cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
AKSIOLOGIYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 25284967     EISSN : 2548219X     DOI : -
Core Subject : Social,
Aksiologiya merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat yang menjadi wadah ilmiah untuk pengabdian. Artikel merupakan hasil dari IbM, IbW, IbPE, IbIKK, atau pengabdian lainnya yang berasal dari non dikti.
Arjuna Subject : -
Articles 802 Documents
Penyuluhan Cerdas Mengenal Post Truth pada Mahasiswa di Institut Bisnis Muhammadiyah Bekasi Wilti, Intan Ikhtiarti; Swarnawati, Aminah
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2 (2024): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v8i2.12103

Abstract

Kebiasaan mahasiswa saat ini ialah membaca dan menyebarkan suatu informasi yang diterima, lewat suatu media sosial informasi post truth maulai bersebaran. Informasi post truth biasanya suatu berita yang mengandung emosional ketika membuat isi berita serta tidak selaras dengan fakta yang ada, sehingga ketika suatu informasi viral di lingkungan sosial mereka maka berdampak pada mahasiswa dengan lebih mencari suatu pembenaran dan mengabaikan kebenaran. Kegiatan penyuluhan bertemakan kampanye ‘Cerdas Mengenal Post Truth’’ yang dilaksanakan pada mahasiswa ilmu komunikasi kelas regular pagi dan sore yang sedang menjalani studi semester 3 di Institut Bisnis Muhammadiyah Bekasi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kognitif, afektif dan behavioral generasi muda dalam menghadapi post truth dengan memberikan pemaparan dan contoh-contoh terkait bahaya dari informasi atau berita post truth. Hasil sebelum penyuluhan menunjukkan bahwa banyak mahasiswa ilmu komunikasi kelas regular pagi dan sore yang sedang menjalani studi semester 3 di Institut Bisnis Muhammadiyah Bekasi belum mengetahui dan sadar apa itu post truth dan setelah dilakukan penyuluhan dengan memberikan soal post-test, pengetahuan serta kesadaran para mahasiswa menjadi meningkat dengan baik.
Edukasi Risiko Seks Bebas Tingkatkan Pengetahuan Remaja di SMAN 3 Ciamis Jawa Barat Noviati, Elis; Heryani, Heni; -, Rosmiati; Rahayu, Yuyun; Sukmawati, Ima; Srinaryanti, Yanti; Marliany, Heni
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2 (2024): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v8i2.12190

Abstract

Masa remaja adalah masa transisi dari anak-anak ke dewasa. Salah satu permasalahan remaja saat ini adalah banyaknya terjadi perilaku seks bebas pada remaja. Berdasarkan survei SDKI tahun 2017 diantara remaja yang telah melakukan hubungan seksual dilaporkan sekitar 12% wanita mengalami kehamilan tidak diinginkan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya seks bebas. Pelaksanaan edukasi menggunakan media leaflet dan power poin. Kegiatan ini dilaksanakan di SMAN 3 Ciamis dengan sasarannya adalah para siswa dan siswi sebagai remaja sebanyak 29 siswa. Pengetahuan remaja dinilai dengan melakukan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan, hasil pre-test rata-rata berpengetahuan kurang 74,4% dan setelah penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan menjadi baik sebesar 75,9%. Diharapkan para remaja dapat menjauhi tindakan-tindakan yang dapat mendorong terjadinya seks bebas.
Optimalisasi Peran Kader Kesehatan dalam Upaya Promotif dan Preventif Tuberkulosis Paru pada Kehamilan Fitriana, Farida; Anis, Wahyul; Ferdinandus, Euvanggelia Dwilda
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 3 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i3.12201

