cover
Contact Name
Hasruddin Nur
Contact Email
asrul23.23.a2@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
asrul23.23.a2@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Phinisi Integration Review
ISSN : 26142325     EISSN : 26142317     DOI : -
Phinisi integration review dikelola oleh program studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar dengan ISSN: 2614-2317 (online) dan ISSN: 2614-2325 (Cetak), terbit 2 kali dalam setahun pada bulan februari dan agustus. Phinisi integration review menerima artikel atau tulisan ilmiah dalam bentuk hasil-hasil kajian analitis, penelitian, aplikasi teori, dan pembahasan perpustakaan tentang ilmu pengetahuan sosial terdiri dari pendidikan sejarah, pendidikan IPS terpadu, pendidikan ekonomi, IPS Ke SD-an, Pendidikan Hukum dan Kewarganegaraan, pendidikan sosiologi, Pendidikan Antropologi.
Arjuna Subject : -
Articles 375 Documents
PERAN IBU RUMAH TANGGA DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN EKONOMI KELUARGA DI KELURAHAN MASALE KECAMATAN PANAKKUKANG KOTA MAKASSAR Jumiati Ina Kii; Muh. Reski Salemuddin Reski Salemuddin; Kasman Sinring; Sriwahyuni Sriwahyuni; Hasanudin Kasim; Muhamad Ihsan Azhim
Phinisi Integration Review Volume 6 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v6i2.47780

Abstract

This study aims to find out how the role of women in the family economy in Masale Village, Panakkukang District, Makassar City. This type of research uses qualitative research methods with a descriptive approach. Informants of this study as many as 7 people. Data collection is done by means of observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques used are data reduction, display, comparative analysis, and drawing conclusions. The results of the study show that the role of women in the family economy in Masale Village can be seen in their daily lives, that welfare is a condition of fulfilling the basic human needs of every family member both materially, socially, mentally and spiritually so that they can live properly as human beings. which is useful.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran perempuan dalam perekonomian keluarga di Kelurahan Masale Kecamatan Panakkukang Kota Makassar. Jenis Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriftif. Informan penelitian ini sebanyak 5 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah redukasi data, display, analisis perbandingan, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran perempuan dalam perekonomian keluarga di Kelurahan Masale ini dapat kita lihat pada kehidupan mereka sehari-hari, bahwa kesejaterahan adalah kondisi terpenuhnya kebutuhan dasar manusia  dari setiap anggota keluarga baik secara material, sosial, mental dan spiritual sehingga dapat hidup layak sebagai manusia yang bermanfaat.
PENDIDIKAN ZAMAN ORDE BARU: UPAYA MELANGGENGKAN KEKUASAAN SOEHARTO Megiridha Loppies
Phinisi Integration Review Volume 6 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v6i2.47116

Abstract

The New Order regime started from 1966 to May 1998 showed the involvement of the army (Army) in politics government in Indonesia, which also influence educational policies in Indonesia. This study aims to examine and describe the development of education during the New Order era as a form of pure and consistent implementation of the values of Pancasila and the 1945 Constitution. The research method used is a literature study using a comparative descriptive analysis of various literature in the form of books and journal articles that are relevant to the topics discussed. The findings show that the New Order government led by President Suharto was based on the pure and consistent application of Pancasila and the 1945 Constitution which was politicized to perpetuate his power. The applied education system indoctrinates students to obey the state (rulers) as one of the efforts to perpetuate Suharto's power. The implementation of education was more oriented towards increasing quantity targets rather than improving the quality of education, in which the New Order government succeeded in eradicating illiteracy through the compulsory education program, forming study groups (chasing), and building Inpres SD. The thick nuance of militarism in the education system makes students mentally weak and powerless to be critical. It is feared that teaching critical attitudes to students will lead to criticism of the government. Therefore, the implementation of education that is held is more oriented towards producing Indonesian people who are efficient in moving the wheels of the economy.Rezim orde baru yang berlangsung dari tahun 1966 hingga bulan Mei 1998 memperlihatkan keterlibatan tentara (Angkatan Darat) dalam politik pemerintahan di Indonesia yang turut mempengaruhi kebijakan-kebijakan pendidikan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan perkembangan pendidikan pada masa orde baru sebagai wujud implementasi nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekwen. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menggunakan analisis deskriptif komparatif dari berbagai literatur berupa buku-buku maupun artikel jurnal yang relevan dengan topik yang di bahas. Hasil temuan menunjukan bahwa pemerintah orde baru yang dipimpin oleh presiden Soeharto berpijak pada penerapan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekwen yang dipolitisasi untuk melanggengkan kekuasaannya. Sistem pendidikan yang diterapkan mengindoktrinasikan agar peserta didik patuh kepada negara (penguasa) sebagai salah satu upaya melanggengkan kekuasaan Soeharto. Penerapan pendidikan lebih diorientasikan kepada peningkatan target kuantitas dari pada peningkatan kualitas pendidikan, dimana pemerintah orde baru berhasil melakukan pemberantasan buta aksara melalui program wajib belajar, pembentukan kelompok belajar (kejar), dan pembangunan SD Inpres. Nuansa militerisme yang kental dalam sistem pendidikan membuat peserta didik menjadi manusia yang lemah mental dan tidak berdaya kritis.Pengajaran sikap kritis kepada peserta didik dikhawatirkan akan memunculkan sikap kritik terhadap pemerintah. Oleh karena itu, penyelenggaraan pendidikan yang diselenggarakan lebih berorientasi  untuk menghasilkan manusia-manusia Indonesia yang berdaya guna untuk menggerakan roda perekonomian.
HUBUNGAN LINGKUNGAN KELUARGA DAN MASYARAKAT TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS X DI SMA NEGERI 28 HALMAHERA SELATAN Eva Marthinu; Hasmawati Hasmawati; Hernita Pasongli; Rugeri Lewarion
Phinisi Integration Review Volume 6 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v6i2.45770

