cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
STKIP Bina Bangsa Getsempena, Jalan Tanggul Krueng Aceh, No. 34, Rukoh, Darussalam, Banda Aceh, 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Penjaskesrek
ISSN : 23550058     EISSN : 25026879     DOI : -
Articles to be published on Penjaskesrek should follow the focus and scope of this journal. The scope of this journal is sports science.
Articles 195 Documents
DEVELOPMENT OF BASIC INNER FOOT PASSING TECHNIQUE TRAINING MEDIA IN SOCCER Effendi, Awang Roni; Qosim , Anang; Suhairi, Muhammad
Jurnal Penjaskesrek Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, FKIP Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/penjaskesrek.v10i2.2342

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah media pembelajaran pasing sepak bola menggunakan kaki bagian dalam untuk siswa. Desain Penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (research and development). Dengan menggunakan pendekatan Brog and Gall. Melibatkan 3 validasi ahli, diataranya: ahli materi ahli perkembangan gerak, dan ahli media. Uji skala kecil dan uji sekala besar dilaksanakan di MI Swasta Miftahul Ulum. Sungai Bemban. Kubu Raya. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket dengan kisi-kisi pertanyaan berkaitan dengan aspek tampilan, aspek materi, aspek kegunaan, dan aspek praktis ekonomis. Hasil penelitian uji skala kecil sebesar 83,28%, uji skala besar persentase sebesar 80,17%, dengan kriteria baik. Dapat disimpulkan bahwa inovasi pengembangan media latihan teknik dasar pasing kaki bagian dalam sepak bola ini layak untuk digunakan sebagai aktivitas untuk mengembangkan motorik keterampilan gerak dasar dan koordinasi gerak pasing sepakbola.AsbtractThis research and development aim to produce a learning media for passing in soccer using the inner part of the foot for students. The research design employed in this study is the research and development approach by Brog and Gall. It involved three expert validations, namely: a subject matter expert, a motor development expert, and a media expert. Small-scale and large-scale tests were conducted at MI Swasta Miftahul Ulum in Sungai Bemban, Kubu Raya. The data collection instrument used a questionnaire with questions related to the aspects of appearance, content, usability, and practical economic aspects. The results of the small-scale test showed a percentage of 83.28%, and the large-scale test resulted in a percentage of 80.17%, both classified as good. It can be concluded that the innovative development of media for basic inner foot passing technique training in soccer is suitable for use as an activity to enhance motor skills and coordination in soccer passing.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PENCAK SILAT BERBASIS DIGITAL DI SD NEGERI KOTA BANDA ACEH Rozalini, Novia; Munawar, Munawar; Kinanti, Putri
Jurnal Penjaskesrek Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, FKIP Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/penjaskesrek.v10i2.2371

