cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 25482300     EISSN : 25482181     DOI : -
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Terbarukan merupakan jurnal elektronik yang mempublikasikan hasil penelitian, knowledge sharing dari dosen, mahasiswa maupun kalangan industri yang berfokus pada teknologi kimia pengolahan bahan alam dan energi secara berkelanjutan. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 1 (2024)" : 6 Documents clear
Pengaruh Metode Pengarangan dan Ukuran Partikel Terhadap Kualitas Briket Cangkang Kelapa Sawit: Effect of Combustion Method and Particle Size on the Quality of Palm Shell Briquettes Shintawati, Shintawati; Ermaya, Dewi; Wulandari, Yeni Ria; Sukaryana, Yana; Fernando, Riki
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2024.008.01.03

Abstract

Salah satu sumber energi terbarukan adalah biomassa. Biomassa merupakan bahan organik yang umumnya berasal dari tanaman. Briket bioarang merupakan bahan bakar padat dan berasal dari biomassa yang diarangkan terlebih dahulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh metode pengarangan dan ukuran partikel terhadap kualitas briket.  Penelitian ini menggunakan metode pengarangan torefaksi pada suhu 200°C, 300°C dan pengarangan manual. Ukuran partikel arang divariasikan 20 dan 40 mesh. Parameter yang uji adalah kadar air, nilai kalor, kadar karbon terikat, kadar zat menguap, kadar abu, densitas dan laju pembakaran. Hasil penelitian menunjukkan tipe pengarangan torefaksi mampu meningkatkan kualitas briket melalui peningkatan nilai kalor, kadar karbon terikat dan menurunkan  kadar air serta zat menguap serta dihasilkannya produk asap cair sebanyak 48,5%. Kualitas briket hasil pengarangan torefaksi suhu 3000°C ukuran arang 20 mesh memenuhi mutu I SNI 01-6235-2000 dengan nilai kalor, kadar air masing-masing adalah 6841 kal/g, 3,52 % dan kadar karbon terikat, zat menguap, abu, densitas serta laju pembakaran masing-masing adalah 50,06%, 37,59%,  8,13%,  1,71 g/cm3, 0,076 g/menit
Pemanfaatan Cangkang Kerang Darah Sebagai Katalis dan Filter Rokok Sebagai Adsorben Dry Washing dalam Pembuatan Biodiesel Minyak Kesambi: Kesambi Oil, Blood Clam Shell Waste and Cigarette Filters are Materials That are Abundantly Available, Have Low Economic Value And Are Waste In Society Rohmadini, Fira; Syarif, Mesbahul; Kadhafi, Abu; Susmiati, Yuana
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2024.008.01.02

Abstract

Minyak kesambi, limbah cangkang kerang darah dan filter rokok adalah bahan yang ketersediaanya cukup melimpah, bernilai ekonomi rendah dan sebagai limbah di masyarakat. Ketiga limbah tersebut dapat dijadikan sebagai bahan baku biodiesel pada proses Transesterifikasi dan pemurnian. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan dan menganalisis variasi katalis cangkang kerang darah dan adsorben puntung rokok serta, membandingan kualitas biodiesel yang paling optimal (menghasilkan rendemen tertinggi) berdasarkan SNI 7182:2015. Metode yang digunakan pada penelitian ini terdiri atas pengujian FFA, proses degumming, esterifikasi, transesterifikasi dan pemurnian. Pada proses Transesterifikasi dilakukan penambahan katalis dengan rentang 2-6% m/v dan 75% metanol sedangkan, pada proses pemurnian ditambahkan adsorben arang aktif filter rokok pada rentang 5-10% m/v. Data yang didapatkan dilakukan analisis statistik metode Response Surface Methodology (RSM) Central Composite Design (CCD). Berdasarkan analisis statistik didapatkan persamaan model linear dan tidak terdapat titik optimum dan minimum. Pada penelitian ini juga memperoleh rendemen biodiesel tertinggi sebesar 73,33% pada konsentrasi katalis 6% m/v dan adsorben 5% m/v. Karakteristik kualitas biodiesel yang dihasilkan beberapa sudah sesuai dengan standar SNI.
Identifikasi Potensi Penambahan Limbah Batu Bara sebagai Penyedia Hara Pertumbuhan Tanaman Cabai: Identify the potential for adding coal waste as a provider of nutrients for chili plant growth Suri, Nabilah Atika; Rieswana, Yuried Diilan; Aisah, Aisah; Nandini, Atika; Fansuri, Hamzah; Nurherdiana, Silvana Dwi
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2024.008.01.04

