cover
Contact Name
Indriyanti
Contact Email
indriyanti.iyt@bsi.ac.id
Phone
+6285643793653
Journal Mail Official
jurnal.khasanahilmu@bsi.ac.id
Editorial Address
Jl. Ringroad Barat, Gamping Kidul, Ambarketawang, Kec. Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya
ISSN : 26555433     EISSN : 2527449X     DOI : http://dx.doi.org/10.31294/khi
Core Subject : Social,
Jurnal Khasanah Ilmu sebagai bagian dari semangat menyebarluaskan ilmu pengetahuan hasil dari penelitian dan pemikiran untuk pengabdian pada masyarakat luas. Situs Jurnal Khasanah Ilmu menyediakan artikel-artikel jurnal untuk diunduh secara gratis. Jurnal kami adalah jurnal ilmiah nasional yang merupakan sumber referensi akademisi di bidang Pariwisata, Perhotelan dan Budaya.
Articles 256 Documents
Strategi Bertahan Hidup Pelaku Wisata Yogyakarta Saat Pandemi Covid-19 Fondina Gusriza; Muhammad Luqman Taufiq; Sheidy Yudhiasta
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v14i1.13951

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi bertahan hidup pelaku wisata Yogyakarta saat pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 berdampak besar bagi industri pariwisata. Sebanyak 89% pekerja sektor pariwisata kehilangan pekerjaan. Hal ini menarik untuk diteliti untuk mengetahui komitmen keberlanjutan industri pariwisata di masa depan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengambilan responden menggunakan random sampling yaitu pelaku wisata Yogyakarta yang difokuskan pada pekerja hotel, biro perjalanan dan pelaku UMKM dengan purposive sampling untuk informan dalam proses interview. Hasil penelitian sebagian besar pelaku wisata mengalami penurunan pendapatan yang sangat signifikan yaitu 80-100%. Untuk bertahan hidup para pelaku wisata memilih pekerjaan lain, yaitu berdagang, pekerjaan tidak tetap, bertani/beternak, driver online, dan usaha jasa lainnya. Pelaku wisata juga melibatkan istri atau anggota keluarga lain untuk menambah penghasilan. Penghasilan mereka kadang cukup dan kadang tidak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pandemi yang belum bisa diprediksi sampai kapan, membuat pelaku wisata memikirkan strategi bertahan hidup kedepannya. Sebanyak 31% responden memilih menekuni usaha yang dijalankan sebagai strategi jangka pendek. Untuk rencana jangka panjang sebagian besar menyiapkan inovasi untuk peningkatan kualitas industri pariwisata. Hasil yang menarik dalam penelitian ini yaitu semua pelaku wisata di Yogyakarta tetap optimis pariwisata pulih dan tetap ingin bekerja di sektor pariwisata pasca pandemi Covid-19.
Kecakapan Berbahasa Inggris Serta Keterlibatan Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Ekowisata Pancoh Andhyka Murti; Andreas Dian Anggi Kusuma
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v14i1.15305