Abstract

Bahan ajar materi pencak silat yang selama ini digunakanpada tingkat sekolah dasar di kota banda aceh masih belum berbentuk digital dan hanya menggunakan tampilan gambar-gambar biasa bahkan masih dalam bentuk gambar yang tidak berwarna.Tujuan penelitian ini untuk memudakan guru dalam menlaksanakan proses belajar mengajar menggunakan vidio teknik dasar pencak silat yang dikembangkan dan didesain sedemikian rupa dan kemudian ditampilkan melalui Youtube agar tujuan pembelajaran tercapai dengan baik. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah siswa SDN 43 Kota Banda Aceh yang berjumlah 20 orang siswa. Metode Peneltian ini dikembangkan dengan menggunakan metode ADDIE Berdasarkan dari metode penelitian tersebut, terdapat lima tahapan; analisis (analyze), desain (design), pengembangan (development), penerapan (Implementation), dan evaluasi (evaluation). Hasil penelitian ini adalah ahli isi/materi pembelajaran berada pada kategori “Sangat Layak” dengan persentase 90,6%, ahli media dan desain pembelajaran pada kategori “Sangat Layak” dengan persentase 93,38%, ahli praktisi lapangan pada kategori “Sangat Layak” dengan persentase 92 %, uji coba perorangan kategori ”Sangat Baik” dengan persentase 95%, uji coba kelompok kecil dengan persentase 93,36% pada kategori “Sangat Layak”, uji kelompok besar dengan presentase 96,4%, dan uji coba lapangan pada kategori “Sangat Layak”, dan memperoleh nilai rata-rata dengan persentase 93,39%. hasil analisis data penelitian. Nilai yang diperoleh keseluruhannya berada dalam rentang 90-100 dengan kata lain pengembangan bahan ajar pembelajaran pencaksilat ini sangat layak dan cocok untuk digunakan kepada siswa sekolah dasar tingkat V SD Negeri 43 Banda Aceh.AbstractThe pencak silat teaching materials that have been used at the elementary school level in the city of Banda Aceh are still not in digital form and only use ordinary picture displays and are still in the form of colorless pictures. This research aims to make it easier for teachers to carry out the teaching and learning process using video. The basic techniques of pencak silat are developed and designed in such a way and then displayed via YouTube so that learning objectives are achieved well. The population and sample in this research were 20 students at SDN 43 Banda Aceh City. This research method was developed using the ADDIE method. Based on this research method, there are five stages; analysis (analyze), design (design), development (development), implementation (Implementation), and evaluation (evaluation). The results of this research are that content/learning material experts are in the "Very Appropriate" category with a percentage of 90.6%, media, and learning design experts are in the "Very Appropriate" category with a percentage of 93.38%, field practitioner experts are in the "Very Good" category. with a percentage of 92%, individual trials in the "Very Good" category with a percentage of 95%, small group trials with a percentage of 93.36% in the "Very Good" category, large group trials with a percentage of 96.4%, and field trials in category "Very Good, and obtained an average score with a percentage of 93.39%. The development of video-based teaching materials for learning pencak silat techniques is suitable for use based on the results of research data analysis. The overall scores obtained are in the range of 90-100, in other words, this pencak silat learning teaching material is very suitable and suitable for use with grade V elementary school students at SD Negeri 43 Banda Aceh.
EVALUASI PEMBINAAN PRESTASI OLAHRAGA PETANQUE SUMATERA UTARA Abdurrahman, Eka; Nasuka, Nasuka; Sulaiman, Sulaiman; Raharjo, Hermawan Pamot
Jurnal Penjaskesrek Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, FKIP Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/penjaskesrek.v11i1.2643

