cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Resona : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat
ISSN : 25983946     EISSN : 26142481     DOI : https://doi.org/10.35906/resona
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2024): June" : 20 Documents clear
PELATIHAN PENYUSUNAN EVALUASI PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL BAGI GURU SMP DI TANA TORAJA Ervianti, Ervianti; Kandari, Herman
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2024): June
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i1.1976

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dikhususkan untuk melatih guru dalam penyusunan evaluasi pembelajaran berbasis kurikulum merdeka bagi guru SMP di Tana Toraja. Tujuan yang ingin dicapai pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun evaluasi pembelajaran yang berbasis kurikulum merdeka. Serta memberikan pengalaman guru menyusun evaluasi pembelajaran pada aplikasi canva. Metode yang digunakan untuk mencapai Pengabdian kepada masyarakat ini adalah bimbingan teknis dengan dibagi menjadi tiga tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap monitoring. Melalui kegiatan ini para guru dapat meningkatkan kompetensi serta kemampuan dalam menyusun evaluasi pembelajaran dengan desain di aplikasi canva. Pelatihan penyusunan evalusi pembelajaran bagi guru berhasil dengan guru menyelesaikan evaluasi pembelajarannya dengan menggunakan aplikasi canva. Abstract. This community service is devoted to training teachers in the preparation of independent curriculum-based learning evaluations for junior high school teachers in Tana Toraja. The aim to be achieved in this community service activity is to improve teacher competence in preparing learning evaluations based on the independent curriculum. As well as providing teacher experience in preparing learning evaluations in the canva application. The method used to achieve this community service is technical guidance divided into three stages, namely the preparation stage, implementation stage and monitoring stage. Through this activity, teachers can improve their competence and ability to compile learning evaluations with designs in the canva application. The training on preparing learning evaluations for teachers was successful with teachers completing their learning evaluations using the canva application.
BIMBINGAN PENDIDIKAN PRA NIKAH DALAM MEMPERSIAPKAN PASANGAN SUAMI ISTRI MENUJU KELUARGA SAKINAH PADA KUA KEC. PALLANGGA KAB. GOWA Muslihati, Muslihati; Mahmud, Hasibuddin; Setiawati, Nur
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2024): June
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i1.1864

Abstract

Bimbingan Pendidikan pra nikah bagian hal yang terpenting untuk menciptakan proses keluarga yang sakinah khususnya calon pengantin. Tujuan peneilitian ini untuk mengetahui bagaimana proses bimbingan pendidikan pra nikah dalam mempersiapkan pasangan suami istri menuju keluarga sakinah pada kua kec. pallangga  kab.  Gowa. Metode penelitian menggunakan kualitatif Teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil temuan terdapat (1) Pendidikan Pra Nikah yang dilaksanakan oleh KUA Kec. Pallangga memiliki durasi maksimal 4 JPL (Pendidikan Pra Nikah Reguler), sedangkan Pendidikan Pra Nikah mandiri memiliki waktu yang lebih singkat. (2) Peran Pendidikan Pra Nikah sangat penting bagi calon pengantin dalam mencapai keharmonisan rumah tangga dan keluarga sakinah. Kemampuan calon pengantin untuk memahami materi Pendidikan Pra Nikah umumnya dipengaruhi oleh tingkat pendidikan dan pengetahuan, yang lebih tinggi pada calon pengantin tertentu. Oleh karena itu, Pendidikan Pra Nikah berfungsi sebagai bekal untuk mempersiapkan diri sebelum pernikahan dan menjadi landasan bagi terwujudnya keluarga sakinah. (3) Setiap pelaksanaan kegiatan memiliki kekurangan dan kelebihan, sehingga faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan Pendidikan Pra Nikah menjadi bahan evaluasi bagi KUA dan instansi pelaksana, seperti Kementerian Agama, untuk perbaikan di masa depan.  Abstract. Abstract Pre-marital education guidance is the most important thing for creating a harmonious family process, especially for the bride and groom. The aim of this research is to find out how the process of pre-marital education guidance prepares married couples for a sakinah family in Kua sub-district. Pallangga district. Gowa. The research method uses qualitative data collection techniques: observation, interviews, and documentation. The findings include: (1) Pre-marriage education carried out by KUA Kec. Pallangga has a maximum duration of 4 JPL (regular pre-marital education), while independent pre-marital education has a shorter time. (2) The role of pre-marital education is very important for prospective brides and grooms in achieving household harmony and a sakinah family. The ability of prospective brides and grooms to understand premarital education material is generally influenced by their level of education and knowledge, which is higher for certain prospective brides. Therefore, pre-marital education functions as a provision to prepare oneself before marriage and becomes the foundation for the realization of a sakinah family. (3) Each activity implementation has advantages and disadvantages, so that the supporting and inhibiting factors in the implementation of pre-marital education become evaluation material for the KUA and implementing agencies, such as the Ministry of Religion, for future improvements.
MEMBANGUN QARYAH THAYYIBAH: MASYARAKAT BERDAYA BEBAS RENTENIR PASCA PANDEMI COVID-19 Khasanah, Umrotul; Ch., Mufidah; Wicaksono, Ahmad Tibrizi Soni; Dzikrullah, Harits Dijani; Amani, Nazwa Nur; Moi, Roiyyan Mohammad; Qurani, Adz Dzikroh Aliya
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2024): June
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i1.1956

