cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
RELE: Rekayasa Elektrikal dan Energi Jurnal Teknik Elektro
ISSN : -     EISSN : 26227002     DOI : -
Core Subject :
RELE: Rekayasa Elektrikal dan Energi Jurnal Teknik Elektro, diterbitkan oleh Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Medan, Indonesia, yang memuat artikel tentang bidang penelitian ilmiah Teknik Elektro, termasuk hasil penelitian ilmiah asli , Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerima naskah di bidang penelitian termasuk bidang keilmuan Energi Terbarukan, Instrumentasi, Tegangan Tinggi, Sistem Kendali.
Arjuna Subject : -
Articles 141 Documents
PERFORMANCE PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) ATAP BERKAPASITAS 1,1 MWP DI INDUSTRI DALAM KONTEKS PENINGKATAN KEMANDIRIAN ENERGI DAN PENGURANGAN BIAYA OPERASIONAL Jumpon, Ewaldo Gavra
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/rele.v7i1.20594

Abstract

Sektor industri merupakan salah satu konsumen energi terbesar di dunia dan di Indonesia, sektor ini menyumbang sebagian besar konsumsi energi nasional. Hal tersebut mendorong peningkatan perhatian terhadap sumber energi terbarukan pada sektor industri, salah satunya PLTS. Analisis performance PLTS 1,1 MWp di industri dalam periode satu tahun dilakukan untuk mengetahui tingkat keoptimalan dari sistem. Parameter performance berdasarkan standar IEC 61724 terdiri dari yield factor (yf), reference yield (yr), Perfromance Ratio (PR), dan Capacity Utilization Factor (CUF). Sistem kemudian disimulasikan menggunakan perangkat lunak PVsyst sebagai perbandingan kemudian dilakukan perhitungan penurunan emisi serta analisis keekonomian. Sistem PLTS 1,1 MWp ini telah menghasilkan energi sebesar 1.523.540 kWh pada tahun 2023. Hasil yield factor, reference yield, Performance Ratio, dan Capacity Utilization Factor berturut-turut adalah 112,36 h/month, 143,5 h/month, 78,13%, dan 15,38%. Hasil produksi energi simulasi PVsyst memiliki nilai yang lebih besar sebanyak 154,160 kWh. Selama satu tahun, pemanfaatan PLTS ini berdampak untuk mengurangi emisi CO2 hingga 1.538,8 tonCO2eq. Biaya investasi awal yang dibutuhkan sebesar Rp9.950.728.907 dengan payback period selama 7,1 tahun. Dengan proyeksi keuangan selama 25 tahun, didapatkan nilai NPV sebesar Rp10.482.503.414  dan LCOE sebesar Rp348,59/kWh. Selama tahun 2023, pemanfaatan PLTS mampu menghemat biaya listrik hingga Rp1.698.350.980.
RANCANGAN KONTROL DAYA RESISTIF BERDASARKAN MIKROKONTROLER DENGAN TRIAC -, Aripriharta; Saputra, Imam; Adiguna, Satria; Habibi, Muhammad Afnan; Afandi, Arif Nur; Setiawan, Aditya Wahyu; Bagaskoro, Muhammad Cahyo
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/rele.v7i1.18958

Abstract

Desain pengontrolan daya resistif menggunakan mikrokontroler dengan TRIAC adalah topik utama penelitian ini. Sakelar TRIAC dihubungkan antara sumber AC dan beban, sehingga aliran daya dapat dikontrol dengan memvariasikan tegangan efektif yang diberikan ke beban. Pengontrol kecepatan motor induksi tiga fase, kontrol pencahayaan, dan pemanas industri sering menggunakan teknik ini, yang disebut sebagai regulasi tegangan AC. Untuk memahami prinsip kerja sistem ini, diperlukan eksperimen dengan modul kontrol Daya. Penggunaan TRIAC berbasis mikrokontroler sebagai objek penelitian untuk desain pengontrolan daya resistif melibatkan simulasi rangkaian pemicu TRIAC dengan mikrokontroler AT89S51. Prinsip kontrol daya resistif dengan TRIAC adalah mengatur aliran daya ke beban dengan menunda sudut pemutusan thyristor. Mikrokontroler AT89S51 berperan sebagai pengontrol utama, mengambil keputusan berdasarkan informasi dari sensor zero-crossing detector. Pengujian dilakukan dengan menambahkan lampu sebagai beban. Temuan percobaan menunjukkan bahwa mengubah tegangan pemicu berdampak pada tegangan output, yang pada akhirnya mempengaruhi variasi kecerahan lampu dan peningkatan arus output. Berdasarkan analisis, sudut pemutusan menurun seiring dengan naiknya tegangan output thyristor. Hubungan antara perubahan tegangan output dan penyesuaian sudut pemutusan thyristor sangat penting untuk aplikasi kontrol daya. Untuk mencapai pengaturan daya resistif yang efisien dengan menggunakan TRIAC, pembahasan ini juga menekankan pentingnya komponen seperti mikrokontroler dan sensor zero-crossing detector.
IMPLEMENTASI SISTEM OTOMATISASI KELISTRIKAN UNTUK PENGHEMATAN KONSUMSI DAYA LISTRIK Suprianto, Suprianto; Frianto, Herri Trisna; Abidin, Ahmad Farid Bin; Md Idros, Mohd Faizul bin; Razak, Abdul Hadi Abdul
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/rele.v6i2.17349

