cover
Contact Name
Anissa Lestari Kadiyono
Contact Email
anissa.lestari@unpad.ac.id
Phone
+6281311114811
Journal Mail Official
jurnal.psp@unpad.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Bandung Sumedang KM. 21 Jatinangor - Sumedang 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Psychological Science and Profession
ISSN : 25983075     EISSN : 26142279     DOI : https://doi.org/10.24198/jpsp
Aim: Jurnal ini memuat artikel ilmiah hasil penelitian yang terkait dengan keilmuan dasar psikologi dan penerapannya dalam keprofesian Psikolog. Scope: Adapun bidang psikologi yang termasuk di dalamnya yaitu Psikologi Klinis baik dewasa, anak maupun remaja, Psikologi Industri & Organisasi, Psikologi Pendidikan, Psikologi Sosial, dan Psikologi Umum & Eksperimen.
Articles 208 Documents
Hubungan Kebahagiaan dengan Kemampuan Beradaptasi Karier pada Karyawan di Awal Karier Anjani, Manisa Fitri; Pratiwi, Marisya
Journal of Psychological Science and Profession Vol 7, No 3 (2023): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v7i3.47901

Abstract

Tahap awal karier dimulai pada usia 18−35 tahun. Individu harus mampu menjalani kariernya dengan berbagai perubahan. Untuk mengatasi hal tersebut, dibutuhkan kemampuan beradaptasi karier. Kebahagiaan merupakan dampak tingginya dari kemampuan beradaptasi karier dalam menangani stres dengan merencanakan hasil kerja dan penanganan beban kerja institusi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kebahagiaan dengan kemampuan beradaptasi karier pada karyawan di awal karier. Hipotesis penelitian adalah terdapat hubungan antara kebahagiaan dengan kemampuan beradaptasi karier pada karyawan di awal karier. Data diperoleh dari 169 karyawan di awal karier saat pengambilan data dan menggunakan 50 karyawan di awal karier saat uji coba. Teknik pengambilan sampel penelitian adalah nonprobability sampling. Berdasarkan hasil analisis korelasi, kebahagiaan dan kemampuan beradaptasi karier diperoleh r = .579 (p < .05). Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif  signifikan antara kedua variabel. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima.
Peran Strategi Koping dan Dukungan Sosial terhadap Compassion Fatigue pada Petugas Layanan Perlindungan Anak Gultom, Lydia Agnes; Purba, Fredrick Dermawan; Setyowibowo, Hari
Journal of Psychological Science and Profession Vol 8, No 3 (2024): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v3i8.58375

Abstract

Petugas layanan perlindungan anak sering menghadapi situasi traumatis dan tekanan emosional yang dapat memicu compassion fatigue. Jenis strategi koping yang digunakan berperan dalam berkembangnya compassion fatigue sementara dukungan sosial dapat mendorong penggunaan strategi koping yang lebih efektif. Namun, penelitian terkait peran strategi koping dan dukungan sosial terhadap compassion fatigue pada petugas layanan perlindungan anak di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris tentang peran strategi koping dan dukungan sosial dalam memprediksi compassion fatigue pada petugas layanan perlindungan anak. Melalui convenience sampling, 216 petugas dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) serta Unit Pelayanan Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) menjadi partisipan. Pengukuran dilakukan menggunakan Professional Quality of Life Scale Version 5 (ProQoL-5), The Brief Coping Orientation to Problems Experienced (COPE) Inventory, dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Analisis regresi linier berganda menggunakan IBM SPSS Statistics 25 menunjukkan emotional-focused coping, problem-focused coping, dysfunctional coping, dan dukungan sosial bersama-sama memprediksi compassion fatigue sebesar 23,3%. Dysfunctional coping ditemukan signifikan memprediksi compassion fatigue. Penggunaan dysfunctional coping meningkatkan risiko compassion fatigue pada petugas layanan perlindungan anak. Oleh karena itu, penting bagi petugas layanan perlindungan anak untuk mengurangi penggunaan dysfunctional coping dalam mengelola stres demi mencegah compassion fatigue.
Mengatasi Tantangan Pascaamputasi: Dinamika Resiliensi pada Pria Dewasa Muda Qonitatin, Novi; Rahmawati, Ira Shofa
Journal of Psychological Science and Profession Vol 8, No 3 (2024): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v3i8.57909

