cover
Contact Name
Indriyanti
Contact Email
indriyanti.iyt@bsi.ac.id
Phone
+6285643793653
Journal Mail Official
jurnal.khasanahilmu@bsi.ac.id
Editorial Address
Jl. Ringroad Barat, Gamping Kidul, Ambarketawang, Kec. Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya
ISSN : 26555433     EISSN : 2527449X     DOI : http://dx.doi.org/10.31294/khi
Core Subject : Social,
Jurnal Khasanah Ilmu sebagai bagian dari semangat menyebarluaskan ilmu pengetahuan hasil dari penelitian dan pemikiran untuk pengabdian pada masyarakat luas. Situs Jurnal Khasanah Ilmu menyediakan artikel-artikel jurnal untuk diunduh secara gratis. Jurnal kami adalah jurnal ilmiah nasional yang merupakan sumber referensi akademisi di bidang Pariwisata, Perhotelan dan Budaya.
Articles 256 Documents
Kontestasi Pemaknaan Ruwatan sebagai Alternatif Akikah (Studi Kasus di Desa Patrang Tengah Kabupaten Jember) Yusnita, Titis Rizka
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 15, No 1 (2024): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2024
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v15i1.20341

Abstract

Siasat lokal yang mencampuradukkan ruwatan sebagai alternatif akikah menimbulkan kontestasi pemaknaan bagi masyarakat dan tokoh keagamaan setempat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi latar belakang pelaksanaan ruwatan sebagai alternatif akikah dan bentuk tradisi ruwatan berdasarkan studi kasus yang terjadi di Desa Patrang Tengah, Kabupaten Jember.Data dalam penelitian ini berwujud hasil wawancara langsung terhadap dua tokoh agama (Islam) setempat. Data dianalisis berdasarkan teori budaya hibrid dan mimikri yang dikemukakan oleh Homi Bhabha. Tahap analisis data juga ditunjang dengan studi pustaka yang mengkaji hakikat ruwatan dan akikah dalamkelompok masyarakat tertentu. Tahap penyajian hasil analisis data menggunakan metode informal agar kontestasi pemaknaan ruwatan sebagai alternatif akikah yang terjadi di Desa Patrang Tengah dapat dijabarkan secara deskriptif dan mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruwatan sebagai budaya lokal yang dijalankan oleh kalangan masyarakat tertentu mengalami kontestasi pemaknaan yang cukup kompleks. Hal ini tidak terlepas dari dinamika pemahaman masyarakat, masalah ekonomi, dan waktu yang terus berjalan. Tradisi ruwatan sebagai produk kebudayaan dipengaruhi oleh persepsi masyarakat dalam memilah sudut pandang dan menyikapi tradisi yang berjalan. Budaya yang hidup berdampingan dengan konteks keagamaan berpotensi mengalami pergesekan jika tidak disikapi dengan tepat. Oleh sebab itu, konsep hibridisasi budaya ruwatan dengan akikah dihadirkan sebagai upaya masyarakat untuk menyelaraskan kondisi sosial dan ekonomi yang terjadi di kalangan tersebut.
Analisis Implementasi Masterplan Pengembangan Kawasan Geopark Kabupaten Sukabumi 2019 Terhadap Pemberdayaan Masyarakat Lokal Di Geopark Ciletuh – Palabuhanratu Muqsitul Fajar, Abdul Syahid; Aulia, Lailatul; Rachmat, R. Deden Sunmendar; Rahmafitria, Fitri
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 14, No 2 (2023): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v14i2.16191

