cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Farmaseutik
ISSN : 1410590x     EISSN : 26140063     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmaseutic accepts submission concerning in particular fields such as pharmaceutics, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmacology, and social pharmacy.
Arjuna Subject : -
Articles 488 Documents
Uji Toksisitas Akut Miristisin Terhadap Mencit Putih Betina (Mus musculus) Putri, Clara Prasidya Maharani; Ansory, Hery Muhamad; Hanifah, Inaratul Rizkhy
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i2.81477

Abstract

Miristisin memiliki aktivitas antidepresan, antioksidan, dan antibakteri, namun sampai saat ini belum ada data ilmiah mengenai toksisitas dari senyawa miristisin. Uji toksisitas akut oral dilakukan untuk mendeteksi efek toksik yang muncul dalam waktu singkat setelah pemberian sediaan uji.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui toksisitas akut miristisin dari tanaman pala (Myristica fragrans) terhadap mencit putih betina (Mus musculus). Metode yang digunakan adalah fixed dose berdasarkan Organization for Economic Co-Operation and Development (OECD). Sampel pada penelitian ini adalah miristisin dari minyak pala dengan dosis 5, 50, 300 dan 2000 mg/KgBB. Hasil penelitian menunjukkan hingga dosis 2000 mg/KgBB tidak terdapat kematian namun pada dosis tersebut terdapat gejala toksisitas berupa grooming, lemas, dan nafas abnormal pada sebagian hewan uji sehingga miristisin dikatakan tidak toksik. Hasil analisis paired t test menunjukkan bahwa terdapat bermakna pada perubahan berat badan mencit antar kelompok pada hari pertama dan hari ke-3 pengamatan (p<0,05) yang diduga karena berkurangnya nafsu makan.
Determination of Octyl Methoxycinnamate Levels On The Face Sunscreen Gel Using Uv-Vis Spectrophotometry Method Rochmiyanti, Hidayah; Haresmita, Perdana Priya; Syarifuddin, Alfian; Kusumorini, Nindya
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i4.81911

Abstract

Sunlight has many benefits for the health of the body, but excessive and long-term exposure to sunlight can have an impact on skin damage, such as sunburn, photoaging (premature aging), and dull skin. Ultraviolet (UV) radiation is a major cause of skin cancer, so many sunscreen gels contain UV filters. Octyl methoxycinnamate is an example of an active UV filter agent. Octyl methoxycinnamate is a cinnamic compound that absorbs light wavelengths 280 nm–320 nm (UVB). This study aims to determine the octyl levels of methoxycinnamate in sunscreen gel preparations circulating in Magelang Regency and assess whether these preparations meet the predetermined safety limits. The analysis used in this research is qualitative and quantitative analysis. Qualitative study using thin layer chromatography (TLC) with silica gel F254 as stationary phase and mobile phase n-hexane : ethyl acetate (7.5 : 2.5) and then detected on UV light at 254 nm. Quantitative analysis using UV-Vis spectrophotometer at a maximum wavelength of 310.5 nm. The results of the qualitative analysis showed that the three samples X, Y and Z were positive contain octyl methoxycinnamate. The results of the TLC showed that samples X, Y, and Z produced purple stains and had the same Rf values between the samples and the standards. Octyl methoxycinnamate levels in sample X of 0.155%; Y 0.824%; and Z 1.954%. The results obtained by the relative standard deviation (RSD) of the sunscreen gel sample were X 0.015%; Y 0.048%; and Z 0.921%. It can be concluded that the three tested sunscreen gel samples are safe for use by the general public.
Gambaran Pengobatan Terapi Obat Antituberkulosis (OAT) Pada Pasien TB Koinfeksi HIV Di RSUD Abepura Jayapura Papua Anggraeni, Nuniek; Nuryastuti, Titik; Nurrochmad, Arief
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i1.82706

