cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL MUQODDIMAH : Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora
ISSN : 25485067     EISSN : 25986236     DOI : -
Jurnal Ilmiah Muqoddimah merupakan kumpulan penelitian ilmiah tentang Ilmu Sosial, khususnya yang berhubungan dengan disiplin Ilmu Sosial, Politik, Administrasi dan Humaniora, diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, tujuan pengembangan jurnal ini adalah sebagai wadah publikasi hasil-hasil penelitian dan telaah kritis terhadap konsep-konsep baru dalam ilmu-ilmu sosial. Jurnal Ilmiah Muqoddimah menerima sumbangan artikel hasil penelitian dan artikel konseptual (non penelitian) dari penulis umum.Dalam setiap penerbitannya, satu tahun dua kali (periode Maret – Agustus dan September – Februari).
Arjuna Subject : -
Articles 1,482 Documents
MEASURING DIFFERENCES IN OPINION IN THE AGENDA FOR THE IMPLEMENTATION OF ELECTION CONTESTATIONS IN THE MIDDLE OF COVID-19 Rizki, Singgih Choirul; Hilman, Yusuf Adam
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 4, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v4i2.2020.143-155

Abstract

Pelaksanaan Pilkada di tahun 2020 kali ini memang menuai segelintir problematika bagi pemerintah sekaligus masyarakat di dalamnya. Hal ini disebabkan oleh ancaman yang datang dari wabah Covid-19, sehingga menciptakan kewaspadaan ekstra terhadap pemerintah dan masyarakat di seluruh daerah dikarenakan wabah Covid-19 berpotensi untuk melemahkan imunitas dan kesehatan seseorang bahkan kematian. Tujuan utama yang menjadi topik dan prioritas utama untuk dikaji secara mendalam dalam penelitian ini adalah terkait dengan perkembangan opini publik yang bernada pro dan kontra dalam menyatakan sikap terhadap Pilkada di tahun 2020 ini. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan studi kepustakaan, dan mencari berbagai macam referensi ilmiah seperti jurnal, pemberitaan, dan buletin sebagai data penguat penelitian. Hasil yang dapat disimpulkan dalam penelitian ini yakni tentang fakta munculnya perbedaan opini yang bernada pro dan kontra dari masyarakat, maupun pengamat politik. Kedua bentuk opini tersebut memiliki rasionalisasi yang sama karena didasarkan atas alasan-alasan logis di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini, dimana esensi nya adalah mengharapkan terciptanya kualitas demokrasi secara maksimal. Selain itu, persiapan dan pelaksanaan teknis juga menjadi tuntutan oleh kedua belah pihak kepada pemerintah, sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan di kemudian hari.Kata Kunci: Covid-19, Opini, Perbedaan, Pilkada
EVALUASI KEBIJAKAN PADAT KARYA TUNAI PADA PENGELOLAAN DANA DESA DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA Kurnia, Ujang Endi; Widhiasthini, Ni Wayan
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 5, No 1 (2021): Pebruari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v5i1.2021.148-161

