cover
Contact Name
Dr. Rosihan Asmara
Contact Email
jepa@ub.ac.id
Phone
+62341-580054
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang. Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 26144670     EISSN : 25988174     DOI : 10.21776/ub.jepa
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian secara reguler setiap tiga bulan sekali untuk tujuan mendeseminasikan hasil penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, peneliti dan pengabdi. Topik keilmuan yang melingkupi JEPA adalah bidang ekonomi pertanian dan agribisnis secara luas. Semua makalah yang diterbitkan secara online oleh JEPA terbuka untuk pembaca dan siapapun dapat mendownload atau membaca jurnal tanpa melanggan maupun membayar.
Arjuna Subject : -
Articles 904 Documents
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Bibit Albasia di Desa Kroyo Lor Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo Wawar Kristvarah; Anny Hartati; Ratna Satriani
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.01.7

Abstract

Produksi benih albasia (Albizia falcataria) merupakan tanaman kecil yang tumbuh dengan nilai ekonomis pada kayunya. Pembibitan albasia dilakukan untuk memperoleh pendapatan yang maksimal dengan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi benih albasia dan besarnya kontribusi atau kontribusi benih albasia terhadap pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) faktor-faktor yang mempengaruhi produksi bibit albasia dan 2) kontribusi bibit albasia di Desa Kroyo Lor Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo. Tujuan ini menggunakan dua alat analisis, yaitu analisis fungsi produksi Cobb-Douglas dan analisis kontribusi (%). Berdasarkan dimensi waktu, penelitian ini menggunakan dimensi cross sectional tahun 2019, menggunakan metode penelitian survey dan menggunakan metode rumus Slovin untuk menentukan besar sampel, dimana sampel responden sebanyak 85 responden. Hasil penelitian dengan menggunakan analisis regresi menunjukkan bahwa variabel luas lahan dan polibag berpengaruh nyata terhadap produksi bibit albasia, sedangkan variabel umur petani, pendidikan petani, pengalaman pembibitan albasia, tenaga kerja, benih albasia dan pupuk tidak berpengaruh nyata. berpengaruh nyata terhadap produksi bibit albasia di Desa Kroyo Lor Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo. Kontribusi pendapatan benih albasia terhadap total pendapatan petani adalah sebesar 80,1722%, hal ini menunjukkan nilai support atau kontribusi atau kontribusi terhadap pendapatan benih albasia dikatakan tinggi.
Analisis Nilai Tambah Kelapa Jelly pada UD. Kelapa Jelly di Kecamatan Meurebo Kabupaten Aceh Barat Aida Widyati; Keumala Fadhiela ND
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.01.30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar nilai tambah dari masing-masing skala produksi usaha pengolahan kelapa menjadi kelapa jelly pada UD. Kelapa Jelly Di Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat. Adapun yang teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara langsung dengan menggunakan bantuan kuisioner sedangkan metode analisis data dilakukan dengan menggunakan metode analisis nilai tambah hayami (1987), biaya, keuntungan, penerimaan, R/C ratio dan BEP. Data hasil penelitian ini kemudian di analisis secara deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada UD. Kelapa Jelly maka dapat diperoleh hasil bahwa mengolah buah kelapa menjadi kelapa jelly menyebabkan adanya nilai tambah yaitu harganya relatif tinggi dan stabil dibanding saat buah kelapa masih belum diolah. Nilai tambah yang diperoleh dari usaha pengolahan kelapa menjadi kelapa  jelly untuk kelapa jelly batok yaitu sebesar Rp. 6.461,43,- dengan rasio nilai tambah sebesar 53,84%, keuntungan sebesar Rp. 1.961,- dengan tingkat keuntungan sebesar 30,35%, dan untuk kelapa jelly cup memperoleh nilai tambah sebesar Rp. 5.115,43,- dengan rasio nilai tambah sebesar 48,07%, keuntungan sebesar Rp. 615,43,- dengan tingkat keuntungan sebesar 12,03%. Dengan demikian dari kedua skala produk kelapa jelly nilai tambah kelapa jelly batok lebih tinggi dibandingkan dengan nilai tambah pada produk kelapa jelly cup, baik itu dari segi nilai tambah dan juga dari segi presentase keuntungan.
Proses Informasi dan Komunikasi Sosial Petani Swadaya untuk Mengadopsi ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) di Kabupaten Sambas Muliadi Muliadi; Nurliza Nurliza; Anita Suharyani
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.01.21

