cover
Contact Name
Agus Alim Hakim
Contact Email
agusalim@apps.ipb.ac.id
Phone
+62251-8622932
Journal Mail Official
jppt@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Division of Fisheries Resources Management, Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science Bogor Agricultural University Jl. Agatis, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680, Indonesia
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal Of Tropical Fisheries Management)
ISSN : 25988603     EISSN : 26148641     DOI : https://doi.org/10.29244/jppt.v1i1.20146
Journal of Tropical Fisheries Management (JPPT) is a scientific journal that is published electronically and in print relating to research results, and scientific proposals on fish biodiversity, fisheries biology, fish stock studies, fisheries policies, ecosystem-based fisheries management, capture technology, fishery product utilization, fish trade, fisheries management area planning, and local wisdom in tropical fisheries management to realize sustainable fisheries resources.
Articles 134 Documents
Bioinformation of Blue Swimming Crab (Portunus pelagicus) during Covid-19 Pandemic in Bintan District, Riau Islands Province: Bioinformasi Rajungan (Portunus pelagicus) dalam Masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau Muzammil, Wahyu; Apriadi, Tri; Melani, Winny Retna; Damora, Adrian
Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal of Tropical Fisheries Management) Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt.v5i2.34442

Abstract

Provinsi Kepulauan Riau memiliki potensi perikanan yang tinggi karena didominasi oleh wilayah perairan dibandingkan daratannya. Potensi perikanan yang tinggi tersebut diantaranya adalah komoditas rajungan. Pandemi covid-19 di seluruh dunia berpengaruh terhadap berbagai sektor, salah satunya sektor perikanan rajungan, sehingga informasi biologi (bioinformasi) dalam masa pandemi ini sangat bermanfaat untuk kegiatan perikanan rajungan berkelanjutan di Kabupaten Bintan. Tujuan penelitian ini untuk memberikan bioinformasi terkait rajungan dalam masa pandemi covid-19 di Kabupaten Bintan. Bioinformasi tersebut meliputi distribusi ukuran, pola pertumbuhan, nisbah kelamin jantan dan betina, serta tingkat kematangan gonad rajungan betina di perairan Kawal dan Pengujan. Ukuran lebar karapas rajungan di Kawal berkisar antara 102,2–187,9 mm dan ukuran lebar karapas rajungan di Pengujan berkisar antara 106,3–148,4 mm. Modus kelas lebar karapas ditemukan pada nilai tengah kelas 130 mm (di Kawal) dan 140 mm (di Pengujan). Pola pertumbuhan rajungan baik betina maupun jantan di Kawal dan Pengujan bersifat allometrik negatif. Berdasarkan uji chi square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05), nisbah kelamin rajungan jantan-betina secara umum baik di Kawal maupun di Pengujan pada kondisi yang seimbang. Tingkat kematangan gonad (TKG) pada rajungan betina secara keseluruhan ditemukan mulai dari stadia TKG 1 sampai stadia TKG 4. Di perairan Kawal ditemukan sebesar 67% matang gonad, 22% belum matang gonad, dan 11% berried female. Di perairan Pengujan ditemukan sebesar 31% matang gonad, 63% belum matang gonad, dan 6% berried female.
Elements of Strategic Policy for Small Scale Fisheries Management in Semarang City: Elemen Kebijakan Strategis Pengelolaan Perikanan Skala Kecil di Kota Semarang Anwar, Nur; Kristiana, Hendi; Malik, Jamaludin
Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal of Tropical Fisheries Management) Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt.v5i2.34733

Abstract

Perikanan skala kecil di Kota Semarang memegang peranan penting, karena keseluruhan armada penangkapan yang ada merupakan skala kecil (< 10 GT). Namun keberadaannya kurang mendapat perhatian, karena kontribusi sektor perikanan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Semarang tergolong kecil. Perkembangan jumlah unit penangkapan pada perikanan skala kecil di Kota Semarang setiap tahun selalu meningkat, sementara di sisi lain hasil tangkapan atau produksi perikanan mulai menurun sejak tahun 2017 sampai sekarang. Masih terdapatnya pengoperasian alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, seperti halnya arad (sejenis pukat), dan implementasi dari kebijakan peraturan perundangan yang belum efektif menjadikan permasalahan perikanan skala kecil di Kota Semarang ini semakin kompleks. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji elemen kebijakan strategis pengelolaan perikanan skala kecil di Kota Semarang berdasarkan elemen aktor, elemen kendala, elemen kebutuhan, dan elemen program agar berkelanjutan. Metode analisis data digunakan teknik Intrepretative Structural Modelling (ISM). Hasil penelitian ini menunjukan terdapat empat elemen sistem dalam kebijakan strategis pengelolaan perikanan skala kecil di Kota Semarang, yaitu elemen aktor, elemen kendala, elemen kebutuhan, dan elemen program. Aktor utama dalam pengelolaan perikanan skala kecil di Kota Semarang adalah nelayan dan Dinas Perikanan Kota Semarang dengan kendala utamanya, yaitu kelebihan kapasitas penangkapan, penurunan hasil tangkapan, penangkapan tidak ramah lingkungan dan regulasi belum efektif kebutuhan utamanya adalah perlunya konservasi sumberdaya ikan dan peningkatan pendapatan nelayan serta program utamanya, yaitu pembatasan alat tangkap tidak ramah lingkungan.
Strategi Keberlanjutan untuk Pengelolaan Perikanan Skala Kecil: Studi Kasus di Pesisir Kota Semarang, Indonesia : Strategi Keberlanjutan Pengelolaan Perikanan Skala Kecil: Studi Kasus di Pesisir Kota Semarang, Indonesia Malik, Jamaludin; Kristiana, Hendi
Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal of Tropical Fisheries Management) Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt.v5i2.34761