Abstract

Padat Karya Tunai (PKT) merupakan kebijakan publik yang dikeluarkan Pemerintah sebagai salah satu upaya pemberdayaan masyarakat desa terutama kelompok masyarakat marginal. Tujuan yang diharapkan dalam penerapan Padat Karya Tunai di Desa yaitu dapat membuka lapangan pekerjaan di Desa, meningkatkan pendapatan masyarakat, menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di Desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Padat Karya Tunai berdasarkan kriteria evaluasi menurut Dunn (2003) yaitu: efektivitas, efisiensi, perataan, kecukupan, responsivitas, dan perataan.Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan pada dua desa yaitu di Desa Berangbang, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana dan di Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. Penentuan informan ditentukan secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan penelitian dan dokumentasi yang ada kaitannya dengan penelitian ini. Analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian ditemukan bahwa:1) Pelaksanaan Padat Karya Tunai di Kabupaten Jembrana sudah berjalan dengan baik dan dilaksanakan sesuai dengan regulasi yang mengatur. Hasil evaluasi yang dilakukan berdasarkan kriteria evaluasi menurut Dunn (2003) yaitu: Pelaksanaan PKT Desa dapat dikatakan sudah memenuhi kriteria efektivitas, efisiensi, perataan dan responsivitas, sedangkan kriteria kecukupan dan perataan belum cukup dipenuhi karena kebijakan Padat Karya Tunai di Desa belum signifikan menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran, 2) Faktor penghambat dalam pelaksanaan PKT Desa di Kabupaten Jembrana terletak pada regulasi yang mengatur. Pemerintah Desa kesulitan memenuhi ketentuan minimal 30 persen untuk upah dari keseluruhan kegiatan pembangunan yang dibiayai dari Dana Desa. 3) Dampak Pelaksanaan PKT Desa di Kabupaten Jembrana yaitu a) Pelaksanaan PKT mampu memberdayakan kelompok marginal yaitu kelompok keluarga miskin, penganggur dan setengah penganggur, b) Dengan adanya PKT di Desa dapat membuka lapangan pekerjaan sehingga dapat memberikan tambahan pendapatan masyarakat, meningkatkan produktivitas dan daya beli masyarakat, c) Kebijakan PKT dapat mendorong Pemerintah Desa untuk melibatkan masyarakat marginal dalam pelaksanaan pembangunan desa.Kata kunci: evaluasi, padat karya tunai, pemberdayaan
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAK KEKERASAN YANG DILAKUKAN OLEH SUAMI TERHADAP ISTRI Siregar, Sutan; Pranjono, Pranjono
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 3, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v3i2.2019.74-83

Abstract

Di Indonesia banyak terjadi tindak pidana khususya KDRT, Salah satu contohnya yaitu Kekerasan dalam lingkup rumah tangga atau keluarga banyak dilakukan oleh seorang suami, seperti suami melakukan kekerasan terhadap istrinya dengan memukul atau menampar istrinya, menendang dan memaki-maki dengan ucapan yang kotor. Suami isteri seharusnya wajib saling cinta mencintai, hormat menghormati, setia dan memberi bantuan lahir bathin yang satu kepada yang lain. Akan tetapi, pada kenyataannya justru banyak rumah tangga menjadi tempat penderitaan dan penyiksaan karena terjadi tindakan kekerasan. Kekerasan dalam rumah tangga merupakan sebuah masalah yang tidak mampu ditanggulangi hanya dengan melihat Kitab Undang–Undang Hukum Pidana (yang selanjutnya disebut dengan KUHP). Karena di dalam KUHP hanya mengatur secara umum bentuk kekerasan. Oleh karena itu, diperlukan aturan khusus mengenai KDRT yaitu dibuatnya Undang–Undang No.23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Dimana tujuan dari pembetukan Undang-undang tersebut yaitu untuk mencegah terjadinya tindak KDRT di dalam keluarga. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga tersebut adalah untuk mencegah segala bentuk KDRT, melindungi korban KDRT, menindak pelaku KDRT dan mewajibkan negara dan masyarakat untuk berperan aktif dalam melaksanakan upaya pencegahan, perlindungan, dan penindakan pelaku sesuai dengan falsafah Pancasila dan UUD 1945. Rumah tangga merupakan ranah yang sangat privasi karena rumah tangga seharusnya bukan merupakan konsumsi publik maka penanganan kasus KDRT Dalam penyelesaian permasalahan kekerasan dalam rumah tangga ini kurang mendapatkan perlindungan yang mencukupi dan spesifik, bahkan permasalahan yang utama berkaitan dengan hukum berpusat pada tidak adanya hukum yang secara khusus memberikan perlindungan bagi korban dalam kekerasan dalam rumah tangga ini di Indonesia. Kata kunci : Hukum, Korban, Tindak Pidana, KDRT
PEMETAAN SEKTOR UNGGULAN UNTUK MENDUKUNG PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN PEGUNUNGAN ARFAK PROVINSI PAPUA BARAT Gumilar, Muhammad Gilang; Yuniyarti, Nur Aini
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 5, No 1 (2021): Pebruari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v5i1.2021.104-111

