cover
Contact Name
Mohammad Rizki Fadhil Pratama
Contact Email
mohammadrizkifadhilpratama@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lp2m@umpalangkaraya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Surya Medika
ISSN : 24607266     EISSN : 26552051     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
The publication of Jurnal Surya Medika certainly participates in disseminating the results of research and review of science and technology development conducted by lecturers and researchers especially from UM Palangkaraya and other universities. This edition contains 17 articles consisting of Pharmacy, Medical Laboratory Technology, and another Health Science topics.
Arjuna Subject : -
Articles 812 Documents
Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil yang Memiliki Bayi Diatas Usia 6 Bulan Tentang Pemberian ASI Eksklusif di PMB Rita Ariyani, A.Md.Keb Kota Palangka Raya: Overview of Knowledge of Pregnant Women with Babies Over 6 Months of Age Regarding Exclusive Breastfeeding at PMB Rita Ariyani, A.Md.Keb Palangka Raya City Pitrya Pitrya; Evi Trihartiningsih; Dian Purnama Putri
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.12803

Abstract

ASI merupakan nutrisi ideal untuk bayi yang mengandung zat gizi paling sesuai dengan kebutuhan bayi dan mengandung seperangkat zat perlindungan untuk memerangi penyakit. Dua tahun pertama kehidupan seorang anak sangat penting, karena nutrisi yang optimal selama periode ini menurunkan morbiditas dan mortalitas, mengurangi risiko penyakit kronis, dan mendorong perkembangan yang lebih baik secara keseluruhan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi di atas usia 6 Bulan yang melakukan kunjungan ke PMB dan besar sampel sebesar 19 responden sampel di ambil menggunakan teknik accidental sampling. Hasil: Penelitian ini menunjukkan hasil sebagaian besar ibu bayi memiliki usia 20-35 tahun yaitu sebanyak 18 orang (95%), pendidikan pun dengan mayoritas tinggi 11 orang (58%), dengan pekerjaan terbanyak tidak bekerja 11 orang (58%), berdasarkan pengetahuan sebagain besar ibu dengan tingkat pengetahuan cukup yaitu sebanyak 10 orang (53%), pengetahuan baik sebanyak 7 orang (37%), sedangkan ibu dengan pengetahuan kurang 2 orang (11%). Kesimpulan: berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa sebagian besar pengetahuan ibu tentang pemberian ASI Ekslusif dalam kategori cukup dan baik tetapi masih ada juga dengan tingkat pengetahuan kurang sehingga di harapkan bagi petugas kesehatan ataupun PMB lebih menyebar luaskan informasi tentang manfaat pemberian ASI Ekslusif.
Sensitivitas Antibiotik dan Profil Bakteri pada Pasien Anak di Rumah Sakit Pendidikan di Indonesi : Antibiotic Sensitivity and Bacterial Profile in Pediatric Patients at Indonesian Teaching Hospital Samirah Samirah; Naning Ni'mawati; Arya Sigit K; Novita Arbianti; Nur Palestin A
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.12805

