cover
Contact Name
-
Contact Email
atturatsjournal@gmail.com
Phone
+628115787888
Journal Mail Official
atturatsjournal@gmail.com
Editorial Address
Gedung Syaifuddin Zuhri Lantai 2 Jl. Letjend. Soeprapto NO. 19 Pontianak Kalimantan Barat - INDONESIA Kode Pos: 78113 Telp. 0561-734170
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
At-Turats
ISSN : 1978418x     EISSN : 25028359     DOI : -
Core Subject : Education,
AT-TURATS is a peer-reviewed journal on Islamic education, provide readers with a better understanding of education. At-Turats specializes on education in the Muslim world, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. All articles will be reviewed by experts before accepted for publication. Each author is solely responsible for the content of published articles. This journal encompasses original research articles and review articles, including: • Teaching & Learning • Language Education • Philosophy of Education • Religious Education • Teacher Education • Early Childhood Education • Studies in Social Education • Studies in Science Education • Management Education • Quality Education • Education Development & Society • Educational Leadership • Educational Technology
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 1 (2025)" : 10 Documents clear
Morals and Manners Education for Children Aged 7-12 Years at TPQ Masjid An Nahl Ciangsana Bogor Efendi, Yudi; Rahman, Imas Kania; Supraha, Wido; Andriana, Nesia
AT-TURATS Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v19i1.3484

Abstract

Islamic Education involves a deliberate and structured approach that aims to equip students with the ability to recognize, understand, appreciate, believe, commit, and embody noble behaviors in accordance with the Qur'an and Hadith. Children are a gift from Allah Swt. and their essence is priceless to those who educate them. When positive values are nurtured since young age, they will develop into good individuals and find happiness both in this world and the hereafter. This research seeks to explore aspects of morals and manners education for children aged 7 to 12 years. This research was conducted by looking at the practice of morals and manners education from various previous research literature, as well as in the context of the TPQ Masjid An Nahl Ciangsana Bogor. Using a qualitative research approach that emphasizes descriptive analysis, this study collected data through literature review and field research, including interviews. The findings show that moral education is very important especially for children of tamyiz or before baligh age. By implementing four manners, namely the manners of studying, the manners of worship in the mosque, the manners of eating and drinking and the manners of making friends, it is hoped that the students will become pious and have good morals.Pendidikan Agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, mengimani, bertaqwa, dan berakhlak mulia dalam mengamalkan ajaran agama Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan, serta penggunaan pengalaman. Anak adalah anugerah dari Allah Swt. yang tak ternilai harganya bagi mereka yang mendidiknya. Ketika nilai-nilai positif dipupuk dalam diri mereka sejak dini, mereka akan tumbuh menjadi individu yang baik dan menemukan kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat. Penelitian ini berusaha menggali aspek-aspek pendidikan moral dan budi pekerti bagi anak usia 7 hingga 12 tahun. Penelitian ini dilakukan dengan melihat praktik pendidikan akhlak dan adab dari berbagai literatur penelitian terdahulu, serta dalam konteks TPQ Masjid An Nahl Ciangsana Bogor. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yang menekankan pada analisis deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui studi literatur dan penelitian lapangan, termasuk wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan akhlak sangat penting terutama bagi anak usia tamyiz atau pra baligh. Dengan menerapkan empat adab yaitu adab belajar, adab beribadah di masjid, adab makan dan minum serta adab berteman, diharapkan para santri menjadi anak yang shaleh dan berakhlakul karimah.
The Value of Islamic Education in Traditional Malay Poetry Concerning the Prohibition of Leaving Religious Teachings Roziah, Roziah; Shomary, Sudirman; Hermaliza, Hermaliza; Oktadela, Resy; Nurhidayah, Nurhidayah; Dewi, Aulia Putri
AT-TURATS Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v19i1.3494

