cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Farmaseutik
ISSN : 1410590x     EISSN : 26140063     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmaseutic accepts submission concerning in particular fields such as pharmaceutics, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmacology, and social pharmacy.
Arjuna Subject : -
Articles 488 Documents
Potensi Cengkeh (Syzygium aromaticum (L.) Merr. & Perry) di Indonesia Sebagai Sumber Daya Alam dan Bahan Baku Obat Antibakteri dan Antijamur Pradana, Andi; Santosa, Djoko; Sulaiman, Teuku Nanda Saifullah
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i1.86004

Abstract

Popularitas tanaman sebagai penanganan infeksi mikroba kian meningkat. Cengkeh adalah tanaman dengan kandungan senyawa kimia utama eugenol yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Review ini dibuat menggunakan data sekunder dari database literatur ilmiah PubMed, Scopus, Google Scholar, SINTA, dan Science-Direct yang bertujuan untuk melihat potensi dari ektrak etanol bunga, daun dan batang cengkeh sebagai agen antimikroba. Aktivitas antibakteri E. coli dari daun dan bunga secara berturut-turut 20% (14,6mm); 31,25% (14mm). Daya hambat terhadap bakteri S. aureus dari batang, daun, bunga secara berturut-turut 40% (21,5mm); 50% (14,66mm); 62,50% (5mm). Aktivitas antibakteri terhadap S. mutans dari bunga dan daun secara berturut-turut 40% (18,83mm); 40% (12mm). Aktivitas bunga cengkeh terhadap jamur C. albicans konsentrasi 12,5% (20mm) dan memiliki KHM 1 μL/mL (44mm).
Review: Potensi Metabolit Sekunder dari Phaleria macrocarpa dan Fungi Endofitnya sebagai Antikanker Agustina, Ikra; Siskadewi Lay, Caterina; Astuti, Puji
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i1.86037

Abstract

Phaleria macrocarpa merupakan tanaman obat Indonesia yang telah digunakan secara empiris untuk pengobatan berbagai penyakit, termasuk kanker. Beberapa metabolit aktif dari Phaleria macrocarpa yang diketahui memiliki aktivitas antikanker diantaranya phalerin, asam galat, fevicordin, dan kaempferol-3-O-β-D-glukosida. Kanker adalah salah satu penyakit yang menjadi masalah global dengan prevalensi dan angka kematian yang tinggi. Terapi pada penderita kanker masih mengalami beberapa keterbatasan seperti aspek biaya yang tinggi, banyaknya efek samping obat sintesis pada kemoterapi, dan adanya resistensi obat kemoterapi. Sumber bahan baku pengobatan kanker di Indonesia juga kebanyakan masih bergantung pada impor. Pencarian senyawa aktif dari bahan alam sangat diperlukan untuk pengembangan bahan baku obat antikanker. Namun, seringkali metabolit aktif yang berasal dari tumbuhan memiliki kelimpahan yang rendah. Penggunaan mikroba endofit dapat menjadi salah satu stategi untuk produksi senyawa metabolit aktif tanpa memerlukan bahan baku dalam jumlah besar. Mikroba endofit dapat bersimbiosis dalam inangnya dan menghasilkan metabolit sekunder yang kemungkinan mirip dengan tanaman inangnya. Artikel ini bertujuan mengkaji metabolit sekunder dari Phaleria macrocarpa dan potensi penggunaan mikroba endofitnya sebagai sumber senyawa antikanker yang berasal dari alam. Metode yang digunakan berupa studi pustaka melalui penelusuran berbagai studi, artikel ilmiah dan penelitian dari database elektronik (Elsevier, Google Scholar, PubMed, Science Direct dan Springer Link). Artikel ini diharapkan menjadi sumber informasi untuk acuan para peneliti di masa mendatang dalam pengembangan riset obat antikanker yang berasal dari alam.
Formulasi Krim Tabir Surya Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Terenkapsulasi Nanopartikel Kitosan: Uji Aktivitas Secara In Vitro Irianti, Tatang
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i2.86085

