sampel dilakukan secara total sampling berjumlah 118 pemuda Jemaat GMIM Kanaan Pinabetengan. Analisis data menggunakan uji koefisien korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukkan status gizi paling banyak kategori normal 43.3%, gemuk 29.9%, kurus 26.9%. Pengetahuan gizi kategori baik 56.7%, kurang baik 43.3%. Aktivitas fisik pada kategori cukup 53.7%, kurang 46.3%. Intensitas olahraga kategori baik 55.2%, kurang baik 44.8%. Uji spearman antara pengetahuan gizi dengan status gizi diketahui memiliki hubungan, diketahui nilai signifikan (2tailed) yaitu 0.003. Kekuatan hubungan moderat arah positif. Uji spearman antara aktivitas fisik dengan status gizi diketahui memiliki hubungan, diketahui nilai signifikan (2tailed) yaitu 0.003. Kekuatan hubungan moderat arah positif. Uji spearman antara intensitas olahraga dengan status gizi diketahui tidak memiliki hubungan. Simpulan ada hubungan antara pengetahuan gizi, aktivitas fisik dengan status gizi. Tidak ada hubungan antara intensitas olahraga dengan status gizi pada pemuda Jemaat GMIM Kanaan Pinabetengan.Kata kunci: pengetahuan, aktivitas fisik, intensitas olahraga, status gizi
Hubungan faktor determinan dengan penggunaan kontrasepsi pada wanita usia ASFR (Age Spesific fertility Rate) Nilawati, .; Umboh, Adrian; Tendean, Lydia
Jurnal Biomedik : JBM Vol 12, No 2 (2020): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.12.2.2020.29513

Abstract

Abstract: This study was aimed to Determinant Factors in the Use of Contraception in Women Age ASFR (Age Specific Fertility Rate) in the Province of North Sulawesi. The population is all women aged in ASFR in North Sulawesi. Sampling based on raw data SKAP adjusted to the inclusion and exclusion criteria.  Analysis with Chi Square test and Logistic regression. The results of the study found a relationship between education, family planning counseling service and family planning service, while the number of children, residential areas and the mass media were not. Based on multivariate results, family planning counseling service have a large role which is obtained OR value of 25.078 (95% CI = 3.089-203.625). Conclusion, education, family planning services counseling and family planning services have a significant relationship, while the number of children, residential areas and the mass media were not.Keywords: determinants factors, education, children, residential area, mass media, family planning, counseling, service, women age ASFR  Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor determinan penggunaan kontrasepsi pada wanita usia ASFR (Age Specific Fertility Rate) di Provinsi Sulawei Utara. Jenis penelitian analitik dengan desain cross-sectional. Populasi semua wanita usia ASFR di Provinsi Sulawesi Utara. Pengambilan sampel berdasarkan raw data SKAP yang disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis dengan uji Chi Square dan regresi Logistic. Hasil penelitian terdapat hubungan antara pendidikan, konseling pelayanan KB dan tempat pelayanan KB sedang jumlah anak, wilayah tempat tinggal dan media massa tidak. Berdasarkan hasil multivariate konseling pelayanan KB mempunyai peran yang besar dimana di peroleh nilai OR 25,078 (CI 95% = 3,089-203,625). Kesimpulan pendidikan, konseling pelayanan KB dan tempat pelayanan KB mempunyai hubungan yang signifikan, sedangkan jumlah anak, wilayah tempat tinggal dan media tidak.Kata kunci: faktor determinan, pendidikan, jumlah anak, daerah pemukiman, media massa, konseling, pelayanan, keluarga berencana, wanita usia ASFR.
Hubungan antara kelelahan, motivasi belajar, dan aktivitas fisik terhadap tingkat prestasi akademik Welong, Seftian Surya; Manampiring, Aaltje Ellen; Posangi, Jimmy
Jurnal Biomedik : JBM Vol 12, No 2 (2020): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.12.2.2020.29516

