cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Farmaseutik
ISSN : 1410590x     EISSN : 26140063     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmaseutic accepts submission concerning in particular fields such as pharmaceutics, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmacology, and social pharmacy.
Arjuna Subject : -
Articles 488 Documents
Pola Pemberian Nutrisi Parenteral Pada Neonatus di RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo. Indonesia Mahmuda, Hartati; Rahmawati, Fita; Mutiara, Rina
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i2.75586

Abstract

Neonatus merupakan pengguna terapi nutrisi parenteral paling banyak karena sebagian besar bayi prematur dan bayi lahir dengan berat sangat rendah akan membutuhkan terapi dukungan nutrisi sesegera mungkin setelah lahir. Pemberian nutrisi parenteral pada neonatus dapat mempengaruhi pertumbuhan pasca-kelahiran, meningkatkan perkembangan saraf, dan mengurangi risiko kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pemberian nutrisi parenteral yang diberikan pada neonatus diawal kelahiran. Penelitian ini menggunakan desain observational cross sectional. Penelusuran riwayat pemberian nutrisi parenteral pada neonatus dilakukan secara retrospektif melalui rekam medik dan sistem informasi manajemen rumah sakit. Sejumlah 118 neonatus memenuhi kriteria inklusi penelitian dengan kriteria berat badan ≤ 2.500 g, mendapatkan nutrisi parenteral di bangsal perinatologi, RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Informasi jenis nutrisi parenteral yang diberikan kepada neonatus pada hari pertama kelahiran dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan jenis nutrisi parenteral yang diberikan meliputi makronutrisi berupa glukosa, protein, dan lipid serta mikronutrisi multivitamin, kalsium, dan fosfat. Sejumlah 35 neonatus mendapatkan nutrisi protein-glukosa dengan atau tanpa mikronutrisi, 23 neonatus dengan nutrisi protein-glukosa-lipid dengan atau tanpa mikronutrisi sejumlah 60 neuonatus dengan nutrisi glukosa dengan atau tanpa mikronutrisi.  Nutrisi parenteral yang diberikan beragam sesuai kebutuhan masing-masing neonatus agar tidak terjadi malnutrisi. 
Trend Antimicrobial Resistance Patterns in Patients with Septic at The Intensive Care Unit : A Five years Retrospective Study Nurkhalika, Rachmi; Sari, Ika Puspita; Nuryastuti, Titik
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i4.76105

Abstract

Sepsis is a potentially fatal medical condition characterized by decreased organ function, lower mortality, and increased resistance. Antibiotic resistance can develop as a result of overuse and inappropriate indications. The WHO AWaRe classification categorizes antibiotics based on their potency and potential impact on antimicrobial multidrug resistance (AMR). This classification will make it easier to organize and select antibiotics, as well as reduce the occurrence of resistance. The goal of this study was to identify the pattern of bacterial resistance to antibiotics in septic patients from 2017-2021, as categorized by the WHO AWaRe classification. This study used a descriptive, non-experimental design and was carried out at the UGM Academic Hospital. The information was collected retrospectively from the medical records of patients diagnosed with sepsis in the intensive care unit and treated between January 2017-December 2021, who fulfilled the inclusion and exclusion criteria. According to the resistance pattern between 2017-2021, the gram-negative bacteria that caused sepsis were 55 isolates. The most common bacteria causing sepsis were Pseudomonas aeruginosa and Acinetobacter baumannii. When compared to antibiotics in the reserve category (meropenem and vancomycin), antibiotics in the access category (penicillin and/or beta-lactam inhibitors and first-generation cephalosporins), experienced the most resistance.
Evaluasi Hubungan Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Terhadap Clinical Outcome dan Lama Perawatan Pada Pasien Dewasa Dengan Infeksi Saluran Kemih Nabila, Lathifa; Sari, Ika Puspita; Asdie, Rizka Humardewayanti; Purwaningtyastuti, Eni
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i1.76845