Abstract

Fly ash sebagai limbah pembakaran batu bara memiliki beragam kandungan senyawa utama seperti CaO, SiO2, Al2O3, Fe2O3, MgO, MnO, Na2O, K2O dan sebagian logam berat. Limbah sekam padi mencapai 20-30% dari gabah yang dihasilkan dan belum termanfaatkan secara optimal oleh petani. Oleh karena itu, pemanfaatan campuran fly ash dan sekam memerlukan kajian lebih lanjut sebagai inovasi produk pembenah tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pemanfaatan fly ash dan sekam padi menjadi pembenah tanah atau pupuk berbasis ramah lingkungan. Fly ash dicampurkan pada komponen organik seperti sekam bakar, kotoran kambing dengan komposisi yang berbeda. Produk yang diperoleh selanjutnya diletakkan pada tanah tumbuhan cabai melalui metode sebar 0.5 g pada 1.5 kg tanah. Pengujian dilakukan pada tanah terkait nilai derajat keasaman, kelembaban dan pertumbuhan tanaman cabai sebagai indikator adanya pengaruh penambahan fly ash pada pertumbuhannya. Hasil  limbah fly ash dapat dimanfaatkan sebagai pembenah tanah dengan kisaran derajat keasaman antara 6,5 hingga 8,5 fly ash dengan kandungan nitrogen 0,49%, fosfor 0,18%, kalium 0,6% dengan nilai karbon 6,9% dan rasio C/N 14,08. Kondisi tersebut baik bagi tanah untuk tanaman cabai. Penambahan tinggi meningkat pada hari ke 1 hingga 9, sedangkan lebar daun cenderung tetap pada hari ke 3 hingga 9.
Perbandingan Microwave Steam Distillation dan Microwave Steam Diffusion pada Ekstraksi Citronella Oil: The Comparison between Microwave Steam Distillation and Microwave Steam Diffusion in Extraction of Citronella Oil Putra , Sandy Buana; Zamzami, Muhammad Rifqy; Pujiastuti , Caecilia; Erliyanti, Nove Kartika; Panjaitan, Renova
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2024.008.01.05

Abstract

Pengambilan minyak atsiri serai wangi dapat dilakukan dengan berbagai jenis metode ekstraksi. Metode ekstraksi yang digunakan dapat mempengaruhi kuantitas produk minyak atsiri yang didapatkan. Metode ekstraksi nonkonvensional memberikan efisiensi dan efektivitas yang baik. Salah satu metode ekstraksi nonkonvensional adalah Microwave Assisted Extraction (MAE). Metode MAE memiliki banyak pengembangan seperti Microwave Steam Distillation (MSD) dan Microwave Steam Diffusion (MSDf). Pada penelitian ini, metode MSD dan MSDf dikaji dengan membandingkan hasil ekstraksi minyak serai wangi yang diperoleh dengan metode MSD dan MSDf yang menerapkan teknik ekstraksi Chouhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yield minyak serai wangi yang diekstrak dengan metode MSD lebih tinggi dibandingkan yield hasil ekstraksi dengan metode MSDf baik itu pada metode dengan atau tanpa penerapan teknik ekstraksi Chouhan, dimana yield tertinggi diperoleh pada metode MSD kombinasi penggunaan teknik Chouhan dengan nilai sebesar 3,2% (b/b). Analisis indeks bias dan warna produk minyak serai wangi yang diperoleh pada metode MSD dan MSDf dengan atau tanpa penerapan teknik Chouhan secara garis besar telah memenuhi SNI. Adapun hasil pengujian Gas Chromatography Mass Spectrometry (GCMS) menunjukkan bahwa komponen utama dalam minyak serai wangi hasil ekstraksi dengan metode MSD dan MSDf adalah sama yaitu geraniol dengan persentase pada masing-masing metode secara berurutan adalah 48,52% dan 46,82%.
Ultrasound Microwave Assisted Extraction On Citronella Leaves Using Ionic Solvent: Ultrasound Microwave Assisted Extraction Pada Daun Serai Wangi Menggunakan Pelarut Ionik Wicaksono, Akhmad Permadi; Afandi, Fadila Ardiansyah; Pujiastuti, Caecilia; Erliyanti, Nove Kartika; Panjaitan, Renova
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2024.008.01.06

