cover
Contact Name
Aji Septiaji
Contact Email
ajiseptiaji@gmail.com
Phone
+6285294606969
Journal Mail Official
jurnaldiglosiaunma@gmail.com
Editorial Address
Jalan. K.H. Abdul Halim, No. 103, Kabupaten Majalengka
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Diglosia
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 25495119     EISSN : 25495119     DOI : -
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia tergabung dalam Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP). Jurnal ini memuat artikel ilmiah penelitian dan gagasan konseptual atau kajian teoretis dalam bidang pendidikan, kebahasaan, dan kesusastraan Indonesia. Setiap artikel melalui peer review process. Adapun scope penelitian pada jurnal ini yaitu (1) sastra (teori, kritik, dan sejarah sastra); (2) Keterampilan dan pembelajaran sastra; (3) Keterampilan dan pembelajaran bahasa; (4) Analisis wacana; (5) Penelitian linguistik, sosiolinguistik, dan psikolinguistik; (6) Evaluasi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (7) Kurikulum pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (8) Model atau media pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (9) Kajian kebudayaan Indonesia; dan (10) penelitian lainnya yang relevan. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan FEBRUARI dan AGUSTUS.
Articles 297 Documents
UPAYA PENDOKUMENTASIAN DAN KAJIAN EKOKRITIK PADA DONGENG DAN MITOS DI RANGKASBITUNG Zaky Mubarok; Adam Muhammad Nur; Taat Budiono
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.809 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisa secara deskriptif terhadap dongeng dan mitos yang ada di Rangkasbitung yang berhubungan dengan kajian Ekokritik serta melakukan dokumentasi secara menyeluruh terhadap penyebaran dongeng dan mitos tersebut. Hal ini dilakukan karena (1) sudah hilangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya dongeng dan mitos sebagai bagian dari sebuah pembelajaran yang cukup fundamental khususnya pembelajaran tentang alam dan sekitarnya dan (2) Kurangnya kesadaran masyarakat saat ini dalam melestarikan dongeng dan mitos sebagai sebuah karya sastra lisan yang harusnya dapat dilestarikan dengan baik di masyarakat.  Jika dicermati, alam dan manusia merupakan dua hal yan tidak bisa dipisahkan karena kedua entitas ini selalu terhubung satu dengan yang lainnya. Manusia sebagai khalifah di bumi ditugaskan tuhan untuk menggunakan, melindungi dan menjaga alam agar tetap lestari dan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Hubungan alam dengan manusia ini tidak hanya diketahui secara global saja tetapi memang sudah tersirat pada tulisan-tulisan dan bahkan sejarah yang sudah berkembang semenjak dulu. Salah satunya adalah pada bentuk-bentuk karya sastra tertulis maupun tidak tertulis. Karya sastra memang selalu memiliki intensi tersendiri dalam setiap isinya, seperti pesan-pesan yang berkaitan dengan nilai moral, estika, estetika maupun mengenai alam. Sehingga tujuan utama penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai-nilai hubungan atau keterkaitan antara alam dalam karya sastra khususnya pada dongeng dan mitos yang tersebar di suatu daerah dalam hal ini daerah Rangkasbitung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode deskriptif dan menggunakan metode observasi, data yang didapat secara observasi kemudian dikumpulkan kemudian dipilah antara yang berkenaan dengan ekokritik dan tidak, kemudian hasil dari observasi tersebut didokumentasikan. Hasil yang di dapat dari penelitian ini adalah berbentuk deskripsi mengenai nilai-nilai yang berkenaan ekologi yang terdapat pada mitos dan dongeng yang ada di Rangkasbitung.Kata kunci : Dongeng, Dokumentasi, Rangkas, Ekokritik
PEMBELAJARAN MENULIS TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL EXPERIENTIAL LEARNING Deden Sutrisna; Aef Suhaeful
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.947 KB)

Abstract

