cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. cilacap,
Jawa tengah
INDONESIA
TAWADHU
ISSN : 25977121     EISSN : 25808826     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Tawadhu merupakan Jurnal Fakultas Tarbiyah IAIIG Cilacap berisi ulasan, hasil pemikiran, ataupun hasil penelitian tentang pendidikan/ Kependidikan baik lingkup Islam maupun umum meliputi: Pesantren, Sekolah/ Madrasah, Pendidikan luar Sekolah maupun Pendidikan kemasyarakatan.
Arjuna Subject : -
Articles 68 Documents
EKSISTENSI ADAB BELAJAR MENGHADAPI ERA DIRUPSI PENDIDIKAN DALAM PERADABAN OTOMASI Hidayah, Ah Syarif
Jurnal Tawadhu Vol 3, No 2 (2019): INTEROPRABILITAS TEORI PENDIDIKAN ULAMA SALAF DALAM KONTEKS PERADABAN OTOMASI
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.429 KB)

Abstract

Pembelajaran merupakan bagian inti dari pendidikan yaitu adanya interaksi antara pendidik dan peserta didik dalam usaha mempelajari suatu hal agar peserta didik mampu menguasai kompetensi yang telah dirumuskan. Merambahnya sistem otomasi ke segala penjuru dunia akan membuat manusia berfikir dan bersiap menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda agar tidak tersingkir dalam persaingan global. Sistem otomasi turut pula menjangkau bidang pendidikan yang kemudian munculkan disrupsi pendidikan.Pada era disrupsi pendidikan, seorang anak akan sangat akrab dengan gadget dan teman sebaya yang terhubung. Kepribadian seorang anak saat ini sangat berpengaruh pada pengoperasian gadget dan pola pergaulan dengan teman sebayanya.Eksistensi pendidikan Islam dalam peradaban otomasi memerlukan kolaborasi antara pendidikan Islam dengan perkembangan zaman. Kolaborasi yang harmonis antara konsep pendidikan salaf dengan kemajuan teknologi akan memperkuat keberadaan pendidikan Islam dan akan melahirkan generasi yang dapat melahirkan generasi yang berwawasan global tetapi tidak meninggalkan kearifan lokal.
LEMBAGA PENDIDIKAN PESANTREN DAN TANTANGAN GLOBAL Faizin, Imam
Jurnal Tawadhu Vol 3, No 2 (2019): INTEROPRABILITAS TEORI PENDIDIKAN ULAMA SALAF DALAM KONTEKS PERADABAN OTOMASI
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.553 KB)

Abstract

Di era modernisasi, pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam tidak hanya bisa diam dan menjalankan metode dan sistem pembelajaran yang masih bersifat tradisional, jika tidak ingin tertinggal di belakang. Oleh karena itu, pesantren membutuhkan banyak perubahan dalam memenuhi tuntutan zaman. Berbagai ide dan opini pun bermunculan seiring dengan dimulainya modernisasi di dunia pesantren. Namun, pesantren tetap tidak bisa direkonstruksi secara penuh oleh paham modernisme di Indonesia. Karena pesantren, selain sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, juga merupakan aset budaya bangsa yang bersifat religius. Hal ini terlihat dari adanya unsur orisinalitas budaya, seperti bangunan pesantren, sistem asrama, beberapa jenis pengajaran yang diserap dari budaya daerah tertentu dan sebagainya. Jadi pesantren di era modernisasi menghadapi dilema yang sangat berat, di satu sisi ia harus berusaha untuk menyesuaikan diri dengan perubahan zaman yang menuntutnya meninggalkan sistem dan metode tradisional. Dan di sisi lain ia harus mempertahankan budaya luhur bangsa yang identik dengan religiusitas dan norma-norma agar tidak ikut dalam plagiatisasi budaya barat.
KONSEP KEPRIBADIAN SANTRI (Studi Tokoh KH. Saefulloh Muhsin) Lumaurridlo, Lumaurridlo; Itmamurizal, Tsabit
Jurnal Tawadhu Vol 3, No 2 (2019): INTEROPRABILITAS TEORI PENDIDIKAN ULAMA SALAF DALAM KONTEKS PERADABAN OTOMASI
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.455 KB)