Abstract

Leaves of citronella (Cymbopogon nardus L.) have pretty much essential oil. Essential oil from citronella leaves is generally extracted by conventional methods. Conventional method is still less effective. The problem can be overcome by using non-conventional methods in the form of UMAE (Ultrasound-Microwave Assisted Extraction). UMAE is an extraction process assisted by ultrasound and microwaves. NaCl solution can be used as a solvent in the UMAE method because NaCl has a large dielectric constant. The aim of this study was to examine the effect of extraction time and the addition of salt on the yield and color of essential oils produced using the UMAE. The extraction process begins with the raw material preparation stage, such as harvesting, size reduction, and drying. Then, pre-treatment was carried out using ultrasound for 5 minutes at 35oC with the addition of 2, 4, 6, 8, and 10% (w/v) salt. Pre-treatment results were followed by the extraction process using microwaves for 30, 45, 60, 75, and 90 minutes. The best results were obtained with the addition of 6% salt and 60 minutes of extraction time with a feed to solvent ratio of 0.1 with a yield of 1.975%. and the color is yellow.
Absorption Time and Temperature Effects on The Physical Chemical Properties of Refined Used Cooking Oil Using Bentonite and Carbon Bagasse Adsorbents: Pengaruh Temperature dan Waktu Absorpsi Terhadap Properti Fisik dan Kimia dari Minyak Goreng Bekas yang Dimurnikan Menggunakan Adsorben Bentonit dan Karbon Ampas Tebu Adhiksana, Arief; Febriyana, Qobid; Wahyudi, Wahyudi; Irwan, Muhammad; Tahir, Ramli; Fitriyana, Fitriyana; Kusyanto, Kusyanto; Oko, Syarifuddin
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2024.008.01.01

Abstract

Bentonite and carbon bagasse adsorbents are used to study the effects of temperature and absorption time on the physico-chemical properties of refined used cooking oil. Any extended use of outdated cooking oil will have an impact on the body's health since it causes fat cells to accumulate in various vital organs. Used cooking oil can be cleaned by using adsorbents like bentonite, bagasse, and activated carbon. This study investigated the effects of temperature and adsorption period on the purification results of used cooking oil using activated carbon adsorbents comprised of bagasse and bentonite. In this study, a factorial group randomised design was used. First, there is a 1:1 adsorbent to substrate ratio. Secondly, there are four adsorption temperature levels: 30°C, 60°C, 90°C, and 120°C. The third factor is adsorption time, which are: 30, 60, 90, and 120 minutes. Counting the quantity of acids, peroxides, and free fatty acids was one method of data analysis. The best results are obtained when used cooking oil is refined using activated carbon, bagasse, and bentonite at 120°C for 90 minutes of adsorption. The result is an acid number of 0.913, a peroxide number of 2.532, and a free fatty acid content of 0.459%.

Page 1 of 1 | Total Record : 6