cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Farmaseutik
ISSN : 1410590x     EISSN : 26140063     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmaseutic accepts submission concerning in particular fields such as pharmaceutics, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmacology, and social pharmacy.
Arjuna Subject : -
Articles 488 Documents
Penyesuaian Dosis Obat Berdasarkan Nilai Kreatinin Klirens pada Pasien Geriatri Rawat Inap di Rsup Dr. Kariadi Semarang, Indonesia Noor Haryati; Fita Rahmawati; Djoko Wahyono
Majalah Farmaseutik Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.567 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v15i2.46447

Abstract

Pasien geriatri biasanya mengalami multipathology dan polypharmacy yang dapat mengakibatkan munculnya respon yang berlebihan seperti efek samping bahkan efek toksik. Untuk menghindari hal ini diperlukan penyesuaian dosis berbasis farmakokinetika individual. Penelitian ini bertujuan untuk melihat persentase obat yang membutuhkan adjustment dose pada pasien geriatri berdasarkan kreatinin klirens ginjal yang diukur dengan formula Cockroft-Gault dan menganalisa hubungan ketepatan pendosisan dengan outcome clinic. Penelitian dilakukan dengan rancangan cross-sectional dengan pengambilan data secara retrospektif melalui penelusuran data rekam medis pasien geriatri rawat inap yang dirawat di RSUP dr. Kariadi Semarang tahun 2017. Data yang diamati adalah regimen pengobatan, serum kreatinin, outcome clinic dan adverse drug reaction yang terjadi. Selanjutnya dilakukan estimasi kreatinin kliren yang dilanjutkan dengan menilai kesesuaian dosis dengan referensi dan formula Giusti Hayton. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan uji Chi-square dengan SPSS untuk menganalisa pengaruh penyesuaian dosis dengan clinical outcome. Hasil penelitian menunjukkan dari 100 rekam medis pasien yang memenuhi inklusi terdapat 99 pasien yang mendapatkan obat dan memerlukan penyesuaian dosis. Pasien yang mendapatkan regimen pengobatan tepat sebesar 73%.  Dari 785 obat yang diresepkan, 353 (44,97%) obat memerlukan penyesuaian dosis. Dari obat-obat yang memerlukan penyesuaian dosis tersebut 322 (91,22 %) sudah tepat dan 31 (8,78 %) belum tepat. Obat-obat yang belum tepat dosis adalah ketorolak injeksi, ranitidin injeksi dan beberapa jenis antibiotik (meropenem injeksi, levofloksasin tablet, dan sefiksim tablet). Tidak ada hubungan yang bermakna antara ketepatan dosis dengan outcome clinic (p=0,289)
Optimasi Formula Tablet Floating Famotidin Menggunakan Kombinasi Matriks Gum Xanthan dan Hidroksi Propil Metil Selulosa K100M Shelinia Prima Sari; Angi Nadya Bestari; T. N. Saifullah Sulaiman
Majalah Farmaseutik Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.723 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v15i2.46878

Abstract

Famotidin adalah obat antihistamin H2 yang digunakan dalam pengobatan penyakit tukak lambung (peptic ulcer), tukak duodenal, ataupun keadaan hipersekresi yang patologis. Tablet floating famotidin dapat meningkatkan bioavailabilitas dengan mempertahankan waktu tinggal tablet dalam lambung dan mendekatkan famotidin pada tempat absorpsinya pada lambung bagian atas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi optimum HPMC K100M serta gum xanthan dan pengaruh variasi keduanya terhadap sifat fisik granul dan tablet floating famotidin. Pembuatan delapan formula tablet floating famotidin menggunakan metode granulasi basah. Respon formula optimum didapat dengan evaluasi granul dan sifat fisik tablet. Evaluasi granul meliputi uji sifat alir dengan metode kecepatan alir dan uji daya serap granul. Evaluasi tablet meliputi keragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, swelling index, floating lag time, total waktu floating, disolusi obat, dan penetapan kadar. Penentuan formula optimum menggunakan Design Expert versi 10.0.1. Peningkatan HPMC K100M meningkatkan daya serap granul, kekerasan tablet, dan swelling index secara signifikan. Peningkatan gum xanthan meningkatkan kecepatan alir granul, kerapuhan tablet, dan floating lag time secara signifikan. Kombinasi keduanya menurunkan persentase obat terdisolusi secara signifikan. Formula optimum tablet floating famotidin merupakan formula dengan kombinasi HPMC K100M sebesar 30% b/b dan gum xanthan sebesar 5% b/b.
Produksi dan Karakterisasi Gelatin dari Limbah Tulang Ayam dengan Menggunakan Spektrofotometer Ftir (Fourier Transform Infra Red) St. Maryam; Nurmaya Effendi; Kasmah Kasmah
Majalah Farmaseutik Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.162 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v15i2.47542