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah salah satu penyakit infeksi yang sering terjadi di masyarakat dan ditandai dengan adanya mikroorganisme di dalam urin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara rasionalitas penggunaan antibiotik terhadap clinical outcome dan lama perawatan pada pasien dewasa dengan ISK. Penelitian ini menggunakan studi observasional metode kohort retrospektif. Data penelitian diambil dari rekam medik pasien dari bulan Januari – Desember 2020 dan dilakukan di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Jumlah pasien yang masuk kriteria inklusi sebanyak 139 pasien dan didapatkan 149 regimen antibiotik empirik dan 13 regimen antibiotik definitif pada penelitian ini. Evaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik empirik maupun definitif berdasarkan klasifikasi Gyssens menunjukkan sebanyak 101 regimen (67,8 %) antibiotik empirik dan 10 regimen (76,9 %) antibiotik definitif yang rasional, 48 regimen (32,2 %) antibiotik empirik dan 3 regimen (23,1 %) antibiotik definitif yang tidak rasional. Rasionalitas penggunaan antibiotik empirik pada pasien dewasa dengan ISK berpengaruh signifikan secara statistik (p = 0,042) dalam meningkatkan clinical outcome, sedangkan kesesuaian penggunaan antibiotik definitif tidak berpengaruh secara statistik (p = 0,289) dalam meningkatkan clinical outcome pasien. Rasionalitas penggunaan antibiotik empirik dan definitif pada pasien dewasa dengan ISK tidak berpengaruh.
Gambaran Terapi dan Luaran Klinik Bedaquiline Pada Pasien MDR TB di RSUP Dr Kariadi Semarang Puspitasari, Niken; Puspitasari, Ika; Nuryastuti, Titik
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i1.77632

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi penyebab kematian terbanyak di dunia. Bedaquiline adalah antimikroba baru yang mempunyai aktivitas spesifik melawan Mycobacterium tuberculosis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran terapi dan luaran klinik Bedaquiline pada pasien MDR TB di RSUP Dr Kariadi Semarang. Subyek penelitian yaitu pasien MDR TB di RSUP Dr. Kariadi Semarang periode 1 Januari 2017 sampai dengan 31 Juli 2021. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan metode univariat meliputi data karakteristik subyek, gambaran penggunaan obat, luaran klinik pasien. Terdapat 125 pasien MDR TB yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Rata-rata usia pasien 46,6 tahun ± 13,1 tahun; 57,6% merupakan laki-laki; 53,6% berpendidikan SMA; 67,2% pasien mempunyai pekerjaan; 8,2% pasien berstatus menikah; dan 88,0% pasien mempunyai IMT normal. Jenis obat tuberkulosis yang paling banyak digunakan bersamaan dalam regimen mengandung Bedaquiline yaitu Clofazimin (87,2%), Cycloserin dan Ethambutol (82,4%), Pyrazinamid (80,8%), Isoniazid (69,6%), Ethionamid (65,6%), Levofloxacin (64,8%) dan Linezolid (48,8%). Pasien mengalami konversi kultur sputum rata-rata 52,2 hari dengan SD 42 hari. Tingkat keberhasilan terapi mencapai 74,4% (pasien sembuh 73,6% dan pengobatan lengkap 0,8%). Pasien yang meninggal dunia sebanyak 18 pasien (14,4%); putus berobat 8 pasien (6,4%); dan gagal pengobatan 6 pasien (4,8%).
Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Peningkatan Berat Badan Pada Neonatus dengan Berat Badan Lahir Rendah Sari, Ernika; Rahmawati, Fita; Mutiara, Rina; Yuniarti, Endang
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i1.79004

Abstract

Penambahan berat badan pada bayi berat lahir sangat rendah sangat dianjurkan untuk mencegah kegagalan pertumbuhan. Beberapa faktor dapat mempengaruhi peningkatan berat badan pada neonatus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis kelamin, usia gestasi, berat lahir, pemberian human milk fortifier (HMF) dan nutrisi parenteral terhadap peningkatan berat badan neonatus. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Subjek penelitian merupakan pasien neonatus yang menjalani perawatan pada tahun 2019 – 2021 di RSUP Dr. Sardjito dan RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Peningkatan berat badan dihitung dari selisih antara berat saat meninggalkan rumah sakit dengan berat lahir. Data dipilih secara consecutive sampling, didapatkan 128 subjek penelitian. Analisis multivariat menggunakan regresi linier berganda diperoleh pengaruh signifikan pada berat lahir (p = 0.000), pemberian HMF (p = 0.007) dan nutrisi parenteral (p = 0.008) terhadap peningkatan berat badan Sedangkan jenis kelamin, cara lahir dan usia gestasi tidak mempengaruhi peningkatan berat badan (p>0.05). Pemberian HMF dan nutrisi parenteral merupakan faktor yang berhubungan dengan pertambahan berat badan pada neonatus terutama dengan berat badan lahir rendah. 
Aktivitas antibakteri eco-enzyme limbah Citrus sinensis, Musa paradisiaca L. var bluggoe, dan kombinasinya terhadap Staphylococcus aureus Irianto, Iramie Duma Kencana; Purnomo, Krestanto; Amanati, Arfiana; Savila, Dhea; Mardiyaningsih, Ana
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i4.79019