Teks laporan hasil observasi merupakan teks yang berbentuk hasil laporan atau pengamatan yang sudah dilakukan pengamatan berdasarkan langkah-langkah, ciri, dan struktur yang dimiliki. Teks laporan hasil observasi adalah teks yang pertama muncul dalam pelajaran bahasa Indonesia kelas X Kurikulum 2013, masih banyak peserta didik yang kurang paham mengenai konsep teks laporan hasil observasi. Pengetahuan peserta didik tentang unsur-unsur dan langkah-langkah dalam menulis teks laporan hasil observasi pun masih sangat rendah. Jika pengetahuan peserta didik masih rendah mengenai teks laporan hasil observasi, kemungkinan untuk menghasilkan teks laporan hasil observasi yang baik akan sulit dicapai. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi rendahnya kemampuan peserta didik dalam menulis teks laporan hasil observasi adalah pengajaran yang dilakukan dengan kreatif. Guru berperan memberikan pelayanan untuk memudahkan peserta didik dalam proses pembelajaran. Agar dapat menjadi fasilitator yang baik seorang guru harus memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan peserta didik. Peran guru sebagai fasilitator dalam proses belajar mengajar sangat dibutuhkan untuk keberhasilan belajar peserta didik. Guru harus menggunakan model pembelajaran yang tepat dalam proses belajar mengajar, terutama dalam pelajaran menulis. Hal ini diperlukan agar peserta didik menjadi aktif dalam kegiatan belajar sehingga diperoleh hasil belajar yang baik. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menciptakan suasana pembelajaran yang aktif adalah dengan melakukan inovasi. Inovasi tersebut berupa pengunaan dan pengembangan model pembelajaran. Adapun model pembelajaran yang akan digunakan peneliti yaitu model pembelajaran Experiential learning.Kata Kunci:  experiential learning, keterampilan menulis, teks laporan hasil observasi   The text of the observation report is text in the form of reports or observations that have been made based on the steps, characteristics, and structures that are owned. The text of the observation report is the first text to appear in Indonesian class X curriculum 2013, there are still many students who do not understand the concept of the observation report text. The students' knowledge about the elements and steps in writing the observation report text was still very low. If students' knowledge is still low about the observation result report text, the possibility of producing a good observation report text will be difficult to achieve. One way that can be done to overcome the low ability of students in writing observation report text is teaching that is done creatively. The teacher has a role in providing services to facilitate students in the learning process. In order to be a good facilitator, a teacher must have good skills in communicating and interacting with students. The role of the teacher as a facilitator in the teaching and learning process is needed for the success of learning of students. Teachers must use appropriate learning models in the teaching and learning process, especially in writing lessons. This is necessary so that students become active in learning activities so that good learning outcomes are obtained. One of the ways that can be done to create an active learning atmosphere is by making innovations. This innovation is in the form of using and developing learning models. The learning model that researchers will use is the Experiential learning model.Keywords: experiential learning, writing skills, the text of the observation report
Hubungan Intertekstual Puisi Aku Ingin Karya Saut Situmorang dan Puisi Aku Ingin Karya Sapardi Djoko Damono Made Made
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.633 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membongkar hubungan intertekstualitas antara puisi Saut Situmorang dan puisi Sapardi Djoko Damono. Penelitian ini memanfaatkan teori intertekstualitas Michael Riffaterre. Fokus penelitian ini adalah puisi Saut Situmorang dan puisi Sapardi Djoko Damono. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan berfokus pada analisis isi. Sumber data penelitian ini adalah puisi Sapardi Djoko Damo yang berjudul Aku Ingin (1980) sedangkan teks transformasi yang digunakan adalah puisi Saut Situmorang yang berjudul Aku Ingin (1999). Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa adanya hubungan intertekstual dalam puisi Saut Situmorang yang berjudul Aku Ingin dengan puisi Sapardi. Secara keseluruhan puisi Saut Situmorang merupakan pertentangan atau satire dari karya sebelumnya milik Sapardi.  