Abstract

Kabupaten Pegunungan Arfak di Provinsi Papua Barat, merupakan daeah otonom yang baru dibentuk dengan berbagai potensi sektor ekonomi yang dapat dikembangankan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daaerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sektor unggulan/basis maupun tidak kompetitif/non-basis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Jenis atau pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif. Data yang yaitu data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistika (BPS). Data yang dianalisis yaitu Produk Domestik regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan tahun 2010 Kabupaten Pegunungan Arfak dan Provinsi Papua barat tahun 2014-2019. Adapun teknik analisis yang digunakan yaitu Location Quotient (LQ) dengan alat analisis Microsoft Excel.Adapun hasil dari penelitian ini, yaitu terdapat 6 sektor unggulan yang berkontribusi cukup signifikan terhadap perekonomian Kabupaten Pegunungan Arfak. Kemudian, 11 sektor lainnya tidak kompetitif/unggulan karena belum mampu memenuhi kebutuhan daerah dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Pemerintah Daerah Kabupaten pegunungan Arfak diharapkan mampu mengelola dan meningkatkan kualitas sektor yang tidak kompetitif/non-basis .Kata kunci: pertumbuhan ekonomi, location quotient, sektor unggulan
Kebijakan Zonasi dan Tata Ruang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional dan Toko Modern di Kabupaten Sumenep Ikmal, Moh; Alam, Suluh Mardika
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 3, No 1 (2019): Pebruari 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v3i1.2019.20-28

Abstract

Upaya manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya terus berlangsung melalui berbagai cara dan bentuk. Salah satu bentuk pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat adalah melalui berdagang. Perdagangan menjadi pintu interaksi sosial masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Pasar menjadi salah satu sarana manusia untuk melakukan aktivitas transaksi jual beli barang dan jasa. Pertumbuhan pasar tidak hanya terjadi pada pasar tradisional, bahkan toko-toko modern seperti minimarket, supermarket, departemen store, hypermarket maupun grosir hampir menjamur ditanah air. Namun tingginya pertumbuhan toko modern saat ini justru menghadirkan kekhawatiran tersendiri bagi keberadaan pasar tradisional yang ada. Tahun 2010 survei yang dilakukan oleh AC Nielsen menggambarkan toko modern meningkat 31,4 persen pertahun, sedangkan pasar tradisional menurun 8,01 persen. Pasar tradisional Marengan adalah merupakan salah satu pasar tradisional di kabupaten sumenep yang tidak hanya belum memiliki fasilitas-fasilitas publik yang layak semisal lahan parkir, tempat ibadah dan kamar mandi serta toilet, namun juga keberadaannya juga terancam punah dikarenakan berdekatan dengan took modern (minimarket) yang berdiri dilokasi 200 meter dari pasar tersebut. Pertumbuhan minimarket yang berdiri dilokasi yang mendekati pasar-pasar tradisional tersebut memaksa Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk melakukan perlindungan, pemberdayaan pasar tradisional melalui Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2013 tentang perlindungan, pemberdayaan pasar tradisional. Kata kunci : Kebijakan, Pasar tradisional, Toko modern
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI VOTER TURNOUT PADA KALANGAN PEREMPUAN Ma'zhumi, Ihsan; Djuyandi, Yusa; Rahmatunnisa, Mudiyati
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 5, No 1 (2021): Pebruari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v5i1.2021.1-13