Abstract

Indonesia menjadi negara tertinggi kedua jumlah kasus Tuberkulosis (TB) terbanyak di dunia. Dampak TB akan lebih besar pada ibu hamil yang dapat mengakibatkan beban ganda baik bagi ibu maupun bayinya. Pemberdayaan masyarakat dalam upaya promotif dan preventif merupakan salah satu upaya strategis penanggulangan TB di Indonesia. Kader kesehatan merupakan anggota masyarakat yang peduli kesehatan dan telah dilatih mengenai tugas khusus dalam bidang kesehatan. Selama ini kegiatan kader ibu hamil belum pernah terintegrasikan dengan upaya pencegahan dan deteksi dini TB Paru dalam kehamilan. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini terdiri dari tiga bagian, yaitu pelatihan kader, tindak lanjut pelatihan, dan evaluasi. Sejumlah tiga puluh kader di wilayah kerja Puskesmas Guluk-Guluk mengikuti program ini. Rangkaian program terbukti efektif dan efisien dalam upaya peningkatan pengetahuan, baik kader maupun ibu hamil mengenai TB Paru, keterampilan kader dalam mengedukasi ibu hamil, dan cakupan skrining mandiri TB Paru oleh ibu hamil serta tindak lanjut hasil skrining oleh kader. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai pre dan post-test yang dianalisis menggunakan uji statistik Paired T-test menunjukkan p-value: 0.00 (p-value < α: 0,05) sehingga didapatkan adanya peningkatan pengetahuan kader sebelum dan setelah pelatihan, jumlah ibu hamil yang diberi edukasi oleh kader dan melakukan skrining TB Paru mandiri, serta kesan kader selama mengikuti program ini. Peran kader kesehatan ibu hamil dalam TB Paru diharapkan optimal dan dapat diterapkan di wilayah lain di Indonesia untuk mewujudkan eliminasi TB pada tahun 2030.
Pengembangan SOP Pengolahan Lidah Buaya untuk Industri Rumah Tangga Berbasis Analisis Kesenjangan Mutu Septiayuningsih, Saskia; Sofitra, Mohamad; Wijayanto, Dedi
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v8i1.12222

Abstract

Pada kegiatan penelitian untuk PKM ini dikembangkan SOP pengolahan lidah buaya untuk menjamin mutu produk pada industri rumah tangga pangan (IRTP) pengolahan lidah buaya di Kota Pontianak. IRTP lidah buaya menghasilkan berbagai jenis produk oleh-oleh khas Pontianak, diantaranya berupa jelly kering dan minuman lidah buaya. Permasalahan yang ditemui pada hampir semua IRTP ini yaitu tidak adanya SOP produksi yang dapat menjamin berbagai aspek mutu produk. Pengembangan SOP produksi untuk IRTP lidah buaya pada kegiatan ini diawali dengan melakukan survei kebutuhan pelanggan menggunakan kuesioner. Tujuannya untuk mengidentifikasi dan menganalisis kesenjangan mutu (quality gap analysis) antara customer expectations dan customer perception of delivery dengan penekanan pada aspek higiene. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan studi ke industri rumah tangga pengolahan lidah buaya A dan B untuk menilai proses produksi serta kondisi peralatan dan sarana produksi pangan existing. Proses penilaian ini mengacu pada Peraturan Kepala BPOM RI Nomor HK.03.1.23.04.12.2207 Tahun 2012. Hasil dari kedua kegiatan diatas dijadikan dasar dalam mengembangkan SOP yang dibutuhkan oleh IRTP untuk menjamin mutu produknya.
Optimalisasi Pendidikan Kesehatan dalam Tatalaksana Skabies untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Anak Lestari, Nur Eni; Safitri, Aisyah
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2 (2024): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v8i2.12397

Abstract

Skabies pada anak akan menyebabkan berbagai permasalahan yang serius baik fisik maupun psikologis. Salah satu dampak psikologis terjadi yaitu penurunan kualitas hidup. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu melakukan optimalisasi pendidikan kesehatan dalam tatalaksana skabies untuk meningkatkan kualitas hidup anak. Mitra pengabdian kepada masyarakat ini yaitu warga Rukun Tetangga (RT) 003, Rukun Warga (RW) 007, Benteng, Nusawine, Ambon. Metode yang dilakukan terdiri dari lima tahap. Tahap pertama adalah melakukan pengkajian melalui wawancara, observasi, dan penyebaran kuesioner kepada warga di RT 003. Tahap kedua yaitu melakukan tes pengetahuan kepada peserta sebelum dilakukan pendidikan kesehatan. Tahap ketiga adalah implementasi pendidikan kesehatan melalui dalam jaringan (daring) menggunakan media zoom dan juga luar jaringan (luring). Tahap keempat adalah melakukan tes pengetahuan kepada peserta setelah dilakukan pendidikan kesehatan. Tahap terakhir melakukan analisis proses dan hasil tes. Hasil menggambarkan peserta memahami pokok-pokok bahasan yang sudah disampaikan. Hasil survey dengan kuesioner yang sudah disebarkan sebelum pendidikan kesehatan diberikan didapatkan 100% pengetahuan peserta kurang baik, sedangkan setelah diberikan pendidikan kesehatan pada program pengabdian kepada masyarakat didapatkan 100% pengetahuan baik. Pendidikan kesehatan kepada anak dan orang tua perlu diupayakan secara berkelanjutan dalam meningkatkan pengetahuan dalam tatalaksana skabies untuk meningkatkan kualitas hidup anak.
Edukasi Kesehatan Umum, Gigi dan Mental di Rutan Perempuan IIA Porong Sidoarjo dan Malang Balbeid, Merlya; Nugraeni, Yuli; Indira, Aleina; Aprilia Rahmawati, Priska Anindhita; Zulkarnain, Hamzah Sahag; Indah, Indira; Widyarini, Ika
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2 (2024): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v8i2.12411

