cover
Contact Name
Ainun
Contact Email
jurnalwiyata@iik.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalwiyata@iik.ac.id
Editorial Address
Jl. KH. Wachid Hasyim No.65, Kota Kediri, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Wiyata : Penelitian Sains dan Kesehatan
ISSN : 23556498     EISSN : 24426555     DOI : 10.56710
Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan is a periodical journal published by LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiyata Kediri with ISSN number 2442-6555 (online) and ISSN 2355-6498(prin). This Journal was first published online in 2015 with volume number 2 no 1. Jurnal Wiyata publish various original articles related to "Pharmacology, Toxicology and Pharmaceutics; Profesi Kesehatan; Menejmen Informasi Kesehatan; Mikrobiologi (Medis); Imonologi dan Alergi; Kedokteran Gigi; Pelayanan Medis Emergensi; Histologi; Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan dan Pekerjaan; Hematologi". This journal has been indexed Sinta 4 with Decree number: 30 / E / KPT / 2019. This journal is published twice a year in June and December. Every article that goes to editorial staff is selected through a Preliminary Review process by considering whether the article suits the scientific scope of journal. Manuscripts that do not comply with the writing guidelines for publication will be rejected by the editor before further review. The manuscripts that meet the specified guideline will be subject to peer-Preview Process for substansial and formatting check. If the manuscript is improperly prepared, it will be sent back to the author for either major or minor revision. The author should resubmit the revised manuscript within one month of provisional acceptance. Based on Reviewer comments, the Editorial Board then takes a final decision to accept or reject the article for publication.
Arjuna Subject : -
Articles 296 Documents
TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK X KABUPATEN BEKASI Warti, Lia
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v12i1.918

Abstract

Apotek merupakan salah satu sarana pelayanan kefarmasian dan tempat apoteker melakukan praktik kefarmasian. Standar Pelayanan Kefarmasian merupakan tolak ukur yang digunakan sebagai pedoman tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien. Pelayanan Kefarmasian di apotek meliputi penyediaan sediaan farmasi dan pelayanan farmasi klinik yang bertujuan untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Pelayanan kefarmasian yang berkualitas dapat memuaskan masyarakat sebagai pasien, loyalitas pasien, serta dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui evaluasi pelayanan kefarmasian di Apotek X Kabupaten Bekasi meliputi aspek penampilan apotek, keramahan petugas, pelayanan informasi obat, ketersediaan obat dan kecepatan pelayanan. Jenis penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Cara pengambilan sampel dengan metode accidental sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dilakukan pada bulan Juli –September 2023 dengan total sampel 150 responden Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan lima penilaian dan total 20 pernyataan. Hasil uji validitas dan reliabilitas menyatakan kuesioner yang digunakan valid dan reliable. Hasil penelitian didapatkan, tingkat kepuasan pasien terhadap indikator pelayanan kefarmasian menunjukkan bahwa penampilan apotek memperoleh skor 87,63% (sangat puas), keramahan petugas 91,2% (sangat puas), pelayanan informasi obat 89,44% (sangat puas), ketersediaan obat 88,16% (sangat puas), dan kecepatan pelayanan mencapai 91,3% (sangat puas). Secara keseluruhan pasien merasa sangat puas terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek X Kabupaten Bekasi.
POTENSI EKSTRAK BENALU TEH (Scurrula oortiana Dans.) TERHADAP BAKTERI PENYEBAB JERAWAT Staphylococcus epidermidis DAN Staphylococcus aureus Reubun, Yonathan Tri Atmodjo; Silvyana, Annysa Ellycornia; Warti, Lia; Octaviani, Adinda Tri
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v12i1.919

