cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. indramayu,
Jawa barat
INDONESIA
Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Published by Universitas Wiralodra
ISSN : 20852487     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam is published by the Faculty of Islamic Studies Wiralodra University Indonesia. Focus of Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam is on publishing original empirical research articles and theoretical reviews of Islamic education and Islamic Studies. The empirical research includes studies on the implementation of Islamic education in educational Islamic institution while theoretical study covers historical studies, expert finding and Islamic education content analysis from al-qur’an and hadist.
Arjuna Subject : -
Articles 878 Documents
PENDEKATAN BERBASIS SOLUSI DALAM BIMBINGAN KONSELING UNTUK MENGATASI MASALAH PERILAKU SISWA Adi Fadli Lubis, Adi Fadli Lubis; Dafa Nur Abtia Zayuda , Dafa Nur Abtia Zayuda; Masnida Wati Suryani , Masnida Wati Suryani; Rosita Dongoran, Rosita Dongoran
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v10i2.868

Abstract

Permasalahan yang dibahas dipenelitian ini ialah pendekatan berbasis solusi pada bimbingan konseling untuk mengatasi masalah perilaku siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetauhi bagaimana bentuk penerapan berbasis solusi untuk mengatasi masalah perilaku siswa, selain itu juga untuk mengetauhi pengertian bimbingan dan konseling serta pengertian dari pendekatan berbasis solusi tersebut.metode penelitian yang digunakan peneliti ialah pendekatan deskriptif melalui pendekatan kualitatif dan juga menggunakan metode kajian pustaka untuk mengumpulkan data-data dari berbagai macam sumber, sumber nya berupa jurnal dan website yang relavan dengan pembahasan. Bimbingan konseling merupakan suatu layanan yang digunakan untuk melakukan pendekatan berbasis solusi tersebut, pendekatan berbasis solusi atau (SFBC) merupakan suatu pendekatan yang hanya fokus terhadap solusi dan untuk menumbuhkan kemampuan konseli, perilaku pencurian,merokok menyontek dan bullying merupakan contoh perilaku yang membutuhkan pendekatan berbasis solusi. Salah satu penerapannya yaitu mengidentifikasi perilaku dan pencarian solusi positif, dengan adanya kegiatan ini tentu saja mengakibatkan perubahan yang lebih positif terhadap anak didik.
Peran Guru Bimbingan Konseling Dalam Memotivasi Korban Bullying Farhatul Fadhilah; Predi Ady Ray Ritonga; Putri Nadira Sandra; Rosita Dongoran
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v10i3.876

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperjelas poin-poin penting yang menjadi pedoman dan nasihat guru  untuk mencegah perilaku bullying di kalangan siswa.Bullying adalah situasi di mana orang atau kelompok berpengaruh melanggar aturan kekuasaan dalam berhubungan dengan orang lain, sehingga menimbulkan kerugian dan dapat terjadi berulang kali.Bullying merupakan bentuk atau perilaku kasar dan emosional terhadap siswa di sekolah.Perilaku intimidasi ini dapat dilakukan, umum terjadi, dan menyebabkan kerugian fisik dan psikologis pada seseorang, kerabat, atau anggota keluarga.Tujuan dari  penelitian ini adalah untuk mengetahui peran bimbingan dan nasehat guru dalam penerapan dan pengelolaan perilaku bullyingterhadap  siswa di sekolah.
Signifikasi Pendidikan Agama Islam Untuk Pembudayaan Keagamaan Bagi Anggota Polres Kabupaten Indramayu Wawan Wahyudin
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v10i2.884

