cover
Contact Name
Mohammad Rizki Fadhil Pratama
Contact Email
mohammadrizkifadhilpratama@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lp2m@umpalangkaraya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Surya Medika
ISSN : 24607266     EISSN : 26552051     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
The publication of Jurnal Surya Medika certainly participates in disseminating the results of research and review of science and technology development conducted by lecturers and researchers especially from UM Palangkaraya and other universities. This edition contains 17 articles consisting of Pharmacy, Medical Laboratory Technology, and another Health Science topics.
Arjuna Subject : -
Articles 822 Documents
Pengaruh Faktor Sosial Budaya Terhadap Pemanfaatan Keluarga di RT XII Kelurahan Kasongan Lama Kecamatan Hilir Kabupaten Katingan: The Influence of Sociocultural the Utilization of Household Latrines in RT XII Kasongan Lama Subdistrict Katingan Hilir District Katingan Regency Eva Prilelli Baringbing
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.12821

Abstract

Meskipun sebagian besar rumah tangga di RT XII Kelurahan Kasongan Lama telah memiliki jamban keluarga, praktik Buang Air Besar Sembarangan (BABS) masih ditemukan di daerah ini. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti budaya, kebiasaan turun-temurun, dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sanitasi yang layak. Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pemanfaatan jamban keluarga di RT XII Kelurahan Kasongan Lama, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan. Menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 63 kepala keluarga (KK) yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi Square.
Formulasi Nutraseutikal Minuman Serbuk Effervescent Ekstrak Buah Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa Haskk) Bima Bima; Risqika Yuliatantri Paramawidhita; Rika Arfiana Safitri
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.12984

Abstract

Buah Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa Haskk) dikenal sebagai sumber nutrisi alami yang kaya serat, vitamin, mineral, serta senyawa bioaktif seperti flavonoid dan antioksidan. Nutraseutikal merupakan produk yang mengintegrasikan manfaat nutrisi dan farmasi untuk menjaga kesehatan atau mencegah penyakit melalui senyawa tersebut. Sediaan effervescent menghasilkan gelembung gas karbon dioksida saat dilarutkan dalam udara, memberikan sensasi seperti minuman soda. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan nutraseutikal berupa minuman serbuk effervescent. Pendekatan eksperimental digunakan melalui serangkaian percobaan. Hasilnya menunjukkan bahwa formula ketiga memenuhi standar sifat fisik. Formula 1 memiliki pH mendekati netral (6,1), waktu larut tercepat (2,37 menit), dan kecepatan alir optimal (5,07 g/s). Formula 2 menunjukkan pH lebih asam (4,3), waktu larut lebih lama (8,17 menit), namun kecepatan alir tertinggi (6,29 g/s). Formula 3 memiliki pH 4,5, waktu larut 4,13 menit, serta kecepatan alir 5,2 g/s. Semua persyaratan formula memenuhi kadar air (5-7%) dan hasil uji organoleptis serupa, yaitu serbuk kasar berwarna hijau muda dengan rasa asam. Ekstrak buah Karamunting dapat diformulasikan dalam bentuk nutraseutikal minuman serbuk effervescent, dengan evaluasi fisik yang baik pada semua formula, sehingga formula ketiga layak dikembangkan.
Evaluation of Potential Antihypertensive Drug Interactions in Hospitalized Patients: A Retrospective Study Based on Medical Records Annora rizky amalia; Alfina Nurrahman; Bella Anggreyani Yusuf
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.13410

Abstract

Hypertension is a chronic disease that requires long-term treatment. The concomitant use of multiple medications in hospitalized patients may increase the risk of potential drug interactions, which can affect treatment effectiveness and patient safety. This study aimed to evaluate potential antihypertensive drug interactions in hospitalized patients based on medical record data. A descriptive study with a retrospective design was conducted by reviewing the medical records of patients with hypertension at a regional public hospital in Central Java. The samples were selected using purposive sampling according to the predetermined inclusion and exclusion criteria. Potential drug interactions were analyzed based on the combinations of medications prescribed during hospitalization. The results showed that 85 patients (70.83%) had potential drug interactions, with a total of 208 interaction events, of which 155 (74.52%) involved antihypertensive drugs. The most frequent potential interaction occurred between amlodipine and Santagesik, accounting for 20 events (9.62%). Most interactions were classified as significant (77.40%) and were predominantly pharmacokinetic in mechanism (79.81%). Potential antihypertensive drug interactions remain common among hospitalized patients, highlighting the importance of regular therapy evaluation and medication monitoring to improve treatment safety and effectiveness.
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU DALAM MENCEGAH DEMAM TIFOID ANAK DI PUSKESMAS NAGASWIDAK M. Hasnul Fajri; Liza Chairani; Ahmad Ghiffari; Risdiansyah Risdiansyah; Dientyah Nur Anggina
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.9244