Abstract

Penggunaan praktik peminjaman dari rentenir sering kali terkait dengan eksploitasi ekonomi, terutama di kalangan masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam mengakses lembaga keuangan formal. Di beberapa wilayah di Indonesia, seperti di Kelurahan Merjosari, kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, praktik ini masih berlangsung dan bahkan semakin meningkat setelah terjadinya ketidakstabilan ekonomi masyarakat pasca pandemi Covid-19. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan bimbingan kepada masyarakat agar dapat melepaskan diri dari praktik rentenir dan mengembalikan daya ekonomi mereka. Program ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR). Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa program pemberdayaan berdampak positif pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Masyarakat yang sebelumnya terjebak dalam utang rentenir berhasil mendirikan koperasi ekonomi yang berkelanjutan dengan prinsip ekonomi syariah. Tindak lanjut dari program ini melibatkan kegiatan pemantauan dan evaluasi yang berkelanjutan, pelatihan kompetensi, pengembangan koperasi, dan sosialisasi literasi keuangan. Kegiatan ini juga menggarisbawahi pentingnya partisipasi aktif masyarakat dan peran pemerintah dalam mendukung pemberdayaan sehingga masyarakat dapat menjadi masyarakat yang mandiri secara ekonomi.  Abstract. Using lending practices from loan sharks is often associated with economic exploitation, especially among people with limited access to formal financial institutions. This practice is still ongoing in several areas in Indonesia, such as in Merjosari Village, Lowokwaru subdistrict, and Malang City. It is even increasing following the economic instability of the community after the Covid-19 pandemic. Therefore, this community service activity aims to guide the community so that they can free themselves from the practices of loan sharks and restore their economic power. This program uses the Participatory Action Research (PAR) method. The results of this service activity show that the empowerment program has a positive impact on increasing community income and welfare. Communities previously trapped in loan shark debt succeeded in establishing a sustainable economic cooperative based on Sharia economic principles. The follow-up to this program involves ongoing monitoring and evaluation activities, competency training, cooperative development, and financial literacy outreach. This activity also underlines the importance of active community participation and the role of government in supporting empowerment so that communities can become economically independent.
PENDAMPINGAN GURU SEKOLAH DASAR DALAM PEMBUATAN ALAT PERAGA GEOMETRI DI KABUPATEN PANGKEP Husnaeni, Husnaeni; Jalil, Jalil; Lince, Ranak; Rustam, Rustam; Alimuddin, Muh. Ali
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2024): June
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i1.1908

