cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL MUQODDIMAH : Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora
ISSN : 25485067     EISSN : 25986236     DOI : -
Jurnal Ilmiah Muqoddimah merupakan kumpulan penelitian ilmiah tentang Ilmu Sosial, khususnya yang berhubungan dengan disiplin Ilmu Sosial, Politik, Administrasi dan Humaniora, diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, tujuan pengembangan jurnal ini adalah sebagai wadah publikasi hasil-hasil penelitian dan telaah kritis terhadap konsep-konsep baru dalam ilmu-ilmu sosial. Jurnal Ilmiah Muqoddimah menerima sumbangan artikel hasil penelitian dan artikel konseptual (non penelitian) dari penulis umum.Dalam setiap penerbitannya, satu tahun dua kali (periode Maret – Agustus dan September – Februari).
Arjuna Subject : -
Articles 1,546 Documents
Analisis Transformasi Digital Pelayanan Publik di Pemerintahan Kecamatan Hutaimbaru Kota Padangsidimpuan Ramadhona, Elfi Syahri; Juniasih, Tri Eva
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.346-354

Abstract

Transformasi digital dalam pelayanan publik menjadi strategi penting pemerintah untuk menciptakan tata kelola yang efisien, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menggambarkan kesiapan digital aparatur Kecamatan Hutaimbaru, mengidentifikasi hambatan dan peluang implementasi digitalisasi di tingkat kecamatan dan desa, serta merumuskan model kolaborasi digital yang dapat dijadikan acuan bagi daerah lain. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan studi lapangan, penelitian ini melibatkan 16 responden dari aparatur dan masyarakat melalui angket serta wawancara mendalam. Hasil menunjukkan bahwa aparatur berada pada kategori cukup siap secara digital, dengan kemampuan dasar mengoperasikan sistem dan komitmen terhadap inovasi. Hambatan utama meliputi keterbatasan jaringan internet, minimnya pelatihan, kurangnya fasilitas perangkat digital, dan rendahnya literasi masyarakat. Namun, terdapat peluang penguatan dari dukungan pimpinan, potensi generasi muda, dan kebijakan pemerintah pusat. Penelitian ini menghasilkan model Collaborative Digital Governance yang melibatkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan mitra eksternal untuk memperkuat integrasi sistem informasi dan kapasitas SDM. Secara keseluruhan, transformasi digital di Kecamatan Hutaimbaru masih dalam tahap adaptasi, dengan kepuasan masyarakat berada pada kategori cukup puas (63,8%), sehingga perlu peningkatan kompetensi aparatur dan infrastruktur digital.
Analisis Normatif Penyalahgunaan Teknologi Deepfake Dalam Kampanye Politik Digital Sebagai Tindak Pidana Siber Berdasarkan Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik (ITE) Hartono, Hartono; Hendra, Mohammad; Suryadi, Moh. Anton
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.591-601

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi yang dapat mengoptimalkan penggunakan Artifisial Intelegen dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa bernegara, dan berpolitik. Metode Penelitian ini menggunakana deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, dimana data diambil dari beberapa sumber, seperti buku, artikel ilmiah,  dan informasi-informasi dari media massa yang relevan. Hasil Penelitian ini adalah: Pertama, deepfake dalam kampanye politik digital di Indonesia banyak disalahgunakan untuk kepentingan manipulasi. Bentuknya meliputi penciptaan citra palsu kandidat, pembunuhan karakter lawan politik, penyebaran hoaks politik, hingga manipulasi opini publik. Modus yang sering dipakai adalah penggunaan akun anonim, penyebaran lewat media sosial dan aplikasi pesan instan, dukungan buzzer atau bot, serta peluncuran pada momen politik strategis. Kedua, Pasal 28 Ayat (2) UU ITE 2024 sudah memberi dasar hukum untuk menjerat penyalahgunaan deepfake, terutama jika digunakan untuk menyebarkan kebencian, hoaks, atau propaganda politik. Namun, aturan ini masih bersifat umum dan sering menimbulkan multitafsir sehingga berisiko dipakai untuk mengekang kritik atau ekspresi sah. Ketiga, secara yuridis, Pasal 28 ayat (2) UU ITE 2024 sudah memberi landasan yang cukup untuk menindak penyalahgunaan deepfake yang menimbulkan kebencian atau permusuhan, namun penerapannya menghadapi kendala serius. Unsur delik seperti kesengajaan, distribusi, dan akibat kebencian sulit dibuktikan tanpa dukungan forensik digital yang andal, sementara kapasitas aparat dan laboratorium siber masih terbatas. Penelitian ini disimpulkan bahwa Pasal 28 ayat (2) UU ITE masih membutuhkan perbaikan secara optimal, supaya menjadi UU yang tegas dan aman untuk diterapkan dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan berpolitik.
Komunikasi Politik Bencana Sumatera: Respons Akun Resmi Partai Gerindra di Media Sosial X Romadhoni, Budi Arista; Nugroho, Adi; Permana, Naufal Rizqi
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.251-260

