cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
Mohammad Fauziddin
Phone
+6282285580676
Journal Mail Official
jurnalobsesi@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai Nomor 23 Bangkinang Kota Kabupaten Kampar Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : 23561327     EISSN : 25498959     DOI : https://doi.org/10.31004/obsesi
Core Subject : Education,
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini is an peer-reviewed journal dedicated to interchange for the results of high quality research in all aspect of early childhood educatuion. The journal publishes state-of-art papers in fundamental theory, experiments and simulation, as well as applications, with a systematic proposed method, sufficient review on previous works, expanded discussion and concise conclusion. As our commitment to the advancement of science and technology, the Jurnal Obsesi follows the open access policy that allows the published articles freely available online without any subscription.
Articles 2,799 Documents
Hubungan antara Interaksi Sosial, Teman Sebaya, dan Perkembangan Bahasa Anak melalui Play-Based Learning Prihatiningsih, Meilania Indah; Apriyansyah, Chandra; Priyanti, Nita; Sukatmi, Sri; Ismail, Mazeni
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 5 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i5.7508

Abstract

Perkembangan bahasa anak usia dini menjadi aspek fundamental dalam membentuk kemampuan berpikir, berkomunikasi, dan berinteraksi sosial, namun kenyataannya masih banyak anak yang mengalami keterlambatan bahasa terutama di lingkungan multikultural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan Play-Based Learning terhadap keterampilan berbahasa anak usia dini di PAUD YPJ Tembagapura. Subjek penelitian terdiri atas guru dan anak-anak yang berasal dari latar belakang suku dan budaya yang beragam. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kegiatan bermain, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Play-Based Learning secara signifikan memperkaya kosakata anak, meningkatkan kemampuan membentuk struktur kalimat, serta memperkuat keterampilan komunikasi dengan teman sebaya. Permainan imajinatif juga terbukti menumbuhkan kreativitas berbahasa, kepercayaan diri, serta etika komunikasi. Guru berperan penting sebagai fasilitator melalui scaffolding, arahan, dan integrasi nilai keberagaman. Simpulan penelitian menegaskan bahwa interaksi sosial dalam konteks bermain merupakan faktor kunci pengembangan bahasa anak usia dini, dengan implikasi praktis perlunya penguatan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran berbasis bermain di lingkungan multikultural.
Pengembangan Puzzle Geometri sebagai Media Dukung Pengalaman Eksploratif pada Anak Usia 5-6 Tahun Mutiarasari, Eliana; Fitriani, Yulianti; Arzaqi, Roby Naufal
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7476

Abstract

Terbatasnya media pembelajaran alternatif di PAUD yang mampu mengintegrasikan pengenalan bentuk geometri dengan pengembangan kreativitas, kemampuan kognitif, dan motorik halus anak menjadi dasar penelitian ini. Tujuan penelitian adalah mengembangkan media Puzzle Geometri sebagai alat pembelajaran inovatif bagi anak usia 5–6 tahun untuk mendukung pengalaman belajar yang eksploratif dan menyenangkan. Penelitian menggunakan model pengembangan Borg & Gall yang meliputi enam tahap: analisis kebutuhan, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba terbatas, revisi, dan uji coba luas. Subjek penelitian adalah 16 anak kelompok B di TKN Cipocok Jaya Kota Serang. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, serta angket validasi dari ahli bahasa, materi, dan media. Hasil validasi menunjukkan bahwa media Puzzle Geometri memenuhi kriteria sangat layak, dan hasil uji coba lapangan memperlihatkan peningkatan signifikan dalam keterlibatan, kreativitas, koordinasi tangan, serta pemahaman anak terhadap bentuk geometri. Temuan ini mengindikasikan bahwa media Puzzle Geometri efektif sebagai sarana pembelajaran berbasis bermain yang mampu mengoptimalkan perkembangan kognitif dan motorik halus anak usia dini.
Program Keagamaan di Sekolah Inklusi untuk Pembinaan Akhlak ABK Sabrina, Nadhilah Nur; Fakhruddin, Agus; Budiyanti , Nurti
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7541

