cover
Contact Name
Aji Septiaji
Contact Email
ajiseptiaji@gmail.com
Phone
+6285294606969
Journal Mail Official
jurnaldiglosiaunma@gmail.com
Editorial Address
Jalan. K.H. Abdul Halim, No. 103, Kabupaten Majalengka
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Diglosia
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 25495119     EISSN : 25495119     DOI : -
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia tergabung dalam Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP). Jurnal ini memuat artikel ilmiah penelitian dan gagasan konseptual atau kajian teoretis dalam bidang pendidikan, kebahasaan, dan kesusastraan Indonesia. Setiap artikel melalui peer review process. Adapun scope penelitian pada jurnal ini yaitu (1) sastra (teori, kritik, dan sejarah sastra); (2) Keterampilan dan pembelajaran sastra; (3) Keterampilan dan pembelajaran bahasa; (4) Analisis wacana; (5) Penelitian linguistik, sosiolinguistik, dan psikolinguistik; (6) Evaluasi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (7) Kurikulum pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (8) Model atau media pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (9) Kajian kebudayaan Indonesia; dan (10) penelitian lainnya yang relevan. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan FEBRUARI dan AGUSTUS.
Articles 297 Documents
Sikap Bahasa Mahasiswa terhadap Bahasa Indonesia Ragam Ilmiah Asep Hidayatullah; Heryanto Gunawan
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.385 KB)

Abstract

Bersikap positif terhadap bahasa Indonesia merupakan keniscayaan mutlak. Untuk memiliki kemampuan berbahasa Indonesia ragam ilmiah yang baik, mahasiswa harus bersikap positif terhadap bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan sikap bahasa mahasiswa terhadap bahasa Indonesia ragam Ilmiah; (2) mengetahui faktor-faktor penentu sikap bahasa mahasiwa. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian adalah metode mixed methods tipe convergent design. Tahapan dalam penelitian ini adalah mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif secara simultan, menggabungkan datanya, membandingkan hasilnya, dan menjelaskan semua diskrepansi. Hasilnya,  (1) sebagian besar mahasiswa (81,08%) bersikap positif terhadap bahasa Indonesia ragam ilmiah; (2) faktor penentu sikap bahasa terdiri atas dua hal yaitu prestise atau kekuatan bahasa dan sistem internal bahasa.Kata kunci: sikap bahasa, bahasa Indonesia ragam ilmiah Having a positive attitude towards Indonesian is an absolute necessity. To have the ability to speak Indonesian in a good scientific variety, students must have a positive attitude towards Indonesian. This study aims to (1) describe the students' language attitudes towards the scientific variety of Indonesian; (2) to determine the determinants of students' language attitudes. The method used to achieve the research objectives is the mixed methods method type convergent design. The stages in this research are collecting quantitative and qualitative data simultaneously, combining the data, comparing the results, and explaining all discrepancies. As a result, (1) most students (81.08%) had a positive attitude towards the scientific variety of Indonesian; (2) the determinants of language attitudes consist of two things, namely the prestige or strength of the language and the internal language system.Keywords: attitude language, Indonesian language scientific variety
CERITA RAKYAT TANJUNG MENANGIS MASYARAKAT SAMAWA: KAJIAN STRUKTUR NARATIF VLADIMIR PROPP Methya Khairunnisa Manikam; Haris Supratno; Kamidjan Kamidjan
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.098 KB)