Abstract

Resistensi antibiotik merupakan masalah serius secara global, terutama di negara berpendapatan rendah hingga menengah seperti Indonesia. Salah satu pendekatan untuk mengatasi resistensi bakteri terhadap antibiotik adalah dengan menerapkan program Penatagunaan Antimikroba (PGA) di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi distribusi jenis bakteri, penggunaan antibiotik empiris, serta pola sensitivitas terhadap antibiotik. Penelitian ini bersifat observasional deskriptif dengan cross-sectional dari Januari 2018 hingga Juni 2023. Subjek penelitian adalah pasien anak usia 1 bulan hingga 17 tahun yang memiliki hasil kultur bakteri dan uji sensitivitas antibiotik. Data yang tidak lengkap serta pasien dengan penyakit autoimun atau keganasan tidak dimasukkan dalam penelitian. Dari analisis 120 sampel kultur bakteri positif, mayoritas berasal dari pasien usia 1 hingga 5 tahun. Jenis bakteri yang paling sering ditemukan adalah Escherichia coli (30,8%), Staphylococcus coagulase-negative (29,2%), Klebsiella pneumoniae (9,2%), dan Staphylococcus aureus (8,3%). Diagnosis tersering meliputi diare dan gastroenteritis akut, bronkopneumonia, serta infeksi saluran kemih (ISK). Antibiotik empiris yang paling banyak diresepkan adalah seftriakson (34%), diikuti oleh ampisilin-sulbaktam (16,7%), ampisilin (14,1%), dan gentamisin (5,8%). Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi, khususnya pada anak-anak. Oleh karena itu, penggunaan antibiotik harus disesuaikan dengan indikasi yang tepat. Penting bagi klinisi untuk mengevaluasi pemilihan antibiotik berdasarkan kondisi klinis dan tingkat keparahan masing-masing pasien.
Kebutuhan Pelayanan Kontrasepsi IUD Pos Placenta yang Tidak terpenuhi (Unmet Need) pada Wanita Usia Subur dengan Niat Penggunaan IUD Post Placenta di Kelurahan Pahandut: Unmet Need for Post Placenta IUD Contraception Services in Women of Fertilizing Age with Intention to use Post Placenta IUD in Pahandut Village Yeni Lucin; Herlinadiyaningsih Herlinadiyaningsih
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.12806

Abstract

Latar belakang: Dampak unmet need yaitu aborsi karena adanya unwanted pregnancy dengan jarak hamil terlalu dekat, melahirkan terlalu banyak maupun komplikasi penyakit selama kehamilan, kesulitan saat persalinan, dan komplikasi masa nifas. Faktor tersebut mempengaruhi motivasi individu untuk menggunakan kontrasepsi. 58,8% tidak niat ber-KB di waktu yang akan datang Pada umumnya masyarakat memilih metode non MKJP. Sehingga metode KB MKJP seperti Intra Uterine Devices (IUD) pos placenta kurang diminati dan belum dikenal. Tujuan: Mengetahui hubungan unmet need kontrasepsi IUD pasca placenta terhadap niat untuk menggunakan kontrasepsi IUD Pasca Placenta.Metode Penelitian: Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif ,rancangan penelitian analitik observasional jenis desain cross-sectional. Sampel adalah pasangan usia subur, Teknik sampling purposive, sampling, uji statistik yang digunakan adalah Bivariat uji chi square dengan confidence interval 95% dan multivariat uji Regresi linear. Hasil KB IUD Pos Placenta terhadap niat ber KB IUD pos placenta hasilnya signifikan (p<0.05). minat menggunakan IUD pos placenta sebesar 4.38 kali dibanding Unmeed need tidak butuh. nilai R2 sebesar 0.14 artinya pengaruh variable Unmeed need dan Psikososial terhadap Minat ber KB sebesar 14 persen. Kesimpulan secara klinis praktis responden yang Unmeed need KB IUD pos placenta yang butuh 4,38 kali lebih ber minat menggunakan IUD pos placenta dibandingkan yang tidak butuh, psikososial bukan counfounder terhadap hubungan variabel Unmeed need terhadap Minat ber KB.
Hubungan Pelaksanaan Discharge Planning dengan Tingkat Kepatuhan Pengobatan Pasien Diabetes Melitus di RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin: Relationship Between Discharge Planning Implementation and Level of Medication Compliance Among Diabetes Mellitus Patients at the Sultan Suriansyah Hospital Banjarmasin Rahmad Hidayat; Onieqie Ayu Dhea Manto; Mohammad Basit; Latifah Latifah
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.12807