Abstract

Pembinaan akhlak bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di sekolah inklusi masih menghadapi berbagai kendala, baik dari segi perilaku siswa yang belum sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai Islami maupun keterbatasan kurikulum yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan program keagamaan sebagai upaya pembinaan akhlak, mencakup pelaksanaan kegiatan, pendekatan yang digunakan, serta perkembangan akhlak anak. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilaksanakan pada bulan April hingga Agustus 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan satu kepala sekolah, satu guru PAI, satu guru pedagogik, tujuh wali kelas, sembilan guru asisten, dan tiga orang tua peserta didik, kemudian observasi terhadap tujuh belas ABK, dan disertai studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber, teknik, dan member check untuk menjamin kredibilitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan akhlak dilakukan melalui program keagamaan seperti pembiasaan ibadah harian, pembelajaran Al-Qur’an dengan metode Tilawati, tadabbur Al-Qur’an, serta kisah teladan yang diterapkan secara adaptif sesuai kebutuhan anak. Program-program tersebut berkontribusi pada perubahan perilaku siswa dalam aspek kedisiplinan beribadah, kepedulian terhadap sesama, dan kepedulian terhadap lingkungan. Penelitian ini memberikan manfaat praktis bagi pembinaan akhlak di sekolah inklusif serta memperkuat secara teoretis pentingnya pembiasaan dan penyesuaian pendekatan belajar sesuai karakteristik peserta didik.
Penerapan Articulate Storyline untuk Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Tingkat Sekolah Dasar Anggreini, Widya Febri; Ittaqwa, Ittaqwa; Rihlah, Jauharotur; Vai, Aref; Kuswanto, Cahniyo Wijaya; Rosyidah, Thifal
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan multimedia interaktif Articulate storyline dalam meningkatkan keterampilan menyimak siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan di kelas V SDN [nama sekolah/sebutkan jika relevan], dengan jumlah peserta didik sebanyak 32 orang.  Penelitian dilakukan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari dua pertemuan. Teknik analisis data menggunakan persentase ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I, hanya 28,13% peserta didik yang mencapai ketuntasan, meskipun terjadi peningkatan dari pertemuan pertama (59,89%) ke pertemuan kedua (65,15%). Pada siklus II, terjadi peningkatan signifikan: 71,80% peserta didik mencapai ketuntasan dengan rata-rata capaian 83,30%. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan Articulate storyline efektif dalam meningkatkan keterampilan menyimak siswa. Perbaikan strategi pembelajaran melalui refleksi antar siklus berperan penting dalam pencapaian hasil yang optimal. Studi ini menyarankan bahwa penerapan dua siklus pembelajaran dapat mendukung pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Pancasila.  
Fostering Creativity Through Digital Art Activities in ScratchJr for Kindergarten in Indonesia Hardiyanti, Widya Dwi; Prayitno, Prayitno; Fuadah, Puteri Annisa Tsamrotul
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7181

Abstract

This study aims to describe the process of digital art activities through ScratchJr to develop creativity in early childhood. This study uses a qualitative approach with children aged 5-6 years at Nur Hidayah IT Kindergarten Surakarta. Data collection was carried out through documentation, observation, and interviews. Data analysis uses the qualitative descriptive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing or verification. The results of this study suggest that digital art activities, such as those facilitated by ScratchJr, can encourage children to think imaginatively through a simple coding process that is both creative and fun, leveraging technology. Based on the results of interviews with children's teachers who are allowed to learn using technology more enthusiastically, imagination games such as ScratchJr can provide opportunities to think creatively, and children can freely express themselves with their creativity to make animations. Digital art activities through ScratchJr are recommended for early childhood learning, so that children can gain learning experiences using digital technology and stimulate creativity as a provision for the future.
Inovasi Pembelajaran Seni Musik Tifa Papua Berbasis 3R untuk Mengembangkan Kreativitas di TK Bhayangkari 04 Sentani Iryouw, Veronika; Pamungkas, Joko
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7218

Abstract

Kurangnya media pembelajaran yang inovatif dan kontekstual menghambat perkembangan kreativitas anak usia dini. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran seni musik tradisional tifa Papua berbasis konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk meningkatkan kreativitas anak. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan dilaksanakan di TK Kemala Bhayangkari 04 Sentani. Hasil menunjukkan bahwa pembuatan tifa dari bahan daur ulang mendorong anak lebih kreatif dalam merancang, mengeksplorasi bunyi, serta mengenal budaya Papua. Model ini mencakup lima tahapan: pengenalan, pembuatan, eksplorasi, kolaborasi, dan refleksi. Selain menumbuhkan kreativitas, model ini juga membentuk kepedulian lingkungan dan identitas budaya sejak dini. Pendekatan ini menjadi solusi pembelajaran seni yang relevan di satuan PAUD, khususnya di daerah dengan keterbatasan sumber belajar.
Perkembangan Bahasa dan Kognisi dalam Interaksi Verbal: Studi Kasus Anak 3 Tahun 8 Bulan Haerunisa, Zahra Fadillah; Bachari, Andika Dutha; Dallyono, Ruswan; Sunendar, Neidya Fahma
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7263