Abstract

Internalizing good religious habits is everyone's hope in carrying out daily activities. Everyday life that is based on good intentions is the same as having the value of worship. As stated in this research, it seeks to find out about the importance of cultivating Islamic religious education for members of the Indramayu Police. This study aims to determine; 1) Analyzing the religious knowledge of the Indramayu Police Department members, 2) Analyzing the efforts to carry out religious empowerment for the Indramayu Police Department members, 3) Analyzing the results of religious acculturation for the Resort Police members. The method in this research uses a qualitative descriptive method. Data was obtained using observation, interviews and documentation methods. The results of the research obtained: Islamic religious education at the Indramayu Police Station is contained in the activities of reading the Al-Qur'an, Tahlilan and public recitations which are carried out on a scheduled basis. All of these activities were accepted as significant in cultivating religion at the Indramayu Police Station. The problems that arise in the implementation of the significance of Islamic religious education for religious acculturation for members of the Indramayu Regency Police are: 1) lack of motivation from the members, 2) difficulty dividing time with the duties carried out by the leadership to protect and protect the community, 3) lack of communication between the study manager and all members. The efforts to minimize this problem are: 1) providing good motivation by setting an example from the leaders. 2) manage time well and adjust to the schedule, 3) communicate with the leadership and the leadership coordinates with the recitation manager. The effectiveness and significance of Islamic Religious Education for religious cultivation for members of the Indramayu Police is very effective so that members' daily lives are worth worship starting with good intentions.
Pendidikan Literasi Keuangan Sebagai Upaya Membangun Kecerdasan Finansial Pada Anak Sekolah Dasar Dyah Wulandari; Nurul Fauziah; Usep Setiawan; M.S. Ridwanulloh; Solihah Bagus
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v10i2.891

Abstract

Literasi finansial adalah salah satu literasi dasar yang harus dimiliki peserta didik. Namun Indonesia termasuk salah satu negara berkembang yang tingkat pengetahuan literasi finansialnya tergolong rendah. Selain rendahnya pemahaman orangtua dalam memahami urgensi pendidikan literasi keuangan, sebagian orangtua masih menganggap bahwa anak-anak tidak perlu memahami tata cara pengelolaan uang. Hal ini menyebabkan anak tumbuh menjadi pribadi yang konsumtif, boros atau tidak memiliki kemampuan dalam mengelola uang. Padahal kecerdasan finansial menjadi kecerdasan yang dibutuhkan untuk menghadapi kehidupan dunia global agar mampu bersaing dan bersanding dengan bangsa lain dalam menciptakan kesejahteraan. Mengingat pentingnya kecerdasan finansial, pendidikan literasi keuangan harus mulai diajarkan dan dilatih sejak dini. Ada berbagai kegiatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kecerdasan finansial anak, diantaranya dengan melaksanakan pendidikan literasi keuangan sebagai upaya membangun kesadaran berperilaku bijak dalam pengelolaan keuangan.
Peran Orang Tua Dalam Menumbuhkan Nilai Religius Pada Anak Usia 10-12 Tahun di Kampung Mekarjaya RT 10 Desa Cibening Kecamatan Bungursari Kabupaten Purwakarta Lala Marlina; Surya Hadi Dharma; Nurul Fauziah; Usep Setiawan; Narkum
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v10i2.892

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dan mendeskripsikan bagaimana peran yang dilakukan orang tua terhadap pendidikan nilai religius pada anak dan apa saja yang menjadi faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi orang tua dalam melakukan perannya sebagai orang tua untuk dapat menumbuhkan nilai religius pada anak. Objek dalam penelitian ini yaitu orang tua dan anak di Kampung Mekarjaya RT 10 Desa Cibening Kecamatan Bungursari dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yang akan mendeskripsikan peran orang tua terhadap anak dalam menanamkan nilai religius dengan data yang disajikan sampel berjumlah 24 kepala keluarga dari populasi 148. Adapun analisa teori yang digunakan yaitu menggunakan teori Glock & Stark untuk  mengungkapkan dimensi keberagamaan anak usia 10-12 tahun melalui peran orang tua dengan menggunakan metode nasihat, metode pembiasaan, metode keteladanan dan metode hukuman. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa pertama, peran yang dilakukan oleh orang tua untuk menanamkan nilai religius pada anak dinilai baik karena dengan berbagai macam metode orang tua berusaha untuk memberikan peranan yang terbaik bagi anaknya. Kedua, perilaku yang ditunjukan oleh anak berdasarkan lima dimensi religiulitas menurut teori Glock & Stark bahwa anak cukup mampu melakukan kelima dimensi tersebut namun membutuhkan selalu bimbingan dan perhatian secara terus menerus oleh orang tua.
Peningkatan Literasi dan Partisipasi Masyarakat dalam Pengawasan Tontonan Televisi Arif Maulana; Usep Setiawan; Dyah Wulandari; Narkum; M.S Ridwanulloh
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v10i2.893

