cover
Contact Name
Mohammad Rizki Fadhil Pratama
Contact Email
mohammadrizkifadhilpratama@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lp2m@umpalangkaraya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Surya Medika
ISSN : 24607266     EISSN : 26552051     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
The publication of Jurnal Surya Medika certainly participates in disseminating the results of research and review of science and technology development conducted by lecturers and researchers especially from UM Palangkaraya and other universities. This edition contains 17 articles consisting of Pharmacy, Medical Laboratory Technology, and another Health Science topics.
Arjuna Subject : -
Articles 812 Documents
Perilaku, Konsumsi Miras, Persepsi, Remaja, Katingan Hubungan Persepsi Minuman Keras Dengan Perilaku Mengkonsumsi Minuman Keras Pada Remaja Di Smas Garing Tarantang Kabupaten Katingan: HUBUNGAN PERSEPSI TENTANG MINUMAN KERAS DENGAN PERILAKU MENGKONSUMSI MINUMAN KERAS PADA REMAJA DI SMAS GARING TARANTANG DESA TUMBANG MANGGU KECAMATAN SANAMAN MANTIKEI KABUPATEN KATINGAN Barto Mansyah Barton; Willi Rahmadhani Pratama; Aida Kusnaningsih; Rikiy Rikiy
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.12494

Abstract

ABSTRAK HUBUNGAN PERSEPSI TENTANG MINUMAN KERAS DENGAN PERILAKU MENGKONSUMSI MINUMAN KERAS PADA REMAJA DI SMAS GARING TARANTANG DESA TUMBANG MANGGU KECAMATAN SANAMAN MANTIKEI KABUPATEN KATINGAN Barto Mansyah ¹ , Willi Rahmadhani Pratama 2 , Aida Kusnaningsih 3 , Rikiy 4 Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes, Palangka Raya Email : Bartomansyah@gmail.com Latar belakang : Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa. Masa transisi ini seringkali menghadapkan individu yang dihadapkan dengan situasi yang membingungkan, di satu pihak ia masih anak-anak, tetapi di pihak lain ia harus berperilaku seperti orang dewasa. Remaja sebagai individu yang sedang berada dalam proses berkembang, berkembang kearah kematangan atau kemandirian. Pada perkembangan yang tidak memadai sering kali mengakibatkan munculnya perilaku yang menyimpang dari salah satu perilaku tersebut remaja mengkomsumsi minuman keras atau miras. Tingginya perilaku mengonsumsi minuman keras pada remaja harus diantisipasi, salah satunnya dengan mengetahui persepsi pada remaja, karena persepsi dari remaja tersebut akan mempengaruhi perilakunya. Tujuan penelitian : Menganalisis hubungan persepsi tentang minuman keras dengan perilaku mengonsumsi minuman keras pada remaja di SMAS Garing Tarantang Desa Tumbang Manggu Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan. Metode penelitian : Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional . Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 62 orang, dengan menggunakan teknik sampling yaitu simple random sampling . Kuesioner persepsi dibuat oleh Tim peneliti dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Kuesioner perilaku terhadap minuman keras dibuat oleh Tim peneliti dari Badan Narkotika Nasional. Analisa data menggunakan Analisa Univariat dan Bivariat Distribusi Frekuensi. Hasil penelitian : Penelitian tentang hubungan persepsi dengan perilaku konsumsi alkohol pada remaja SMAS Garing Tarantang Desa Tumbang Manggu menemukan bahwa hanya sebagian kecil responden yang tidak pernah mengonsumsi alkohol yang memiliki persepsi positif, sedangkan sebagian responden yang mengonsumsi alkohol memiliki persepsi negatif. Sebagian besar remaja SMAS Garing Tarantang Desa Tumbang Manggu memiliki persepsi negatif terhadap alkohol (54%). Penelitian ini juga menemukan bahwa sebanyak 84% remaja SMAS Garing Tarantang Desa Tumbang Manggu pernah mengonsumsi alkohol minimal satu kali. Analisis statistik dengan menggunakan uji Chi-Square menunjukkan nilai p sebesar 0,001 yang berarti lebih kecil dari taraf signifikansi (α). Dengan demikian, hipotesis nol (Ho) ditolak yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara persepsi terhadap alkohol dengan perilaku konsumsi alkohol pada remaja SMAS Garing Tarantang Desa Tumbang Manggu. Kesimpulan : Ada hubungan persepsi tentang minuman keras dengan perilaku mengkonsumsi minuman keras. Kata kunci: Persepsi, Perilaku, Remaja  
Gambaran Pengetahuan Tentang Relaksasi Nafas dalam Pengurangan Nyeri Persalinan pada Ibu Hamil di Puskesmas Pahandut Kota Palangkaraya: Overview of Knowledge About Deep Breathing Relaxation Reducation of Labor Pain in Pregnant Women at the Pahandut Health Center, Palangkaraya City Jessika Kamelia Lauri; Fitriai Ningsih; Sefentina Agustin
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.12792