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan infeksi oportunistik yang banyak terjadi pada orang dengan HIV/AIDS, dan menjadi penyebab kematian utama. Pasien TB memerlukan terapi pemberian obat secara bersamaan dengan 4 macam obat Antituberkulosis (OAT), yang bila disertai dengan adanya koinfeksi HIV akan menambah jumlah pengobatan dengan ARV sehingga berisiko menyebabkan kegagalan terapi karena semakin banyak obat yang dikonsumsi dan dalam jangka waktu yang panjang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran terapi dan luaran klinik pada pasien TB koinfeksi HIV di RSUD Abepura Jayapura Papua. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan metode univariat meliputi data karakteristik subjek, gambaran penggunaan obat dan luaran klinik TB. Sampel terdiri dari 32 pasien TB koinfeksi HIV selama periode 1 Januari 2019 sampai dengan 31 Desember 2021 yang baru terdiagnosis TB dan HIV secara bersamaan, mendapat terapi OAT dan belum pernah mendapat terapi ARV sebelumnya. Kelompok pasien TB koinfeksi HIV lebih banyak ditemukan pada kelompok usia muda dan produktif 18-40 tahun (93,75%), laki-laki (68,75%), pasien yang bersekolah pada tingkat menengah atas (68,75%), pasien yang belum menikah (62,50%), tidak bekerja (56,25%), dan banyak terjadi pada suku papua (90,63%). Lokasi anatomi yang paling banyak terjadi pada paru (75%), sediaan OAT yang paling banyak digunakan dalam bentuk kombipak (84,38%), paduan OAT yang banyak digunakan RHZE (93,75%) dengan durasi 6-8 bulan (50%). Tingkat keberhasilan terapi mencapai 62,5% (pasien sembuh 21,88% dan pengobatan lengkap 40,62%), dengan pasien putus pengobatan 37,5%.
Persepsi Sakit, Pengobatan, dan Kepuasan Peserta JKN Terhadap Pelayanan Kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Sukanto, Anung Khoiri; Endarti, Dwi; Widayanti, Anna Wahyuni
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i1.83064

Abstract

Salah satu faktor yang mendorong peserta JKN untuk mengunjungi fasilitas kesehatan adalah persepsinya terhadap sakit, pengobatan, dan kepuasan peserta tersebut terhadap pelayanan kesehatan, khususnya di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator keberhasilan dalam pemberian pelayanan kesehatan. untuk mengetahui gambaran persepsi sakit, pengobatan, dan kepuasan peserta JKN terhadap pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama dan mengetahui hubungan antara karakter sosiodemografi dengan ketiga varibael tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pengumpulan data secara cross-sectional. Pengambilan data dengan teknik convenience sampling.. Metode pengumpulan data menggunakan metode kuesioner berbasis online. Minimal jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 385 responden peserta JKN untuk memperoleh 95% Confidence Interval (CI) dan margin error 0,05. Hasil dari penelitian terdapat 390 responden yang masuk kedalam kriteria inklusi. Pada persepsi sakit, persepsi terhadap pengobatan, dan kepuasan sebagian besar responden memiliki persepsi positif yaitu sejumlah 373 responden (95,6%), 374 responden (95,8%), dan 363 responden (93%). Variabel yang berhubungan adalah jumlah penghasilan keluarga dan jumlah tanggungan dalam keluarga dengan persepsi sakit, dengan p-value 0,043 (<0,05). Mayoritas responden memiliki persepsi positif tentang sakit dan pengobatan. Sebagian responden juga merasa puas terhadap pelayanan kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama.
Narrative Review: Efektivitas Sitikolin vs Asam Folat dalam Menurunkan Disabilitas Neurologis Pasien Stroke Iskemik Akut Purwandityo, Ayuningtyas Galuh; Ikawati, Zullies; Pinzon, Rizaldy Taslim
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i1.83668

Abstract

Stroke adalah penyebab kedua kematian di seluruh dunia serta menyebabkan disabilitas fisik dan neurologis jangka panjang. Keparahan defisit neurologis dini adalah penentu yang paling penting dari hasil fungsional akhir pada stroke iskemik akut. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan efektivitas penggunaan sitikolin dan asam folat dalam memperbaiki disabilitas neurologis pasien stroke iskemik akut. Penelitian ini dilakukan dengan cara narrative review dan dilakukan dalam empat tahap yaitu penentuan kata kunci, kriteria inklusi dan eksklusi, seleksi literatur, dan analisis hasil. Pencarian literatur dilakukan melalui database elektronik seperti PubMed, Scopus, Science Direct, Wiley Online Library dan Springer Link. Berdasarkan review yang dilakukan diperoleh data bahwa sitikolin terbukti neuroprotektor yang aman dan efektif diberikan pra, pasca serta pengobatan stroke jangka panjang sebab mampu menurunkan disabilitias neurologis. Pada penggunaan asam folat juga cenderung terbukti efektif untuk mencegah stroke, namun biasanya dikombinasi dengan vitamin B12 atau vitamin B6. Selain itu, data terkait fungsi asam folat dalam menurunkan disabilitas neurologis pasca stroke atau sebagai pengobatan jangka panjang masih sangat terbatas.
Observasi Pengelolaan Obat Tahap Penyimpanan dan Distribusi Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Daerah Konawe Selatan Ruslan, Riswati; Puspandari, Diah Ayu; Endarti, Dwi
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i4.83793