Abstract

Hylocereus polyrhizus peel contains many flavonoid compounds that have potential to become sunscreen. Nanoparticle technology in sunscreen preparations has the advantage of increasing activation, surface area, and better diffusivity in protecting the skin. The purpose of this study was to identify the physical properties and determine the effectiveness of sunscreen cream with Ki-Ekubuname nanoparticles as an active substance. The ionic gelation method is used in the manufacture of nanoparticles by optimizing the speed and duration of stirring. Then made formulations with varying levels of active substance. Formulations were prepared with varying levels of the active substance (FA without active substance, FB with 6% Ekubuname, F1, F2, and F3 with 2%, 4%, and 6% Ki-Ekubuname, respectively). The creams formed were observed for physical, chemical properties and sunscreen activity with in vitro. The results showed that Ekubuname has a total flavonoids of 2.034 ± 0.094 mg QE/g. All sunscreen formulas with Ki-Ekubuname nanoparticle active substances meet SNI 16-4399-1996 standard. Nano-size active substances have better performance, as evidenced by higher SPF values. Formula F3 has the best characterization with a homogeneous appearance, light brown color, soft texture, distinctive aroma, pH 5, viscosity 4,768.25 ± 210.80 cps, adhesiveness 6.15 ± 0.25 seconds, spreadability 6.01 ± 0.10 cm, O/W cream type, and SPF value 17.41 (ultra protection category).
Persepsi Apoteker terhadap Manfaat dan Keterbatasan Telefarmasi di Fasilitas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta Irwanda, Welly; Widayanti, Anna; Kristina, Susi
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i1.86239

Abstract

Telefarmasi didefinisikan sebagai pelayanan kefarmasian jarak jauh. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui persepsi apoteker terhadap manfaat dan keterbatasan telefarmasi di fasilitas kesehatan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif fenomenologis. Penelitian dilaksanakan di Daerah Istimewa Yogyakarta pada Juni 2022 – Juni 2023, total sampel 15 dengan kriteria maximum variation. Pengambilan data melalui interview face-to-face semi-structured open-ended questions, hingga dicapai saturasi data. Dibuat protocol/guidelines interview dan dilakukan member checking serta triangulasi data. Wawancara melalui media zoom meeting, peneliti mencatat “field noted” selama wawancara berlangsung. Data dianalisis menggunakan metode Miles dan Huberman. Hasil yang diperoleh terkait manfaat di fasilitas kesehatan adalah, membantu tercapainya standar pelayanan minimum terkait waktu tunggu pasien, mengurangi beban kerja dan efisiensi sumber daya manusia (SDM), mengurai antrian pelayanan, mempromosikan fasilitas kesehatan dan apoteker, serta meningkatkan loyalitas pasien, menaikkan omset fasilitas kesehatan, menjangkau lebih banyak masyarakat dan pasien, riwayat pengobatan pasien terdokumentasi lebih baik. Sedangkan keterbatasan di fasilitas kesehatan adalah, belum ada platform resmi, keterbatasan jenis dan golongan obat yang dapat diberikan, sistem pelayanan yang belum optimal, pelayanan baru yang belum dikenal awam, pelayanan kefarmasian kurang optimal, permasalahan SDM, permasalahan sistem telekomunikasi informasi, keterbatasan sarana dan prasarana penunjang pelayanan telefarmasi.
Cost Of Illness COVID-19 Inpatient Installation at the UGM Academic Hospital Hutahaean, Amsaline Vingky; Andayani, Tri Murti; Widayanti, Anna Wahyuni
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i3.86457