Abstract

Gelatin merupakan protein hasil hidrolisis parsial kolagen tulang dan kulit. Gelatin memiliki sifat yang khas, yaitu dapat berubah secara reversible dari bentuk sol ke bantuk gel, mengembang dalam air dingin, dapat membentuk film serta mempengaruhi viskositas suatu bahan, dan melindungi sistem koloid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persen rendamen serta menentukan karakteristik proksimat dan fisikokimia dari gelatin tulang ayam. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental, proses yang dilakukan untuk menghasilkan gelatin melalui beberapa tahap yaitu degreasing, demineralisasi, ekstraksi dan pengeringan. Kemudian gelatin hasil ekstraksi dari keempat perlakuan tersebut dilakukan beberapa pengujian seperti karakteristik  proksimat  (kadar  air,  abu,  dan protein),  dan  karakteristik  fisikokimia  (pH dan viskositas) serta identifikasi gugus fungsi menggunakan spektrofotometri Fourier Transform Infra Red (FTIR). Hasil penelitian ini menunjukkan persen rendamen gelatin 1,030%, hasil karakterisasi proksimat yaitu kadar air 9,214%, kadar abu 10,396%, kadar protein 67,756% dan hasil karakteristik fisikokimia yaitu pH 6, viskositas relatif 6 cP. Berdasarkan spektra FTIR, gugus fungsi gelatin tulang ayam yang dapat diidentifikasi diantaranya adalah  gugus O-H, N-H, C-N, C=O & C-H. Dari hasil penelitian yang didapatkan dapat disimpulkan bahwa gelatin dari tulang ayam memenuhi standar mutu gelatin.
Pengaruh Home Pharmacy Care Terhadap Pengetahuan, Kepatuhan, Outcome Klinik Dan Kualitas Hidup Pasien Hipertensi Sad Widyastuti; Nanang Munif Yasin; Susi Ari Kristina
Majalah Farmaseutik Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.674 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v15i2.47623

Abstract

Pengetahuan dan kepatuhan pengobatan yang rendah menjadi salah satu faktor yang berperan dalam tidak terkontrolnya hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  home pharmacy care terhadap tingkat pengetahuan, kepatuhan, outcome klinik, dan kualitas hidup pasien hipertensi peserta Prolanis.Rancangan penelitian menggunakan kuasi ekperimental, dengan desain penelitian pretes-postes with control group. Bentuk home pharmacy care  berupa edukasi dan konseling  dengan alat bantu leaflet yang melibatkan pasien hipertensi peserta prolanis di Puskesmas Klaten yang masuk kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner HK-LS, ASRQ dan kuesioner SF-36. Untuk menganalisis antar variabel digunakan uji Mann-Withney.   Dari total 78 responden terbagi menjadi 39 kelompok kontrol dan 39 kelompok intervensi. Setelah dilakukan Intervensi home pharmacy care menunjukan bahwa kelompok intervensi memiliki nilai yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok kontrol. Pada kelompok intervensi menunjukan ada peningkatan pengetahuan pasien dengan Δ3,2 dan (p=0,000), terjadi peningkatan kepatuhan dengan Δ-0,72 dan (p=0,000), terjadi penurunan tekanan darah sistolik dengan Δ–11,69 (p=0,000) dan Δ diastolik -7,56 dan (p=0,000) dan kualitas hidup pasien meningkat dengan nilai Δ2,17 nilai (p=0,001). Intervensi home pharmacy care memperbaiki semua aspek variabel yang diteliti dalam penelitian ini.
Gambaran Hubungan Regimen Dosis Danefek Samping Kemoterapi pada Pasien Kanker di RSUD Prof Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Periode Bulan Januari-Februari Tahun 2019 Endang Darmawan; Reina Melani; Budi Raharjo
Majalah Farmaseutik Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v15i2.47664

Abstract

Pengobatan kanker dikenal beberapa cara, salah satunya adalah kemoterapi, yaitu pengobatan dengan menggunakan obat-obatan yang dapat menghambat atau membunuh sel-sel kanker. Pengobatan dengan kemoterapi banyak menimbulkan efek samping. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui gambaran efek samping kemoterapi pasien kanker di RSUD Prof Dr Margono Soekarjo Purwokerto dan mengetahui hubungan antara regimen dosis terhadap efek samping kemoterapi. Penelitian ini menggunakan rancangan secara prospektif dengan pendekatan study metode cross sectional. Gambaran efek samping kemoterapi yang banyak terjadi di RSUD Prof. Dr Margono Soekarjo Purwokerto pada pasien 10 besar kanker periode bulan Januari – Februari 2019 adalah alergi sebanyak 15 pasien (10%), disusul dengan mual sebanyak 11 pasien (7.3%) sedangkan leukopenia dan neutropenia masing-masing sebanyak  5 pasien (4.7 %). Kesimpulan pada peneltian ini yaitu bahwa ada hubungan yang signifikan antara pemberian obat kemoterapi terhadap terjadinya efek samping setelah menjalani kemoterapi (p< 0,05)
Prevalensi dan Evaluasi Kesesuaian Penggunaan Antibiotik pada Pasien dengan Infeksi Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten Atik Nuryah; Nunung Yuniarti; Ika Puspitasari
Majalah Farmaseutik Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.045 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v15i2.47911