Abstract

Dinas Pariwisata Sleman terus berbenah dan mengembangkan didalam membuat Desa Wisata menjadi bagian dari daya tarik unggulan dengan mengusung konsep pariwisata berkelanjutan. Desa Ekowisata Pancoh menjadi desa yang termasuk didalam kategori desa mandiri pada tahun 2022. Kegiatan pariwisata yang berbasis masyarakat (PBM) ini yang akan menjadi penyangga kedepannya bagi kemandirian sebuah desa. Setelah Pandemi, jumlah kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara ke Desa Ekowisata Pancoh mulai menunjukkan peningkatan. Untuk menunjang kenyamanan wisatawan mancanegara, diperlukan adanya kegiatan pengarahan dan penyuluhan mengenai pentingnya layanan bagi wisatawan mancanegara dalam penggunaan bahasa Inggris lisan maupun tulisan disekitar area Desa Wisata. Metode penelitian yang dilakukan adalah deskriptif mix method yang bertujuan untuk mendeskripsikan secara faktual pendekatan elemen-elemen sosial budaya termasuk bahasa pada pengembangan Desa Ekowisata Pancoh. Data yang diperoleh peneliti berasal dari pengisian lembar kuesioner yang disebarkan pada pengelola dan penduduk Desa Ekowisata Pancoh. Untuk data kualitatif didapat melalui wawancara dengan pengelola dan observasi langsung di desa tersebut. Hasil yang diperoleh dari pengisian kuesioner terkait kemampuan berbahasa Inggris masyarakat yaitu: masyarakat yang Sangat Tidak Setuju sebesar 20%, Tidak Setuju 46%, Setuju 26%, Sangat Setuju 8%. Sampel data didapatkan dari 50 informan dengan melibatkan pengelola dan masyarakat area Desa Ekowisata Pancoh dengan rentang usia sekitar 20 hingga 60 tahun. Data yang dihasilkan menunjukkan tingkat kecakapan Bahasa Inggris masyarakat masih tergolong kurang, terlebih pada bidang kosakata, ungkapan sehari-hari serta kemampuan menjelaskan. Sedangkan hasil wawancara dan observasi menunjukkan bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam pengembangan desa seperti gotong royong dan kerjasama antar warga sudah cukup baik, terutama dalam hal pengembangan sarana prasarana dan pelayanan terhadap wisatawan. Namun dalam hal menyumbangkan ide inovatif, evaluasi serta pengambilan keputusan masih perlu ditingkatkan demi terlaksananya konsep pariwisata berkelanjutan.
Potensi Makan Bajamba Sebagai Wisata Gastronomi Kampung Budaya Nagari Jawi-Jawi Sumatera Barat Deandra Ashtyn Pakasi; Diena M Lemy; Amelda Pramezwary; Juliana Juliana
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v14i1.13991

Abstract

Wisata Gastronomi memiliki peran penting dalam meningkatkan pengalaman pengunjung pariwisata, menjadi lebih dari sekadar makanan. Gastronomi Wisata memakai cakupan Gastronomi, yakni Cerita Makanan - yang berkaitan dengan cerita dibalik makanan, Penyajian Makan – berkaitan dengan bagaimana makanan sampai ke meja) dan Tata Cara Makan yang merupakan tata cara mengkonsumsi makanan dan minuman. Indonesia dengan keberagaman budayanya, juga memiliki tata cara makan yang terbentuk dari setiap daerahnya. Makan bajamba adalah salah satu contoh tradisi Sumatera Barat duduk bersama dalam satu ruangan, berkumpul dan makan bersama. Penelitian ini ditujukan untuk meninjau potensi gastronomi dari Bajamba dengan menggunakan metodelogi deskriptif kualitatif.  Hasil dari penelitian adalah Makan Bajamba memiliki potensi wisata gastronomi yang dapat dikembangkan dan dijadikan ikon wisata. Keyword : Wisata Gastronomi, Makan Bajamba THE POTENTIAL OF MAKAN BAJAMBA AS GASTRONOMIC TOURISM AT NAGARI JAWI-JAWI CULTURAL VILLAGE, WEST SUMATERA Abstract Gastronomic tourism has an important role in enhancing the visitor experience of tourism, becoming more than a food encounter. Gastronomy Tourism uses the scope of Gastronomy, namely Food Story - relating to the story behind food, Food Assessment - relating to how food gets to the table) and Table Manners which is the procedure for consuming food and drinks. Indonesia, with its cultural diversity, also has eating tradition that are formed from each region. Bajamba is an example of a tradition from the West Sumatra region, which entails gathering in a room and sharing food together.This study aimed to review the gastronomic potential of Bajamba by using a qualitative descriptive methodology. Result of this study shown that Makan Bajamba has the potential for gastronomic tourism that can be developed and made into a tourist icon. Kata kunci:  Gastronomy Tourism, Makan Bajamba
Penerapan Hygiene Dan Sanitasi Public Restroom Di Beverly Hotel Batam Nensi - Lapotulo; Devid Trinaldo Simatupang; Miratia Afriani; Dailami Dailami
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v14i1.15618