Abstract

Penelitian ini menyoroti pergeseran strategi komunikasi digital Partai Gerindra di platform X (@Gerindra) saat menghadapi situasi krisis bencana Banjir Sumatera pada akhir tahun 2025. Di tengah dominasi pemilih Gen Z yang menuntut interaksi otentik, gaya komunikasi Gerindra yang semula santai dan humoris diuji efektivitasnya dalam menjalankan fungsi pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap apakah media sosial partai mampu bertransformasi menjadi ruang publik deliberatif atau sekadar alat propaganda digital (politik imagologi) di tengah krisis. Menggunakan metode Netnografi dengan paradigma konstruktivisme dan analisis tematik, penelitian ini mengkaji interaksi serta unggahan akun @Gerindra pada periode 27 November hingga 24 Desember 2025. Temuan penelitian mengidentifikasi empat tipologi narasi utama: diseminasi informasi krisis dan mitigasi teknis, personalisasi kepemimpinan elit, politik akuntabilitas melalui penegakan disiplin internal, serta narasi rekonstruksi pasca-bencana. Hasil analisis menunjukkan bahwa @Gerindra berhasil melampaui strategi Pull Political Marketing konvensional dengan menerapkan "Interaktivitas Berbasis Tindakan" untuk menjawab paradoks deliberasi. Meskipun komunikasi yang terbangun masih bersifat deliberasi terbimbing (guided deliberation), akun tersebut terbukti fungsional sebagai jembatan informasi krisis, mengurangi kesenjangan antara retorika politik dengan kebutuhan substantif publik.
Studi Komparatif Strategi Nation Branding Prancis (Paris 2024) dan Tiongkok (Beijing 2022) dalam Membangun Citra Internasional Makasabat, Rifals Aflaha; Jason Tan, Gabriel Alessandro; Yohana S, Helga
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.486-497

Abstract

Olimpiade Paris 2024 dan Tiongkok dalam Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 untuk membangun citra internasional. Kerangka teori yang digunakan adalah Nation Brand Hexagon Simon Anholt yang mencakup enam dimensi Tourism Governance Culture and Heritage People Exports serta Investment and Immigration. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi komparatif melalui analisis dokumen laporan resmi publikasi media internasional kampanye digital serta materi promosi kedua penyelenggaraan Olimpiade. Data dianalisis menggunakan pendekatan thematic analysis untuk melihat bagaimana strategi masing masing negara memanfaatkan mega event olahraga sebagai instrumen diplomasi publik dan upaya pembentukan citra nasional. Hasil penelitian diharapkan memperlihatkan perbedaan karakter strategi branding kedua negara serta memberikan pemahaman mengenai peran Olimpiade sebagai sarana strategis dalam meningkatkan citra internasional.
Aspek Hukum Perjanjian Cabang Usaha Kuliner Non-Waralaba: Studi Kasus Bakso Hebat Mataram Pekanbaru Arifin, Ahmad Baqi; Fitrianto, Bambang; Nurhayati, Siti
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.171-177

