cover
Contact Name
Ainun
Contact Email
jurnalwiyata@iik.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalwiyata@iik.ac.id
Editorial Address
Jl. KH. Wachid Hasyim No.65, Kota Kediri, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Wiyata : Penelitian Sains dan Kesehatan
ISSN : 23556498     EISSN : 24426555     DOI : 10.56710
Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan is a periodical journal published by LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiyata Kediri with ISSN number 2442-6555 (online) and ISSN 2355-6498(prin). This Journal was first published online in 2015 with volume number 2 no 1. Jurnal Wiyata publish various original articles related to "Pharmacology, Toxicology and Pharmaceutics; Profesi Kesehatan; Menejmen Informasi Kesehatan; Mikrobiologi (Medis); Imonologi dan Alergi; Kedokteran Gigi; Pelayanan Medis Emergensi; Histologi; Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan dan Pekerjaan; Hematologi". This journal has been indexed Sinta 4 with Decree number: 30 / E / KPT / 2019. This journal is published twice a year in June and December. Every article that goes to editorial staff is selected through a Preliminary Review process by considering whether the article suits the scientific scope of journal. Manuscripts that do not comply with the writing guidelines for publication will be rejected by the editor before further review. The manuscripts that meet the specified guideline will be subject to peer-Preview Process for substansial and formatting check. If the manuscript is improperly prepared, it will be sent back to the author for either major or minor revision. The author should resubmit the revised manuscript within one month of provisional acceptance. Based on Reviewer comments, the Editorial Board then takes a final decision to accept or reject the article for publication.
Arjuna Subject : -
Articles 296 Documents
Analisis Masalah Kesehatan Kasus Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) Difteri di Kabupaten Blitar Fitriani, Hari; Isfandiari, Muhammad Atoillah; Pramono, Endro; Mufida, Arina Ersanti
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan data profil kesehatan Kabupaten Blitar tahun 2019-2021, diperoleh lima masalah kesehatan penyakit infeksi dan menular yang masih butuh perhatian dan penanganan khusus. Untuk itu perlu dilakukan upaya untuk menentukan apa yang menjadi prioritas masalah dan pemecahan masalah tersebut. Tujuan: Untuk mengidentifikasi masalah kesehatan, membuat prioritas masalah berdasarkan analisis data, melakukan analisis untuk menemukan akar penyebab suatu masalah, menentukan alternatif pemecahan masalah, dan merumuskan rekomendasi bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar. Metode: Analisis Deskriptif pada data sekunder dan brainstorming untuk identifkasi masalah, Metode USG untuk menentukan prioritas masalah, Metode Pendekatan Sistem (Input – Proses – Output) untuk menentukan akar penyebab masalah, Metode Hanlon untuk menentukan prioritas penyebab masalah, dan Metode NGT untuk menentukan alternatif pemecahan masalah. Sasaran pada kegiatan ini adalah tiap pengelola program Bidang P2P Dinas Kesehatan dan tujuh pengelola surveilans dari Puskesmas terpilih. Hasil : Dari analisis menggunakan metode USG, disimpulkan bahwa prioritas masalah di Kesehatan Kabupaten Blitar adalah kasus Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) difteri. Pada analisis penyebab masalah menggunakan metode pendekatan sistem diperoleh sembilan penyebab masalah dan hasil skoring dengan menggunakan metode Hanlon disimpulkan bahwa tenaga surveilans di faskes belum semua mendapatkan pelatihan PD3I bersertifikat. Hasil analisis dengan metode NGT untuk menentukan alternatif pemecahan masalah menghasilkan pelatihan tenaga kesehatan jaringan dan jejaring sampai tingkat bawah terkait skrining awal difteri. Kesimpulan dan Saran : Difteri menjadi prioritas masalah karena dari tahun 2019 – 2022 masih ada kasus suspek difteri yang dilaporkan dan Puskesmas Srengat adalah wilayah dengan laporan suspek difteri terbanyak. Perlu dilakukan pelatihan untuk tenaga kesehatan di jaringan dan jejaring terkait skrining awal difteri dan koordinasi di semua fasilitas kesehatan dalam upaya penemuan kasus suspek difteri.
UJI IN SILICO AKTIVITAS ANALGESIK DAN TOKSISITAS SENYAWA TURUNAN N-BENZOIL-N’-4-METOKSIFENILTIOUREA SEBAGAI CALON OBAT ANALGESIK Juwanti, Aulia; Purwanto, Bambang Tri; Poerwono, Hadi
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v11i2.863