Abstract

AbstrakHygiene dan sanitasi sangat berperan penting dalam sebuah hotel yang befungsi untuk menjaga kualitas kebersihan. Hygiene merupakan upaya atau tindakan kesehatan dengan cara memelihara kebersihan diri dan lingkungan dari faktor yang bisa mempengaruhinya sedangkan sanitasi yaitu suatu cara pencegahan yang terfokus pada usaha kesehatan lingkungan hidup manusia. Untuk mengetahui penerapan hygiene dan sanitasi public restroom di Beverly Hotel Batam adalah merupakan tujuan dari penelitian. Aktivitas penelitian yaitu dengan metode kualitatif serta menggunakan teknik pengumpulan data yakni observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil yang di dapat bahwa penerapan hygiene dan sanitasi public restroom di Beverly Hotel Batam, sudah diterapkan dengan baik dan benar. Dengan diterapkannya hygiene dan sanitasi yang baik serta benar bisa membuat cleanliness quality tetap terjaga.Kata Kunci: Hygiene, Sanitasi, Public Restroom
Lanskap Linguistik Daya Tarik Wisata: Aspek Multilingualisme di Kawasan Pariwisata Nasional Lembang dan Tangkubanparahu Cep Ubad Abdullah; Shandra Rama Panji Wulung
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v14i1.14350

Abstract

Rencana Jangka Menengah Nasional tahun 2020-2025 telah menetapkan arah pembangunan terkait kepariwisataan di Indonesia, diantaranya yaitu kawasan Lembang dan Tangkubanparahu yang masuk dalam Destinasi Pariwisata Nasional Bandung-Ciwidey. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui multilingualisme dalam lanskap linguistik di Kawasan pariwisata. Penelitian dilakukan selama enam bulan yang berlokasi di tiga daya tarik wisata di Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN) Lembang dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Tangkubanparahu yaitu Taman Wisata Alam Tangkubanparahu, Lembang Park Zoo, dan The Great Asia Afrika. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan data primer yang diperoleh melalui observasi dan dokumentasi. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui dokumen sekunder bersumber pada penelitian terdahulu, pustaka, dan kebijakan pemerintah terkait kepariwisataan. Analisis data yang digunakan yaitu analisis kualitatif deskriptif. Temuan penelitian menunjukan bahwa dari tiga daya tarik wisata monolingual mendominasi karakteristik multilingualisme dengan Lembang Park Zoo sebagai daya tarik wisata yang memiliki tanda multilingualisme tertinggi. Sementara kepemilikan didominasi oleh top-down yang dilakukan oleh pengelola daya tarik wisata dan pemerintah setempat.
Perkembangan Varian Surabi Makanan Lokal Khas Bandung Yang Menjadi Daya Tarik Budaya Naya Alia Risqienna; Anisa Nur Khofifah; Lulu Auliya Nabilah
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v14i1.14776

Abstract

Makanan tradisional ialah sebuah makanan dan minuman yang memiliki ciri khas juga rasa yang telah diterima suatu masyarakat serta biasa dikonsumsi oleh masyarakat dalam suatu wilayah tertentu. Metode Deskriptif Kualitatif Naratif adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini, mengatakan Surabi adalah contoh dari makanan tradisional di Indonesia dan Surabi Imut adalah bentuk perwujudan dari jenis daya tarik budaya. Surabi adalah salah satu jajanan pasar Indonesia yang digemari sejak didirikan pada tahun 1923. Bentuk Surabi serupa dengan pancake, akan tetapi ukurannya lebih mungil serta tebal. Tepung terigu atau tepung beras merupakan bahan utama yang digunakan dan di panggang memakai cetakan yang terbuat dari tanah liat dan tungku yang bersifat tradisional, disajikan dengan taburan manis, asin, pedas, dan kinca. Surabi Imut merupakan pelopor pertama Surabi dengan varian yang baru dan beragam rasa, hal ini menjadi bentuk “Daya Tarik Budaya”. “Daya Tarik budaya” merupakan sesuatu yang diincar atau dikunjungi oleh wisatawan akan keanekaragaman kekayaan alam, kekayaan budaya, keindahan, keunikan juga karya dari masyarakat setempat. Budaya adalah suatu seni, kepercayaan, pengetahuan, moralitas, ilmu pengetahuan, tradisi, keterampilan dan kegiatan lain yang diulangi dan didapat oleh masyarakat sebagai anggota diperoleh. Gastronomi ialah perpaduan beragam cara yang melibatkan hal-hal apapun mengenai makanan dan minuman.Penelitian ini sangat interdisipliner dan menanyakan, "How (bagaimana), Where (di mana), When (kapan), Why (mengapa). (Didin, Noor, & Rohendi, 2018)
Optimizing Inventory Management in Food & Beverage Department Hotel Rosalina Nur Annisa; Dodik Prakoso Suwandojo; Meiana Maulida Hikmawati
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v14i1.16501