Abstract

Acne is a disease in which there is a buildup of skin oil glands which results in clogged skin pores, causing excess fat deposits. Bacteria such as Staphylococcus epidermidis and Staphylococcus aureus are the main factors in the emergence of this acne disease. The use of natural medicine can be used to test the inhibitory activity of both bacteria, one of which is tea mistletoe. The purpose of this study was to obtain the inhibitory activity of bacteria such as Staphylococcus epidermidis and Staphylococcus aureus from tea mistletoe extract using the liquid dilution method, namely MIC and MBC. The concentrations used consisted of 100000ppm, 50000 ppm, 25000ppm, 12500 ppm, 6250ppm, and 3125ppm. The MIC method is based on the turbidity or clarity of the test solution, while the MBC is based on the concentration of the extract in the media used. The results of the study showed that tea mistletoe extract has the potential to inhibit at 50,000ppm and above on both bacteria with the MIC method and kill at a concentration of 50,000ppm on S.aureus bacteria and 25,000ppm on S.epidermidis. The conclusion of this study is that tea mistletoe extract has the potential to inhibit and kill S.epidermidis and S.aureus bacteria at a concentration of 50,000ppm on the MIC and 25,000ppm on the MBC method.
IDENTIFIKASI Candida sp. PADA SWAB VAGINA WANITA HAMIL TRIMESTER I, II, DAN III DI PRAKTEK MANDIRI BIDAN ROCHYANI DI KOTA DEPOK Prihatin, Agnianis Sebri
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v12i1.928

Abstract

AbstrakLatar belakang: Kandidiasis vulvovaginalis merupakan infeksi yang  disebabkan oleh Candida sp, yang menginfeksi vagina. Spesies yang paling umum ditemukan adalah Candida albicans yang merupakan flora normal vagina dan spesies non albicans yang dapat muncul sebagai penyebab kandidiasis vulvovaginalis adalah Candida krusei, Candida parapsilopsis, Candida tropicalis, dan Candida glabrata. Wanita hamil memiliki resiko lebih besar mengalami kandidiasis vulvovaginalis dibandingkan wanita tidak hamil karena perubahan fisiologis selama kehamilan dapat menghasilkan beberapa perubahan. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui keberadaan Candida sp. pada swab vagina wanita hamil trimester I, II, dan III. Metode: Penelitian ini deskriptip kualitatif dengan mengamati hasil kultur swab vagina pada media Hicrome Candida Differential Agar. Responden penelitian ini wanita hamil trimester I, II, dan III sebanyak 21 responden, dengan masing-masing trimester berjumlah 7 orang. Hasil: Didapatkan hasil pada trimester I ditemukan C. albicans, C. glabrata, C. tropicalis, dan C.krusei. Trimester II ditemukan C. albicans, C. glabrata, C. krusei. Trimester III ditemukan C. albicans, C. glabrata, C. tropicalis, C. parapsilopsis, C. krusei. Simpulan: Hasil menunjukan terdapat keberadaan Candida sp. pada swab vagina wanita hamil trimester I, II dan III. AbstractBackground: Vulvovaginal candidiasis is an infection caused by Candida sp, which infects the vagina. The most common species found is Candida albicans which is the normal flora of the vagina and non albicans species that can appear as a cause of vulvovaginal candidiasis are Candida krusei, Candida parapsilopsis, Candida tropicalis, and Candida glabrata. Pregnant women have a greater risk of developing vulvovaginal candidiasis than non-pregnant women because physiological changes during pregnancy can produce several changes in the body. Objective: This study was to determine the presence of Candida sp. in vaginal swabs of pregnant women in the first, second, and third trimester.  Methods: This study is qualitative descriptive by observing the results of vaginal swab culture on Hicrome Candida Differential Agar media. Respondents of this study were pregnant women in trimester I, II, and III as many as 21 respondents, with each trimester totaling 7 people. Results: The results obtained in the first trimester found C. albicans, C. glabrata, C. tropicalis, and C. krusei. Trimester II found C. albicans, C. glabrata, C. krusei. Third trimester found C. albicans, C. glabrata, C. tropicalis, C. parapsilopsis, C. krusei. Conclusion: The results showed the presence of Candida sp. in vaginal swabs of pregnant women in the first, second and third trimester.    
IDENTIFIKASI RISIKO KECELAAAN KERJA DENGAN METODE JSA ( JOB SAFETY ANALYSIS) DI KANTIK IIK BHAKTA SUMANINGRUM, NINGSIH DEWI
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v12i1.937