Abstract

COVID-19 has become a worldwide pandemic, especially in Indonesia. The high number of COVID-19 cases in Indonesia has a financial impact, as the government must shoulder the cost of dealing with it. The study aimed to determine the direct cost and total cost (cost of illness) of COVID-19 patients at RSA UGM Yogyakarta from a hospital perspective, as well as the differences in total direct cost of hospitalized COVID-19 patients based on age, gender, length of stay, severity, and comorbidity. The cross-sectional study design of the analytic observational research method is based on a hospital perspective. Data was collected retrospectively from the patient's medical record, detailed healthcare expenditure data, and patient claim files. The data was analyzed using univariate, bivariate, and multivariate methods. The study's findings requested the number of inpatient COVID-19 patients as many as 104 samples that satisfied the inclusion specifications, as well as the total direct medical costs of Rp. 2.346.150.137 with an average cost of Rp. 22.559.154 for each patient. The most expensive components were pharmaceutical and BMHP prices of Rp. 958.410.599 (40.85%) and medical support costs of Rp. 725.163.700 (30.91%). Age, length of stay, severity of comorbidities, and usage of antivirals all have an impact on direct medical costs.Keywords: COVID-19, hospital costs, hospital perspective, hospitalization
Profil Penggunaan Granulocyte Colony Stimulating Factor (G-Csf) Pada Pasien Kanker Dengan Neutropenia di RSUP Dr. Kariadi Semarang Ningsih, Diana Rachma; Murwanti, Retno; Nugroho, Agung Endro
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i1.86467

Abstract

Kejadian neutropenia pada pasien kanker disebabkan 90% akibat kemoterapi. Penundaan pengatasan neutropenia dapat menyebabkan risiko terjadinya febril neutropenia sehingga menyebabkan tingginya mortalitas. Pasien kanker dengan neutropenia dapat diberikan terapi granulocyte colony stimulating factor (G-CSF), yang dapat mengurangi kejadian febril neutropenia, lama perawatan, menurunkan jumlah angka kesakitan dan kematian pada pasien kanker. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui profil penggunaan G-CSF pada pasien kanker dengan neutropenia. G-CSF yang digunakan adalah Filgrastrim dan Lenograstrim. Penelitian ini menggunakan Retrospective Cohort Study dengan observational analitik yang dilaksanakan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Data penelitian dikumpulkan secara retrospektif menggunakan catatan medik pada periode 2019-2022. Sampel penelitian diperoleh 56 subyek yang memenuhi kriteria inklusi. Berdasarkan hasil penelitian pasien kanker dengan neutropenia  lebih banyak terjadi pada pasien kanker non hematologi sebesar (62,5%) dengan rentang usia paling banyak terjadi pada pada 18-60 tahun (78,6%). Grade neutropenia yang diamali pasien paling banyak yaitu neutropenia severe (55,3%), sedangkan pada neutropenia moderatre sejumlah (32,2%), dan neutropenia mild sebesar (12,5%). Profil penggunaan G-CSF pada pasien kanker dengan neutropenia di RSUP Dr. Kariadi yang diteliti yaitu Filgrastrim dan Lenograstrim. Pasien yang diberikan Filgrastrim sejumlah (73,2%) dan yang diberikan Lenograstrim sejumlah (26,8%). 
Persepsi dan Pengalaman Tenaga Kefarmasian terhadap Pengelolaan Vaksin di Puskesmas Kabupaten Kotawaringin Timur Wahidah, Pujiastuti; Widayanti, Anna Wahyuni; Wiedyaningsih, Chairun
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i3.86545