Abstract

Abstrak Latar belakang : Senyawa N-(Benzoil)-N’-4-metoksifeniltiourea mempunyai gugus farmakofor yang sama dengan asam mefenamat yang mempunyai aktivitas sebagai analgesik, sehingga layak dijadikan senyawa induk untuk dikembangkan lebih lanjut melalui modifikasi struktur. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi aktivitas analgesik dan toksisitas dari duapuluh senyawa turunan N-(Benzoil)-N’-4-metoksifeniltiourea sebagai calon obat analgesik. Salah satu mekanisme kerja turunan N-(Benzoil)-N’-4-metoksifeniltiourea sebagai analgesik adalah menghambat COX2, yang berperan penting dalam mengubah asam arakidonat menjadi prostaglandin. Metode : Aktivitas biologis dapat diprediksi melalui pemodelan molekul yang disebut uji in silico,menggunakan program molecular operating environment (MOE) sedangkan toksisitas dapat diprediksi menggunakan program pkCSM. Uji in silico dilakukan dengan melakukan docking senyawa yang akan diprediksi aktivitasnya dengan target reseptor COX2, PDB 5IKR. Hasil : Hasil docking berupa energi ikatan digambarkan dengan nila Score (S). Senyawa dengan nilai S kecil berarti mempunyai ikatan ligan-reseptor yang stabil dan diprediksi mempunyai aktivitas yang besar. Dari hasil uji in silico disimpulkan bahwa turunan N-(benzoil)-N’-4-metoksifeniltiourea diprediksi menimbulkan toksisitas relative rendah, dan mempunyai aktivitas yang lebih besar dibandingkan asam mefenamat. Simpulan : N-(Etoksibenzoil)-N’-4-metoksifeniltiourea diprediksi mempunyai aktivitas analgesik paling besar sehingga senyawa terpilih untuk disintesis dan dikembangkan lebih lanjut. Abstract Background: The compound N-(benzoyl)-N'-4-methoxyphenylthiourea has the same pharmacophore group as mefenamic acid which has analgesic activity, so it is suitable to be used as a parent compound for further development through structural modification. Objective: This study aims to predict the analgesic activity and toxicity of twenty N-(benzoyl)-N'-4-methoxyphenylthiourea derivative compounds as candidate analgesic drugs. One of the mechanisms of action of the N-(benzoyl)-N'-4-methoxyphenylthiourea derivative as an analgesic is to inhibit COX2, which plays an important role in converting arachidonic acid into prostaglandins. Method: Biological activity can be predicted through molecular modeling called in silico testing, using the molecular operating environment (MOE) program, while toxicity can be predicted using the pkCSM program. The in silico test is carried out by docking the compound whose activity will be predicted with the target receptor COX2, PDB ID 5IKR. Results: The docking results in the form of bond energy are described by the value Score (S). A compound with a small S value means it has a stable ligand-receptor bond and is predicted to have large activity. From the in silico test results, it was concluded that the N-(benzoyl)-N'-4-methoxyphenylthiourea derivative is predicted to cause relatively low toxicity, and has greater activity than mefenamic acid. Conclusion: N-(Ethoxybenzoyl)-N'-4-methoxyphenylthiourea are predicted to have the greatest analgesic activity so the compounds were selected for synthesis and further development.
Hubungan Kadar Timbal (Pb) dengan Kadar hemoglobin (Hb) dalam Sampel Darah Petugas Sampah TPS Bandar Lor Kota Kediri Putri, Mardiana Prasetyani; Purnadianti, Mely; Prodyanatasari, Arshy; Agustina, Novia; Nelson, Andy Deski
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v11i2.826