Abstract

Penyakit menular merupakan masalah yang signifikan baik bagi negara kaya maupun negara berkembang. Demam tifoid menempati urutan teratas di antara penyakit infeksi yang umumnya menyerang anak-anak. Pengetahuan orang tua yang berbeda dapat memberikan perbedaan dalam pencegahan demam tifoid pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh edukasi kesehatan terhadap tingkat pengetahuan ibu dalam mencegah demam tifoid anak di Puskesmas Nagaswidak Kota Palembang. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-experimental dengan rancangan one group pretest-postest design. Sampel penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak umur 6-12 tahun sebanyak 45 sampel di Puskesmas Nagaswidak. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Uji statistik menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian ini pada saat sebelum edukasi kesehatan tingkat pengetahuan ibu didapatkan 19 ibu (42,2%) kategori baik, 24 ibu (53,3%) kategori sedang, dan 2 ibu (4,4%) kategori buruk. Pada saat sesudah edukasi kesehatan tingkat pengetahuan ibu didapatkan 44 ibu (97,8%) kategori baik, dan 1 ibu (2,2%) kategori sedang. Hasil uji wilcoxon menunjukkan nilai p value sebesar 0,000. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara sebelum dan sesudah edukasi kesehatan terhadap tingkat pengetahuan ibu dalam mencegah demam tifoid anak.
Formulasi Dan Evalusai Sediaan Clay mask Ekstrak Etanol 96% Daun Mangga Kasturi Dengan Variasi Konsentrasi Kaolin-Bentonit Aditya Noviadi Rakhmatullah; Nur Rahmiati; Wahyudin Bin Jamaludin; Aristha Novyra Putri; Gusti Muhammad Abdul Halim
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.10293

Abstract

Clay mask merupakan kosmetika berbahan dasar kaolin dan bentonite yang dapat menyerap kotoran dan kelebihan minyak di kulit, sedangkan daun manga kasturi memiliki aktivitas antioksidan yang dapat digunakan sebagai perawatan kulit. Konsentrasi dari kaolin dan bentonit yang dapat berpengaruh terhadap karakteristik sediaan clay mask. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula manakah yang menghasilkan sediaan clay mask etanol 96% daun manga kasturi (Mangifera casturi Kosterm) yang paling optimal berdasarkan variasi dengan memvariasikan konsentrasi kaolin dan bentonite dalam formula sediaan F1 (50:2), F2 (49:2,5), F3 (48:3), F4 (47:3,5), F5 (46:4), F6 (45:4,5). Masker dibuat dengan variasi konsentrasi kaolin dan bentonite. Pengujian sediaan meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya lekat, daya sebar, waktu mongering, viskositas, dan stabilitas. Karakteristik sediaan clay mask ekstrak etanol 96% daun mangga kasturi (Mangifera casturi Kosterm) dengan variasi konsentrasi kaolin dan bentonit pada F1 sampai F6 bberdasarkan uji organoleptis berwarna hijau muda, konsistensi F1, F2, F5 kental, F3, F4 dan F6 sangat kental, berbau khas lavender dan sediaan homogen, nilai dengan rentah pH 5,85-6,42, viskositas berkisaran 8000-119.113 cPs, daya sebar berkisaran 4,5-7,4 cm, dan daya lekat nilai berkisaran 1,21-3,27, waktu mengering nilai berkisaran 19.24-23.11 menit. Formula 3 dengan konsentrasi kaolin 48% dan bentonit 3% merupakan formula optimum karena menunjukkan karakteristik fisik yang memenuhi persyaratan dan stabil pada pengujian sebelum dan setelah cycling test
Uji Efektivitas Antihiperurisemia Kombinasi Ekstrak Daun Kelor (Moringa aloeifere) Dan Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) Pada Mencit Putih (Mus musculus) Yanuar As'hari Cahyaningrum; Vania Natha Kaesthi; Rina Nurmaulawati
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.10702