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini didasarkan pada hasil analisis sebelumnya tentang performa para guru dalam mengajarkan konsep geometri di Sekolah Dasar (SD). Hasil tersebut mengungkap fakta tentang minimnya alat peraga geometri di SD dan rendahnya kreativitas guru dalam membuat alat peraga geometri konkret pada pembelajaran yang dikelolanya. Sebagian guru SD di Kabupaten Pangkep mengajarkan konsep geometri dengan mengambil file via kanal youtube lalu menayangkannya  dengan Liquid Crystal Display (LCD) sehingga tidak menciptakan pembelajaran yang bermakna bagi siswanya. Berdasarkan temuan tersebut, kegiatan PkM dilaksanakan dengan tujuan untuk memperdalam pemahaman konsep dan melatih guru SD dalam pembuatan alat peraga geometri konkret. Adapun tujuan dari kegiatan PkM ini adalah: (1) membuat alat peraga  geometri konkret, (2) mengimplementasikan alat peraga hasil pelatihan di kelas tempat tugas masing-masing, dan (3) menularkan pembuatan alat peraga geometri konkret kepada teman sejawatnya. Metode PkM yang dilaksanakan adalah memberikan pelatihan/ pendampingan pada guru SD dalam membuat alat peraga geometri konkret melalui presentasi, peragaan, pembuatan, dan simulasi penggunaan alat peraga yang telah dibuat oleh peserta. Kegiatan PkM ini berjalan dengan baik, terlihat dari kehadiran para guru SD yang mengikuti kegiatan sesuai target yaitu sebanyak 50 orang. Berdasarkan angket yang disebarkan, 88,5% peserta menyatakan bahwa mereka merasa puas dengan kegiatan ini. Abstract. results of prior analysis from the teachers performance in teaching the geometry concepts to elementary schools (SD). The results reveals the fact about the lack of geometric teaching aids in elementary schools and lack of creativities from the teachers when it comes to create concrete geometric teaching props in the subjects they responsible for. Some of the teachers in Pangkep taught the geometric concepts by using contents from YouTube channels and showing them on a Liquid Crystal Display (LCD) and it does not create meaningful learning for their students. Based on that circumstance, PkM activities were carried out to enhance the understanding of concepts and train the elementary school teachers on making concrete geometric teaching props. The objective of this activities to  (1) make concrete geometric props, (2) implement the training props in their respective classes, and (3) influence their peers to create concrete geometric props. The PkM method implemented to provides training/accompaniment to elementary school teachers in making concrete geometric teaching props through presentations, demonstrations, creating and simulating the use of props that have been made by participants. The PkM activity went well, as seen from the presence of 50 elementary school teachers whose taking part on  this activity according to the target. According to the questionnaire distributed, 88.5% of participants admit that they were satisfied with this activity.
PENGEMBANGAN DIGITAL MARKETING PADA AGROINDUSTRI KOPI DI DESA TAPANGO BARAT KABUPATEN POLEWALI MANDAR Chakti, Andi Gunawan R.; Ansyar, Ansyar; Albar, Albar
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2024): June
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i1.1769

Abstract

Pengabdian Masyarakat ini adalah Digital Economy yang terkait dengan sustainability dan digitalisasi. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah dalam aspek Pemasaran yaitu a.) Pemasaran sistem tradisional (metode penjualan langsung). Belum memaksimalkan pemasaran Online., b.) Penggunaan berbagai Platform pemasaran digital belum dikuasai, c.) Pemasaran dan penjualan produk secara online baru sebatas melalui Whatsapp. d.) Nilai tambah produk relatif rendah. Ini adalah peluang yang besar bagi UMKM untuk mulai memiliki penghasilan dengan memanfaatkan internet. Hal ini dikenal dengan Bisnis Online yang dapat dijalankan dengan memanfaatkan media internet sebagai sarana bekerja membangun dan mengelola bisnis. Hasil Pengabdian yaitu Peningkatan Pendapatan Mitra Sekitar 82%, Mengembangkan kewirausahaan dan manajemen pemasaran digital pada Agroindustri Kopi, Pembuatan toko online di salah satu e-comerce/marketplace dan pengelolaannya.  Abstract. This Community Service focuses on the Digital Economy related to sustainability and digitalization. The problems faced by our partners are in the Marketing aspect, namely: a) Traditional marketing systems (direct sales methods), which have not maximized online marketing; b) Lack of mastery in using various digital marketing platforms; c) Online marketing and sales of products are limited to WhatsApp; d) The added value of the products is relatively low. This presents a significant opportunity for SMEs to start generating income by leveraging the internet. This is known as Online Business, which can be carried out by utilizing the internet as a means to build and manage a business. The results of the Community Service include an increase in partner income by approximately 82%, the development of entrepreneurship and digital marketing management in the Coffee Agroindustry, the creation of an online store on an e-commerce/marketplace platform, and its management.
MENINGKATKAN POTENSI IMPLEMENTASI KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA MELALUI PELATIHAN ASERTIVITAS PADA KELOMPOK UMAT BERAGAMA DI KOTA PALOPO Ahsan, Amrul aysar; Abduh, Nurul Khairani
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2024): June
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i1.2012