Abstract

Perikanan skala kecil di Kota Semarang memiliki permasalahan yang kompleks. Pada kondisi yang ada telah terjadi kelebihan kapasitas penangkapan dan tangkap lebih. Pada tataran keberlanjutan, setiap aspek pengelolaan (lingkungan, sumberdaya ikan, sarana dan teknologi, sosial ekonomi, serta tata kelola dan kelembagaan) merupakan tantangan untuk mencapai pengelolaan perikanan berkelanjutan di Kota Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi keberlanjutan pengelolaan perikanan skala kecil di Kota Semarang. Strategi keberlanjutan pengelolaan perikanan skala kecil di Kota Semarang yang dapat dirumuskan adalah: (1) meningkatkan upaya pelestarian/konservasi sumberdaya ikan dan ekosistem; (2) meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan serta pengentasan kemiskinan; (3) meningkatkan produktivitas perikanan tangkap; (4) meningkatkan penegakan hukum/regulasi perikanan.
Tongkol Fishery Management using an Ecosystem Approach through an Assessment of the Status of Fish Resource Domains in the West Season Landed on Segara Kusamba Beach, Bali: Pengelolaan Perikanan Tongkol dengan Pendekatan Ekosistem melalui Penilaian Status Domain Sumber Daya Ikan pada Musim Barat yang Didaratkan di Pantai Segara Kusamba, Bali Restu, I Wayan; Pratiwi, Made Ayu Pratiwi; Permathasari, Desak Putu
Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal of Tropical Fisheries Management) Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt.v5i2.35152

Abstract

Segara Kusamba Beach, Klungkung, Bali is a beach with the main catch fishery product, namely Tongkol Fish. The high level of tongkol fishing activities on Segara Kusamba Beach must be balanced with proper management so that Tongkol Fish Resources remain sustainable. So a research was carried out that aims to determine the status of the utilization of tongkol fishery resources landed on Segara Kusamba Beach with an ecosystem approach to the fish resource domain. The research was conducted in November 2019-January 2020. Data was collected by direct observation and interviews. Data analysis for each indicator was carried out using a multi-criteria analysis approach, then composite index assessment and visualized with a flag model. The results showed that the tongkol fish Resource domain in Segara Kusamba Beach got a light green flag model with a good status and got a composite value of 69.43. The trend indicator for fish size is relatively constant, the indicator for the proportion of yuwana fish is 44% of the total catch, the 95% species composition indicator is dominated by tongkol as the target fish, the indicator for range collapse of fish resources is increasingly difficult in determining the fishing area, and on indicators There are no ETP species caught on the Segara Kusamba Beach. So that it can provide advice on capture fisheries management in the form of fishing period management, improved mesh size and better cooperation between steakholders and fishermen in order to create better tongkol fishing in Segara Kusamba Beach, Klungkung.
Pendekatan Ekosistem Pada Pengelolaan Perikanan Tongkol Skala Kecil Melalui Penilaian Domain Teknik Penangkapan Ikan Di Perairan Bali Timur: An Ecosystem Approach to Small-Scale Cob Fishery Management through the Assessment of the Fishing Technique Domain in East Bali Waters Watiniasih, Ni Luh; Pratiwi, Made Ayu; Samba, Roni Adi
Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal of Tropical Fisheries Management) Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt.v5i2.35725