Abstract

Terbukanya ruang demokrasi penyiaran ke dalam bentuk Diversity of Content (keberagaman konten) dan Diversity of Ownership (keberagaman kepemilikan) telah mendorong tumbuhnya pendirian stasiun televisi dan banyaknya jenis program siaran. Meski secara umum kualitasnya telah mencapai standar KPI, tapi masih ada beberapa tayangan yang kerap kali tidak pernah mencapai standar tersebut, seperti: tayangan sinetron, infotainment, dan variety show. Sayangnya, animo masyarakat justru lebih banyak menikmati tiga program tayangan tersebut, khususnya perempuan. Padahal dengan kualitas tayangan rendah tidak akan memberikan nilai-nilai edukasi, kecuali sebatas hiburan. Segi lainnya, pengaruh yang diberikannya berdampak terhadap seluruh struktur kehidupan masyarakat mulai dari aspek kognitif, bergerak ke afektif dan akhirnya berlabu pada behavioral. Karena itu, untuk meningkatkan kualitas masyarakat terlebih dahulu mesti di mulai dari adanya tontonan berkualitas dan sehat, di antara caranya adalah dengan melakukan penguatan literasi media kepada masyarakat, sehingga masing-masing selain mengetahui (to know) juga dapat berpartisipasi dalam melakukan pengawasan agar tontonan menjadi benar-benar layak untuk di konsumsi. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) merupakan satu ikhtiar untuk mendorong masyarakat sampai pada harapan tersebut, yang dalam segi ini aspek yang perlu dikembangkan adalah terhadap penguatan literasi media dan penguatan partisipasi masyarakat dalam tontonan televisi, dengan tujuan: Pertama, mengetahui kecenderungan tontonan perempuan dan menelusuri sejauh mana mereka memahami dampaknya. Kedua, memberikan pengetahuan akan budaya yang terjadi dalam media massa (televisi) serta efek kelurannya, dan perlunya mengetahui aturan di dalam penyelenggaraan penyiaran. Ketiga, mendorong khalayak untuk melakukan partisipasi berupa pengawasan langsung terhadap kualitas program tayangan. Hasil temuan yang diperoleh bahwa literasi media mendorong masyarakat bisa memilih, menyeleksi, menilai, mengkritisi, dan melakukan sesuatu dari apa yang menjadi tontonannya.   Terbukanya ruang demokrasi penyiaran ke dalam bentuk Diversity of Content (keberagaman konten) dan Diversity of Ownership (keberagaman kepemilikan) telah mendorong tumbuhnya pendirian stasiun televisi dan banyaknya jenis program siaran. Meski secara umum kualitasnya telah mencapai standar KPI, tapi masih ada beberapa tayangan yang kerap kali tidak pernah mencapai standar tersebut, seperti: tayangan sinetron, infotainment, dan variety show. Sayangnya, animo masyarakat justru lebih banyak menikmati tiga program tayangan tersebut, khususnya perempuan. Padahal dengan kualitas tayangan rendah tidak akan memberikan nilai-nilai edukasi, kecuali sebatas hiburan. Segi lainnya, pengaruh yang diberikannya berdampak terhadap seluruh struktur kehidupan masyarakat mulai dari aspek kognitif, bergerak ke afektif dan akhirnya berlabu pada behavioral. Karena itu, untuk meningkatkan kualitas masyarakat terlebih dahulu mesti di mulai dari adanya tontonan berkualitas dan sehat, di antara caranya adalah dengan melakukan penguatan literasi media kepada masyarakat, sehingga masing-masing selain mengetahui (to know) juga dapat berpartisipasi dalam melakukan pengawasan agar tontonan menjadi benar-benar layak untuk di konsumsi. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) merupakan satu ikhtiar untuk mendorong masyarakat sampai pada harapan tersebut, yang dalam segi ini aspek yang perlu dikembangkan adalah terhadap penguatan literasi media dan penguatan partisipasi masyarakat dalam tontonan televisi, dengan tujuan: Pertama, mengetahui kecenderungan tontonan perempuan dan menelusuri sejauh mana mereka memahami dampaknya. Kedua, memberikan pengetahuan akan budaya yang terjadi dalam media massa (televisi) serta efek kelurannya, dan perlunya mengetahui aturan di dalam penyelenggaraan penyiaran. Ketiga, mendorong khalayak untuk melakukan partisipasi berupa pengawasan langsung terhadap kualitas program tayangan. Hasil temuan yang diperoleh bahwa literasi media mendorong masyarakat bisa memilih, menyeleksi, menilai, mengkritisi, dan melakukan sesuatu dari apa yang menjadi tontonannya.
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Pada Permainan Tradisional Suku Mbojo Mpa’a Ro Mpije: Perspektif Islam Nur Faizi Mansyur; Fitrah Ramadhani; Miftahul Jannah
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v10i2.903