Abstract

Risiko kerja merupakan kejadian yang dapat mengakibatkan kerugian atau kecelakaan, yang bisa timbul akibat penggunaan alat kerja, proses kerja, atau hasil pembuatannya. Salah satu area kerja yang memiliki tingkat risiko tinggi adalah dapur kantin, khususnya pada lingkungan kerja dengan ruang terbatas atau sempit. Dapur, sebagai tempat untuk mengolah bahan makanan, memerlukan perhatian khusus terkait kebersihan, kesehatan, serta penggunaan peralatan masak yang aman. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menilai dan mengidentifikasi risiko adalah Job Safety Analysis (JSA),dengan Metode wawancara,obserwasi dan dokumentasi yang bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya yang ada sebelum melaksanakan pekerjaan. Data yang di peroleh dari 5 informan yang terdiri dari 3 juru masak di dapur kantin sebagai informan utama dan 2 penjaga jualan sebagai informan kunci, Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko kecelakaan kerja yang mungkin terjadi di dapur Kantin IIK Bhakti Wiyata Kediri melalui penerapan metode JSA. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai potensi bahaya dan langkah-langkah pencegahan yang diperlukan untuk meningkatkan keselamatan kerja di dapur kantin tersebut
UJI AKTIVITAS GEL MOISTURIZER ANTI-AGING TOMAT (Solanum lycopersicum L.)DAN BUNGA MAWAR MERAH (Rosa x damascena Herrm.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Kristianingsih, Ida; Susanti, Tonia Dwi; Lailiyah, Munifatul; Sari, Fita
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v12i1.938

Abstract

Penuaan dini terjadi akibat radiasi sinar matahari ditandai dengan kulit kering, tidak elastis, kulit tipis, kematian sel kulit, dan keriput yang disebabkan karena pecahnya kolagen dan sintesa kolagen yang rusak. Salah satu sediaan semisolid yang digunakan untuk kosmetik yaitu gel. Gel merupakan sediaan yang mampu menciptakan kondisi lembab sehingga pada saat dioleskan akan timbul rasa dingin yang dapat melembabkan kulit sehingga kulit tidak kering. Tomat dan bunga mawar merah dapat menangkal radikal bebas karena tomat mengandung senyawa antioksidan tinggi yang berpotensi sebagai anti-aging pada kulit. Metode penyarian buah tomat dan bunga mawar merah dengan cara ekstraksi maserasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan aktivitas antioksidan buah tomat (Solanum lycopersicum L.) dan bunga mawar merah (Rosa x damascena Herrm.) dengan menggunakan metode DPPH. Sediaan dibuat dengan tiga formulasi dan disetiap formulasi menggunakan konsentrasi zat aktif 7% dengan perbedaan konsentrasi perbandinggan geeling agent, F1 menggunakan karbopol 0,5% dan HPMC 0,5%, F2 menggunakan HMPC 1%, dan F2 menggunakan 1%. Hasil evaluasi uji karakteristik sediaan didapatkan hasil bahwa perbedaan konsentrasi gelling agent antara karbopol dan HPMC dapat mempengaruhi karakteristik sediaan gel dan hasil evaluasi uji antioksidan dianalisa menggunkan software SPSS sengan tingkat kepercayaan 0,05. Berdasarkan pengujian aktivitas antioksidan F1, F2, dan F3 memiliki aktivitas mampu menangkal radikal bebas. Berdasarkan hasil yang diperoleh F1 memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC₅₀ 43,353 ± 0,07 ppm.
TATA LAKSANA PELEPASAN INFORMASI PASIEN BPJS KESEHATAN DI PUSKESMAS PERAWATAN X KOTA KEDIRI Susilowati, Indah; Lestarjo, Agustinus Nugroho Pudji; Kademik, Devani Titis Oktaviana
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v12i1.953