Abstract

Pelayanan kefarmasian di rumah sakit dalam hal ini terkait pengelolaan obat harus dilaksanakan secara multidisplin, terkoordinir dan menggunakan proses yang efektif untuk menjamin mutu, manfaat, keamanan dan khasiat sediaan farmasi. Gudang instalasi farmasi memiliki tanggung jawab dalam menjaga sediaan farmasi agar terhindar dari kerusakan dan menjamin mutu obat selama proses penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian penyimpanan dan distribusi obat di RSD Konawe Selatan berdasarkan Standar Pelayanan Kefarmasian Di Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif, dilakukan dengan pendekatan cross-sectional. Metode pengambilan data dengan menggunakan lembar ceklist observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 28 indikator penyimpanan 6 indikator belum sesuai standar dan 22 indikator telah sesuai standar. Sedangkan tahap distribusi terdapat 13 indikator pendistribusian dimana 3 indikator yang tidak diterapkan oleh RSD Konawe Selatan yaitu sistem desentralisasi, floor stock dan sistem kombinasi.
Pengaruh Pemberian Leaflet Digital terhadap Peningkatan Pengetahuan tentang Osteoartritis dan Pengobatannya Raditya, Rakta; Nugroho, Agung Endro; Ikawati, Zullies
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i4.83880

Abstract

Osteoartritis (OA) merupakan salah satu bentuk penyakit artritis yang kerap ditemukan dan berdampak besar dalam masalah kesehatan di masyarakat. Informasi yang jelas dan lengkap dengan bahasa yang mudah dipahami dibutuhkan sebagai landasan dalam membangun program pengobatannya. Seiring dengan perkembangan media berbasis internet, leaflet digital dapat digunakan sebagai media pemberian informasi tersebut. Penelitian bertujuan untuk melihat gambaran pengetahuan masyarakat dan untuk mengetahui dampak pemberian leaflet digital terhadap peningkatan pengetahuan OA dan pengobatannya. Penelitian kuasi eksperimental dilakukan dengan desain pre-test dan post-test kelompok perlakuan dan kelompok kontrol yang melibatkan 91 peserta dari kalangan masyarakat umum di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 14-28 Desember 2022. Pemberian leaflet digital dilakukan melalui aplikasi Whatsapp. Pengetahuan peserta terkait OA dan pengobatannya diukur menggunakan kuisioner. Rata-rata pengetahuan pre-test peserta (78,90±12,10) menunjukkan bahwa peserta sudah memiliki pengetahuan terkait OA dan pengobatannya. Rata-rata nilai post-test kelompok kontrol (83,19±12,44) lebih kecil dari kelompok perlakuan (87,39±12,59). Peningkatan nilai pengetahuan pada kelompok kontrol (3,40±12,11) juga lebih kecil dari kelompok perlakuan (8,98±10,76). Hasil uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney memperlihatkan pemberian leaflet digital dapat meningkatkan pengetahuan OA dan pengobatannya secara signifikan dalam kelompok perlakuan (p=0,000) tetapi peningkatan nilai pengetahuan kelompok kontrol tidak berbeda signifikan dengan perlakuan (p=0,052).
Profil Bakteri dan Antibiogram Spesimen Sputum Sebagai Evaluasi Program Pengendalian Resistensi Antibiotik di RS Bethesda Yogyakarta Karundeng, Glory Claudia; Yasin, Nanang Munif; Sari, Ika Puspita
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i4.84090