Abstract

Hiperurisemia merupakan keadaan dimana adanya peningkatan kadar asam urat di dalam darah. Saat ini diperlukan adanya terapi alternatif dari tumbuhan yang berpotensi sebagai antihiperurisemia yang lebih aman dan efektif dari obat-obatan sintetik, seperti daun kelor (Moringa aloeifere) dan kayu manis (Cinnamomum burmannii). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi ekstrak daun kelor (EDK) dan ekstrak kayu manis (EKM) sebagai antihiperurisemia. Desain penelitian ini eksperimental laboratorium dengan teknik simple random sampling. Data dianalisa dengan SPSS menggunakan uji Kruskall Wallis. Hasil uji skrining fitokimia menunjukkan EDK mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan EKM mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, terpenoid. Hasil penurunan kadar asam urat menunjukkan bahwa kombinasi EDK dan EKM dosis 100/400 mg/kgBB, 125/375 mg/kgBB, dan 150/350 mg/kgBB memiliki persentase penurunan kadar asam urat berturut-turut sebesar 41,86%, 48,84%, dan 62,22%. Kombinasi EDK dan EKM dosis 150/350 mg/kgBB merupakan dosis yang paling efektif sebagai antihiperurisemia dibandingkan dengan dosis 100/400 mg/kgBB dan 125/375 mg/kgBB.
Hubungan Antara Kadar Procalcitonin dengan Jumlah Leukosit pada Penderita Diabetes Melitus Pasca Terapi Bekam Basah: The Correlation between Procalcitonin Levels And Leukocyte Counts In Patients with Diabetes Mellitus After Wet Cupping Therapy ANNISA SHOFIA FAJRO; DITA PRATIWI KUSUMA WARDANI; ULI MASULIYAH INDARWATI; RETNO SULISTIYOWATI; KURNIA RITMA DHANTI
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.12484

Abstract

Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik kompleks yang ditandai hiperglikemia dan melibatkan disfungsi multiorgan, termasuk sel β pankreas, jaringan adiposa, otot rangka, dan hati. Penderita diabetes melitus diketahui memiliki risiko infeksi yang lebih tinggi daripada pasien non-diabetes akibat gangguan sistem imun dan kondisi inflamasi kronis. Procalcitonin merupakan biomerker yang meningkat pada infeksi bakteri/sepsis dan digunakan sebagai indikator inflamasi sistemik, sementara leukosit mencerminkan respon imun seluler terhadap proses inflamasi dan infeksi. Kedua parameter ini dapat memberikan gambaran kondisi inflamasi pada penderita DM. Selain itu terapi komplementer seperti bekam basah telah digunakan lama dan diyakini memiliki efek terhadap perbaikan sirkulasi darah dan respon imun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kadar procalcitonin dengan jumlah leukosit pada penderita diabetes melitus pasca terapi bekam basah. Penelitian ini berjenis quasi-experimental dengan rancangan one group posttest only design yang melibatkan 22 orang penderita DM tipe 2 yang menjalani terapi bekam basah. Data kadar procalcitonin dan jumlah leukosit dianalisis dengan uji korelasi Spearman’s rho. Hasil uji korelasi Spearman’s rho menunjukkan nilai p = 0.635 dan nilai r = 0.107. Tidak terdapat hubungan kadar procalcitonin dengan jumlah leukosit pada pasien DM tipe 2 pasca terapi bekam basah.
Research Trends in Ethnomedicine-Based Anti-Diabetic Medicinal Plants: A Bibliometric Analysis (2010–2025) Wiwik Rahayu; Kintoko; Sagiran; Muhammad Yulis Hamidy
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.12967

