cover
Contact Name
Anissa Lestari Kadiyono
Contact Email
anissa.lestari@unpad.ac.id
Phone
+6281311114811
Journal Mail Official
jurnal.psp@unpad.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Bandung Sumedang KM. 21 Jatinangor - Sumedang 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Psychological Science and Profession
ISSN : 25983075     EISSN : 26142279     DOI : https://doi.org/10.24198/jpsp
Aim: Jurnal ini memuat artikel ilmiah hasil penelitian yang terkait dengan keilmuan dasar psikologi dan penerapannya dalam keprofesian Psikolog. Scope: Adapun bidang psikologi yang termasuk di dalamnya yaitu Psikologi Klinis baik dewasa, anak maupun remaja, Psikologi Industri & Organisasi, Psikologi Pendidikan, Psikologi Sosial, dan Psikologi Umum & Eksperimen.
Articles 208 Documents
Gambaran Nonsuicidal Self-Injury pada Remaja Korban Kekerasan Keluarga Yuditha, Salshabilla; Soetikno, Naomi
Journal of Psychological Science and Profession Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v8i1.53009

Abstract

Kekerasan terhadap anak dapat dilakukan oleh bebagai pihak, termasuk keluarga. Sebagai bentuk kegagalan bertindak oleh orang tua, kekerasan terhadap anak dapat mengakibatkan hal-hal berisiko seperti perilaku maladaptif yaitu nonsuicidal self-injury (NSSI). Tujuan dari penelitian ini adalah melihat gambaran NSSI pada remaja korban kekerasan keluarga. Teknik sampling yang digunakan adalah non-random dengan jenis purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner menggunakan alat ukur Childhood Trauma Questionnaire-Short Form (CTQ-SF) dan The Inventory of Statement About Self-Injury (ISAS). Analisis yang dilakukan adalah analisis uji rerata dan uji-t menggunakan SPSS. Hasil penelitian menemukan bahwa jenis tindakan NSSI yang paling banyak dilakukan oleh partisipan adalah membenturkan/memukul diri, mencubit dengan keras, dan menggaruk dengan keras. Laki-laki dan perempuan melakukan jenis NSSI yang berbeda pada perilaku mencubit dengan keras. Kekerasan emosional adalah jenis kekerasan yang paling umum dialami di antara jenis kekerasan lain pada remaja yang melakukan tindakan NSSI. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran terhadap pengembangan kesehatan mental pada remaja melalui psikoedukasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara langsung.
Hubungan Sikap terhadap Kematian dengan Spiritual Well-Being Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran Amalia, Rizki; Trirahardjo, Sunggoro
Journal of Psychological Science and Profession Vol 7, No 3 (2023): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v7i3.49325

Abstract

Mahasiswa sebagai kelompok yang telah memahami bahwa kematian adalah akhir kehidupan merasa harus mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Mayoritas mahasiswa menyebutkan ibadah dan aktivitas keagamaan adalah bekal untuk mempersiapkan kematian. Hal ini menunjukkan adanya komponen spiritual well-being yaitu personal, komunal, lingkungan, dan Tuhan yang akan membentuk sikap terhadap kematian, yaitu sikap fear of death, death avoidance, neutral acceptance, approach acceptance, dan escape acceptance. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara sikap-sikap dalam Death Attitude Profile dengan spiritual well-being mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan noneksperimental korelasional. Subjek penelitian adalah 266 mahasiswa dengan teknik stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara sikap approach acceptance dengan spiritual well-being (r = .485, p = .000), serta hubungan negatif yang signifikan antara sikap escape acceptance dengan spiritual well-being (r = -.211, p = .001). Dengan memercayai adanya kehidupan setelah kematian, mahasiswa akan selalu berusaha menjalani hidupnya dengan utuh dan penuh makna sehingga spiritual well-being-nya akan tinggi. Sebaliknya, mahasiswa dengan sikap escape acceptance menganggap kematian sebagai jalan untuk menghindari penderitaan hidup yang bertentangan dengan karakteristik mahasiswa dengan spiritual well-being yang tinggi.
Gambaran Home Literacy Environment pada Anak Usia 3–6 Tahun di Kota Medan Ginting, Monalysa; Purwanti, Margaretha
Journal of Psychological Science and Profession Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v8i2.53884