Abstract

Penyakit diabetes melitus merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting dan menjadi salah satu dari empat penyakit tidak menular prioritas. Diabetes melitus selalu menjadi salah satu 10 penyakit terbanyak di Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Suriansyah. Upaya menekan angka prevalensinya, dibutuhkan penanganan serius dan penatalaksanaan yang tepat salah satunya dengan melakukan discharge planning untuk meningkatkan pengetahuan pasien, memperkuat motivasi, dan memperjelas instruksi terapi sehingga berdampak positif terhadap kepatuhan minum obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pelaksanaan discharge planning dengan tingkat kepatuhan pengobatan pasien diabetes melitus di Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Suriansyah Banjarmasin. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan total sampel dengan jumlah sebanyak 32 orang. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dengan analisis data menggunakan uji Spearman Rho. Hasil analisis data uji Spearman Rho didapatkan nilai p-value 0,015 (p < 0,05) sehingga terdapat hubungan pelaksanaan discharge planning dengan tingkat kepatuhan pengobatan pasien diabetes melitus di RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa semakin baik pelaksanaan discharge planning maka kecenderungan kepatuhan pengobatan juga semakin baik.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Siklus Menstruasi pada Remaja Putri di SLTP Negeri 1 Kalumpang: Factors Affecting the Mentrual Cycle in Adolescent Women at the SLTP Negeri 1 Kalumpang Tia Russy Yana Septiani; Novita Dewi Iswandi; Noval Noval; Laurensia Yunita
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.12808

Abstract

Menstruasi adalah proses fisiologis yang terjadi sebagai respons terhadap perubahan hormonal dalam tubuh, dan biasanya di mulai pada usia remaja. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi siklus menstruasi pada remaja putri di SLTP Negeri 1 Kalumpang. Metode : Jenis penelitian ini analitik dengan desain cross sectional. Sampel sebanyak 41 orang menggunakan teknik sampling yaitu total sampling. Hasil: Mayoritas responden memiliki siklus menstruasi yang tidak normal yaitu (58,5%) dan yang memiliki siklus menstruasi normal sebanyak (41,5%). Mayoritas responden memiliki status gizi kategori baik sebanyak (43,9%), status gizi dengan kategori kurus sebanyak (39%), status gizi dengan kategori gemuk sebanyak (17,1%). Kebanyakan responden memiliki tingkat stres dengan kategori normal sebanyak (51,5%), tingkat stres dengan kategori ringan sebanyak (4,9%), tingkat stres dengan kategori sedang sebanyak (19,5%), tingkat stres dengan kategori parah sebanyak (17,1%), tingkat stres dengan kategori sangat parah sebanyak (7,3%). Mayoritas responden memiliki pola tidur dengan kategori buruk sebesar (51,2%) dan dengan kategori baik berjumlah (48,8%). Hasil uji statistik status gizi nilai p <0,001, tingkat stres nilai p 0,003 dan pola tidur nilai p 0,028. Kesimpulan: Ada hubungan antara status gizi, tingkat stres dan pola tidur dengan siklus mentruasi pada remaja putri, sehingga diharapkan untuk memperhatikan status gizi, tingkat stress dan pola tidur agar siklus menstruasi normal.
ISPU Untuk Kesehatan Masyarakat: Sebuah Tinjauan Narasi Tentang Pemanatauan Kualitas Udara: AQI for Public Health: a Narative Review of Air Pollution Monitoring Vissia Didin Ardiyani; Nang Randu Utama
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.12809