Abstract

This study aims to explore taboos and prohibitions in traditional Malay poetry that embody Islamic educational values. The traditional poetry analyzed includes gurindam, pantun, poetry, and expressions that were once integral to daily life but have now become increasingly rare. The Islamic educational values examined in this study encompass aspects of faith (aqidah), acts of worship (ibadah), and commendable conduct (akhlaq). This research employs both qualitative and quantitative approaches, utilizing a problem-solving methodology that includes literature review, content analysis, and comparative analysis. Data were collected from gurindam manuscripts, pantun, poetry, and Malay expressions that align with the teachings of the Quran, supported by the translation and interpretation of Ibn Kathir. The analytical process involves investigating and documenting relevant Quranic verses and Hadith that reinforce taboos and prohibitions found in traditional poetry, followed by formulating research findings. The study identifies the following key findings: (a) The Islamic educational values related to faith include: (1) The prohibition against associating partners with God (shirk) in Malay culture; (2) The prohibition against apostasy (riddah) among Malays. (b) The Islamic educational values related to acts of worship include: (1) The prohibition against neglecting prayer (salah); (2) The prohibition against neglecting fasting (sawm); (3) The prohibition against neglecting almsgiving (zakat); (4) The prohibition against neglecting the Hajj pilgrimage. (c) The Islamic educational values related to morality (akhlaq), specifically the prohibition against engaging in sinful or immoral acts. The findings of this study have implications for Malay Literature courses, where students will be introduced to taboos and prohibitions embedded in Malay culture. These values will be disseminated through interactive videos and digital media promotions. The utilization of digital platforms is expected to bridge the generational gap, fostering greater interest among younger generations in understanding and contributing to the preservation of this cultural heritage.Penelitian ini merupakan upaya investigasi pantang larang dalam puisi tradisional Melayu bermuatan nilai pendidikan Islam. Puisi tradisional yang ditelaah meliputi gurindam, pantun, syair, dan ungkapan yang dulunya selalu digunakan dalam kehidupan sehari-hari, sekarang jarang sekali terdengar di telinga. Muatan pendidikan Islam yang dimaksud dalam kajian ini merujuk pada keimanan, amal ibadah dan perbuatan terpuji. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan pemecahan masalah yaitu tinjauan pustaka, analisis isi, analisis komparatif. Data yang dikumpulkan dari buku-buku gurindam, pantun, syair, dan ungkapan Melayu yang diduga sejalan dengan ayat alquran beserta terjemah serta tafsir Ibnu Katsir. Langkah analisis meliputi Menyelidiki dan mendokumentasikan mengutip ayat Alquran dan Hadis yang mendukung pantang larang dalam puisi tradisional serta merumuskan hasil penelitian. Hasil kajian yang ditemukan adalah (a) Nilai pendidikan Islam terkait akidah meliputi (1) Orang Melayu dilarang menyekutukan Tuhan; (b) Orang Melayu dilarang murtad; (b) Nilai pendidikan Islam terkait ibadah meliputi (1) Orang Melayu dilarang meninggalkan prayer, (2) Orang Melayu dilarang meninggalkan puasa, (3) Orang Melayu dilarang meninggalkan zakat, dan (4) Orang Melayu dilarang meninggalkan haji; (c) Nilai pendidikan Islam terkait Akhlak yaitu larangan berbuat fasik. Hasil kajian ini dapat diimplikasikan pada mata kuliah Sastra Melayu. Mahasiswa akan diajarkan tentang pantang larang dalam budaya Melayu, yang nantinya akan dipromosikan dalam bentuk video interaktif dan promosi di platform media digital. Promosi melalui Platform media digital dapat menjembatani kesenjangan antara generasi tua dan muda, serta menarik minat generasi muda dalam memahami dan turut melestarikan warisan budaya ini.
The Influence of Outdoor Learning Method on Student Achievement in Fiqh Subject at Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah 06 Sambi Simo Boyolali Hanik, Asifak Umi; Abbas, Ngatmin; Hidayat, M. Yunan
AT-TURATS Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v19i1.3506

