cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian
Published by Universitas Medan Area
ISSN : 25487841     EISSN : 2614011X     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agrotekma is a Scientific Journal of Agro Technology located at the Faculty of Agriculture, University of Medan Area. Journal of Agrotekma presents the results of research with quantitative and qualitative approaches that are sourced on the development of cultivation research of plants and the protection of organic crops that are environmentally friendly and sustainable. It is published twice a year, every December and June.
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
Potensi Bacillus subtilis sebagai Agen Pengendali Hayati terhadap Pyricularia oryzae pada Tanaman Padi silfina fara amelia; Meylita Filia Pramesti; Sekar Putri Arista; Azika Saputri Haryanto; Loekas Soesanto
Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian Vol. 10 No. 2 (2026): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, 10 (2) Juni 2026
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agr.v10i2.17642

Abstract

Penyakit blas yang disebabkan oleh jamur Pyricularia oryzae merupakan salah satu ancaman paling destruktif terhadap produktivitas padi secara global, termasuk di Indonesia. Infeksi patogen ini pada berbagai fase pertumbuhan tanaman dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan hingga kegagalan panen total. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas bakteri Bacillus subtilis sebagai agen pengendali hayati yang ramah lingkungan dalam menekan pertumbuhan Pyricularia oryzae. Metode penelitian meliputi isolasi bakteri dari rhizosfer, uji antagonis secara in vitro menggunakan teknik cawan ganda (dual culture), serta aplikasi suspensi bakteri pada tanaman padi di rumah kaca untuk mengamati intensitas penyakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa B. subtilis mampu menghambat pertumbuhan radial jamur patogen secara signifikan dengan persentase penghambatan mencapai 72% pada hari ketujuh. Aplikasi pada tanaman padi juga terbukti efektif menekan gejala blas serta meningkatkan parameter pertumbuhan tanaman seperti tinggi dan jumlah anakan. Dapat disimpulkan bahwa B. subtilis memiliki potensi besar sebagai alternatif biopestisida yang efektif untuk pengendalian penyakit blas padi secara berkelanjutan. Kata kunci: Bacillus subtilis, Pyricularia oryzae, penyakit blas, uji antegonisme, biopestisida
Optimalisasi Pertumbuhan Vegetatif dan Hasil Kedelai dengan Kombinasi Pupuk Kandang Kambing dan POC Urine Kelinci Hilmi Aini Nurthoyibah; Aisyah; Paranita Asnur
Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian Vol. 10 No. 2 (2026): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, 10 (2) Juni 2026
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agr.v10i2.17644

Abstract

Soybean (Glycine max L.) is one of the most strategic food commodities with high economic value. However, its productivity in Indonesia remains low due to limited soil nutrient availability. Therefore, this study aimed to analyze the effects of goat manure and liquid organic fertilizer (LOF) derived from rabbit urine enriched with Microbacter alfaafa-11 (MA-11) on the growth and yield of soybean plants. The research was conducted over four months, from February to June 2024, at the Nursery of the Center for Seed Development and Plant Protection, Cibubur, East Jakarta. A randomized block design (RBD) was used with three replications and two treatment factors. The first factor was rabbit urine LOF with four levels: control (without MA-11), 40 ml/L LOF + 50 ml/L MA-11, 40 ml/L LOF + 75 ml/L MA-11, and 40 ml/L LOF + 100 ml/L MA-11. The second factor was goat manure with three levels: 126 g/polybag, 251 g/polybag, and 377 g/polybag. Observed parameters included plant height, flowering time, pod formation time, and yield-related traits such as fresh pod weight, number of root nodules, dry pod weight, weight of 100 dry seeds, number of pods, and seed diameter. The results showed that the application of rabbit urine LOF had no significant effect on all observed parameters. In contrast, goat manure application significantly affected plant height, pod weight, number of pods, dry weight, and root nodule number. The highest goat manure dose (377 g/polybag) produced the best results. This study indicates that goat manure is an effective organic fertilization alternative to improve soybean productivity.
Respon Pertumbuhan Awal Kalus Bawang Merah Pada Berbagai Konsentrasi NAA dan BAP: LITERATURE REVIEW boy_nainggolan berlin_bernardus_nainggolan
Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian Vol. 10 No. 2 (2026): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, 10 (2) Juni 2026
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agr.v10i2.17688