Abstract

Geopark atau taman bumi adalah suatu wilayah yang memiliki warisan geologi yang didukung oleh keragaman geologi, keragaman hayati dan keragaman budaya didalamnya. Pengembangan kawasan geopark haruslah menjunjung tiga pilar utama yaitu konservasi, edukasi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satu bentuk pengembangan geopark adalah melalui geowisata dimana kekayaan geologi yang ada dikembangkan menjadi potensi pariwisata. Selain berfokus pada aspek konservasi dan edukasi, pengembangan geowisata sendiri tentu tidak luput dari keterlibatan masyarakat lokal sebagai penggerak pariwisata di dalamnya. Oleh karena itu, pemberdayaan masyarakat menjadi penting dalam peningkatan kualitas SDM pariwisata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatat itu sendiri. Agar pengembangan dan pemberdayaan ini memiliki tolak ukur yang jelas, kemudian disusunlah Masterplan Pengembangan Kawasan Geopark Kabupaten Sukabumi di tahun 2019 yang lalu. Salah satu kebijakan yang tertulis adalah mengenai pedoman pemberdayaan masyarakat di Kawasan Geopark Ciletuh yang harus pro-poor, pro-growth, pro-jon dan pro-environment. Dalam penelitian ini penulis akan menggunakan penelitian metode deskriptif kualitiatif dengan instrumen wawancara dan studi literatur untuk menjelaskan serta menafsirkan apakah pedoman pemberdayaan masyarakat yang tertuang di dalam masterplan ini berhasil dijalankan. Adapun temuan dari penelitian menyebutkan bahwa meskipun beberapa strategi seperti pendampingan dan pelatihan berhasil diupayakan, namun faktor-faktor seperti kemiskinan, tingkat pendidikan, literasi, kecakapan teknologi, pandemi, anggaran dan kebijakan pemerintah tetap menjadi kendala yang terus dihadapi oleh pengelola Geopark Ciletuh dalam usaha pemberdayaan masyarakat. Dibutuhkan pendekatan komunikatif dan waktu yang panjang agar kemudian pemberdayaan masyarakat ini dapat tercapai seutuhnya.
Budaya Sistem Organisasi Sosial dan Perannya dalam Pengembangan Pariwisata Budaya di Kampung Naga Soeswoyo, Dina Mayasari; Nurbaeti, Nurbaeti; Gunawijaya, Jajang
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 15, No 1 (2024): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2024
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v15i1.20019

Abstract

Pariwisata budaya kini menjadi salah satu tren pariwisata, yang juga merupakan bentuk perubahan dari mass tourism menjadi quality tourism. Dalam pariwisata warisan budaya, pengunjung dapat mempelajari lebih dalam tentang berbagai budaya leluhur yang memilki keunikan, dan nilai-nilai luhur bagi kehidupan masyarakat. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengkaji budaya sistem organisasi sosial dan kaitannya dengan proses pengembangan pariwisata di Kampung Naga, Jawa Barat. Kajian ini menggunakan desain studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui kajian literatur, observasi lapangan, wawancara dan dokumentasi. Wawancara dilakukan secara tatap muka kepada Ketua adat, pemandu wisata, warga lokal, dan pengunjung di Kampung Naga. Data diolah secara kualitatif dengan melakukan triangulasi agar didapat data yang lebih berkualitas. Hasil penelitian ini memberikan gambaran budaya sistem organisasi sosial di Kampung Naga dan cara pendekatan yang tepat berkaitan dengan proses pengembangan pariwisata khususnya di desa budaya atau desa adat. Jumlah informan dan waktu penelitian yang terbatas merupakan kekurangan dari penelitian ini.Kata kunci: Pariwisata budaya kini menjadi salah satu tren pariwisata, yang juga merupakan bentuk perubahan dari mass tourism menjadi quality tourism. Dalam pariwisata warisan budaya, pengunjung dapat mempelajari lebih dalam tentang berbagai budaya leluhur yang memilki keunikan, dan nilai-nilai luhur bagi kehidupan masyarakat. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengkaji budaya sistem organisasi sosial dan kaitannya dengan proses pengembangan pariwisata di Kampung Naga, Jawa Barat. Kajian ini menggunakan desain studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui kajian literatur, observasi lapangan, wawancara dan dokumentasi. Wawancara dilakukan secara tatap muka kepada Ketua adat, pemandu wisata, warga lokal, dan pengunjung di Kampung Naga. Data diolah secara kualitatif dengan melakukan triangulasi agar didapat data yang lebih berkualitas. Hasil penelitian ini memberikan gambaran budaya sistem organisasi sosial di Kampung Naga dan cara pendekatan yang tepat berkaitan dengan proses pengembangan pariwisata khususnya di desa budaya atau desa adat. Jumlah informan dan waktu penelitian yang terbatas merupakan kekurangan dari penelitian ini.Kata kunci: wisata budaya, warisan budaya, pengembangan pariwisata, sistem organisasi sosial, Kampung Naga
Strategi Pemasaran Destinasi Berdasarkan Tourism Area Life Cycle (TALC) di Desa Wisata Kembang Kuning, Lombok Timur Ramadhani, Zaki Alif; Ghassani, Shabrina Amalia; Priscilia, Kiki
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 15, No 1 (2024): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2024
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v15i1.17101