Abstract

Traditional classroom settings often limit student engagement in Islamic jurisprudence (Fiqh) education, potentially affecting learning outcomes. Outdoor learning presents an alternative approach that may enhance student achievement through experiential learning. This study aims to determine the influence of outdoor learning methods on student achievement in Fiqh subject at Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah 06 Sambi. This research employed an experimental design with 15 seventh-grade students as the experimental group receiving outdoor learning intervention and 10 seventh-grade students as the control group with conventional learning. Student achievement was measured using questionnaires administered in pre-cycle, first cycle, and second cycle phases. The findings revealed significant improvements in student achievement. Pre-cycle assessment showed 51.5% achievement, which increased to 68.9% in the first cycle, representing a 17.04% improvement. Implementation of the second cycle resulted in 85.04% achievement, demonstrating an additional 16.50% improvement from the first cycle. The substantial incremental gains confirm the positive influence of outdoor learning methods on enhancing student achievement in Fiqh subjects. This research highlights the importance of experiential and contextual learning approaches in Islamic education settings. Educators should consider incorporating outdoor learning strategies into Fiqh curriculum to improve student engagement and academic performance in Islamic jurisprudence education.Setting kelas tradisional sering membatasi keterlibatan siswa dalam pendidikan hukum Islam (Fiqih), yang berpotensi mempengaruhi hasil belajar. Pembelajaran luar ruangan (outdoor learning) menyajikan pendekatan alternatif yang dapat meningkatkan prestasi siswa melalui pembelajaran berbasis pengalaman. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh metode outdoor learning terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Fiqih di Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah 06 Sambi. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan 15 siswa kelas VII sebagai kelompok eksperimen yang menerima intervensi pembelajaran luar ruangan dan 10 siswa kelas VII sebagai kelompok kontrol dengan pembelajaran konvensional. Prestasi belajar siswa diukur menggunakan angket yang diadministrasikan dalam tahap prasiklus, siklus pertama, dan siklus kedua. Temuan menunjukkan peningkatan signifikan dalam prestasi belajar siswa. Penilaian prasiklus menunjukkan prestasi 51,5%, yang meningkat menjadi 68,9% pada siklus pertama, menunjukkan peningkatan sebesar 17,04%. Implementasi siklus kedua menghasilkan prestasi 85,04%, mendemonstrasikan peningkatan tambahan sebesar 16,50% dari siklus pertama. Peningkatan bertahap yang substansial ini mengkonfirmasi pengaruh positif metode outdoor learning terhadap peningkatan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Fiqih. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran eksperiensial dan kontekstual dalam lingkungan pendidikan Islam. Pendidik sebaiknya mempertimbangkan untuk mengintegrasikan strategi pembelajaran luar ruangan ke dalam kurikulum Fiqih untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan kinerja akademik dalam pendidikan hukum Islam.
The Role of the Traditional Game Congklak as a Medium for Character Education Based on Rahmatan lil ‘Alamin Values of Students in Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hidayah Maulidah, Lida; Nida Fitriyani, Feny; Zubaidi, Zubaidi
AT-TURATS Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v19i1.3503

Abstract

Indonesia is facing a moral crisis that contrasts sharply with the rapid advancement of technology. One way to cultivate character values from an early age is by utilizing congkak as the traditional game. This study explores the role of congklak in shaping rahmatan lil ‘alamin character values among Madrasah Ibtidaiyah students. The research employs a qualitative descriptive approach with field-based study methods to examine the role of the traditional game congklak in character formation aligned with the rahmatan lil ‘alamin student profile at Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hidayah, South Tangerang. The data were examined using the Miles, Huberman, and Saldana model combined with source triangulation techniques, resulting in a theoretical insight into the effectiveness of congklak as a tool for character education at Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hidayah. The findings highlight that congklak holds a significant role in supporting character education in Madrasah Ibtidaiyah by fostering students' moral, cultural, and social attitudes. In addition to develop cognitive skills such as arithmetic and strategic thinking, this game also helps students cultivate fairness (i‘tidāl), proper manners (ta’addub), and innovative thinking dynamics (tatḥawwur wa ibtikār). The integration of congklak into school learning aligns with the Rahmatan Lil ‘Alamin values of the student profile, which balances intellectual, emotional, and social intelligence to shape a generation with noble character and cultural awareness.Indonesia menghadapi krisis akhlak yang berbanding terbalik dengan pesatnya kemajuan teknologi. Salah satu upaya menanamkan karakter sejak dini adalah dengan permainan tradisional congklak. Penelitian ini mengeksplorasi peran congklak pada pembentukan karakter rahmatan lil alamin pada siswa Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian dilakukan dengan arah pendekatan kualitatif secara deskriptif berbasis penelitian lapangan untuk mengetahui peran permainan tradisional congklak dalam pembentukan karakter yang selaras dengan profil peserta didik rahmatan lil alamin di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hidayah Tangerang Selatan. Data dianalisis dengan model Miles, Huberman, Saldana serta teknik triangulasi sumber, sehingga menghasilkan pemahaman teoritis tentang efektivitas permainan congklak sebagai instrumen pendidikan karakter di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hidayah. Hasil penelitian menggarisbawahi bahwa permainan congklak memiliki posisi penting dalam menyokong pendidikan karakter di Madrasah Ibtidaiyah dengan menumbuhkan sikap moral, budaya, dan sosial dari peserta didik. Selain melatih keterampilan kognitif seperti berhitung dan berpikir strategis, permainan ini juga membantu siswa mengembangkan sikap adil (i’tidal), adab yang bagus (ta’addub), juga berpikir dengan dinamika yang inovatif (tathawwur wa ibtikar). Implementasi congklak dalam pembelajaran di madrasah selaras dengan konsep profil pelajar Rahmatan Lil Alamin, yang menyeimbangkan kecerdasan intelektual, emosional, dan sosial untuk membentuk generasi berakhlak mulia dan berwawasan budaya.
Integrating Literacy and Islamic Values: The Rotating Islamic Book Week at TK Yaa Bunayya to Enhance Children’s Language Development Rahman, Amatur; Harmanto, Bambang; Rahmawati, Ida Yeni
AT-TURATS Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v19i1.3575