Abstract

The application of inventory management in the hotel's Food & Beverage (F&B) division is examined in this article. The F&B division struggles greatly to maintain ideal stock levels while assuring effective operations and lowering costs. The department uses a well-known inventory management model and seeks to balance the price of placing orders with the cost of maintaining inventory. The main ideas of Economic Order Quantity (EOQ) are covered in this article along with its advantages and some useful tips for using it in the F&B department. It is anticipated that the application of EOQ will improve inventory control, decrease stockouts and surplus inventory, and eventually increase profitability and customer satisfaction.Keywords: Food and beverage department, stock control, Economic Order Quantity (EOQ), inventory management, cost-cutting, and customer satisfaction.
Identitas Cina Benteng di Antara Cina Indonesia Lainnya dari Sisi Sosial dan Budaya Muhammad, Rival; Pauhrizi, Erik Muhammad; Warsana, Dedi
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 14, No 2 (2023): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v14i2.15015

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan identitas Cina Benteng di antara orang-orang Cina di Indonesia pada umumnya. Mulai abad ke-16 Orang-orang Tiongkok/Cina mulai bermigrasi ke Indonesia dengan berbagai tujuan, mulai dari ekspedisi militer, mencari ilmu dan mencari rempah-rempah. Pengaruh kedatangan bangsa Cina ke Indonesia memberikan dampak yang cukup besar. Orang keturunan Cina bagi bangsa pribumi dipandang sebagai orang-orang yang mendominasi dalam sektor ekonomi. Etnis Tiongkok umumnya dipandang sebagai golongan kelas atas yang berperawakan putih dan sipit sehingga dominasi dalam bidang ekonomi ini selalu dikaitkan dengan berbagai peristiwa politik yang menciptakan sejarah rasisme di Indonesia. Penelitian  ini menampilkan sisi lain dari bangsa keturunan cina yang ada di Cina banteng sebagai antithesis dari pandangan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menyoroti eksistensi Cina Benteng yang hasil akhirnya dijadikan film dokumenter dengan judul “Membelah Benteng”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dan data didapatkan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa Cina Benteng: 1) secara fisik berbeda dengan orang Cina pada umumnya, 2) secara bahasa mereka tidak bisa berbahasa Cina, 3) dari faktor ekonomi mereka termasuk golongan menengah ke bawah. Implikasi penelitian ini sebagai data utama dalam pembuatan film dokumenter berjudul: Membelah Benteng.
Permasalahan Kultural dan Pentingnya Kontekstualisasi dalam Penerapan Teknologi dalam Pengembangan Pariwisata Kampung Adat Segunung Nuryananda, Praja Firdaus; Al Fitriani, Alisya Qathrunnada
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 14, No 2 (2023): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v14i2.15931

