cover
Contact Name
Pangeran Paita yunus
Contact Email
pangeranpaita69@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
pangeranpaita69@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Nuansa Journal of Arts and Design
ISSN : 25974041     EISSN : 2597405X     DOI : -
Nuansa Journal of Arts and Design menerbitkan artikel pada bidang Pendidikan Seni dan Desain. Nuansa Journal of Arts and Design terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan September dan Maret.
Arjuna Subject : -
Articles 83 Documents
OLAH DATA RISET: DASAR KUNCI KEKUATAN DAN KEBERHASILAN FILM DOKUMENTER Oktaviani, Danissa Dyah; Widoyo, Agus Fatuh; Subagya, Timbul
Nuansa Journal of Arts and Design Vol 7, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/njad.v7i2.47308

Abstract

Film dokumenter memiliki kekuatan untuk mengubah pola pikir penontonnya. Kekuatan tersebut diperoleh dari sudut pandang yang dihadirkan dalam film tersebut. Sudut pandang dibangun dari fakta-fakta yang disusun secara terstruktur kemudian menghasilkan sebuah pemikiran yang baru. Semakin banyak fakta yang diperoleh maka film documenter akan semakin menarik karena di dalamnya memuat kekayaan data yang dapat diolah yang bersumber pada kedalaman riset. Melalui riset mendalam, memilah data sesuai kotak-kotak di setiap bagian, dan menyusunnya secara terstruktur agar mudah dipahami. Proses riset yang sistematis dan terstruktur dapat dilakukan ketika pembuat film benar-benar paham apa yang akan ditulis dan kebutuhan seperti apa yang diperlukan bersumber pada ide yang dimiliki sebelumnya. Riset yang baik akan memperhatikan unsur-unsur visual yang memuat apa saja konten yang akan dimasukkan dan bagaimana cara pengambilan audio visualnya. Riset dalam film dokumenter akan mempengaruhi nilai sebuah film. Semakin mendalam sebuah riset maka film yang dihasilkan akan semakin bermakna. Batasan dalam melakukan riset juga perlu dilakukan guna memastikan luaran film selalu terjaga arah tujuannya. Batasan itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembuat film
Analisis Semiotika pada Produk Kemasan Kopi Siap Minum Nescafe Purnama, Andry Priyadharmadi
Nuansa Journal of Arts and Design Vol 8, No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/njad.v8i1.65968

Abstract

Penelitian ini menganalisis semiotika pada kemasan produk kopi siap minum Nescafe varian Ice Black Lychee dan Biskoffee. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce untuk memahami makna yang terkandung dalam elemen visual kemasan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua varian memiliki pola desain yang serupa, namun dibedakan dengan warna dominan untuk menunjukkan varian rasa yang berbeda. Elemen visual seperti bentuk, warna, dan tipografi menunjukkan kesamaan identitas merek Nescafe, yaitu modern, terjangkau, dan konsisten dalam mempertahankan kualitas bahan baku serta kesegaran varian rasa. Temuan ini mendukung penelitian sebelumnya yang menunjukkan pentingnya elemen visual dalam desain kemasan untuk menyampaikan pesan merek kepada konsumen.This research analyzes the semiotics of Nescafe ready-to-drink coffee packaging, specifically the Ice Black Lychee and Biskoffee variants. The analysis uses Charles Sanders Peirce’s semiotic theory to understand the meaning embedded in the visual elements of the packaging. The analysis reveals that both variants share a similar design pattern, but are differentiated by their dominant color to indicate different flavor variations. Visual elements like shape, color, and typography demonstrate the consistency of the Nescafe brand identity, which is modern, affordable, and consistent in maintaining the quality of raw materials and the freshness of flavor variations. The findings support previous research that highlights the importance of visual elements in packaging design for conveying brand messages to consumers.
Analisis Kelayakan Penyajian Isi Buku Panduan Guru Seni Rupa SMA/SMK Kelas X Kurikulum Merdeka Tahun 2021 Guntur, Guntur; Irfan, Irfan
Nuansa Journal of Arts and Design Vol 7, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/njad.v7i2.56165