Abstract

Cabang Olahraga Petanque Sumatera Utara beberapa tahun terakhir dalam ajang nasional tidak mencapai prestasi maksimal. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi Antecendent (latar belakang dan perencanaan program pembinaan), Transaction (perekrutan pelatih, perekrutan atlet, program latihan, sarana dan prasarana, pendanaan, koordinasi, dan kesejahteraan), Outcomes (keberhasilan/ prestasi) di olahraga petanque Sumatera Utara. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan model evaluasi Countenence dari Robert E. Stake. Subyek dalam penelitian ini adalah pengurus, pelatih dan atlet di olahraga petanque Sumatera Utara, Untuk memperoleh data dalam penelitian ini, digunakan tiga macam teknik pengumpul data yaitu: 1) Observasi, 2) wawancara, dan 3) Dokumentasi. Hasil : 1) Antecendent yaitu latar belakang dan perencanaan program pembinaan terstruktur oleh pihak pengurus 2) Transaction yaitu perekrutan pelatih/atlet memenuhi semua kriteria, program latihan disusun oleh pelatih dan pengurus, namun atlet belum mampu melaksanakan program latihan, Sarana dan prasarana terkendala dengan kerikil yang ada di lapangan mulai habis, pendanaan sangat baik untuk menunjang kebutuhan atlet dan pelatih, Koordinasi sangat baik antara pengurus dengan pemerintah, pelatih dan atletnya dan Kesejahteraan pelatih dan atlet sangat baik karena mendapat gaji setiap bulannya, dan 3) Outcome yaitu keberhasilan atlet belum mencapai target secara maksimal. Kesimpulan : 1) Antecendent meliputi: latar belakang dan perencanaan program pembinaan yang sangat baik, 2) Transaction meliputi rekrutmen pelatih dan perekrutan atlet yang sangat baik, program latihan belum berjalan dengan baik, sarana dan prasarana kurang baik, pendanaan sangat baik, koordinasi sangat baik, dan kesejahteraan sangat baik, 3) Outcome meliputi keberhasilan kurang baik. Saran dalam penelitian ini yaitu : Pengurus dan pelatih Olahraga Petanque Sumatera Utara harus lebih maksimal dalam melakukan perbaikan khususnya pada aspek pelaksanaan perekrutan atlet dan prasarana di sektor lapangan untuk pelatih dan atlet dalam menjalankan program-program latihan.AbstractThe Petanque sport branch of North Sumatra in recent years in national events has not achieved maximum performance. The aim of this research is to evaluate Antecedents (background and planning of coaching programs), Transactions (recruitment of coaches, recruitment of athletes, training programs, facilities and infrastructure, funding, coordination and welfare), Outcomes (success/achievement) in the petanque sport of North Sumatra. The research method uses a qualitative approach with the Countence evaluation model from Robert E. Stake. The subjects in this research were administrators, coaches and athletes in the petanque sport of North Sumatra. To obtain data in this research, three types of data collection techniques were used, namely: 1) Observation, 2) interviews, and 3) Documentation. Results: 1) Antecedent, namely the background and planning of a structured coaching program by the management. 2) Transaction, namely the recruitment of coaches/athletes that meet all the criteria, the training program is prepared by the coaches and administrators, but the athletes have not been able to carry out the training program. Facilities and infrastructure are hampered by gravel. those in the field are starting to run out, funding is very good to support the needs of athletes and coaches, very good coordination between administrators and the government, coaches and athletes and the welfare of coaches and athletes is very good because they get salaries every month, and 3) Outcome, namely the success of athletes has not yet reached target to the maximum. Conclusion: 1) Antecedent includes: very good background and planning for the coaching program, 2) Transaction includes very good recruitment of coaches and athlete recruitment, the training program is not running well, facilities and infrastructure are not good, funding is very good, coordination is very good , and very good welfare, 3) Outcomes include less good success. The suggestions in this research are: North Sumatra Petanque Sports administrators and coaches must be more optimal in making improvements, especially in aspects of implementing athlete recruitment and infrastructure in the field sector for coaches and athletes in carrying out training programs.
PEMBELAJARAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PENJAS SYSTEMATIC LITERATUR REVIEW Fauzan, Muhammad Ghani; Rahmat, Alit; Carsiwan, Carsiwan
Jurnal Penjaskesrek Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, FKIP Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/penjaskesrek.v11i1.2586