Abstract

Dunia pendidikan di Indonesia tidak bisa dilepaskan dengan pendidikan pesantren. pesantren di Indonesia memiliki sejarang sang panjang baik dalam perkembangan masyarakat maupun dalam lingkup pendidikan secara khusus. Dalam dunia pendidikan terdapat lima komponen kiyai, masjid, santri, pondok dan kitab kuning. sosok kiyai dalam dunia pendidikan selain sebagai orang tua juga bisa dikatakan sebagai literasi hidup, sehingga sosok kiyai selalu jadi panutan.demikian pula dengan sosok KH. Saefulloh Muhsin, beliau tidak pernah luput untuk menjadi pribadi yang diteladani oleh santri bahkan masyarakat sekitar. Dari karakter yang menjadi “kharismatiknya” tidak ubahnya menjadi sebuah rujukan untuk membangun kpribadian para santrinya
PENDIDIKAN PESANTREN SALAF (telaah nilai-nilai humanis-religius) Rohmat, Rohmat
Jurnal Tawadhu Vol 3, No 2 (2019): INTEROPRABILITAS TEORI PENDIDIKAN ULAMA SALAF DALAM KONTEKS PERADABAN OTOMASI
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.56 KB)

Abstract

Model pendidikan pesantren salaf adalah melalui system bandungan-wetonan dan sorogan. Bandugan dilakukan dengan pendidikan secara kolektif dipandu oleh Kiai. Bandungan umumnya dilakukan dengan mengambil wetonan, yaitu hari-hari pasaran tertentu seperti kliwonan, pahingan. Sedangkan sorogan adalah model pendidikan tiap santri menghadap pada kiai untuk mengkaji kitab-kitab tertentu. Adapun nilai-nilai humanis-religius dari sistem pendidikan pesantren salaf mengacu pada nilai-nilai al-Qur`an yang sangat memperhatikan tentang humanisme atau memanusiakan manusia. Humanism-religius juga dimaknai sebagai sebuah konsep keagamaan yang menempatkan manusia sebagai manusia, serta upaya humanisme ilmu-ilmu dengan tetap memperhatikan tanggung jawab hablum minallah dan hablum min al-nas. Konsep ini jika diimplementasikan akan menghilangkan individualisme menuju kemandirian dan tanggung jawab, thirst for knowledge, pendidikan pluralisme, kontekstualisme yang lebih mementingkan fungsi dari simbol serta keseimbangan antara reward dan punishment.
KONSEP PEMIKIRAN BURHANUDDIN AZ ZARNUJI MENGENAI PENDIDIKAN Nuriman, Khayat
Jurnal Tawadhu Vol 3, No 2 (2019): INTEROPRABILITAS TEORI PENDIDIKAN ULAMA SALAF DALAM KONTEKS PERADABAN OTOMASI
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.389 KB)

Abstract

Perkembangan ilmu dan teknologi, mempengaruhi terhadap usaha dan proses peningkatan kualitas pendidikan baik pada tataran konsep maupun tataran praktiknya, terlebih kalau dihubungkan dengan asumsi bahwa problem-problem pendidikan sebenarnya, berpangkal dari kurang kokohnya landasan filosufis pendidikannya. Konsep pemikiran yang dikemukakan az-Zarnuji secara monumental dituangkan dalam karyanya Ta’lim al-Muta’allim Thuruq al-Ta’allum. Kitab ini banyak diakui sebagai suatu karya yang jenial dan monumental serta sangat diperhitungkan keberadaannya. Kitab ini banyak pula dijadikan bahan penelitian dan rujukan dalam penulisan karya-karya ilmiah, terutama dalam bidang pendidikan. Dari kitab tersebut dapat diketahui tentang konsep pendidikan Islam yang dikemukakan az-Zarnuji. Secara umum kitab ini mencakup tiga belas pasal yang singkat-singkat, yang meliputi pengertian ilmu dan keutamaannya, niat di kala belajar, memilih ilmu, guru dan teman serta ketabahan dalam belajar, memghormati ilmu dan ulama, ketekunan, kontinuitas, dan cita-cita luhur, permulaan dan intensitas belajar serta tata teribnya, tawakkal kepada Allah, masa belajar, kasih sayang dan memberi nasihat, mengambil pelajaran, wara (menjaga diri dari yang haram dan syubhat) pada masa belajar, penyebab hafal dan lupa, serta masalah rezeki dan umur.
PERILAKU PENDIDIK (Studi Pemikiran Syaih Mohammad Hasjim Asy'arie dalam Kitab ‘adabul ‘alim wal Muta’alim fii Baabu Al Khomis dan Implementasinya di era otomasi) Mukhlasin, Ahmad
Jurnal Tawadhu Vol 3, No 2 (2019): INTEROPRABILITAS TEORI PENDIDIKAN ULAMA SALAF DALAM KONTEKS PERADABAN OTOMASI
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.095 KB)