Abstract

Legenda adalah cerita prosa rakyat yang dianggap oleh yang mempunyai cerita sebagai sesuatu yang benar-benar terjadi yang mengandung dan mengungkapkan nilai-nilai pragmatis sehingga dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Untuk dapat memperoleh manfaat dari cerita jenaka tersebut perlu dilakukan analisis terhadap teks-teks cerita legenda tersebut menggunakan teori-teori struktural naratif. Struktur adalah hubungan antara unsur-unsur pembentukan dalam susunan keseluruhan. Pendekatan yang digunakan dalam kajian yaitu Struktural Naratif Vladimir Propp dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menggambarkan struktur naratif legenda Tanjung Menangis yang dimulai dari lingkaran pertama yaitu pengenalan, hingga berakhir di rangkaian Keempat kembalinya sang pahlawan. Keempat lingkaran tersebut teridentifikasi dari munculnya 9 fungsi yaitu penipuan (trickery), kejahatan (villainy), fungsi bantuan pertama (first function of the donor), reaksi pahlawan (hero’s reaction), bimbingan (guidence), kepulangan (return), pencarian (pursuit), perubahan penampilan (transfiguration), dan  penghukuman (punishment).Kata kunci: legenda, fungsi, struktur naratif, Vladimir ProppLegend is a people's prose story that is considered by those who have a story as something that actually happened that contains and expresses pragmatic values so that it is used as a guide in social life. To be able to benefit from the humorous stories, it is necessary to analyze the texts of the legendary stories using structural narrative theories. Structure is the relationship between the elements of form in the overall order. The approach used in the study is Vladimir Propp's Structural Narrative with qualitative descriptive research methods. The results of this study illustrate the narrative structure of the Tanjung Menangis legend which starts from the first circle that was introduced, ends in the Fourth circle of return of the hero. Replacing the 9 functions as trickery, crime, donor's first reaction, hero reaction, guidance, return, pursuit, transfiguration, and punishment. Keywords: legend, function, narrative structure, Vladimir Propp
Tuturan Adat, Upacara Ate Keda Hawiah Djumadin
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.925 KB)

Abstract

Abstrak:Tuturan adalah bahasa entah berupa kata, frase, maupun kalimat yang maknanya tidak dapat ditarik dari kaidah-kaidah umum gramatika yang berlaku atau yang diramalkan dalam makna leksikal unsur-unsur yang membentuknya (Chaer, 1995:7). Tuturan adat Ate Keda di Desa Ranga Kecamatan Detusoko Kabupaten Ende merupakan sarana ekspresi diri dalam membangun hubungan anggota masyarakat, Leluhur dan Sang Khalik sebagai pengatur dan pemersatu kehidupan. Masalah dalam penelitian ini adalah 1) bagaimanakah bentuk tuturan adat dalam upacara Ate Keda pada masyarakat Desa Ranga Kecamatan Detusoko Kabupaten Ende,  2) bagaimanakah makna tuturan adat dalam upacara Ate Keda pada masyarakat Desa Ranga Kecamatan Detusoko Kabupaten Ende, 3) bagaimanakah fungsi tuturan adat dalam upacara Ate Keda pada masyarakat Desa Ranga Kecamatan Detusoko Kabupaten Ende. Tujuan penelitian ini adalah sebagai upaya pendokumentasian bahasa sebagai sarana budaya masyarakat Lio sebelum punah termakan zaman. Selain tujuan di atas, ada tujuan khusus yakni untuk menemukan dan mendeskripsikan  bentuk, makna, dan fungsi tuturan upacara Ate Keda. Manfaat dari penelitian ini adalah meningkatkan pemahaman  dan penghayatan terhadap warisan leluhur yang terdapat dalam tuturan adat Ate Keda pada masyarakat Desa Ranga Kecamatan Detusoko Kabupaten Ende. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yakni pendekatan deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan adalah simak dan cakap. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, rekam, dan catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini yakni; 1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan simpulan akhir. Teori yang digunakan adalah teori sosiolinguistik. Hasil penelitian Bentuk tuturan adat terdiri dari bentuk morfologi dan gaya bahasa. Bentuk morfologi antara lain: pronominal, nomina, verba, adjektif, numeralia, adverbial, dan repitisi. Dan bentuk gaya bahasa antara lain: paralelisme dan perumpamaan. Makna tuturan adat antara lain: makna kebersamaan, makna religius, makna pengharapan akan kesehatan. Fungsi tuturan adat antara lain: fungsi sosial, fungsi instrumental dan fungsi interaksional.
KEARIFAN LOKAL MAJALENGKA SEBAGAI MATERI AJAR MATA KULIAH SOSIOLINGUISTIK Pipik Asteka; Sarwiji Suwandi; Andayani Andayani; St. Y. Slamet
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.482 KB)

