cover
Contact Name
Alam Budiman Thamsi
Contact Email
alambudiman.thamsi@umi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
geomine@umi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Geomine
ISSN : 24432083     EISSN : 25412116     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geomine (JG) merupakan jurnal yang memuat artikel-artikel ilmiah yang mengkaji ilmu-ilmu dan pengembangan dalam bidang pertambangan, geologi dan geofisika. Jurnal Geomine (JG) memiliki No.ISSN : 2443-2083 (Cetak) dan No.ISSN : 2541-2116 (Online). Jurnal Geomine diterbitkan oleh Prodi Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia. Terbit 3 (tiga) kali dalam setahun pada Bulan April, Agustus dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 230 Documents
Karakteristik Alterasi dan Mineralisasi Endapan Emas Tipe Carlin pada Blok Yance dan Leon, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara Alyna Azarine; Muhammad Arba Azzaman; Arifudin Idrus
Jurnal Geomine Vol 9, No 3 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v9i3.1001

Abstract

Study of gold deposit in Mesel, Ratatotok, North Sulawesi has been conducted by numerous experts, but there has been no detailed research on other prospects near Mesel, like Yance and Leon where this study is conducted. The objectives of this study is to determine the differences in the characteristics of hydrothermal alteration and ore mineralization in the Yance and Leon Prospects. Core sample description, microscopic analyses (petrography, ore microscopy), X-Ray Diffraction, and SEM-EDX are the methods used to identify those characteristics. The results of these analyses indicate that limestone and collapse breccia controlled alteration and mineralization in this area. Hydrothermal alteration that are developed in this area are silicification, silica-calcite, illitesmectite- chlorite±calcite. Ore minerals are found as dissemination, replacement, and open-space fill, such as pyrite, arsenopyrite, realgar, orpiment, hematite, and goethite, with gangue minerals such as quartz, calcite, dolomite, gypsum, chlorite, kaolinite, illite, smectite, and rhomboclase. Analysis on mineral chemistry identify numerous elements, essentially Fe, S, As, Cu, Au, Ag, Sb, Cd, Co, and Ni where average Co content is higher than average Ni. The difference in characteristics between the two research sites is that the source rock of the Yance Block has limestone lithology and polymyctite breccia, while in the Leon Block the source rock is limestone. Alterations that have developed in the Yance Block include decalcification, silicification, silica-calcite, and illit-smectite-chlorite±calcite with replacement-type and open-space fillingmineralization, while in theLeon Block is silicification, silica-calcite. , and illite-smectite-chlorite±calcite with the dominant type of replacement mineralization. The ore minerals found in the Yance Block include pyrite, arsenopyrite, realgar, orpimen, hematite, goethite, while in the Leon Block they are pyrite and hematite.
Karakterisasi Kandungan Mineral dan Sifat Kerentanan Magnetik Pasir Besi Pantai Galesong Takalar Sulawesi Selatan Suriyanto Bakri; Alfian Nawir; Miftah Farid; Muhammad Idris Juradi; Firdaus F; Muhamad Hardin Wakila; Emi Prasetyawati Umar; Arif Nurwaskito; Abdul Salam Munir; Hasbi Bakri; Alam Budiman Thamsi
Jurnal Geomine Vol 9, No 3 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v9i3.1115

Abstract

Pasir besi adalah endapan pasir yang mengandung partikel besi yang terdapat di sepanjang pantai terbentuk karena proses penghancuran oleh cuaca, air dan gelombang terhadap batuan asal. Keterdapatan pasir besi di Pantai Galesong Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan cukup menjanjikan untuk dimanfaatkan namun belum pernah dilakukan karakterisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan mineral dan kerentanan magnetik pasir besi Pantai Galesong. Metode yang digunakan menggunakan analisis X-Ray Diffraction (XRD) dan X-Ray Fluorescence (XRF) untuk jenis dan kadar mineralnya dan pada penentuan kerentanan magnetik yaitu dengan menggunakan alat Magnetic Susceptibility Meter. Hasil penelitian menunjukkan pasir besi daerah penelitian tersusun dari mineral kalsium magnesium, kuarsa, hornblende, biotit, siderite, magnetit dan hematit dengan kadar Fe2O3 sampel SB-1 dan sampel SB-2 masing-masing yaitu 19,89% dan 17,32% dengan kerentanan magnetik antara 68,51 x 10-5 m3kg-1 – 151,06 x 10-5 m3kg-1.
Analisis Mineral Matter dan Kualitas Batubara Blok Batulaki Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan Rahmat Sira; Sufriadin Sufriadin; Sri Widodo; Asri Jaya
Jurnal Geomine Vol 9, No 3 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v9i3.960