Abstract

Banyak usaha kuliner di Indonesia berkembang menggunakan pola cabang non-waralaba yang hanya didasarkan pada kesepakatan sederhana antara pemilik dan mitra. Kondisi ini menimbulkan persoalan hukum terkait hak, kewajiban, dan kepastian hukum para pihak. Penelitian ini bertujuan menganalisis akibat hukum dari perjanjian kerja sama cabang non-waralaba serta merumuskan bentuk perlindungan hukum yang ideal. Metode yang digunakan ialah penelitian hukum normatif dengan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dan analisis kasus Bakso Hebat Mataram di Pekanbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjanjian non-waralaba yang tidak komprehensif menimbulkan lemahnya perlindungan hukum dan potensi sengketa. Oleh karena itu, dibutuhkan kontrak tertulis yang memenuhi syarat sah perjanjian menurut Pasal 1320 KUHPerdata dengan memuat klausul pembagian hasil, penggunaan merek, standar operasional, dan penyelesaian sengketa.
Collaborative Governance Pengembangan "Living Lab" Sekolah Bidang Lingkungan Hidup: Studi Kasus Kemitraan SMPN 3 Katingan Kuala Dengan PT. Pagatan Usaha Makmur Angga Pratama, Rendi; Irwani, Irwani; Busyairi, Muhammad Hasan
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.66-78

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik collaborative governance dalam pengembangan living lab sekolah bidang lingkungan hidup melalui studi kasus kemitraan antara SMPN 3 Katingan Kuala dan PT Pagatan Usaha Makmur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemitraan SMPN 3 Katingan Kuala dan PT Pagatan Usaha Makmur telah membentuk praktik collaborative governance yang berjalan secara konsisten dan berkelanjutan. Kolaborasi diwujudkan melalui berbagai kegiatan edukatif dan partisipatif, seperti MPLS Menyenangkan berbasis outing class, peringatan Hari Orang Utan Sedunia, guru tamu kehutanan, penguatan peran orang tua melalui ngaji parenting, kegiatan cinta lingkungan, outing class di hutan konsesi, hingga pengembangan Laboratorium Green School. Selain itu juga terdapat inovasi BAKAT ECOBRIK sebagai bentuk penguatan living lab yang bersifat transformatif. Inovasi ini mengintegrasikan pendidikan, konservasi lingkungan, dan ekonomi sirkular melalui tiga pilar utama, yaitu Laboratorium Green School, Bank Sampah, dan Kandang Cerdas. Collaborative governance efektif sebagai kerangka pengembangan living lab sekolah bidang lingkungan hidup, terutama ketika didukung oleh komitmen aktor, kesesuaian dengan konteks lokal, dan orientasi keberlanjutan jangka panjang. Temuan ini memberikan kontribusi empiris bagi kajian administrasi publik, khususnya pada pengembangan model kolaborasi sekolah–swasta dalam pendidikan lingkungan hidup berbasis inovasi lokal. 
Transformation Toward Beyond Sustainability: A Community Based Tourism Development Model In North Lombok Regency Zitri, Ilham; Subandi, Azwar; Pratama, Danur Wenda
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.393-406

Abstract

Sustainable tourism development often prioritizes economic growth and environmental protection while giving limited attention to social inclusion and community empowerment. This study explores the transformation of tourism governance in North Lombok Regency, Indonesia, following the 2018 earthquake and the COVID-19 pandemic, through a Beyond Sustainability lens informed by Community-Based Tourism (CBT). Using a descriptive qualitative approach, policy documents and tourism performance data were analyzed through content analysis and social network analysis to examine collaboration among government, community groups, academics, and the private sector. The findings indicate a clear shift from an economy-centered model toward inclusive, community-driven tourism governance. Local government plays a facilitative role by strengthening tourism awareness groups (Pokdarwis), supporting the creative economy, advancing digital promotion, and implementing green tourism policies. Tourism arrivals increased by 113% within two years, local revenue rose by 46%, and tourism villages expanded from five to eight. Network analysis reveals a density of 0.62, with the Senaru Tourism Office and Pokdarwis showing the highest centrality. These results demonstrate that institutionalized multi-actor collaboration and community empowerment provide a transferable policy framework for post-disaster and emerging tourism regions.
Preferensi Politik Pemilih Muslim di Bali; Perspektif Perilaku dalam Pemilihan Legislatif Tahun 2024 Bandiyah, Bandiyah
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.305-315