Abstract

Abstract: This study aim to determine between fatigue, learning motivation, and physical activity on the level of academic achievement use quantitative study. The population is all students of the specialization Ocupational Health and Safety class of 2017 totaling 60 Students and the sample is the total population. Statistical analysis the chi square test. The results of the study level of academic achievement found category good 60%, very good 40%. Fatigue found category not found 58.3%, tired of 41.7%. Motivation to learn found low category 51.7%, high of 48.3%. Physical activity found categories quite 53.3%, less 46.7%. The results of the chi square test confirms there is a relationship between fatigue on the level of academic achievement. The results of the chi square test confirms there is a relationship between learning motivation on the level of academic achievement. The results of the chi square test confirms there is a relationship between physical activity on the level of academic achievement. There is a relationship between fatigue, motivation to learn, and physical activity on the level of academic achievement.Keywords:  achievement, fatigue, motivation, physical activity  Abstrak: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kelelahan, motivasi belajar, aktivitas fisik terhadap tingkat prestasi akademik. Jenis penelitian kuantitatif. Populasi ialah seluruh mahasiswa peminatan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Angkatan 2017 berjumlah 60 Mahasiswa dan sampel adalah total populasi. Analisis statistik uji chi square. Hasil penelitian tingkat prestasi akademik ditemukan kategori baik 60%, sangat baik 40%. Kelelahan ditemukan kategori tidak lelah 58.3%, lelah 41.7%. Motivasi belajar ditemukan kategori rendah 51.7%, tinggi 48,3%. Aktivitas fisik ditemukan kategori cukup 53.3%, kurang 46.7%. Hasil uji chi square menegaskan ada hubungan antara kelelahan terhadap tingkat prestasi akademik. Hasil uji chi square menegaskan ada hubungan antara motivasi belajar terhadap tingkat prestasi akademik. Hasil uji chi square menegaskan ada hubungan antara aktivitas fisik terhadap tingkat prestasi akademik. Terdapat hubungan antara kelelahan, motivasi belajar, dan aktivitas fisik terhadap tingkat prestasi akademik.Kata kunci: prestasi, kelelahan, motivasi, aktivitas fisik
PERAN GLUKOSAMIN PADA OSTEOARTRITIS Utami, Pratiwi; Kalangi, Sonny J.R.; Pasiak, Taufiq
Jurnal Biomedik : JBM Vol 4, No 3 (2012): JURNAL BIOMEDIK : JBM Suplemen
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.4.3.2012.1202