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi nilai-nilai pendidikan karakter dalam permainan tradisional Mpa’a Ro Mpije suku Mbojo dan menghubungkannya dengan ajaran Islam. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan digunakan dengan memanfaatkan data primer dari buku M. Hilir Ismail dan Allan Malingi serta data sekunder dari literatur terkait. Analisis isi diterapkan untuk mengidentifikasi nilai-nilai yang terkandung dalam permainan, seperti Ae-aena, Puri-Puri Kalo, Mpa’a Dunggi, dan lain-lain. Penelitian ini menunjukkan bahwa Mpa’a Ro Mpije suku Mbojo mengandung nilai-nilai Islam seperti keseimbangan, kerja keras, persatuan, dan kreativitas. Konsep keseimbangan tercermin dalam aktivitas fisik, sedangkan semangat kerja keras tercermin dalam partisipasi aktif anak-anak. Persatuan diwujudkan melalui kerjasama dalam permainan, dan kreativitas termanifestasi dalam simulasi kehidupan sehari-hari. Permainan tradisional ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai wahana pembelajaran nilai-nilai Islami dan pembentukan karakter anak-anak suku Mbojo. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana permainan tradisional dapat menjadi sarana efektif untuk mendidik dan mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari anak-anak.
Dampak Perilaku Body Shaming Terhadap Psikologis Peserta Didik Tingkat Madrasah Aliyah Dinda Dwi Azizah; Fatimah Azzahra; Nurfarida Deliani; Juliana Batubara
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v10i2.917

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengekplorasi bentuk dari perilaku body shaming bagi peserta didik tingkat madrasah aliyah di Kota Padang Sumatera Barat. Dalam penelitian ini, subyeknya yakni 4 madrasah aliyah yang berkategori unggul di Kota Padang Sumatera Barat yang terdiri dari dua belas orang informan, informan ini merupakan peserta didik yang pernah mengalami langsung perilaku body shaming di sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik Miles dan Huberman yaitu mengumpulkan data, setelah data terkumpul kemudian dilakukan analisis, selanjutnya mereduksi data dan menyimpulkan penelitian. Selanjutnya hasil analisis data disajikan dalam bentuk uraian naratif. Hasil yang diperoleh melalui penelitian ini terkait dampak perilaku body shaming yang terjadi di sekolah terdiri dari 5 tema, yaitu 1) meningkatnya emosial yang bersifat negatif seperti marah, kesal, dan malu; 2) mental merasa tertekan seperti takut, tidak nyaman, dendam, dan jadi murah terpancing, dan cepat marah; 3) menurunnya kesejahteraan psikologis; 4) kurangnya rasa kenyamanan; 5) menghindari sekolah dengan cara berpura- pura sakit.
Pemahaman Pendidikan Agama Islam dalam Dinamika Sosial Masyarakat Nazahah Ulin Nuha; Tobroni; Faridi
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v10i2.929

Abstract

Sosiologi merupakan suatu studi terhadap bidang pendidikan yang mengarah pada pemahaman hubungan antara sosiologi yaitu masyarakat dan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pendidikan agama Islam dari sudut pandang pendekatan sosiologis. Peran penting pendidikan agama islam terhadap lingkungan masyarakat. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research), diikuti dengan analisis dan penyajian objektif hasil temuan data. Temuan penelitian menunjukkan variasi perspektif terhadap pendidikan agama Islam dalam konteks sosiologis, sejalan dengan keragaman umum dalam kajian sosiologi. Keberagaman ini menandakan pentingnya pendekatan sosiologis dalam memahami agama, terutama karena banyak ajaran agama yang terkait dengan isu-isu sosial. Perhatian agama terhadap masalah sosial mendorong mereka untuk memahami ilmu-ilmu sosial sebagai sarana untuk memahami ajaran agama. Pendekatan sosiologis terhadap agama mempermudah pemahaman, terutama bagi mereka yang belum terlalu familiar, karena mengakui bahwa pendidikan agama islam turut dipengaruhi oleh kepentingan sosial, seperti relevansi dalam masyarakat, persaudaraan, perdamaian, dan toleransi.
Penguatan Pendidikan Sosial Masyarakat Dalam Pengamalan Ibadah Rahmawati Alwi
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v10i3.930