Abstract

Indonesia terdapat tiga jenis pengelolaan perkebunan kelapa sawit, salah satunya adalah kelapa sawit swadaya. Perkebunan kelapa sawit swadaya merupakan pola pengembangan perkebunan yang dilakukan oleh petani sendiri dalam pengelolaannya, dari tiga pengelolaan kebun kelapa sawit di Indonesia, kelapa sawit swadaya memiliki lahan yang paling luas dan mengalami peningkatan terus menerus. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan proses informasi dan komunikasi sosial petani swadaya yang tepat dalam mengadopsi ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) di Kabupaten Sambas. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Subah, Kabuptaen Sambas dengan jumlah responden 150 orang petani sawit swadaya. Penelitian ini menggunakan alat Analisis Faktor dan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang diukur melalui indikator (Source, Receiver, Mesagge, Channel) berpengaruh positif terhadap adopsi ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) sehingga dapat merumuskan proses komunikasi sosial petani swadaya untuk mengadopsi ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil). 
Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen dan Loyalitas Merek Cokelat Silverqueen di Kabupaten Pekalongan Aulia Safira Fitri; Ratya Anindita; Condro Puspo Nugroho
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.01.12

Abstract

Berdasarkan data Departemen Perindustrian, menunjukkan terdapat 56 industri pengolahan coklat berskala besar di Indonesia, sehingga banyaknya industri tersebut menunjukkan bahwa industri ini mempunyai tingkat persaingan yang ketat dan memiliki peluang cukup besar. Cokelat SilverQueen merupakan salah satu produk cokelat yang populer dan mampu bersaing dengan pasar cokelat yang ada di Indonesia. Namun Top Brand Index (TBI) SilverQueen menurun dari persentase 76,30% pada tahun 2016 menjadi 61,70% pada tahun 2020. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kepuasan konsumen pada produk cokelat SilverQueen di Kabupaten Pekalongan, menganalisis loyalitas merek cokelat SilverQueen di Kabupaten Pekalongan, serta menganalisis pengaruh kepuasan konsumen terhadap loyalitas merek SilverQueen di Kabupaten Pekalongan. Desain penelitian yang digunakan adalah desain kuantitatif dan tergolong pada penelitian survei dengan jumlah sampel yaitu 100 responden. Metode analisis yang digunakan adalah analisis sosial ekonomi responden, analisis deskripsi variabel penelitian, dan analisis SEM-PLS (Structural Equation Modeling - Partial Least Square). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh karakteriktik produk, harga, saluran distribusi, dan promosi terhadap kepuasan konsumen adalah signifikan. Pengaruh secara langsung karakteriktik produk, harga, dan saluran distribusi terhadap loyalitas, yaitu signifikan. Namun promosi tidak terdapat pengaruh signifikan terhadap loyalitas. Sedangkan, pengaruh secara tidak langsung yakni terdapat pengaruh signifikan pada karakteriktik produk, harga, saluran distribusi, dan promosi terhadap loyalitas dengan menggunakan kepuasan konsumen sebagai variabel mediator. Selain itu, pengaruh kepuasan konsumen terhadap loyalitas adalah signifikan.Kata Kunci : Bauran Pemasaran, Kepuasan Konsumen, Loyalitas 
Analisis Kepuasan Petani Terhadap Keputusan Dalam Menggunakan Varietas Junjuang Di Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota Kalistiani Kalistiani; Fedri Ibnusina; Silfia Silfia
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.01.35