Abstract

Salah satu pencemar utama lingkungan adalah timbal (Pb). Timbal adalah zat aditif yang ditambahkan ke bahan bakar sebagai campuran bensin untuk meningkatkan pembakaran dan meningkatkan kinerja kendaraan. Timbal adalah jenis logam berat yang dapat merusak tubuh. Timbal mudah diserap oleh tubuh dan dapat terakumulasi dalam jaringannya. Timbal dapat memasuki tubuh melalui sistem pernafasan, oral, dan permukaan kulit. Karena timbal dapat mengganggu sistem heme dalam darah, menyebabkan anemia, kadar timbal tinggi dalam darah dapat menyebabkan trombosit menjadi rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kadar timbal (Pb) dan jumlah trombosit darah pada petugas SPBU Desa Mekikis berhubungan satu sama lain. Penelitian ini dirancang untuk menggunakan pendekatan cross-sectional. Untuk penelitian ini, 10 petugas SPBU menggunakan teknik sampling purposive. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kadar timbal dan trombosit petugas SPBU Desa Mekikis rata-rata 0,4344 ppm dan 293.500/UL, masing-masing. Nilai signifikan uji korelasi Spearman adalah 0,391, dengan nilai signifikan lebih dari 0,05, yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara kadar timbal dan jumlah trombosit dalam darah mereka
FAKTOR RESIKO KEPADATAN HUNIAN, KEBERADAAN PEROKOK, DAN RIWAYAT PEMBERIAN ASI ESKULISIF TERHADAP KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI INDONESIA : META-ANALISIS 2012-2023 Rustandi, Oni Yanuar
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v11i2.869

Abstract

Latar Belakang : Pneumonia pada balita masih menjadi masalah kesehatan global yaitu 14% dari semua kematian dan penyebab anak di bawah usia 5 tahun dan menyebabkan 740.180 kematian anak pada tahun 2019. Di Indonesia pneumonia masih menjadi masalah utama yang menyebabkan 14,5% kematian pada anak kelompok usia 29 hari - 11 bulan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kepadatan huniaan, keberadaan perokok dan riwayat pemberian ASi ekslusif pada balita di Indonesia. Metode : Penelitian ini menggunakan metode meta-analisis yang menggabungkan beberapa referensi dari hasil penelitian sejenis. Sumber data penelitian ini diperoleh secara online melalui electronic database yaitu Google Scholar. Artikel yang terkumpul akan diseleksi dengan kriteria inkulsi dan eksklusi yang ditentukan. Sehingga diperoleh 20 artikel penelitian. Teknik analisis data menggunakan sofware yaitu JASP Version 0.16.3.0. Hasil analisis data menunjukkan bahwa variabel kepadatan hunian berisiko 2,054 kali, keberadaan perokok berisiko 2,054 kali, dan riwayat pemberian ASI eksklusif berisiko 3,781 kali lebih besar terhadap kejadian pneumonia pada balita. Kesimpulan : dari penelitian meta-analisis ini dapat diketahui bahwa urutan faktor risiko yang paling besar terhadap kejadian pneumonia pada balita diantaranya adalah riwayat pemberian ASI eksklusif, kepadatan hunian dan keberadaan perokok.
TATA LAKSANA PELEPASAN INFORMASI PASIEN BPJS KESEHATAN DI PUSKESMAS PERAWATAN X KOTA KEDIRI Susilowati, Indah; Kademik, Devani Titis Oktaviana
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v12i1.953

