cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
Mohammad Fauziddin
Phone
+6282285580676
Journal Mail Official
jurnalobsesi@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai Nomor 23 Bangkinang Kota Kabupaten Kampar Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : 23561327     EISSN : 25498959     DOI : https://doi.org/10.31004/obsesi
Core Subject : Education,
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini is an peer-reviewed journal dedicated to interchange for the results of high quality research in all aspect of early childhood educatuion. The journal publishes state-of-art papers in fundamental theory, experiments and simulation, as well as applications, with a systematic proposed method, sufficient review on previous works, expanded discussion and concise conclusion. As our commitment to the advancement of science and technology, the Jurnal Obsesi follows the open access policy that allows the published articles freely available online without any subscription.
Articles 2,981 Documents
Peningkatan Kosakata Bahasa Inggris Anak Usia Dini : Permainan I Spy Berbasis Scaffolding Indi Rosyidah Nurhidayati; Juariyah Trianingsih; Ai Sopa Sopiah; Nyi Ratu Nuraini; Ela Nurlaela; Yunia Aspiani; Euis Siti Aisyah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8688

Abstract

Kemampuan kosakata bahasa Inggris anak kelompok B pada tema hewan masih rendah karena pembelajaran belum melibatkan anak secara aktif. Penelitian ini bertujuanInggris menguji efektivitas permainan I Spy with My Little Eye berbasis bilingual scaffolding untuk meningkatkan kosakata bahasa Inggris tema hewan. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart pada 18 anak kelompok B dalam dua siklus, dengan data dikumpulkan melalui lembar observasi terstruktur dan dianalisis secara deskriptif kuantitaif . Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan kosakata dari 62,5% pada Siklus I menjadi 84,7% pada Siklus II, serta peningkatan partisipasi anak dari 55,6% menjadi 84,7%, dengan peningkatan tertinggi pada keberanian menyebutkan kosakata. Pemberian clue secara bertahap dan pelibatan anak sebagai pemberi clue mendorong anak menjadi pelaku aktif dalam produksi bahasa. Dengan demikian, permainan I Spy berbasis scaffolding efektif meningkatkan kosakata bahasa Inggris anak usia dini.
Menyeimbangkan Waktu Layar dan Perkembangan Holistik pada Pendidikan Anak Usia Dini: Sebuah Tinjauan Praktik Pembelajaran Digital Nindia Lu'luil Maknun; Rusi Novi Safitri; Zaerul Ikhwanudin
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8699

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah praktik pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sekaligus menimbulkan tantangan terkait penggunaan screen time dan perkembangan holistik anak. Penelitian ini bertujuan meninjau praktik pembelajaran digital di PAUD serta mengidentifikasi strategi untuk menyeimbangkan penggunaan teknologi dengan perkembangan kognitif, sosial-emosional, bahasa, fisik, dan moral anak. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah artikel ilmiah terindeks Scopus dan SINTA yang diterbitkan pada 2017–2026. Literatur dianalisis melalui tahap identifikasi, penyaringan, penilaian kualitas, dan sintesis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi digital yang sesuai usia, terarah, dan didampingi dapat meningkatkan minat belajar, kreativitas, kemampuan membaca dasar, dan pemecahan masalah. Sebaliknya, penggunaan layar secara berlebihan berpotensi mengurangi aktivitas fisik, interaksi sosial, kemampuan regulasi emosi, dan perkembangan bahasa. Oleh karena itu, penerapan teknologi dalam PAUD perlu diimbangi dengan pengaturan durasi screen time, aktivitas bermain aktif, pendampingan guru dan orang tua, serta pemilihan konten digital yang berkualitas dan sesuai tahap perkembangan. Teknologi perlu ditempatkan sebagai sarana pendukung pembelajaran, bukan pengganti pengalaman belajar nyata, untuk mendukung perkembangan anak secara holistic.
Analisis Mediasi Kehangatan Orang Tua dalam Gaya Pengasuhan Terhadap Karakter Kedisiplinan Anak Usia Dini Devi Rosidah; Santi Lisnawati; Intan Nuramadani; Marlina; Nurul Wilda Habibbah; Zahra Nurhaerani
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8709

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola asuh orang tua terhadap karakter kedisiplinan anak serta menguji peran mediasi kehangatan orang tua di MT Baitul Qiroah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Sampel penelitian berjumlah 33 anak usia dini yang ditentukan melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dan analisis mediasi PROCESS Hayes Model 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh orang tua berpengaruh positif dan signifikan terhadap karakter kedisiplinan anak (p = 0,001), dengan kontribusi sebesar 28,2%. Namun, pola asuh orang tua tidak berpengaruh signifikan terhadap kehangatan orang tua, dan kehangatan orang tua tidak berpengaruh signifikan terhadap karakter kedisiplinan anak. Hasil analisis mediasi juga menunjukkan bahwa kehangatan orang tua tidak memediasi hubungan antara pola asuh orang tua dan karakter kedisiplinan anak. Dengan demikian, penguatan karakter kedisiplinan anak lebih perlu diarahkan pada penerapan pola asuh yang konsisten, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak. Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi orang tua dan lembaga pendidikan dalam mengembangkan praktik pengasuhan yang mendukung pembentukan kedisiplinan anak sejak dini.
Komponen dan Manifestasi Metakognisi pada Anak Prasekolah–Sekolah Dasar sebagai Trayektori Kontinu: Scoping Review Izzuliyah Nur Baitullah; Nur Ainy Fardana; Nono Hery Yeonanto
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8710