Abstract

Abstract: Osteoarthritis is a degenerative disease and manifests itself as the most common type of arthritis affecting older people. This disease can cause significant pain and functional disability in the affected individuals. The therapy for osteoarthritis is easily available but the results are without certainty. Symptomatically therapeutic agents such as acetaminophen and NSAIDs are only beneficial for relieving the symptoms. Unfortunately, these agents can trigger severe side effects in some patients or may be contraindicated. Glucosamine has been evaluated in several studies as an agent to relieve pain, increase functional activity, and slow the progression of osteoarthritis, especially in the knees. Studies have reported some improvement in pain and disability in osteoarthritic patients related to the use of glucosamine. Based on the current evidence, a combination of glucosamine sulfate and chondroitin sulfate shows the greatest potential as a therapeutic intervention for patients who might risk side effects from other oral medications currently in vogue. However, research is still needed to explore the benefits of glucosamine or its combination forms in order to ensure safety for long-term use. Keywords: osteoarthritis, glucosamine, pain.     Abstrak: Osteoartritis merupakan penyakit degeneratif yang menyebabkan rasa nyeri dan cacat fungsional pada individu yang terkena dan umumnya mempengaruhi lanjut usia. Kemajuan dalam pengobatan osteoartritis relatif tersedia tetapi belum secara pasti untuk mengobatinya. Terapi andalan seperti asetaminofen dan obat NSAID hanya untuk mengobati gejala, tetapi dapat memicu efek samping yang parah pada pasien atau mungkin merupakan kontraindikasi. Beberapa studi mengemukakan glukosamin sebagai agen untuk menghilangkan rasa nyeri, meningkatkan aktivitas fungsional, dan memperlambat progresivitas osteoarthritis, terutama pada lutut. Juga telah dilaporkan perbaikan dalam rasa nyeri dan kecacatan yang terkait dengan penggunaan glukosamin baik sebagai agen tunggal maupun bentuk kombinasi glukosamin sulfat dengan kondroitin sulfat. Penggunaan produk kombinasi tersebut tampaknya memiliki potensi besar untuk pasien yang berisiko akibat efek samping terapi oral. Masih dibutuhkan penelitian lanjut mengenai manfaat dan kemanan glukosamin terutama pada pemakaian jangka panjang. Kata kunci: osteoartritis, glukosamin, nyeri.
POLA SERANGGA NEKROFAGUS PADA DEKOMPOSISI HEWAN COBA INDOORS DI KOTA MANADO Wangko, Sunny; Kristanto, Erwin G.; Kalangi, Sonny J. R.
Jurnal Biomedik : JBM Vol 6, No 2 (2014): JURNAL BIOMEDIK : JBM Juli 2014
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.6.2.2014.5552

Abstract

Abstract: Studies of insect succession in indoor carcasses are still very rare reported. This study aimed to obtain the succession pattern of necrophagus insects in indoor carcass in Manado. One domestic pig was used as model, and killed with a cardiac puncture. The results showed that the duration of decomposition took 16 days to reach skeletonization. There were 3 orders found, as follows: Diptera, Coleoptera, and Hymenoptera, consisting of  8 families and 12 species. Albeit, insects that colonized in the carcasses were Chrysomya rufifacies, Chrysomya megacephala, Sarcophaga harpax, Hermetia illucens, Dermestes maculatus, and several species of Muscidae. Both species of Chrysomya and Sarcophaga harpax can be applied in PMI estimation at early stage of decomposition meanwhile Hermetia illucens and Dermestes maculatus at late stage of decompostion. To our knowledge, this is the first study of decomposition and insect succession indoors in a coastal area in Indonesia. Moreover, this is the first report of Sarcophaga harpax which is biomolecularly identified with mtDNA in Indonesia. Further studies are needed to support the database of forensic insects in Indonesia, especially in Manado. Keywords: decomposition, indoors, necrophagus insects, colonization     Abstrak: Studi mengenai suksesi serangga indoors masih sangat jarang dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pola serangga nekrofagus pada bangkai hewan coba indoors di Manado. Sebagai hewan coba digunakan satu ekor babi domestik yang dimatikan dengan tusukan pada jantung. Hasil penelitian memperlihatkan dekomposisi hewan coba indoors di kota Manado memerlukan 16 hari untuk mencapai skeletonization. Serangga yang berkunjung ke hewan coba tergolong dalam 3 ordo, yaitu: Diptera, Coleoptera, dan Hymenoptera, yang terdiri atas 8 famili dan 12 spesies. Serangga yang ditemukan berkolonisasi pada bangkai hewan coba ialah Chrysomya rufifacies, Chrysomya megacephala, Sarcophaga harpax, Hermetia illucens, Dermestes maculatus, dan beberapa spesies Muscidae. Kedua spesies Chrysomya dan Sarcophaga harpax dapat dimanfaatkan dalam perkiraan PMI pada dekomposisi awal, sedangkan Hermetia illucens dan Dermestes maculatus dapat dimanfaatkan pada dekomposisi lanjut. Penelitian mengenai dekomposisi dan suksesi serangga indoors ini merupakan yang pertama di daerah pesisir di Indonesia. Terdapatnya Sarcophaga harpax yang diidentifikasi secara biomolekular dengan mtDNA juga merupakan yang pertama kali dilaporkan di Indonesia. Studi lanjut dibutuhkan untuk menyokong database serangga forensik di Indonesia, khususnya Manado. Kata kunci: dekomposisi, indoors, serangga nekrofagus, kolonisasi
PERIODONTAL DISEASE IN DIABETIC PATIENTS Leman, Michael A.
Jurnal Biomedik : JBM Vol 4, No 1 (2012): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.4.1.2012.12606