Abstract

Pengelolaan vaksin di Puskesmas perlu diperhatikan agar ketersediaan vaksin di fasilitas kesehatan dapat terjamin. Fasilitas pelayanan kesehatan yang menyediakan vaksin harus memperhatikan berbagai proses pengelolaan vaksin. Tenaga kefarmasian memiliki peran dalam menjamin keamanan, mutu dan khasiat vaksin mulai dari penerimaan, penyimpanan dan distribusi hingga saat digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan pengalaman tenaga kefarmasian terhadap pengelolaan vaksin di Puskesmas Kabupaten Kotawaringin Timur. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif. Pengumpulan data diperoleh dari wawancara mendalam kepada 15 partisipan yang terdiri dari 9 Apoteker dan 6 Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil wawancara dianalisis dengan menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang peran tenaga kefarmasian dalam pengelolaan vaksin seperti menjamin ketersediaan, mutu dan keamanan vaksin serta melakukan pengelolaan vaksin yang lebih terkontrol. Pengalaman tenaga kefarmasian yaitu memperoleh peningkatan kapasitas diri, menerapkan kebijakan one gate policy dan melakukan pengelolaan vaksin kedaluarsa. Penggunaan aplikasi Smile memungkinkan pencatatan vaksin secara riil time dan efektif. Praktik pengelolaan vaksin meliputi proses dokumentasi, penyimpanan, distribusi dan monitoring dan evaluasi vaksin secara terpadu dengan program Imunisasi. Partisipan mengalami beberapa hambatan seperti perlu pengembangan aplikasi, koordinasi dan kolaborasi dengan tenaga kesehatan, penambahan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) dan supply listrik.
Penggunaan Surfaktan pada Sistem Dispersi Padat Terner: Manfaat dan Risiko Seftian, Muhammad; Laksitorini, Marlyn Dian; Sulaiman, Teuku Nanda Saifullah
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i4.86720

Abstract

Beberapa decade terakhir, kelarutan menjadi tantangan besar dalam pengembangan obat. Diperkirakan lebih dari 90% kandidat obat baru memiliki kelarutan dalam air yang kurang baik. Berbagai inovasi teknologi telah diaplikasikan guna meningkatkan kelarutan obat dalam air, salah satunya dispersi padat. Seiring berkembangnya teknologi, dispersi padat generasi baru menambahkan surfaktan sebagai sistem terner. Penelitian sebelumnya mengungkapkan peningkatan kecepatan disolusi pada sistem terner obat-polimer-surfaktan terjadi lebih tinggi dibandingkan dengan dispersi padat tanpa surfaktan. Akan tetapi penelitian lain juga mengungkapan efek negatif dari surfaktan terhadap stabilitas sistem dispersi padat. Review ini mendiskusikan penggunaan surfaktan sebagai sistem terner dispersi padat. Salah satu tantangan pengembangan sistem dispersi padat adalah drug loading yang terbatas dan adanya rekristalisasi selama proses disolusi. Surfaktan mencegah kristalisasi obat selama proses disolusi melalui efek solubilisasi dengan cara mendispersikan molekul obat dalam bentuk nanodroplet. Di sisi lain, beberapa penelitian lain mengungkapkan hasil yang kontradiktif yang menyatakan surfaktan justru mempercepat nukleasi dan memberikan efek negatif terhadap stabilitas sistem dispersi padat. Efek surfaktan pada sistem dispersi padat akan tergantung pada struktur, afinitas interaksi, dan konsentrasi yang digunakan. Seleksi surfaktan yang kompatibel dengan sistem yang dikembangkan perlu dilakukan karena pada titik tertentu surfaktan dapat menjadi kompetitor yang menekan interaksi obat-polimer dan memicu kristalisasi
Analisis Kebutuhan Sistem Informasi Manajemen Inventory Instalasi Farmasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah Filirida, Meidina; Lazuardi, Lutfan; Satibi, Satibi
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i1.86822