Abstract

Jumlah partisipasi perempuan dalam politik cukup menggembirakan. Data tentang pemilih selama sepuluh tahun terakhir menunjukkan peningkatan jumlah partisipasi perempuan dalam pemilihan selama pemilihan. Kegiatan memilih dalam ilmu politik umumnya dikenal sebagai partisipasi pemilih. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki faktor-faktor apa yang mempengaruhi jumlah pemilih. Untuk mendapatkan data, kami menggunakan kuesioner dikotomi untuk mendapatkan informasi tentang alasan apa yang ada di setiap responden yang membuat mereka memilih. Dengan menggunakan prosedur statistik nonparametrik, kami mengumpulkan hampir 400 responden. Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa usia, minat terhadap politik, hak warga negara, ukuran populasi, stabilitas populasi, kondisi perkembangan ekonomi, fragmentasi politik, sistem pemilihan, waktu pelaksanaan pemilihan, persyaratan pendaftaran pemilih dan pengaturan suara mempengaruhi jumlah perempuan. Hasil ini menyiratkan bahwa hal-hal yang menjadi alasan seseorang memberikan suaranya adalah sekumpulan konsep yang rumit. Jika penyelenggara pemilu dan peserta pemilu membutuhkan peningkatan jumlah pemilih di kalangan perempuan, mereka harus mempertimbangkan untuk melihat faktor internal dan eksternal secara holistik. Kata kunci :perempuan, politik, voter turnout
PENETRASI DIGITAL UNTUK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN: KEBERHASILAN PELAYANAN E-GOVERNMENT KOTA YOGYAKARTA Novriando, Alfi; Purnomo, Eko Priyo
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 4, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v4i2.2020.97-108

Abstract

Adopsi dari teknologi dalam berbagai sisi kehidupan, termasuk pemerintahan, menimbulkan pertanyaan tersendiri bagaimana konsep tersebut dapat diimplementasikan secara riil dalam kehidupan sehari-hari. Penulisan ini dilakukan untuk melihat keadaan penerapan E-Government sebagai produk dari kemajuan teknologi di bidang pemerintahan dalam praktik kehidupan bermasyarakat. Dalam penelitian ini, akan disajikan mengenai keberhasilan dari penerapan E-Government di Kota Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan analisis kualitatif yang berdasarkan metode deksriptif dengan menelusuri fakta-fakta empirik dalam topik pembahasan yang sedang dikaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan E-Government di Kota Yogyakarta telah berhasil sesuai dengan prinsip ketersediaan dan aksesibilitas yang ditunjukkan dengan tingkat penggunaan aplikasi Jogja Smart Service (JSS) yang tinggi di masyarakat. Meski demikian, pemerintah perlu untuk mengadakan sosialisasi dan edukasi terhadap masyarakt tentang pelayanan yang diberikan dalam bingkai E-Government. Selain itu, layanan dalam E-Government juga perlu mendapatkan pendampingan untuk terus berkembang dan disesuaikan dengan kondisi mutakhir yang ada dalam masyarakat.
DAMPAK COVID-19 PADA INDUSTRI SIARAN TELEVISI DI INDONESIA Mustafa, Mustafa
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 5, No 1 (2021): Pebruari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v5i1.2021.192-210

Abstract

COVID-19 membawa dampak bagi seluruh sektor kehidupan manusia termasuk media massa. Televisi menjadi favorit saat pemerintah mengeluarkan kebijakan berdiam di rumah dan pembatasan sosial berskala besar bagi warga di Indonesia. Menggunakan metode penelitian pustaka, penelitian ini ingin mengungkap apa dampak COVID-19 terhadap industri siaran televisi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan ada beberapa perubahan yang terjadi di industri televisi  Indonesia yakni menghentikan syuting program sementara, re run, siaran langsung tanpa penonton, siaran dari rumah, penerapan protokol kesehatan di studio dan lapangan untuk keperluan kru, serta bekerja dengan kru yang minimalis. Media televisi di Indonesia perlu serius untuk bertahan dan berkompetisi di tengah-tengah situasi yang tidak menentu.Kata kunci:  Covid-19; Industri, Nasional, Televisi, Program, Siaran
Inovasi Model Harvard Gender Untuk Mitigasi KARHUTLA Yang Inklusif Dan Berkelanjutan Analisis Dari Tingkat Stakeholder Hingga Tapak Di Kota Palangka Raya Silalahi, Juli Natalia; Saragih, Osi Karina; Pebrianti, Anisa; Sirait, Mahmudin
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i4.2025.2554-2570