Abstract

Latar Belakang : Pelepasan informasi medis diberikan kepada pihak yang membutuhkan informasi medis. Pada studi awal, prosedur pelepasan informasi kepada pihak asuransi belum dibuat sehingga tidak ada acuan yang dapat berdampak pada kebocoran data hingga tuntutan. Tujuan :Tujuan penelitian adalah mengetahui pelaksanaan pelepasan informasi medis di Puskesmas Perawatan X Kota Kediri. Metode : Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan retrospective. Populasi penelitian ini adalah 3 petugas rekam medis dengan sampel 2 petugas rekam medis sebagai informan, diambil dengan purposive sampling. Instrumen penelitian yaitu lembar wawancara dan checklist. Hasil : Sudah tersedia kebijakan pelepasan informasi yaitu Surat Keputusan Tentang Akses Terhadap Rekam Medis. SOP pelepasan informasi yaitu SOP tentang Pelepasan Informasi Medis, namun SOP pelepasan informasi kepada pihak asuransi belum ada. Pelaksanaan  pelepasan informasi ke asuransi BPJS Tahun 2022 didapatkan 8 kasus tidak sesuai karena SOAP belum dimasukkan, pelayanan tidak dicatat, pelayanan sudah ditagihkan sebelumnya, tagihan tidak terbaca, tidak ada laporan operasi. Kesimpulan : peraturan pelepasan informasi diatur dalam kebijakan dan SOP, dan pelaksanaan pelepasan informasi belum sesuai karena ketidaklengkapan persyaratan. Saran : Kebijakan dan SOP Pelepasan Informasi Medis segera disahkan dan petugas menambahkan alur dan prosedur, serta petugas membuat SOP khusus pelepasan informasi kepada pihak asuransi, dan diharapkan petugas asuransi lebih teliti mencocokan dokumen untuk klaim
TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK X KABUPATEN BEKASI Warti, Lia
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v12i1.918

Abstract

Apotek merupakan salah satu sarana pelayanan kefarmasian dan tempat apoteker melakukan praktik kefarmasian. Standar Pelayanan Kefarmasian merupakan tolak ukur yang digunakan sebagai pedoman tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien. Pelayanan Kefarmasian di apotek meliputi penyediaan sediaan farmasi dan pelayanan farmasi klinik yang bertujuan untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Pelayanan kefarmasian yang berkualitas dapat memuaskan masyarakat sebagai pasien, loyalitas pasien, serta dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui evaluasi pelayanan kefarmasian di Apotek X Kabupaten Bekasi meliputi aspek penampilan apotek, keramahan petugas, pelayanan informasi obat, ketersediaan obat dan kecepatan pelayanan. Jenis penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Cara pengambilan sampel dengan metode accidental sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dilakukan pada bulan Juli –September 2023 dengan total sampel 150 responden Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan lima penilaian dan total 20 pernyataan. Hasil uji validitas dan reliabilitas menyatakan kuesioner yang digunakan valid dan reliable. Hasil penelitian didapatkan, tingkat kepuasan pasien terhadap indikator pelayanan kefarmasian menunjukkan bahwa penampilan apotek memperoleh skor 87,63% (sangat puas), keramahan petugas 91,2% (sangat puas), pelayanan informasi obat 89,44% (sangat puas), ketersediaan obat 88,16% (sangat puas), dan kecepatan pelayanan mencapai 91,3% (sangat puas). Secara keseluruhan pasien merasa sangat puas terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek X Kabupaten Bekasi.
ANALISIS PEWARNA ALAMI EKSTRAK AQUADES ANGKAK MERAK PADA PENGAMATAN TELUR CACING SOIL TRANSMITTED HELMINTH Munawaroh, Siti; Shofi, Muh.; Febriansyah, Mukhamad Prima
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v12i1.965