Abstract

Pembelajaran Media Audio Visual telah menjadi komponen integral dalam pengembangan metode pembelajaran, terutama dalam konteks Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjas). Penelitian ini menggunakan metode SLR (Systematic Literature Review) yang terkait dengan pemanfaatan media audio visual dalam konteks pembelajaran Penjas. Kajian ini memaparkan tinjauan terhadap artikel-artikel ilmiah, jurnal, serta publikasi terkait yang menggambarkan peran, efektivitas, dan implementasi media audio visual dalam pembelajaran Penjas. Analisis ini melibatkan aspek-aspek seperti jenis media yang digunakan, teknik penerapan, reaksi siswa, pencapaian tujuan pembelajaran, serta perbandingan dengan metode konvensional. Hasil kajian menyoroti bahwa pemanfaatan media audio visual secara konsisten memberikan kontribusi positif terhadap efektivitas pembelajaran Penjas. Beragam teknik, mulai dari video pembelajaran, animasi, hingga simulasi, telah menunjukkan peningkatan dalam pemahaman materi, partisipasi siswa, dan motivasi belajar. Namun, kajian ini juga menyoroti kebutuhan akan penelitian lebih lanjut untuk memahami konteks-konteks spesifik di mana penggunaan media ini paling efektif. Dengan demikian, kajian ini memberikan landasan yang kuat bagi pengembangan lebih lanjut dalam pemanfaatan media audio visual dalam lingkup Pembelajaran Penjas. Implikasi praktisnya menekankan pentingnya integrasi teknologi dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan di bidang ini.AbstractAudio Visual Media Learning has become an integral component in the development of learning methods, especially in the context of Physical Education and Health (Penjas). This research uses the SLR (Systematic Literature Review) method which is related to the use of audio-visual media in the context of Physical Education learning. This study presents a review of scientific articles, journals and related publications that describe the role, effectiveness and implementation of audio-visual media in Physical Education learning. This analysis involves aspects such as the type of media used, application techniques, student reactions, achievement of learning objectives, as well as comparisons with conventional methods. The results of the study highlight that the use of audio-visual media consistently makes a positive contribution to the effectiveness of Physical Education learning. Various techniques, ranging from learning videos, animations, to simulations, have shown improvements in material understanding, student participation, and learning motivation. However, this study also highlights the need for further research to understand the specific contexts in which the use of this medium is most effective. Thus, this study provides a strong foundation for further development in the use of audio-visual media within the scope of Physical Education Learning. The practical implications emphasize the importance of integrating technology in the learning process to improve the quality of education in this field.
PERAN GURU PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN (PJOK) DALAM MENINGKATKAN MOTORIK DASAR PESERTA DIDIK KELAS RENDAH SEKOLAH DASAR Amiruddin, Amiruddin; Nurdin, Ambia; Sabilla, Adelia Mauliza
Jurnal Penjaskesrek Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, FKIP Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/penjaskesrek.v11i1.2873

Abstract