Abstract

This study aims to describe the implementation of the rotating Islamic-themed book week program as a form of literacy-based Islamic education practice in stimulating early childhood language skills at TK Yaa Bunayya Magetan. The program is designed to strengthen collaboration between school and family through the activity of borrowing Islamic storybooks to be read together with parents at home. This activity not only aims to foster reading interest but also to instill Islamic values that shape character and enrich children's vocabulary. The research employs a descriptive qualitative approach with data collected through observation, interviews, and documentation. The research subjects include the school principal, classroom teacher, assistant teacher, and students. The findings show that the program is effective in enhancing children's speaking skills, expanding language comprehension, and strengthening verbal expression. Active interaction between children and parents during reading becomes a key moment in the scaffolding process and supports development within the child's zone of proximal development, as explained by Vygotsky and Bruner. The results have important implications for the development of literacy-based learning models that integrate Islamic values, both theoretically and practically in early childhood education settings. This study highlights the necessity of active collaboration between schools and families to support children's language and character development, offering practical guidance for teachers and parents in implementing effective literacy strategies.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program pekan buku bertema Islami bergilir sebagai praktik pendidikan berbasis literasi Islami dalam menstimulasi kemampuan berbahasa anak usia dini di TK Yaa Bunayya Magetan. Program ini dirancang untuk memperkuat kolaborasi antara sekolah dan keluarga melalui aktivitas peminjaman buku cerita Islami yang dibaca bersama orang tua di rumah. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menumbuhkan minat baca, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Islami yang membentuk karakter dan memperkaya kosakata anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas, guru pendamping, dan siswa. Temuan menunjukkan bahwa program ini efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara anak, memperluas pemahaman bahasa, dan memperkuat ekspresi verbal. Interaksi aktif antara anak dan orang tua saat membaca menjadi momen penting dalam proses scaffolding dan mendukung perkembangan dalam zona perkembangan proksimal anak, sebagaimana dijelaskan oleh Vygotsky dan Bruner.Hasil penelitian ini memiliki implikasi penting untuk pengembangan model pembelajaran berbasis literasi yang mengintegrasikan nilai-nilai Islami, baik dalam kerangka teori maupun praktik pendidikan di lembaga pendidikan anak usia dini. Temuan ini menegaskan perlunya kolaborasi aktif antara sekolah dan keluarga dalam mendukung perkembangan bahasa dan karakter anak, serta memberikan pedoman bagi guru dan orang tua dalam menerapkan strategi literasi yang efektif.
Religious Narratives on Social Media in Shaping the Diversity Attitude of Millennial Generation Lubis, Putri Handayani; Puspita, Maria; Ahrom Al Ayubbi, Syaefuddin
AT-TURATS Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v19i1.3542