Abstract

Resistensi antibiotik merupakan permasalahan kesehatan global yang serius. Kegiatan penatagunaan antibiotik (PGA) oleh tim Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA) diharapkan dapat mengurangi tekanan selektif terhadap mikroba sehingga dapat menekan laju resistensi antimikroba.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan pola mikroba, sensitivitas dan resistensi antimikroba spesimen spuntum di RS Bethesda Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain deskriptif di rumah sakit di RS Bethesda Yogyakarta. Implementasi PPRA dievaluasi secara kuantitatif menggunakan uji statistik. Indikator mutu PPRA yang dievaluasi yaitu pola bakteri, sensitivitas dan resistensi antibiotik dengan hasil yang disajikan dalam bentuk antibiogram. Perbaikan pola sensitivitas antibiotik, penurunan resistensi antibiotik, serta penurunan mikroba multiresisten dinilai dengan membandingkan antibiogram periode Januari - Juni 2021 dibandingkan dengan antibiogram yang tersedia di rumah sakit pada periode terdekat. Pada spesimen sputum, terdapat 788 bakteri yang diisolasi, dimana sebanyak 79,57% bakteri gram negatif dan 20,43% bakteri gram positif. Bakteri yang dilaporkan di antibiogram spesimen sputum yaitu sebanyak 14 bakteri gram negative dan 6 bakteri gram positif. Hasil uji perbandingan sensitivitas antibiotik pada bakteri gram negative spesimen sputum terdapat 18 antibiotik (78,26%) yang mengalami peningkatan (2 antibiotik mengalami peningkatan yang signifikan) dan terdapat penurunan sensitivitas pada 5 antibiotik (21,74%), namun tidak signifikan. Hasil uji perbandingan sensitivitas antibiotik pada bakteri gram negative spesimen sputum terdapat  4 antibiotik (17,39%) yang mengalami peningkatan yang tidak signfikan, sedangkan terdapat penurunan sensitivitas pada 19 antibiotik (82,61%), (1 antibiotik mengalami penurunan yang signifikan)
Efektivitas Pemberian Penyekat Pompa Proton Rute Intravena Drip dan Intermiten Pada Perdarahan Saluran Cerna Atas Nonvariseal Luthfiananda, Berliana; Puspita Sari, Ika; Triwikatmani, Catharina
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i2.84723

Abstract

Perdarahan saluran cerna bagian atas (PSCBA) nonvariseal merupakan perdarahan yang memiliki insidensi yang tinggi dan tingkat hospitalisasi yang terus meningkat. Salah satu terapi yang dapat membantu mengurangi risiko perdarahan adalah Penyekat Pompa Proton (Proton Pump Inhibitor/PPI) yang sampai saat ini masih mengalami perdebatan terkait rute pemberian intravena drip dan intermiten. Pembahasan ini bertujuan untuk menganalisis rute pemberian yang tepat pada PSCBA nonvariseal untuk meningkatkan efektivitas terapi. Literatur yang digunakan dicari dengan pustaka elektronik melalui database Google Scholar, Pubmed, dan Science direct dari tahun 2013 – 2023. Luaran klinik yang diamati ialah adanya perdarahan ulang atau lama rawat inap dirumah sakit. Pemberian dengan rute intravena drip dan intermiten tidak berbeda signifikan berdasarkan luaran klinik tingkat perdarahan dan perdarahan ulang. Pemberian dengan rute intravena intermiten masih dapat digunakan untuk mengurangi peningkatan biaya perawatan. 
Drug Interaction Study of Antihypertension in Geriatric Patients Diagnosed Hypertension at Puskesmas Mauponggo, Nusa Tenggara Timur Virginia, Dita Maria; Jago Uko, Maria Anjeline
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i2.84773

Abstract

Hypertension is one of the main causes of mortality and morbidity in Indonesia. Treatment of hypertension in geriatric patients has the potential to increase the risk of drug-drug interactions because geriatric patients tend to experience polypharmacy. This study aims to analyze differences in mean blood pressure based on the interaction of antihypertensive drugs with other therapies in geriatric patients who suffer from hypertension at the Mauponggo Health Center, Nagekeo, East Nusa Tenggara. This research is a type of analytic observational research using a research design cross sectional. Data collection was carried out retrospectively. Data was collected using medical records collected from January to December 2021. In this study, a sample of 101 patients was obtained who met the predetermined inclusion and exclusion criteria. Data analysis using unpaired T test to analyze the difference of mean blood pressure based on the presence of antihypertensive drug interactions in geriatric patients, regarding on a significance level of p<0.05. The results showed that drug interactions had no effect on the mean systolic (p-value 0.063), or average diastolic (pvalue 0.392) in geriatric patients suffering from hypertension at the Mauponggo Health Center, Nagekeo, East Nusa Tenggara. Antihypertensive drug interactions did not affect the average blood pressure in geriatric patients in this study. Further research is required to classify the types of antihypertensive drugs that significantly impact blood pressure.