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengindentifikasi dan memulai penelitian tentang tanaman obat anti-diabetes berbasis etnomedis. Studi ini selain menggunakan analisis bibliometrik, juga memanfaatkan perangkat lunak VOSviewers untuk memvisualisasikan jaringan, tren, dan karakteristik penelitian tentang tanaman obat dalam 15 tahun terakhir berbasis database Scopus. Dari penemuan 116 jumlah total dokumen publikasi penelitian tanaman obat dalam 15 tahun terakhir, negara India, Nigeria, Bangladesh, menjadi negara paling aktif dalam penerbitan penelitian tanaman obat dalam 15 tahun terakhir. Universitas University of Nigeria, University of Development Alternative, dan University of Ibadan menjadi afiliasi terbanyak dalam mempublikasikan penelitian tanaman obat. Mohammed Salim Rahmatullah dari Bangladesh, Rainer W. Bussmann dari Georgia, dan Rownak Jahan dari Bangladesh menjadi penulis paling konsisten mempublikasikan penelitian tanaman obat dalam 15 tahun terakhir. Studi ini juga merekomendasikan pentingnya studi-studi di masa yang akan datang untuk membahas potensi kandungan senyawa dalam tanaman obat, khususnya dalam konteks penanganan penyakit kronis seperti diabetes.
Evaluasi Pelayanan Resep: Kelengkapan Etiket di Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya: Evaluation of Prescription Services: Medication Etiketing at Puskesmas Menteng Palangka Raya Dewi Sari Mulia; Halida Suryadini; husna fauzia; Muhammad Alief Akbar Raffeldi
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.13705

Abstract

Pharmaceutical services at Community Health Centers refer to the Minister of Health Regulation Number 74 of 2016. As part of pharmaceutical services, prescription services at Community Health Centers must be carried out optimally, including writing drug labels that serve as a source of information for patients in the proper and safe use of drugs. Etikets play a role in improving patient understanding and supporting the success of therapy. Medication etiketing in the study was evaluated based on the components available on the etiket. This study aims to evaluate the completeness of drug etikets as part of pharmaceutical services at Community Health Centers. The method used is descriptive quantitative with a prospective approach. The number of samples used in this study was 385, determined based on the Cochran formula using a purposive sampling technique. The research instrument used a data collection sheet in the form of a checklist. Calculations were based on scoring with a value of 1 and 0 and the final result was a percentage. The results of the study showed that drug etiket components such as patient name, instructions for use, type of drug preparation, drug name, and drug information were 100% fulfilled, while the date of writing of the label was only fulfilled by 44%. From these results, it can be concluded that only 44% of labels were complete.
Herbal Medicines In Forensic Toxicology: Current Evidence, Analytical Challenges, And Future Perspectives: Herbal Medicines In Forensic Toxicology: Current Evidence, Analytical Challenges, And Future Perspectives Ricka Brillianty Zaluchu; Nurul Qamariah
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.13915

Abstract

The increasing global use of herbal medicines has expanded their relevance in forensic toxicology, particularly in cases involving accidental poisoning, intentional intoxication, herb–drug interactions, organ toxicity, product adulteration, and unexplained death. Although botanical products are commonly perceived as safe, many contain potent bioactive compounds capable of producing severe neurological, hepatic, cardiovascular, and renal toxicity. Their forensic investigation is complicated by complex phytochemical compositions, variable product quality, limited toxicological reference data, and the frequent presence of undeclared pharmaceuticals or contaminants. This narrative review summarizes the forensic significance of herbal medicines, major toxicological mechanisms, relevant biological specimens, current analytical techniques, interpretative challenges, and medico-legal implications. Particular attention is given to toxicologically important plants such as Mitragyna speciosa, Aconitum spp., Datura stramonium, Nerium oleander, Cerbera odollam, and Aristolochia spp. The review also examines the application of liquid chromatography–tandem mass spectrometry, gas chromatography–mass spectrometry, high-resolution mass spectrometry, spectroscopic methods, DNA-based identification, metabolomics, chemical fingerprinting, and artificial intelligence in the detection and authentication of herbal constituents. Current evidence indicates that the detection of a phytochemical confirms exposure but does not independently establish causation. Reliable forensic interpretation requires integration of toxicological findings with product analysis, botanical authentication, autopsy and histopathological observations, exposure history, and scene evidence. Major limitations include incomplete toxicological databases, scarce certified reference standards, postmortem redistribution, and the absence of validated toxic and lethal concentration ranges for most herbal compounds. Future progress will depend on standardized analytical protocols, expanded international databases, and stronger interdisciplinary collaboration to improve medico-legal decision-making and public health protection