JURNAL DIVERSITA
Journal Diversita is an open access, interdisciplinary journal for the rapid publication of original articles and reviews that focus on basic research in all areas of Biomarkers. The journal is broad scoped and considers topics from all related subjects of perception, cognition, attention, emotion, intelligence, phenomenology, motivation, brain functioning, psychological resilience, family resilience, natural sciences, medicine, humanities,mental disorders, psychophysics, psychiatry, applied psychology, parapsychology, physiological psychologists, Neuroscience, Molecular neuroscience, Cellular neuroscience, neuronal migration, circadian rhythms, Cognitive neuroscience, Systems neuroscience, Neurology, psychiatry, neurosurgery, psychosurgery, anesthesiology, neuropathology, neuroradiology, ophthalmology, otolaryngology, clinical neurophysiology, addiction medicine.
Articles
376 Documents
Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Kerjasama Tim terhadap Kepuasan Kerja Karyawan PT. Len Industri (Persero)
Gita Fitrianti;
Romat Saragih
Jurnal Diversita Vol 6, No 2 (2020): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v6i2.4047
Kepuasan kerja merupakan salah satu prasyarat untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas karyawan. Tujuan penelitian untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan transformasional dan kerjasama tim terhadap kepuasan kerja pada perusahaan PT Len Industri (Persero). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis deskriptif dan kausalitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Data primer diperoleh dari 84 responden dengan menyebarkan kuesioner menggunakan teknik nonprobability sampling. Hasil dari penelitian deskriptif menunjukkan bahwa variabel gaya kepemimpinan transformasional masuk dalam kategori sangat baik, variabel kerjasama tim masuk dalam kategori sangat baik, dan variabel kepuasan kerja masuk dalam kategori baik. Dari analisis kausalitas diperoleh temuan bahwa gaya transformasional secara parsial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai signifikan sebesar 0,000 dan nilai t hitung sebesar 5,503, kerjasama tim secara parsial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai signifikansi 0,000 dan nilai t hitung sebesar 4,695, gaya kepemimpinan transformasional dan kerjasama tim secara simultan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai signifikansi 0,000 dan F hitung sebesar 70,736.
Kebermaknaan Hidup pada Individu Masyarakat Kelas Menengah
Al Chofid Ibnu Achmad;
Al Lastu Nurul Fatim
Jurnal Diversita Vol 6, No 2 (2020): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v6i2.4111
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya fenomena penetapan dan penilaian tingkatan kelas sosial pada individu masyarakat karangrejo IV Surabaya. Adanya penetapan tingkatan kelas sosial menjadikan individu masyarakat dapat memaknai hidup mereka secara berbeda-beda, terutama pada posisi tingkatan kelas menengah. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan proses terjadinya tingkatan kelas sosial; 2) mendeskripsikan makna hidup pada individu masyarakat kelas menengah. Penelitian ini merupakan penelitian fenomenologi yang menggunakan analisis kualitatif dengan model Miles and Huberman. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) mendeskripsikan proses terjadinya tingkatan kelas sosial dengan empat kriteria yaitu harta atau kekayaan, kekuasaan, kehormatan, dan pendidikan. Dari keempat kriteria tersebut menunjukkan bahwa harta atau kekayaan, dan kekuasaan yang lebih dominan terjadi pada masyarakat karangrejo IV Surabaya dengan menampakkan penetapan atau penilaian pada tingkatan kelas sosial; 2) mendeskripsikan makna hidup pada individu masyarakat kelas menengah dengan menggunakan tiga komponen yaitu komponen personal, komponen sosial, dan komponen nilai.