Abstract

Majalengka merupakan salahsatu kabupaten yang berada di wilayah 3 Cirebon Jawa Barat. Berbatasan dengan wilayah Cirebon yang berbahasa Jawa “Cerbonan” dan kabupaten Indramayu yang  berbahasa Jawa Indramayu, di wilayah bagian selatan kabupaten Majalengka berbatasan langsung dengan kabupaten Tasikmalaya, Garut, Ciamis yang merupakan wilayah Sunda Priangan. Letak geografis tersebut menjadikan kabupaten Majalengka memiliki beragam dialek bahasa dan juga kearifan lokal yang bervariatif. Pengaruh bahasa Sunda dan Bahasa Jawa secara signifikan menambah khazanah kearifan lokal yang ada di kabupaten Majalengka, selain itu pengaruh sejarah kebudayaan juga memiliki urgensi penting dalam perkembangan dan pemertahanan kearifan lokal di kabupaten Majalengka. Artikel ini membahas mengenai kearifan lokal yang ada di kabupaten Majalengka, perkembangan kearifan lokal dideskripsikan berdasarkan paparan dari informan utama dari masing-masing kecamatan yang dijadikan partisipan penelitian. Selain itu, dideskripsikan pula mengenai pemertahanan kearifan lokal kabupaten Majalengka dalam menghadapi arus globalisasi yang berdampak pada degradasi budaya. Salahsatu hal yang dapat dilakukan dalam pemertahanan kearifan lokal adalah mengintegrasikan kearifan lokal Majalengka sebagai materi ajar mata kuliah Sosiolinguistik.Kata kunci: kearifan lokal, Majalengka, materi ajar, mata kuliah, Sosiolinguistik Majalengka is one of the regencies located in area 3 Cirebon, West Java. It is bordered by Cirebon, which speaks Javanese "Cerbonan" and regency of Indramayu which speaks Javanese Indramayu, in the southern part of Majalengka district, it is directly adjacent to Tasikmalaya, Garut, Ciamis districts which are the Sunda Priangan region. This geographical location makes Majalengka district have various dialects of the language and also varied local wisdom. The influence of Sundanese and Javanese languages significantly adds to the treasure of local wisdom in Majalengka district, besides that the influence of cultural history also has an important urgency in the development and maintenance of local wisdom in Majalengka district. This article discusses local wisdom that exists in Majalengka district, the development of local wisdom is described based on the exposure of the main informants from each district who were the research participants. In addition, it also describes the preservation of local wisdom of Majalengka district in facing the flow of globalization which has an impact on cultural degradation. One of the things that can be done in maintaining local wisdom is integrating local wisdom of Majalengka as teaching material in Sociolinguistics courses.Keywords: local wisdom, Majalengka, teaching materials, courses, sociolinguistics
Cerita Rakyat Majalengka sebagai Bahan Ajar Sastra di SMA Risma Khairun Nisya; Ima Siti Rahmawati
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.049 KB)