Abstract

Proses amputasi memaksa individu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan fisik yang signifikan, terutama pada pria dewasa muda yang berada pada fase penting dalam perkembangan hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika resiliensi pada pria dewasa muda yang mengalami disabilitas fisik akibat amputasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan teknik interpretative phenomenological analysis (IPA). Partisipan dipilih melalui teknik purposive sampling dengan kriteria pria berusia 18−40 tahun yang telah mengalami amputasi minimal satu tahun. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga tema utama: konflik pascaamputasi, titik balik perubahan, dan proses penerimaan diri. Konflik pascaamputasi mencakup perubahan emosi dan kondisi keterasingan, yang memperlihatkan tantangan besar dalam penyesuaian diri. Titik balik perubahan ditandai oleh penguatan dari lingkungan dan motivasi internal, yang berperan penting dalam mengubah perspektif partisipan. Proses penerimaan diri melibatkan perjalanan dari penolakan terhadap kondisi fisik, perubahan cara pandang, hingga pemaknaan hidup baru pascaamputasi. Kesimpulannya, resiliensi pada pria dewasa muda pascaamputasi merupakan proses dinamis yang didorong oleh interaksi antara dukungan sosial dan kekuatan internal. Penelitian ini menekankan pentingnya dukungan jangka panjang dan program intervensi yang komprehensif untuk mendukung proses adaptasi yang berkelanjutan.
Kepribadian Introvert dan Gejala Kecemasan Sosial pada Mahasiswa Psikologi di Bali Diptania, Anak Agung Made; Hardika, I Rai; Retnoningtias, Diah Widiawati
Journal of Psychological Science and Profession Vol 8, No 3 (2024): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v3i8.57766

Abstract

Mahasiswa psikologi cenderung mengalami tingkat kecemasan yang banyak karena tuntutan perkuliahan yang melibatkan interaksi langsung dan komunikasi aktif dengan beragam individu. Ketika mahasiswa mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain, itu merupakan bentuk dari gejala kecemasan sosial. Salah satu penyebab internal dari kecemasan adalah faktor kepribadian. Tipe kepribadian yang berpengaruh terhadap kecemasan adalah kepribadian introvert. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepribadian introvert dengan gejala kecemasan sosial pada mahasiswa psikologi di Bali. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif korelasional. Penelitian ini melibatkan 273 mahasiswa psikologi di Bali. Alat ukur yang digunakan adalah skala gejala kecemasan sosial dan skala kepribadian introvert yang disusun berdasarkan aspek kepribadian introvert. Analisis data yang digunakan yakni uji korelasi Pearson dengan hasil nilai koefisien korelasi sebesar .364 dengan nilai p < .001. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara kepribadian introvert dengan gejala kecemasan sosial pada mahasiswa psikologi di Bali. Penelitian ini menyimpulkan bahwa makin tinggi kepribadian introvert, maka makin tinggi pula gejala kecemasan sosial pada mahasiswa psikologi di Bali, dan begitupun sebaliknya.
Empati terhadap Hewan: Studi Kuantitatif Para Pelaku Volunteer Kesejahteraan Hewan di Indonesia Prasetyani, Renaningtyas Putri; Rahayu, Maria Nugraheni Mardi
Journal of Psychological Science and Profession Vol 8, No 3 (2024): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v3i8.57935

Abstract

Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap kondisi kesejahteraan hewan makin meningkat. Peningkatan kesadaran ini mendorong masyarakat untuk terlibat dalam aktivitas menyejahterakan hewan secara sukarela. Akan tetapi, Indonesia dinobatkan sebagai negara peringkat pertama konten penyiksaan hewan di media sosial. Dua kondisi yang berlawanan ini terjadi karena peranan empati terhadap hewan yang lebih tinggi pada kelompok volunteer kesejahteraan hewan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara sikap terhadap hewan dengan empati terhadap hewan pada kelompok volunteer kesejahteraan hewan. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif korelasional untuk melihat hubungan antara kedua variabel. Variabel sikap terhadap hewan diukur menggunakan Animal Attitude Scale (AAS), sedangkan empati terhadap hewan diukur menggunakan Animal Empathy Scale (AES). Sebanyak 266 partisipan (93.6% perempuan dan 6.4% laki-laki) merupakan kelompok volunteer kesejahteraan hewan yang diambil dengan teknik non-probability sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara sikap terhadap hewan dengan empati terhadap hewan pada kelompok volunteer kesejahteraan hewan. Sikap terhadap hewan merupakan penilaian seseorang terhadap hewan yang terbentuk melalui pengalaman maupun informasi tentang hewan, baik secara positif maupun negatif. Hasil temuan ini diharapkan mampu memberi gambaran sikap yang positif terhadap hewan untuk meningkatkan empati terhadap hewan dan mengurangi adanya perilaku kekerasan terhadap hewan.
Hubungan antara Kualitas Kehidupan Kerja dengan Work Engagement pada Prajurit di Pusat Psikologi TNI Wijaya, Indra; Bantam, Dian Juliarti
Journal of Psychological Science and Profession Vol 8, No 3 (2024): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v3i8.55848

Abstract

Sumber daya manusia (SDM) yang memiliki keterikatan pada tugas mampu membawa organisasi mencapai produktivitas. Sebagai salah satu organisasi di bawah Tentara Nasional Indonesia (TNI), Balakpus Pusat Psikologi TNI (Puspsi TNI) selalu berupaya meningkatkan iklim dan kualitas kehidupan di tempat kerja sehingga para anggota merasa memiliki akan organisasi dan tugas yang diemban. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara kualitas kehidupan kerja dengan work engagement pada anggota di Puspsi TNI. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik sampling jenuh. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 42 anggota yang berdinas di Puspsi TNI. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa Google Form dan angket. Peneliti menggunakan skala work engagement UWES-9, sedangkan untuk skala kualitas kehidupan kerja peneliti mengkonstruksi berdasarkan sembilan aspek dari Cascio. Metode analisis data yang digunakan adalah uji korelasi Pearson dengan alat bantu perangkat lunak statistik terpadu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara kualitas kehidupan kerja dengan work engagement pada anggota Puspsi TNI. Nilai koefisien korelasi yang diperoleh sebesar r = .576 (p < .05). Hasil membuktikan bahwa ketika kualitas kehidupan kerja para anggota meningkat, work engagement anggota juga akan turut meningkat, dan begitu pula sebaliknya.
Hubungan Prediktif antara Perceived Social Support terhadap Self-Compassion pada Mahasiswa Universitas Padjadjaran yang Sedang Menyusun Skripsi Santoso, Lutfianya Assyifa Budi; Pebriani, Lucia Voni
Journal of Psychological Science and Profession Vol 8, No 3 (2024): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v3i8.55818

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir sering kali menghadapi tantangan dan kesulitan saat sedang menyusun skripsi sehingga dapat memengaruhi kondisi kesehatan mentalnya. Perceived social support dan self-compassion menjadi sumber daya eksternal dan internal diri yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa tingkat akhir ketika sedang menyusun skripsi. Dalam teorinya, self-compassion dapat dibangun melalui interaksi individu dengan lingkungan sosialnya. Dengan begitu, penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan prediktif perceived social support terhadap self-compassion pada mahasiswa Universitas Padjadjaran yang sedang menyusun skripsi. Penelitian dilakukan menggunakan metode korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan secara daring kepada 210 mahasiswa tingkat akhir Universitas Padjadjaran angkatan 2020. Kuesioner terdiri dari instrumen Multidimensional Scale of Perceived Social Support dan Skala Welas Asih Diri yang sudah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia dengan konteks pengerjaan skripsi. Data diolah secara inferensial menggunakan uji korelasi Pearson dan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived social support dapat memprediksi self-compassion mahasiswa Universitas Padjadjaran yang sedang menyusun skripsi. Hal ini menunjukkan pentingnya ketersediaan perceived social support yang cukup untuk mendorong self-compassion mahasiswa tingkat akhir ketika sedang menyusun skripsi.
Gambaran Self-Regulated Learning Berdasarkan Jenis Kelamin pada Siswa Sekolah Menengah Atas Boarding School Kamila, Nisaul; Muna, Zurratul; Musni, Riza
Journal of Psychological Science and Profession Vol 8, No 3 (2024): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v3i8.54660

Abstract

Di sekolah boarding school, siswa dapat belajar dengan maksimal ketika memiliki seluruh kegiatan dan aktivitas yang terkontrol, memiliki manajemen waktu yang baik, memiliki proses perencanaan yang terarah sehingga terbiasa dalam mengatur waktu antara mengerjakan tugas di sekolah dengan menjalankan kegiatan tambahan lainnya di asrama, serta melakukan diskusi bersama agar memudahkan proses belajar. Usaha yang dapat dilakukan siswa dalam mencapai tujuan yang ingin dicapai yakni dengan proses merencanakan, memantau, melaksanakan, dan mengevaluasi hasil belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran self-regulated learning berdasarkan jenis kelamin pada siswa sekolah menengah atas boarding school. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan subjek siswa SMA yang menempuh sekolah boarding school dengan rentang usia 15-18 tahun di Kabupaten Bireuen. Sampel penelitian ini adalah 150 siswa yang terdiri atas 75 siswa laki-laki dan 75 siswa perempuan berdasarkan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner alat ukur Self-Regulated Learning Phase yang terdiri dari 53 item. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji rata-rata dan uji t menggunakan SPSS versi 26. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa perempuan memiliki self-regulated learning lebih efektif dibandingkan siswa laki-laki.
Hubungan Parenting Stress pada Ayah dengan Kecenderungan Tindakan Kekerasan terhadap Anak Arifin, Putri Amaliah; Khumas, Asniar; Jafar, Eka Sufartianinsih
Journal of Psychological Science and Profession Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v9i1.57984

Abstract

Kecenderungan tindakan kekerasan ayah merupakan suatu fenomena yang merugikan dan dapat menimbulkan trauma atau luka tersendiri pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara parenting stress pada ayah dengan kecenderungan tindakan kekerasan terhadap anak. Responden pada penelitian ini adalah ayah yang memiliki anak usia 12—18 tahun dan tinggal bersama dengan anak. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 230 orang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Pearson dengan nilai p = .000 (< .05) dan nilai r = .664. Adapun hasil pengujian hubungan parenting stress dengan bentuk kekerasan fisik (p = .000, r = .513), hubungan parenting stress dengan bentuk kekerasan emosional (p = .000, r = .599), hubungan parenting stress dengan bentuk pengabaian (p = .000, r = .594), hubungan parenting stress dengan bentuk kekerasan seksual (p = .000, r = .276). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara parenting stress ayahdengan kecenderungan tindakan kekerasan terhadap anak. Hal ini menunjukkan bahwa makin tinggi parenting stress pada ayah, makin tinggi pula kecenderungan tindakan kekerasan terhadap anak dan begitu pula sebaliknya. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk membuat program psikoedukasi guna mengurangi stres orangtua saat memasuki masa remaja.
Wartegg Drawing-Completion Test (WDCT): Sebagai Alat Bantu Psikodiagnostik Untuk Diagnosis Depresi Heriawan, Indra Santosa; Purwono, Urip; Djunaidi, Achmad
Journal of Psychological Science and Profession Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v9i1.62129

Abstract

Wartegg Drawing Completion Test (WDCT) sebagai salah satu tes proyektif memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi kepribadian seseorang, termasuk mendeteksi gangguan melalui respons abnormal terhadap stimulus tertentu. Depresi merupakan penyakit mental yang umum terjadi di seluruh dunia. Depresi yang tidak tertangani akan berdampak pada peningkatan risiko penyakit berbahaya, gangguan jiwa, hingga kematian. Upaya identifikasi yang tepat diperlukan agar penanganan dapat dilakukan secara efektif dan tepat sasaran. Penelitian ini dilakukan untuk dapat menemukan karakteristik dari hasil WDCT yang dapat digunakan untuk mendiagnosis depresi. Penelitian assessment and diagnostic ini menggunakan metode penelitian eksploratif deskriptif. Alat ukur yang digunakan adalah WDCT dan Indo BDI-II. Sampel penelitian berjumlah 250 partisipan (17–21 tahun) dengan rentang skor depresi yang beragam dan dikelompokkan untuk pembandingan. Uji statistik yang digunakan meliputi uji beda, uji korelasi, analisis regresi linier, serta analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa munculnya kriteria ornaments, dark shading, dan soft intensity merupakan indikasi utama seseorang mengalami depresi. Sedangkan kriteria technical dapat dijadikan prediktor yang merupakan kontraindikasi depresi. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa WDCT memiliki kemampuan dalam mendiagnosis depresi.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 3 (2025): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 8, No 3 (2024): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 7, No 3 (2023): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 6, No 3 (2022): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 5, No 3 (2021): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 4, No 3 (2020): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 3, No 3 (2019): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 2, No 3 (2018): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 2, No 3 (2018): Psikologi Sains dan Profesi Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 2, No 2 (2018): Psikologi Sains dan Profesi Vol 2, No 1 (2018): Psychological Science and Profession Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 2, No 1 (2018): Psikologi Sains dan Profesi Vol 1, No 3 (2017): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 1, No 3 (2017): Psychological Science and Profession More Issue