Efektivitas Media Audio Visual DalamMeningkatan Kemampuan Solat Anak Usia Dini Autis Di Raudhatul Atfhal Ar-Rahmah Kecamatan Medan Johor
Lahmuddin Lubis;
Yusnaili Budianti;
Fitri Nurhikmah
Jurnal Diversita Vol 6, No 2 (2020): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v6i2.4164
Tujuan penelitian untuk mengetahui Keefektivan Media Audio Visual dalam meningkatkan kemampuan solat anak usia dini autis di Raudhatul Atfhal Ar-Rahmah Kecamatan Medan Johor. Metode penelitian yang diterapkan ialah kuantitatif melalui quasi experimentdengan kelompok kontrol dan eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tes awal siswa pada kelompok eksperimen sebesar 67,46 dengan tes akhir yaitu 79,55. Standar deviasi tes awal 5,38 dan tes akhir 5,62 sedangkan pada kelompok kontrol nilai tes awalnya sebesar 69 dan tes akhir senilai 75,53 dengan standar deviasi tes awal 4,77 dan tes akhir 5,93. Dalam pengujian hipotesis digunakan uji-t. Dalam hasil hasil tes awal diperoleh thitung ≤ ttabel (-0,33≤ 2,056) pada α =0,05 dengan dk =26, artinya tidak terdapat perbedaan sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua kelompok berada di kemampuan awal yang sama. Sedangkan hasil uji-t terhadap hasil tes akhir diperoleh thitung > ttabel (3,31 > 2,056) pada α =0,05 dengan dk =26, yang berarti terdapat perbedaan hasil belajar antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. lebih unggul kelas eksperiman dari pada kelas kontrol.
Pelatihan Kontrol Diri untuk Mencegah Relapse pada Narapidana Kelompok Rehab Mantan Pecandu Narkoba di Lapas
Putu Diana Wulandari;
Ilham Nur Alfian;
Putu Nugrahaeni Widiasavitri
Jurnal Diversita Vol 6, No 2 (2020): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v6i2.4083
Narapidana yang memiliki kontrol diri yang lemah kemungkinan besar akan melakukan tindak kriminalitas seperti yang dilakukan sebelumnya, terutama narapidana narkoba. Oleh karenanya, penting bagi mantan pengguna narkoba untuk memiliki kontrol diri yang baik agar tidak relapse kembali. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas pelatihan kontrol diri untuk mencegah relapse pada narapidana kelompok rehabilitasi mantan pecandu narkoba di Lapas. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan tipe penelitian eksperiman yang dilakukan sebanyak 6 sesi. Subjek penelitian adalah narapidana kelompok rehab pengguna narkoba sebanyak 6 orang. Instrumen yang digunakan adalah skala kontrol diri dari (Aini, 2006) yang berjumlah 23 aitem dengan reliabilitas 0,864 dan skala assessment of warning-signs of relapse dari Gorski (Gorski & Miller, 1982) yang berjumlah 28 aitem dengan reliabilitas 0,80. Analisis data pada penelitian ini menggunakan Uji Wilcoxon dan menunjukkan adanya perbedaan skor pretest dan posttest yang berarti bahwa pelatihan kontrol diri dapat mencegah relapse pada narapidana mantan pecandu narkoba.
Peran Religiusitas Bagi Masyarakat Aceh dalam Menghadapi Pandemi Covid- 19
Ika Amalia;
Ella Suzanna;
Liza Adyani
Jurnal Diversita Vol 7, No 1 (2021): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v7i1.4535
Salah satu Provinsi dengan kasus Covid 19 terendah di Indonesia adalah Provinsi Aceh, dimana Provinsi Aceh berada pada tingkat ketiga sebagai Provinsi dengan kasus Covid 19 terendah yaitu 168 kasus. Salah satu cara Aceh mengurangi jumlah kasus Covid 19 adalah karena masyarakat Aceh lebih tenang dan masyarakat lebih mengandalkan Allah. Aceh sebagai provinsi yang terkenal dengan kekentalan religius selalu menerapkan nilai-nilai religius dalam kehidupan. Bahkan nilai-nilai agama tersebut juga diterapkan dalam Pemerintahan. Kepatuhan masyarakat Aceh dalam menjalankan syariat Islam memberikan gambaran bahwa Aceh memiliki religiusitas yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran religiusitas masyarakat Aceh dalam menghadapi COVID 19. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode yang digunakan yaitu metode deskriptif. Subjek penelitian ini adalah masyarakat Aceh Utara, tokoh masyarakat dan agama serta tenaga medis. Berdasarkan hasil wawancara menunjukkan bahwa semua informan dalam penelitian ini mengakui bahwa religiusitas memegang peranan penting selama pandemi ini, hal ini dikarenakan dengan meyakini bahwa pandemi Covid-19 adalah ketetapan Allah, informan lebih dapat menerima kondisi tersebut dengan ikhlas dan tabah.