Abstract

Eksistensi kemajemukan yang ada di masyarakat Kota Palopo salah satunya dipresentasikan oleh keberagaman agama yang dianut oleh masing-masing penganutnya. Internalisasi ajaran agama masing- masing yang kemudian saling berkomunikasi antara yang satu dengan yang lainnya dalam ranah publik cenderung menimbulkan gesekan antara penganutnya masing-masing sehingga mengancam kerukunan antar umat beragama. Olehnya itu, manajemen kemajemukan tersebut dipandang sangat perlu dilakukan dengan cara meningkatkan kompetensi asertivitas bagi individu penganut agama yang berbeda di Kota Palopo Pelatihan Asertivitas bertujuan untuk meningkatkan kompetensi penyesuaian sosial yang merangkum kompetensi yang baik dalam menyampaikan dan menghargai pendapat atau gagasan kepada penganut agama yang lain, dan kompetensi yang baik dalam meningkatkan kesetaraan hubungan dengan menjalin kerjasama dengan penganut agama yang lain.Proses pelaksanaan pelatihan asertifitas ini dimulai dari pengumpulan informasi, identifikasi kebutuhan, seleksi peserta pelatihan, persiapan tools pelatihan, kemudian sampai kepada pelaksanaan pelatihan. Hasil dari pelatihan asertivitas menunjukan efektivitas pelatihan telah tercapai dengan baik Hal ini bisa dilihat perbedaan skoring pada perilaku asertif sebelum pelatihan dan sesudah pelatihan dilakukan. Sebelum pelatihan dilakukan, maka nilai rata-rata skoring perilaku asertif peserta pelatihan adalah 163.7. sedangkan sesudah pelatihan dilakukan, maka skoring yang didapatkan adalah 187.16. Abstract. The existence of pluralism in the people of Palopo City is represented by the diversity of religions embraced by each adherent. The internalization of the teachings of each religion which then communicates with one another in the public sphere tends to cause friction between their respective adherents, thereby threatening inter- religious harmony. Therefore, the management of pluralism is seen as very necessary by increasing assertive competence for individuals of different religions in Palopo City. Assertiveness training aims to improve social adjustment competencies which include good competence in conveying and appreciating opinions or ideas to adherents of other religions, and good competence in increasing equal relations by establishing cooperation with adherents of other religions. The process of implementing this assertiveness training starts from information gathering, identification of needs, selection of training participants, preparation of training tools, then up to the implementation of the training. The results of the assertiveness training show that the effectiveness of the training has been well achieved. This can be seen from the difference in scoring on assertive behavior before the training and after the training is carried out. Before the training was carried out, the average score for the assertive behavior of the trainees was 163.7. whereas after the training was carried out, the score obtained was 187.16.
MITIGASI SENGKETA ASET WAKAF MASJID MELALUI TATA KELOLA ASET YANG AKUNTABEL Hudaya, Muhammad; Nor, Wahyudin; Nordiansyah, Muhammad; Safrida, Lili; Yuliastina, Mellani; Aina, Hasnun Nida Qurrotul; Silva, Silva
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2024): June
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i1.1872