Hal tersebut dapat dibuktikan pada tema, gaya bahasa, dan pemilihan diksi. Kata kunci: puisi, intertekstualitas, Riffaterre This research aims to uncover the intertextual relationship between Saut Situmorang's poetry and Sapardi Djoko Damono's poetry. This study utilizes Michael Riffaterre's theory of intertextuality. The focus of this research is the poetry of Saut Situmorang and poetry of Sapardi Djoko Damono. This study uses qualitative methods and focuses on content analysis. The data source of this research is Sapardi Djoko Damo's poem entitled “Aku Ingin” (1980) while the transformation text used is the Saut Situmorang poem entitled "Aku Ingin” (1999). The results of this study found that there is an intertextual relationship in Saut Situmorang's poem entitled "Aku Ingin" with Sapardi's poem. Overall, Saut Situmorang's poetry is a contradiction or satire from Sapardi's previous works. This can be proven in the theme, language style, and the choice of diction.Keywords: poetry, intertextuality, Riffaterre 
EKSISTENSI PELACUR MUSLIMAH DALAM NOVEL TUHAN IZINKAN AKU MENJADI PELACUR KARYA MUHIDIN M. DAHLAN Gilang Nur Alfi Jauhari
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.66 KB)

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mencari makna eksistensi pelacur yang terkandung di salam teks sastra berbentuk novel dengan judul Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur. Metode yang digunakan adalah deskriptif analisis melalui pembacaan mendalam pada objek penelitian yang berbentuk novel. Data-data berupa kata, frasa, dan kalimat kemudian dianalisis menggunakan teori struktur naratif dari A.J Greimas dengan kesimpulan yang diambil dengan memanfaatkan paradigma eksistensialisme Soren Kierkegard untuk menemukan makna eksistensi yang terkandung di dalam teks. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pendekatan strukturalisme pada karya sastra dapat dimanfaatkan bukan hanya  sebagai deskripsi saja, akan tetapi juga untuk menarik makna yang tersimpan pada struktur teks sebelum melompat lebih jauh ke arah konteks; (2) eksistensi yang ditemukan adalah eksistensi yang sesuai dengan Soren Kierkegaard bahwa manusia tak bisa lepas dari Tuhan. Melacur adalah cara pelacur untuk mencintai Tuhan dengan jalan lain; dan (3) novel ini berisikan kritik sosial bagi kaum beragama yang belum mengetahui esensi dari beragam itu sendiri. Sehingga ketika ditanya tentang tujuan beragama, mereka tidak bisa menjawab.Kata Kunci: struktur, eksistensi, Tuhan, pelacur, esensiThe study was intended to look for the meaning of existence of prostitutes contained in a literary text in the form of novel with the title Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur. The method used is descriptive analysis through an in-depth reading of a novel as a research object. The data in the form of words, phrases and sentences were analyzed using the narrative structure of A.J Greimas with a conclusion taken by utilizing the existentialism paradigm of Soren Kierkegard to discover the meaning of existence contained in the text. The results of this study showed that (1) the structuralism approach to literary works can be utilized not only as a description, but also to draw the meaning stored on the text structure before jumping further towards the context; (2) the existence found is an existence that corresponds to Soren Kierkegaard that human could not escape from God. Prostitution is the way the prostitute to love God by another way; and (3) this novel contains social criticism for religious people who do not know the essence of the variety itself. So when asked about religious purposes, they could not answer.Keywords: structure, existence, God, prostitute, essence
Struktur dan Ragam Diksi dalam Lelakaq Sasak Herman Wijaya; Lalu Fakihuddin; Titin Ernawati; Ramlah H. A. Gani