Abstract

Cerita rakyat merupakan salah satu hasil karya sastra Nusantara yang perkembangannya tetap eksis di masyarakat meskipun hadir dalam versi yang berbeda-beda. Cerita rakyat bagian dari budaya lokal disebarkan dan dipelajari dalam suatu kolektif masyarakat tertentu, menjadi ciri dan milik masyarakat. Oleh karena itu, perlu adanya pelestarian terhadap cerita rakyat, sehingga tidak hanya sebatas dongeng pengantar tidur tetapi dapat menjadi bermanfaat sebagai bahan ajar sastra di sekolah. Cerita rakyat yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah cerita rakyat yang berasal dari desa/kecamatan di Kabupaten Majalengka. Adapun yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah klasifikasi cerita rakyat Majalengka dan memanfaatkannya dalam bentuk bahan ajar sastra di Sekolah. Metode yang digunakan untuk memecahkan permasalahan tersebut yaitu metode deskriptif kualitatif dengan peneliti sebagai instrumen kunci. Adapun hasil dari penelitian ini, 1) Sebanyak 23 cerita rakyat Majalengka termasuk dalam asal usul suatu tempat yaitu menceritakan asal usul nama suatu tempat. 2) Satu cerita termasuk dalam legenda setempat, yaitu cerita rakyat Talaga Manggung. 3) Satu Cerita termasuk legenda perseorangan yaitu cerita rakyat Nyi Rambut KasihKata kunci: cerita rakyat, Majalengka, bahan ajar sastra Folklore is one of the works of Indonesian literature whose development still exists in society even though it comes in different versions. Folklore is part of the local culture disseminated and studied in a particular community collective, characterizes and belongs to the community. Therefore, it is necessary to preserve folklore, so that it is not only limited to bedtime stories but can be useful as literary teaching materials in schools. Folklore which is the object of this research is folklore originating from villages / sub-districts in Majalengka Regency. The problem in this research is the classification of Majalengka folklore and its use in the form of literary teaching materials in schools. The method used to solve these problems is descriptive qualitative method with the researcher as the key instrument. The results of this study, 1) A total of 23 Majalengka folk tales are included in the origin of a place, namely telling the origin of the name of a place. 2) One story is included in the local legend, namely the folk tale of Talaga Manggung. 3) One story includes an individual legend, namely the folk tale of Nyi Rambut KasihKeywords: folklore, Majalengka, literary teaching materials
POTRET KEKERASAN SOSIAL DALAM KUMPULAN CERPEN DUNIA SUKAB KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA: SUATU PERBANDINGAN Maria Benga Geleuk
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.651 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan pengulangan pada empat cerpen Dunia Sukab yang menunjukkan adanya kekerasan sosial yang terjadi pada masyarakat Indonesia pada masa Orde Baru sampai awal Reformasi. Penelitian ini menggunakan metode sastra bandingan dengan memanfaatkan teori fakta cerita Stanton. Berdasarkan kajian terhadap empat cerpen, antara lain PS, MA, JF, dan PP ditemukan bahwa semua cerita merefleksikan sejarah kelam Indonesia pada masa pemerintahan Orde Baru sampai Reformasi. Hal ini ditandai dengan adanya peristiwa Tragedi Tanjung Priok 1984 dan Tragedi Mei 1998 yang tersirat di dalam kumpulan cerpen. Selain itu, kekerasan yang digambarkan oleh pengarang cenderung berbeda-beda setiap masanya. Hal ini menunjukan adanya suatu pergeseran dalam mengambarkan kekerasan di masanya. Kekerasan dalam cerpen PS dan MA dilakukan oleh aparat pemerintah dan korbannya merupakan masyarakat pinggiran, baik laki-laki dan perempuan. Akan tetapi, dalam cerpen JF dan PP kekerasan digambarkan terjadi pada kaum perempuan dalam hal ini pelaku utamanya adalah laki-laki dan pejabat. Kemudian beralihnya ke era Reformasi ditandai dalam cerpen PP, yaitu sebagai gerakan perempuan untuk berani melawan ketidakadilan. Pengulangan tema besar dalam empat cerpen ini sebagai bentuk kritik dari pengarang terhadap penguasa dan aparat pemerintah pada masa Orde Baru yang melakukan pelanggaran HAM dan sampai sekarang tidak pernah diselesaikan secara hukum.Kata kunci: kumpulan cerpen, dunia Sukab, kekerasan sosial, sastra bandinganThis study aims to formulate a repetition of the four Sukab World short stories which show the existence of social violence that occurred in Indonesian society during the New Order until the beginning of the Reformation. This research uses a comparative literary method along with Stanton's structuralism theory. Based on a study of four short stories, including PS, MA, JF, and PP, it was found that all the stories reflect the dark history of Indonesia during the reign of the New Order until the Reformation. This tragedy is marked by the events of the 1984 Tanjung Priok Tragedy and the May 1998 Tragedy which were implied in a collection of short stories. In addition, the violence described by the author tends to be vary from time to time. This shows a shift in describing the violence in his time. Violence in PS and MA short stories was carried out by government officials and the victims were marginalized communities, both men and women. However, in the short stories, JF and PP violence are described to occur in women in this case the main perpetrators are men and officials. Then the shift to the Reformation era is marked in the short story PP, which is a women's movement to dare to fight injustice. The repetition of the major themes in these four short stories is a form of criticism from the author of the authorities and government officials during the New Order who committed human rights violations and until now has never been resolved legally. Keywords: short stories collection, dunia Sukab, social violence, comparative literature
Analisis Keterampilan Mengajar Guru dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Daring pada Siswa Sekolah Dasar Hani Subakti; Eka Silvi Handayani
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.608 KB)

