cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian
Published by Universitas Medan Area
ISSN : 25487841     EISSN : 2614011X     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agrotekma is a Scientific Journal of Agro Technology located at the Faculty of Agriculture, University of Medan Area. Journal of Agrotekma presents the results of research with quantitative and qualitative approaches that are sourced on the development of cultivation research of plants and the protection of organic crops that are environmentally friendly and sustainable. It is published twice a year, every December and June.
Arjuna Subject : -
Articles 175 Documents
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT CERI PADA BERBAGAI MEDIA TANAM DI LAHAN HOLTIKULTURA, GRESIK Haikal, Muhammad Fikri; Wiharyanti Nur Lailiyah
Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian Vol. 8 No. 1 (2023): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, Desember
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agr.v8i1.10252

Abstract

Cherry tomatoes (Solanum Lycopersium Mill) are horticultural crops that are rich in vitamins A and C. Cherry tomatoes are one of the prospective agricultural products in Indonesia and have a higher economic value. Planting media is defined as a place where plants live according to their life requirements. The combination of growing media has an effect on the growth and yield of cherry tomato plants. Charcoal husks or roasted husk charcoal can be used as a planting medium and has light characteristics, namely 0.2 kg per liter of rice, coarse texture so it has high air circulation. Besides charcoal, goat manure husks can also be used as a mixture of planting media. Goat manure contains nitrogen nutrients which are useful during plant growth. The aim of this study was to examine the response and differences in media treatment on the growth of cherry tomatoes. This study used a single factor Completely Randomized Design (CRD) with Goat Manure, Husk and soil as the medium which resulted in 7 treatments. Each treatment was repeated four (4) times, so that 28 experimental units were obtained, there were 224 plants. Obtained observational data will be analyzed using Analysis of Variance (Anova). If there is a significant difference, it will be continued with the 5% BNT Advanced Test. The results showed that there was no significant difference in the application of various growing media on the growth and yield of cherry tomato plants.
Identifikasi PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dari Paitan (Tithonia difersifolia) dan Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan Bawang Putih (Allium sativum) Meyuliana, Aulia; Yora, Muharama; Elinda, Friza; Septiwahyuni, Wina; Permata Sari, Desi
Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian Vol. 8 No. 2 (2024): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, Juni
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agr.v8i2.10402

Abstract

Abstrak Penelitian identifikasi PGPR akar paitan dan pengaruhnya terhadap tanaman bawang putih ini bertujuan untuk mengetahui bakteri yang berada disekitar perakaran paitan dan bagaimana pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang putih. PGPR sebagai bakteri yang mengkolonisasi rizosfir lapisan tanah di sekitar perakaran bermanfaat sebagai biofertilizer mempercepat proses pertumbuhan tanaman melalui penyerapan unsur hara. PGPR yang berasal dari akar paitan belum teridentifikasi dan belum diketahui pengaruhnya terhadap tanaman bawang putih sehingga perlu dilakukan penelitian ini. Penelitian ini mengunakan metode deskriptif dari hasil analisis identifikasi bakteri rizosfer akar paitan secara NGS (Next Generating Sequencing) dan metode kuantitatif dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) menggunakan 6 perlakuan yaitu P0 (kontrol), P1 (50 ml/l), P2 (75 ml/l), P3 (100 ml/l), P4 (125 ml/l) dan P5 (150 ml/l) dengan 4 ulangan. Pengamatan yang diukur adalah persentase muncul tunas (%), tinggi tanaman (cm) dan jumlah daun (helai). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian PGPR belum berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman yaitu tinggi tanaman dan jumlah daun. Kata Kunci: bawang putih, paitan, PGPR
Variabilitas Fenotipe dan Tingkat Pemahaman Petani dan Masyarakat dan Terhadap Tanaman Kopi (Coffea sp.) di Solok Selatan Sumatera Barat Yora, Muharama; afrahamiryano, afrahamiryano; Meyuliana, Aulia; Chyntia Angela Putri; Fiki Saputra
Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian Vol. 8 No. 1 (2023): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, Desember
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agr.v8i1.10406