Abstract

Desa Kembang Kuning sebagai salah satu desa wisata yang memiliki fokus dan keunggulan pada penyediaan homestay. Perkembangan Desa Kembang Kuning dapat diidentifikasi menggunakan teori Tourism Area Life Cycle (TALC). Supaya dapat terus berkembang dan bersaing, Desa Kembang Kuning dapat menerapkan strategi pemasaran yang sesuai dengan fase- fase pada teori TALC. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis posisi Desa Kembang Kuning berdasarkan teori TALC serta mengembangkan strategi pemasaran yang tepat berdasarkan fase TALC. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini diperoleh dari studi literatur, wawancara dengan 3 orang pengelola Desa Wisata Kembang Kuning, dan observasi lapangan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan TALC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Kembang Kuning sedang berada pada fase development yang ditandai dengan mengingkatnya keterlibatan aktor, baik masyarakat, pemerintah, maupun investor yang didukung dengan peningkatan sarana dan prasarana.Berdasarkan posisi Desa Wisata Kembang Kuning pada TALC, strategi pemasaran yang dilakukan ialah menawarkan harga yang kompetitif (cost leadership), menjual produk wisata yang berbeda (differentiation), dan fokus pada segmen tertentu. Desa Wisata Kembang Kuning perlu menyiapkan strategi pemasaran yang berbeda untuk menghadapi fase consolidation yang akan datang.
Strategi Pengelolaan Batik Sebagai Produk Unggulan Desa Wisata Wukirsari, Bantul, Yogyakarta Wijayanti, Ani
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 15, No 1 (2024): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2024
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v15i1.21428

Abstract

Desa wisata Wukirsari mempunyai potensi wisata yang unik yakni batik tulis klasik bermotif tradisional dengan warna alam. Batik tulis sebagai produk unggulan belum disinergikan dengan berbagai potensi lokal sebagai paket wisata tematik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi desa melalui tujuh indikator keberhasilan pengelolaan desa wisata, yaitu kelembagaan, daya tarik, aksesibilitas, amenitas, promosi, kemitraan, dan konservasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Data dianalisis menggunakan skoring dan pembobotan. Hasil analisis menunjukkan secara keseluruhan desa wisata Wukirsari mempunyai skor bobot 70, yakni masuk kategori performa bagus. Setiap kriteria indikator pengelolaan desa wisata mempunyai kinerja berbeda dari kurang sampai sangat baik. Kinerja kriteria indikator menjadi acuan dalam merumuskan strategi pengelolaan desa wisata Wukirsari melalui optimalisasi batik sebagai produk unggulan.
Pertunjukan Silek Lanyah sebagai Upaya Pelestarian Budaya dan Daya Tarik Wisata di Desa Wisata Kubu Gadang Padangpanjang Akbar, Taufik; Rahmadinata, Melisa Fitri; Hafid, Fauziah Sri Andria
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 15, No 1 (2024): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2024
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v15i1.16672