Abstract

The use of electrical energy that is not used as needed will cause waste of electrical energy. This research aims to implement an IoT system for building electrical automation and monitoring the amount of electricity in a room. In this way, saving electricity and monitoring the amount of electricity can be done easily through the IoT system at any time and anywhere. The method used in this research is an experimental method, namely designing equipment according to the planned system and preparing a program according to the desired tool working system. The research object is the electrical load in three rooms consisting of three load groups, each load group is represented by a PIR sensor light, namely the equipment used is the PZEM sensor, PIR sensor, RTC, ESP 32, Triac, Optocoupler, and other supporting equipment. The results of the research show that the equipment has worked well and has been tested well, electricity savings are shown through the monitor on the Android cellphone using the Blynk application which was previously installed. Every time there is a person in the room, the PIR sensor always detects the object and activates the electrical load and vice versa. Besides that, the cellphone monitor screen also displays from time to time the amount of electricity used by the load, including the electrical energy used and the electrical energy that can be saved.
IMPACT OF BALL BEARING DAMAGE VARIATIONS ON THE EFFICIENCY OF SQUIRREL CAGE 3-PHASE INDUCTION MOTORS Widagdo, Reza Sarwo; Andriawan, Aris Heri; Prenata, Giovanni Dimas
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/rele.v7i1.20192

Abstract

This research aims to determine the initial diagnosis of damage to a 3-phase induction motor. Ball bearings are one of the important components in this induction motor which play a role in supporting the load and allowing smooth rotation. However, like all mechanical components, ball bearings in 3-phase induction motors are also susceptible to failure in motor performance and can even cause damage to the motor as a whole. There are ways to detect several disturbances in induction motors, namely through speed analysis, current fluctuations, and increases in motor temperature when operating. Based on the results of measurement data for 14 days, the average current value in normal bearing conditions is 1.36 A, while in broken bearing conditions the average current value is 1.55 A and in rusty bearing conditions 1.52 A. The increase in current is due to because the rotor does not rotate in a balanced manner so that the electric field in the stator changes, this causes an increase in the motor's current and temperature.
KAJIAN AWAL PENANGKAL PETIR PADA GEDUNG BERTINGKAT DI WILAYAH BUKIT INDAH LHOKSEUMAWE Ahmad Nasution, Fakhruddin Ahmad; Putri, Raihan; Ikhsan, Khairul
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/rele.v6i2.18347

Abstract

Petir merupakan fenomena alam dengan arus dan tegangan yang sangat tinggi. Pada tahun 2023, daerah di Indonesia rata – rata tersambar berkisar lebih 15.000 sampai 60.000  kali sambaran. Efek sambaran petir dapat merusak jaringan listrik, dan kebakaran, untuk mencegah petir mengenai jaringan listrik diperlukan penangkal petir. Efek sambaran petir akan dihitung kebutuhan proteksi penangkal petir dengan indeks–indeks PUIPP, Penentuan tingkat proteksi bangunan berdasarkan SNI 03-7015-2004, jarak proteksi zonasi jarak proteksi penangkal petir menggunakan Metode Zona Proteksi Razevig dengan beberapa ketinggian bangunan bertingkat. Hasil penelitian diperoleh menurut indeks – indeks penentu PUIPP Gedung bertingkat yang dibangun pada titik koordinat Bukit Indah dengan radius 10 km sangat dianjurkan untuk terpasang sistem proteksi penangkal petir karena intensitas sambaran petir di daerah tersebut terbilang tinggi, gedung bertingkat yang dibangun di daerah Bukit Indah masuk kedalam Tingkat Proteksi II dan IV, Pada metode Zona Proteksi Razevig didapatkankan semakin rendah suatu bangunan akan semakin tinggi radius proteksi dari penangkal petir yang akan dipasang
ANALISA DAYA PADA PEMANFAATAN PANEL SURYA MENGGUNAKAN INVERTER LIMITER Mika, Reinard Mika; Tumbelaka, Hanny Hosiana; Tanoto, Yusak
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/rele.v6i2.16051