Abstract

Perkebunan kopi merupakan salah satu sektor yang berperan cukup penting dalam perekonomian Indonesia. Provinsi Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Solok Selatan merupakan suatu kawasan yang memiliki produksi kedua tertinggi di Sumatera Barat. Namun, jenis kopi yang dikembangkan, dibudidayakan dan belum teridentifikasi dengan baik. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan informasi tentang pemahaman masyarakat tentang tanaman kopi di wilayah pemukiman penduduk, serta variabilitas fenotipe karakter kuantitatif tanaman kopi . Penelitian ini terdiri dari 2 tahap kegiatan yaitu eksplorasi dan wawancara yang memiliki 2 jenis data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengambilan sampel atau aksesi dilakukan secara sengaja (Purposive sampling). Hasil pengamatan yang diperoleh disajikan dalam bentuk deskriptif dan dianalisis secara statistik pada data kuantitatif seperti nilai rata-rata, ragam dan pengelompokkan variabilitas fenotipik mengacu pada yaitu: bila 2 σf ≥ 2 Sd; = variabilitas fenotipik luas dan bila 2 σf < 2 Sd; = variabilitas fenotipik sempit. Berdasarkan hasil wawancara langsung diketahui bahwa sebagian besar petani atau masyarakat menjadi tanaman kopi sebagai tanaman pekarangan dan kebanyakan masyarakat juga melakukan perbanyakan tanaman melalui biji dan anakan. Dari 35 titik pengambilan sampel yang tersebar pada tiga kecamatan dapat diketahui bahwa untuk karakter kuantitatif tinggi tanaman, diameter batang, panjang daun, dan lebar daun memiliki keragaman fenotipe yang luas sedangkan untuk karakter panjang buah dan diameter buah memiliki keragaman fenotipe yang sempit.
Pemanfaatan Biochar dan Konsorsium Bakteri pada Remediasi Tanah Tercemar Logam Berat dan Pengaruhnya terhadap Hasil Tanaman Sawi (Brassica Juncea L.) Panjaitan, Ernitha; Sidauruk, Lamria
Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian Vol. 8 No. 1 (2023): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, Desember
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agr.v8i1.10627

Abstract

Salah satu metode pemulihan kualitas tanah tercemar logam berat adalah menggunakan teknik remediasi, yaitu kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar. Penelitian ini menggunakan tanaman sawi yang ditanam pada media tanah tercemar logam berat Pb dan Cu, diinokulasi dengan konsorsium bakteri (corynebacterium glutamicum, lactobacillus sp.) dan arang sekam. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi logam berat Pb dan Cu, baik pada tanah maupun tanaman, nyata mengalami penurunan dengan semakin bertambahnya taraf inokulasi bakteri dan arang sekam. Rerata besar penurunan Pb pada tanah dan tanaman dengan perlakuan bakteri : 1,28% dan 0,29%; dan rerata penurunan kandungan Cu pada tanah dan tanaman : 1,03% dan 0,17%. Sedangkan rerata besar penurunan Pb pada tanah dan tanaman dengan perlakuan arang sekam masing-masing sebesar 0,44% dan 0,07%; dan rerata penurunan kandungan Cu pada tanah dan tanaman 0,34% dan 0,08%. perlakuan inokulasi bakteri pada taraf 5 g tanaman-1 dan arang sekam 20 g tanaman-1 mengakibatkan jumlah daun terbanyak. Tinggi tanaman sampai 4 minggu setelah tanam nyata mengalami peningkatan, sedangkan jumlah daun dan bobot basah nyata mengalami peningkatan sampai 5 minggu setelah tanam dengan pemberian arang sekam. Tanaman sawi dengan inokulasi bakteri dan pemberian arang sekam disamping dapat meningkatkan kesuburan tanah dengan memperbaiki sifat-sifat tanah, juga dapat berkontribusi terhadap stabilisasi logam berat pada tanah. Kata kunci : remediasi, logam berat Pb dan Cu, konsorsium bakteri,arang sekam
Effect of Application of Endophytic Bacteria on the Development of Bacterial Leaf Blight Disease, Growth, and Production of Rice Plants Marwan, Husda; Hayati, Islah; Defitri, Yuza
Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian Vol. 8 No. 1 (2023): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, Desember
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agr.v8i1.10832

