cover
Contact Name
Tri Kurniawati
Contact Email
-
Phone
+62811313559
Journal Mail Official
pedagogi@um-surabaya.ac.id
Editorial Address
Jl. Sutorejo No. 59 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
PEDAGOGI
ISSN : 25990438     EISSN : 2599042X     DOI : -
Core Subject : Education,
PEDAGOGI merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Guru Anak Usia Dini Universitas Muhammadiyah Surabaya. Jurnal ini memfokuskan pada publikasi hasil penelitian, kajian dan telaah ilmiah kritis dan komprehensif dalam bidang ilmu murni anak usia dini dan pendidikan anak usia dini
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 377 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA BONEKA TANGAN SEBAGAI STRATEGI MANAJEMEN KELAS DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK DI KELOMPOK BERMAIN Febri Kurniasari; Ferdian Utama; Muhammad Yusuf
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 12 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v12i2.31560

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media boneka tangan sebagai strategi manajemen kelas dalam meningkatkan kemampuan bahasa anak usia 3–4 tahun di Kelompok Bermain Nusa Indah Ma’arif Tahun Pelajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan mengacu pada langkah-langkah pengembangan yang meliputi identifikasi potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi, uji coba produk, hingga menghasilkan produk akhir. Subjek penelitian berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil validasi menunjukkan bahwa media boneka tangan dinyatakan layak digunakan berdasarkan penilaian ahli media dan ahli materi. Implementasi media dilakukan melalui kegiatan bercerita dan bermain peran yang dirancang secara interaktif dan menyenangkan. Hasil uji coba menunjukkan adanya peningkatan kemampuan bahasa anak yang signifikan. Sebelum penggunaan media, sebanyak 60% anak berada pada kategori belum berkembang dan 40% pada kategori mulai berkembang, serta tidak terdapat anak pada kategori berkembang sesuai harapan maupun berkembang sangat baik. Setelah penggunaan media, tidak terdapat lagi anak pada kategori belum berkembang, dengan 26,7% anak berada pada kategori mulai berkembang, 53,3% berkembang sesuai harapan, dan 20% berkembang sangat baik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa media boneka tangan efektif dalam meningkatkan kemampuan bahasa anak, khususnya dalam aspek keberanian berbicara, penguasaan kosakata, dan kemampuan memahami serta menyampaikan kembali isi cerita. Penelitian ini menghasilkan produk media pembelajaran yang layak dan dapat digunakan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang inovatif dalam pendidikan anak usia dini.
GAMBARAN SELF-CONFIDENCE GURU DALAM MENGAJAR ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI TAMAN KANAK-KANAK Bunga Azzahra Suryadi; Raja Oloan Tumanggor
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 12 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v12i2.31867

Abstract

Pendidikan inklusif pada jenjang taman kanak-kanak menuntut guru untuk mengajar anak dengan karakteristik perkembangan yang beragam, termasuk anak berkebutuhan khusus. Dalam konteks tersebut, Self- Confidence guru menjadi faktor psikologis yang penting karena memengaruhi cara guru mengelola kelas, merespons perilaku anak, dan menyesuaikan strategi pembelajaran. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menggambarkan self-confidence guru TK dalam mengajar anak berkebutuhan khusus di kelas inklusif. Partisipan penelitian berjumlah tiga orang guru TK yang memiliki pengalaman mengajar anak berkebutuhan khusus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Self-Confidence guru terbentuk melalui pengalaman awal yang menimbulkan keraguan, tantangan mengelola kelas inklusif, keterbatasan pelatihan praktik, pengalaman keberhasilan dalam mengajar, pengamatan terhadap rekan kerja, apresiasi dari orang tua siswa, serta kondisi emosional ketika menghadapi situasi sulit di kelas. Guru juga melakukan penyesuaian metode pembelajaran dan membangun kolaborasi dengan orang tua untuk mendukung proses belajar anak. Temuan ini menunjukkan bahwa Self-Confidence guru bersifat dinamis dan berkembang melalui pengalaman langsung,  dukungan  sosial,  serta  kemampuan  mengelola  emosi. Peningkatan pelatihan praktis dan kerja sama dengan orang tua diperlukan untuk memperkuat praktik pembelajaran inklusif di TK
PENGARUH MEDIA WAYANG TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK NANGGALA MENANGGAL SURABAYA Maria Antikarma Sugo; Jahju Hartanti
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 12 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v12i2.32050

Abstract

Penelitian ini dtitujukan guna mengetahui pengaruh penggunaan media wayang terhadap kemampuan berbicara anak usia 5–6 tahun di TK Nanggala Menanggal Surabaya. Metode penelitian ini yakni kuantitatif dengan desain one group pre-test and post-test. Subjek penelitian melibatkan anak kelompok B sejumlah 11 anak. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi dengan menyaikan lembar instrument penenilaian kemampuan berbicara yang meliputi indikator menjawab pertanyaan kompleks, berkomunikasi secara lisan, dan menceritakan kembali cerita. Analisis data dilakukan dengan uji-t dengan bantuan Microsoft Excel. Hasil penelitian menyatakan bahwasanya pada tingkat signifikansi 0,05 (1,8125) dan 0,01 (2,7638), nilai t hitung 29,66 yang lebih besar daripada t tabel, maka hipotesis nol ditolak dan hipotesis kerja diterima. Dengan demikian, kesimpulannya ialah media wayang memengaruhi kemampuan berbicara anak usia 5–6 tahun secara signifikan.
PENGARUH MEDIA TRAPPIKA GAME TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK SANTO ARNOLDUS SURABAYA Sesariana Barek Masan; Jahju Hartanti
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 12 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v12i2.32051