Abstract

Penelitian ini menganalisis preferensi politik pemilih muslim di Bali dalam pemilihan anggota DPRD dan DPR RI dengan pendekatan behavioral. Sebagai kelompok minoritas, umat Muslim di Bali menghadapi tantangan representasi politik yang berbeda dibanding daerah mayoritas. Penelitian menggunakan mixed methods dengan menjadikan literatur sebagai data primer dan hasil survei sebagai data sekunder. Literatur memberikan kerangka teoritis tentang perilaku pemilih melalui model sosiologis, psikologis, dan rasional, sedangkan survei terhadap 70 responden Muslim di Bali memberikan data empiris mengenai pola pilihan politik. Hasil analisis menunjukkan bahwa dimensi sosiologis lebih dominan dibanding psikologis dan rasional-ekonomi, dengan rata-rata tertinggi (32,89). Identitas agama, latar belakang pendidikan, serta ikatan organisasi tetap menjadi pertimbangan utama dalam memilih calon legislatif. Namun, pemilih juga menunjukkan fleksibilitas dengan menerima calon dari partai nasionalis maupun non-Muslim apabila program dan rekam jejak dianggap relevan. Temuan ini menegaskan bahwa preferensi pemilih Muslim di Bali bersifat multidimensi: identitas tetap penting, tetapi rasionalitas pragmatis juga berperan. Implikasinya, strategi elektoral berbasis eksklusivitas agama kurang efektif, sementara pendekatan inklusif berbasis program memiliki peluang lebih besar.
Strategi Pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) Kolaboratif Dalam Sinergi Antara BUMDes dan Koperasi Merah Putih Harahap, Agus Salim; Suseno, Bambang; Dalimunthe, Elda Rosni
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.543-559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis strategi pengelolaan sumber daya manusia (SDM) kolaboratif dalam sinergi antara BUMDes dan Koperasi Merah Putih guna mewujudkan keberlanjutan pembangunan ekonomi desa. Pendekatan penelitian menggunakan Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA 2020, mencakup analisis terhadap 35 artikel ilmiah terindeks Sinta 2 dan internasional yang terbit antara tahun 2018–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan SDM kolaboratif merupakan elemen fundamental dalam memperkuat struktur kelembagaan dan meningkatkan kinerja ekonomi desa. Tiga temuan utama yang diidentifikasi meliputi: (1) pentingnya kepemimpinan kolaboratif dan budaya gotong royong sebagai fondasi sinergi kelembagaan; (2) penerapan digitalisasi SDM dan inovasi terbuka sebagai penggerak efisiensi organisasi; dan (3) penguatan tata kelola partisipatif melalui kolaborasi lintas lembaga dan sektor. Melalui sintesis sistematis, penelitian ini menghasilkan model konseptual baru yaitu Collaborative Human Resource Management for Sustainable Village Economy (CHRM-SVE) yang mengintegrasikan prinsip collaborative governance, sustainable HRM, dan community-based development.
Hilangnya Rasa dalam Pernikahan sebagai Alasan Perceraian: Ditinjau Dari Hukum Perkawinan Istifaroh, Nur Parisa; Zubaedah, Rahmi
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.208-211

Abstract

Pernikahan sebagai ikatan suci sering mengalami kehilangan rasa cinta (hilangnya rasa) yang berpotensi memicu perceraian, meskipun tidak secara eksplisit diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Penelitian ini mengkaji apakah hilangnya rasa dapat dijadikan dasar perceraian, prasyarat bukti, proses hukum, serta akibatnya. Menggunakan pendekatan normatif-empiris dengan analisis pustaka primer, hasil menunjukkan hilangnya rasa bukan alasan langsung, melainkan melalui pertengkaran berkelanjutan. Perceraian memerlukan mediasi pengadilan dan bukti ketidakrukunan. Disarankan konseling pra-perceraian untuk menjaga keutuhan keluarga.