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas hortikultura penting yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dimanfaatkan dalam sektor pangan. Perbanyakan secara konvensional masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan bibit unggul, serangan patogen, serta ketergantungan terhadap musim tanam. Kultur jaringan menjadi salah satu alternatif untuk menghasilkan bibit tanaman dalam jumlah besar, seragam, dan bebas penyakit. Keberhasilan teknik ini sangat dipengaruhi oleh penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT), khususnya auksin dan sitokinin yang berperan dalam mengatur diferensiasi dan pembelahan sel. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis peran NAA (Naphthalene Acetic Acid) dan BAP (6-Benzylaminopurine) dalam proses induksi dan proliferasi kalus bawang merah secara in vitro berdasarkan berbagai hasil penelitian yang dipublikasikan pada periode 2010–2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa NAA berperan dalam merangsang dediferensiasi sel dan inisiasi kalus, sedangkan BAP meningkatkan aktivitas pembelahan sel dan proliferasi jaringan. Kombinasi NAA dan BAP pada konsentrasi yang seimbang mampu meningkatkan respon morfogenetik eksplan serta menghasilkan pertumbuhan kalus yang lebih optimal, yang berimplikasi pada peningkatan efisiensi teknik perbanyakan tanaman secara in vitro.
Peran NAA dan BAP Terhadap Induksi dan Pertumbuhan Kalus Pisang Barangan Secara In vitro: Review agusti_hariadi muhammad_taib; Ahmad Rafiqi Tantawi
Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian Vol. 10 No. 2 (2026): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, 10 (2) Juni 2026
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agr.v10i2.17692

Abstract

Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman yang efektif untuk menghasilkan bibit pisang barangan (Musa acuminata L.) dalam jumlah besar, seragam, dan bebas patogen. Induksi kalus sebagai tahapan penting dalam teknik ini sangat dipengaruhi oleh keseimbangan zat pengatur tumbuh (ZPT), khususnya auksin dan sitokinin. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran konsentrasi Naphthalene Acetic Acid (NAA) dan Benzyl Amino Purine (BAP) terhadap induksi dan pertumbuhan kalus pisang barangan secara in vitro melalui pendekatan systematic literature review. Data dikumpulkan dari berbagai database ilmiah seperti Google Scholar dan ScienceDirect dengan rentang publikasi tahun 2015–2025. Dari 120 artikel yang ditemukan, sebanyak 25 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa kombinasi NAA dan BAP memberikan respon pertumbuhan yang lebih efektif dibandingkan penggunaan tunggal. Konsentrasi BAP 3–9 mg/L meningkatkan proliferasi tunas, sedangkan NAA 0,5–2,5 mg/L berperan dalam induksi kalus dan pembentukan akar. Kombinasi optimal berada pada kisaran 1–2 mg/L NAA dan 3–6 mg/L BAP. Dengan demikian, keseimbangan auksin dan sitokinin menjadi faktor kunci dalam keberhasilan kultur in vitro pisang barangan.
Peran Bioteknologi Mikroba Dalam Pengembangan Biofestisida Ramah Lingkungan Untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan Anggun Sianipar; Saipul Sihotang; Ivan Permana Putra; Juni Kasih Lombu; Shara Nafisah; Gracia Christy Sitompul; Zulheri Noer; Cut Nelly; Rita Fitriani; Muhammad Usman
Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian Vol. 10 No. 2 (2026): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, 10 (2) Juni 2026
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agr.v10i2.18319