Abstract

Efek negatif kualitas udara ambien yang buruk banyak dilaporkan oleh banyak penelitian. Hasil-hasil penelitian tersebut sangat penting bagi masyarakat umum, terutama kelompok rentan, untuk mengetahui kualitas udara di daerah mereka sehingga tindakan yang tepat dapat diambil jika terjadi polusi. Para pembuat kebijakan sebaiknya memiliki pemahaman yang kuat tentang tren kualitas udara saat ini dan antisipasi tren di masa depan. Tinjauan literatur ini berfokus pada penyediaan data kualitas udara secara langsung dan peringatan dini terhadap kejadian yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat melalui informasi proaktif dan indeks kualitas udara nasional. Tulisan ini membahas juga tentang beberapa kendala teknis dalam merancang sistem ini termasuk kompleksitas polutan atau konsentrasi paparan tertentu dan seberapa baik individu menyadari dan menerima sistem informasi ini. Ponsel dengan aplikasi sensor dapat memberikan informasi paparan kualitas udara yang tepat menurut area dan waktu kepada masyarakat. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat mengubah perilaku mereka dengan cara yang dapat melindungi kesehatan dan kualitas udara yang mereka hirup, terlepas dari kapan mereka perlu minum obat, rute/mode transportasi saat bepergian ke tempat kerja atau sekolah, atau kapan waktu yang tepat untuk beraktivitas di luar ruangan.
Studi Literatur: Analisis Situasi dari Pemetaan Program Gizi dalam Penanggulangan Kasus Stunting: Literature Review: Situational Analysis of Nutrition Program Mapping in the Prevention of Stunting Case Leli Khairani Siregar; Liaguztri Maulisazen Basuki
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.12810

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Provinsi Kalimantan Tengah. Meskipun prevalensi stunting menunjukkan tren penurunan, angka tersebut masih berada di atas target nasional dan global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis situasi pemetaan program gizi dalam penanggulangan stunting di Kalimantan Tengah melalui pendekatan studi literatur. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan analisis deskriptif terhadap artikel ilmiah, laporan kebijakan, dan hasil penelitian yang relevan yang dipublikasikan pada periode 2020–2025 dan diperoleh dari Google Scholar, PubMed, dan ResearchGate. Hasil kajian menunjukkan bahwa penanggulangan stunting di Kalimantan Tengah telah dilaksanakan melalui intervensi gizi spesifik dan sensitif, didukung oleh kebijakan daerah seperti Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 26 Tahun 2019 tentang Deteksi Dini Penanggulangan Stunting. Prevalensi stunting mengalami penurunan dari 32% pada tahun 2019 menjadi 23,5% pada tahun 2023. Namun, masih ditemukan berbagai faktor risiko, antara lain keterbatasan akses layanan kesehatan, sanitasi dan sumber air tidak layak, serta karakteristik keluarga berisiko stunting. Studi ini menyimpulkan bahwa pemetaan situasi yang komprehensif, penguatan koordinasi lintas sektor, serta optimalisasi peran tenaga kesehatan dan kader merupakan kunci dalam mempercepat penurunan stunting secara berkelanjutan.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. Y Usia 15 Tahun G1P0A0 Usia Kehamilan 34 Minggu dengan Kehamilan Terlalu Muda di Puskesmas Tangkiling Kota Palangka Raya: Comprehensive Midwifery Care for Mrs. Y Aged 15 Years G1P0A0 at 34 Weeks of Gestation with Adolescent Pregnancy at the Tangkiling Community Health Center Palangka Raya Bella Bella; Nita Kusuma Lindarsih; Eni Setyaningsih
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.12817