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.325 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap secara cermat struktur/pola dan ragam diksi lelakaq Sasak. Ragam diksi difokuskan pada penggunaan kata-kata bersinonim, antonim, reduplikasi, dan kompisisi. Penelitian ini termasuk deskriptif-kualitatif karena menggambarkan secara sistematis data-data tentang ragam diksi sinonim, antonim, reduplikasi, dan komposisi/kata majemuk. Tempat penelitian dilaksanakan perpustakaan karena peneliti menemukan data dan informasi penelitian melalui pustaka. Data dalam penelitian ini berupa kata, frase, larik, bait, dan lelakaq/pantun Sasak secara keseluruhan. Adapun sumber data yang digunakan, yaitu lelakaq didokumentasikan. Instrumen kunci penelitian adalah peneliti sendiri. Instrumen ini dipilih karena sejalan dengan ciri penelitian kualitatif yaitu objek peneliti adalah karya teks/dokumen lelakaq Sasak. Data dalam penelitian dianalisis mengunakan model perspektif konstruktives model Marshall & Rossman melalui tahapan instensi, kategori-kategori yang ditentukan, dan target hasil yang ingin diperoleh dengan tahapan epoche, reduksi, dan strukturasi pemahaman secara hermeneutis ataupun dialektis. Lelakaq Sasak sebagai salah satu seni lokal masyarakat Sasak dalam penyusunannya memperhatikan/mempertimbangkan secara cermat pilihan kata-katanya, khususnya diksi berupa sinonim, antonim, reduplikasi, dan kata majemuk. Pemilihan ini terkait erat dengan perimbangan estetika lelakaq/pantun Sasak.Kata Kunci: struktur diksi, sinonim, antonim, reduplikasi, komposisi This study aims to carefully reveal the structure/pattern and variety of Sasak's lelakaq diction. The variety of diction is focused on the use of words that are synonymous, antonym, reduplication, and composition. This research is descriptive-qualitative because it describes systematically the data on the various diction of synonyms, antonyms, reduplication, and compound word/composition. The research place is carried out by the library because the researcher finds research data and information through the library. The data in this research are in the form of words, phrases, arrays, stanzas, and lelakaq/Sasak pantun as a whole. The data source used, namely lelakaq, was documented. The key research instrument is the researcher himself. This instrument was chosen because it is in line with the characteristics of qualitative research, namely that the object of the researcher is the work of Sasak texts/documents. The data in the study were analyzed using the Marshall & Rossman constructivist perspective model through the instinctive stages, the specified categories, and the target results to be obtained by the epoche stages, reduction, and structuring of understanding hermeneutically or dialectically. Lelakaq Sasak as one of the local arts of the Sasak people in its preparation pay attention to/consider carefully the choice of words, especially diction in the form of synonyms, antonyms, reduplications, and compound words. This selection is closely related to the balance of the aesthetics of the Sasak pantun.Keywords: structure diction, synonym, antonym, reduplication, composition 
TAHAPAN DALAM BAGIAN HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ARTIKEL MAHASISWA PROGRAM MAGISTER PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA UNIVERSITAS BENGKULU Dian Eka Chandra Wardhana; Kanang Setiyo Hindarto; Noermanzah Noermanzah; Efnawati Efnawati; Rian Surya Putra
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.688 KB)

Abstract

Kajian kerangka bagian hasil penelitian dan pembahasan ditulis sesuai dengan isi bab serta ditentukan oleh peneliti atau penulis dengan cara mencontoh hasil tulisan kakak tingkat. Padahal penulisan bagian hasil penelitian dan pembahasan harus merujuk pada teori Swales yang dituangkan dalam buku Panduan Penulisan Tesis. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini menggambarkan tahapan bagian hasil penelitian dan pembahasan dalam artikel tulisan mahasiswa agar kegiatan memindahkan suatu hasil penelitian tidak akan terjadi lagi. Metode penelitian menggunakan metode analisis isi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Data penelitian ini adalah 20 artikel dari tesis mahasiswa Program Magister Pendidikan Bahasa Indonesia periode wisuda Desember 2019 sampai Agustus 2020. Analisis data dilakukan dengan aplikasi NVIVO.  