Abstract

Abstrak Penggunaan pestisida sintetis secara intensif masih menjadi salah satu strategi utama dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman. Namun, penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, kesehatan manusia, resistensi hama, serta penurunan keanekaragaman hayati. Bioteknologi mikroba menawarkan pendekatan alternatif melalui pemanfaatan mikroorganisme potensial sebagai agen biopestisida ramah lingkungan. Artikel review ini bertujuan untuk membahas peran bioteknologi mikroba dalam pengembangan biopestisida berbasis bakteri, cendawan, virus, dan aktinomiset, serta kontribusinya terhadap sistem pertanian berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah kajian literatur terhadap artikel ilmiah, regulasi, dan laporan terkait biopestisida mikroba, mekanisme kerja, formulasi, aplikasi lapangan, serta tantangan komersialisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa mikroba seperti Bacillus thuringiensis, Bacillus subtilis, Pseudomonas fluorescens, Trichoderma spp., Beauveria bassiana, Metarhizium anisopliae, dan Streptomyces spp. memiliki potensi besar sebagai agen pengendali hayati melalui mekanisme antibiosis, kompetisi, mikoparasitisme, produksi enzim litik, produksi metabolit sekunder, serta induksi ketahanan sistemik tanaman. Pengembangan biopestisida mikroba masih menghadapi kendala berupa stabilitas formulasi, konsistensi efektivitas di lapangan, regulasi, umur simpan, serta penerimaan petani. Oleh karena itu, integrasi bioteknologi mikroba, formulasi modern, pendekatan omics, dan sistem pengendalian hama terpadu menjadi strategi penting dalam memperkuat pemanfaatan biopestisida untuk pertanian berkelanjutan. Kata kunci: bioteknologi mikroba; biopestisida; agen hayati; pertanian berkelanjutan; pengendalian hayati. Abstract The intensive use of synthetic pesticides remains one of the main strategies for controlling plant pests and diseases. However, long-term application may cause environmental degradation, pest resistance, biodiversity loss, and potential risks to human health. Microbial biotechnology offers an alternative approach through the utilization of beneficial microorganisms as environmentally friendly biopesticides. This review aims to discuss the role of microbial biotechnology in the development of biopesticides based on bacteria, fungi, viruses, and actinomycetes, as well as their contribution to sustainable agriculture. The method used in this study was a literature review of scientific articles, regulations, and reports related to microbial biopesticides, mechanisms of action, formulation, field application, and commercialization challenges. The review shows that microorganisms such as Bacillus thuringiensis, Bacillus subtilis, Pseudomonas fluorescens, Trichoderma spp., Beauveria bassiana, Metarhizium anisopliae, and Streptomyces spp. have strong potential as biological control agents through antibiosis, competition, mycoparasitism, lytic enzyme production, secondary metabolite production, and induced systemic resistance. Nevertheless, microbial biopesticide development still faces several challenges, including formulation stability, field efficacy consistency, regulation, shelf life, and farmer acceptance. Therefore, integrating microbial biotechnology, modern formulation, omics approaches, and integrated pest management is essential to strengthen the role of microbial biopesticides in sustainable agriculture.
Optimalisasi Nutrisi AB Mix dan Giberelin terhadap Pertumbuhan Vegetatif Melon Hidroponik Dutch Bucket Muhammad Ilham; Asmah Indrawati; Saipul Sihotang
Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian Vol. 10 No. 2 (2026): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, 10 (2) Juni 2026
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agr.v10i2.6586

Abstract

The vegetative growth of melon (Cucumis melo L.) grown in hydroponic systems is influenced by proper nutrient management and the application of plant growth regulators. This study aimed to evaluate the effects of AB Mix nutrient concentration, gibberellic acid (GA₃), and their interaction on the vegetative growth of melon cultivated in a Dutch Bucket hydroponic system. The experiment was conducted at the CV. BestFarm Greenhouse, Deli Serdang Regency, North Sumatra, Indonesia, from December 2025 to March 2026 using a factorial Completely Randomized Design (CRD). The treatments consisted of three AB Mix concentrations (1800, 2200, and 2600 ppm) and four GA₃ concentrations (0, 40, 60, and 80 ppm). The results showed that AB Mix had a highly significant effect on several vegetative growth parameters, including plant height, number of leaves, leaf area, stem diameter, and vine length, with 2200 ppm producing the optimum vegetative growth. GA₃ application and its interaction with AB Mix had no significant effect on all observed vegetative growth parameters. These findings indicate that optimum AB Mix nutrition plays a more important role than GA₃ application in improving the vegetative growth of melon cultivated under a Dutch Bucket hydroponic system.
Analisis Kadar Metabolit Primer Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) dan Pengaruhnya terhadap Sifat Kimia Tanah Evi Winda Sari Sianipar; Nur Asyiah Dalimunthe; Rizal Aziz; Angga Ade Sahfitra; Raudha Anggraini Tarigan
Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian Vol. 10 No. 2 (2026): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, 10 (2) Juni 2026
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agr.v10i2.7924