Abstract

Nyeri persalinan merupakan nyeri yang disebabkan oleh timbulnya kontraksi otot-otot uterus, hipoksia dari otot- otot yang mengalami kontraksi, peregangan serviks pada waktu membuka, iskemia korpus uteri, dan peregangan segmen bawah rahim. Metode: Penelitian ini menggukan metode deskriptif dengan pendekatan crossectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang berada di Puskesmas Pahandut dan sampel di ambil menggunakan teknik accidental sampling yang berjumlah 26 responden. Hasil: penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahun baik mengenai penggetahuan tentang relaksasi nafas dalam pengurangan nyeri persalinan pada ibu hamil, secara menyeluruh yaitu 22 responden (73%). Mayoritas responden memliki pengetahuan dengan karakteriktik usia 20-35 tahun sebanyak 26 responden (100%), pendidikan tinggi 20 responden (77%), dan berdasarkan pekerjaan sebagai IRT 24 responden (92%). Kesimpulan: hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa pengetahuan tentang relaksasi nafas dalam pengurangan nyeri persalinan pada ibu hamil baik sehingga harus tetap meningkatkan kualitas pelayanan bisa menjadi jauh baik lagi.
Hubungan Aktivitas Fisik dan Konsumsi Kopi dengan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Pahandut: The Correlation Between Physical Activity and Coffee Consumption and Blood Pressure in Hypertensive Patients in Working Area of Pahandut Health Center Febry Tri Sendy; Meilitha Carolina; Nia Pristina
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.12793

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia. Gaya hidup seperti aktivitas fisik dan konsumsi kopi diduga memengaruhi tekanan darah, namun pengaruhnya masih perlu diteliti lebih lanjut, terutama di wilayah kerja Puskesmas Pahandut yang memiliki karakteristik aktivitas harian dan konsumsi kopi yang bervariasi. Fenomena yang ditemukan menunjukkan tingginya angka hipertensi pada usia pralansia, di mana pasien hipertensi cenderung kurang melakukan aktivitas fisik dan mengonsumsi kopi lebih dari dua gelas per hari. Tujuan: Mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dan konsumsi kopi dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Pahandut tahun 2025. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 40 responden hipertensi yang dipilih melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah (p = 0,640), maupun antara konsumsi kopi dengan tekanan darah (p = 0,279). Mayoritas responden (92,5%) memiliki aktivitas fisik sedang dan sebagian besar (77,5%) berada dalam kategori hipertensi stage 1. Kesimpulan: Aktivitas fisik maupun konsumsi kopi tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Pahandut. Diperlukan kajian lanjutan yang mempertimbangkan faktor durasi, intensitas aktivitas, serta jenis kopi dan sensitivitas individu terhadap kafein.
Hubungan Gender dengan Kejadian Komplikasi pada Penderita Diabetes Mellitus di Ruang Rawat Inap Bougenville RSUD Dr. Murjani Sampit: Correlation Between Gender and the Occurance of Complications in Patients with Diabetes Mellitus in the Impatient Unit of Dr. Murjani Hospital Sampit Hermiwatie Hermiwatie; Meilitha Carolina; Eva Priskila
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.12794