Guru pendidikan jasmani berperan penting dalam meningkatkan kemampuan motorik dasar peserta didik dengan menggunakan berbagai modifikasi media belajar pada pembelajaran pendidikan jasmani sehingga ada beberapa guru disekolah masih kurang optimal terhadap proses pembelajaran motorik dasar pada peserta didik. Mengetahui peran guru PJOK menjadi pencapaian utama untuk meningkatkan motorik dasar pendidikan tingkat sekolah dasar. Hasil akan digambarkan secara narasi atau deskrisi dengan pendekatan kualitatif. Seluruh guru sekolah dasar Kecamatan Johan Pahlawan akan menjadi kunci utama penelitian ini yakni sebagai subjek sebanyak 12 orang guru PJOK. Peneliti menggunakan pendekatan via tanya jawab tatap muka juga observasi untuk mengumpulkan evidensi. Berdasarkan berkas didapat maka dapat dikemukakan selama ini guru mengajarkan materi motorik dasar sesuai dengan kurikulum K13 dan kurikulum merdeka agar dapat mengevaluasi sejauh mana keberhasilan pembelajaran yang telah diterapkan ketika membangun sikap pemahaman serta keahlian anak didik dalam berbagai bentuk modifikasi yang dikombinasikan gerak melalui permainan yang menyenangkan. Pada saat proses pembelajaran guru memberikan contoh gerakan langsung seperti berjalan, berlari, melompat dan meloncat serta memperlihatkan contoh video/gambar-gambar kepada peserta didik. Permainan motorik dasar yang dikerahkan pengajar membuat peserta didik aktif ketika pembelajaran dilapangan. Namun selama proses pembelajaran dilakukan sebagian kecil siswa masih kurang aktif dalam melakukan gerakan yang diberikan. Hal ini terlihat pada hasil penilaian akhir yang sesuai dengan keaktifan peserta didik pada pembelajaran motorik dasar. Pembelajaran motorik dasar memberikan dorongan agar peserta didik aktif dengan memiliki kepribadian yang baik seperti kerja sama, bertanggung jawab serta kejujuran.AbstractPhysical education teachers has an important role to improving students' basic motor skills by using various modifications of learning media in physical education learning so there are some teachers who are still less than optimal in the basic motor learning process for students. Knowing the role of PJOK teachers is the main achievement for improving basic motor skills in elementary school level education. The results will be described narratively or descriptively using a qualitative approach. All elementary school teachers in Johan Pahlawan District will be the main key to this research, namely as subjects, 12 PJOK teachers. Researchers used an approach via face-to-face debriefing as well as observation to collect evidence. So, we accept that teachers have taught basic motoric material in accordance with the K13 curriculum and the sovereign curriculum so that they can evaluate the extent of the success of the learning that has been implemented when building academian attitudes of understanding and skills in various forms of modification combined with movement through fun games. During the learning process the teacher provides examples of direct movements such as walking, running, jumping and jumping and shows examples of videos/pictures to students. Basic motor games deployed by teachers make students active when learning in the field. However, during the learning process, a small number of students were still less active in carrying out the movements given. This can be seen in the final assessment outcome which are in accordance with the students' activeness when basic motor learning. Basic motor learning provides encouragement so that students are active by having good personalities such as cooperation, responsibility and honesty.
PENGARUH LATIHAN DRILL TERHADAP KECEPATAN RENANG GAYA BEBAS PADA SISWA SMP 18 BANDA ACEH Munzir, Munzir; Malik, Abdul; Is, Zulheri
Jurnal Penjaskesrek Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, FKIP Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/penjaskesrek.v11i1.2875