Abstract

Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) menjadi masalah kesehatan terkini di dunia terkait angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Pola resistensi bakteri juga mengalami perubahan dari waktu ke waktu sehingga diperlukan data yang sistematis mengenai prevalensi dan pola kepekaan bakteri S. aureus untuk mencegah resistensi dan mendapatkan outcome klinik yang baik. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi MRSA dan kesesuaian penggunaan antibiotik terhadap outcome klinik pasien di RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro Klaten. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan desain penelitian cohort study. Sebanyak 332 pasien yang terinfeksi S. aureus dan 31 pasien dengan infeksi MRSA untuk menentukan prevalensi MRSA, serta sebanyak 23 pasien untuk mengetahui hubungan kesesuaian penggunaan antibiotik terhadap outcome klinik pasien yang dianalisis dengan menggunakan Chi Square. Penelitian ini dilakukan di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten secara retrospektif periode Januari 2015 - Desember 2018. Hasil prevalensi MRSA terus meningkat dari tahun 2015 hingga tahun 2018 yaitu 7,69%, 5,63%, 10,85%, dan 12,94%, sedangkan hasil analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara penggunaan antibiotik terhadap clinical outcome dan hasil analisis bivariat terhadap karakteristik pasien menunjukkan usia (p=0,825), jenis kelamin (p=0.144), ruang perawatan (p=0,130), infeksi penyerta (p=0,704), dan ruang perawatan (p=0,602) juga tidak memiliki hubungan bermakna terhadap clinical outcome pada pasien dengan infeksi MRSA di RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro Klaten.Kata Kunci: kesesuaian antibiotik, MRSA, RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten
Optimasi Formula Tablet Likuisolid Meloksikam Menggunakan PEG 400 Sebagai Pelarut dan Amilum Sagu Pregelatin Sebagai Carrier Material Arina Titami; T. N. Saifullah Sulaiman
Majalah Farmaseutik Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.952 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v15i2.48181

Abstract

Meloksikam termasuk dalam Biopharmaceutics Classification System (BCS) kelas II, memiliki kelarutan rendah dan permeabilitas tinggi. Teknik likuisolid merupakan metode yang dapat meningkatkan kelarutan dan disolusi sediaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula optimum sediaan tablet likuisolid meloksikam menggunakan PEG 400 sebagai pelarut dan amilum sagu pregelatin sebagai carrier material. Delapan formula diformulasi dengan berbagai proporsi PEG 400 dan amilum sagu pregelatin. Serbuk dilakukan pengujian sifat alir dan Loss on Drying. Tablet likuisolid meloksikan dilakukan uji yang meliputi: keseragaman kandungan, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur, dan disolusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi PEG 400 dan amilum sagu pregelatin memberikan pengaruh yang signifikan terhadap sifat fisik serbuk dan sifat fisik tablet likuisolid meloksikam. Kombinasi PEG 400 sebagai pelarut sebanyak 6-8,5% dan amilum sagu pregelatin sebagai carrier material sebanyak 18,5\-21% dapat menghasilkan formula optimum dengan nilai desirability sebesar 0,9.
PERUMUSAN STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT JASA KARTINI TASIKMALAYA DENGAN ANALISIS SWOT Githa Fungie Galistiani; Lukman Hakim; Satibi Satibi
Majalah Farmaseutik Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1105.675 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v7i1.24024