Abstract

Latar Belakang: Asuhan kebidanan komprehensif (contiuity of care) merupakan asuhan yang diberikan oleh bidan dari mulai masa kehamilan hingga KB. Penyebab hamil di usia terlalu muda adalah tingkat pengetahuan ibu masih kurang, secara fisiologis reproduksi usia terlalu muda masih belum matang, Komplikasi yang terjadi hamil di usia terlalu muda yaitu anemia,BBLR,premature. Tujuan Penulisan: Memberikan asuhan kebidanan komprehensif secara menyeluruh dan berkesinambungan pada Ny.Y usia 15 tahun di Puskesmas Tangkiling menggunakan pendekatan manajemen kebidanan varney dan soap. Metode Penulisan: Jenis penulisan ini menggunakan case study dengan melakukan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny.Y ibu hamil trimester III di Puskesmas Tangkiling, dilakukan di  Puskesmas Tangkiling pada Februari-april 2025. Hasil penulisan di analisis menggunakan manajemen 7 langkah Varney dan soap. Hasil: Asuhan kebidanan komprehensif pada Ny.Y tidak ditemukan permasalahan. Kehamilan Ny.Y dikategorikan sebagai kehamilan fisiologis usia 39 minggu. Persalinan berlangsung selama 2 jam 14 menit dan tidak terdapat penyulit serta bayi lahir spontan segera menangis. Kunjungan nifas dilakukan 5 kali dan tidak terdapat penyulit. Asuhan pada bayi baru lahir dan neonatus Ny.Y berjalan dengan normal dan asuhan KB berjalan lancar dan tidak ada kesenjangan antara fakta dan teori.
Faktor Minat Akseptor Vasektomi di Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya: Factors Influencing Vasectomy Acceptors in Jekan Raya District Palangka Raya City Anggreni Ade Putri
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.12818

Abstract

Vasektomi merupakan salah satu metode kontrasepsi jangka panjang pada pria yang aman dan efektif dalam mendukung keberhasilan Program Keluarga Berencana (KB). Namun tingkat pemanfaatan vasektomi di Indonesia masih rendah dibandingkan metode konservasi lainnya, yang menunjukkan minimnya partisipasi manusia dalam program KB. Rendahnya minat terhadap vasektomi dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pengetahuan, sikap, persepsi terhadap efek samping, dukungan pasangan, serta pengaruh sosial dan budaya. Kecamatan Jekan Raya di Kota Palangka Raya memiliki jumlah akseptor vasektomi yang masih terbatas. Kondisi ini menunjukkan perlunya kajian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi minat akseptor vasektomi agar dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi promosi kesehatan dan peningkatan peran pria dalam program KB. Survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampelnya adalah Accindental Sampling sebanyak 99 Responden. Analisis yang dilakukan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-Square.
Analisis Korelasi Pengetahuan dan Perilaku Ibu dalam Upaya Pencegahan Stunting Balita di Wilayah Kerja BLUD UPT Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya: Correlation Analysis between Mothers’ Knowledge and Behavior in Efforts to Prevent Stunting among Toddlers in the Working Area of BLUD UPT Puskesmas Pahandut, Palangka Raya City Melisa Frisilia; Riska Ovany; Stefanicia Stefanicia; Neneng Safitri
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.12819

Abstract

Stunting merupakan gangguan yang terjadi pada tumbuh kembang balita yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan anak tidak sesuai dengan anak seusianya. Adanya ibu balita yang belum memahami cara mencegah stunting, terutama dalam hal pengolahan makanan, pemenuhan kebutuhan gizi, penerapan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS), serta pentingnya melakukan pemantauan tumbuh kembang anak akan berpengaruh pada kejadian stunting. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan  rancangan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki balita sebanyak 45 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Analisis yang dilakukan adalah menggunakan uji rank spearman’s. Penelitian ini menunjukan hasil uji rank spearman’s, di dapatkan (p = 0,003< α = 0,05). Hal itu berarti ada hubungan pengetahuan ibu dengan perilaku pencegahan stunting pada balita di wilayah kerja BLUD UPT puskesmas Pahandut. Ibu dengan pemahaman dasar mengenai stunting yang cukup cenderung telah menerapkan sebagian besar praktik pencegahan stunting, seperti pemberian ASI eksklusif, MP ASI tepat, dan pengawasan pertumbuhan pada balita meskipun belum sepenuhnya optimal. Oleh karena itu, upaya menurunkan prevalensi stunting melalui pencegahan primer harus semakin ditingkatkan dengan optimalisasi promosi kesehatan, agar ibu mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam dan pengetahuan yang lebih luas tentang stunting, sehingga mampu menerapkan perilaku pencegahan secara tepat.