Abstract

Metakognisi merupakan konstruk fundamental dalam perkembangan kognitif anak, namun pemetaan komprehensif tentang komponen dan manifestasinya pada anak usia prasekolah dan sekolah dasar masih terbatas. Scoping review ini bertujuan memetakan: (1) komponen metakognisi, serta (2) manifestasi metakognisi dalam perilaku dan konteks belajar anak usia prasekolah dan sekolah dasar. Metode mengacu pada panduan JBI dengan pelaporan PRISMA-ScR, dan data dianalisis menggunakan sintesis tematik terhadap 20 artikel final yang diterbitkan 2017–2025 dengan rentang usia partisipan 3–10 tahun. Hasil menunjukkan metakognisi sebagai konstruk multidimensional: monitoring metakognitif teridentifikasi pada seluruh 20 artikel sebagai komponen paling konsisten, kontrol/regulasi metakognitif pada 14 artikel, dan pengetahuan metakognitif pada 6 artikel sebagai komponen paling lambat berkembang. Manifestasi metakognisi bersifat multimodal (verbal, nonverbal, domain tugas akademik), dengan modalitas nonverbal mendominasi pada anak prasekolah. Temuan ini mengimplikasikan perlunya fasilitasi metakognisi sejak usia dini dan pengembangan instrumen pengukuran berbasis perilaku yang sensitif terhadap kapasitas perkembangan anak lintas trayektori PAUD-SD.
Media Interaktif KUSUKA: Pendekatan Game-Based Learning untuk Keterampilan Menyusun Kalimat Tunggal Murid Tunarungu Ratrika Cinta Angela de Merici; Hermanto Hermanto
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8712

Abstract

Hambatan pemahaman sintaksis pada murid tunarungu fase B berdampak pada kesulitan menyusun kalimat tunggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media interaktif KUSUKA berbasis game-based learning untuk meningkatkan keterampilan menyusun kalimat tunggal murid tunarungu fase B. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE pada murid tunarungu di Sekolah Luar Biasa. Pengumpulan data menggunakan angket, lembar validasi, dan tes hasil belajar yang dianalisis secara deskriptif serta uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media KUSUKA dinyatakan sangat layak oleh ahli materi, ahli media, dan praktisi. Penerapan media ini terbukti secara signifikan meningkatkan keterampilan menyusun kalimat tunggal murid tunarungu. Dengan demikian, media interaktif KUSUKA berbasis game-based learning efektif meningkatkan keterampilan menyusun kalimat tunggal murid tunarungu.
Model Penguatan Karakter Toleransi dan Tanggung Jawab melalui Pembelajaran Pendidikan Pancasila Priska Yuliana; Marzuki
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8717

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Pancasila dalam penguatan karakter toleransi dan tanggung jawab, menganalisis peran guru, serta menganalisis faktor penghambat dalam penguatan karakter toleransi dan tanggung jawab peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru Pendidikan Pancasila, serta siswa. Keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik, dengan analisis data menggunakan model interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Hubermas, meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penguatan karakter dilakukan secara terintegrasi melalui pembelajaran dikelas dan budaya sekolah, meliputi pembiasaan disiplin (ketepatan waktu), kegiatan religius (do’a bersama), diskusi kelompok serta kerja sama dalam tugas dan kegiatan kokurikuler. Peran guru terbukti sangat penting sebagai role model dalam penguatan nilai karakter melalui pembelajaran yang kontekstual dan partisipatif, melalui keteladanan sikap dan contoh nyata dilingkungan sekolah. Faktor penghambat utama penguatan karakter toleransi dan tanggung jawab meliputi pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi digital, perbedaan latar belakang keluarga dan lingkungan sosial siswa, keterbatasan waktu pembelajaran, serta rendahnya kesadaran sebagian siswa terhadap nilai tanggung jawab. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas penguatan karakter bergantung pada integrasi pembelajaran, konsistensi keteladanan guru dan dukungan lingkungan sekolah. Implikasinya, diperlukan penguatan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat serta pengembangan strategi pembelajaran kontekstual yang adaptif terhadap tantangan era digital.
Gender Power Relations, Emotional Regulation, and Family Resilience in Domestic Violence: A Systematic Review Melati Puspitajati Adikusuma; Imam Machali; Suyadi; Rohinah; Zahro Aulia; Khoirotin
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8719