Abstract

Karangasem's fishery potential is very large due to the large distribution of small-scale cathing fisheries areas along the coastal areas of Karangasem. The purpose of this study was to see the condition of small-scale tuna fisheries through the status of the fishing domain which refers to the Ecosystem Approach Fisheries Management (EAFM). Based on the results of the calculation of the composite value, the domain status of fishing techniques in East Seraya Village obtained a score of 68.62. These results indicate that the EAFM status of the fishing technique domain in East Seraya Village is categorized as good. However, from the results of the assessment, there are still two indicators that have bad status. This is due to the assessment of indicators of modification of fishing gear >50% of fish catches of fishermen in East Seraya Village are under Lm. And the indicators of Fishery Capacity and Catching Efforts show conditions that have been overcapacity
Estimating Residents’ Behaviour Model in Disposing of Waste in the Cisadane River: Model Penduga Perilaku Warga Membuang Sampah di Sungai Cisadane Damar, Ario; Hariyadi, Sigid; Taryono, Taryono; Rahmat Padyawan, Andhy
Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal of Tropical Fisheries Management) Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt.v5i2.37722

Abstract

Binary logit regression analysis is to determine the probability that describes the relationship between a response variable and a predictor variable. This analysis is based on the logistic distribution and is used to model the relationship between the response variables and the explanatory variables. This study aims to analyze the decision factors of residents who live on the Cisadane river border on the possibility of dumping waste directly into the river and not throwing garbage into the river (burned, buried in the ground and dumped into the TPS). The results of testing the logistic regression model using SPSS Statistics version 25 software obtained 5 predictive variables with the selection of the best model where the availability of TPS, number of TPS, garbage officers, the role of community leaders and the impact of river waste had a significant effect on the decision factors of residents to throw garbage into the Cisadane river.
Pendekatan Sosio-Spasial Budidaya Lobster Pada Zona Wilayah Teluk Ekas Lombok Nusa Tenggara Barat : Pendekatan Sosio-Spasial Budidaya Lobster Pada Zona Wilayah Teluk Ekas Lombok Nusa Tenggara Barat Budiyanto, Balok
Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal of Tropical Fisheries Management) Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt.v5i2.38719

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaaan laut terbesar di dunia dengan luas wilayah perairan mencapai 6,32 juta dengan akumulasi garis pantai mencapai 81.000 km dan memiliki area terumbu karang yang sangat luas sebagai habitat lobster. Lobster hidup di kedalaman 100-200 meter dengan suhu 20-30°C, dengan persebaran lobster hampir di seluruh wilayah perairan Indonesia. Salah satu wilayah Indonesia yang memiliki potensi sebagai pusat budidaya lobster yaitu Nusa Tenggara Barat (NTB). Direktorat Perencanaan Ruang Laut merancang skema program yang disusun menindaklanjuti rencana khusus Lombok sebagai pusat budidaya lobster, yakni lobster estate atau dikenal kampung budidaya lobster dengan prinsip blue economy. Inti dari konsep ini adalah keberlanjutan yang amat penting dalam pembangunan kelautan dan perikanan mengingat sifat dari sumberdaya di ruang laut memiliki kharakter yang sungguh amat rentan terhadap perubahan lingkungan serta open access - pemanfaatan yang terbuka untuk umum dan semua orang dapat mengaksesnya secara bebas. Azas inilah yang senantiasa menimbulkan konflik pemanfaatan sumberdaya perikanan. Menjawab bagaimana konflik kepentingan memperebutkan ruang laut maka perlu memperhatikan hubungan antara ruang dengan manusia yang terlibat di dalamnya. Analisis ini dapat dijelaskan dengan menggunakan pendekatan Sosio-Spasial Levebvre dimana ruang bukanlah suatu geometri yang netral dan pasif. Ruang diproduksi dan direproduksi dan kemudian merepresentasikan situs perjuangan. Tujuan penulisan ini untuk menambah sudut pandang lain yang sudah ada dalam pelaporan rencana detail zona pemanfaatan budidaya laut. Artikel ini menggunakan metoda kualitatif deskriptif. Hasil yang didapatkan adalah dalam penyusunan rencana detil tata ruang perlu mempertimbangkan adanya kontestasi konflik kepentingan antar stakeholders dan wajib mengakomodir konflik kepentingan yang mungkin terjadi.
Intervention Strategy for Ecosystem-Based Tourism Sustainability in Coastal Areas and Gili Matra Small Islands: Strategi Intervensi Untuk Keberlanjutan Wisata Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil Gili Matra Berbasis Ekosistem Wibisana, Sri Yanti
Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal of Tropical Fisheries Management) Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt.v5i2.39259