Model Partisipasi Masyarakat dengan Perspektif Psikologi pada Pelayanan Posyandu di Kota Malang dan Kota Madiun
Intan Rahmawati;
Tia Subekti;
Irza Khurun'in
Jurnal Diversita Vol 7, No 1 (2021): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v7i1.4228
Posyandu hadir sebagai Unit Kesehatan Berbasis Masyarakat yang dikelola dan diselenggarakan oleh, untuk, dan bersama masyarakat. Provinsi Jawa Timur menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang aktif dalam melakukan inovasi pelayanan kesehatan masyarakat melalui Posyandu. Partisipasi masyarakat melalui Posyandu sebagai bentuk dari pembangunan kesehatan yang inklusif dengan melibatkan peran aktif masyarakat serta tidak meninggalkan nilai-nilai lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model partisipasi masyarakat pada pelayanan Posyandu di Posyandu Delima Kota Malang dan Posyandu Tanjung Kota Madiun. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatifdengan teknik purposive sampling, serta menggunakan interview mendalam, observasi, dan dokumentasi pada 2 informan. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan modifikasi metode Stevick-Colaizzi-Keen dari Moustakas untuk menemukan dinamika partisipasi. Hasil penelitian ini menunjukkanadanya keterlibatan proses mental individu dalam kelompok yang melibatkan proses tanggung jawab bersama untuk mencapai tujuan kelompok yang diharapkan. Proses mental ini dipengaruhi oleh lingkungan, budaya, pengalaman, dan karakteristik organisasi, sehingga dapat menumbuhkan dan mengembangkan partisipasi individu dalam berinovasi yang dilatar belakangi oleh motivasi, ide, dorongan, gagasan, tekanan, dan kebutuhan.
Damai atau Perang? Faktor-faktor Penyebab Perilaku Agresi pada Budaya Perang Suku Masyarakat Tradisional di Papua
Ida Ayu Nursanti;
Jatie Kusmiati Kusna Pudjibudojo
Jurnal Diversita Vol 7, No 1 (2021): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v7i1.4613
Fenomena perang suku yang dilakukan Masyarakat Tradisional di Papua sudah lama terjadi. Perang suku merupakan jalan terakhir yang diambil ketika penyelesaian suatu masalah secara musyawarah tidak dapat diselesaikan atau pihak yang berkonflik memang “musuh” secara permanen. Tindakan yang dilakukan dalam perang suku tersebut merupakan perilaku agresi. Perilaku agresi ialah perilaku yang bertujuan guna melukai orang lain baik secara fisik maupun verbal. Berdasarkan hasil studi literatur ditemukan bahwa penyebab perilaku agresi pada budaya perang suku adalah karena faktor internal, eksternal, stressor lingkungan dan situasiasional. Pada faktor internal, perilaku agresi muncul akibat masalah yang mengancam harga diri, kemudian masalah ini disosialisasikan dengan muatan emosi sehingga memicu perang suku. Pada faktor eksternal telihat bahwa sejak anak-anak, masyarakat tradisional sudah belajar berperang dari lingkungan sosialnya dan mendapatkan penguatan positif ataupun negative yang turut meningkatkan perilaku agresi. Pada kondisi stressor lingkungan, perilaku agresi muncul akibat kompetisi populasi terhadap sumber daya yang terbatas. Pada faktor situasional dijelaskan bahwa perilaku agresi disebabkan oleh miras, provokasi konflik politik dan lain-lain. Keseluruhan faktor di atas tidak akan terwujud dalam perilaku agresi apabila tidak ada faktor pemicu yang dianggap oleh masyarakat tradisional telah merugikan aspek social-ekonomi atau melanggar norma adat yang berlaku.