Abstract

Tercatat dalam data BPS tahun 2021, Kabupaten Harau merupakan salah satu daerah yang memiliki luas tanam padi sawah terluas yaitu 10.108,00 hektar, luas panen 9.649,00 hektar dengan produksi tertinggi 42.202,00 ton dan produktivitas 4,37 ton. /Ha. Berdasarkan data inventarisasi persebaran varietas padi di Kecamatan Harau menunjukkan bahwa data luas lahan terluas untuk penanaman varietas junjuang dibandingkan dengan varietas lainnya yaitu 409 ha. Penelitian ini bertujuan (1) Mengidentifikasi posisi atribut benih terhadap kepuasan petani dalam menggunakan varietas padi Junjuang, (2) Menganalisis tingkat kepuasan petani terhadap pengambilan keputusan dalam menggunakan varietas padi Junjuang. Mengetahui posisi atribut benih junjuang, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik analisis Importance Performance Analysis (IPA). Analisis tingkat kepuasan petani terhadap pengambilan keputusan dalam pemanfaatan padi varietas junjuang menggunakan teknik analisis Customer Satisfaction Index (CSI). Hasil analisis Importance Performance Analysis (IPA) menunjukkan bahwa posisi atribut pada empat kuadran, pada kuadran I (prioritas) terdapat atribut, jumlah produksi dan tanaman yang tahan terhadap hama dan penyakit. Pada kuadran II (kuadran pertahankan prestasi) terdapat atribut, kualitas beras yang diharapkan, kemampuan menumbuhkan benih di lapangan, dan efisiensi penggunaan pupuk. Pada kuadran III (kuadran prioritas rendah) terdapat atribut, kemudahan kerja, bentuk pabrik dan pelayanan pemerintah. Pada kuadran IV (berlebihan) terdapat atribut, kemasan produk, kemudahan akses dan umur tanaman. Berdasarkan analisis Customer Satisfaction Index (CSI) menunjukkan bahwa, nilai indeks kepuasan adalah 71,93, nilai ini berada pada kisaran indeks 61-80% yang berarti petani puas dengan atribut benih padi junjuang.Kata Kunci: Varietas Junjuang, Pembelian, Atribut, Kepentingan, KepuasanTercatat dalam data BPS tahun 2021, Kabupaten Harau merupakan salah satu daerah yang memiliki luas tanam padi sawah terluas yaitu 10.108,00 hektar, luas panen 9.649,00 hektar dengan produksi tertinggi 42.202,00 ton dan produktivitas 4,37 ton. /Ha. Berdasarkan data inventarisasi persebaran varietas padi di Kecamatan Harau menunjukkan bahwa data luas lahan terluas untuk penanaman varietas junjuang dibandingkan dengan varietas lainnya yaitu 409 ha. Penelitian ini bertujuan (1) Mengidentifikasi posisi atribut benih terhadap kepuasan petani dalam menggunakan varietas padi Junjuang, (2) Menganalisis tingkat kepuasan petani terhadap pengambilan keputusan dalam menggunakan varietas padi Junjuang. Mengetahui posisi atribut benih junjuang, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik analisis Importance Performance Analysis (IPA). Analisis tingkat kepuasan petani terhadap pengambilan keputusan dalam pemanfaatan padi varietas junjuang menggunakan teknik analisis Customer Satisfaction Index (CSI). Hasil analisis Importance Performance Analysis (IPA) menunjukkan bahwa posisi atribut pada empat kuadran, pada kuadran I (prioritas) terdapat atribut, jumlah produksi dan tanaman yang tahan terhadap hama dan penyakit. Pada kuadran II (kuadran pertahankan prestasi) terdapat atribut, kualitas beras yang diharapkan, kemampuan menumbuhkan benih di lapangan, dan efisiensi penggunaan pupuk. Pada kuadran III (kuadran prioritas rendah) terdapat atribut, kemudahan kerja, bentuk pabrik dan pelayanan pemerintah. Pada kuadran IV (berlebihan) terdapat atribut, kemasan produk, kemudahan akses dan umur tanaman. Berdasarkan analisis Customer Satisfaction Index (CSI) menunjukkan bahwa, nilai indeks kepuasan adalah 71,93, nilai ini berada pada kisaran indeks 61-80% yang berarti petani puas dengan atribut benih padi junjuang.Kata Kunci: Varietas Junjuang, Pembelian, Atribut, Kepentingan, Kepuasan
Analisis Penggunaan Faktor Produksi Tanaman Nilam Suharjo Suharjo; Leni Saleh; Iksan Iksan
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.01.3