Abstract

The aims of this study were: to find out the relationship between the community environment and the family environment on students' learning motivation in geography subject and to find out how much the relationship between the community environment and family environment has on student learning motivation in geography class X class at SMA Negeri 28 Halmahera Selatan. This research is quantitative descriptive. Respondents amounted to 36 students. Test the validity of the instrument using the Product Moment correlation and test the reliability using the Cronbach's Alpha formula. Data analysis prerequisite tests include normality tests and linearity tests. The data analysis used is a simple regression analysis technique for the first hypothesis (X1 – Y) and the second hypothesis (X2 – Y) and multiple regression analysis for the third hypothesis (X1 X2 – Y). The results showed that there was a positive relationship between the community environment and the learning motivation of class X students with rx1y = 0.457; r2 x1y= 0.209; and tcount of 3.042 greater than ttable of 2.026 and a positive relationship with the family environment, namely, with rx2y = 0.651; r2x2y = 0.424 and tcount = 5.073 which is greater than ttable of 2.026. 2) there is a positive relationship between the community environment and family environment together with students' learning motivation Ry(1,2) = 0.652; R2 y(1,2) = 0.425; and Fcount of 12.580 greater than Ftable of 3.27.Tujuan penelitian ini adalah: Untuk mengetahui hubungan lingkungan masyarakat dah lingkungan keluarga terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran geografi serta  Untuk mengetahui berapa besar hubungan lingkungan masyarakat dan lingkungan keluarga terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Geografi kelas X di SMA Negeri 28 Halmahera Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Responden berjumlah 36 siswa. Uji validitas instrumen menggunakan korelasi Product Moment dan uji reliabilitas menggunakan rumus Cronbach’s Alpha. Uji prasyarat analisis data meliputi uji normalitas dan uji linearitas. Analisis data yang digunakan adalah teknis analisis regresi sederhana untuk hipotesis pertama (X1 – Y) dan hipotesis kedua (X2 – Y) serta analisis regresi ganda untuk hipotesis ketiga (X1 X2 – Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat Hubunganh positif  Lingkungan masyarakat terhadap Motivasi Belajar siswa kelas X  dengan rx1y= 0,457; r2 x1y= 0,209; dan thitung sebesar 3.042 lebih besar dari ttabel sebesar 2,026  dan hubunganh positif  Lingkungan keluarga yakni, dengan rx2y = 0,651; r2x2y =0,424 dan thitung =5,073 lebih besar dari ttabel sebesar 2,026. 2) terdapat hubungan positif Lingkungan masyarakat dan Lingkungan Keluarga secara bersama-sama terhadap Motivasi Belajar siswa Ry(1,2) = 0,652; R2 y(1,2) = 0,425; dan Fhitung sebesar 12,580 lebih besar dari Ftabel sebesar 3,27.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE INSIDE OUTSIDE CIRCLE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG INTERAKSI MANUSIA DI KELAS V UPTD SD NEGERI 7 PAREPARE Rasmi Djabba; Yonathan S Pasinggi; Marni Umar
Phinisi Integration Review Volume 6 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v6i2.46602