Abstract

Latar Belakang: Kecacingan adalah infeksi yang disebabkan oleh berbagai jenis cacing parasit di usus. Spesies ini termasuk dalam kategori Soil Transmitted Helminth (STH) karena perkembangan telur atau larva spesies tersebut membutuhkan tanah untuk berkembang menjadi bentuk yang infektif. Metode paling sederhana untuk memeriksa telur cacing Nematoda Usus adalah metode natif. Metode ini menggunakan reagen Eosin 2% untuk mengamati berbagai komponen pemeriksaan pada preparat atau sediaan. Dibutuhkan pewarnaan alternatif yang lebih ramah lingkungan untuk menggantikan eosin karena sifatnya yang tidak mudah terurai dan menghasilkan limbah yang berbahaya. Salah pewarna telur cacing STH yaitu angkak merah. Pewarna angkak merah memiliki zat berupa antosianin yang mampu mewarnai telur cacing STH. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak aquades angkak merah dapat berfungsi sebagai zat warna untuk mendeteksi infeksi SHT dalam pemeriksaan feses. Metode : Penelitian ini menggunakan eksperimen laboratorium dengan karakteristik deskriptif kategorikal, dengan memvariasikan konsentrasi ekstrak angkak merah (murni, 1:1, 1:2, dan 1:3) dan pH Pewarna (asam dan basa). Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pewarna yang paling efektif yaitu ekstrak angkak merah dengan perbandingan 1:3 dengan pH asam berfungsi sebagai pengganti yang efektif untuk reagen Eosin 2% dalam pewarnaan telur cacing STH. Kesimpulan : Hal ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak aquades angkak merah dapat digunakan sebagai pewarna alami untuk mengidentifikasi telur cacing STH.
Preparation of Methanyl Yellow Test Strip Based on Nata De Coco Membrane Immobilized Anthocyanin Extracted from Rosella Flower (Hibiscus Sabdariffa L.) Lestari, Yunda; Widwiastuti, Hanandayu
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v12i1.757

Abstract

Methanyl yellow is a synthetic dye used in the textile industry and its use is prohibited in food products. Its abuse is still found in crackers, noodles, tofu, and beverages. Methanyl yellow identification test used color reaction test, thin layer chromatography, paper chromatography, TLC scanner, and UV-Vis spectrophotometry. So, in this study, the methanyl yellow test strip test method was developed using anthocyanin immobilized nata de coco membrane with rosella flower extract. The purpose of this study was to determine the selectivity and sensitivity of the resulting test strips. The test strip consisted of nata de coco membrane and rosella flower extract reagent. The test strip made has an optimum contact time of 10 seconds. In the analysis using FTIR, the functional groups O–H, C–H alkanes, C=O, C=C alkenes, C–O, and C–H alkenes on the test strip indicated anthocyanin compounds. In the test strip which was reacted with methanyl yellow the functional group identified had a weaker absorption than the test strip which had not been reacted. The characterization test includes a detection limit test with detection capability starting at a concentration of 6 ppm and lifetime test results, up to the 21st day the strip test can be used, storage using dark bottles is better than clear bottles. So that the resulting test strips provide good data and can be used for quick measurements.
IDENTIFIKASI Candida sp. PADA SWAB VAGINA WANITA HAMIL TRIMESTER I, II, DAN III DI PRAKTEK MANDIRI BIDAN ROCHYANI DI KOTA DEPOK Prihatin, Agnianis Sebri
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v12i1.928