Abstract

Masjid tidak terbatas sebagai tempat ibadah atau ritual keagamaan, akan tetapi menjadi pusat peradaban dan pemberdayaan umat Islam. Masjid juga sebagai organisasi yang menghimpun dana dari publik serta mengelola aset untuk kepentingan keagamaan. Akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya yang dipercayakan semakin dituntut. Di samping itu terdapat fenomena berupa terjadinya sengketa aset wakaf masjid di beberapa tempat. Hal ini membuat pengurus masjid harus semakin memahami akan pentingnya pengelolaan atau manajemen aset terhadap masjid yang dikelola.Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan pengurus masjid dalam mengelola asetnya, agar dapat memitigasi sengketa aset masjid, khususnya apabila terdapat aset masjid berupa wakaf sebagaimana telah terjadi sengketa di beberapa tempat di Indonesia.Target luaran kegiatan ini adalah meningkatkan pencapaian pengetahuan, keterampilan dan kompetensi pengurus masjid di Kota Banjarmasin dalam mengelola atau manajemen aset. Kegiatan ini diawali dengan survei pendahuluan dan pelatihan akan dilakukan dengan pendekatan ceramah, tutorial dan diskusi seputar akuntansi dan manajemen aset untuk mengetahui pencapaian pengetahuan dan kompetensi peserta pelatihan. Program ini berjalan dengan lancar target yang di rancang telah tercapai dengan meningkatnya literasi para pengurus/takmir masjid.
MEMPERKUAT DAYA SAING MELALUI OPTIMALISASI MANAJEMEN BISNIS DAN PENERAPAN INOVASI TEKNOLOGI Hermawati, Adya; Febryawan, Aldy; Husin, Husin; Nurwati, Nurwati; Bahri, Syamsul; Santoso, R. Tri Priyono Budi
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2024): June
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i1.2013

Abstract

Potensi besar tenaga kerja produktif di Desa Plunturan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur perlu dioptimalkan untuk memberdayakan UKM, salah satunya UKM Bengkel Las Maenaka. Sayangnya, para pemilik UKM bengkel las di Ponorogo banyak menghadapi permasalahan manajemen dalam mengelola bisnisnya. Sebagian besar pemilik UKM berasal dari latar belakang pekerja las yang tidak memiliki pendidikan formal manajemen bisnis. Ditambah skala usaha UKM bengkel las yang mayoritas masih sangat kecil menyulitkan untuk fokus dalam mengelola aspek-aspek manajemen secara profesional. Keterbatasan modal juga menjadi hambatan bagi UKM untuk merekrut tenaga ahli manajemen maupun melakukan pelatihan-pelatihan manajerial. Dari situasi tersebut, Tim Pengusul berusaha membantu memecahkan masalah yang dihadapi oleh UKM di bidang bengkel las dengan bekerja sama dengan UKM Bengkel Las Maenaka. Berbagai masalah pun muncul, antara lain tata kelola manajerial bisnis UKM yang tidak terstruktur, belum berdasarkan pada Standar Operasional Prosedur (SOP), lemahnya aspek tata kelola administrasi dan manajemen keuangan, kurang optimalnya kinerja proses pengeboran, belum efektifnya proses pemotongan, dan belum maksimalnya strategi pemasaran. Untuk itu, tim pengusul memberikan lima metode untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di UKM Bengkel Las Maenaka. Abstract. The significant potential of the productive workforce in Plunturan Village, Ponorogo Regency, East Java, needs to be optimized to empower SMEs, one of which is the Maenaka Welding Workshop SME. Unfortunately, many SME welding workshop owners in Ponorogo face management issues in running their businesses. Most of the SME owners come from welding backgrounds without formal business management education. Additionally, the majority of the welding workshop SMEs are very small in scale, making it challenging to focus on managing various aspects professionally. Limited capital also hinders SMEs from recruiting management experts or conducting managerial training. From this situation, the Proposing Team strives to assist in solving the problems faced by SMEs in the welding workshop sector by partnering with the Maenaka Welding Workshop SME. Various issues have emerged, including unstructured business management, lack of adherence to Standard Operating Procedures (SOPs), weak administrative and financial management, suboptimal drilling performance, ineffective cutting processes, and underdeveloped marketing strategies. Therefore, the proposing team has provided five methods to address the issues faced by the Maenaka Welding Workshop SME.
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DAN MEDIA CETAK UNTUK MENYADARKAN MASYARAKAT KHUSUSNYA DI DESA PEMOGAN TENTANG PENTINGNYA PEMILU Kori, Gde Arya Satya Anandita; Sariani, Ni Luh Putu
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2024): June
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i1.1951