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Mellitus merupakan penyakit metabolik kronik yang dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani secara optimal. Faktor gender diketahui memiliki pengaruh terhadap variasi klinis dan komplikasi yang timbul pada pasien diabetes. Peran gender menjadi langkah krusial untuk merumuskan strategi pencegahan dan penatalaksanaan komplikasi Diabetes Mellitus yang lebih tepat sasaran dan efektif. Fenomena di Ruang Rawat Bougenville RSUD Dr. Murjani menunjukkan bahwa pasien Diabetes Mellitus dengan komplikasi lebih banyak didominasi oleh perempuan dibandingkan laki-laki. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian komplikasi pada penderita Diabetes Mellitus di ruang rawat inap RSUD dr. Murjani Sampit. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan retrospektif. Sampel berjumlah 46 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi rekam medis. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 16 responden laki-laki, sebanyak 14 orang (87,5%) mengalami komplikasi, sedangkan dari 30 responden perempuan, 14 orang (46,7%) mengalami komplikasi. Uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,007 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kejadian komplikasi. Odds Ratio sebesar 8,000 (CI 95%: 1,542–41,493) mengindikasikan bahwa laki-laki memiliki kemungkinan 8 kali lebih besar mengalami komplikasi dibandingkan perempuan. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan kejadian komplikasi pada penderita Diabetes Mellitus di ruang rawat inap RSUD dr. Murjani Sampit.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pelaksanaan Early Warning Scorer (EWS) di Instalansi Gawat Darurat RSUD dr. Murjani Sampit: Factors Related to the Implementation of Early Warning Scorer (EWS)in Emergency Department at dr. Murjani Hospital Sampit Risky Agustian; Dwi Agustian Faruk Ibrahim; Agustina Nugrahini
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.12795

Abstract

Introduksi: Early Warning Score (EWS) merupakan suatu proses sistematis untuk mengevaluasi dan mendeteksi dini kondisi pasien dengan mengukur parameter klinis pasien. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pelaksanaan EWS seperti pendidikan, masa kerja, pengetahuan dan sikap. Di IGD RSUD dr. Murjani Sampit masih ada perawat dan dokter tidak maksimal melakukan observasi dan kolaborasi sesuai dengan SPO EWS yang telah dibuat dan ada yang belum mampu melakukan tindakkan selanjutnya setelah skor EWS yang di dapat cukup tinggi. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Faktor – Faktor apa saja yang Berhubungan dengan Pelaksanaan Early Warning Scorer (EWS) di Instalasi Gawat Darurat RSUrD dr. Murrjani Sampit. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh Perawat dan dokter di Instalasi Gawat Darurat di RSUD dr. Murjani Sampit. Sampel diambil sebanyak 45 responden menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji statistik Regeresi Linear Berganda. Hasil: Hasil hasil uji statistik diperoleh tidak ada hubungan pendidikan (0,473 > 0,05) dengan pelaksanaan EWS, dan terdapat hubungan masa kerja (0,000 < 0,05), pengetahuan (0,007 < 0,05) dan sikap dengan pelaksanaan EWS (0,034 < 0,05
Hubungan Pengetahuan Tentang Penanganan Kejang Demam pada Anak dengan Tingkat Kecemasan Orang Tua di RSUD dr. Murjani Sampit: Correlation Between Knowledge of Children Febrile Seizure Management and Parental Anxiety Level at dr. Murjani Hospital Sampit Sintamini Sintamini; Dwi Agustian Faruk Ibrahim; Agustina Nugrahini
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.12796