Abstract

Sampel batubara dari Blok Batulaki, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan telah diteliti untuk mengetahui komposisi mineral dan kualitasnya. Analisis mineral matter dilakukan dengan menggunakan metode mikroskopis dan difraktometri sinar X ( (XRD), sedangkan untuk analisis kualitas batubara terdiri atas analisis proksimat, analisis total sulfur, dan analisis nilai kalori. Hasil analisis mineral matter memperlihatkan sampel batubara didominasi oleh kaolinit (Kln) yang diikuti oleh pirit (Py), kuarsa (Qz), kalsit (Cal), dan goetit (Gt). Hasil analisis proksimat, total sulfur, dan nilai kalori menunjukkan bahwa kualitas batubara Blok Batulaki termasuk kedalam kelembaban tinggi, kadar abu rendah, zat terbang tinggi, karbon padat menengah dan sulfur rendah. Rata-rata nilai kalori yaitu sebesar 5516,94 kal/gr mengindikasikan bahwa peringkat batubara Blok Batulaki tergolong dalam sub-bituminous coal.
Analisis Kualitas pH dan TSS Air Limbah Penambangan Bijih Nikel PT Prima Utama Lestari di Desa Ussu, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur Muhamad Karnoha Amir; Yogi La Ode Prianata; La Ode Dzakir; Aqsal Ramadhan Shaddad; Aldiyansyah Aldiyansyah; Muhammad Ilham Kadar
Jurnal Geomine Vol 9, No 3 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v9i3.1059

Abstract

Air merupakan elemen yang sangat penting bagi kehidupan manusia. keberadaan air perlu diperhatikan baik kuantitasmaupun kualitas air terutama pada kawasan sekitar area kegiatan pertambangan yang dapat berpotensi tercemar sehinggatidak layak di konsumsi. Penelitian ini akan berfokus untuk mengetahuikualitas mutu air berdasarkanpH dan TSS melalui pengujian kualitas air pada daerah sekitar lokasi penambangan bijih nikel PT. Prima Utama Lestariberupa pengambilan 4 sampel air meliputi air genangan dan air aliran. Uji laboratorium akan dilakukan pada UPTD Laboratorium Lingkungan DLH PemKab Luwu Timur Sulsel.Berdasarkan kimiawi air dan standar baku mutu yang dinyatakan olehPermen LH No.09 thn. 2006, PERMENKES No 32 Thn2017 dan PERMENKES No. 492 thn 2010 disimpulkan bahwa air aliran kegiatan pertambangan pada S1 dan S2 serta air genangan pada E2 sesuai kondisi pH(pH = S1(6.24), S3(6.73) dan E2 (6.52)) dan TSS (TSS = S1(8,2), S3(12) dan E2 (5.1)) berada diabang dan di bawah batas baku mutu yang telah ditetapkan. Kemudian untuk air genangan E1 pH (5.85) tergolong asam lemah berada di bawah ambang batas baku mutu dan TSS (1.8) berada dibawah standar baku. Perpedaan kondisi air pada E1 dipengaruhi jenis batuan yang dilewati selama limpasan berlangsung. Dengan demikian, Air di sekitar kegiatan pertambangan tidak tercemari dan dapat digunakan sebagai air minum namun, tidak anjurkan untuk dikonsumsi.Air merupakan elemen yang sangat penting bagi kehidupan manusia. keberadaan air perlu diperhatikan baik kuantitasmaupun kualitas air terutama pada kawasan sekitar area kegiatan pertambangan yang dapat berpotensi tercemar sehinggatidak layak di konsumsi. Penelitian ini akan berfokus untuk mengetahuikualitas mutu air berdasarkanpH dan TSS melalui pengujian kualitas air pada daerah sekitar lokasi penambangan bijih nikel PT. Prima Utama Lestariberupa pengambilan 4 sampel air meliputi air genangan dan air aliran. Uji laboratorium akan dilakukan pada UPTD Laboratorium Lingkungan DLH PemKab Luwu Timur Sulsel.Berdasarkan kimiawi air dan standar baku mutu yang dinyatakan olehPermen LH No.09 thn. 2006, PERMENKES No 32 Thn2017 dan PERMENKES No. 492 thn 2010 disimpulkan bahwa air aliran kegiatan pertambangan pada S1 dan S2 serta air genangan pada E2 sesuai kondisi pH(pH = S1(6.24), S3(6.73) dan E2 (6.52)) dan TSS (TSS = S1(8,2), S3(12) dan E2 (5.1)) berada diabang dan di bawah batas baku mutu yang telah ditetapkan. Kemudian untuk air genangan E1 pH (5.85) tergolong asam lemah berada di bawah ambang batas baku mutu dan TSS (1.8) berada dibawah standar baku. Perpedaan kondisi air pada E1 dipengaruhi jenis batuan yang dilewati selama limpasan berlangsung. Dengan demikian, Air di sekitar kegiatan pertambangan tidak tercemari dan dapat digunakan sebagai air minum namun, tidak anjurkan untuk dikonsumsi.
Analisis Karakteristik Penetralan Fly Ash Batubara Terhadap Air Asam Dengan Metode Acid Buffer Characteristic Curve Mubdiana Arifin; Mohammad salman said; Firman Nullah Yusuf; Harwan Harwan; Citra Aulian Chalik; Sitti Ratmi Nurhawaisyah; Nurliah Jafar; Nur Asmiani; Andi Fahdli Heriansyah; Ansariah Ansariah; Agus A Budiman
Jurnal Geomine Vol 9, No 3 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v9i3.980