Hasil penelitian menggambarkan bahwa tahapan penyajian artikel pada bagian hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan adanya peralihan dari satu gagasan ke gagasan yang lain. Namun, gagasan tersebut masih erat kaitannya dengan gagasan utama. Walau demikian, keberadaan setiap tahapan dalam bagian hasil penelitian dan pembahasan sesuai dengan keberadaan tujuan gagasan tersebut. Keberadaan tahapan tersebut utuh dan runtut sesuai dengan prinsip lokalitas dan prinsip analogi. Sayangnya setiap gagasan yang dimunculkan belum memaknai hasil penelitian yang dikaitkan dengan hasil penelitian relevan sehingga belum muncul kebaruan hasil penelitian pada bagian pembahasan.Kata kunci: tahapan artikel, bagian hasil penelitian dan pembahasan The study framework section of the research and discussion results is written in accordance with the contents of the chapter and is determined by the researcher or writer by imitating the writings of seniors. Even though the writing of the research and discussion results section must refer to the Swales theory as outlined in the Thesis Writing Guide. Therefore, the purpose of this study was to describe the framework of the research results section and discussion in student writing articles so that the activity of transferring a research result will not happen again. The research method uses content analysis methods. Data collection techniques using documentation techniques. The data of this research are 20 articles from the student's thesis of the Program Magister Pendidikan Bahasa Indonesia period December 2019 to August 2020. Data analysis was carried out using the NVIVO application. The results of the study illustrate that the stages of presenting articles in the research results and discussion sections indicate a transition from one idea to another. However, this idea is still closely related to the main idea. However, the existence of each stage in the research and discussion results section corresponds to the existence of the idea's objectives. The existence of these stages is complete and coherent in accordance with the principle of locality and the principle of analogy. Unfortunately, every idea that is raised does not make sense of the research results that are associated with relevant research results, so the novelty of the research results has not yet appeared in the discussion section.Keywords: article ttages, research results and discussion section
DIMENSI CINTA PEREMPUAN DALAM ANTOLOGI 135 PUISI ROMANTIS KARYA PENULIS GRUP PEDAS: PENDEKATAN EKOFEMINISME Dede Septiyadi; Aji Septiaji
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 3, No 1 (2019): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.115 KB)

Abstract

Puisi pada saat ini mengalami perkembangan begitu pesatnya. Itu semua dikarenakan puisi menjadi media penyampai ide atau pemikiran yang sastrawan sering gunakan. Selain lebih praktis dalam menentukan waktu menciptakannya, puisi juga menjadi media yang paling menarik bagi sastrawan baik sebagai penulis atau penyair begitupun pembaca dan penikmat sastra. Penulis memilih antologi 135 puisi romantis ini dengan memilih beberapa sampel puisi yang berkaitan dengan ekologi (lingkungan) dan perempuan di dalamnya atau biasa dikenal dengan ekofeminisme. Ekofeminisme sendiri dibagi ke dalam beberapa jenis salahsatunya kritik sastra marxis, feminis ideologis, kritik sastra ginokritik, dan masih terdapat beberapa lagi. Dalam hal ini, penulis dalam penelitian ini menggunakan pendekatan ekofeminisme ginokritik yang didalamnya mengkaji karya sastra yang dihasilkan oleh penulis perempuan. Kata Kunci: perempuan, puisi, ekofeminisme Poetry is currently experiencing rapid development. This is all because poetry is a medium for conveying ideas or thoughts that writers often use. Apart from being practical in determining the time to create it, poetry is also the most attractive medium for people who are either writers or poets who are readers and connoisseurs of literature. The author chooses this anthology of 135 romantic poetry by selecting several samples of poetry related to ecology (environment) and the women in it or commonly known as ecofeminism. Ecofeminism itself is divided into several types, one of which is Marxist literary criticism, feminist ideology, gynocritical literary criticism, and there are several more. In this case, the authors in this study use a gynocritical eco-feminism approach which examines literary works produced by female writers. Keywords: women, poetry, ecofeminism