Abstract

Tanggapan atau reaksi individu terhadap rangsangan atau lingkungan perlu dibangun sebuah kepekaan baik dalam lingkup kebutuhan skill maupun non skill. Persaingan yang sudah begitu luas tidak bisa lagi dihentikan dengan alasan jarak tempuh yang berefek pada banyaknya waktu tempuh yang dihabiskan. Pendidikan yang menjadi cermin masa depan suatu bangsa harus kokoh terbangun melalui sendi-sendi optimisme dalam berbagai skala dan kajian. Guru yang disitu menjadi sosok utama subjek tidak bisa dianggap remeh. Peran ganda yang menjadi tanggung jawabnya tidak bisa dibatasi dengan apapun dan oleh apapun. maka dari itu, Guru sebagai aktor pertama dalam melukiskan wajah bangsa harus dibingkai dan disatukan dengan kepribadian yang menjadikan tampilan wajah bangsa yang cemerlang, memiliki bobot dan daya saing yang humanis.  Syaih Mohammad Hasjim Asy'arie sebagai sosok trand senter dalam berbagai wilayah kebutuhan berbangsa. Kiyai dan bangsawan yang melekat dalam dirinya tidak menjadi belenggu untuk membentuk sebuah kepribadian yang efeknya umun. Dalam Kitab ‘adabul ‘alim wal Muta’alim, beliau berfikir jauh tentang sebuah konsep yang pantas dilakukan dalam ranah sekolah dan tentu efeknya adalah masyarakat secara global. Karakter atau sebuah kepribadian baik, beliau konsep untuk kepentingan yang tidak sesaat sehingga teori-teori dalam pemikirannya relevan pada saat ini yang tentu dengan menilai deras dan cepatnya sebuat perputaran peradaban manusia hari ini, dan tentunya harus ada kontrol dari manusia itu sendiri.
KONSEP PENDIDIKAN AKHLAK DALAM KITAB TA’LIM MUTA’ALLIM AZ-ZARNUJI DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN AKHLAK DI INDONESIA Waluyo, Agus; Sani, Mufid Rizal
Jurnal Tawadhu Vol 3, No 2 (2019): INTEROPRABILITAS TEORI PENDIDIKAN ULAMA SALAF DALAM KONTEKS PERADABAN OTOMASI
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.201 KB)

Abstract

The number of cases of student delinquency lately one of which is due to lack of education and moral habituation to students. Moral education is education about the basics of morals and the virtues of temperament, the character that must be owned and made a habit by children from infancy until he became a Muslim.The Book of Ta'lim Muta'allim by Az-Zarnuji is one of the references in moral education. This book became a tradition in pesantren to be taught, memorized, and internalized to the students. The concept of moral education in the book Ta'lim Muta'allim, among others: 1) the nature of science chapter, 2) chapter intentions in learning, 3) how to choose knowledge, teachers, and friends, 4) glorify science and scholars, 5) seriousness in seeking knowledge, istiqamah and noble ideals, 6) the beginning of learning, the size of learning and order, 7) resignation, 8) time of success, 9) love and advice, 10) use of time, 9) color ', 10 ) strong causes of memorization and causes of forgetfulness, 11) sources and inhibitors of sustenance, as well as increasing and cutting age.The relevance of the concept of morality in the book Ta'lim Muta’allim with moral education in Indonesia, among others; 1) morals to God, 2) morals to oneself, 3) morals to others.
PESANTREN, KYAI DAN SANTRI (Sebentuk Cara Menanamkan Budaya Toleransi Dalam Pesantren) Muttaqin, Achmad Machrus
Jurnal Tawadhu Vol 3, No 2 (2019): INTEROPRABILITAS TEORI PENDIDIKAN ULAMA SALAF DALAM KONTEKS PERADABAN OTOMASI
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.978 KB)