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe inside outside circle untuk meningkatkan hasil belajar siswa tentang interaksi manusia di kelas V UPTD SD Negeri 7 Parepare. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif. Jenis penelitian tindakan kelas. Subyek penelitian yaitu 20 siswa dan 1 guru kelas V. Penelitian dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Data diperoleh dengan teknik observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini fokus pada proses pembelajaran dan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe inside outside circle pada siklus I dan II semakin baik. Hal ini dilihat dari siswa yang mulai menyimak materi pembelajaran dan kemampuan siswa dalam mengembangkan kerangka pikirnya serta siswa percaya diri dalam mengemukakan pendapatnya. Sejalan dengan peningkatan proses pembelajaran, hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan, pada siklus I kualifikasi cukup dan siklus II kualifikasi baik.
ANALISIS YURIDIS TERHADAP PEMBERIAN DISPENSASI KAWIN DI KANTOR PENGADILAN AGAMA PANGKAJENE KABUPATEN PANGKEP Ratnawati M; Firman Umar; Mustaring Mustaring
Phinisi Integration Review Volume 6 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v6i2.46040

Abstract

This study aims to find out the reasons why the community applied for a marriage dispensation and to find out what the judges considered in granting and rejecting requests formarriage dispensation at the Pangkajene Religious Court. The data of this study were evaluated through a qualitative descriptive analysis with three stages: reduction, presentation and conclusion. Various data collection methods include observation, interviews and documentation.     The results of this study indicate that the reasons people apply for dispensation from marriage are pregnancy before marriage, having had husband and wife relations, arranged marriages as part of the culture of society, dating which causes concern for parents, school dropout factors and economic factors where the parents are no longer able to afford it. provide for his son. The judge's considerations in granting and rejecting the application for a marriage dispensation have been regulated in PERMA Number 5 of 2019. The request for a marriage dispensation was granted by the judge on the following considerations: 1) The prospective bride is pregnant; 2) Both prospective bride and groom have had a relationship like husband and wife; 3) Has matured physically; 4) Able from an economic point of view. The judge's considerations in rejecting the request for a Marriage Dispensation are: 1) The reasons put forward are incomplete and the evidence brought to court is imperfect; 2) Legal facts were found at trial where there was a discrepancy between the statements of the applicant/children of the applicant, the prospective husband/wife and the parents of the prospective husband/wife and the statements of the witnesses that were between one another. The judge in deciding the application for marriage dispensation still pays attention to the benefits and harms for the survival of the child.Studi ini bertujuan untuk mengetahui alasan masyarakat mengajukan Dispensasi Kawin dan untuk mengetahui apa yang menjadi pertimbangan hakim dalam mengabulkan dan menolak permohonan Dispensasi Kawin di Pengadilan Agama Pangkajene. Data studi ini dievaluasi melalui analisis deskriptif kualitatif dengan tiga tahap yaitu tahap : reduksi, penyajian serta penarikan kesimpulan. Berbagai metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi.             Hasil studi ini menunjukkan bahwa alasan masyarakat mengajukan permohonan dispensasi kawin, yaitu hamil sebelum menikah, telah melakukan hubungan suami istri, perjodohan sebagai bagian darii budaya masyarakat, pacaran yang menimbulkan kekhawatiran orang tua, factor putus sekolah dan factor ekonomi dimana orang tuanya sudah tidak mampu lagi menafkahi anaknya. Pertimbangan hakim dalam mengabulkan dan menolak permohonan Dispensasi Kawin  telah diatur dalam PERMA Nomor 5 tahun 2019. Pemohonan dispensasi kawin dikabulkan oleh hakim atas pertimbangan yakni : 1) Calon mempelai Wanita telah hamil; 2)Kedua calon mempelai telah melakukan hubungan layaknya suami istri; 3)Telah matang secara fisiknya; 4) Mampu dari segi ekonomi. Pertimbangan hakim dalam menolak permohonan Dispensasi Kawin yaitu : 1) Alasan yang diajukan kurang lengkap dan bukti yang dibawa kepersidangan tidak sempurna; 2) Ditemukannya fakta-fakta hukum di persidangan adanya ketidak sesuaian keterangan pemohon/anak pemohon, calon  suami/istri dan orang tua calon suami/istri dan keterangan saksi-saksi yang antara satu dengan yang lainnya. Hakim dalam memutuskan permohonan dispensasi kawin tetap memperhatikan mashlahat dan mudaratnya bagi kelangsungan hidup anak.
KUALITAS PRODUK DAN LAYANAN SERTA PENGARUHNYA TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN (Studi pada Pelanggan Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo di Kota Makassar) Sapinah Sapinah; Erni Rismawanti; Wahyudin Wahyudin
Phinisi Integration Review Volume 6 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v6i2.47609