Studi Meta-Analisis: Hubungan antara Stres Kerja dan Kinerja Karyawan
Muhamad Latifun Nadzif;
Ananta Yudiarso
Jurnal Diversita Vol 7, No 1 (2021): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v7i1.4549
Kinerja karyawan merupakan hasil dari pencapaian dan usahanya yang telah dilakukan oleh karyawan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab pada pekerjaannya. Berbagai macam penelitian tentang kinerja karyawan telah dilakukan dan salah satunya stres kerja memiliki keterkaitan pada tinggi dan rendahnya kinerja seorang karyawan. Pada penelitian studi meta-analisis ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara job stress dan employee performance. Penelitian ini peneliti melakukan reviu yang melibatkan 15 studi jurnal yang berkaitan dengan job stress dan employee performance pada 10 tahun terakhir dan dengan jumlah responden sebanyak 2638. Hasil dari penelitian studi meta analisis ini menunjukkan korelasi yang small effect size sebesar r =-0,11 (95% CI= -0,337. 0,13) confidence intervalnya akan ada dengan heterogeneity = 97.1% maka meta analisis ini menggunakan random effect size. Dari hasil tersebut mengindikasikan bahwa stres kerja kurang berkorelasi secara langsung dengan kinerja seorang karyawan karena memiliki small effect size. Hal ini mengisyaratkan ada variabel-variabel lain yang memiliki nilai korelasi yang lebih besar dari pada stres kerja.
Analisis Kasus Gangguan Kepribadian Narsistik Dan Perilaku Kriminalitas Antisosial Pada Pria Di Lapas Kota X
Risydah Fadilah
Jurnal Diversita Vol 7, No 1 (2021): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v7i1.4892
Gangguan kepribadian adalah pola perilaku individu atau bagaimana cara berhubungan dengan orang lain yang benar-benar kaku. Kekakuan ini akan menghalangi individu menyesuaikan diri terhadap tuntutan eksternal. Individu dengan gangguan kepribadian ini merasa tidak perlu berubah perilakunya. Jenis gangguan kepribadian menurut Cluster B dimana individu dengan gangguan kepribadian ini menunjukkan perilaku yang terlalu dramatis, emosional berlebih atau tidak menentu yaitu kepribadian Antisosial, Borderline, Histrionik dan Narsistik. Diagnosa didasarkan bentuk perilaku, mood, sosial interaksi, dan perilaku impulsif yang terlihat. Wargabinaan Lapas X dengan riwayat kasus S masuk penjara dikarenakan kasus perampokan disertai pembunuhan di sebuah toko mas pada tahun 2007. Alasan S melakukan perampokan karena S ingin hidup mewah dan bisa membantu keluarga besarnya. Hasil rampokannya dipergunakan untuk membiayai anaknya dan memberi modal usaha mantan istrinya. Pada klien ini didiagnosis, Aksis 1: tidak ada diagnostik, Aksis II : F60.8 Gangguan kepribadian khas lainnya yaitu Gangguan Kepribadian Antisosial, predisposisi kepribadian Antisosial dengan campuran narcistic (Preputation Depending Antisocial), Aksis III : tidak ada, Aksis IV : Masalah dengan lingkungan sosial, dan masalah berkaitan dengan hukum dan Aksis V : GAF 50-41= Gejala berat (serious), disabilitas berat. Perubahan perilaku yang dapat dilakukan untuk membantu klien ini adalah dengan menggunakan pendekatan Cognitif Behavior Therapy (CBT).
Validitas Kriteria Asesmen Depresi pada Pasien Diabetes Melitus
Putri Nur Azizah;
Herlina Siwi Widiana;
Siti Urbayatun
Jurnal Diversita Vol 7, No 1 (2021): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v7i1.4442
Depresi merupakan penyakit medis yang cukup serius dengan prevalensi dari berbagai umur. Depresi pada pasien diabetes terjadi karena peningkatan resiko mikrovaskular dan makrovaskular dengan presentasi 15% lebih besar daripada orang tanpa diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas kriteria alat asesmen depresi pada pasien diabetes melitus, baik tipe I maupun tipe II. Alat asesmen depresi yang diuji validitas kriterianya adalah Indonesian Depression Checklist (IDC) dengan kriteria standar Center of Epidemiologic Studies Depression Checklist (CES-D). Subjek penelitian adalah 36 pasien diabetes melitus yang mengisi alat asesmen secara online. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kuantitatif menggunakan uji korelasi product moment yang dilakukan untuk mengetahui korelasi antara skor hasil asesmen dengan IDC dan CES-D. Hasil analisis data menunjukkan ada korelasi positif yang sangat signifikan antara hasil skor IDC dan CES-D. Nilai korelasi tersebut menunjukkan bahwa IDC merupakan alat asesmen yang valid untuk mengukur tingkat depresi pada pasien diabetes melitus berdasar kriteria standar CES-D. Dengan demikian IDC dapat digunakan sebagai alat asesmen depresi pada penderita diabetes melitus.