Abstract

Introduksi: Kejang demam merupakan kelainan neurologis yang paling sering terjadi pada anak. Kejang demam pada anak dapat mengakibatkan kecemasan pada orang tua. Kecemasan orang tua adalah kondisi psikologis orang tua yang merasa cemas atau khawatir terhadap kondisi kesehatan anaknya. Sering terjadi banyak orang tua terutama ibu pada kondisi kejang tidak tahu cara penanganannya dan mengalami kecemasan berat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang penanganan kejang demam pada anak dengan tingkat kecemasan orang tua di RSUD dr. Murjani Sampit. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh keluarga pasien yang mengalami kejang demam di RSUD dr. Murjani Sampit. Sampel diambil sebanyak 33 responden menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji statistik Spearman Rank untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang penanganan kejang demam pada anak dengan tingkat kecemasan orang tua di RSUD dr. Murjani Sampit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan dalam kategori baik dan kecemasan dalam kategori sangat berat. Berdasarkan hasil uji Spearman Rank, diperoleh nilai signifikansi p = 0,000 (p ≤ 0,05) dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,639, yang menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat antara pengetahuan tentang penanganan kejang demam pada anak dengan tingkat kecemasan orang tua. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang penanganan kejang demam pada anak dengan tingkat kecemasan orang tua di RSUD dr. Murjani Sampit. Semakin tinggi tingkat pengetahuan, semakin rendah tingkat kecemasan orang tua
Hubungan Antara Konsumsi Lemak Jenuh dengan Kejadian Acne Vulgaris pada Siswa SMA Negeri 4 Kota Pariaman: The Relationship Between Satured Fat Comsumption and the Incidence of Acne Vulgaris in Students of SMA Negeri 4 Pariaman City Prima Minerva; Anisa Fikra Aulia
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.12799

Abstract

Acne Vulgaris adalah penyakit kulit karena adanya penumpukan minyak yang menyebabkan pori-pori kulit wajah tersumbat sehingga memicu aktivitas bakteri dan peradangan pada kulit, hampir setiap orang pernah mengalami gangguan acne vulgaris dikarenakan beberapa faktor salah satunya adalah makanan. Tujuan peneltian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara konsumsi lemak jenuh dengan kejadian acne vulgaris pada siswa SMA Negeri 4 Kota Pariaman. Penelitian ini menggunakan metode analitik korelasional dengan desain cross-sectional dan melibatkan 95 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan analisis dilakukan dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami acne vulgaris pada kategori ringan yaitu 58 orang siswa (61,1%) dan tingkat konsumsi lemak jenuh siswa sebagian besar berada pada kategori sedang yaitu 64 orang siswa (67,4%), sehingga analisis data menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara konsumsi lemak jenuh dengan kejadian acne vulgaris (p=0,001; p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi lemak jenuh dengan kejadian acne vulgaris pada siswa SMA Negeri 4 Kota Pariaman, diharapkan siswa dapat lebih memperhatikan dalam mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh untuk mengurangi risiko timbulnya acne vulgaris.
Hubungan Kualitas Tidur dengan Terjadinya Acne Vulgaris pada Mahasiswa Tata Rias dan Kecantikan Angkatan 2020: The Relationship of Sleep Quality and the Occurrence of Acne Vulgaris in Makeup and Beauty Student for the Batch of 2020 Prima Minerva; Viora Sarningsih
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.12800

Abstract

Acne vulgaris merupakan penyakit kulit disebabkan oleh peradangan kronis pada folikel pilosebasea. acne vulgaris dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk kualitas tidur yang buruk juga dapat meningkatkan hormon kortisol yang menyebabkan peradangan dan produksi minyak berlebih dikulit memperburuk jerawat. Tujuan penelitan ini untuk mengetahui hubungan kualitas tidur terhadap terjadinya acne vulgaris pada mahasiswa tata rias dan kecantikan angkatan 2020. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional yang bersifat kuantitatif. Populasi yang digunakan adalah mahasiswa tata rias dan kecantikan angkatan 2020. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 63 orang. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang didapatkan langsung dari responden dengan cara menyebarkan kuisioner. Penelitian ini menggunakan analisis menunjukan nilai signifikansi 0.000<0,05 berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur yang buruk dan kejadian acne, bauk dalam tingkat ringan hingga berat. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan terjadinya acne vulgaris pada mahasiswa tata rias dan kecantikan angkatan 2020, diharapkam mahasiswa tata rias lebih memperbaiki kualitas tidurnya agar mengurangi terjadinya jerawat pada wajah.
Prosedur Tindakan Percutaneous Coronary Interventional dengan Menggunakan Intravaskular Ultrasound dengan Kasus Chronik Total Occlusion pada Arteri Koroner: Percutaneous Coronary Interventional Procedure Using Intravascular Ultrasound in Chronic Total Occlusion Cases in Coronary Arteries Maria Gristha Tengah; I Made Lana Prasetya; Dwi Hascaryo
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.12801