Abstract

AbstrakLatar belakang: Kandidiasis vulvovaginalis merupakan infeksi yang  disebabkan oleh Candida sp, yang menginfeksi vagina. Spesies yang paling umum ditemukan adalah Candida albicans yang merupakan flora normal vagina dan spesies non albicans yang dapat muncul sebagai penyebab kandidiasis vulvovaginalis adalah Candida krusei, Candida parapsilopsis, Candida tropicalis, dan Candida glabrata. Wanita hamil memiliki resiko lebih besar mengalami kandidiasis vulvovaginalis dibandingkan wanita tidak hamil karena perubahan fisiologis selama kehamilan dapat menghasilkan beberapa perubahan. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui keberadaan Candida sp. pada swab vagina wanita hamil trimester I, II, dan III. Metode: Penelitian ini deskriptip kualitatif dengan mengamati hasil kultur swab vagina pada media Hicrome Candida Differential Agar. Responden penelitian ini wanita hamil trimester I, II, dan III sebanyak 21 responden, dengan masing-masing trimester berjumlah 7 orang. Hasil: Didapatkan hasil pada trimester I ditemukan C. albicans, C. glabrata, C. tropicalis, dan C.krusei. Trimester II ditemukan C. albicans, C. glabrata, C. krusei. Trimester III ditemukan C. albicans, C. glabrata, C. tropicalis, C. parapsilopsis, C. krusei. Simpulan: Hasil menunjukan terdapat keberadaan Candida sp. pada swab vagina wanita hamil trimester I, II dan III. AbstractBackground: Vulvovaginal candidiasis is an infection caused by Candida sp, which infects the vagina. The most common species found is Candida albicans which is the normal flora of the vagina and non albicans species that can appear as a cause of vulvovaginal candidiasis are Candida krusei, Candida parapsilopsis, Candida tropicalis, and Candida glabrata. Pregnant women have a greater risk of developing vulvovaginal candidiasis than non-pregnant women because physiological changes during pregnancy can produce several changes in the body. Objective: This study was to determine the presence of Candida sp. in vaginal swabs of pregnant women in the first, second, and third trimester.  Methods: This study is qualitative descriptive by observing the results of vaginal swab culture on Hicrome Candida Differential Agar media. Respondents of this study were pregnant women in trimester I, II, and III as many as 21 respondents, with each trimester totaling 7 people. Results: The results obtained in the first trimester found C. albicans, C. glabrata, C. tropicalis, and C. krusei. Trimester II found C. albicans, C. glabrata, C. krusei. Third trimester found C. albicans, C. glabrata, C. tropicalis, C. parapsilopsis, C. krusei. Conclusion: The results showed the presence of Candida sp. in vaginal swabs of pregnant women in the first, second and third trimester.    
IDENTIFIKASI BAKTERI GRAM POSITIF DAN GRAM NEGATIF PADA PASIEN TUBERCULOSIS DENGAN METODE KULTUR DARAH DI RS JOMBANG wardani, siska kusuma; Mu'arofah, Binti
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v12i1.990

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit kronis yang dapat mentransmisikan bakteri yang berasal dari bakteri tuberkulosis. Tuberkulosis dapat ditularkan dari percikan air ludah yang  mengandung bakteri, karena pasien tuberkulosis merupakan  sumber dari permeabilitas tuberkulosis. Kondisi paru-paru yang disebabkan oleh tuberkulosis dapat menyebabkan risiko infeksi seperti melemahnya kekebalan tubuh, komplikasi penyakit, beberapa infeksi, sepsis, dan infeksi pernapasan serta dapat menginfeksi juga dalam darah. Kekebalan yang melemah disebabkan oleh tanda-tanda infeksi pada organ manusia dan terjadi pada aliran darah manusia sehingga dapat menyebabkan kematian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan adanya infeksi bakteri Gram-positif dan Gram-negatif pada pasien TBC yang dapat menyebabkan infeksi tambahan seperti infeksi nosokomial dan bakteriemia pada pasien dengan gangguan sistem kekebalan yang berpotensi fatal. Studi ini menggunakan desain deskriptif dan teknik sampel yang digunakan menggunakan purposive dengan total 36 sampel.Studi ini menggunakan sampel darah dari pasien dengan tuberkulosis menggunakan metode kultur darah. Hasil penelitian ini didapatkan 25% Gram positif sebanyak 9 sampel dengan spesies Staphylococcus aureus. 55,6% Gram negatif sebanyak 20 sampel dengan spesies Salmonella paratyphi A  dan 19,4% sebanyak 7 sampel dengan  spesies Pseudomonas sp dari pasien tuberkulosis.