Abstract

This research is motivated by the phenomenon of using social media, especially Twitter, which radical groups use to spread their teachings that clash between religion and diversity. The author tries to analyze the activities of the Twitter account @AlissaWahid, which counters narratives against radical teachings on Twitter with the message of peaceful Islam, Islam rahmatan lil alamin, and Islam that respects differences. As a result, each message posted on Twitter receives a response from followers of the @AlissaWahid account. This research uses a descriptive qualitative approach with a content analysis approach. Data will be collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The purpose of this research is to see and explain Alissa Wahid’s behavior or activities in spreading the message of peaceful Islam and respect for diversity. In addition, the author also wants to know whether the content and messages uploaded to his Twitter account are able to shape the attitudes towards diversity of the millennial generation.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena penggunaan media sosial, khususnya Twitter, yang digunakan oleh kelompok radikal untuk menyebarkan ajarannya yang membenturkan agama dan keberagaman. Penulis mencoba menganalisis aktivitas account Twitter @AlissaWahid yang meng-counter narasi-narasi yang melawan ajaran radikal di Twitter dengan pesan Islam yang damai, Islam yang rahmatan lil alamin, dan Islam yang menghargai perbedaan. Hasilnya, setiap pesan yang diposting di Twitter mendapatkan respon dari para pengikut account @AlissaWahid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis isi. Data akan dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat dan menjelaskan perilaku atau aktivitas Alissa Wahid dalam menyebarkan pesan Islam yang damai dan menghargai keberagaman. Selain itu, penulis juga ingin mengetahui apakah konten dan pesan yang diunggah ke dalam account Twitternya mampu membentuk sikap keberagaman generasi milenial.
Strengthening Santri’s Literacy:Optimizing Meta AI to Foster Creative Writing of Islamic Short Stories at Pesantren Baitul Qur'an Kurniawan, Syamsul; Hanafi, Irfan; Mustain, Muhammad; Sofyan, Anas; Mahiroh, Mar‘ati; Syafi'i, Muhammad
AT-TURATS Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v19i1.3621

Abstract

This article focuses on strengthening santri (students) literacy by optimizing Meta AI technology to foster creativity in writing Islamic short stories at Baitul Qur’an Pontianak. The main argument presented is that integrating adaptive and personalized artificial intelligence can address the challenges of conventional learning models in pesantren (Islamic Boarding School), while simultaneously promoting motivation and higher-order thinking skills in line with the demands of the Society 5.0 era. This article is based on a Community Service Program (Pengabdian kepada Masyarakat) involving collaboration between lecturers and post-graduate students of IAIN Pontianak, who directly implemented a learning intervention using Meta AI as a creative medium. The research employed a Participatory Action Research (PAR) approach, emphasizing active engagement and collective social transformation. The results of the community engagement program demonstrate that the utilization of Meta AI significantly enhances santri’s creativity, productivity, and digital literacy readiness, while reinforcing the spiritual values the pesantren uphold. The significance of this article lies in its contribution to the enrichment of technology-based community service discourse within the context of traditional Islamic education. Furthermore, it is a practical and theoretical reference for similar future initiatives.Artikel ini berfokus pada penguatan literasi santri melalui optimalisasi teknologi Meta AI dalam mendorong kreativitas menulis cerpen Islami di Pondok Pesantren Baitul Qur’an Pontianak. Argumentasi utama dalam tulisan ini adalah bahwa integrasi kecerdasan buatan yang adaptif dan personal mampu menjawab tantangan pembelajaran konvensional di pesantren, sekaligus menumbuhkan motivasi dan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang sejalan dengan tuntutan era Society 5.0. Artikel ini lahir dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang melibatkan kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Pascasarjana IAIN Pontianak, yang secara langsung melakukan intervensi pembelajaran dengan menggunakan Meta AI sebagai media kreatif. Metode penelitian menggunakan pendekatan Participation Action Research (PAR), yang menekankan keterlibatan aktif dan perubahan sosial bersama. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pemanfaatan Meta AI secara signifikan meningkatkan kreativitas, produktivitas, dan kesiapan literasi digital santri, sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual pesantren. Signifikansi artikel ini terletak pada kontribusinya dalam memperkaya kajian pengabdian masyarakat berbasis teknologi dalam konteks pendidikan Islam tradisional, sekaligus menjadi referensi praktis dan teoretis bagi program sejenis di masa depan.
Fostering Civic Engagement Through Heroes’ History in MI Grade 5 Maharani, Okvi; Suharini, Erni; Widiyatmoko, Arif
AT-TURATS Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v19i1.3612