Abstract

Fly ash atau abu terbang batubara yang dihasilkan oleh sisa pembakaran batubara hanya dianggap sebagai limbah B3 dan sangat kurang dari segi pemanfaatan, pada penelitian sebelumnya diketahui bahwa fly ash ternyata memiliki sifat alkalinitas yang dapat menetralkan air asam tambang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik penetralan  fly ash batubara terhadap air asam . Untuk menganalisis karakteristik penetralan fly ash digunakan metode Acid Buffer Characteristic Curve (ABCC), metode ini menggunakan system titrasi asam HCl dan H2SO4 (0.5 Molar) kedalam sampel dengan jumlah 0,4 ml setiap satu kali titrasi dan titrasi akan terus dilakukan sampai dengan pH 2. Kandungan fly ash dominan terdiri dari silaka (SiO2) 40.13%, Alumunium oksida Al2O3) 13,71%, Kalsium oksida (CaO) 12.50%, Besi Oksida (FeO) 20%. Hasil uji static nilai Acid Neutralizing Capacity dari fly ash adalah 337,88 kgH2SO4/ton dan nilai NAPP -326 kgH2SO4/ton ini mengindikasikan sifat alkalinitas yang tinggi dari fly ash. Grafik ABCC menunjukan karakteristik penetealan pada fly ash kurang maksimal pada pH diatas netral karena kandungan CaO yang tidak terlalu besar sehingga kapasitas buffer pada range pH tersebut tidak maksimal berbeda dengan karakteristik penetralan pada  pH dibawah netral (6-3) fly ash sangat baik pada range pH tersebut karena kandungan gypsum, magnesium, dan alumunium oksida yang bereaksi pada range pH tersebut. Dari hasil pengujian ABCC mendeskripsikan bahwa karakteristik penetralan pada fly ash cukup baik tetapi memiliki kapasitas penyangga (buffer capacity) yang kecil pada pH 7-10.
Analisis Karakteristik Mineralogi dan Geokimia Berdasarkan Zona Profil Endapan Nikel Laterit (Studi Kasus: Blok X PT Ang and Fang Brother, Site Lalampu, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah Asran Ilyas; Agung Rian Pasolo; Sri Widodo
Jurnal Geomine Vol 10, No 1 (2022): Edisi April 2022
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v10i4.1165