Abstract

Kecepatan dalam renang gaya bebas merupakan elemen vital bagi seorang perenang untuk mencapai performa terbaik. Salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi kecepatan renang adalah latihan drill yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan drill terhadap kecepatan renang gaya bebas pada siswa SMP 18 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan mengunakan desain one- group pretes- postes. Sampel yang digunakan dalam penelitian@ini berjumlah 30 siswa@kelas VIII dengan tehnik penarikan sampel mengunakan teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data adalah tes kecepatan renang gaya bebas berdasarkan komponen gerak dasar. Data pre- test diperoleh sebelum perlakuan dan data pos-test diperoleh setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor pre- test (M=67.27, SD=1.780) dan skor pos- test (M=62.13, SD=1.925). Hasil uji hipotesis menggunakan uji-t menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0.05) dengan t-hitung 30.877 lebih besar dari t-tabel 1.69726. Hal ini menunjukkan bahwa latihan drill berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kecepatan renang gaya bebas pada siswa. AbstractSpeed in freestyle swimming is a vital element for a swimmer to achieve the best performance. One of the important factors that can affect swimming speed is proper drilling. This study aims to determine the effect of drill training on freestyle swimming speed in SMP 18 Banda Aceh students. This study uses a quantitative method with a one-group pretest-posttest design. The research sample amounted to 30 grade VIII students which was determined by the total sampling technique. The data collection instrument is a freestyle swimming speed test based on basic motion components. Pretest data were obtained before treatment and posttest data were obtained after treatment. The results showed a significant difference between the pretest score (M=67.27, SD=1.780) and the posttest score (M=62.13, SD=1.925). The results of the hypothesis test using the t-test showed a significance value of 0.000 (p<0.05) with a t-count of 30.877 greater than the t-table 1.69726. This shows that drill training has a positive and significant effect on increasing freestyle swimming speed in students.
PERANCANGAN FRAMEWORK PEMBELAJARAN PJOK BERBASIS IOT DENGAN PENDEKATAN ADAB DAN AKHLAK Maulana, Hanif; Muhammad; Iqbal, Muhammad
Jurnal Penjaskesrek Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, FKIP Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/penjaskesrek.v11i2.2932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan framework pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) berbasis Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan nilai-nilai adab dan akhlak di sekolah Islam. Menggunakan pendekatan Design-Based Research (DBR) dengan metode mixed method, penelitian dilaksanakan di tiga sekolah Islam di Aceh dengan melibatkan 150 siswa, 10 guru PJOK, 3 pimpinan sekolah, dan 6 pakar pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa framework yang dikembangkan memiliki efektivitas tinggi dalam tiga aspek utama: (1) implementasi teknologi IoT dengan tingkat akurasi monitoring 92,3% dan reliabilitas data 90,1%, (2) integrasi nilai-nilai adab dan akhlak dengan tingkat keberhasilan 87,5% dalam implementasi dan peningkatan karakter islami sebesar 45,2%, dan (3) peningkatan kualitas pembelajaran dengan efektivitas penyampaian materi 88,5% dan ketercapaian tujuan pembelajaran 86,9%. Tantangan implementasi meliputi aspek teknis (infrastruktur 35,2%, konektivitas 28,7%) dan pedagogis (adaptasi guru 32,4%, kesiapan siswa 27,8%) yang diatasi melalui program peningkatan infrastruktur dan pengembangan kapasitas berkelanjutan. Framework ini berkontribusi signifikan dalam pengembangan model pembelajaran PJOK yang mengintegrasikan teknologi modern dengan nilai-nilai Islam. Kesimpulannya, pengembangan framework pembelajaran PJOK berbasis IoT yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, meskipun masih menghadapi beberapa tantangan teknis dan pedagogis yang memerlukan penyesuaian berkelanjutan.AbstractThis research aims to develop an Internet of Things (IoT)-based Physical Education framework integrated with Islamic values of adab and akhlak in Islamic schools. Using Design-Based Research (DBR) approach with mixed methods, the research was conducted in three Islamic schools in Aceh, involving 150 students, 10 Physical Education teachers, 3 school leaders, and 6 education experts. The results show that the developed framework demonstrates high effectiveness in three main aspects: (1) IoT technology implementation with 92.3% monitoring accuracy and 90.1% data reliability, (2) integration of adab and akhlak values with 87.5% implementation success rate and 45.2% improvement in Islamic character development, and (3) enhancement of learning quality with 88.5% material delivery effectiveness and 86.9% learning objectives achievement. Implementation challenges include technical aspects (infrastructure 35.2%, connectivity 28.7%) and pedagogical aspects (teacher adaptation 32.4%, student readiness 27.8%), which were addressed through infrastructure improvement programs and continuous capacity development. This framework contributes significantly to developing a Physical Education learning model that integrates modern technology with Islamic values. In conclusion, the development of an IoT-based Physical Education, Sports, and Health learning framework integrated with Islamic values has proven effective in improving the quality of learning, although it still faces several technical and pedagogical challenges that require continuous adjustment.
ANALISIS KINEMATIC VARIABEL RECURVE ROUNDE SINGLE PADA SHOULDER JOINT DISTANCE DALAM OLAHRAGA PANAHAN TAHUN 2024 Syahputra, Muhajjir; Amin, Fitria
Jurnal Penjaskesrek Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, FKIP Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/penjaskesrek.v11i2.2952