Abstract

This research aims to describe the role of learning about the historical struggle of heroes in developing civic engagement among 5th grade Elementary Madrasah (MI) students through an inquiry approach that integrates STEM-R (Science, Technology, Engineering, Mathematics, Religion). The method used is qualitative descriptive with data collection through participatory observation, in-depth interviews, and analysis of reflection tasks and Student Work Sheets (LKPD). The results show that the integration of STEM-R into history learning enhances students' understanding of heroes’ struggles and nurtures values such as of courage, sacrifice, mutual assistance, and steadfast faith which are applicable in daily life. Students become more active, creative, and motivated in their learning and demonstrate civic engagement through real-life action. Although differences in comprehension levels remain, this approach significantly contributes to character building The findings imply thst STEM-R and inquiry-and inquiry-based learning not only improve content mastery but also serve as effective frameworks  for value education in primary schools. Practically, educator are encouraged to adopt STEM-R strategies to foster civic awareness and student participation beyond the classroom. Further implementation should include personalized support to ensure all learners internalize heroic values meaningfully.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pembelajaran sejarah perjuangan pahlawan dalam mengembangkan civic engagement pada siswa kelas 5 MI melalui pendekatan inkuiri yang mengintegrasikan STEM-R (Science, Technology, Engineering, Mathematics, Religion). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta analisis tugas refleksi dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi STEM-R dalam pembelajaran sejarah mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi perjuangan pahlawan serta menumbuhkan nilai-nilai keberanian, pengorbanan, gotong royong, dan keteguhan iman yang diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Siswa menjadi lebih aktif, kreatif, dan termotivasi dalam mengikuti pembelajaran dan melakukan aksi nyata yang mencerminkan civic engagement. Meskipun terdapat perbedaan tingkat pemahaman di antara siswa, pendekatan ini memberikan kontribusi signifikan dalam membangun karakter dan keterlibatan sosial. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan pembelajaran berbasis inkuiri dan STEM-R secara berkelanjutan serta pendekatan personal untuk mendukung semua siswa menginternalisasi nilai-nilai perjuangan pahlawan.
Implementation of the IT-Based Independent Learning Curriculum in the IPAS Subject at Muhammadiyah Islamic Primary School Karangwaru Rochmawan, Alfian Eko; Hidayah, Nur; Mutamimah, Umi
AT-TURATS Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v19i1.3526