Abstract

Penelitian ini menganalisis keterampilan mengajar guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia secara daring pada siswa sekolah dasar kelas tinggi di SDN 001 Samarinda Utara tahun pembelajaran 2019/2020. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keterampilan dasar mengajar guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia secara daring dimasa pandemi covid-19. Penelitian dilatarbelakangi bahwa di SDN 001 Samarinda Utara peserta didik masih beradaptasi dengan sistem pembelajaran daring. Subjek dalam penelitian adalah siswa, guru kelas, dan kepala sekolah. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahan data dalam penelitian ini yang digunakan oleh peneliti menggunakan triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan membuka pembelajaran secara daring dengan mengucapkan salam dan berdoa sedangkan kalau pada saat menutup pembelajaran yaitu dengan berdoa relatif sama dengan pembelajaran tatap muka. Keterampilan bertanya pada materi bahasa Indonesia ada siswa yang bisa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru, ada pula siswa yang tidak bisa menjawab. Keterampilan menjelaskan guru kelas pada materi bahasa Indonesia yaitu ada siswa yang kurang paham dengan penjelasan yang diberikan oleh gurunya dan ada pula yang langsung paham. Keterampilan memberikan penguatan dan pemahaman dilakukan oleh guru kepada peserta didik. Keterampilan mengadakan variasi dilakukan oleh guru dengan menyediakan media pembelajaran. Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil ada siswa mengalami kesuliatan pada saat dibentuk kelompok dan ada pula yang tidak. Keterampilan mengelola kelas secara daring dilakukan guru dengan baik. Akhirnya pada pembelajaran daring masih ditemukan kendala dan kesulitan di mana kesulitan itu yang menjadi perhatian bagi guru dan siswa karena masih ditemukan siswa yang belum memiliki telepon genggam berbasis android untuk melakukan pembelajaran daring.Kata Kunci: analisis, mengajar guru, bahasa Indonesia, daring This research analyzes teachers' teaching skills in online Indonesian language learning in high school students at SDN 001 Samarinda Utara for the 2019/2020 study year. The purpose of this research is to find out the basic skills of teaching teachers in learning Indonesian language online during the covid-19 pandemic. The research is backgrounded that at SDN 001 Samarinda Utara students are still adapting to the online learning system. The subjects in the study were students, classroom teachers, and principals. The methods of data collection in this study are interviews and documentation. Test the validity of the data in this study used by researchers using source triangulation. The results of this study show that the skill of opening learning online by saying greetings and praying while closing the learning is relatively the same as face-to-face learning. The skill of asking indonesian language materials there are students who can answer the questions given by the teacher, some students can not answer. The skill of explaining the classroom teacher in Indonesian language material is that there are students who do not understand the explanation given by the teacher and some who immediately understand. Skills provide reinforcement and understanding done by teachers to students. The skill of conducting variations is done by teachers by providing learning media. The skills of guiding small group discussions there are students experiencing difficulty at the time the group is formed and some are not. The skills of managing classes online are done by teachers well. Finally in online learning there are still obstacles and difficulties where the difficulty is a concern for teachers and students because there are still students who do not have an android-based mobile phone to do online learning.Keywords: analysis, teaching teachers, Indonesian, online 
TUTURAN ADAT DALAM UPACARA MASO SA’O NGGUA BARU PADA MASYARAKAT ENDE DESA NDUNGGA KECAMATAN ENDE TENGAH KABUPATEN ENDE Alfonsus Gaa; Siprianus See
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.76 KB)