Abstract

Sistem pembangkit listrik tenaga surya On-Grid skala kecil (panel surya) memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan energi listrik di rumah tinggal. Namun, ada beberapa kendala yaitu ada daerah yang tidak menyediakan pemasangan meter ekspor – impor dan biaya pemasangan meter ekspor – impor yang tidak murah. Salah satu alternatif solusi untuk permasalahan ini adalah dengan menggunakan Grid Tie Inverter with Limiter (GTIL) untuk mencegah energi berlebih masuk ke jaringan listrik. Pada saat energi yang dihasilkan panel surya lebih besar dari beban terpasang, maka GTIL membatasi daya yang dihasilkan oleh panel surya menjadi sesuai dengan kapasitas beban terpasang. Makalah ini membahas pemanfaatan GTIL dan analisa rugi daya dari penggunaan sistem limiter. Dari hasil analisa, diketahui bahwa sistem limiter bekerja dengan melakukan pergerseran titik kerja panel surya sesuai dengan daya total beban terpasang, dan rugi daya dapat dikurangi dengan melakukan alokasi daya yang dihasilkan ke baterai.
PERKEMBANGAN CONCENTRATED SOLAR CELLS (CSC) UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI ENERGI MATAHARI MENUJU ENERGI BERSIH DAN BERKELANJUTAN Alhanif, Misbahudin
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/rele.v7i1.19147

Abstract

Dalam upaya mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, sel surya menjadi salah satu potensi EBT yang menjanjikan terutama di wilayah dengan intensitas cahaya matahari yang tinggi seperti di Indonesia. Berbagai jenis sel surya telah banyak dikembangkan, mulai dari generasi pertama hingga generasi ketiga sebagai era baru dalam perkembangan teknologi sel surya. Concentrated Solar Cell (CSC) memunculkan harapan baru dalam pemanfaatan energi surya. Konsep dasar CSC melibatkan penggunaan lensa atau cermin konsentrator untuk meningkatkan intensitas cahaya matahari yang mencapai sel surya. Dengan memanfaatkan efek fotovoltaik pada material semikonduktor, CSC dapat meningkatkan efisiensi konversi energi matahari menjadi listrik. Mekanisme kerja CSC tidak hanya mengurangi jumlah sel yang diperlukan, tetapi juga memungkinkan desain multi-junction tandem yang lebih efisien, menggunakan bahan dan proses produksi yang pada umumnya mahal namun menjadi lebih terjangkau melalui penggunaan CSC. Berdasarkan ulasan analisis siklus hidup (LCA) yang dilakukan beberapa peneliti, CSC menunjukkan keunggulan dalam pengurangan material yang terbatas, seperti germanium (Ge) dan gallium (Ga), yang mendukung keberlanjutan pada skala besar. Keunggulan ini memberikan gambaran lebih luas tentang dampak positif CSC terhadap penurunan ketergantungan pada sumber daya yang langka dan peningkatan keberlanjutan di sektor energi.
PERANCANGAN PLTS ON-GRID BERBASIS MICRO INVERTER 500 WATT Harahap, Partaonan; Rimbawati, Rimbawati; Siregar, Chandra A
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/rele.v6i2.17688