Abstract

This study aims to examine the implementation of the Independent Curriculum based on Information Technology (IT) in the subject of IPAS (Natural and Social Sciences) at Muhammadiyah Karangwaru Islamic Elementary School , located in Karangwaru Village, Plupuh District, Sragen Regency. The primary focus of this research is to assess the extent to which the integration of IT within the Independent Curriculum enhances the meaningfulness of the IPAS learning process. The research problem is formulated as follows: To what extent does the implementation of the IT-based Independent Curriculum influence the meaningfulness of IPAS learning at Muhammadiyah Karangwaru Islamic Elementary School? The methodology employed is a quantitative descriptive approach, with data collected through closed questionnaires distributed to the head of the madrasa and teacher. The results indicate that a significant majority of respondents hold a positive perception of the implementation of this curriculum. Specifically, 28. 6% of respondents reported that IT-based IPAS learning often provides meaningful learning experiences, while another 28. 6% affirmed that such experiences consistently occur. Conversely, only 14. 3% indicated that they seldom encounter meaningful learning, and another 14. 3% reported never having such experiences. These findings suggest that the application of the IT-based Independent Curriculum can create a more contextual, interactive, and relevant IPAS learning experience. This study contributes to the development of literature on digital education innovation in elementary Islamic education institutions and provides empirical foundations for policymakers and teacher in designing technology-based learning strategies.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Kurikulum Merdeka berbasis Teknologi Informasi (TI) pada mata pelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) di Muhammadiyah Karangwaru Islamic Elementary School , Desa Karangwaru, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana integrasi TI dalam Kurikulum Merdeka dapat meningkatkan kebermaknaan proses pembelajaran IPAS. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Sejauh mana implementasi Kurikulum Merdeka berbasis TI memberikan dampak terhadap kebermaknaan pembelajaran IPAS di Muhammadiyah Karangwaru Islamic Elementary School ? Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui angket tertutup yang disebarkan kepada kepala madrasah dan tenaga pendidik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki persepsi positif terhadap pelaksanaan kurikulum ini. Sebanyak 28,6% menyatakan bahwa pembelajaran IPAS berbasis TI sering memberikan pengalaman belajar yang bermakna, dan 28,6% lainnya menyatakan hal tersebut selalu terjadi. Sementara itu, hanya 14,3% yang menyatakan jarang, dan 14,3% tidak pernah merasakannya. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka berbasis TI mampu menciptakan pengalaman belajar IPAS yang lebih kontekstual, interaktif, dan relevan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan literatur inovasi pendidikan digital di madrasah ibtidaiyah serta memberikan dasar empiris bagi pengambil kebijakan dan pendidik dalam merancang strategi pembelajaran berbasis teknologi.
Educational Values in Islamic History: A Historical Review of the Book History of the Arabs S, Gunawan; Mubarak, Mubarak; Mukmin, Mukmin
AT-TURATS Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v19i1.3592

Abstract

This research aims to examine the role of education in shaping essential values throughout the history of Arab civilization, using Philip Khuri Hitti's History of the Arabs as the main reference. A qualitative approach was used through literature review and content analysis to explore the cultural, social, political, religious and intellectual dimensions of Arab history. The findings reveal that education not only served as a means of knowledge transmission but also as an important foundation in the formation of the collective identity and social structure of Arab societies. In addition, education played an important role in maintaining the continuity cultural and religious values that remain relevant today, even influencing the process of social transformation in the modern era. So there are five forms of the value of Islamic history education itself, namely: Islamic history education that has an impact on the value of knowledge and intellectuals, the value of social education of civilization that continues to grow, the development of the value of Islamic history education in the form of religious spirituality, the political value of government in the form of Islamic history education, and the value of Islamic culture in the perspective of Islamic history education Therefore, understanding the role of education Arab history is an important basis for designing an education system that is adaptive to socio-cultural dynamics, historically contextual, and rooted in the values that have shaped the character of society. This research provides a conceptual contribution to the development of a holistic and sustainable education system. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pendidikan dalam membentuk nilai-nilai esensial sepanjang sejarah peradaban Arab, dengan menggunakan buku History of the Arabs karya Philip Khuri Hitti sebagai referensi utama. Pendekatan kualitatif digunakan melalui tinjauan literatur dan analisis isi untuk mengeksplorasi dimensi budaya, sosial, politik, agama, dan intelektual dari sejarah Arab. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transmisi pengetahuan, tetapi juga sebagai fondasi penting dalam pembentukan identitas kolektif dan struktur sosial masyarakat Arab. Selain itu, pendidikan berperan penting dalam menjaga kesinambungan nilai-nilai budaya dan agama yang tetap relevan hingga saat ini, bahkan mempengaruhi proses transformasi sosial di era modern. Jadi, ada lima bentuk nilai dari pendidikan sejarah Islam itu sendiri, yaitu: Pendidikan sejarah Islam yang berdampak pada nilai pengetahuan dan intelektual, nilai pendidikan sosial peradaban yang terus berkembang, pengembangan nilai pendidikan sejarah Islam dalam bentuk spiritualitas keagamaan, nilai politik pemerintahan dalam bentuk pendidikan sejarah Islam, dan nilai kebudayaan Islam dalam perspektif pendidikan sejarah Islam Oleh karena itu, pemahaman terhadap peran pendidikan sejarah Islam menjadi dasar penting untuk mendesain sebuah sistem pendidikan yang adaptif terhadap dinamika sosio-kultural, kontekstual secara historis, dan berakar pada nilai-nilai yang telah membentuk karakter masyarakat. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan sistem pendidikan yang holistik dan berkelanjutan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10