Abstract

Abstrak: Diabetes melitus banyak ditemukan di negara berkembang, dengan konsekuensi cukup seringnya pasien diabetes yang berkunjung ke tempat praktek dokter gigi. Diabetes melitus merupakan penyakit yang kompleks dengan berbagai tingkat komplikasi sistemik dan pada rongga mulut. Jaringan periodonsium juga merupakan sasaran kerusakan akibat penyakit diabetes melitus. Beberapa tahun terakhir ini, hubungan antara periodontitis dan diabetes melitus telah dikemukakan. Dengan demikian penanganan gigi dan mulut yang tepat pada pasien dengan riwayat diabetes mellitus perlu ditingkatkan.Kata kunci: diabetes melitus, penyakit periodontal, penanganan gigi dan mulut Abstract: Diabetes mellitus is pandemic in both developed and developing countries. As a consequence, diabetic patients are commonly encountered in the dental office. Diabetes mellitus is a complex disease with varying degrees of systemic and oral complications. The periodontium is also a target for diabetic damage. In recent years, a link between periodontitis and diabetes mellitus has been postulated; therefore, a proper dental management in diabetic patients has to be improved. Keywords: Diabetes mellitus, periodontal disease, dental management

Filter by Year

2009 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 1 (2024): JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol. 14 No. 2 (2022): JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 13, No 3 (2021): JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 13, No 2 (2021): JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 13, No 1 (2021): JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 12, No 3 (2020): JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 12, No 2 (2020): JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 12, No 1 (2020): JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 11, No 3 (2019): JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 11, No 2 (2019): JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 11, No 1 (2019): JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 10, No 3 (2018): JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 10, No 2 (2018): JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 10, No 1 (2018): JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 9, No 3 (2017): JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 9, No 2 (2017): JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 9, No 1 (2017): JURNAL BIOMEDIK : JBM Suplemen Vol 9, No 1 (2017): JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 8, No 3 (2016): JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 8, No 2 (2016): JURNAL BIOMEDIK : JBM Suplemen Vol 8, No 2 (2016): JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 8, No 1 (2016): JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 7, No 3 (2015): JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 7, No 3 (2015): JURNAL BIOMEDIK : JBM Suplemen Vol 7, No 2 (2015): JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 7, No 1 (2015): JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 6, No 2 (2014): JURNAL BIOMEDIK : JBM Juli 2014 Vol 6, No 1 (2014): JURNAL BIOMEDIK : JBM Maret 2014 Vol 6, No 3 (2014): JURNAL BIOMEDIK : JBM Suplemen Vol 6, No 3 (2014): JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 5, No 3 (2013): JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 5, No 3 (2013): JURNAL BIOMEDIK : JBM Suplemen Vol 5, No 2 (2013): JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 5, No 1 (2013): JURNAL BIOMEDIK : JBM Suplemen Vol 5, No 1 (2013): JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 4, No 3 (2012): JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 4, No 3 (2012): JURNAL BIOMEDIK : JBM Suplemen Vol 4, No 2 (2012): JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 4, No 1 (2012): JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 3, No 3 (2011): JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 3, No 2 (2011): JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 3, No 1 (2011): JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 2, No 3 (2010): JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 2, No 2 (2010): JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 2, No 1 (2010): JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 1, No 3 (2009): JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 1, No 2 (2009): JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 1, No 1 (2009): JURNAL BIOMEDIK : JBM More Issue