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan kelayakan penyajian isi Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SMA/SMK Kelas X Kurikulum Merdeka tahun 2021 , yang diterbitkan oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SMA/SMK Kelas X di tulis oleh Monika Irayati dan Saraswati Dewi, yang dimana buku ini  memberikan keleluasaan bagi satuan pendidikan dan guru untuk mengembangkan potensinya serta keleluasan bagi siswa untuk belajar sesuai dengan kemampuan dan perkembangannya. Pengembangan dan penulisan buku ini disesuaikan dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 958/P/2020 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Pendekatan yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif yang merupakan sebuah metode penelitian dengan memanfaatkan data kualitatif dan dijabarkan sejara deskriptif, deskripstif yang dimaksud dalam hal ini adalah untuk memahami kondisi suatu konteks dengan mengarahkan pada pendeskripsian secara rinci dan mendalam mengenai potret kondisi dalam suatu konteks secara alami dan apa adanya. Dalam pengimplementasiannya Buku teks pembelajaran (Buku Panduan Guru) Seni Budaya Kelas X SMA/SMK yang diterbitkan oleh kementrian pendidikan dan kebudayaan dengan indikator cakupan materi yang merangsang keingintahuan telah dikaji dalam buku ini dan masih perlu dikembangkan lagi isi dan kualitasnya. Namun secara umum, isi materi yang diberikan melalui penjelasan yang komunikatif dan afektif  telah menunjukkan kesesuaian dengan profil pelajar pancasila pada mata pelajaran seni rupa dan pengenalan dalam capaian pembelajaran.Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan kelayakan penyajian isi Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SMA/SMK Kelas X Kurikulum Merdeka tahun 2021 , yang diterbitkan oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SMA/SMK Kelas X di tulis oleh Monika Irayati dan Saraswati Dewi, yang dimana buku ini  memberikan keleluasaan bagi satuan pendidikan dan guru untuk mengembangkan potensinya serta keleluasan bagi siswa untuk belajar sesuai dengan kemampuan dan perkembangannya. Pengembangan dan penulisan buku ini disesuaikan dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 958/P/2020 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Pendekatan yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif yang merupakan sebuah metode penelitian dengan memanfaatkan data kualitatif dan dijabarkan sejara deskriptif, deskripstif yang dimaksud dalam hal ini adalah untuk memahami kondisi suatu konteks dengan mengarahkan pada pendeskripsian secara rinci dan mendalam mengenai potret kondisi dalam suatu konteks secara alami dan apa adanya. Dalam pengimplementasiannya Buku teks pembelajaran (Buku Panduan Guru) Seni Budaya Kelas X SMA/SMK yang diterbitkan oleh kementrian pendidikan dan kebudayaan dengan indikator cakupan materi yang merangsang keingintahuan telah dikaji dalam buku ini dan masih perlu dikembangkan lagi isi dan kualitasnya. Namun secara umum, isi materi yang diberikan melalui penjelasan yang komunikatif dan afektif  telah menunjukkan kesesuaian dengan profil pelajar pancasila pada mata pelajaran seni rupa dan pengenalan dalam capaian pembelajaran.
KELAYAKAN BAHASA PADA BUKU TEKS SENI BUDAYA SMP/MTS KELAS VIII BAB 7: TEKNIK DASAR PANTOMIM, KURIKULUM 2013 EDISI REVISI 2017 Samparadja, Nurmala; Irfan, Irfan
Nuansa Journal of Arts and Design Vol 8, No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/njad.v8i1.61860

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan bahasa pada buku teks seni budaya SMP/MTs kelas VIII, fokus pada Bab 7: Teknik Dasar Pantomim, dalam konteks kurikulum 2013 edisi revisi 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian analisis konten (content analysis), yang memungkinkan mengkaji kelayakan bahasa dalam buku teks Seni Budaya SMP/MTs kelas VIII, fokus pada Bab 7: Teknik Dasar Pantomim, dalam konteks kurikulum 2013 edisi revisi 2017, berdasarkan pada ketentuan standar-standar kelayakan isi oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Berdasarkan analisis bahasa pada buku teks yang telah dilakukan dapat dinyatakan Buku teks buku teks Seni Budaya SMP/MTs kelas VIII, fokus pada Bab 7: Teknik Dasar Pantomim, dalam konteks kurikulum 2013 edisi revisi 2017 memenuhi aspek kelayakan Bahasa dengan persentase 90% kelayakan penggunaan Bahasa di dalam buku teks ini termasuk dalam kategori baik. Pada bagian dialogis dan interaktif juga sudah baik, sudah mencakup semua penilaian buku yang ada. Dan terakhir kesesuaian dengan perkembangan peserta didik buku teks Seni Budaya SMP/MTs kelas VIII, fokus pada Bab 7: Teknik Dasar Pantomim, dalam konteks kurikulum 2013 edisi revisi 2017 sudah baik, banyak didalam buku terdapat kesesuaian perkembangan peserta didik dan sangat relevan.
EVALUASI BAHAN AJAR SENI RUPA DALAM BUKU SENI BUDAYA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Tangsi, Tangsi; Salam, Sofyan; Husain, Muh. Saleh
Nuansa Journal of Arts and Design Vol 9, No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/njad.v9i1.74316