Abstract

The aims of this study are: (1) to describe product quality, service quality, and customer loyalty at the Ayam Bakar Wong Solo restaurant in Makassar City; and (2) to identify the effect of product quality and service quality both partially and simultaneously on customer loyalty at home while eating Wong Solo in Makassar City. This study used a quantitative method with an ex post facto approach. The population of this study consisted of customers of the Ayam Bakar Wong Solo restaurant in Makassar City who had visited the restaurant at least twice. The sample consisted of 100 customers at the Wong Solo restaurant. The data collection process was carried out through the use of questionnaires and documentation. The data were analyzed using a statistical approach, namely multiple linear regression. The results showed that product quality, service quality, and customer loyalty at the Wong Solo restaurant were good. In addition, product quality and service quality partially and simultaneously have a positive and significant effect on customer loyalty. This means that the better the quality of products and services, the higher the customer loyalty. Thus, to further increase customer loyalty, it is suggested that the management of the Wong Solo restaurant improve product quality and speed up the service process.Tujuan dari studi ini adalah untuk: (1) mengetahui gambaran kualitas produk, kualitas layanan, dan loyalitas pelanggan rumah makan Ayam Bakar Wong Solo di Kota Makassar, (2) mengidentifikasi pengaruh kualitas produk dan kualitas layanan baik secara parsial maupun simultan terhadap loyalitas pelanggan rumah makan Wong Solo di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan ex post facto. Populasi penelitian ini terdiri dari pelanggan rumah makan Ayam Bakar Wong Solo di Kota Makassar yang setidaknya telah mengunjungi rumah makan tersebut  dua kali. Sampel terdiri dari 100 orang palanggan rumah makan Wong Solo. Proses pengumpulan data dilakukan melalui penggunaan angket dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan pendekatan statistik, yaitu regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk, kualitas pelayanan, dan loyalitas pelanggan  rumah makan Wong Solo adalah  baik. Selain itu, kualitas produk dan kualitas pelayanan secara parsial dan simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Hal ini berarti bahwa semakin baik kualitas produk dan layanan, maka semakin tinggi loyalitas pelanggan. Dengan demikian, untuk lebih  meningkatkan loyalitas pelanggan, disarankan agar manajemen rumah makan Wong Solo meningkatkan kualitas produk dan mempercepat proses pelayanan.
MENINGKATKAN MINAT BELAJAR IPA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN JOYFULL LEARNING PADA SISWA KELAS V SD NEGERI PANNARA KOTA MAKASSAR Nur Ainaya Mutiah Alfatiha; Satriawati Satriawati; Cayati Cayati; Jusmawati Jusmawati
Phinisi Integration Review Volume 6 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v6i3.50336