Abstract

Nilam adalah komoditi unggulan pada Kabupaten Konawe. Upaya buat menaikkan produksi adalah upaya utama dalam menciptakan pertanian dengan cara memanfaatkan faktor-faktor produksi buat mencapai hasil yg maksimal . Buat mengetahui faktor-faktor yang mensugesti produksi, yaitu volume pupuk phonska, benih, tenaga kerja, pengalaman bertani, tanggungan famili, umur, luas tanah dan  dummy daerah. Untuk menaikkan kesejahteraan petani nilam dilakukan dengan menaikkan produksi tanaman nilam sehingga bisa menambah pendapatan usahatani. Upaya peningkatan produksi dan  pendapatan petani ini tak terlepas dari cara budidaya nilam khususnya tanah pertanian nilam. Penelitian ini bertujuan menganalisis Produksi Usahatani Nilam di Desa Waworaha Kecamatan Latoma Kabupaten Konawe dan menganalisis pengaruh faktor produksi  terhadap produksi usahatani nilam di Desa Waworaha Kecamatan Latoma Kabupaten Konawe.  Penelitian dilaksanakan di Desa Waworaha Kecamatan Latoma  Kabupaten Konawe pada bulan  Juli  s/d Oktober  2021. Pemilihan lokasi penelitian ditentukan secara langsung dengan pertimbangan bahwa pada wilayah tersebut, petani mengusahakan tanaman nilam. Fokus penelitian dalam pelaksanaan penelitian ini adalah : Produksi usahatani Nilam dan Pengaruh faktor produksi (luas Lahan, Bibit, Pupuk, Tenaga Kerja, dan Pestisida) terhadap produksi usahatani nilam dengan menggunakan analisis Fungsi Produksi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa  Produksi Usahatani Nilam 32,29 Kg  setiap usahatani dengan luas lahan rata-rata 42,98 are.  Faktor produksi luas lahan, bibit, pupuk, pestisida dan tenaga kerja berpengaruh secara signifikan terhadap produksi nilam.  Faktor produksi luas lahan berada dalam kondisi dimana skala penggandaan input mengakibatkan perubahan skala penggandaan output yang lebih besar (increasing return to scale), sedangkan  faktor produksi bibit, pupuk, pestisida, dan tenaga kerja berada dalam keadaan kondisi dimana skala penggandaan input mengakibatkan perubahan skala penggandaan output yang lebih kecil (decreasing return to scale).
Analisis Preferensi Konsumen Terhadap Pembelian Susu Sapi Segar di Kota Surakarta Heruka Ahmad Milareva; Sugiharti Handayani; Umi Barokah
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.01.26

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi dan atribut yang paling dipertimbangkan konsumen terhadap pembelian susu sapi segar di Kota Surakarta. Metode dasar pada penelitian ini menggunakan kausal komparatif dengan teknik survei kepada 100 responden. Penelitian ini dilakukan kepada responden yang telah melakukan pembelian susu sapi segar sebanyak satu kali sebelumnya dan dikonsumsi secara pribadi. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling menggunakan angket kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah chi-square yang dioperasikan melalui program SPSS dan analisis multiatribut fishbein. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa : (1) Terdapat perbedaan preferensi antar konsumen susu sapi segar di Kota Surakarta. Atribut susu sapi segar yang menjadi preferensi konsumen susu sapi segar di Kota Surakarta adalah harga yang sedang (Rp.6.000- Rp.9.000), aroma susu yang creamy khas susu sapi, varian rasa yang murni putih atau vanila, kebersihan tempat penjualan yang dapat ditoleransi adalah sedikit kotor berupa sisa minyak yang menempel pada meja makan, jumlah menu tambahan makanan yang lebih dari 10 jenis makanan, dan suasana tempat yang biasa saja. (2) Atribut yang paling dipertimbangkan dalam keputusan pembelian susu sapi segar di Kota Surakarta mulai dari yang paling dipertimbangkan sampai dengan yang kurang dipertimbangkan adalah varian rasa, suasana tempat, kebersihan tempat penjualan, aroma susu, jumlah menu tambahan makanan, dan harga
Analisis Kelayakan Finansial Usahatani Cengkeh di Kecamatan Latambaga Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara Muhammad Yakup; Sujarwo Sujarwo; Fahriyah Fahriyah
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.01.17