Abstract

Analisis biomekanika saat ini merupakan alat bantu revolusioner untuk merekam analisis baik kualitatif dan kuantitatif dan peningkatan gerakan manusia. Dengan perkembangan fotografi, menjadi mungkin untuk menangkap urutan gambar yang mengungkapkan detail gerakan manusia yang tidak terlihat dengan menonton gerakan dengan mata telanjang. Dalam panahan, penting bahwa pemanah mampu menahan gaya tarik busur secara isometrik saat dilepaskan. Banyaknya kesalahan gerakan dari hasil tarikan menghasilkan pengurangan kecepatan panah dan ini menyebabkan panah bergerak terlalu lambat menuju target.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan recurve rounde single pada tampilan atas dan sagital dalam tahapan drawing, aiming dan release. Metode penelitian deskriptif dengan desain the basic causal-comparative designs digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan signifikan recurve rounde single pada tampilan atas dan sagital dalam tahapan drawing, aiming dan release. Subjek Penelitian berjumlah 8 orang Atlet, Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini merupakan data yang diperoleh langsung dari objek penelitian yaitu Atlet PPLP Aceh Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang berpedoman pada pertanyaan penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa: Penelitian ini mengungkap beberapa simpulan. Drawing, aiming dan release yang merupakan prediktor keterampilan dalam atlet cabang olahraga panahan PPLP Shoulder Joint Distance mengalami penambahan jarak rata-rata sebesar 1.33cm.AbstractBiomechanical analysis is currently a revolutionary tool for recording both qualitative and quantitative analysis and improvement of human movement. With the development of photography, it has become possible to capture sequences of images that reveal details of human movement that are not visible to the naked eye. In archery, it is important that the archer is able to withstand the bow's draw force isometrically when released. The number of movement errors from the draw results in a reduction in arrow speed and this causes the arrow to move too slowly towards the target. The purpose of this study was to determine whether there was a difference in the recurve rounde single in the top and sagittal views in the drawing, aiming and release stages. Descriptive research methods with the basic causal-comparative designs were used in this study. The results showed that there was a significant difference in the recurve rounde single in the top and sagittal views in the drawing, aiming and release stages. The research subjects were 8 athletes, the data collected in this study were data obtained directly from the research objects, namely PPLP Aceh Athletes Based on the results of the research and discussion guided by the research questions, it can be concluded that: This study reveals several conclusions. Drawing, aiming and release, which are predictors of skill in PPLP archery athletes, experienced an average increase in distance of 1.33 cm.
ANALISIS EFEKTIVITAS DAN KENDALA DALAM SISTEM REKRUTMEN ATLET TAEKWONDO DI PPLPD ACEH Ambia, Fachrizal; Hariansyah, Septi; Rinaldy, Alfian; Jafar, Muhammad
Jurnal Penjaskesrek Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, FKIP Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/penjaskesrek.v11i2.2966

Abstract

Taekwondo merupakan salah satu cabang olahraga yang berkembang pesat di Indonesia, dengan PPLPD Aceh menjadi pusat pengembangan atlet muda, termasuk di bidang taekwondo. Penelitian ini fokus pada sistem rekrutmen atlet taekwondo di PPLPD Aceh, yang dirasa belum sepenuhnya sesuai dengan kriteria yang diharapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sistem rekrutmen yang diterapkan, menggunakan pendekatan kualitatif dan teknik pengambilan sampel total sampling pada 10 atlet taekwondo PPLPD Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem rekrutmen di PPLPD Aceh cukup efektif dalam memilih atlet dengan potensi tinggi. Seleksi berbasis tinggi badan dan batas usia maksimal terbukti membantu memilih atlet yang memenuhi standar fisik dan usia untuk pelatihan jangka panjang. Selain itu, sistem ini mematuhi regulasi dari Kemenpora dan Dispora Aceh, yang menjadikannya transparan dan adil. Namun, terdapat kelemahan, yaitu ketergantungan yang terlalu besar pada kriteria tinggi badan dan usia, yang dapat mengurangi kesempatan bagi atlet dengan potensi tinggi yang tidak memenuhi kriteria tersebut. Proses seleksi yang terlalu ketat juga dapat mengeliminasi atlet berbakat di tahap awal meskipun memiliki keterampilan teknis yang baik. Oleh karena itu, disarankan agar PPLPD Aceh mempertimbangkan kriteria tambahan seperti keterampilan teknis atau prestasi sebelumnya dalam taekwondo, sehingga atlet yang memiliki potensi namun tidak memenuhi standar fisik tertentu masih bisa diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya.AbstractTaekwondo is a martial art that has rapidly developed in Indonesia, with PPLPD Aceh serving as a center for nurturing young athletes, including those specializing in taekwondo. This study focuses on the athlete recruitment system for taekwondo at PPLPD Aceh, which is perceived to not fully align with the expected criteria. The objective of this study is to analyze the recruitment system in place, employing a qualitative approach and utilizing a total sampling technique involving 10 taekwondo athletes from PPLPD Aceh. The findings indicate that the recruitment system at PPLPD Aceh is relatively effective in selecting athletes with high potential. The selection process, which is based on height and age limits, proves effective in choosing athletes who meet the physical and age standards required for long-term training. Furthermore, the system complies with the regulations established by Kemenpora and Dispora Aceh, making it transparent and fair. However, some weaknesses were identified, such as an over-reliance on height and age criteria, which may reduce opportunities for athletes with high potential who do not meet these requirements. The stringent selection process may also lead to the elimination of talented athletes at an early stage, even if they possess strong technical skills. Therefore, it is recommended that PPLPD Aceh consider additional criteria, such as technical skills or prior achievements in taekwondo, to provide opportunities for athletes with potential who may not meet specific physical standards but still demonstrate exceptional ability.
PENGARUH LATIHAN CONE DRILL TERHADAP KELINCAHAN DALAM PERMAINAN ROUNDNET DI SMK PGRI 5 JAKARTA BARAT Kemal Pasha, Asro Gema; Mahardika, Galang Pakarti; Sitompul, Surya Rezeki
Jurnal Penjaskesrek Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, FKIP Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/penjaskesrek.v11i2.2973