Abstract

Keterampilan literasi dan minat membaca masyarakat yang rendah masih menjadi tantangan bagi Indonesia, termasuk Medan sebagai salah satu kota besar. Penguatan fondasi literasi dimulai sejak anak berusia dini, yaitu keterampilan pramembaca dan menulis anak yang sering disebut sebagai emergent literacy. Keterampilan literasi dini ini dapat ditingkatkan melalui keterlibatan orang tua dalam menyediakan home literacy environment yang baik bagi anak. Studi ini bertujuan melihat gambaran dari home literacy environment yang dimiliki oleh anak berusia 3–6 tahun di Kota Medan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 398 partisipan. Pengambilan data dilakukan melalui pengisian kuesioner Home Literacy Environment yang dikembangkan oleh Buvaneswari dan Padakannaya (2017) berdasarkan lima dimensi dengan seluruh koefisien ɷ di atas .70. Adapun hasil penelitian menunjukkan mayoritas anak berusia 3–6 tahun di Kota Medan memiliki lingkungan fisik literasi, kebiasaan literasi orang tua, kebiasaan literasi anak, serta interaksi orang tua dan anak selama melakukan aktivitas literasi berada dalam kategori sedang, sedangkan keyakinan orang tua mengenai literasi berada dalam kategori tinggi. Meskipun demikian, home literacy environment belum cukup optimal karena kegiatan membaca masih minim dilakukan, baik oleh orang tua maupun anak. Peran sekolah masih dianggap lebih dominan untuk mengajarkan keterampilan literasi pada anak.
Peran Employability Development Opportunities terhadap Employability Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran Indrawan, Altamahira Amara Zahra; Batubara, Megawati
Journal of Psychological Science and Profession Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v8i1.47353

Abstract

Bonus demografi dan tingginya pengangguran di Indonesia mengakibatkan persaingan yang ketat di pasar dunia kerja. Untuk itu, mahasiswa tingkat akhir sebagai calon lulusan yang akan menghadapi dunia kerja perlu memiliki kesiapan kerja (employability) agar dapat bersaing dengan calon lulusan lainnya dalam upaya mendapatkan tempat kerja. Perguruan tinggi memiliki peran vital dalam pengembangan kesiapan kerja. Struktur yang dibuat oleh perguruan tinggi untuk mendukung employability mahasiswa disebut dengan employability development opportunities (EDO). Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran EDO terhadap employability mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran (Unpad). Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode analisis regresi linier berganda. Subjek penelitian terdiri dari 86 mahasiswa tingkat akhir Fakultas Psikologi Unpad yang diperoleh menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner online yang juga disebarkan secara online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enam jenis EDO, yaitu curriculum, work experience, career development learning, real world activities, personal development planning, dan extracurricular activities memiliki peran yang signifikan terhadap employability sebesar 34.5%. Selain itu, ditemukan pula bahwa terdapat peran yang signifikan dari jenis personal development planning terhadap employability mahasiswa sebesar 27.4%. Artinya, semakin tinggi/banyak program yang diberikan pada jenis tersebut kepada mahasiswa, maka akan semakin tinggi pula kesiapan kerjanya.
Art Therapy Untuk Mengurangi Perilaku Agresivitas pada Anak Jalanan Maharani, Aulya; Suroso, Suroso; Pratitis, Niken
Journal of Psychological Science and Profession Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v8i2.53791

Abstract

Anak jalanan adalah anak tunawisma yang hidup di jalanan. Menurut UNICEF, anak jalanan didefinisikan berusia di bawah 18 tahun, tinggal di lahan kosong yang tidak memadai, dan biasanya kurang diawasi. Kehidupan anak jalanan penuh dengan berbagai permasalahan, seperti insiden kekerasan, eksploitasi, dan pelecehan seksual kini kerap menjadi sorotan. Secara psikologis, lingkungan tersebut tidak mendukung bagi perkembangan emosi dan mental anak jalanan. Anak jalanan sering dikaitkan oleh masyarakat dengan perilaku agresivitas yang muncul sebagai respons terhadap ancaman kelangsungan hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan apakah art therapy dapat mengurangi tingkat agresivitas pada anak jalanan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif model eksperimen dengan desain two-group pre-test dan post-test design. Jumlah sampel pada kelompok eksperimen dan kontrol masing-masing 17 anak. Sampel dipilih berdasarkan teknik purposive sampling dengan kriteria terlibat dalam komunitas Save Street Child Sidoarjo (SSCS), dalam rentang usia 10-11 tahun, merupakan siswa Sekolah Dasar (SD), dan memiliki skor tinggi pada skala tingkat agresivitas. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil analisis menunjukkan adanya reduksi signifikan pada tingkat agresivitas anak jalanan yang diberikan art therapy. 
Hubungan Perceived Social Support dengan Psychological Well-Being pada Ibu Bekerja Sulaeman, Mikaila Reggiana; Kustimah, Kustimah
Journal of Psychological Science and Profession Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v8i1.53033