Abstract

Kebudayaan masyarakat dalam suatu daerah atau wilayah yang terdiri atas kelompok-kelompok suku tertentu dan memiliki bahasa daerahnya tersendiri. Demikian pula dengan masyarakat Ndungga, termasuk yang tinggal dan berdomisili di wilayah Desa Ndungga Kecamatan Ende Tengah Kabupaten Ende memiliki bahasa daerahnya tersendiri yang dikenal dengan bahasa Ende. Sebagai alat komunikasi, bahasa Ende digunakan dalam berbagai ragam interaksi dalam kehidupan masyarakat Ende (khususnya masyarakat Ndungga), mulai dari ragam komunikasi sehari-hari sampai pada komunikasi dalam berbagai upacara adat. Salah satu diantara sekian banyak seremonial adat yang menggunakan bahasa Ende (khususnya masyarakat Ndungga) sebagai media komunikasi yang efektif adalah pada bentuk upacara dalam  bahasa Ende saat  menempati rumah baru yang disebut dengan Upacara Maso Sa’o Nggua Baru yang berarti menempati rumah baru. Maso Sa’o ini merupakan acara  yang dibuat masyarakat setempat secara turun temurun dan bersifat mengikat atau wajib. Hewan yang disembelih untuk memberi makan nenek moyang saat acara Maso Sa’o yaitu ayam, tetapi bagi orang yang memiliki kemampuan ekonomi lebih tinggi bisa juga hewan lain seperti babi. Acara ini harus disaksikan oleh sanak keluarga dari pemilik rumah, ari kae berserta anak perempuan dan anak  laki-laki. Tujuan dari upacara Maso Sa’o Nggua Baru ini, ialah untuk mendamaikan pemilik rumah dengan roh penjaganya serta ucapan syukur pemilik rumah kepada Tuhan dan para leluhur, seraya memohon perlindungan bagi semua orang yang menghuni rumah baru tersebut.Kata kunci: tuturan adat, upacara, Maso Sa’o, Nggua Baru  The culture of society in a region or region consisting of certain ethnic groups and has its own regional language. Similarly, the Ndungga people, including those who live and reside in the Ndungga village area of Ende Central District of Ende Regency has its own regional language known as Ende language. As a means of communication, the Ende language is used in a wide variety of interactions in the lives of the people of Ende (especially Ndungga people), ranging from the various communication everyday to the communication in various traditional ceremonies. One of the many traditional ceremonial that used the language of Ende (especially the Ndungga community) as an effective communication medium is on the form of ceremonies in the Ende language when occupying a new home called the new Maso Sa'o Nggua ceremony which means occupying a new home. "Maso Sa'o" is an event made by the local community as a hereditary and binding or compulsory. Animals slaughtered to feed ancestors during the event “Maso sa'o” is chicken, but for people who have economic ability can also other animals such as pigs. This event must be witnessed by relatives of homeowners, Ari Kae with girls and boys. The purpose of Maso Sa’o Nggua Baru's ceremony, is to reconcile the homeowner with the spirit of the house owner and the thanksgiving of the Landlord to God and the ancestors, while applying for protection for all those who inhabit the new home.Keywords: uttearance of customs, ceremony, Maso Sa’o, Nggua Baru
TOKOH-TOKOH PEREMPUAN PEDULI LINGKUNGAN DALAM NOVEL PARTIKEL KARYA DEE LESTARI: PENDEKATAN EKOFEMINISME Yusi Nuraeni; Aji Septiaji
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 3, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.732 KB)