Abstract

Kelincahan dalam permainan roundnet merupakan faktor penting yang mempengaruhi kinerja pemain untuk mencapai hasil terbaik. Salah satu metode yang terbukti efektif dalam meningkatkan kelincahan adalah latihan cone drill, yang dapat memberikan dampak positif pada performa atlet. Berdasarkan tes kelincahan Illinois agility yang dilakukan pada atlet roundnet di SMK PGRI 5 Jakarta Barat, sebagian besar atlet menunjukkan kemampuan biomotor yang kurang optimal, terutama dalam kelincahan, dengan hasil tes yang termasuk dalam kategori sedang. Penelitian ini bertujuan untuk menilai dampak latihan cone drill terhadap peningkatan kelincahan dalam permainan roundnet. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pra-eksperimental. Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test dan post-test. Populasi penelitian terdiri dari 8 siswa yang mengikuti ekstrakurikuler roundnet di SMK PGRI 5 Jakarta Barat. Teknik sampling yang diterapkan adalah Sampling jenuh, di mana semua anggota populasi dijadikan sampel. Data dianalisis dengan perangkat SPSS 20 dan Ms Excel 2021. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai pre-test sebesar 20,14. Setelah diberikan latihan cone drill, rata-rata nilai post-test turun menjadi 17,74, dengan penurunan sebesar 2,40. Hasil uji T dengan nilai signifikansi dua arah menunjukkan adanya pengaruh signifikan latihan cone drill terhadap kelincahan siswa dalam bermain roundnet di SMK PGRI 5 Jakarta Barat. Latihan cone drill terbukti meningkatkan kelincahan pemain roundnet, seperti terlihat dari penurunan hasil tes kelincahan setelah perlakuan.AbstractAgility in a roundnet game is an important factor that affects a player's performance to achieve the best results. One method that has proven effective in improving agility is cone drill, which can have a positive impact on athlete performance. Based on the Illinois agility test conducted on roundnet athletes at SMK PGRI 5 West Jakarta, most athletes show less than optimal biomotor abilities, especially in agility, with test results included in the moderate category. This study aims to assess the impact of cone drill training on improving agility in roundnet games. The approach used was quantitative with a pre-experimental design. Data collection was done through pre-test and post-test. The study population consisted of 8 students who participated in extracurricular roundnet at SMK PGRI 5 West Jakarta. The sampling technique applied was saturated sampling, where all members of the population were sampled. Data were analyzed with SPSS 20 and Ms Excel 2021. The results showed an average pre-test score of 20.14. After being given cone drill training, the average post-test value dropped to 17.74, with a decrease of 2.40. The results of the T test with a two-way significance value showed a significant effect of cone drill training on student agility in playing roundnet at SMK PGRI 5 West Jakarta. The cone drill was shown to improve the agility of roundnet players, as seen from the decrease in agility test results after treatment.