Abstract

Manajemen inventaris Instalasi Farmasi Pemerintah (IFP) Provinsi Kalimantan Tengah masih dilakukan secara semi konvensional yang menyebabkan selisih stok obat; selisih stok kartu; pelaporan lama; data tidak real time ; kehilangan dokumen . Hal ini membuat pengelolaan informasi dalam proses tersebut menjadi sangat vital sehingga perlu dilakukan analisis kebutuhan untuk pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) Inventory di IFP. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan pengguna untuk pengembangan SIM Inventory IFP. Penelitian ini merupakan studi kualitatif deskriptif kasus yaitu analisis kebutuhan SIM Inventory menggunakan metode wawancara mendalam,Focus Group Discussion , dan telaah dokumen dengan pendekatan U ser-Centered Design . Subyek penelitian terdiri dari Kepala Dinas Kesehatan; Sekretaris Dinas Kesahatan; Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan; Kepala Seksi Farmasi, Alat Kesehatan, dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga; Apoteker Penanggung Jawab IFP Provinsi; 3 orang apoteker IFP Provinsi; 1 orang Tenaga Teknis Kefarmasian IFP Provinsi; 6 orang apoteker IFP kabupaten/kota di Kalimantan Tengah; 1 orang anggota tim Teknologi Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan kebutuhan manajemen data inventoryIFP terdiri dari data penerimaan sediaan farmasi, data distribusi sediaan farmasi, data stok opname sediaan farmasi, data pemusnahan sediaan farmasi, dan pengembalian sediaan farmasi. Kebutuhan data menyusut ke dalam kebutuhan penerimaan data, distribusi, dan pelaporan yang terdiri dari 6 jenis laporan. Kesimpulan  penelitian ini adalah analisis kebutuhan pengguna dalam pengelolaan inventaris IFP menghasilkan kebutuhan data yang mendukung proses penerimaan, distribusi, dan pelaporan.
Evaluasi Kinerja Instalasi Farmasi Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Marjono Jakarta dengan Metode Integrasi Balanced Scorecard dan Objective Key Results Jatmiko, Jatmiko; Satibi, Satibi; Ciptono, Wakhid Slamet; Tahir, Hadijah
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i4.88183

Abstract

Evaluasi kinerja instalasi farmasi rumah sakit penting dilaksanakan terutama karena instalasi farmasi termasuk penyumbang pendapatan rumah sakit yang terbesar. Pengintegrasian balanced scorecard dengan objective results, dapat dijadikan sebagai fungsi evaluasi atau sistem umpan balik dan sistem analitik untuk mendapatkan data yang riil dan relevan dalam mengambil keputusan dan pemetaan strategi jangka panjang pada rumah sakit. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dinarasikan secara imperatif  dengan mengunakan data primer dan sekunder. Data primer didapatkan dari survei kepuasan pasien rawat jalan serta wawancara dan survei dengan karyawan di instalasi farmasi. Data sekunder mengambil data retrospektif dengan menelaah dokumen dari tahun 2019 sampai 2021. Hasil penelitian dari perpektif keuangan fixed asset turnover pada tahun 2019, 2020 dan 2021 adalah 16,20%; 19,15% dan 21,29% artinya rumah sakit dari tahun ke tahun tercatat semakin efesien dalam menggunakan asetnya. Indeks kepuasan pasien berdasarkan perspektif pelanggan adalah 92,5%, meningkat 21,4% pada 2019, turun 20,3% pada 2020, dan meningkat kembali 22,2% pada 2021, mencapai 94.711 pasien. Bisnis internal rata-rata waktu tunggu obat jadi 29,57; 26,18 dan 14,13 menit serta untuk obat racikan 36,29; 32,95 dan 17,93 menit dari tahun 2019 hingga 2021. Pertumbuhan dan pembelajaran kerjasama antar bagian, karier, motivasi yang baik dari para karyawan merupakan indikator yang diukur. Indikator iklim kerja di instalasi farmasi banyak pegawai menilai netral terkait kualitas layanan, masukan, saran dan umpan balik perbaikan. Karyawan memahami dalam melakukan budaya kejujuran, selalu kerjasama dalam suatu tim kerja. Strategi integrasi antara balanced scorecard dan objective & key results harus disesuaikan dengan tujuan, sumber daya, dan kebutuhan spesifik dari instalasi farmasi. Dengan merancang OKR yang relevan dan terukur, instalasi farmasi dapat bekerja menuju pencapaian tujuan yang lebih jelas dan mendorong perbaikan berkelanjutan dalam kinerja.