Abstract

Plant biomass can be used as an organic material to improve soil chemical properties by supplying carbon and nutrients released during decomposition. This study aimed to analyze the primary metabolite composition of andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) biomass and evaluate its effects on soil chemical properties. A completely randomized design was used with five andaliman biomass levels, namely P0 (0%), P1 (2.5%), P2 (5%), P3 (7.5%), and P4 (10%) based on soil weight, with three replications. Moisture, ash, protein, fat, and carbohydrate contents were determined using AOAC proximate methods, while soil pH, organic C, total N, available P, exchangeable K, and cation exchange capacity were analyzed after incubation. Data were subjected to ANOVA followed by DMRT at the 5% level. Andaliman biomass contained 71.93% moisture, 13.56% carbohydrate, 7.67% protein, 3.95% ash, and 3.89% fat. Its application significantly affected all observed soil chemical properties. The P4 treatment produced the best results, with soil pH of 6.36, organic C of 3.47%, total N of 0.35%, available P of 28.94 mg kg⁻¹, exchangeable K of 0.63 cmol(+) kg⁻¹, and CEC of 30.68 cmol(+) kg⁻¹. Andaliman biomass therefore has potential as a local organic ameliorant for sustainable soil management.
Efektivitas Penambahan Enzim Papain dan Bromelin Terhadap Peningkatan Rendemen dan Mutu Minyak Kelapa Virgin Khomeini Abdullah
Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian Vol. 10 No. 2 (2026): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, 10 (2) Juni 2026
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agr.v10i2.8340

Abstract

Research intend to know the effect of the concentration and effectiveness of papain and bromelain enzymes to increase the yield and quality of virgin coconut oil (VCO). The main ingredients used were old coconuts, pure papain and bromelain enzymes of Fonde brand (Tristan Lab, Bogor), with an enzymatic VCO production method. Research design used a non-factorial completely randomized design (CRD), 5 enzyme concentrations each added into 100 grams of coconut cream, and 3 replications randomly. Data of yield, water content and FFA analyzed used one-way analysis of variance (ANOVA) and continued with the Duncan test. The results showed the addition of 2% papain enzyme obtained the highest VCO yield of 25.05%, water content of 0.10%, FFA of 0.12%, and the oil condition was normal. Meanwhile, the addition of 2% bromelain enzyme obtained the highest VCO yield of 24.34%, water content of 0.12%, ALB of 0.13%, and the oil condition was also normal. Then, the highest yield obtained compared to the general yield of VCO, 2% papain enzyme more effective to increase VCO yield by 83.50%, than 2% bromelain enzyme only effective to increase VCO yield by 81.13%.
Soil Characteristics in Rubber, Oil Palm, and Arboretum Ecosystems: A Case Study at the Sriwijaya University Experimental Garden Tri Putri Nur; Shabilla Amartiya Sari; Nuni Gofar
Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian Vol. 10 No. 2 (2026): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, 10 (2) Juni 2026
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agr.v10i2.16521