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu unsur dari masyarakat yang sejahtera, yaitu tercapainya hak atas hidup sehat untuk seluruh lapisan masyarakat. Edukasi kesehatan umum, gigi dan mulut, serta kesehatan mental merupakan hal penting dalam menjaga kualitas kesehatan hidup manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan, kesehatan gigi dan mulut, dan kesehatan mental terhadap pengetahuan di Lembaga Permasyarakatan Perempuan IIA Malang dan Rutan Perempuan IIA Porong, Sidoarjo. Penelitian dilakukan dengan jumlah responden 300 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan IIA Malang dan 100 warga binaan Rutan Perempuan IIA Porong, Sidoarjo. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan kuisioner (pre-test dan post test). Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel independent dan variabel dependent. Hasil data dianalisis menggunakan Wilcoxon signed rank test dengan Asymp.Sig. (2-tailed) bernilai 0.00 (<0.05). Hal ini menunjukkan terdapat perbedaan antara hasil pre-test dengan hasil post-test menunjukkan pengaruh edukasi kesehatan, kesehatan gigi dan mulut, dan kesehatan mental terhadap pengetahuan warga binaan Lembaga Permasyarakatan Perempuan IIA Malang dan warga binaan Rutan Perempuan IIA Porong, Sidoarjo selama masa pandemi Covid-19.
Pelatihan Pemenuhan Gizi Seimbang di Komunitas Wahana Keluarga Cerebral Palsy (WKCP) Puspita, Gina
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2 (2024): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v8i2.12550

Abstract

Latar Belakang: Anak dengan palsi serebral mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Kurangnya pengetahuan orang tua/pengasuh mengenai asupan nutrisi seimbang menjadi salah satu faktor kejadian malnutrisi. Selain itu, adanya gangguan disfungsi oral menyebabkan tekstur makanan dan komposisi gizi yang diberikan harus sesuai untuk meningkatkan asupan nutrisi pada anak palsi serebral. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan orang tua/pengasuh mengenai gizi seimbang yang tepat untuk anak dengan palsi serebral. Metode: Desain deskriptif analitik menggunakan uji perbandingan pre test dan post tes yang menilai peningkatan pengetahuan orang tua palsi serebral terhadap pemenuhan gizi. Sejumlah 25 anggota WKCP dilakukan pelatihan secara online. Data didapatkan melalui google form. Analisis perbandingan pre test dan post test menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: 25 peserta yang mengikuti pelatihan rerata memiliki anak palsi serebral dengan usia di atas 5 tahun, balita, dan remaja sebesar 40%, 32%, dan 28% secara berurutan. Gangguan oromotor (60%) menjadi hambatan utama dalam pemberian makan. Hasil analisis uji Wilcoxon didapatkan nilai p: 0.000 (p <0.05) menunjukkan adanya perbedaan bermakna dari hasil pengetahuan peserta sebelum dan setelah mendapatkan intervensi. Implikasi: Pengetahuan peserta meningkat baik setelah diberikan pelatihan pemenuhan gizi seimbang untuk anak palsi serebral. Simpulan: Pemberian metode pelatihan secara online di tengah keterbatasan untuk pertemuan secara tatap muka juga memiliki efektifitas yang cukup baik sebagai media edukasi pada peserta.
Inovasi Dodol Buah Salak untuk Meningkatkan Kesejahteraan Petani Salak di Desa Bilaporah, Kabupaten Bangkalan Suryawati, Nany; Irawati, Desrina Yusi
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 4 (2022): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i4.12770