Abstract

Abstrak Desa Wisata Kubu Gadang merupakan lokasi wisata yang dibentuk dan dikelola oleh masyarakat lokal dengan memanfaatkan potensi alam, lingkungan dan kegiatan keseharian di desa tersebut sebagai bagian dari atraksi wisata. Keberadaan desa wisata ini adalah suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi, fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat setempat. Atraksi wisata yang dihadirkan berupa kegiatan keseharian masyarakat yang dikemas menjadi sebuah paket wisata edukasi seperti bagaimana menanam padi, memandikan kerbau,  menangkap ikan di sawah. Adapun paket wisata yang berupa edukasi budaya yakni menikmati pertunjukan dan belajar gerakan seni bela diri silek lanyah. Silek lanyah ialah sebuah seni bela diri Minangkabau berupa gerakan silat yang dilaksanakan di dalam lanyah (lumpur).Tujuan penelitian ini ialah untuk melihat dan menganalisis pertunjukan silek lanyah sebagai bagian dari seni budaya tradisi yang harus lestarikan, dan bagaimana  pengelolaan pertunjukan silek lanyah sebagai sebuah atraksi wisata dan menjadi paket wisata edukasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif, yakni menghimpun data dan melaporkan data kedalam deskripsi ilmiah. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan adanya pertunjukan silek lanyah sebagai sajian paket wisata di Desa Wisata Kubu Gadang, ternyata dapat menarik keingintahuan dan minat wisatawan yang datang untuk mengetahui tentang seni tradisi silek lanyah. Hal ini tentunya dapat menjadi sarana dalam mengenalkan, mempertahankan, melestarikan, silek lanyah baik sebagai sebuah seni yang harus diwariskan kepada generasi penerus maupun sebagai seni yang dapat dinikmati hingga dijadikan pengalaman atraksi oleh wisatawan yang datang menyaksikan dan terjun langsung menikmati paket wisata silek lanyah. Kubu Gadang Tourism Village is a tourist location formed and managed by the local community, by utilizing the potential of nature, the environment and daily activities in the village as part of tourist attractions. The existence of this tourist village is a form of integration between attractions, accommodations, and supporting facilities presented in a structure of local community life. In the Kubu Gadang Tourism Village, the tourist attractions presented are in the form of the daily activities of the community which are packaged into an educational tour package, such as how to plant rice, bathe buffalo, and catch fish in rice fields. The tour package is in the form of cultural education, namely enjoying performances and learning the movements of the silek lanyah martial arts. Silek lanyah is a Minangkabau martial art, in the form of silat movements carried out in lanyah (mud). The purpose of this research is to see and analyze silek lanyah performances as part of traditional cultural arts that must be preserved, and how to manage silek lanyah performances as tourist attractions and become educational tour packages. The research method used in this study is qualitative, namely collecting data and reporting data into scientific descriptions. The results showed that the silek lanyah performance as a tour package offered at the Kubu Gadang Tourism Village was able to attract the curiosity and interest of tourists who came to find out about the silek lanyah traditional art. This of course can be a means of introducing, maintaining, and preserving, silek lanyah both as an art that must be passed on to the next generation as well as an art that can be enjoyed until it becomes an attraction experience for tourists who come to witness and dive right in to enjoy silek lanyah tour packages.
Songket Mata Manuk sebagai Identitas Etnik di Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur Wardani, Dyah Mustika
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 15, No 1 (2024): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2024
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v15i1.21677

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rasa penasaran peneliti bagaimana tenun songket motif mata manuk digunakan sebagai identitas Masyarakat manggarai barat. Metode yang diguanakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan Teknik pengumpulan data melalui Observasi, studi Pustaka dan dokumentasi. Teknik sampling yang digunakan yaitu  snowball sampling. Tenun Songket Motif Mata Manuk merupakan hasil karya luar biasa dari hasil karya manusia yang mempunyai nilai filosofi tinggi. Filosofi motif mata manuk yang diambil dari sesembahan yang digunakan dalam setiap tradisi di Manggarai Barat, hingga akhirnya dituangkan dalam sebuah karya seni yang memiliki nilai tinggi. Motif mata manuk merupakan simbol dari mata seorang wanita yang memiliki makna bahwa wanita memiliki mata yang tajam, mempunyai mata hati, mata nurani dan mata ragawi. Simbol – simbol yang terkandung didalam motif mata manuk akan keanggunan dan kewibawaan bagi yang menggunakan secara historis mempunyai makna yang tinggi dalam kehidupan manusia terutama Masyarakat Manggarai Barat.Songket mata manuk dapat dijadikan sebagai identitas etnik berdasarkan hasil lapangan menunjukkan fakta baru  yang paling utama faktor  adanya ikatan batin. Ketika seseorang menggunakan songke motif mata manuk seseorang tersebut akan merasa bangga menjadi masyarakat manggarai.
Folklor dan Peningkatan Pengalaman Wisata di Gunung Tangkuban Parahu Rinaldi, Aditya Rizki; Yusuf, Mohamad
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 15, No 1 (2024): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2024
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v15i1.16228

Abstract

Hubungan timbal balik antara cerita rakyat Sangkuriang dengan Gunung Tangkuban Parahu tidak dapat dipisahkan. Kaitannya dengan pengembangan pariwisata di gunung tersebut adalah popularitas dari cerita rakyat Sangkuriang mampu meningkatkan daya tarik pengunjung ke Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Parahu. Beberapa wisatawan cenderung memiliki ketertarikan untuk mengetahui cerita yang melatarbelakangi tempat yang mereka kunjungi. Sehingga Sangkuriang sebagai folklor di Gunung Tangkuban Parahu dapat dijadikan modal dalam menghadapi tantangan yang dihadapi objek daya tarik wisata dalam menciptakan pengalaman wisata yang berkesan. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha mengeksplorasi penerapan folklor yang dilakukan di TWA Tangkuban Parahu dan korelasinya dengan pengalaman wisata yang berkesan. Untuk menjawab pertanyaan penelitian ini, penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran. Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara bersama beberapa informan. Pengamatan, studi pustaka dan pengkajian dokumentasi dilakukan untuk mengkonfirmasi keabsahan data. Sementara, data kuantitatif dikumpulkan melalui pendistribusian kuesioner terhadap responden yang telah dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelola TWA Tangkuban Parahu telah menerapkan folklor ‘Sangkuriang’ di beberapa tempat baik dalam bentuk simbol atau narasi. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa penerapan folklor berpengaruh positif dalam upaya meningkatkan pengalaman wisata berkesan, serta korelasi antara keduanya merupakan hubungan yang kuat yakni sebesar 75,9%.
Integrasi Kuliner dalam Meningkatkan Daya Tarik Pariwisata Kota Surakarta Pradapa, Sri yulianto Fajar; Hakim, Fathurrahman Nurul
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 15, No 2 (2024): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2024
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v15i2.23146