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan mitigasi kebakaran hutan dan lahan dari tingkat pemangku kepentingan hingga tingkat lokal menggunakan perspektif gender, dan untuk menguji inklusivitas kebijakan tersebut terhadap perempuan dan kelompok rentan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan memanfaatkan wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen sebagai teknik pengumpulan data. Analisis menerapkan Kerangka Kerja Analitik Gender Harvard untuk memetakan peran, akses, dan kontrol berbasis gender, dilengkapi dengan teori demokrasi agonistik Chantal Mouffe untuk menguji relasi kekuasaan dan praktik eksklusif dalam kebijakan mitigasi kebakaran. Informan meliputi lembaga pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat lokal di Kelurahan Kereng Bangkirai, Kota Palangka Raya. Temuan menunjukkan bahwa mitigasi kebakaran hutan dan lahan masih didominasi oleh pendekatan teknokratis dan netral gender. Laki-laki cenderung mendominasi aktivitas teknis dan proses pengambilan keputusan, sementara perempuan lebih terlibat dalam peran domestik, sosial, dan ekonomi pendukung. Meskipun perempuan memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan sosial-ekologis, kontribusi ini tidak diakui secara formal dalam struktur kebijakan dan kelembagaan. Analisis demokrasi agonistik mengungkapkan bahwa kondisi ini dibentuk oleh relasi kekuasaan dan hegemoni kebijakan yang membatasi artikulasi politik perempuan. Studi ini menyimpulkan bahwa penguatan mitigasi kebakaran berkelanjutan membutuhkan integrasi kapasitas teknis, pemberdayaan sosial, dan pengakuan kepentingan yang saling bertentangan sebagai bagian inheren dari tata kelola demokratis. Model Gender Harvard terintegrasi yang dikembangkan dalam penelitian ini menawarkan kerangka kerja potensial untuk mempromosikan kebijakan mitigasi kebakaran hutan dan lahan yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan di tingkat lokal
KEKUATAN HUKUM ATAS GUGATAN PERDATA YANG DIAJUKAN SECARA LISAN DI PENGADILAN NEGERI PADANGSIDIMPUAN Rangkuti, Ridwan
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 2, No 1 (2018): Pebruari 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v2i1.2018.46-60

Abstract

AbstrakDalam kehidupan bermasyarakat, banyak menghadapi masalah-masalah yang serba komplek, terjadi pelanggaran yang sifatnya personal atau pribadi, bilamana terjadi pelanggaran hak sudah tentu adanya penyelesaian yang baik serta menurut aturan hukum yang berlaku dalam masyarakat berupa perundang-undangan. Untuk penyelesaiannya ada dua jalan yang dapat ditempuh yaitu dengan jalan berdamai tanpa melibatkan pihak pemerintah atau mengajukannya kepada yang berwenang dalam hal ini adalah lembaga peradilan dalam hal ini yaitu Pengadilan Negeri.Dalam mengajukan permasalahan tersebut tentu sudah harus membuat surat gugatan atau tuntutan hak dalam ini disebut dengan gugatan dimana gugatan ini ditulis atau dikomputer  yang bermaterai atau kertas segel.Dari ulasan yang telah dikemukakan di atas, dalam kaitan dengan pokok masalah dalam penulisan ini maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah  :Bagaimanakah kekuatan hukum atas gugatan perdata yang diajukan secara lisan ?Apakah hambatan-hambatan yang timbul dalam pembuktian perkara perdata atas gugatan yang diajukan secara lisan. ?Metode yang dipergunakan dalam menganalisa permasalahan penulis akan menggunakan metode penelitian secara deskriptif dengan cara Library Research dan Field Research dengan memakai teknik pengumpulan data dengan melalui interview dan studi dokumentasi, dan setelah data terkumpul akan diuji melalui teknik pengujian deduktif dan induktif.Dari data yang dihasilkan dalam penelitian bahwa gugatan yang diajukan secara lisan adalah syah secara hukum dan tidak ada masalah soal kekuatan hukum, hanya saja yang merupakan hambatan pihak penggugatnya tidak secara jelas mamajukan dasar-dasar pembuktiannya jika dikaitkan dengan dalil-dalil yang digugat.Keberadaan gugatan jika pengajuannya di lakukan lisan khususnya di pengadilan negeri Padangsidimpuan kenyataan gugatan lisan tersebut masih ada diterapkan.Kata kunci: Gugatan Perdata, Kekuatan Hukum