Abstract

Peningkatan inovasi merupakan modal utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, berkelanjutan serta mensejahterakan secara adil dan merata. Salah satu cara pencapaian pertumbuhan ekonomi di desa adalah dengan melakukan pembinaan kelompok-kelompok dalam masyarakat desa. Di desa Bilaporah, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, terdapat perkebunan salak yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Ibu-ibu PKK pernah mengolah salak menjadi dodol salak. Namun usaha tersebut berhenti dikarenakan kurangnya motivasi masyarakat, dodok salak kurang awet, dan kemasan yang tidak menarik. Sesuai dengan kebiasaan masyarakat Indonesia yang gemar mengkonsumsi makanan ringan, maka dodol salak memiliki peluang untuk dikembangkan. Untuk permasalahan tersebut, solusi yang ditawarkan adalah memfokuskan pada cara memotivasi masyarakat untuk mau melanjutkan usaha mandiri, memberikan pelatihan mengolah dodol yang baik dan benar serta menambahkan natrium benzoate sehingga dodol awet, dan membuat desain label serta kemasan yang menarik. Tahapan pelaksanaan program pengabdian ini adalah tahap penentuan jadwal kegiatan, tahap pelaksanaan, penyuluhan dan pelatihan, monitoring dan keberlanjutan produksi.
Revitalisasi Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA) Muhammadiyah Ponorogo Berbasis Kurikulum “Al-Maun” Wahrudin, Bambang; Wulansari, Ayu
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 3 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i3.12780

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk menghasilkan kurikulum TPA dibawah naungan persyarikatan Muhammadiyah.  TPA Muhammadiyah belum memiliki standar baku kurikulum TPA sehingga belum memiliki keseragaman dalam capaian pembelajaran, sehingga perlu dilakukan pedoman kurikulum. yang memiliki muatan al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Standar dan capaian pembelajaran TPA dapat terukur dan memiliki keseragaman. Metode yang digunakan menggunakan dua pendekatan. Pertama pendekatan klasikal yaitu melaksankan workshop secara bersama dalam dengan seluruh TPA Muhammadiyah berjumlah 37 beserta lembaga Pembina Pesantren PDM Kabupaten Ponorogo. Diawali dengan materi Manajemen Pengelolaan Lembaga Pendidikan Muhammadiyah yang terintegrasi dengan nilai-nilai al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Kedua metode berkelompok terbagi menjadi 2 (dua) komisi ini membahas tentang standar kompetensi lulusan santri TPA Muhammadiyah dan komisi kedua membahas tentang manajemen administrasi pengembangan TPA Muhammadiyah. Hasil dari pengabdian ini adalah melakukan revitalitas kurikulum ini akan menjadi pedoman Active Learning, Menarik, Adaptif, dan Unggul, (AL-MAUN) dalam mencetak generasi Qur;ani. Kurikulum TPA yang terintegrasi dengan muatan al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Implementasi program pada tahap awal telah dilakukan evaluasi sebagai uji kelayakan kurikulum. Rekomendasi untuk peningkatan implementasi program, mitra hendaknya terus melakukan upaya pemantauan pelaksanaan kurikulum, melakukan kegiatan sharing sassion sebagai wadah pemecahan berbagai permasalahan implementasi kurikulum dan melakukan evaluasi pelaksanaan kurikulum AL-MAUN.
Edukasi Analisis Kesehatan tentang Keamanan Makanan Ringan dan Minuman Kemasan pada Santri Pondok Pesantren Queen Al Ishlah Banyuwangi Qomariyah, Ani; Badi'ah, Hanim Istatik
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i3.12792

Abstract

Di lingkungan Pondok Pesantren, pada jam istirahat biasanya para santri membeli jajanan dan minuman di kantin atau koperasi Ponpes. Para santri yang kebanyakan usia anak sekolah, merupakan konsumen utama jajanan, seringkali tidak faham dan tidak memperhatikan keamanan makanan dan minuman yang dibelinya. Mereka cenderung memilih snack dan soft drink sesuai kesukaannya, tanpa memperhatikan dan mempertimbangkan kesehatan dan kebersihannya. Ponpes Queen Al-Ishlah yang berlokasi di Desa Tapanrejo Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi ini seperti lembaga-lembaga pada umumnya yang memiliki kantin dan koperasi. Namun, kondisi yang ada belum dapat dikatakan sebagai kantin yang sehat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta mengubah kebiasaan jajan pada anak-anak. Kegiatan berupa edukasi dengan metode penyuluhan selama 2 hari dengan jumlah santri 20 orang. Tim pelaksana terdiri dari 2 orang dosen dan dibantu 3 orang mahasiswa dari STIKES Banyuwangi. Pelaksanaan kegiatan dengan metode hybrid melalui Zoom dan offline di lokasi Pondok Pesantren. Hasil dari kegiatan ini, terungkap bahwa pengetahuan para santri terhadap keamanan snack dan soft drink tergolong rendah. Perhatian orang tua serta guru di Ponpes terhadap budaya jajan santri sangat diperlukan. Konsep pemahaman yang benar harus ditanamkan sejak dini agar dapat menentukan tumbuh kembang mereka di masa anak-anak.