Abstract

Latar Belakang : Pelepasan informasi medis diberikan kepada pihak yang membutuhkan informasi medis. Pada studi awal, prosedur pelepasan informasi kepada pihak asuransi belum dibuat sehingga tidak ada acuan yang dapat berdampak pada kebocoran data hingga tuntutan. Tujuan :Tujuan penelitian adalah mengetahui pelaksanaan pelepasan informasi medis di Puskesmas Perawatan X Kota Kediri. Metode : Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan retrospective. Populasi penelitian ini adalah 3 petugas rekam medis dengan sampel 2 petugas rekam medis sebagai informan, diambil dengan purposive sampling. Instrumen penelitian yaitu lembar wawancara dan checklist. Hasil : Sudah tersedia kebijakan pelepasan informasi yaitu Surat Keputusan Tentang Akses Terhadap Rekam Medis. SOP pelepasan informasi yaitu SOP tentang Pelepasan Informasi Medis, namun SOP pelepasan informasi kepada pihak asuransi belum ada. Pelaksanaan  pelepasan informasi ke asuransi BPJS Tahun 2022 didapatkan 8 kasus tidak sesuai karena SOAP belum dimasukkan, pelayanan tidak dicatat, pelayanan sudah ditagihkan sebelumnya, tagihan tidak terbaca, tidak ada laporan operasi. Kesimpulan : peraturan pelepasan informasi diatur dalam kebijakan dan SOP, dan pelaksanaan pelepasan informasi belum sesuai karena ketidaklengkapan persyaratan. Saran : Kebijakan dan SOP Pelepasan Informasi Medis segera disahkan dan petugas menambahkan alur dan prosedur, serta petugas membuat SOP khusus pelepasan informasi kepada pihak asuransi, dan diharapkan petugas asuransi lebih teliti mencocokan dokumen untuk klaim
ANALISIS PEWARNA ALAMI EKSTRAK AQUADES ANGKAK MERAK PADA PENGAMATAN TELUR CACING SOIL TRANSMITTED HELMINTH Munawaroh, Siti; Shofi, Muh.; Febriansyah, Mukhamad Prima
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v12i1.965

Abstract

Latar Belakang: Kecacingan adalah infeksi yang disebabkan oleh berbagai jenis cacing parasit di usus. Spesies ini termasuk dalam kategori Soil Transmitted Helminth (STH) karena perkembangan telur atau larva spesies tersebut membutuhkan tanah untuk berkembang menjadi bentuk yang infektif. Metode paling sederhana untuk memeriksa telur cacing Nematoda Usus adalah metode natif. Metode ini menggunakan reagen Eosin 2% untuk mengamati berbagai komponen pemeriksaan pada preparat atau sediaan. Dibutuhkan pewarnaan alternatif yang lebih ramah lingkungan untuk menggantikan eosin karena sifatnya yang tidak mudah terurai dan menghasilkan limbah yang berbahaya. Salah pewarna telur cacing STH yaitu angkak merah. Pewarna angkak merah memiliki zat berupa antosianin yang mampu mewarnai telur cacing STH. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak aquades angkak merah dapat berfungsi sebagai zat warna untuk mendeteksi infeksi SHT dalam pemeriksaan feses. Metode : Penelitian ini menggunakan eksperimen laboratorium dengan karakteristik deskriptif kategorikal, dengan memvariasikan konsentrasi ekstrak angkak merah (murni, 1:1, 1:2, dan 1:3) dan pH Pewarna (asam dan basa). Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pewarna yang paling efektif yaitu ekstrak angkak merah dengan perbandingan 1:3 dengan pH asam berfungsi sebagai pengganti yang efektif untuk reagen Eosin 2% dalam pewarnaan telur cacing STH. Kesimpulan : Hal ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak aquades angkak merah dapat digunakan sebagai pewarna alami untuk mengidentifikasi telur cacing STH.
IDENTIFIKASI BAKTERI GRAM POSITIF DAN GRAM NEGATIF PADA PASIEN TUBERCULOSIS DENGAN METODE KULTUR DARAH DI RS JOMBANG wardani, siska kusuma; Mu'arofah, Binti
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v12i1.990