Abstract

This study aims to determine: (1) the accuracy of the concept of art teaching materials in the Cultural Arts book for Junior High Schools, (2) the accuracy of the pictures to explain the concept of art teaching materials in the Cultural Arts book for Junior High Schools. The focus of the study is the accuracy of the concepts and the accuracy of the pictures of art teaching materials in the Cultural Arts book for Junior High Schools. The subject of the research was the Cultural Arts book for Junior High Schools, which was published by the Ministry of National Education, Revised Edition, 2017. Data collection techniques used were observation, FGD, and documentation. The data analysis technique used is an interactive analysis model. The results showed that there were some misconceptions in art teaching materials in the Cultural Arts Book for Junior High Schools, including ambiguous definitions, incomplete material and incompatible with fine arts theory, causing confusion for students. In addition, some of the images used to clarify the concept are incorrect, not even in accordance with the theme to be explained. As a result, the image does not function as an explanatory concept / material, but instead instead obscures the concept
Seni Grafis Teknik Hardboard Cut di Tengah Perkembangan Media dan Teknologi Hamka, Dwi Wahyuni
Nuansa Journal of Arts and Design Vol 8, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/njad.v8i2.68660

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi eksistensi seni grafis teknik hardboard cut di tengah perkembangan teknologi modern yang serba instan. Teknik hardboard cut, salah satu metode cetak tinggi dalam seni grafis, menawarkan keunikan melalui pendekatan manual yang membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan penguasaan teknik yang mendalam. Namun, seni grafis konvensional, khususnya teknik ini, semakin kehilangan popularitas akibat minimnya apresiasi publik, jarangnya pameran dan lokakarya, serta dominasi teknologi yang mempermudah proses penciptaan karya seni. Melalui teori distingsi Pierre Bourdieu, penelitian ini menganalisis bagaimana seni grafis teknik hardboard cut dipengaruhi oleh kapital budaya, habitus, dan medan produksi budaya. Seni ini menjadi simbol eksklusivitas dan nilai tradisional yang dihargai oleh kelompok dengan kapital budaya tinggi, meskipun keberadaannya semakin terdesak oleh seni digital yang lebih praktis dan komersial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam menjaga relevansi teknik hardboard cut di tengah era digital, sekaligus menegaskan pentingnya pelestarian seni grafis sebagai warisan budaya dan ekspresi seni yang autentik.
TIPOGRAFI DAN GENDER: STUDI PADA PRODUK PERAWATAN KULIT PRIA DAN WANITA SERTA PENGGUNAANNYA DALAM IKLAN DIGITAL DI MEDIA SOSIAL Alnur, Aical; Satriadi, Satriadi
Nuansa Journal of Arts and Design Vol 9, No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/njad.v9i1.73502