Abstract

Pesantren menjadi jujugan dalam pembinaan akhlak. Hal ini ditengarai dengan banyaknya sekolah yang mencoba mengadopsi nilai-nilai kepesantrenan dalam kurikulum sekolah, bahkan para alumni pesantren juga dilibatkan secara langsung dalam proses kegiatan belajar mengajar. Ada juga sekolah formal yang menjalin kerjasama dengan pesantren tertentu untuk pendidikan agama dan akhlak serta diasramakan.Angka kriminalitas semakin meninggi dibeberapa belahan dunia, bahkan taidak jarang kita jumpai adanya penjara yang over kapasitas. Pertumpahan darah menjadi tontonan harian disebagian belahan bumi. Orang kelaparan disebagian Afrika dan Korea Utara atau juga pengambilan hak secara paksa di Palestina. Di dunia pesantren hal tersebut hampir tidak terjadi, kalaupun ada, kemungkinan merupakan sesuatu yang sangat bisa dimaklumi. Dua hal ini menjadi perhatian tersendiri bagi kita, mengapa hal tersebut bisa terjadi ditengah globalisasi yang mempermudah manusia untuk menjadi pandai dan berkomunikasi? Ternyata jiwa mereka kering tidak seperti halnya santri dalam pesantren. Mungkin dunia pesantren perlu diterapkan dalam skala yang lebih luas, pertanyaannya adalah apa mau sekolah formal dan masyarakat mengambil ruh dari pesantren secara utuh dalam laju gerak kehidupan mereka? Bagaimana cara efektif untuk bisa menerapkannya? Tentu mereka memiliki alasan tersendiri untuk melakukan sebuah langkah perbaikan, akan tetapi setidaknya pesantren memiliki dunia dan dinamikanya sendiri yang terus berjalan sampai hari ini dan seringkali menjadi jujugan kalangan yang ingin mencipatkan suasana unik dalam kehidupan mereka serti di pesantren.
ADAB SISWA TERHADAP GURU MENURUT PANDANGAN SAYYID MUHAMMAD NAQUIB AL-‘ATTHAS DALAM MENJAWAB TANTANGAN REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Saleh, Fauzi Ansori; Muqowim, Muqowim; Radjasa, Radjasa
Jurnal Tawadhu Vol 4, No 2 (2020): KEPENDIDIKAN ISLAM DAN PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The value of a person's personality is measured by the attitudes and actions taken. Good attitude and actions will bring someone to a noble degree. But in the era of the industrial revolution 4.0, positive attitudes and behaviors that reflect the noble manners of a person are eroded by the disruption effect of the industrial revolution 4.0. This shift in mindset and patterns of social relations in the era of the industrial revolution 4.0 also touched the realm of education. The number of student behaviors that lead to the deterioration of etiquette is a concern for all circles. Especially bad manners are actually carried out by students to their own teacher.Sayyid Muhammad Naquib al-tAtthas as a Muslim scholar and thinker offered an educational concept known as ta'dib. Through the concept of ta'dib, education is projected as a process of forging reason, growth of character and character of students. With the concept of ta'dib, various negative student behaviors as an effect of disruption of the industrial revolution 4.0 can be placed in proportion to then look for formulas to answer the challenges that arise as a result of progress.
AL-MIFTAH LIL ULUM SEBAGAI METODE DALAM MEMPERMUDAH MEMBACA KITAB KUNING DI PONDOK PESANTREN AR-RIDWAN KALISABUK El Amin, Ahmed Shoim; Nurhayati, Fitri
Jurnal Tawadhu Vol 4, No 2 (2020): KEPENDIDIKAN ISLAM DAN PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study uses a qualitative approach, called a qualitative approach because it is a research process that produces descriptive data in the form of written and spoken words from the people the authors observe. Which is done by (3) data collection techniques, namely: observation, interviews and documentation. Technique of data analysis was carried out using qualitative analysis which included data reduction, data display, and conclusion drawing (conclusion).The results of this study indicate that: (1). The application of The Al-Miftah Lil Ulum method in the Ar-Ridwan boarding school is seen from several factors, including: (a). The increase in student learning outcomes is seen from mastery of the material. (b). Can distinguish sentences / lafadz in the yellow book. (c). Read the book according to the rules. (2). The obstacles in implementing the Al-Miftah Lil Ulum method include: (a). Lack of educators. (b). Less effective time. (c). Inadequate facilities and infrastructure.