Abstract

Bacterial leaf blight can be found in various stages of rice plant growth, so this disease can affect the growth and production of rice plants. This research aims to determine the effect of applying an endophytic bacterial formula to rice seedlings on the development of HDB disease, growth, and production of rice plants. This study used 4 isolates of endophytic bacteria (isolates BE-KH1, BE-M2, BE-M3, and BE-S5) which were formulated in coconut water waste + peptone. The results of the study showed that the application of the endophytic bacterial formula to rice seedlings was able to reduce the severity of bacterial leaf blight by 54,5 – 63,2% and had an effect on growth, full grain weight, and rice grain weight in rice plants inoculated with Xanthomonas oryzae pv. oryzae bacteria.
Silica, Soil and Paddy Plant Productivity Qurrohman, Budy Frasetya Taufik; Suriadikusumah, Abraham; Joy, Benny; Sudirja, Rija
Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian Vol. 8 No. 2 (2024): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, Juni
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agr.v8i2.11261

Abstract

The element Si is a functional nutrient for rice plants. The loss of available Si from paddy fields every time of harvest is relatively high. The impact of reduced available Si content is a decrease in the efficiency of N, P, K fertilization, plant resistance to abiotic and biotic stresses. Si fertilization on paddy plants in Indonesia has not been implemented massively by farmers. Si fertilization by returning rice straw and husks to the paddy field in compost and biochar is a strategic and economical step to replenish the depleted Si reserves of paddy fields. The response of Si fertilization between one region will differ depending on the concentration of Si-available in the paddy soil. The development of the critical limit of Si available for paddy soil in Indonesia needs to be investigated further so that the critical limit of Si can be used as a standard in determining the need for Si fertilization.
Pemanfaatan Biochar dan Arang Aktif dari Tempurung Lontar dan Seresah untuk Pemurnian Minyak Jelantah di Kota Kupang Nitsae, Merpiseldin; Solvina Tanggu Sana; Hartini Realista Lydia Solle
Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian Vol. 8 No. 2 (2024): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, Juni
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agr.v8i2.11421

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pemanfaatan biochar dan arang aktif dari sumber biomassa tempurung lontar dan seresah (biomassa yang berpotensi sebagai limbah organik). Biomassa yang dihasilkan dimanfaatkan untuk pemurnian minyak jelantah di Kota Kupang. Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan biochar dan arang aktif dari 2 jenis biomaterial untuk pemurnian minyak jelantah pada variasi waktu 20 jam, 22 jam, dan 24 jam. Ukuran partikel biomaterial yang digunakan adalah 65 mesh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biomaterial yang digunakan berperan sebagai biosorben yang ramah lingkungan (eco friendly). Uji kualitas meliputi bilangan peroksida, kadar asam lemak bebas, bilangan asam, dan pH dilakukan sebelum dan setelah pemurnian. Hasil uji sebelum pemurnian untuk minyak jelantah menunjukkan sampel 2 (M.1x.P.GO) layak digunakan dengan nilai kualitas secara berturut-turut meliputi bilangan peroksida adalah 13.94 meq/kg dan 19.268 meq/kg; asam lemak bebas adalah 0.128% dan 0.519%; bilangan asam adalah 0.200 mg KOH/g dan 0.811 mg KOH/g; pH adalah 4. Uji kualitas minyak setelah dimurnikan menggunakan ke-4 jenis biosorben yaitu arang tempurung lontar amorf, arang seresah amorf, arang aktif tempurung lontar, dan arang aktif seresah menunjukkan hasil optimum terjadi pada jam ke-22 dan ke-24 untuk sampel 2 (M.1x.P.GO). Secara berturut-turut nilainya adalah bilangan peroksida pada biosorben amorf dan arang aktif seresah yaitu 3.987 meq/kg; asam lemak bebas dan angka asam pada arang aktif seresah selama 22 jam secara berturut-turut yaitu 0.364% dan 0.569 mg KOH/g; serta pH pada biosorben arang aktif tempurung lontar selama 24 jam yaitu 5.927. Stabilitas biosorben perlu ditingkatkan agar kualitas minyak setelah dimurnikan bisa dipertahankan.
Karakterisasi Morfologi Tanaman Manggis (Garcinia mangostana L.) Di Kabupaten Solok Selatan Sumatera Barat Yora, Muharama; Abimanyu Bagus Saputra1; Renfiyeni; Afrahamiryano; Mahmud; Ahmad Imtaz Sumbari
Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian Vol. 8 No. 2 (2024): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, Juni
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agr.v8i2.12232