Abstract

Pemilihan Umum (Pemilu) Indonesia tahun 2024 menandai sebuah tonggak penting dalam perkembangan demokrasi negara ini, dihadapkan pada sejumlah tantangan kompleks seperti dampak pandemi global, ketimpangan ekonomi, dan perubahan iklim. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam menentukan arah masa depan negara. Di tengah situasi ini, peran mahasiswa sangatlah penting dalam meningkatkan partisipasi politik, terutama dalam konteks pemilu. Melalui Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik di Desa Pemogan, Denpasar Selatan, mahasiswa telah bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan berbagai instansi terkait untuk mengajak dan mengingatkan masyarakat untuk datang ke TPS. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat telah menghasilkan dampak positif yang signifikan dalam memperkuat demokrasi lokal. Sebagai hasilnya, upaya ini telah berhasil meningkatkan tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilihan, menunjukkan semangat kerjasama dalam membangun sebuah demokrasi yang tangguh dan responsif. Abstract. The General Election (Pemilu) in Indonesia in 2024 marks a significant milestone in the country's democratic development, confronted with a number of complex challenges such as the impact of the global pandemic, economic inequality, and climate change. Active participation of the community is paramount in determining the nation's future direction. Amidst this situation, the role of students is crucial in enhancing political participation, especially in the context of elections. Through the Thematic Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata/KKN) in Pemogan Village, South Denpasar, students have collaborated with the General Election Commission (KPU) and various relevant agencies to encourage and remind the community to come to the polling stations. The collaboration between students, the village government, and the community has resulted in significant positive impacts in strengthening local democracy. As a result, these efforts have successfully increased the level of community participation in the elections, demonstrating a spirit of cooperation in building a resilient and responsive democracy
PEMODELAN ECOMMERCE BERBASIS BUSSINES TO COSTUMERS DEMI PENINGKATAN UMKM ARGIASH KOTA PAREPARE Bachtiar, Yusran; Wafiah, Andi; Sampara, Nirwana; Ashar, Saskia Auliah; furqan, Al
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2024): June
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i1.1787

Abstract

Belum optimalnya pemberdayaan masyarakat di wilayah mitra menyebabkan rendahnya tingkat pendapatan. Kelompok usaha memiliki potensi dalam membangun perekonomian warga, khususnya usaha bubuk minuman herbal instan “Argiash” yang memiliki bahan baku dan sumber daya yang memadai. Permasalahan yang dihadapi meliputi lemahnya motivasi dan kemampuan SDM pelaku usaha, rendahnya kuantitas dan kualitas produksi, belum adanya standarisasi produk, kurangnya pengetahuan manajemen keuangan, serta sistem pemasaran konvensional yang belum memanfaatkan teknologi informasi seperti e-commerce. Solusi yang diusulkan mencakup peningkatan motivasi dan kapabilitas SDM, pelatihan manajemen produk dan keuangan, serta pengembangan strategi pemasaran berbasis e-commerce. Kegiatan ini mencakup sosialisasi, pelatihan manajerial kewirausahaan, pendampingan pembuatan produk, dan evaluasi kinerja mitra. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan yang dilakukan berhasil meningkatkan motivasi dan kapabilitas SDM, pengetahuan manajemen keuangan, serta frekuensi dan kapasitas produksi melalui penggunaan aplikasi e-commerce.  Abstract. The suboptimal community empowerment in partner areas results in low income levels. Business groups have potential in building the local economy, especially the instant herbal drink powder business "Argiash" which has adequate raw materials and resources. The issues faced include low motivation and skills of entrepreneurs, low production quantity and quality, lack of product standardization, limited financial management knowledge, and conventional marketing systems that do not utilize information technology such as e-commerce. Proposed solutions include enhancing the motivation and capabilities of human resources, product and financial management training, and developing e-commerce-based marketing strategies. Activities include socialization, entrepreneurial managerial skills training, product development assistance, and partner performance evaluation. The results show that the training and mentoring have successfully increased the motivation and capabilities of human resources, financial management knowledge, and the production frequency and capacity through the use of e-commerce applications.

Page 1 of 2 | Total Record : 20