Abstract

Regionally, the study area is located in the Ophiolite Belt of East Sulawesi, particularly in the Tomata Formation (Tmpt), and is composed of igneous rock distribution in the Ultramafic Complex (Ku). The exposed of ultramafic rocks, caused the study area to contain elements of economic value such as nickel. The study aims to identify the constituent minerals, determine the abundance of elements and compounds, as well the correlation of major and minor elements and compounds based on the profile zone of laterite nickel deposits. Study data were in the form of soil and rock samples, and drilling data as many as 59 points. The mineral content of the study results was obtained based on the analysis of X-ray Diffraction and Petrography, while the univariate and bivariate statistical analysis was carried out on the drilling data. The results of the analysis obtained assemblages of minerals in the form of goethite, hematite, chlorite, and quartz in the limonite zone; antigorite, enstatite, chlorite, quartz, and magnetite in the saprolite zone; and lizardite, enstatite, spinel, and magnetite in the bedrock zone, with the bedrock type being serpentinized harzburgite. The results of the descriptive analysis showed the grade of major elements and compounds, which are Fe, SiO2, MgO, and Al, as well as minor elements, which are Ni, Cr, Co, Ca, and Mn which varied in each zone, where grade of SiO2, MgO, and Ca increased to the bottom of the profile, and the grade of Fe, Al, Cr, Mn, and Co decreased towards the bottom of the profile, while Ni increased to the saprolite zone. The results of the correlation of elements and compounds in the limonite zone are Cr vs Mn; SiO2 vs MgO and Ca; Ni vs Co and Cr; Fe vs Co positive is very strong to strong correlation, while Fe vs SiO2, MgO vs Al; Al vs Ni is strong negative correlation. Saprolite zone Fe vs Al, Cr, and Co; Cr vs Mn and Co; Mn vs Co; SiO2 vs MgO; Fe vs Mn; Al vs Cr, Mn, and Co were very strong to strong positive correlation, while Fe vs SiO2 and MgO; SiO2 vs Co; MgO vs Cr and Co; SiO2 vs Al, Cr, and Mn; MgO vs Al and Mn were very strong to strong negative correlation. Bedrock zones of Fe vs Cr, Mn, and Co; Cr vs Mn; Fe vs Al; Co vs Al, Cr, and Mn were very strong to strong positive correlation, while MgO vs Fe and Cr were strongly negative correlation.
Analisis Potensi Kekuatan Material Tanah pada Jalan Angkut Tambang Bauksit PT XXX Kabupaten Ketapang Syarifah Aqla; Idris Herkan Afandi Herkan Afandi; Sartika Sartika; Herman Herman
Jurnal Geomine Vol 10, No 1 (2022): Edisi April 2022
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v10i4.1137

Abstract

Kondisi jalan angkut memiliki peranan penting untuk mempermudah operasi alat angkut serta dapat mengefisienkan waktu pengangkutan dalam produksi tambang bauksit di PT XXX Kabupaten Ketapang. Tanah sebagai material di jalan tambang memiliki potensi kekuatan sebagai daya pendukung untuk menahan beban kendaraan yang berada di atasnya. Pada jalan tambang, apabila kekuatan material tanah tidak lebih besar dari beban alat angkut maka dapat mengakibatkan alat angkut tidak beroperasi maksimal dan dapat menurunkan produksi penambangan bahkan dapat mengakibatkan kecelakaan kerja. Tujuan penelitan ini adalah (1) untuk mengetahui karakteristik tanah di jalan angkut tambang bauksit, (2) mengetahui persentase potensi kekuatan tanah berdasarkan uji California Bearing Ratio (CBR), serta (3) memberikan tahapan rekomendasi untuk meningkatkan kekuatan tanah di jalan angkut tambang bauksit PT XXX Kabupaten Ketapang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Data penelitian terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil uji sifat fisik tanah dan uji CBR di laboratorium. Sedangkan data sekunder terdiri dari gambaran lokasi penelitian serta dari referensi penelitian terdahulu sebagai data pendukung untuk memperkuat analisis dan pembahasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah di jalan angkut tambang bauksit PT XXX memiliki karakteristik yang baik secara umum sebagai tanah dasar (subgrade). Nilai persentase CBR desain paling rendah adalah sampel pertama (SA-T1) dengan nilai CBR desain sebesar 2,50% dan termasuk dalam tingkatan kelompok tanah sangat buruk (very poor). Sedangkan sampel SA-T2 dan SA-T3 yang memiliki nilai CBR desain masing-masing sebesar 14,00% dan 10,00% termasuk dalam tingkatan kelompok tanah buruk sampai cukup baik (poor to fair). Menurut kegunaannya, tiga sampel tanah tersebut dapat dijadikan sebagai lapisan tanah dasar (subgrade) di jalan angkut. Untuk meningkatkan kekuatan material tanah di jalan angkut tambang dapat dilakukan beberapa upaya perbaikan, diantaranya dengan melakukan pemadatan (compacting) dan stabilisasi tanah.
Pendugaan Keberadaan Bauksit Laterit di Sebagian Wilayah Gunung Tanjunggangse Menggunakan Metode Geolistrik Tahanan Jenis Konfigurasi Dipol-dipol Mathali'ul Anwar; Yudha Arman; Muhardi Muhardi
Jurnal Geomine Vol 10, No 1 (2022): Edisi April 2022
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v10i4.1002