Realitas Sosial Masyarakat Miskin Kota dalam Naskah Drama Madekur dan Tarkeni Atawa Orkes Madun 1 Karya Arifin C. Noer Dorince Doriana Nainggolan
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.126 KB)

Abstract

Salah satu faktor penyebab kemiskinan masyarakat Indonesia adalah tidak berkembangnya sebuah kultur etos kerja. Selain itu hilangnya hak-hak yang seharusnya di dapat oleh masyarakat melalui kesempatan yang ada di dalam industri lapangan pekerjaan sudah terenggut sejak zaman pendelegasian kekuasaan politik yang dijalankan di kalangan penguasa atau bangsawan untuk mengendalikan wilayah dengan cara bekerja sama dengan pemimpin sebagai mitra kerja sehingga berdampak kepada masyarakat miskin di Ibukota. Hal tersebutlah yang menjadi alasan mendasar mengapa realitas masyarakat miskin kota menjadi fokus kajian dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menggambarkan realitas sosial dalam naskah drama Madekur dan Tarkeni Atawa Orkes Madun 1 karya Arifin C Noer, 2) Mendeskripsikan gambaran masyarakat miskin kota dalan naskah drama Madekur dan Tarkeni Atawa Orkes Madun 1 karya Arifin C Noer, dan 3) Faktor penyebab terjadinya masyarakat miskin kota dalam naskah drama Madekur dan Tarkeni Atawa Orkes Madun 1 karya Arifin C Noer. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah dialog dan narasi. Data yang digunakan berjumlah 82 data dan diperoleh menggunakan teknik dasar berupa teknik baca dan catat. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi dengan teori Georg Lukacs. Hasil penelitian, yakni (1) Realitas sosial dalam naskah drama Madekur dan Tarkeni Atawa Orkes Madun 1 karya Arifin C. Noer, yang terdiri dari; a. Realitas Sosial – Keagamaan, b. Realitas Sosial – Pendidikan, dan c. Realitas Sosial – Ekonomi (2) gambaran masyarakat miskin kota dalam naskah Drama Madekur dan Tarkeni karya Arifin C. Noer, yang terdiri dari; a. Kualitas kesehatan, b. Rendahnya motivasi untuk berprestatsi, c. Tingkat depresi, d. Tidak adanya akses dalam mencari pekerjaan dengan penghasilan tetap dan modal dan e. Tidak bisa memenuhi kebutuhan pokok (sandang, papan dan papan) Dan (3) faktor penyebab terjadinya masyarakat miskin kota, yakni; a. Tingkat pendidikan yang Rendah, b. Ilegalitas pekerjaan, c. Tidak memiliki keterampilan dan d. Tingginya tingkat kekerasan dalam naskah drama.Kata kunci: realitas sosial, masyarakat miskin kota, Madekur dan Tarkeni, sosiologi sastra. One of the factors causing poverty in Indonesian society is the lack of a culture of work ethic. In addition, the loss of rights that should be obtained by the community through opportunities in the employment industry has been taken away since the era of delegation of political power exercised by the rulers or aristocrats to control the territory by working with leaders as partners so that it has an impact on the poor in the capital. This is the fundamental reason why the reality of the urban poor is the focus of study in this study. This study aims to: 1) Describe social reality in the drama script Madekur and Tarkeni Atawa Orkes Madun 1 by Arifin C Noer, 2) Describe the picture of the urban poor in the drama script Madekur and Tarkeni Atawa Orkes Madun 1 by Arifin C Noer, and 3) The factors causing the urban poor in the drama script Madekur and Tarkeni Atawa Orkes Madun 1 by Arifin C Noer. This research uses descriptive qualitative research methods. The object of this research is dialogue and narrative. The data used are 82 data and obtained using basic techniques in the form of reading and note-taking techniques. This study uses a sociological approach with Georg Lukacs theory. The results of the research were (1) social reality in the drama script Madekur and Tarkeni Atawa Orkes Madun 1 by Arifin C. Noer, which consisted of; a. Social Reality - Religious, b. Social Reality - Education, and c. Social - Economic Reality (2) a description of the urban poor in the script of Drama Madekur and Tarkeni by Arifin C. Noer, which consists of; a. Health quality, b. Low motivation to excel, c. Depression level, d. Lack of access to finding work with fixed income and capital and e. Not being able to meet basic needs (clothing, boards and boards) and (3) the factors causing the urban poor, namely; a. Low level of education, b. The illegality of work, c. Do not have skills and d. The high level of violence in drama scripts.Keywords: social reality, urban poor, Madekur and Tarkeni, sociology of literature