Abstract

This study aimed to increase students’ interest in learning using joyfull learning strategies in natural science subjects in fifth grade students of SD Negeri Pannara. The type of this research used classroom action research and used a quantitative approach. In this classroom action research there were 2 cycles where in each cycle consisted of 3 meetings. Subjects in this study were all fifth grade students of SD Negeri Pannara of Makassar City, totaling 31 students consisting of 15 boys and 16 girls. Data collection techniques used observation, questionnaires, and documentation. The research instrument used observation, questionnaires, and documentation. The result of the research were in cycle I  and cycle II. Where in cycle I there was student interest in learning with an average value of 37 with a presentation of 48.3% in the less interested category, for teaching activities the teacher reaches a presentation of 71.79% with a good category and student learning activities reach a percentage of 74.35% in the good category, while in the second cycle there was interest in learning with and average grade of 69 with a presentation 0f 87.9% for teacher teaching activities reaching a presentation of 97.43% in the very good category and student learning learning activities with a presentage of 94.87% in the very good category. So that it can be seen an increase in cycle II which experienced a significant increase.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa menggunakan Strategi Pembelajaran Joyfull Learning mata pelajaran IPA pada siswa kelas V SD Negeri Pannara. Jenis Penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas dan menggunakan pendekatan kuantitatif. Dalam Penelitian Tindakan kelas terdapat 2 siklus dimana pada setiap siklusnya terdiri dari 3 kali pertemuan. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri Pannara Kota Makassar yang berjumlah 31 orang siswa yang terdiri dari laki-laki 15 orang dan perempuan 16 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan Observasi, Angket dan Dokumentasi. Instrument penelitian yang digunakan yaitu dengan menggunakan Observasi, Angket dan Dokumentasi. Hasil penelitian pada siklus I dan siklus II. Dimana pada siklus I terdapat minat belajar dengan nilai rata-rata 37 dengan presentasi 48,3% kategori kurang berminat, untuk aktivitas mengajar guru mencapai prestasi 71,79% dengan kategori baik dan aktivitas belajar siswa mencapai presentasi 74,35% kategori baik, sedangkan pada siklus II terdapat minat belajar dengan nilai rata-rata kelas 69 dengan presentasi 87,9%, untuk aktivitas mengajar guru mencapai presentasi 97,43% kategori sangat baik, dan aktivitas belajar siswa mencapai presentasi 94,87 kategori sangat baik. Sehingga dapat dilihat peningkatan pada siklus II yang mengalami peningkatan yang signifikan.
ANALISIS SOSIOLOGI HUKUM TERHADAP POLITIK KLAN PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH DI KABUPATEN POLEWALI MANDAR TAHUN 2018 Abd Rahman
Phinisi Integration Review Volume 6 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v6i3.51129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji (1) Ketentuan Politik Klan yang di atur dalam peraturan perundang – undangan di Indonesia. (2) Konsepsi Politik Klan yang mempengaruhi perilaku politik masyarakat pada pemilihan kepala daerah di polewali mandar pada tahun 2018. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Berdasarkan Sumbernya, jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data Primer diperoleh melalui metode wawancara terhadap Masyarakat pemilih Polewali Mandar, Tokoh masyarakat, KPU Polewali Mandar, Bawaslu Polewali Mandar, Akademisi Polewali Mandar, dan Pengamat Politik Polewali Mandar serta Dokumentasi. Sedangkan data sekunder yaitu data yang diperoleh dari berbagai literature seperti buku, jurnal, undang – undang maupun sumber lain yang berkaitan. Pengolahan dan Penyajian data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Ketentuan politik klan dalam peraturan perundang – undang sebelumnya diatur dalam pasal 7 huruf r undang – undang no 8 tahun 2015 tentang pilkada. Kemudian Undang – undang tersebut di ajukan judicial review dan melahirkan putusan Mahkamah Konstitusi No.33/PUU-XIII/2015 menghapus pasal 7 huru r kemudaian melahirkan undang – undang no 10 tahun 2016 yang menjadi acuan dalam melaksanakan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah di Indonesia dan memperbolehkan politik klan dalam pilkada di seluruh Indonesia. (2) Konsep politik klan yang dibangun untuk mempengaruhi perilaku politik masyarakat Polewali Mandar pada pemilihan kepala daerah tahun 2018, Ada 3 Klan yang mendominasi Polewali Mandar yang dikenal dengan 3M (Manggabarani, Mengga, Masdar) Basis – Basis massa yang dibangun saat ini tidak terlepas dari nama besar pendahulunya yang pernah berjuang dalam pembentukan Polewali Mandar tentu dengan memiliki Modal Sosial, Modal Ekonomi, dan Modal Politik hingga Klan yang menjadi penguasa juga menjadikan Birokrasi sebagai mesin politik untuk memperkuat basis – basis massa yang dimiliki.This study aims to find out and examine (1) Clan Political Provisions regulated in Indonesian laws and regulations. (2) The Political Conception of the Clan which influences people's political behavior in the regional head elections in Polewali Mandar in 2018. This research uses a qualitative research type with a descriptive approach. Based on the source, the types of data used are primary data and secondary data. Primary data was obtained through interviews with the Polewali Mandar voting community, community leaders, Polewali Mandar Election Commission, Polewali Mandar Election Supervisory Body, Polewali Mandar Academics, and Polewali Mandar Political Observers and Documentation. While secondary data is data obtained from various literature such as books, journals, laws and other related sources. Processing and presentation of data is done descriptively. The research results show that; (1) Provisions for clan politics in previous laws and regulations are regulated in Article 7 letter r of Law No. 8 of 2015 concerning regional elections. Then the law was submitted for a judicial review and gave birth to the Constitutional Court decision No.33/PUU-XIII/2015 abolishing Article 7 letters then gave birth to Law No. 10 of 2016 which became a reference in carrying out regional head elections in Indonesia and allowing clan politics in regional elections throughout Indonesia. (2) The concept of clan politics was built to influence the political behavior of the people of Polewali Mandar in the 2018 regional head election. There are 3 clans that dominate Polewali Mandar, known as 3M (Manggabarani, Mengga, Masdar). from the big names of his predecessors who had fought in the formation of Polewali Mandar, of course by having Social Capital, Economic Capital, and Political Capital to the Clans who became rulers who also made the Bureaucracy a political machine to strengthen their mass bases.
PENGGUNAAN MEDIA TANGGA PINTAR SATUAN PANJANG TIGA DIMENSI UNTUK MENINGKATKAN PROSES DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV UPTD SDN 141 BARRU Nurlina Nurlina; Zaid Zainal; Wawan Krismanto
Phinisi Integration Review Volume 6 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v6i3.50530