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit kronis yang dapat mentransmisikan bakteri yang berasal dari bakteri tuberkulosis. Tuberkulosis dapat ditularkan dari percikan air ludah yang  mengandung bakteri, karena pasien tuberkulosis merupakan  sumber dari permeabilitas tuberkulosis. Kondisi paru-paru yang disebabkan oleh tuberkulosis dapat menyebabkan risiko infeksi seperti melemahnya kekebalan tubuh, komplikasi penyakit, beberapa infeksi, sepsis, dan infeksi pernapasan serta dapat menginfeksi juga dalam darah. Kekebalan yang melemah disebabkan oleh tanda-tanda infeksi pada organ manusia dan terjadi pada aliran darah manusia sehingga dapat menyebabkan kematian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan adanya infeksi bakteri Gram-positif dan Gram-negatif pada pasien TBC yang dapat menyebabkan infeksi tambahan seperti infeksi nosokomial dan bakteriemia pada pasien dengan gangguan sistem kekebalan yang berpotensi fatal. Studi ini menggunakan desain deskriptif dan teknik sampel yang digunakan menggunakan purposive dengan total 36 sampel.Studi ini menggunakan sampel darah dari pasien dengan tuberkulosis menggunakan metode kultur darah. Hasil penelitian ini didapatkan 25% Gram positif sebanyak 9 sampel dengan spesies Staphylococcus aureus. 55,6% Gram negatif sebanyak 20 sampel dengan spesies Salmonella paratyphi A  dan 19,4% sebanyak 7 sampel dengan  spesies Pseudomonas sp dari pasien tuberkulosis.
PENETAPAN KADAR FENOLIK TOTAL DAN KADAR TANIN TOTAL EKSTRAK ETANOL 96% DAUN WIJAYA KUSUMA (Epiphyllum oxypetalum (DC.) Haw.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI Yumita, Agustin
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v10i2.554

Abstract

Abstrak Latar belakang: Indonesia memiliki berbagai macam tanaman hias, salah satunya merupakan spesies kaktus. Spesies kaktus yang paling banyak dibudidayakan adalah Epiphyllum oxypetalum (DC.) Haw. atau dikenal dengan nama Wijaya Kusuma. Berdasarkan uji fitokimia, ekstrak etanol daun Wijaya Kusuma dilaporkan mengandung senyawa golongan flavonoid, fenol, tanin dan saponin.  Tujuan: Ekstrak etanol 96% daun wijaya kusuma akan ditentukan kadar fenolik total dan kadar tannin total menggunakan metode spektrofotometri. Metode: Penentuan kadar fenolik total menggunakan metode Folin-Ciocalteu dan asam galat sebagai pembanding. Penentuan kadar tannin total dengan metode Vanilin-HCl dan katekin sebagai pembanding. Hasil: Hasil penapisan fitokimia dan identifikasi KLT mengandung senyawa fenol dan tannin. Kadar fenolik total ekstrak etanol daun E. oxypetalum sebesar 369,7 ± 57,675mg GAE/g ekstrak, sedangkan kadar tannin total sebesar 31,56 ± 1,285 %b/b EK. Simpulan: Ekstrak etanol 96% daun Wijaya Kusuma menunjukkan hasil positif mengandung fenolik dan tannin yang ditunjukkan dengan kadar total senyawa tersebut.Kata Kunci : Fenolik, Tanin, Spektrofotometri, Epiphyllum oxypetalum      
DIFFERENCES IN OCCUPATIONAL FACTORS AGAINST MUSCULOSKELETAL COMPLAINTS IN WORKERS WITH DIFFERENT TYPES OF VENTILATION Zaenuri, Amalia Dwi Putri
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 11 No 2 (2024)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v11i2.583

Abstract

Background: Transport workers are one of the jobs in the informal sector. There is a tendency that the work of transportation workers does not have a good organizational system so that they do not think about occupational safety and health. Based on the results of a preliminary study, transport workers in market X and shop houses in market X complain of musculoskeletal complaints even though the two markets have different types of ventilation. Objective: analyze whether there are differences in occupational factors on musculoskeletal complaints in transport workers with different types of ventilation. Method: This research is a comparative descriptive study with 35 respondents each carrying laborers from the market with natural and artificial ventilation. The statistical test of the difference used was the Man-Whitney test because the data were not normally distributed. Conclusions: The results of Asymp. Sig. The 2-tailed variable for working period for musculoskeletal complaints is 0.617 while for the physical workload variable for musculoskeletal complaints it is 0.793. There is no difference between years of work and physical workload on musculoskeletal complaints in haul workers who work in the market with different types of ventilation