Abstract

Pengendalian penularan COVID-19 pada fase transmisi lokal dapat dilakukan dengan penyemprotan cairan disinfektan. Eco-enzyme memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah sebagai disinfektan sehingga dapat menangani masalah pengolahan limbah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari eco-enzyme limbah Citrus sinensis, Musa paradisiaca L. var bluggoe, dan kombinasinya terhadap Staphylococcus aureus. Preparasi eco-enzyme dilakukan dengan mencampur limbah, molase dan air pada perbandingan 3:1:10. Fermentasi dilakukan selama 90 hari. Evaluasi berupa organoleptik, nilai pH, skrining fitokimia, dan uji aktivitas antibakteri. Eco-enzyme yang dihasilkan berwarna coklat tua beraroma khas menyengat dan lebih asam dibanding bahan segarnya. Eco-enzyme C.sinensis mengandung alkaloid, polifenol, flavonoid dan saponin. Eco-enzyme M.paradisiaca var. bluggoe mengandung tanin, polifenol, flavonoid dan saponin. Ketiga eco-enzyme yang dihasilkan mampu menghambat pertumbuhan bakteri S.aureus. Urutan aktivitas antibakteri terhadap S.aureus dari yang lebih kuat adalah (1) eco-enzyme M.paradisiaca; (2) eco-enzyme C.sinensis; (3) eco-enzyme kombinasi C.sinensis dan M.paradisiaca var. bluggoe.
Aktivitas Antibakteri Daun Polyscias scutellaria, Carica papaya, dan Kombinasinya terhadap Propionibacterium acnes Mardiyaningsih, Ana; Ismiyati, Nur; Hariyanti, Laras; Irianto, Iramie Duma Kencana; Zaenirohmah, Rizqi Rochim
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i1.79184

Abstract

Propionibacterium acnes merupakan salah satu jenis bakteri penyebab jerawat. Bakteri initumbuh pada kondisi anaerob dan lipofilik di daerah pori-pori kulit yang tertutup oleh sel kulit mati dan asam lemak. Kondisi tersebut dipicu oleh ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan peningkatan produksi sebum yang disertai hiperkeratinisasi. Klindamisin merupakan antibiotik yang dapat digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri P.acnes, namun penggunaannya dalam jangka waktu lama dapat memicu resistensi dan membunuh mikroba baik pada kulit. Alternatif pengobatan jerawat yang aman dan efektif dapat dilakukan melalui pengembangan ekstrak dari P. scutellaria maupun C.papaya, yang berdasar penelitian sebelumnya menunjukkan potensi antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak heksan daun P.scutellaria, C.papaya serta kombinasinya terhadap P.acnes. Bahan yang diteliti adalah daun P.scutellaria dan C.papaya. Preparasi ekstrak dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut heksan. Evaluasi ekstrak meliputi organoleptik, rendemen, susut pengeringan dan analisis kualitatif dengan KLT. Uji aktivitas antibakteri terhadap P.acnes ATCC6919 menggunakan metode difusi cakram dengan kontrol negatif DMSO, dan kontrol positif klindamisin. Ekstrak yang diperoleh memiliki karakteristik spesifik sesuai dengan bahan baku. Rendemen kedua ekstrak yang diperoleh ¼ dari bobot serbuk awal. Susut pengeringan kedua ekstrak sangat kecil (<1%). Baik P.scutellaria maupun C.papaya mengandung banyak senyawa golongan terpenoid. Aktivitas antibakteri ekstrak heksan daun C.papaya lebih kuat dibandingkan P.scutellaria. Kombinasi kedua ekstrak dengan perbandingan 1:1 menunjukkan aktivitas antibakteri yang tertinggi dibandingkan dengan perlakuan yang lain. Kombinasi kedua ekstrak tergolong dalam antibakteri kuat
Analisis Mutu Aktivitas Antioksidan Fraksi Daun Miana (Coleus atropurpureus L. Benth) Terhadap Masa Simpan Permen Jelly Muadifah, Afidatul; Ima, Ernisa Afidatul; Putri, Amalia Eka
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i4.79364