Abstract

Pendidikan memainkan peranan penting dalam membedakan antara individu yang memiliki ilmu dan yang tidak memiliki sehingga terdapat pembeda dari berbagai hal seperti: (1). Kemampuan Berpikir Kritis (Seseorang yang terdidik memiliki kemampuan untuk berpikir kritis, membandingkan informasi, dan membuat keputusan berdasarkan analisis. Sementara itu, seseorang yang kurang terdidik mungkin lebih mudah menerima informasi tanpa mempertanyakan atau mengkritiknya). Sebuah pendekatan deskriptif dalam penelitian memiliki tujuan untuk menggambarkan atau menguraikan fenomena yang sedang diteliti dengan natural dan alamiah (Soegiono,2019). Keunggulan dari pendekatan kualitatif adalah kemampuannya untuk memahami konteks, nuansa, dan kedalaman informasi dari suatu fenomena. Penelitian kualitatif dalam penelitian ini untuk menggali fakta tentang implementasi kegiatan majelis taklim dalam meningkatkan  pengamalan ibadah ibu-ibu di Kp. Kandang Sapi Desa Barengkok kec. Leuwiliang kab. Bogor. Materi yang disampaikan berupa akidah seperti mengingatkan kepada kebesaran dan nikmat yg Allah SWT berikan. Materi fiqih mengajarkan cara beribadah, seperti shalat, puasa, zakat, parenting dan bersyukur kepada Allah SWT, Perayaan hari besar islam yang selalu di adakan dan Kunjungan kepada anggota Majlis Taklim yang sedang sakit ataupun tertimpa musibah. Pengamlan ibadah proses wawancara dan observasi, sangat jelas pengajian rutin membawa perubahan, hal ini tidak lepas dari semua pembimbing atau penceramah yang sabar dan metodenya mudah dipahami oleh jamaah, membimbing dan mengarahkan anggota Majlis Taklim untuk terus belajar dan dapat mengetahui bagaimana caranya beragama yang benar. Kehidupan yang baik tentunya sesuai dengan agama, yang membuat jamaah lebih dekat dengan ajaran agama. Mengikuti pengajian rutin menambah ilmu agama islam, seperti praktik ibadah dengan baik dan benar.

Filter by Year

2014 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 3 No 1 (2106): Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 3 No. 1 (2106): Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 4 (2025) Vol. 11 No. 3 (2025) Vol. 11 No. 2 (2025) Vol. 11 No. 1 (2025) Vol. 10 No. 4 (2024) Vol. 10 No. 3 (2024) Vol. 10 No. 2 (2024) Vol. 10 No. 1 (2024) Vol. 9 No. 4 (2023) Vol. 9 No. 3 (2023) Vol. 9 No. 2 (2023) Vol. 9 No. 1 (2023) Vol. 8 No. 4 (2022): Pendidikan dan Studi Islam Vol. 8 No. 3 (2022): Pendidikan dan Studi Islam Vol. 8 No. 2 (2022): Pendidikan dan Studi Islam Vol. 8 No. 1 (2022): Pendidikan dan Studi Islam Vol 8 No 1 (2022): Pendidikan dan Studi Islam Vol. 7 No. 2 (2021): Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 2 (2021): Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2021): Pendidikan dan Studi Islam Vol. 7 No. 1 (2021): Pendidikan dan Studi Islam Vol. 6 No. 2 (2020): Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 6 No 2 (2020): Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 6 No 1, March (2020): Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 6 No. 1, March (2020): Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 5 No 2, Sept (2019): Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 5 No. 2, Sept (2019): Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 5 No. 1, March (2019): Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 5 No 1, March (2019): Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 4 No 2, Sept (2018): Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 4 No. 2, Sept (2018): Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 4 No. 1, March (2018): Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 4 No 1, March (2018): Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2015): Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 2 No 1 (2015): Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 1 No. 1 (2014): Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 1 No 1 (2014): Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam More Issue