Abstract

Percutaneous coronary interventional (PCI) merupakan tindakan pelebaran pembuluh darah minimal invasive dengan menggunakan ballon dan stent, prosedur tindakan PCI dengan menggunakan intravaskular ultrasound (IVUS) pada kasus ini menggunakan single puncture pada arteri femoralis kanan. Studi ini mendeskripsikan proses dan hasil Percutaneous Coronary Intervention (PCI) dengan panduan IVUS pada pasien CTO LAD. Penelitian ini menggunakan desain studi deskriptif dengan pendekatan laporan kasus (case report). Pendekatan ini dipilih untuk memberikan gambaran rinci mengenai prosedur intervensi serta peranan radiografer pada tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) dengan panduan Intravascular Ultrasound (IVUS) pada pasien dengan penyakit jantung koroner kompleks, chronic total occlusion (CTO) pada arteri LAD. Evaluasi angiografi awal menunjukkan oklusi total pada proximal LAD. Prosedur PCI dilakukan pada salah satu pembuluh utama, yaitu LAD, dengan penggunaan IVUS Opticross untuk mengevaluasi morfologi lesi, luas penampang minimal lumen area, dan efektivitas ekspansi stent. Hasil evaluasi IVUS pada LAD menunjukkan lesi fibrocalcified sepanjang 44,25 mm dengan MLA awal sebesar 2,72 mm², sehingga dilakukan implantasi dua stent DES dari mid LAD ke proximal LM. Evaluasi IVUS pasca PCI menunjukkan stent terpasang dengan baik dan mengembang optimal dengan MSA meningkat menjadi 4,44 mm² di mid LAD dan 10,03 mm² di proximal LM. Evaluasi angiografi akhir menunjukkan aliran darah TIMI grade 3 tanpa trombus, sisa stenosis, atau komplikasi lainnya. Beberapa tugas dan peranan radiografer dalam tindakan PCI adalah pada dasarnya tidak ada perbedaan yang signifikan antara tugas yang dilakukan Radiografer dalam SKKNI dan di lapangan.
Teknik Pemeriksaan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) pada Kasus Stenosis Right Coronary Artery (RCA): Percutaneous Coronary Intervention (PCI) Examination Technique in Right Coronary Artery (RCA) Stenosis Cases Kadek Bujangga Aris Priadil; I Made Lana Prasetya; Dwi Hascaryo
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.12802

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Salah satu terapi invasif minimal untuk mengatasi penyumbatan arteri koroner adalah Percutaneous Coronary Intervention (PCI). Penanganan terhadap PJK yang signifikan secara hemodinamik, khususnya pada pasien dengan lesi berat di satu pembuluh koroner utama (single vessel disease). Dalam kasus ini, pasien mengalami stenosis difus dengan lesi di segmen mid dari Right Coronary Artery (RCA). Prosedur dilakukan melalui akses radialis kanan dan dilakukan pemasangan satu buah stent di mid-RCA. Dilakukan teknik double wiring ke arah PDA dan PL untuk stabilisasi lesi. Tindakan PCI pada pasien dengan CAD 1 VD dan stenosis signifikan RCA membutuhkan beberapa persiapan dari kondisi pasien sampai alat dan bahan yang diperlukan saat tindakan. Peran Radiografer juga dibutuhkan dalam tindakan pemeriksaan PCI pada pasien dengan CAD 1 VD dengan stenosis yang signifikan di pembuluh darah RCA. Dalam tindakan ini radiografer juga perlu mempersiapkan tindakan sebelum maupun sesudah tindakan, mulai dari register pasien, pengoperasian alat untuk memastikan gambar angiografi jelas dan informatif untuk membantu diagnosis yang akurat hingga pelaporan hasil tindakan. Dalam penelitian ini penulis membahas mengenai prosedur tindakan PCI pada pasien dengan CAD 1 VD dengan stenosis signifikan di pembuluh darah RCA dan pentingnya peran radiografer dalam SKKNI dan di lapangan.