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi gender melalui tipografi dalam desain visual e-commerce di Indonesia. Di era digital, desain visual memegang peranan krusial dalam menarik perhatian konsumen, dan tipografi menjadi elemen penting dalam konstruksi makna. Penelitian ini menggunakan analisis semiotika Roland Barthes dan teori tipografi Theo van Leeuwen untuk mengidentifikasi bagaimana tipografi berkontribusi pada representasi maskulinitas dan feminitas. Studi kasus difokuskan pada analisis tipografi pada produk perawatan kulit pria dan wanita di platform e-commerce Indonesia, serta contoh penggunaan tipografi dalam iklan digital di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipografi yang kuat dan tegas seringkali diasosiasikan dengan maskulinitas, sementara tipografi yang lembut dan anggun diasosiasikan dengan feminitas. Namun, representasi gender dalam tipografi di e-commerce Indonesia menunjukkan variasi dan kompleksitas. Produk perawatan kulit pria dapat menggunakan tipografi yang lebih lembut untuk menyampaikan konsep "pria modern," sementara produk wanita juga dapat menggunakan tipografi tegas untuk menekankan kekuatan. Dalam iklan digital, tipografi menjadi bagian dari bahasa visual yang membangun narasi dan memengaruhi persepsi audiens terkait gender. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana tipografi memperkuat atau mendobrak stereotip gender dalam konteks komersial digital
Kontribusi dan Peran BPH Pudjokusuma dalam Pengembangan Tari Klasik Gaya Yogyakarta Nugraha, Ali Nursotya
Nuansa Journal of Arts and Design Vol 8, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/njad.v8i2.74987

Abstract

Artikel ini mengkaji peran sentral dan kontribusi signifikan BPH Pudjokusuma (Bandara Raden Mas (BRM) Makanul Munadjati) dalam pelestarian dan pengembangan tari klasik gaya Yogyakarta. Melalui pendekatan biografi dan historis, penelitian ini menelusuri latar belakang kehidupan, pendidikan, serta dedikasinya dalam memperkaya khazanah seni tari di lingkungan Karaton Yogyakarta. Pembahasan mencakup metode pengajaran, inovasi kurikulum, serta pendirian organisasi tari yang menjadi tonggak penting bagi generasi penari selanjutnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPH Pudjokusuma tidak hanya seorang penari ulung, tetapi juga seorang visioner yang meletakkan dasar kuat bagi keberlanjutan tradisi tari klasik Yogyakarta.
Efektivitas Pembuatan Motif Batik Dalam Meningkatkan Pemahaman Struktur Tulang Daun Pada Siswa Kelas IV SDN 9 Banawa Inayah, Faidhul
Nuansa Journal of Arts and Design Vol 8, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/njad.v8i2.68641

Abstract

Penelitian ini ingin melihat efektifitas pembelajran inovatif yang mengkolaborasikan antara seni dan sains untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep dan pembelajaran sain melalui pendekatan seni, dalam hal ini peningkatan pemahaman siswa terhadap struktur tulang daun melalui pembuatan motif batik daun. Eksperimen ini dilakukan pada siswa kelas IV SDN 9 Banawa dengan melakukan kegiatan pembelajaran, observasi langsung serta wawancara terhadap siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman tentang struktur tulang daun dari kegiatan membatik setelah siswa mampu berkreasi dengan membuat motif, mengidentifikasi bahkan menjelaskan bagian-bagian daun yang telah digambarnya. Penelitain ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara dua jenis keilmuan yakni sains dan seni sebagai strategi efektif dalam peningkatan pemahaman siswa, sehingga membuka pandangan baru bagi guru untuk pengembangan metode pembelajaran untuk siswa sekolah dasar yang inovatif dan efektif dalam memberikan materi tentang konsep-konsep abstrak. 
DEKONSTRUKSI PENGETAHUAN DALAM MAKNA SIMBOLIK SENI UKIRAN TORAJA: SEBUAH TINJAUAN EPISTEMOLOGIS Aswat, Fajar
Nuansa Journal of Arts and Design Vol 9, No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/njad.v9i1.71027

Abstract

This research adopts a literature review method with a deconstructive approach to analyze various written sources, such as journal articles, books, and academic documents. The findings reveal that traditional motifs, such as pa’tedong (buffalo), pa’bare allo (sun), and pa’manuk londong (rooster), which once held sacred functions, have shifted to serve as decorative elements and modern commodities. The deconstruction process unveils ambiguities in symbolic meanings, enabling new interpretations relevant to modern contexts.Theoretically, this study highlights that Toraja carving art is not merely a cultural artifact but also an epistemological medium reflecting the social and spiritual dynamics of its community. This transformation in meaning poses challenges to cultural preservation while also opening opportunities for innovation. This research contributes to bridging tradition and modernity, ensuring the sustainability of Toraja carving art amidst the challenges of globalization.