Abstract

Kualitas pelayanan rumah sakit berkaitan erat dengan kualitas pelayanan Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS). Maka dari itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melakukan perencanaan strategi dalam upaya meningkatkan kepuasan pasien rawat yang sesuai dengan kondisi lingkungan IFRS Jasa Kartini Tasikmalaya.Rancangan penelitian bersifat non eksperimental, jenis deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan berupa data kualitatif yang didapat dengan wawancara secara mendalam, kemudian sebagai data pendukung dilakukan penelitian secara kuantitatif menggunakan kuesioner untuk mengetahui kepuasan pasien rawat jalan, kondisi skala semangat kerja dan kepuasan kerja karyawan. Informasi dianalisis menggunakan analisis SWOT. Hasil analisis tersebut digunakan sebagai dasar perumusan faktor-faktor strategis, yang selanjutnya dilakukan analisis menggunakan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM).Hasil analisis gap kualitas pelayanan IFRS Jasa Kartini Tasikmalaya untuk kelima dimensi kualitas pelayanan adalah Responsiveness (-0,61); Emphaty (-0,23); Assurance (-0,17); Reliability (-0,11) dan Tangibles (-0,06). Hasil analisis kuesioner kepuasan karyawan (2,6) dan skala semangat kerja (2,9). Hasil analisis kondisi lingkungan internal dan eksternal IFRS Jasa Kartini Tasikmalaya diperoleh posisi di kuadran I pada diagram analisis SWOT. Hasil analisis QSPM memprioritaskan strategi meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian, selalu mengikuti perkembangan ilmu kefarmasian, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta melengkapi sarana dan prasarana IFRS Jasa Kartini Tasikmalaya.
EVALUASI KINERJA INSTALASI FARMASI RSUD KOTA YOGYAKARTA DENGAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD Satibi Satibi; Achmad Fudholi; Hari Kusnanto; Jogiyanto Jogiyanto
Majalah Farmaseutik Vol 7, No 3 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1246.881 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v7i3.24058

Abstract

Pengukuran kinerja dapat dilakukan dengan pendekatan Balanced Scorecard (BSC). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Kota Yogyakarta ditinjau melalui empat perspektif yaitu learning and growth, proses bisnis internal, customer dan keuangan Pada penelitian ini dirancang dengan studi kasus yang bersifat deskriptif evaluatif data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kualitatif berupa hasil wawancara mendalam dengan Kepala Instalasi Farmasi sedangkan data kuantitatif diperoleh melalui observasi, kuesioner, laporan administrasi, laporan keuangan RSUD Kota Yogyakarta dan laporan keuangan Instalasi Farmasi. Data dianalisis secara diskriptif yang dibandingkan dengan standar dari masing-masing indikator yang ada. Dari hasil penelitian menunjukkan kinerja pada perspektif keuangan 3 tahun terakhir rata-rata kontribusi IFRS ke RS 42,67% dan ITOR 7,4 kali. Dari perspektif konsumen, kepuasan konsumen 3,13 (puas), dan keterjaringan pasien 89,42%. Dari proses bisnis internal: ketersediaan obat 95,42%, pelayanan informasi obat masih belum memenuhi standar Kepmenkes no. 1197/menkes/SK/2004, dispensing time untuk racikan 31,55 menit dan non racikan 11,34 menit. Dari perspektif pembelajaran dan pertumbuhan: semangat kerja tinggi dan produktifitas sangat tinggi. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa kinerja IFRSUD Kota Yogyakarta dengan pendekatan BSC menunjukkan kinerja yang sudah baik, walaupun masih perlu upaya perbaikan khususnya dalam dispensing time, pengendalian persediaan obat dan pelayanan informasi obat.
PENGARUH PENAMBAHAN POLIETILEN GLIKOL 400 TERHADAP ABSORPSI PIROKSIKAM SECARA IN SITU Triani Kurniawati; Abdul Karim Zulkarnain
Majalah Farmaseutik Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.15 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v8i1.24066

Abstract

Absorpsi obat dapat terjadi dan dapat ditentukan dengan beberapa cara yaitu metode in vitro, metode in situ, dan metode in vivo. Absorpsi in situ melalui usus halus didasarkan atas penentuan jumlah hilangnya obat dari lumen usus halus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh PEG 400 sebagai surfaktan terhadap absorpsi piroksikam secara in situ. Uji kecepatan absorpsi piroksikam secara in situ oleh pengaruh penambahan PEG 400 dilakukan dengan menggunakan tiga macam larutan piroksikam dengan penambahan surfaktan PEG 400 1,0%, 1,5%, dan 2,0%. Larutan dimasukkan ke dalam lumen usus halus tikus jantan dengan berat 130-180 gram yang sudah dipuasakan (kira-kira 24 jam) dan dianestesi dengan uretan 40% b/v secara subkutan sebanyak 5.10-3 mL/g berat badan tikus. Cairan yang melewati usus halus ditampung dengan volume tertentu dan interval waktu tertentu. Kadar obat dalam larutan ditentukan secara spektrofotometri dengan panjang gelombang maksimal 353 nm kemudian dihitung Papp (tetapan permeabilitas semu). Data yang didapat diuji dengan analisis variansi satu jalan dan diteruskan dengan uji t jika terdapat perbedaan yang bermakna (taraf kepercayaan 95%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa absorpsi piroksikam dengan penambahan PEG 400 secara in situ pada usus tikus putih jantan mengalami sedikit penurunan pada konsentrasi 1,5% kemudian meningkat pada konsentrasi 2,0%. Menurut hasil analisis variansi satu jalan, absorpsi tersebut menunjukkan hasil yang tidak berbeda secara statistik.

Page 11 of 49 | Total Record : 488