Abstract

Tanaman miana (Coleus artropurpureus L. Benth) menjadi salah satu sumber antioksidan alami yang dapat menangkal radikal bebas karena mengandung senyawa flavonoid, saponin, tanin, dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan fraksi daun miana, mutu fisik permen jelly fraksi daun miana dan umur simpan permen jelly fraksi daun miana berdasarkan laju perubahan kadar air dan aktivitas antioksidan. Fraksi daun miana dibuat variasi konsentrasi yaitu 20 ppm, 40 ppm, dan 60 ppm. Kemudian diuji aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH dengan asam askorbat sebagai pembanding. Hasil nilai IC50 pada fraksi daun miana terbaik yaitu pada fraksi aquadestilata sebesar 79,943 ppm yang tergolong memiliki aktivitas antioksidan kuat. Kemudian variasi konsentrasi fraksi aquadestilata daun miana dimasukkan kedalam formulasi sediaan permen jelly. Permen jelly fraksi daun miana diukur aktivitas antioksidan dan kadar air setiap 4 hari sekali selama 12 hari dari hari ke 0. Diperoleh nilai IC50 pada sediaan permen jelly dari hari ke-0 sampai ke-12 yaitu 84,065 ppm, 91,238 ppm, 99,971 ppm, 110,335 ppm dan sediaan telah memenuhi persyaratan uji mutu fisik. Kadar air permen jelly fraksi daun miana untuk F1 pada hari ke-0 sampai ke-12 yaitu 11,73; 13,99; 16,91; 18,21. F2 pada hari ke-0 sampai ke-12 yaitu 12,81; 14,01; 16,89; 20,00. F3 pada hari ke-0 sampai ke-12 yaitu 11,97; 14,10; 17,03; 20,00. F4 pada hari ke-0 sampai ke-12 yaitu 11,99; 13,83; 16,87; 19,98. Berdasarkan perubahan kadar air pada permen jelly fraksi daun miana dihitung umur simpannya, didapat rata-rata pada keempat formulasi memiliki umur simpan selama 11 hari.
Identification of Adverse Drug Reactions of Antidiabetic Drugs Among Hospitalized Elderly Patient with Diabetes Udhiyati, Aida; Rahmawati, Fita
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i3.80221

Abstract

The pharmacologic management of many acute and chronic conditions and the aging population have contributed to increasing medication use among elderly patients, this situation may lead to drug-related problems (DRPs) especially adverse drug reactions (ADR). This study aims to identify ADR of antidiabetic drugs among hospitalized elderly patient with diabetes. This descriptive observational study with a cross sectional design involved 98 geriatric patients at UGM Academic Hospital that admission between January to December 2021. The inclusion criteria were patients aged above 60 years, has complete medical record and patient was diagnosed with diabetes. WHO-UMC causality assessment criteria and Hartwig and Siegel’s scale was used for the assessment of causality and severity of ADRs, respectively. Number of patient who had experienced ADR were 15 (15.31%) patients with total ADR event were 15 (15.31%) ADRs. The result recorded 11 (11.22%) patients experienced ADR with causality category possible and severity category moderate, and 4 (4.09%) patients experienced ADR with causality category possible and severity category mild. Clinical manifestation of those ADR were nausea, heartburn, hypokalemia and hypoglycemia. The suspected antidiabetic drugs that caused ADR were metformin and insulin. Given pharmaceutical care among elderly with diabetes is pivotal to prevent ADR of antidiabetic drugs.
Analisis Biaya Penyakit Pneumonia pada Pasien Dewasa di Rumah Sakit Rastiti, Liza; Kristina, Susi Ari; Andayani, Tri Murti
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i4.80728

Abstract

Pneumonia adalah salah satu penyakit dengan pembiayaan perawatan di rumah sakit yang paling tinggi di Amerika Serikat, dengan biaya $9,5 miliar secara nasional. Beban ekonomi pneumonia di Filipina sebesar 8,48 miliar peso filipina (PHP) untuk Community-acquired Pneumonia (CAP) Moderate Risk dan PHP 643,76 juta untuk CAP-High Risk. Belum ada penelitian terkait beban ekonomi penyakit pneumonia pada pasien dewasa di Indonesia hingga penelitian ini dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya penyakit pneumonia rawat inap pasien dewasa, komponen-komponen biayanya, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian dilakukan dengan metode observasional analitik dengan desain cross-sectional. Analisis biaya penyakit dilakukan dalam perspektif rumah sakit dengan pendekatan prevalensi. menggunakan metode bottom-up. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif pada periode 1 Juli – 31 Desember 2021. Subjek penelitian adalah semua pasien pnuemonia rawat inap dewasa dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang tidak terdiagnosis sebagai pasien COVID-19. Hasil penelitian diperoleh 49 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Total biaya penyakit pneumonia rawat inap pada pasien dewasa sebesar Rp 369.748.868,00. Rata-rata biaya penyakit dalam satu episode rawat inap per pasien (± SD) sejumlah Rp 7.545.895.27 ±  5.057.691,81. Komponen biaya terbesar adalah biaya obat dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) dengan proporsi 46,11% dari jumlah biaya penyakit pneumonia. Faktor Length of Stay (LOS) dan komorbiditas berpengaruh terhadap biaya penyakit pneumonia (p<0.05).