Abstract

“Domestic violence” (DV) is a multidimensional phenomenon shaped by gender power imbalances, economic pressures, and individuals’ capacity for emotional regulation. This study analyzes the interrelationships among gender power dynamics, emotional regulation, and family resilience as both risk factors and protective factors for DV, and formulates their theoretical and practical implications. Using a systematic literature review approach guided by PRISMA, a total of 71 articles and books (2020–2025) from Google Scholar, Connected Papers, and Scispace were analyzed thematically following Braun and Clarke’s six-step method, with an interrater agreement of 0.93. The results indicate that patriarchal culture, economic pressure, and deficits in emotional regulation consistently increase the risk of physical, verbal, sexual, and economic violence, with emotional regulation serving as a mediator bridging structural factors and aggressive behavior. Conversely, family resilience—through open communication, adaptive coping, and social support—serves as a protective factor, although the effectiveness of women’s economic empowerment is context-dependent. These findings underscore the need for integrated interventions that combine psychoeducation, family economic empowerment, gender norm transformation, and inter-institutional synergy.
Interactive Flat Panels for Early Childhood Cognitive and Social Development: A Pedagogical Framework Warniati Meiyani; Agus Sriyanto; Elyaum Farihah; Fauziah Hasan
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8724

Abstract

This study aims to analyze the use of Interactive Flat Panels (IFP) in supporting early childhood development at Tunas Rimba II Walikukun Kindergarten. The study used a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation involving 3 teachers and 25 students aged 4–6 years. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions referring to the Miles and Huberman model. The results showed that the use of IFP increased children's engagement and motivation to learn through interactive visual media, with most students demonstrating noticeably higher active participation and sustained attention during IFP-based sessions compared to conventional teaching methods, while also contributing to cognitive development, fine motor skills, and social interaction. The main obstacle found was the limited competence of teachers in operating the technology. Therefore, adaptive learning strategies and strengthening of teachers' digital literacy are needed so that the use of IFP can run optimally
Studi Deskriptif di PSGGC Indonesia: Sikap Orang Tua terhadap Pendidikan Inklusi bagi Murid Berbakat Martha Sonya Kusumadewi; Patricia Lestari Taslim; Mar'atu Husnia Alfi; Adi Suseno
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8731

Abstract

Sikap orang tua merupakan salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan pendidikan inklusi bagi murid berbakat (gifted), namun kajian mengenai hal tersebut di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi sikap orang tua terhadap pendidikan inklusi bagi murid berbakat di PSGGC Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap enam orang tua murid berbakat yang tergabung dalam PSGGC Indonesia, telah terdiagnosis gifted, dan berdomisili di Yogyakarta, Klaten, serta Solo. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap orang tua mencakup aspek kognitif, afektif, dan konatif. Orang tua memiliki pemahaman mengenai karakteristik murid berbakat dan pendidikan inklusi, menunjukkan keyakinan dan harapan positif meskipun masih memiliki kekhawatiran terhadap kualitas implementasinya, serta terlibat aktif dalam pembelajaran, sosialisasi inklusif, dan komunikasi dengan sekolah. Sikap tersebut dipengaruhi oleh pengalaman dan pengetahuan orang tua, dukungan komunitas, serta sikap guru. Temuan ini menunjukkan bahwa sikap positif orang tua berkembang melalui pengalaman dan kolaborasi dengan lingkungan pendidikan yang mendukung sebagai fondasi implementasi pendidikan inklusi yang responsif terhadap kebutuhan murid berbakat.
Faktor Sosial-Emosional dalam Kesiapan Sekolah selama Masa Transisi ke Sekolah Dasar: Sebuah Tinjauan Cakupan Ayu Nisrina Rahmawati Halim; Nur Ainy Fardana; Nono Hery Yoenanto
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8745

Abstract

Kesiapan sekolah anak usia dini dipengaruhi berbagai aspek, termasuk perkembangan sosial-emosional yang mendukung transisi dari PAUD ke Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan memetakan bukti empiris mengenai peran perkembangan sosial-emosional terhadap kesiapan sekolah anak usia dini pada masa transisi dari PAUD ke Sekolah Dasar. Penelitian menggunakan metode scoping review berdasarkan kerangka Arksey dan O’Malley, PRISMA-ScR, dan JBI.melalui penelusuran enam basis data dengan rentang publikasi tahun 2016–2026. Sebanyak 22 artikel dianalisis menggunakan ekstraksi data dan sintesis tematik. Hasil kajian mengidentifikasi lima tema utama, yakni regulasi diri dan regulasi emosi, kompetensi sosial, perilaku adaptif, dukungan keluarga dan lingkungan rumah, serta kesiapan sekolah sebagai konstruk multidimensi. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan sosial-emosional merupakan komponen penting dalam mendukung kesiapan sekolah dan keberhasilan transisi anak dari PAUD ke Sekolah Dasar