Abstract

Karakteristik tanah merupakan indikator vital dalam menentukan kesuburan dan produktivitas tanaman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan membandingkan sifat fisika serta biologi tanah pada tiga tipe penggunaan lahan (Arboretum, Karet, dan Kelapa Sawit) di Kebun Percobaan Universitas Sriwijaya. Penelitian dilakukan pada Juli-September 2023 di lahan percobaan dan Laboratorium Kimia, Biologi, dan Kesuburan Tanah Jurusan Tanah Universitas Sriwijaya. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode survei dengan pengambilan sampel secara purposive sampling, studi ini mengungkapkan perbedaan profil tanah yang signifikan antar lahan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tanah di lokasi arboretum dan kelapa sawit memiliki warna tanah black (10YR2/1) dan lokasi lahan karet berwarna very dark brown (10YR2/2). Lahan karet mendominasi kualitas fisik dengan kadar air, porositas, dan bulk density tertinggi, serta laju permeabilitas tercepat (11,07 cm/jam). Lahan kelapa sawit unggul dalam aktivitas mikrobiologi, ditandai dengan populasi bakteri tertinggi (1,01 x 109 CFU/g) dan total spora mikoriza terbanyak (400 spora/100g), meskipun respirasi tanah tertinggi ditemukan pada lahan karet (14,06 mg/hari). Lahan arboretum memiliki kekayaan jenis makrofauna tertinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan sawit memiliki keunggulan karakteristik biologi, sedangkan lahan karet lebih optimal secara fisik. Studi ini juga mengonfirmasi korelasi erat antara parameter fisik tanah dengan aktivitas biota tanah.
The Effect of Bokashi Compositions Containing Coal Fly Ash and Various Organic Materials on the Growth of Cucumber (Cucumis sativus L.): Pengaruh Komposisi Bokashi Campuran Fly Ash Batu Bara dan Beberapa Bahan Organik Terhadap Pertumbuhan Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Dewi Jaya Ilham; Indra Wahyudi; Friza Elinda; Aulia Meyuliana
Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian Vol. 10 No. 2 (2026): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, 10 (2) Juni 2026
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agr.v10i2.18485

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bokashi berbahan fly ash batu bara yang dikombinasikan dengan beberapa bahan organik pada berbagai dosis aplikasi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (Cucumis sativus L.). Penelitian dilaksanakan di Nagari Selayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri atas dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah komposisi bokashi campuran fly ash batu bara dan bahan organik, yang terdiri atas 0%, 10%, 25%, dan 50% fly ash. Faktor kedua adalah dosis aplikasi bokashi, yaitu 0 ton ha⁻¹, 15 ton ha⁻¹, dan 30 ton ha⁻¹. Parameter yang diamati meliputi panjang tanaman dan lebar daun, umur berbunga 50%, panjang buah, berat buah, dan hasil produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara komposisi bokashi dan dosis aplikasi terhadap seluruh parameter yang diamati. Namun, perbedaan dosis aplikasi memberikan pengaruh nyata terhadap panjang tanaman, lebar daun, umur berbunga 50%.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 2 (2026): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, 10 (2) Juni 2026 Vol. 10 No. 1 (2025): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, 10 (1) Desember 2025 Vol. 9 No. 2 (2025): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, 9 (2) Juni 2025 Vol. 9 No. 1 (2024): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, 9 (1)Desember 2024 Vol. 8 No. 2 (2024): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, Juni Vol. 8 No. 1 (2023): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, Desember Vol. 7 No. 2 (2023): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, Juni Vol. 7 No. 1 (2022): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, Desember Vol. 6 No. 2 (2022): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, Juni Vol. 6 No. 1 (2021): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, Desember Vol 5, No 2 (2021): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, Juni Vol 5, No 1 (2020): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, Desember Vol 4, No 2 (2020): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, Juni Vol 4, No 1 (2019): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, Desember Vol 3, No 2 (2019): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, Juni Vol 3, No 2 (2019): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, Juni Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Agrotekma Desember Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Agrotekma Desember Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Agrotekma Juni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Agrotekma Juni Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Agrotekma Desember Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Agrotekma Desember Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Agrotekma Juni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Agrotekma Juni Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Agrotekma Juni Vol. 1 No. 1 (2016): Jurnal Agrotekma Desember Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Agrotekma Desember Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Agrotekma Desember More Issue