Abstract

Kota Surakarta, yang dikenal dengan sebutan Kota Solo, merupakan salah satu destinasi pariwisata budaya yang menarik di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, integrasi kuliner telah menjadi strategi yang semakin penting dalam meningkatkan daya tarik pariwisata Kota Surakarta. Artikel ini bertujuan untuk menyelidiki peran integrasi kuliner dalam meningkatkan daya tarik pariwisata kota tersebut.Melalui pendekatan gabungan antara analisis literatur dan studi kasus, artikel ini mengeksplorasi berbagai aspek integrasi kuliner dan dampaknya terhadap pariwisata Kota Surakarta. Data literatur dari berbagai sumber digunakan untuk memahami konsep integrasi kuliner dan tren pariwisata lokal. Selain itu, beberapa destinasi kuliner terkemuka di Kota Surakarta dipilih sebagai studi kasus, yang dianalisis melalui wawancara dengan pemilik usaha kuliner, pengelola pariwisata, dan wisatawan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kuliner memainkan peran penting dalam meningkatkan daya tarik pariwisata Kota Surakarta. Dengan menggabungkan elemen-elemen tradisional dan modern dalam menciptakan hidangan yang unik dan menarik, integrasi kuliner memberikan kontribusi besar terhadap pengalaman wisatawan, pertumbuhan ekonomi lokal, pelestarian warisan budaya, dan promosi pariwisata.Artikel ini juga menyajikan beberapa rekomendasi praktis untuk pengembangan pariwisata Kota Surakarta melalui integrasi kuliner. Ini termasuk meningkatkan kerjasama antara pemangku kepentingan pariwisata dan industri kuliner, menggalakkan inovasi dalam menu kuliner, dan meningkatkan promosi pariwisata kuliner.
Kesediaan Membayar Wisatawan Untuk Pelestarian Wisata Santai Beach Di Desa Latuhalat Kota Ambon Talakua, Eygner Gerald
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 15, No 2 (2024): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2024
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v15i2.20778

Abstract

One of the important tourist destinations in Ambon is Santai Beach, which offers beautiful beaches and sea so that the local government has designated it as a tourist area unit for diving activities. Behind the superior tourism potential, the management of Santai Beach needs to be improved. The important thing that needs to be managed is the change in the 108.67 m coastline that occurred over 10 years due to abrasion, due to damage to coastal protection structures. This damage can be overcome by placing concrete cubes randomly around the coral edge. The amount of funds or costs incurred to repair coastal damage can be estimated by determining compensation for damage to the coastline at Santai Beach. Determining compensation for damage to natural resources and the environment is approached by consumer valuation. Tourists can contribute to helping preserve tourist areas by paying for services or products when visiting. This research aims to analyze the value of tourists' willingness to pay for the preservation of Santai Beach tourism. The research used a survey method on 55 tourist respondents. Direct interviews with questionnaires and observations produce primary data which is mainly analyzed using the contingent valuation method, namely a direct method of economic assessment through asking someone's willingness to pay. The research results show that tourists who are willing to pay for the preservation of Santai Beach tourism are 10 people/two weeks or 76 people/month. The value of tourists' willingness to pay is IDR 2,272.73/person/month or IDR 172,727/month.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 1 (2025): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2025 Vol 15, No 2 (2024): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2024 Vol 15, No 1 (2024): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2024 Vol 14, No 2 (2023): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2023 Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2023 Vol 13, No 2 (2022): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2022 Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2022 Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2021 Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2021 Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2020 Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2020 Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2019 Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2019 Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2018 Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2018 Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2017 Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2017 Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2016 Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2016 Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2015 Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2015 Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2014 Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2014 Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2013 Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Khasanah Ilmu - Masret 2013 Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2012 Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2012 Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2010 More Issue