Abstract

Ibu bekerja di Indonesia menjalankan peran ganda, di mana mereka dihadapkan pada tuntutan tanggung jawab domestik dan profesional. Psychological well-being dari ibu menjadi krusial dalam menjalankan kedua peran tersebut. Meskipun dukungan dari keluarga dan tempat kerja dianggap berpengaruh bagi kesejateraan ibu, belum banyak peneliti yang mengkaji hubungan antara keduanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perceived social support dengan psychological well- being pada ibu bekerja di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif noneksperimental dan jenis penelitian korelasional. Sampel sebanyak 617 ibu bekerja di Indonesia diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan melibatkan Psychological Well-Being Scale (PWBS) oleh Ryff dan Social Provision Scale (SPS) oleh Cutrona dan Russell. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki psychological well-being dan perceived social support pada tingkat tinggi. Uji korelasi Spearman menegaskan hubungan positif yang kuat dan signifikan antara perceived social support dan psychological well- being ibu bekerja (r = .654, p < .01). Temuan ini menjelaskan pentingnya faktor perceived social support dalam meningkatkan psychological well-being ibu pekerja.
Pengalaman Mencapai Flourishing pada Masa Quarter-Life Crisis Yunanto, Taufik Akbar Rizqi; Putra, Defrian Ardella Afianto
Journal of Psychological Science and Profession Vol 7, No 3 (2023): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v7i3.49496

Abstract

Emerging adulthood adalah fase di mana individu berusia sekitar 20 tahun menghadapi tantangan, yang apabila tidak diatasi dengan baik, dapat menyebabkan quarter-life crisis. Tantangan yang dihadapi meliputi tuntutan hidup mandiri, menemukan pekerjaan, mengeksplorasi diri, pemaknaan diri yang dalam, membangun relasi yang baik, dan berbagai tantangan lainnya. Hal tersebut berpengaruh terhadap perubahan perilaku dalam proses memperoleh kesehatan mental tertinggi, yaitu flourishing. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat lebih dalam mengenai pengalaman dan pemaknaan flourishing pada masa quarter-life crisis. Partisipan penelitian adalah dua orang perempuan berusia 22 tahun yang berada pada masa quarter-life crisis. Desain yang digunakan adalah kualitatif fenomenologis. Penggalian data dilakukan dengan wawancara semiterstruktur. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data tematik. Hasil penelitian ini menemukan 12 tema, yaitu: bentuk masalah krisis, faktor penyebab krisis, dampak masalah terhadap diri, peran pengalaman dalam menghadapi krisis, sikap terhadap krisis, pola pembentukan hubungan, pengaruh hubungan terhadap krisis, cara menjaga hubungan, dampak pemaknaan diri terhadap kehidupan, bentuk pencapaian, peran pencapaian terhadap masa krisis, dan proses meraih pencapaian terhadap masa krisis. Pengalaman, pemaknaan, usaha, dan pencapaian juga berperan dalam pembentukkan flourishing pada kelima aspek PERMA.
Studi Pengaruh Intentional Learning dengan Metode Writing-to-Learn pada Kemampuan Recall Saragih, Josua Windy; Noer, Afra Hafny; Pebriani, Lucia Voni
Journal of Psychological Science and Profession Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v8i2.54584