Abstract

Media Trappika Game (Permainan Transportasi Papan Perekat Kreatif Anak) merupakan sebuah permainan yang bertujuan edukasi, menggunakan papan yang dapat direkatkan secara interaktif dengan tema transportasi, dirancang secara kreatif agar perkembangan anak usia 4-5 tahun dapat meningkat. Alat ini dibuat agar anak-anak bisa berinteraksi langsung dengan berbagai bentuk dan tekstur, membantu melatih koordinasi antara tangan dan mata, serta keterampilan motorik halus yang sangat penting bagi anak. Penelitian ini membahas tentang kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun menggunakan media trapikka game. Penelitian ini ditujukan guna mengetahui pengaruh media trappika game terhadap perkembangan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun di TK Santo Arnoldus Surabaya. Metode ini menggunakan metode kuantitatif dengan melakukan desain penelitian one group pretest posttest design. Penelitian ini melibatkan 11 anak usia 4-5 tahun di TK Santo Arnoldus Surabaya sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu desain rumus uji t. Hasil penelitian menyatakan bahwasanya pada taraf signifikansi 0,05, t hitung memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan nilai t tabel yakni sebesar 22,6 yang lebih besar dibandingkan dengan nilai t tabel pada taraf signifikansi 0,05 maupun 0,01 dengan derajat kebebasan (df) sebesar 10. Hasil perbandingan tersebut menyimpulkan bahwasanya Hipotesis Nol (H0) ditolak dan Hipotesis Alternatif (H1) diterima. Dengan demikian, kesimpulan yang dapat diambil yakni penggunaan media trappika game secara nyata memengaruhi perkembangan motorik halus anak usia 4–5 tahun di TK Santo Arnoldus Surabaya
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PAPAN EMOJI TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK BAHRUL ULUM SURABAYA Yudit Febriyane; Jahju Hartanti
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 12 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v12i2.32052

Abstract

Perkembangan sosial emosional anak usia dini merupakan aspek krusial dalam pembentukan kepribadian dan kemampuan adaptasi terhadap lingkungan. Pada usia 5-6 tahun, anak sering kesulitan mengenali, mengekspresikan, dan mengelola emosi secara tepat. Papan emoji, sebagai alat bantu pendidikan berupa gambar ekspresi emosi dengan emoji pendukung, bertujuan meningkatkan pemahaman emosional anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen quasi, membandingkan perkembangan sosial emosional sebelum dan sesudah perlakuan. Subjek penelitian adalah 18 anak usia 5-6 tahun di TK Bahrul Ulum Surabaya. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil analisis data dan uji hipotesis menunjukkan bahwa media papan emoji berpengaruh signifikan terhadap kemampuan sosial emosional anak. Nilai t_hitung=4,692 lebih besar daripada t_tabel=1,7396 (signifikansi 0,05) dan 2,5669 (signifikansi 0,01). Dengan demikian, media papan emoji terbukti efektif meningkatkan perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun di TK Bahrul Ulum Surabaya.
TANTANGAN IMPLEMENTASI KOLABORASI KURIKULUM MERDEKA DAN KURIKULUM 2013 DI PAUD KB PERMATA IBU Kerenhapukh Razade Pasaribu; Erga Setiana; Rizqi Tia Kirani; Adinda Novrianti; Laila Fitriana; Sri Indriani Harianja
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 12 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v12i2.32134

Abstract

Penerapan kolaborasi Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013 di PAUD menjadi bentuk penyesuaian dalam proses pembelajaran anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tantangan implementasi kolaborasi Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013 di PAUD KB Permata Ibu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan yang dihadapi meliputi kurang kondusifnya ruang belajar yang mempengaruhi fokus anak, proses adaptasi guru dalam menerapkan kurikulum, serta keterbatasan media pembelajaran. Meskipun demikian, guru tetap berupaya melaksanakan pembelajaran berbasis sentra sesuai kebutuhan anak. Dengan demikian, implementasi kolaborasi kedua kurikulum memberikan fleksibilitas dalam pembelajaran, namun masih memerlukan penyesuaian agar pembelajaran dapat berjalan optimal.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA ANAK MELALUI METODE BERCERITA BERGAMBAR Sudi Dul Aji; Desi Puspita; Luluk Mahmuda; Yusfika Rahma Tiarum; Winda Tiniah; Endah Andayani
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 12 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v12i2.32333

Abstract

Kemampuan dalam berbicara merupakan salah satu aspek yang penting dalam mengembangkan kemampuan berbahasa anak usia dini. Dalam kebenarannya masih terdapat anak yang mengalami kesulitan untuk menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, dan menyampaikan kembali isi cerita. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak usia 3–4 tahun berbicara melalui metode bercerita bergambar di POS PAUD Pesona Bunda, dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 16 anak usia 3–4 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bercerita bergambar mampu meningkatkan kemampuan berbicara anak. Persentase anak yang termasuk dalam kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB) terdapat peningkatan dari 68,75% pada Siklus I menjadi 87,50% pada Siklus II, yang menunjukkan kenaikan sebesar 18,75%. Peningkatan tersebut terlihat pada keberanian anak berbicara, kemampuan merespon pertanyaan, serta kemampuan menceritakan kembali isi cerita dengan lebih baik. Penelitian ini menyimpulkan metode bercerita bergambar dapat digunakan sebagai salah satu metode pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak usia dini.