Abstract

Periode usia dini merupakan fase emas perkembangan anak, ketika otak berada pada tingkat plastisitas tertinggi. Interaksi dan stimulasi lingkungan pun sangat berpengaruh terhadap perkembangan mereka, terutama dalam aspek bahasa dan kognisi. Meskipun perkembangan bahasa telah banyak dikaji, masih jarang penelitian yang mengobservasi keterkaitannya dengan sisi kognitif anak. Penelitian ini bertujuan menyajikan analisis integratif antara perkembangan bahasa dan kognisi anak usia 3 tahun 8 bulan, sekaligus hubungannya dengan input dari lingkungan terdekat. Menggunakan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus, data diperoleh melalui dokumentasi interaksi anak dengan ibunya, serta wawancara singkat. Hasil menunjukkan bahwa anak telah memperlihatkan perkembangan yang sesuai dengan usianya, mencakup aspek bahasa (fonologi, sintaksis, semantik, dan pragmatik) dan kognisi (joint attention, collaborative interaction, dan gejala tahap praoperasional). Temuan juga menyoroti peran lingkungan verbal yang suportif, termasuk melalui strategi scaffolding, reinforcement, dan repetition. Penelitian ini dapat menjadi acuan dalam mempelajari pentingnya interaksi positif sebagai pendukung optimalisasi perkembangan anak usia dini.
Pengaruh kegiatan Kolase terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun di RA Alkhairaat Dupa Indah Anwar, Hijrah Fani; Agusniatih, Andi; Setianingsih, Hesti Putri; Nur Zuama, Shofiyanti
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7361

Abstract

Aktivitas membuat karya seni dengan menggabungkan beragam komponen dalam satu wadah disebut dengan kegiatan kolase. Fokus utama dari kegiatan ini yaitu mendorong perkembangan motorik halus anak. Metode penelitian mengimplementasikan eksperimen berbasis post-test dan pre-test dengan sasarannya satu kelompok, dan data yang sudah didapatkan akan dianalisis dengan menerapkan uji normalisasi dan hipotesis berbentuk paired sample t-test. Berdasarkan analisis data didapatkan perkembangan motorik halus anak yang meningkat secara signifikan, dimana hal ini terbukti dari adanya perbedaan kemampuan motorik setelah dan sebelum kegiatan kolase. Sehingga bisa ditarik kesimpulan yaitu kegiatan kolase memengaruhi perkembangan motorik halus anak dan kegiatan ini bisa menumbuhkan kreativitas anak selama tahap pembelajaran.  
Memahami Komunikasi Orang Tua dan Anak Penyandang Disabilitas melalui Co-Cultural Theory di Konteks Sosial Inklusif: A Literature Review Aurellia, Cindy; Amaranggana, Nasya Putri; Irwansyah, Irwansyah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7387

Abstract

Tinjauan literatur ini bertujuan untuk memahami dinamika komunikasi antara orang tua dan anak penyandang disabilitas melalui perspektif Co-Cultural Theory, yang digunakan sebagai kerangka untuk menganalisis strategi komunikasi orang tua yang berada dalam posisi minoritas di tengah masyarakat dominan. Studi ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, melalui penelusuran artikel di basis data Scopus menggunakan kata kunci “disability AND child AND parents AND communication”. Dari 2.792 dokumen yang ditemukan, 35 artikel diseleksi secara manual berdasarkan relevansi, fokus pada komunikasi keluarga dan serta penerapan Co-Cultural Theory. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi keluarga yang terbuka, suportif, dan positif berperan penting dalam mendukung perkembangan sosial, kognitif, dan emosional anak penyandang disabilitas. Strategi komunikasi dipengaruhi oleh faktor internal (emosi, ketahanan psikologis, pola asuh) dan eksternal (stigma sosial, minimnya dukungan formal). Studi ini menawarkan kontribusi teoretis dengan menerapkan Co-Cultural Theory dalam konteks komunikasi keluarga dengan anak disabilitas, suatu pendekatan yang masih jarang digunakan di literatur Indonesia. Penelitian lanjutan disarankan untuk mempertimbangkan keragaman latar belakang sosial, ekonomi, dan struktur keluarga untuk memperluas pemahaman tentang praktik komunikasi yang inklusif.
Pengaruh Kegiatan 3M (Mewarnai, Menggunting, Menempel) terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Asih, Karti; Durrotunnisa, Durrotunnisa; Amrullah, Amrullah; Nurhayati, Nurhayati
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7526

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kegiatan 3M (mewarnai, menggunting, dan menempel) terhadap kemampuan motorik halus anak usia dini di kelompok B7 TK Negeri Pembina Kota Palu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental tipe one-group pretest–posttest. Subjek penelitian berjumlah 15 anak yang mengikuti intervensi selama tiga minggu (5–26 Februari 2024) dalam 15 sesi pembelajaran individual berdurasi 120 menit per hari. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan rubrik penilaian yang menilai tiga aspek motorik halus—kelenturan, kekuatan, dan ketepatan—dengan skala BB, MB, BSH, dan BSB. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan secara statistik pada kemampuan motorik halus anak setelah penerapan kegiatan 3M. Meskipun demikian, desain tanpa kelompok kontrol tidak memungkinkan penarikan kesimpulan kausal yang kuat. Secara keseluruhan, kegiatan 3M menunjukkan efektivitas tinggi dalam menstimulasi koordinasi visual-motorik, kekuatan otot jari, serta ketepatan gerak melalui aktivitas bermain yang menyenangkan dan sesuai dengan karakteristik belajar anak usia dini.