Analisis Fungsi dan Kategori Frasa pada Artikel "Pipa PDAM Tersumbat Sampah" dalam Surat Kabar Radar Majalengka Edisi 8 Januari 2021 Deden Sutrisna; Lya Elyawati
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.512 KB)

Abstract

Permasalahan yang mendorong untuk melakukan penelitian ini. Diantaranya peneliti ingin melihat tingkat pemahaman masyarakat tentang fungsi dan kategori frasa dengan memperhatikan ketetapan dan kesesuaian  dengan kalimat pada wancana tulis di surat kabar harian Radar Majalengka. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi dan kategori frasa yang terdapat pada artikel “Pipa PDAM Tersumbat” Radar Majalengka, edisi 8 Januari 2021. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak catat.Kata kunci : fungsi, kategori, frasaProblems prompted this research to be carried out. Among them, the researcher wants to see the level of public understanding of the function and category of phrases by paying attention to the provisions and suitability of sentences in written discourse in the daily newspaper Radar Majalengka. The purpose of this study aims to determine the function and category of phrases contained in the article "Pipa PDAM Tersumbok" Radar Majalengka, January 8, 2021 edition. The research method used in this study is the watch and note method.Keywords: function, category, phrase
KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM NOVEL ISINGA: ROMAN PAPUA KARYA DOROTHEA ROSA HERLIANY Eti Sunarsih; Susan Neni Triani
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.892 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul Kekerasan Terhadap Perempuan dalam novel Isinga: Roman Papua karya Dorothea Rosa Herliany. Masalah dalam penelitian bagaimanakah bentuk kekerasan fisik dan  kekerasan nonfisik terhadap perempuan dalam novel Isinga: Roman Papua karya Dorothea Rosa Herliany. Penelitian karya sastra sangat penting dilakukan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui relevenasi antara karya sastra dengan kenyataan yang ada di masyarakat karena nilai-nilai yang ada dalam sebuah karya sastra mencerminkan realita sosial yang dapat memberikan pengaruh kepada masyaraka. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan feminisme Berdasarkan analisis dan pembahasan dapat disimpulkan dalam novel Isinga: Roman Papua karya Dorothea Rosa Herliany terdapat delapan bentuk kekerasan terhadap perempuan yaitu penculikan, eksploitasi tenaga perempuan, ditampar, dipukul, ditendang, diinjak, dibuang, dan dibunuh. Sedangkan  kekerasan fisik terhadap perempuan yang terdapat dalam novel Isinga: Roman Papua karya Dorothea Rosa Herliany terdapat empat bentuk kekerasan yaitu dipaksa menikah, diguna-guna, dikecewakan, suami berhubungan seksual dengan perempuan lain. Dampak dari kekerasan tersebut perempuan mengalami penderitaan fisik dan psikologis.Kata kunci: kekerasan, perempuan, novel, isinga: roman papua This research is entitled Violence Against Women in Novel Isinga: Roman Papua by Dorothea Rosa Herliany. The problem in this research is the form of physical violence and non-physical violence against women in the novel Isinga: Roman Papua by Dorothea Rosa Herliany. Research on literary works is very important. This is done to find out the relevance between literary works and the reality in society because the values in a literary work reflect social reality that can give effect to society. The approach used is the feminism approach. Based on the analysis and discussion it can be concluded in the novel Isinga: Roman Papua by Dorothea Rosa Herliany, there are eight forms of violence against women, namely abduction, exploitation of women, being slapped, beaten, kicked, trampled, thrown away, and killed. While physical violence against women is found in the novel Isinga: Roman Papua by Dorothea Rosa Herliany, there are four forms of violence, which are forced to marry, be used, disappoint, the husband has sexual relations with another woman. The impact of such violence women experience physical and psychological suffering.Keywords: violence, woman’s, novel, isinga: roman papua

Page 9 of 30 | Total Record : 297