Abstract

Abstrak Kampung Adat Segunung merupakan destinasi wisata di Jawa Timur yang telah mencoba menerapkan teknologi digital untuk mengembangkan desa wisata mereka. Teknologi digital yang diterapkan adalah online ticketing melalui laman website loket.com. Namun ternyata penerapan teknologi digital di Kampung Adat Segunung tidak sesuai dengan premis popular bahwa digitalisasi akan membawa dampak positif pada perkembangan desa wisata. Peneliti menemukan setidaknya ada tiga permasalahan yang membuat penerapan teknologi digital di Kampung Adat Segunung terhambat, yakni 1) adanya pengenaan tarif tambahan yang memberatkan para pengelola destinasi wisata, 2) inkapabilitas dari pengelola destinasi dan pihak ketiga penyedia teknologi untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan baik, dan 3) adanya penurunan semangat dan partisipasi dari para pemuda sebagai masyarakat lokal di daerah Segunung. Dengan menggunakan metode participatory rural appraisal dan asset-based community development, penelitian ini melibatkan partisipasi aktif dari pengelola Kampung Adat Segunung. Penelitian yang dilaksanakan merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam (in-depth interview) dan observasi partisipatoris. Penelitian ini berfokus pada dua konsep kajian, yakni desa wisata dan teknologi digital. Sedangkan salah satu temuan penelitian adalah perlunya kontekstualisasi terhadap kondisi masyarakat lokal dalam penerapan teknologi digital ke desa wisata. Dengan adanya kontekstualisasi, diharapkan teknologi digital yang diterapkan dapat diadopsi dan diadaptasi dengan baik oleh masyarakat lokal dengan menyesuaikan kapasitas dan kababilitas mereka.Kata Kunci : destinasi wisata, teknologi digital, Kampung Adat Segunung, online ticketing AbstractKampung Adat Segunung is a tourist destination in East Java that has tried to apply digital technology to develop their tourist village. The digital technology applied is online ticketing via the loket.com website. However, it turns out that the application of digital technology in Segunung Traditional Village is not in accordance with the popular premise that digitization will have a positive impact on the development of tourist villages. Researchers found that there were at least three problems that hindered the implementation of digital technology in the Segunung Traditional Village, namely 1) the imposition of additional tariffs that were burdensome to tourist destination managers, 2) the incapability of destination managers and third-party technology providers to communicate and coordinate properly, and 3) there is a decrease in enthusiasm and participation from youth as local people in the Segunung area. By using the participatory rural appraisal and asset-based community development methods, this research involved the active participation of the management of the Segunung Traditional Village. The research carried out was a type of qualitative descriptive research, with in-depth interview data collection techniques and participatory observation. This research focuses on two study concepts, namely tourism villages and digital technology. Meanwhile, one of the research findings is the need for contextualization of the conditions of local communities in the application of digital technology to tourist villages. With contextualization, it is hoped that the digital technology that is applied can be properly adopted and adapted by local communities by adjusting their capacities and capabilities.Keywords:  tourist destination, digital technology, Kampung Adat Segunung, online ticketing
Citayam Fashion Week Sebagai Pembentukan Ruang Kreatif Dan Daya Tarik Wisata Di Kota Jakarta M Zacky Faluti; Rahmad Ramadan; Ni Kadek Winda Yanti; Silvia Ramadani
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v14i1.14710

Abstract

Kreativitas menjadi aset penting bagi kota dalam pengembangan pariwisata karena dapat meningkatkan citra kota dan dapat menarik wisatawan. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan kota telah menempatkan penekanan pada inovasi untuk mendorong kreativitas di masa yang akan datang dan berkontribusi pada pembentukan ruang kreatif. Di Indonesia, ruang kreatif muncul di kawasan Dukuh Atas yang dipicu oleh media sosial. Fenomena ini menarik orang untuk berkunjung dan melakukan berbagai aktivitas kreatif, yang kemudian dikenal dengan Citayam Fashion Week. Literatur yang tersedia di Indonesia mengenai ruang kreatif di kawasan kota masih terbatas pada penekanan daya tarik fisik kota, namun masih mengabaikan daya tarik yang dipicu oleh kreativitas di kawasan kota. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk berkontribusi pada literatur yang tersedia dengan mengkaji lebih lanjut bagaimana aktivitas kreatif yang tercipta dapat membentuk ruang kreatif di kawasan Dukuh Atas dan apa saja aktivitas kreatif yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata di kawasan Dukuh Atas. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini, Pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan studi pustaka. Hasil temuan menunjukan bahwa berbagai aktivitas kreatif yang tercipta di kawasan Dukuh Atas dimaknai secara bersama oleh pengunjung, sehingga membentuk ruang kreatif dan berpotensi sebagai daya tarik wisata di kawasan Dukuh Atas. Bagian terakhir menjelaskan implikasi dari temuan, rekomendasi bagi pemangku kepentingan dan penelitian selanjutnya terkait pengembangan ruang kreatif dan wisata kreatif di kawasan Dukuh Atas.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 1 (2025): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2025 Vol 15, No 2 (2024): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2024 Vol 15, No 1 (2024): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2024 Vol 14, No 2 (2023): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2023 Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2023 Vol 13, No 2 (2022): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2022 Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2022 Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2021 Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2021 Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2020 Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2020 Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2019 Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2019 Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2018 Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2018 Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2017 Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2017 Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2016 Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2016 Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2015 Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2015 Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2014 Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2014 Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2013 Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Khasanah Ilmu - Masret 2013 Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2012 Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2012 Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2010 More Issue