Abstract

Kajian mengenai lingkungan alam (ekologi) dan peranan perempuan (feminisme) dinamakan ekofeminisme. Ekofeminisme merupakan salah satu aliran pemikiran dan gerakan feminisme yang berusaha untuk menunjukkan hubungan antara semua bentuk penindasan manusia, khususnya perempuan, dan alam. Objek dalam penelitian ini ialah novel Partikel karya Dewi Lestari. Ekofeminisme memandang bahwa perempuan secara kultural dikaitkan dengan alam. Oleh sebab itu, tokoh perempuan merupakan bagian dari sebuah cerita dalam karya sastra. Seperti halnya tokoh laki-laki, tokoh perempuan juga memiliki peranannya sesuai dengan jalan cerita yang telah ditetapkan oleh penulis. Peranan perempuan dalam karya sastra selalu menjadi hal yang menarik terutama jika tokoh tersebut memiliki karakter atau penokohan yang sangat unik seperti adanya perjuangan dalam menuntut pendidikan, pelestarian lingkungan serta memperjuangkan hak sebagai perempuan. Tokoh perempuan identik dengan kajian feminis atau kritik feminis. Dominasi laki-laki di dalam kehidupan juga terlukiskan pula di dalam karya sastra, bukan hal yang aneh bahwa dominasi patriarki seringkali menjadikan tokoh perempuan sebagai tokoh yang tertindas atau tokoh yang hanya akan didominasi oleh tokoh laki-laki.Kata kunci: perempuan, lingkungan, novel, ekofeminisme The study of the natural environment (ecology) and the role of women (feminism) is called ecofeminism. Ecofeminism is one of the schools of thought and feminist movement that seeks to show the relationship between all forms of human oppression, especially women, and nature. The object of this research is the novel Partikel by Dewi Lestari. Ecofeminism views women as culturally associated with nature. Therefore, female characters are part of a story in literary works. Like male characters, female characters also have a role in accordance with the storyline set by the author. The role of women in literary works is always interesting, especially if the character has a very unique character or character, such as the struggle to demand education, environmental preservation and fighting for women's rights. Female figures are synonymous with feminist studies or feminist criticism. The dominance of men in life is also depicted in literary works, it is not strange that patriarchal domination often makes female characters as oppressed figures or figures that will only be dominated by male characters.Keywords: women, environment, novels, ecofeminism
Efektivitas Pembelajaran Bahasa Indonesia Daring di Masa Pandemi Covid-19 dalam Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Siswa SMP Daroe Iswatiningsih; Fauzan Fauzan; Dluhayati Dluhayati; Yanti Karunia Lestari
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.285 KB)

Abstract

Kondisi pandemi Covid 19 yang masih belum reda menuntut pembelajaran berlangsung secara daring. Sesuai dengan surat edaran Kemndikbud No. 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat  Penyebaran Covid 19 lebih memfokuskan pada pendidikan kecakapan hidup. Untuk itu penelitian ini bertujuan mendeskripsikan efektivitas pembelajaran bahasa Indonesia secara daring yang membangun kecakapan hidup bagi peserta didik berupa keterampilan berbahasa pada ranah kognitif dan psikomotorik. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Data berupa pernyataan guru dan siswa dalam proses pembelajaran serta dokumen nilai. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan angket serta dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan interaktif. Hasil penelitian dibedakan dari tiga temuan, yakni proses pembelajaran yang bersifat daring, kendala pembelajaran, dan efektivitas pembelajaran yang didasarkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang diperoleh peserta didik pada ranah kognitif dan psikomotorik.  Pembelajaran selama pandemi covid 19 bersifat daring dan luring (blended learning). Ditemukan kendala dalam pembelajaran, khususnya yang dialami peserta didik. Pembelajaran bahasa Indonesia melalui daring dalam meningkatkan kemampuan berbahasa pada aspek kognitif dan psikomorik berjalan efektif. Hal ini ditunjukkan dengan perolehan nilai siswa baik di atas KKM.Kata kunci: Efektivitas pembelajaran, pembelajaran daring, keterampilan berbahasa, kompetensi kognitif, kompetensi psikomotorik The condition of the Covid 19 pandemic that has not subsided requires learning to take place online. Following the circular of the Ministry of Education No. 4 of 2020 on the Implementation of Education Policy in the Emergency Period of the Spread of Covid 19 focuses more on life skills education. Therefore, this study aims to describe the effectiveness of online Indonesian language learning that builds life skills for learners in the form of language skills in the cognitive and psychomotor spheres. The research method uses descriptive qualitative. Data in the form of statements of teachers and students in the learning process as well as value documents. Data collection techniques with observations, interviews, questionnaires, and documentation. Data analysis techniques use interactive. The results of the study were distinguished from three findings, namely online learning process, learning constraints, and effectiveness of learning based on minimum completed criteria (KKM) obtained by learners in the cognitive and psychomotor spheres.  Learning during the covid 19 pandemics is online and blended learning. There are obstacles in learning, especially those experienced by students. Online learning of the Indonesian language in improving language skills in cognitive and psychomotor aspects is effective. This is demonstrated by the achievement of students' grades well above KKM.Keywords: Effectiveness of learning, online learning, language skills, cognitive competence, psychomotor competence

Page 10 of 30 | Total Record : 297