Abstract

South Solok Regency is one of the areas in West Sumatra that has quite high mangosteen production. Based on preliminary studies in the field, it can be seen that many people grow this plant, both in yards and gardens, which has quite a high diversity of morphological forms. The aim of this research is to explore mangosteen plants spread across South Solok Regency, as well as observe the characteristics of mangosteen plants, especially the vegetative parts of the plant. The sampling or accession technique was carried out randomly and deliberately. Cluster analysis was carried out with PBSTAT and displayed in the form of a dendogram. The results of cluster analysis of 111 plant accessions showed that there were 4 clusters of mangosteen plants which had characteristics and traits that dominated each cluster. The dissimilarity coefficient obtained ranges from 0.00 – 1.2. Cluster I consists of 26 accessions and Cluster II consists of 25 accessions with a dissimilarity coefficient value of 0.65, while Cluster III consists of 27 accessions and Cluster IV consists of 33 accessions with a dissimilarity coefficient value of 0.9. Keywords: Mangosteen (Garcinia mangostana .L), clusters, morphological characters
IDENTIFIKASI KANDUNGAN SENYAWA METABOLIT SEKUNDER PADA BATANG DAN DAUN SURAT DIBATA (Macodes petola) MENGGUNAKAN GAS CHROMATOGRAPHY SPECTROMETRY (GCMS) Sianturi, Parulian; Dalimunthe, Nur Asyiah; Sahfitra, Angga Ade; Aziz, Rizal; Sihotang, Saipul
Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian Vol. 8 No. 2 (2024): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, Juni
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agr.v8i2.12725

Abstract

This study, entitled Identification of Secondary Metabolite Compounds in the Stems and Leaves of Surat Dibata (Macodes petola) Using Gas Chromatography Mass Spectrometry (GCMS) aims to determine the compounds and their concentrations of secondary metabolites present in the stems and leaves of Surat Dibata (Macodes petola) using Gas Chromatography Mass Spectrometry (GCMS). The methods used in this study include maceration extraction to identify secondary metabolite compounds and Gas Chromatography Mass Spectrometry (GCMS) to determine the concentrations of these compounds in the stems and leaves of Surat Dibata (Macodes petola). The results of the study showed that the extraction identified secondary metabolite compounds such as steroids in the stems and flavonoids, steroids, and tannins in the leaves. Based on the results from the GCMS analysis, the stems were found to contain 0.63% steroids, while the leaves contained 0.002% flavonoids, 0.002% tannins, and 2.215% steroids.
The Estimated Carbon Stock in Palm Oil Plantations at PT. Sinar Gunung Sawit Raya, North Sumatra Anggraini, Sari; Tampubolon, Owen Martinus; Tiara
Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian Vol. 9 No. 1 (2024): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, 9 (1)Desember 2024
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agr.v9i1.12437

Abstract

The aim of this research is to determine the estimated carbon stock stored in oil palm plants at PT. Sinar Gunung Sawit Raya, Manduamas District, Central Tapanuli. This research was carried out in April-July 2024 and used a descriptive design with a quadratic transect sampling method for sampling carbon estimates. Observations on sample plots are in accordance with differences in land conditions, namely oil palm in areas around the coast, areas around Jabon industrial plants and areas around community settlements. The biomass of oil palm plant in the area around the coast is 2.1620 tons/ha, in the area around industrial plants it is 2.2918 tons/ha, and in the area around community settlements it is 2.2061 tons/ha. From the results of this research carbon reserves Oil palm (Elaeis guineensis Jacq) areas around Jabon industrial plants are larger than areas around the coast and areas around residential areas.

Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 2 (2025): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, 9 (2) Juni 2025 Vol. 9 No. 1 (2024): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, 9 (1)Desember 2024 Vol. 8 No. 2 (2024): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, Juni Vol. 8 No. 1 (2023): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, Desember Vol. 7 No. 2 (2023): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, Juni Vol. 7 No. 1 (2022): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, Desember Vol. 6 No. 2 (2022): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, Juni Vol. 6 No. 1 (2021): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, Desember Vol 5, No 2 (2021): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, Juni Vol 5, No 1 (2020): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, Desember Vol 4, No 2 (2020): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, Juni Vol 4, No 1 (2019): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, Desember Vol 3, No 2 (2019): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, Juni Vol 3, No 2 (2019): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, Juni Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Agrotekma Desember Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Agrotekma Desember Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Agrotekma Juni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Agrotekma Juni Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Agrotekma Desember Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Agrotekma Desember Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Agrotekma Juni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Agrotekma Juni Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Agrotekma Juni Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Agrotekma Desember Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Agrotekma Desember Vol. 1 No. 1 (2016): Jurnal Agrotekma Desember More Issue