Abstract

The development of coastal ecosystem-based tourism in Gili Matra has been very massive and tends to exceed capacity. For this reason, it is necessary to review the existing ecosystem status in mapping out appropriate intervention strategies in tourist areas. The research during 2021 at 13 locations in Gili Matra aims to look at the pattern and status of the ecosystem for the preparation of tourism development intervention strategies. Data analysis includes descriptive and cluster analysis of the pattern of ecosystem structure, habitat, and resources. The results showed that 30.7% of hard coral cover was still in good condition, and 69.23% was in poor condition. The coral health index level is also with the same percentage value as coral cover. Meanwhile, fish species richness that exceeds 5 species reaches 61.53% and less than 5 species by 38.46%. The general conclusion is that coral reefs are under pressure, although fish biodiversity is still high. The intervention strategy is through efforts to increase coral coverage, and while fishing tourism activities must be managed properly, so as not to damage coral reefs and maintain the target fish population.
Mangrove ecosystem suitability for conservation in buffer zone TPK Kendawangan, West Kalimantan: Kajian studi kesesuaian ekosistem mangrove untuk konservasi di wilayah penyangga TPK Kendawangan Kalimantan barat Endang Sriwahyuni; Fredinan Yulianda; Bambang Widigdo
Journal of Tropical Fisheries Management Vol 6 No 1 (2022): Journal of Tropical Fisheries Management
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt.v6i1.39267

Abstract

Ekosistem mangrove sebagai salah satu ekosistem penting di wilayah pesisir memiliki peran yang sangat besar mulai dari sebagai penyeimbang ekosistem pesisir, penyerap karbon terbesar, sumber unsur hara, area siklus hidup komunitas perikanan hingga sebagai tempat wisata. Peran serta fungsi ekosistem mangrove yang sangat penting ini menuntut kita untuk memiliki suatu bentuk pengelolaan agar tercipta kondisi ekosistem mangrove yang lestari dan berkelanjutan. Salah satu bentuk pengelolaan ekosistem mangrove adalah pengelolaan berbasis kawasan konservasi. Konservasi dapat menjadi suatu alat pengelolaan melalui suatu bentuk pengalokasian wilayah sesuai dengan peran dan kondisi ekosistem, baik di area kawasan yang dilindungi maupun area penyangga. Ketepatan pada pengalokasian pada zonasi kawasan konservasi menjadi penting agar terjadi harmonisasi serta penyelarasan berbagai kondisi ekologi ekonomi dan sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kesesuaian ekosistem mangrove di wilayah penyangga TPK Kendawangan sebagai kawasan konservasi perairan untuk pengalokasian wilayah yang dilindungi secara tepat dan berkelanjutan. Pulau Cempedak, Pulau Bawal dan Selat Bilik sebagai wilayah penyangga menunjukkan status kesesuaian yang berbeda. Pulau Cempedak dan Pulau Bawal menunjukkan kondisi tidak sesuai dengan Selat Bilik menunjukkan kondisi sesuai untuk dijadikan kawasan konservasi ekosistem mangrove. Hal ini menunjukkan bahwa batas alokasi yang tidak dijadikan kawasan konservasi ditetapkan pada wilayah perairan kendawangan sudah tepat.
Distribution of Skipjack (Katsuwonus Pelamis) Fishing Areas using Purse Seine Fishing Equipment in WPP 573: Distribusi Daerah Penangkapan Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) Menggunakan Alat Tangkap Purse Seine di WPP 573 Yonvitner, Yonvitner; Agus, Syamsul Bahri; Muhammad Nursan
Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal of Tropical Fisheries Management) Vol 6 No 1 (2022): Journal of Tropical Fisheries Management
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt.v6i1.40999

Abstract

Estimation of fishing grounds is one solution to facilitate time efficiency in fishing activities. Efforts are made to predict the fishing ground (fishing ground) through an approach to oceanographic physical conditions. The dynamics of skipjack fishing areas are influenced by oceanographic parameters such as sea surface temperature and chlorophyll-a concentration. Skipjack tuna (Katsuwonus pelamis) is the main type of fish caught in Indonesian waters. This study aims to analyze the dynamics of oceanographic conditions in the form of sea surface temperature and chlorophyll-a distribution, the relationship between skipjack fishing season and the dynamics of sea surface temperature distribution and chlorophyll-a distribution in WPP 573 waters 2016-2020 and predict skipjack fishing season.The catch results show that the average SST value obtained from the fishing grounds is 29.44 oC, the minimum value is 26.76 oC and the maximum value is 32.32 oC, while for the concentration of chlorophyll-a the average value obtained is 0.19 mg/ m3, the minimum value is 0.08 mg/m3 and the maximum value is 0.95 mg/m3. The average temperature and chlorophyll-a 2016-2020 that coincided with the high catch were 28.5oC and 0.23 mg/m3. The results of the MaxEnt model show that the evaluation of the model is in a good category, the percentage of SST contribution is higher than Chlorophyll-a, the probability index value for skipjack fish is around 0.5-0.8 and the results of the validation of fishing data are mostly widespread according to the results of the 2016-2020 MaxEnt model. The results also show that the east season, namely June, July and August, is a good fishing season for skipjack tuna, whereas skipjack catches decline in the west season, December, January and February.

Page 8 of 14 | Total Record : 134