Journal of Psychological Science and Profession
Aim: Jurnal ini memuat artikel ilmiah hasil penelitian yang terkait dengan keilmuan dasar psikologi dan penerapannya dalam keprofesian Psikolog. Scope: Adapun bidang psikologi yang termasuk di dalamnya yaitu Psikologi Klinis baik dewasa, anak maupun remaja, Psikologi Industri & Organisasi, Psikologi Pendidikan, Psikologi Sosial, dan Psikologi Umum & Eksperimen.
Articles
208 Documents
Efektivitas Konseling Kelompok dengan Teknik Problem Solving dalam Menurunkan Kecemasan pada Mahasiswa Tingkat Akhir Fakultas Psikologi di Universitas Negeri Makassar
Ramadhana, Novriana Luthfia;
Ridfah, Ahmad;
Ismail, Ismalandari
Journal of Psychological Science and Profession Vol 7, No 3 (2023): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/jpsp.v7i3.50749
Mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyusun skripsi memiliki perasaan cemas yang diakibatkan oleh faktor-faktor internal dan eksternal yang dapat menghambat pengerjaan skripsi serta memengaruhi aspek fisik dan psikis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas konseling kelompok dengan teknik problem solving dalam menurunkan kecemasan pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Psikologi di Universitas Negeri Makassar (FPSI UNM). Penelitian ini menggunakan metode true experiment dengan desain penelitian pretest-posttest control group design. Konseling kelompok dilakukan selama tiga minggu. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah sepuluh orang yang dibagi ke dalam kelompok kontrol dan eksperimen. Instrumen yang digunakan adalah Zung Self-Rating Anxiety Scale. Analisis data menggunakan uji Mann- Whitney U menunjukan nilai α sebesar .008. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon pada kelompok kontrol menunjukkan nilai α sebesar .043. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling kelompok dengan teknik problem solving dapat menurunkan kecemasan pada mahasiswa tingkat akhir FPSI UNM. Implikasi dari penelitian ini konseling kelompok dengan teknik problem solving dapat dilakukan pula di universitas lain sebagai upaya untuk mengurangi kecemasan pada mahasiswa tingkat akhir.
Pengaruh Pelatihan Mindfulness terhadap Penurunan Emosi Negatif Penderita Hipertensi
Dika, Eka Misniar;
Widyana, Rahma
Journal of Psychological Science and Profession Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/jpsp.v8i2.53275
Penyakit hipertensi sering dikenal sebagai pembunuh diam-diam tanpa adanya keluhan dan gejala yang khas serta penyebab kematian utama ketiga di Indonesia. Penderita hipertensi mudah mengalami emosi negatif berupa emosi marah, sedih, dan takut yang kurang terkendali. Emosi negatif ini membuat terjadinya peningkatan tekanan darah sehingga membutuhkan pengendalian diri yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan mindfulness terhadap penurunan emosi negatif pada penderita hipertensi. Metode yang digunakan yakni quasi-experimental design dengan bentuk equivalent control group design. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 8 penderita hipertensi yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu 4 subjek kelompok eksperimen dan 4 subjek kelompok kontrol. Teknik sampling yang digunakan berupa purposive sampling. Alat ukur untuk variabel emosi negatif adalah Negative Expressivity Scale (NES) dan untuk variabel mindfulness yakni Kentucky Mindfulness Inventory Skills (KIMS). Analisis data yang digunakan yaitu independent sample t-test untuk melihat perbedaan tingkat emosi negatif pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan tingkat emosi negatif saat post-test pada kelompok eksperimen yang telah diberikan pelatihan mindfulness dan kelompok kontrol yang tidak diberikan pelatihan. Hal itu didasari nilai F sebesar .167 dengan nilai signifikansi .001 (p < .05). Selanjutnya, dilakukan uji paired sample t-test untuk melihat perbedaan tingkat emosi negatif pada kelompok eksperimen sebelum dan sesudah diberi pelatihan mindfulness. Pada kelompok eksperimen, ditemukan adanya perbedaan skor emosi negatif sebelum dan sesudah diberi pelatihan mindfulness dengan koefisien t sebesar 14.142 dengan nilai signifikansi .001 (p < .05). Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan mindfulness dapat menurunkan emosi negatif pada penderita hipertensi.
Peran Dukungan Sosial dan Regulasi Emosi terhadap Psychological Well-being pada Caregiver Penyakit Kronis
Iriyanti, Annisa Furqon;
Widiana, Herlina Siwi
Journal of Psychological Science and Profession Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/jpsp.v8i1.50742
Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran dukungan sosial dan regulasi emosi terhadap psychological well-being pada caregiver penyakit kronis. Subjek dalam penelitian ini merupakan 219 orang caregiver penyakit kronis di Provinsi DI Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian adalah purposive sampling dengan menggunakan kriteria- kriteria tertentu. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala psychological well-being, skala dukungan sosial, dan skala regulasi emosi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda menggunakan program IBM SPSS Statistics 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) dukungan sosial dan regulasi emosi memiliki peran yang sangat signifikan terhadap psychological well-being, (2) dukungan sosial memiliki peran yang signifikan terhadap psychological well-being dengan mengontrol variabel regulasi emosi, dan (3) regulasi emosi tidak memiliki peran terhadap psychological well-being. Dukungan sosial memiliki sumbangan efektif sebesar 3.6% terhadap psychological well being, sedangkan 96.4% lainnya dipengaruhi oleh faktor yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Taat karena Membenarkan: Pembenaran Sistem Aparat Pemerintahan Desa dalam Penerimaan Kebijakan Pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta
Putra, Mahandra Raditya;
Minza, Wenty Marina
Journal of Psychological Science and Profession Vol 7, No 3 (2023): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/jpsp.v7i3.46216
Pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta memicu konflik pada warga yang terdampak. Meski turut terdampak oleh pembangunan, sebagian besar kepala dukuh memilih untuk menerima bandara. Penerimaan kepala dukuh terhadap pembangunan perlu diteliti untuk menyingkap dinamika pengambilan keputusan aparat pemerintahan desa dalam konflik agraria. Penelitian naratif ini mewawancarai tiga kepala dukuh yang sebagian besar warganya, termasuk diri mereka sendiri, menerima relokasi untuk pembangunan. Penelitian ini memperlihatkan bahwa ketaatan partisipan untuk menerima bandara adalah hasil dari pembenaran sistem yang melatarbelakangi pembangunan. Pembenaran sistem partisipan diwujudkan dalam tiga hal. Pertama, dalam menyikapi proses pembangunan, partisipan mempercayai wacana pemerintah, melakukan rasionalisasi, dan melempar tanggung jawab melalui dalih utilitarian, teknokratik, dan birokratik. Kedua, dalam bertindak sebagai kepala dukuh, partisipan memaknai peran mereka dengan sedemikian rupa sehingga menyokong pembangunan. Ketiga, dalam menilai hasil pembangunan, partisipan bertumpu pada sistem yang ada untuk menyikapi dampak pembangunan. Pembenaran sistem yang membawa mereka menerima pembangunan dijamin dan dibentuk oleh ketergantungan mereka terhadap pemerintah yang ditentukan oleh keamanan karir mereka. Penelitian ini memperlihatkan pentingnya status dan kepentingan material dalam pembenaran sistem yang menghasilkan ketaatan terhadap kebijakan.
Fear of Negative Evaluation (FNE), Parent Attachment, dan Kecemasan Sosial: Menguraikan Keterkaitannya dalam Kehidupan Mahasiswa
Mar'atussolihah, Ummi;
Fitriani, Annisa;
Cahya Izzati, Indah Dwi
Journal of Psychological Science and Profession Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/jpsp.v8i2.54954
Kecemasan sosial merujuk pada kecenderungan seseorang merasakan ketakutan dan ketidaknyamanan yang berlebihan saat berada dalam situasi sosial, yang bagi mahasiswa berdampak pada kesejahteraan emosional serta menghambat kinerja akademis dan sosial mereka. Faktor-faktor seperti ketakutan akan dievaluasi negatif oleh orang lain (fear of negative evaluation) dan ikatan emosional dengan orang tua (parent attachment) dapat memengaruhi perkembangan kecemasan sosial pada seseorang. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan strategi mengelola dan mengatasi kecemasan sosial agar dapat berfungsi secara optimal dalam lingkungan akademik dan sosial mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemungkinan adanya korelasi antara fear of negative evaluation (FNE) dan parent attachment dengan kecemasan sosial pada mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian korelasional. Penelitian ini melibatkan 210 orang mahasiswa dari perguruan tinggi negeri di Lampung yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan tiga jenis skala psikologi, yakni The Liebowitz Social Anxiety Scale (LSAS), Brief-Fear of Negative Evaluation (BFNE), dan Inventory Parent and Peer Attachment (IPPA), melalui kuesioner pada Google Forms. Analisis data dilakukan dengan teknik korelasi parsial dan regresi berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa fear of negative evaluation dan parent attachment memiliki hubungan yang signifikan dengan kecemasan sosial sehingga hipotesis penelitian dapat diterima.
Modifikasi Perilaku Backward Chaining Sebagai Intervensi Meningkatkan Keterampilan Bina Diri Mengancingkan Baju Anak Down Syndrome
Ningtyas, Laila Purnama;
Maryam, Effy Wardati;
Laili, Nurfi
Journal of Psychological Science and Profession Vol 7, No 3 (2023): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/jpsp.v7i3.47829
Keterbatasan fungsi adaptif pada anak Down syndrome cenderung mengarah pada beberapa ranah, di antaranya bina diri dan komunikasi. Bina diri termasuk dalam activity daily living (ADL) yang merupakan keterampilan dasar pada anak berkebutuhan khusus. Berdasarkan survei awal yang dilakukan di sebuah SLB di Sidoarjo, ditemukan fenomena salah satu siswa Down syndrome yang menunjukkan keterbatasan dalam keterampilan mengancingkan baju. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti menerapkan program intervensi guna meningkatkan kemampuan mengancingkan baju pada anak Down syndrome. Metode penelitian yaitu kuantitatif eksperimental dengan teknik single-subject research design (SSRD) desain A-B yang membahas subjek tunggal atau sistem pengukuran berulang. Teknik intervensi yang diberikan yaitu modifikasi perilaku backward chaining. Subjek merupakan sampel tunggal yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Subjek adalah seorang siswa SLB berusia 9 tahun dengan Down syndrome. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas intervensi modifikasi perilaku dalam meningkatkan keterampilan bina diri anak Down syndrome mengancingkan baju menggunakan metode backward chaining. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek menunjukkan peningkatan penguasaan perilaku yang signifikan pada keterampilan bina diri mengancingkan baju yang dibuktikan dengan hasil analisis uji beda menggunakan repeated measures ANOVA [F(2,17) = 17.9, p = 0.76]. Hal ini menunjukkan bahwa metode backward chaining efektif untuk meningkatkan keterampilan bina diri mengancingkan baju pada anak Down syndrome.
Peran Self-Efficacy dan Work Motivation terhadap Learning Agility CPNS Provinsi NTB
Syarqi, Hultia Manani;
Widiana, Herlina Siwi
Journal of Psychological Science and Profession Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/jpsp.v8i2.54944
Perubahan yang terus menerus dalam dunia kerja menuntut karyawan untuk beradaptasi dengan cepat. Oleh karena itu, learning agility penting dimiliki oleh setiap karyawan, termasuk CPNS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran self-efficacy dan work motivation, dengan aspek need for affiliation, need for achievement, dan need for power, terhadap learning agility pada CPNS di Provinsi NTB. Sampel penelitian terdiri atas 109 CPNS yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari skala learning agility, skala self-efficacy, dan skala work motivation. Analisis regresi linier berganda digunakan dalam menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peran yang signifikan dari self-efficacy dan work motivation dengan aspek need for affiliation, achievement, dan power, terhadap learning agility pada CPNS. Ditemukan pula bahwa self-efficacy berperan positif dan signifikan terhadap learning agility, work motivation dengan aspek need for affiliation dan achievement tidak berperan terhadap learning agility, dan work motivation dengan aspek need for power berperan positif dan signifikan terhadap learning agility. Self-efficacy memiliki sumbangan efektif sebesar 13.1% terhadap learning agility, sedangkan work motivation aspek need for power sebesar 23.6%.
Studi tentang Ideologi Childfree pada Perempuan Dewasa yang Belum Menikah
Annisa, Maulin;
Ninin, Retno Hanggarani
Journal of Psychological Science and Profession Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/jpsp.v8i1.50744
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ideologi childfree pada perempuan yang belum menikah dari segi psikologis. Ideologi childfree pada perempuan yang belum menikah dapat diartikan sebagai pilihan hidup untuk tidak memiliki anak, baik di masa sekarang maupun di masa depan. Pilihan ini bukan berarti perempuan tersebut tidak menyukai anak, melainkan mereka memiliki alasan-alasan tertentu yang mendasari keputusannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan convenience sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Partisipan penelitian merupakan dua perempuan dewasa yang belum menikah serta memiliki pilihan untuk childfree. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pedoman wawancara yang telah disusun berdasarkan komponen ideologi childfree, yaitu individualis, feminis, dan pesimis. Analisis data menunjukkan bahwa pilihan childfree pada perempuan dewasa yang belum menikah merupakan hasil dari berbagai faktor, baik internal maupun eksternal, seperti trauma masa kecil, pola asuh orang tua, kondisi ekonomi, serta kondisi kesehatan mental dan fisik yang tidak ingin diturunkan kepada keturunan selanjutnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa ideologi childfree pada perempuan dewasa yang belum menikah merupakan fenomena kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor individual, sosial, dan budaya.
Hubungan Konsep Diri dan Altruisme pada Caregiver dari Penderita Alzheimer dan Caregiver dari Anak Berkebutuhan Khusus
Desiningrum, Dinie Ratri;
Indriana, Yeniar;
Rusydana, Alhimna
Journal of Psychological Science and Profession Vol 7, No 3 (2023): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/jpsp.v7i3.48961
Penderita Alzheimer dan anak berkebutuhan khusus (ABK) mengalami keterbatasan yang nyata dalam kemampuan kognitif dan fungsi sehari-hari, sehingga memerlukan bantuan dari caregiver. Sikap altruisme merupakan variabel penting yang seharusnya dimiliki oleh caregiver untuk memenuhi kebutuhan pasien. Di sisi lain, konsep diri caregiver juga dapat memengaruhi perilakunya. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk melihat hubungan antara konsep diri dan altruisme pada caregiver dari penderita Alzheimer dan caregiver dari ABK serta melihat perbedaannya di kedua kelompok tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek diperoleh melalui teknik purposive sampling dengan kriteria: berasal dari komunitas caregiver Alzheimer Indonesia Chapter Semarang dan komunitas ABK di Jawa Tengah. Jumlah subjek per komunitas adalah 50 orang. Pengambilan data dilakukan menggunakan skala yang diadaptasi, yaitu Skala Personal Self-Concept (PSC) sebanyak 22 item dan Skala Self-Report Altruism Scale sebanyak 14 item. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara konsep diri sebagai caregiver dari penderita Alzheimer dan caregiver dari ABK dengan sikap altruisme pada individu (R = .500, α = .000, R2 = .250). Hasil uji beda kedua kelompok subjek tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Adanya korelasi antara konsep diri dan sikap altruisme pada hasil riset ini bisa ditindaklanjuti dengan mengembangkan riset-riset intervensi berupa psikoedukasi kepada para caregiver untuk membentuk konsep diri yang positif agar meningkatkan sikap altruisme dalam kehidupan sehari-hari.
Peran Perceived Social Support terhadap Academic Anxiety: Studi pada Mahasiswa Tahun Pertama
Fauzia, Detha;
Pebriani, Lucia Voni
Journal of Psychological Science and Profession Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/jpsp.v8i2.55737
Mahasiswa tahun pertama sering merasakan academic anxiety akibat perubahan yang dirasakan dari sekolah menengah ke perkuliahan sehingga membutuhkan dukungan sosial untuk menghadapinya. Studi ini bertujuan untuk meneliti peran perceived social support terhadap academic anxiety mahasiswa tahun pertama di Universitas Padjadjaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif noneksperimental dengan metode analisis hubungan korelasional berarah melalui analisis regresi. Perolehan data dilakukan menggunakan kuesioner daring dengan partisipan yaitu 203 mahasiswa tahun pertama Universitas Padjadjaran (58.6% perempuan dan 37.4% laki-laki). Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah alat ukur Multidimensional Scale of Perceived Social Support untuk variabel perceived social support dan Skala Kecemasan Akademik untuk variabel academic anxiety. Kedua alat ukur telah dibuktikan validitas dan reliabilitasnya dalam penelitian sebelumnya maupun pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived social support berperan secara signifikan terhadap academic anxiety (p< .00; R² = .104). Selain itu, dimensi-dimensi perceived social support juga berkorelasi dengan academic anxiety. Namun, hanya dukungan dari keluarga yang memiliki peran signifikan terhadap academic anxiety dibandingkan teman dan significant others (p <.005). Hal ini mungkin terjadi karena hubungan yang jauh lebih stabil dengan keluarga membuat dukungan yang dirasakan menjadi lebih berharga. Temuan penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan intervensi di lingkungan akademik. Fokus pada meningkatkan dukungan sosial dari keluarga dapat menjadi strategi efektif untuk mengurangi kecemasan akademik di kalangan mahasiswa.