Abstract

An estimation of the presence of bauxite in a part of Mount Tanjunggangse, Kendawangan District, Ketapang Regency has been carried out. The geoelectric method of resistivity dipole-dipole configuration with 5 measurements was used to investigate the presence of bauxite later. The length of each measurement is 141 m with a distance between the electrodes of 3 m. The data obtained were processed using the Res2Dinv software. The results showed that the appropriate species boundary values of 279.57 - 6.552 Ωm were interpreted as bauxite, a value of 6.552 - 25.172 Ωm was interpreted as saprolite, and a value of 25.172 - 161.244 Ωm was interpreted as sandstone.
Analisis Pemanfaatan Briket Tempurung Kenari Sebagai bahan Bakar Nur Asmiani; Alfian Nawir; Muhammad Ainul Az; Suriyanto Bakri; Agus A Budiman; Firman Nullah Yusuf
Jurnal Geomine Vol 10, No 1 (2022): Edisi April 2022
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v10i4.1143

Abstract

Walnuts is one of the bio-masses whose quantity is quite abundant but its use has not been optimized. One of them is the walnut shell as one of the fuel replacement solutions which is increasingly thinning. This study aims to produce walnut shell briquettes that have economic value and are able to replace or equal to coal briquettes. The briquettes are grouped in 3 samples. Sample I with a composition of 100% walnut shell, sample II with a composition of 50%: 50% between shell walnuts with coal while sample III with a composition of 100% coal. Furthermore, for samples with walnut shell compositions, sample I and sample II are divided into 3 sizes, namely mesh 28, mesh 65 and mesh 80. In the first sample is a benchmark for samples II and III that will be seen by each composition they have like nilia calories, ash content, total sulfur flying content and water content. The process of making briquettes with 250 gr walnut shell composition, 50 gr tapioca flour and 100 ml water. From the results of this study, the authors get the results that canary shell briquettes are able to compete and replace coal briquettes can be seen in the grain size of 65 walnut shell briquettes.
Pengaruh Fraksi Ukuran dan pH Pada Flotasi Mineral Sulfida Subandrio Subandrio; Christin Palit; Irfan Marwanza; Emmy Fatmi B. I.; Muhammad Idris Juradi
Jurnal Geomine Vol 10, No 1 (2022): Edisi April 2022
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v10i4.978

Abstract

The ore used in this study is galena ore (PbS) which is a type of sulfide mineral. In this experiment, several variations of important variables were carried out. The variables that were varied namely: feed size fraction with a range of 140 - 325 mesh (105 - 44 microns), pulp pH between 7 – 11, and retention time between 3 - 8 minutes. The experimental results show that the smaller the feed size, the Pb content (%) tends to increase, For the pH of the pulp, the best Pb content was at pH 9.5. The higher the pH the bubbles formed tended to be stable so that the material was perfectly lifted to the surface. The best flotation time was obtained at 6.5 minutes. Retention time greatly affects the effectiveness of the reagents used in the flotation process. Best on experiments, The best condition is at the size of -200 + 230 mesh, pH of the pulp 9,5 with retention time 6,5 minutes with a Pb content of 27%.