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk membuktikan pengaruh intentional learning dengan metode writing-to-learn (WTL) pada kemampuan recall. Keberadaan prompt sebagai operasionalisasi WTL pada intentional learning berfungsi sebagai pengarah intensi kepada proses atensi yang lebih terfokus serta kemampuan recall yang meningkat. Penempatan instruksi menulis dan penggunaan writing prompt yang tepat dapat mengarahkan pada kegiatan belajar yang lebih efektif. Dilakukan eksperimen terhadap penempatan writing prompt dengan mengukur kemampuan recall hasil belajar. Terdapat 64 partisipan mahasiswa Psikologi yang dibagi ke dalam 2x2 nonequivalent between subject design, yaitu menulis “dengan prompt” dan “tanpa prompt” serta diberi tahu bahwa terdapat kegiatan menulis “sebelum” dan “sesudah” menonton video pembelajaran. Berdasarkan uji statistik Kruskal-Wallis, ditemukan bahwa terdapat perbedaan signifikan antarkelompok eksperimen (H(3) = 18.391, p < .00). Terdapat perbedaan signifikan pada kemampuan recall pada kedua kelompok menulis “dengan prompt” (z = -24.267, p < .05) serta pada kedua kelompok menulis “tanpa prompt” (z = 13.611, p < .05). Ditemukan bahwa perbedaan penempatan pemberitahuan kegiatan menulis serta penggunaan prompt dalam tulisan memengaruhi atensi partisipan yang berpengaruh pada kemampuan recall. Hal ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh intentional learning dengan metode WTL pada kemampuan recall. Namun, prompt yang kurang familiar memunculkan orienting response sehingga hasil dari eksperimen ini perlu dibahas lebih lanjut.
Are the People of West Java Ready to Face the Covid-19 Pandemic? Study of Psychological Capital and Learning Agility Nugraha, Yus; Yanuarti, Nurul; Hami, Azhar El
Journal of Psychological Science and Profession Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v8i1.50247

Abstract

Designing policies to prepare a resilient society to face sudden downturns is very important for the government, for example, when society faces the impact of the Covid-19 pandemic. In this case, the principal capitals that the community must rely on are their psychological readiness and also their ability to learn quickly in difficult situations. These principle capitals are then called psychological capital and learning agility. West Java is one of the provinces that contributes to the country's economy strategically; in this case, it is necessary to always pay attention to the readiness of its people, especially in certain professions that have been directly affected by the difficult situation during the Covid-19 pandemic. This research was conducted on 215 participants who were laborers, online motorcycle-taxi drivers, microbusiness owners, and teachers using an incidental sampling method. The results show that people in West Java with these four professions have psychological capital that makes them psychologically ready to face challenges in difficult situations (Covid-19 pandemic) and have the willingness to learn and master new competencies quickly. These traits support them in overcoming the challenges that suddenly came during the Covid-19 pandemic.
Keterkaitan Self-Acceptance dan Body Image pada Perempuan yang Telah Melahirkan Utari, Ni Putu Ayu; Retnoningtias, Diah Widiawati; Septiarly, Yashinta Levy
Journal of Psychological Science and Profession Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v8i1.53111

Abstract

Sejatinya, proses melahirkan memunculkan perasaan bahagia, tetapi kerapkali terjadi perasaan tidak puas akan tubuh dan tidak mampu menerima diri. Studi terdahulu mengkaji body image dan self-acceptance, tetapi dengan subjek penelitian berbeda dan kedudukan variabel yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kaitan antara self-acceptance dan body image pada perempuan yang telah melahirkan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Sampel penelitian ini adalah 389 perempuan berusia 22–40 tahun yang telah melahirkan dengan usia kelahiran anak 0–36 bulan. Teknik penentuan sampel adalah purposive sampling. Data penelitian dikumpulkan melalui skala Self-Acceptance dan skala Body Image. Data penelitian dianalisis dengan uji korelasi Spearman’s rho dan program IBM SPSS Statistics 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-acceptance memiliki hubungan yang signifikan, kuat, dan bernilai positif dengan body image (p < .001; r = .659). Artinya, makin tinggi self- acceptance, makin tinggi body image. Di sisi lain, makin rendah self-acceptance, makin rendah body image. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi bagi keilmuan psikologi, khususnya mengenai hubungan self-acceptance dengan body image pada perempuan yang telah melahirkan. Hasil penelitian juga membuka perspektif baru pada perempuan yang telah melahirkan bahwa penerimaan diri setelah melahirkan akan membantu terwujudnya citra tubuh yang positif.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 3 (2025): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 8, No 3 (2024): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 7, No 3 (2023): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 6, No 3 (2022): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 5, No 3 (2021): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 4, No 3 (2020): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 3, No 3 (2019): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 2, No 3 (2018): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 2, No 3 (2018): Psikologi Sains dan Profesi Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 2, No 2 (2018): Psikologi Sains dan Profesi Vol 2, No 1 (2018): Psychological Science and Profession Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 2, No 1 (2018): Psikologi Sains dan Profesi Vol 1, No 3 (2017): Psychological Science and Profession Vol 1, No 3 (2017): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess More Issue