Abstract

Berbagai permasalahan dihadapi petani cengkeh diantaranya fluktuasi harga, biaya produksi dan biaya pemetikan yang tinggi. Namun permasalahan yang paling utama adalah terjadinya fluktuasi harga jual cengkeh, fluktuasi harga ini bisa terjadi dengan cepat dalam waktu singkat. Harga cengkeh yang selalu berubah tersebut akan berdampak pada pendapatan yang diterima oleh petani. Perlunya perancanaan dalam melakukan suatu usaha menjadi senjata ampuh untuk mencapai suatu tujuan yang maksimal. Oleh karenanya perlu dipastikan apakah suatu usaha dapat berjalan sesuai dengan tujuan atau tidak investasi yang dilakukan petani. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kelayakan finansial usahatani cengkeh dan menganalisis sensitivitas usahatani. Metode pendekatan kriteria investasi yang digunakan yaitu Net Benefit/Cost Ratio (Net B/C Ratio), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) dan Payback Period (PP) dan analisis sesitivitas. Berdasarkan hasil analisis kelayakan finansial, usahatani cengkeh di Kecamatan Latambaga layak untuk dijalankan karena semua kreteria investasi terpenuhi. Hasil analisis sensitivitas pada kondisi pertama, kedua, dan keempat menunjukkan layak, sedangkan kondisi ketiga tidak layak.  Diperlukan intervensi oleh pemerintah atau lembaga tentang penangan fluktuasi harga cengkeh sehingga petani cengkeh memperoleh jaminan harga yang sesuai saat musim panen guna meningkatkan pendapatan petani, serta perhatian khusus oleh pemerintah tentang perbaikan kondisi infrastruktur dan aspek penguatan modal finansial petani.
Pengaruh Efisiensi Teknis Terhadap Pemilihan Lokasi Penjualan pada Usaha Tambak Bandeng di Indonesia Mahfudlotul Ula
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.01.36

Abstract

Milkfish farmers in Indonesia have several alternatives in selling their production,but the reality is most of them still sell their production on farm gate level. This is presumably due to the inefficient use of inputs and it has an impact on declining yields. Consequently, there’s a need for input improvement through the technical efficiency in order to increase the amount of yields, so the farmers have a stronger bargaining position and have the opportunity to access markets that offer a higher price. Therefore, the objectives of this study are (1) to measure the technical efficiency, (2) to analyze the correlation between technical efficiency and sales site choice, and (3) to analyze other factors that affect the farmers’ sale site choice. This study used data from census of agriculture 2013 as many as 1015 milkfish farmers in West Java. DEA approach is used to measure the technical efficiency, while logistic regression is used to analyze the factors that influence the farmers’ decisions. The results showed that the milkfish farmers have an average technical efficiency of 0.66. This technical efficiency had a positive influence on the selection of sale sites to the outside,  such as cooperatives, exports, and processing industries. The significant factors were age, institutional membership, education level, pond size, price, and quantity of production. 
Strategi Meningkatkan Adopsi Inovasi Program Kartu Tani Di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia Minarsih, Siti; Dharmawan, Budi; Eka Wijayanti, Irene Kartika
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.02.26

Abstract

One of the most important production factors in increasing production and productivity of agricultural commodities is fertilizer. Moment this still many farmers who have not understand about the card program farmer as tool in distribution fertilizer subsidized , so required strategy for Upgrade adoption card program innovation farmer . The research aims to analyze internal and external factors as well as strategies to increase the adoption of innovations in the use of farmer cards in the district Banyumas . The research method used is a qualitative method. The analysis carried out is IFAS and EFAS matrix analysis, and SWOT analysis. The results showed that the internal and external factors of the farmer card program were in quadrant II, meaning that the alternative strategies used were building and growing strategies. This means increasing market share in the same market with more intensive marketing efforts, namely by assisting in more intensive distribution of subsidized fertilizers and product development by making economical packaging of subsidized fertilizers so that they are more attractive to the market. The results of the SWOT analysis include optimizing the role of institutions to provide clear and continuous information about innovations in the farmer card program, mentoring and counseling to improve farmers' knowledge and skills in implementing the farmer card program, developing product fertilizer subsidized for segment medium to lower that is with make packaging economical on fertilizer subsidized .