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media tangga pintar satuan panjang tiga dimensi untuk meningkatkan proses pembelajaran dan hasil pembelajaran pada materi satuan panjang. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini yakni guru dan siswa kelas IV yang berjumlah 20 siswa. Teknik analisis data yang digunakan deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan dua siklus, hasil penelitian siklus I proses pembelajaran dari aspek guru pada kualifikasi cukup (C), aspek siswa kualifikasi cukup (C) dan hasil tes belajar kualifikasi cukup (C). Sedangkan hasil penelitian siklus II proses pembelajaran dari aspek guru pada kualifikasi baik (B), aspek siswa kualifikasi baik (B) dan hasil tes belajar kualifikasi baik (B). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa dengan penggunaan media tangga pintar satuan panjang tiga dimensi dapat meningkatkan proses dan hasil belajar matematika siswa kelas IV UPTD SDN 141 Barru.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS V UPT SPF SD INPRES KAPASA KOTA MAKASSAR Nur Ilmi; Abdul Wahid; Syarifah Nur Fajrin
Phinisi Integration Review Volume 6 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v6i3.53498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran model pembelajaran make a match pada mata pelajaran IPA di kelas V UPT SPF SD Inpres Kapasa Kota Makassar, mengetahui gambaran keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran IPA di kelas V UPT SPF SD Inpres Kapasa Kota Makassar, dan mengetahui gambaran peningkatan keaktifan belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran make a match pada mata pelajaran IPA di kelas V UPT SPF SD Inpres Kapasa Kota Makassar. Subjek penelitian adalah siswa kelas V UPT SPF SD Inpres Kapasa Kota Makassar. Adapun metode yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas dengan teknik pengumpulan data yang yaitu observasi, tes, wawancara dan dokumentasi. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan analisis statistik secara kuantitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan keaktifan belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran make a match pada pembelajaran IPA dilihat dari hasil observasi aktivitas guru dan siswa yang mengalami peningkatan, hasil wawancara guru dan siswa, dan hasil tes siklus I menunjukkan bahwa siswa yang nilainya di atas KKM sebesar 63,63% dan pada siklus II nilai siswa yang di atas KKM meningkat sebesar 86,36%. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran make a match keaktifan belajar siswa meningkat pada mata pelajaran IPA di kelas V UPT SPF SD Inpres Kapasa Kota Makassar.This research aims to find out the description of the make a match learning model in science subjects in class V UPT SPF SD Inpres Kapasa, Makassar City, find out the picture of student learning activity in science subjects in class V UPT SPF SD Inpres Kapasa, Makassar City, and find out the picture of improvement active learning of students by implementing the make a match learning model in science subjects in class V UPT SPF SD Inpres Kapasa, Makassar City. The research subjects were class V students of UPT SPF SD Inpres Kapasa, Makassar City. The method used is classroom action research with data collection techniques namely observation, tests, interviews and documentation. The data in this research were analyzed using descriptive quantitative statistical analysis. Based on the results of the research, it shows that the increase in student learning activity by using the make a match learning model in science learning can be seen from the results of observations of teacher and student activity which have increased, the results of teacher and student interviews, and the results of the first cycle test show that students whose scores are above the KKM amounted to 63.63% and in cycle II the students' scores above the KKM increased by 86.36%. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that by implementing the make a match learning model, student learning activity increases in science subjects in class V UPT SPF SD Inpres Kapasa, Makassar City.