Abstract

Sistem on-grid ialah rangkaian fotovoltaik yang cuma menciptakan energi kala jaringan energi utilitas (PLN) ada Sistem ini wajib tersambung ke grid supaya berperan Sistem ini bisa mengirim kelebihan energi yang dihasilkan kembali ke jaringan kala sel surya memproduksi energi berlebih sehingga terdapat surplus buat digunakan nanti. PLTS On-Grid ini senantiasa tersambung dengan Jaringan Listrik Universal serta memaksimalkan tenaga dari panel surya buat menciptakan tenaga listrik secara optimal Tenaga yang dihasilkan dari matahari secara langsung disalurkan ke beban yang tersambung ke jaringan, sehingga bisa dikatakan sistem On-Grid ini sanggup memaksimalkan pemakaian tenaga matahari, dengan tujuan kurangi tagihan listrik. Hasil pengukuran, perhitungan serta analisa informasi yang sudah dicoba kalau model PLTS on grid berbasis micro inverter ini sudah berperan dengan baik, sanggup membangkitkan energi listrik, sanggup menyalurkan listrik ke beban serta pula sanggup menyalurkan energi listrik ke jaringan PLN, sehingga model ini siap buat dipakai selaku materi praktek serta pula selaku perlengkapan promosi PLTS on-grid kepada warga Dari hari ke 5 pengukuran yang dicoba hingga energi rata-rata keselurahan dengan energi beban sebesar 104.5 Watt, di posisi PLTS sebsar 53.8 Watt serta pada posisi posisi PLN sebesar 72.4 Watt. 
EVALUASI KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN TERHADAP ARUS NETRAL PADA TRANSFORMATOR DI GARDU INDUK 150 KV SECANG Jatmiko, Hernawan Budhi
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/rele.v7i1.20350

Abstract

Dalam penyaluran listrik, salah satu peralatan yang digunakan adalah trafo. Trafo memiliki peran yang penting sebagai pengubah nilai tegangan agar sesuai dengan kebutuhan. Pembagian beban yang tidak seimbang pada trafo ini dapat menyebabkan munculnya arus pada penghantar netral trafo yang dapat menyebabkan rugi-rugi dan membuat trafo menjadi tidak efisien. Evaluasi terhadap ketidaksembangan perlu dilakukan agar dapat mengetahui persentase ketidaksimbangan beban yang terjadi dan dilakukan simulasi penyeimbangan beban dengan ETAP untuk memberikan rekomendasi. Berdasarkan perhitungan yang sudah dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa trafo di Gardu Induk 150Kv Secang masih dalam batas standar. Persentase ketidakseimbangan beban terbesar terjadi pada trafo 1 beban pukul 10.00 yaitu sebesar 4,8% terjadi pada bulan September 2023. Berdasarkan simulasi didapatkan nilai persentase ketidakseimbangan beban turun dari 13,5% menjadi 0,6% . Hasil nilai persentase ketidakseimbangan beban dipengaruhi oleh arus pada ketiga fasa pada sisi sekunder pada trafo
DESAIN SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) ATAP ON GRID SYSTEM PADA PT. BALIFOAM NUSA MEGAH BALI Sukadana, I Wayan; Ade Pujana, I Gusti Ngurah; Yasa, I Wayan Sugara; Asna, I Made
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/rele.v6i2.18489

Abstract

Indonesia menetapkan bauran EBT setidaknya 23% ditahun 2025 dan 31% ditahun 2050 melalui PERPRES No. 79/2014. PEMPROV Bali menerbitkan PERGUB No. 45/2019 untuk meningkatkan penggunaan EBT dengan menetapkan bangunan dengan luas lantai lebih dari 500m2 harus menyediakan setidaknya 25% luas atap untuk Panel Surya. Gedung B PT. Balifoam Nusa Megah memiliki luas atap 1.572 m2. Dilakukan perancangan PLTS Atap On-Grid dengan 3 skenario. Skenario-1 dengan kapasitas 10-15% daya tersambung PLN, Skenario-2 berdasarkan beban puncak, Skenario-3 dengan kapasitas 100% daya tersambung PLN. Seluruh skenario dianalisis dari segi tekno-ekonomi untuk diperoleh skenario yang paling layak dan efisien. Melalui simulasi software PVSyst diperoleh bahwa Skenario-2 memiliki potensi yang paling baik. Kapasitas Skenario-2 ditentukan berdasarkan beban puncak yaitu 45,78 kWp dan mengacu PERMEN ESDM No. 49/2018. Penggunaan energi sebelum terpasang PLTS Atap periode 1 tahun 182.041,47 kWh, dengan Skenario-2 menjadi 123.398,01 kWh dan total energi yang diekspor 22.522,54 kWh. Tagihan listrik periode 1 tahun sebelum terpasang PLTS Atap Rp.262.995.316, dengan Skenario-2 penghematan pada tahun pertama Rp.105.872.112 dan investasi yang dibutuhkan Rp.757.721.000. Keuntungan yang diperoleh dengan Skenario-2 paling tinggi dibandingkan skenario lainnya yaitu Rp.1.322.889.547. Melalui metode NPV, PI, dan DPP untuk Skenario-2 layak dijalankan dengan keuntungan 175% dan waktu pengembalian biaya investasi pada tahun ke-9.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue