cover
Contact Name
Argyo Demartoto
Contact Email
jas@mail.uns.ac.id
Phone
+62271637277
Journal Mail Official
jas@mail.uns.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.uns.ac.id/jas/about/editorialTeam
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Analisa Sosiologi
ISSN : 23387572     EISSN : 26150778     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Analisa Sosiologi (JAS) diterbitkan per semester pada bulan April dan Oktober oleh Program Studi Magister Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta dengan ISSN : 2338 - 7572 (Print) dan ISSN: 2615-0778 (Online). JAS berdasarkan kutipan dan keputusan Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor: 21/E/KPT/2018, tanggal 9 Juli 2018 tentang hasil akreditasi jurnal ilmiah periode 1 tahun 2018, telah terakreditasi Peringkat 4 yang berlaku 5 Tahun, yaitu Volume 5 Nomor 1 tahun 2016 sampai Volume 9 Nomor 2 Tahun 2020. JAS memfokuskan diri pada hasil penelitian terkait isu-isu sosial-kontemporer di Indonesia, khususnya yang berkenaan dengan perkembangan masyarakat dari berbagai aspek. Selain itu, JAS juga menerima artikel yang bersumber pada telaah pustaka terkait dengan upaya pengembangan teori-teori sosiologi. Informasi mengenai JAS juga bisa diperoleh melalui media sosial.
Articles 225 Documents
SOLIDARITAS KELOMPOK TANI TEMBAKAU DALAM MENINGKATKAN MODAL SOSIAL YANG BERKELANJUTAN Jihan Safitri, Nur Safira
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 10 (2021): Edisi Khusus Sosiologi Perkotaan
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jas.v10i0.47642

Abstract

This research focuses on how the solidarity pattern of tobacco farmer groups in Lamuk Hamlet, Temanggung Regency in increasing the role of sustainable social capital. Where in developing tobacco farming, it is necessary to strengthen groups, especially in the current digital era which makes solidarity less and less. The goal is to reveal how efforts to strengthen the solidarity of tobacco farmer groups to increase sustainable social capital in supporting agricultural activities and agricultural development so as not to create a digital divide. The approach used by Durkheim theory of solidarity and James Scotts theory of moral economy. The research method uses a case study approach. The location taken is in Lamuk Hamlet, Legoksari Village, Tlogomulyo District, Temanggung Regency. The research informants used purposive sampling. Data collection techniques used online interviews, while data analysis was done by reducing data, displaying data, and drawing conclusions. Research indicates that group solidarity plays an important role in increasing the social capital. This can be seen from the tobacco farmer groups in Lamuk Hamlet in developing their farming businesses promoting social networks as a strategy to face the problem of digital division. This social network will create a condition in which farmers have a sense of togetherness and the emergence of a reciprocal marketing actor. Keywords: Solidarity, Farmer Groups, Social Capital AbstrakPenelitian ini memfokuskan bagaimana pola solidaritas kelompok petani tembakau di Dusun Lamuk, Kabupaten Temanggung dalam meningkatkan peran modal sosial yang berkelanjutan. Dimana dalam mengembangkan usaha tani tembakau diperlukan adanya penguatan kelompok terutama pada era digital saat ini yang membuat solidaritas semakin berkurang. Tujuannya untuk mengungkapkan bagaimana upaya mengukuhkan solidaritas kelompok tani tembakau untuk meningkatkan modal sosial berkelanjutan dalam mendukung kegiatan pertanian dan pengembangan usaha tani agar tidak terciptanya kesenjangan digital. Pendekatan yang digunakan teori Durkheim mengenai solidaritas dan James Scott tentang ekonomi moral. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus. Lokasi yang diambil berada di Dusun Lamuk, Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung. Informan penelitian menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan interview secara daring, sedangkan analisis data dengan mereduksi data, mendisplay data, dan menarik kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa solidaritas kelompok sangat berperan penting dalam meningkatkan modal sosial. Ini terlihat kelompok tani tembakau di Dusun Lamuk dalam mengembangkan usaha tani nya mengedepankan jaringan sosial sebagai strategi menghadapi permasalahan kesenjangan digital. Jaringan sosial tersebut akan memunculkan suatu kondisi dimana petani memiliki rasa kebersamaan serta munculnya hubungan timbal balik disetiap pelaku pemasaran tembakau. Kata Kunci: Solidaritas, Kelompok Tani, Modal Sosial
THE CONCEPT OF LEGAL PLURALISM IN INDONESIA IN THE NEW SOCIAL MOVEMENT Flambonita, Suci
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 10 (2021): Edisi Khusus ICOSAPS "Strengthening Resilient Society in the Disruptive Era"
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jas.v10i0.45939

Abstract

As a multicultural country, legal pluralism in Indonesia should be placed in the perspective of a new social movement, which lies as the abstraction of collective subjects to strive for emancipation. Experience has shown that many policies and political laws concerning natural resources do not provide enough room for the representation of indigenous peoples. As the new social movement in the context of multiculturalism, fighting for socioeconomic and natural resource redistribution is as important as providing spaces to foster cultural struggle in terms of fighting discrimination against indigenous peoples. In Dutch legal pluralism theory is termed as theorie van het rechtspluralisme. Lawrence M. Friedman has proposed a definition of legal pluralism as the presence of different legal systems and cultures in a single political community. This research uses the social legal method with a conceptual and historical approach. According to John Griffiths, legal pluralism is the presence of more than one legal rule in a social circle. Further, the concept of legal pluralism does not promote a dichotomy between state law on the one side and folk law and religious law on the other side. Keywords: concept, legal, pluralism AbstrakIndonesia sebagai negara yang multikulturalisme hendaknya pluralisme hukum diletakkan dalam perspektif the new social movement yang bertumpu sebagai abstaksi subyek yang secara kolektif demi memperjuangkan emansipasi. Berdasarkan pengalaman, banyak kebijakan dan politik hukum atas sumber daya alam tidak memberi ruang representasi terhadap masyarakat hukum adat. Sebagai the new social movement dalam konteks multikulturisme tidak hanya penting dalam memperjuangkan redistribusi sosial ekonomi dan sumber daya alam, tetapi juga memberi ruang munculnya gerakkan untuk memperjuangkan cultural struggle (tantangan budaya) diskriminasi terhadap masyarakat hukum adat. Lawrence M. Friedman menyajikan pengertian pluralisme hukum yang berarti “adanya sistem-sistem atau kultur hukum yang berbeda dalam sebuah komunitas politik tunggal”. Metode penelitian menggunakan sosial legal dengan pendekatan konseptual dan sejarah. Pluralisme hukum oleh John Griffiths, diartikan bahwa hadirnya lebih dari satu aturan hukum dalam sebuah lingkaran sosial, Selanjutnya konsep pluralisme hukum tidak lagi mengedepankan dikotomi antara sistem hukum negara (state law) di satu sisi dengan sistem hukum rakyat (folk law) dan hukum agama (religious law) di sisi yang lain. Kata Kunci: Konseptual, Pluralisme, Hukum
SOCIAL CRITICISM IN RHYME DILEMA MELAYU PATANI -Mae, Fateenee Sa; Hasyim, Nafron; Imron, Ali; Sabardila, Atiqa; Markhamah, Markhamah
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 9 (2020): Edisi Khusus Implementasi Inovasi di Era Disrupsi
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jas.v9i0.42996

Abstract

The objectives of this study are: (1) identify social criticism the author delivers in Kumpulan Sajak Dilema Melayu Patani, and (2) study the relevance of the result as literature teaching material for Senior High School. This is a descriptive qualitative research using library technique for data collection. This research uses soft data in the form of words, phrase, clause and sentences located in the poetry by Phaosan Jehwae which contains social criticism. Data was analyzed using dialectic method. The researchers classify the result of this into social criticism and learning material relevance. The social criticism includes social condition which leads to criticism towards government, economic problems due to assets taken, which lead to poor condition, cultural problems due to changing era, and lack of faith due to foreign cultures. This poetry is found to be relevant as literature learning material, because (a) the language is appropriate with Senior High School students, (b) the content is psychologically appropriate with Senior High School spirits, and (c) socially, these poetries depict oppressed society appropriate with Senior High School students’ desire in fighting for the people. In conclusion, the poetry is relevant as literature learning material and the social criticism helps in that aspect.Keywords: Potry, Social Critism, Literature Learning Material. AbstrakTujuan dalam penelitian ini ada dua, yakni (1) menemukan kritik sosial yang ingin disampai pengarang, dan (2) relevansi hasil penelitian sebagai bahan ajar  dalam pembelajaran sastra di SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian ini mengguna teknik pustaka. Data penelitian ini berupa data lunak yang berwujud kata-kata, frasa, klausa, dan kalimat yang termuat dalam Kumpulan Sajak Dileme Melayu Patani karya Phaosan Jehwae yang memuat kritik sosial. Teknik analisis data menggunakan metode dialektik. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyimpulkan dua hal, (1) Kondisi sosial terjadi karena rakyat tidak senang hati terhadap pemerintah yang tidak adil, sehingga menimbul berbagai konflik, masalah ekonomi terjadi karena harta negara dirampas rakyak dalam keadaan miskin, masalah budaya terjadi karena zaman berubah dan kekurangan iman mudah dipengaruhi budaya-budaya asing. (2) Penelitian ini relevan dengan pembelajaran sastra, karena (a) bahasanya sesuai dengan kemampuan siswa SMA,  (b) isinya secara psikologis sesuai dengan semangat juang siswa SMA, dan (c) secara sosial puisi-puisi ini menggambarkan keadaan masyarakat yang sedang tertindas yang sesuai dengan keinginan remaja seusia SMA untuk berjuang demi masyarakat.Kata kunci: Kritik Sosial, Kumpulan Sajak Dilema Melayu Patani, Sosiologi Sastra, Bahan Ajar Sastra. 
IMPLEMENTASI AKSESIBILITAS FASILITAS PUBLIK BAGI PENYANDANG DISABILITAS Propiona, Jane Kartika
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 10 (2021): Edisi Khusus Sosiologi Perkotaan
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jas.v10i0.47635

Abstract

People with disabilities in their lives still experience various obstacles that come from their environment. The lack of opportunities given to them leads to limited access in meeting their needs,both as individuals and as part of citizens. As a result, the participation of people with disabilities in the community becomes low so that it is only considered as a burden and as an object of compensation (charity) so that in the end the creation of social   exclusion in society. Since the state ratified the Convention on The Rights of Person with Disabilities and contained it into Law No. 19 of 2011 it is expected that social awareness about people with disabilities begins to   grow. One of the areas that also adopted is Jakarta Province through Regulation No. 10 of 2011 on The Protection of Persons with Disabilities.     The number of people with disabilities in Jakarta in 2019 as many as 14,459 people. The high level of mobilization in Jakarta should also be balanced with the fulfillment of accessibility of public facilities for all its citizens without exception. The availability of physical infrastructure that is friendly for people with disabilities can improve their capabilities. This research aims to see how to fulfill the accessibility of public facilities for people with    disabilities in Jakarta through Regulation No. 10 of 2011. The research method used is descriptive qualitative by using inclusive public service theory, and accessibility theory. While collecting the data through observations, in depth interviews and literature studies.  Keywords: Accessibility, Public Facilities, Implementation, Persons With Disabilities. AbstrakPenyandang disabilitas dalam kehidupannya masih mengalami berbagai hambatan yang berasal dari lingkungannya. Minimnya kesempatan yang diberikan kepada mereka menyebabkan mengalami keterbatasan akses dalam pemenuhan kebutuhannya, baik yang menyangkut sebagai individu maupun sebagai bagian dari warga negara. Akibatnya, partisipasi penyandang disabilitas di tengah masyarakat menjadi rendah sehingga hanya dianggap sebagai beban dan sebagai obyek santunan (charity) sehingga pada akhirnya terciptanya eksklusi sosial dimasyarakat. Sejak negara turut meratifikasi CRPD (Convention on The Rights of Person with Disabilities) dan memuatnya ke dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2011 diharapkan social awareness tentang penyandang disabilitas mulai tumbuh. Salah satu daerah yang turut mengadopsi adalah Provinsi DKI Jakarta melalui Perda Nomor 10 Tahun 2011 tentang Perlindungan Penyandang Disabilitas.  Jumlah penyandang disabilitas di DKI Jakarta tahun 2019 sebanyak 14.459 jiwa. Tingginya tingkat mobilisasi di DKI Jakarta sepatutnya turut diimbangi dengan pemenuhan aksesibilitas fasilitas publik bagi semua warganya tanpa terkecuali.  Ketersediaan infrastruktur fisik yang ramah bagi penyandang disabilitas dapat meningkatkan kapabilitasnya. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk melihat bagaimana pemenuhan aksesibilitas fasilitas publik bagi penyandang disabilitas di DKI Jakarta melalui Perda Nomor 10 Tahun 2011. Metode penelitian yang dipergunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori pelayanan publik inklusif, dan teori aksesibilitas.  Sedangkan pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara indepth dan studi kepustakaan. Penelitian menunjukkan bahwa implementasi perda terkait fasilitas publik bagi penyandang disabilitas masih belum optimal. Masih ditemukannya fasilitas publik yang belum ramah dan tidak dapat diakses oleh penyandang disabilitas. Kata Kunci: Aksesibilitas, Fasilitas Publik, Implementasi, Penyandang Disabilitas.
THE IMPACT OF THE COVID-19 PANDEMIC ON THE IMPLEMENTATION OF EMPOWERING THE ROLE OF WOMEN IN WEST JAVA Kania, Ikeu; Stiaji, Iwan Ridwan; Astuti, Retno Sunu; Rohaeni, Nani; Yudiardi, Dodi
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 10 (2021): Edisi Khusus ICOSAPS "Strengthening Resilient Society in the Disruptive Era"
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jas.v10i0.45966

Abstract

The Covid-19 pandemic has changed the fabric of people's lives, including women's lives. The concentration of various activities at home as a result of the policies taken by the government to prevent the spread of Covid 19 indirectly increases the work burden of women who are among the vulnerable groups. The role of women as individuals and social beings has decreased, resulting in disruption of the system in their social environment. This condition was also triggered by the inadequate women's empowerment program launched by the government by diverting the availability of funds for the Covid-19 response program. The purpose of this study was to analyze the impact of not implementing women's empowerment programs during the Covid-19 pandemic. A qualitative approach with data collection techniques through literature study, observation, and interviews with various relevant government agencies, activists and volunteers, and women's groups affected by Covid-19 in West Java is the method used in this research. The results showed that several program activities such as the role of women in development, budget absorption, family resilience, family economic life, and the socialization of the healthy and prosperous program during the Covid-19 pandemic had changed a lot. This shows that the Covid-19 Pandemic had a negative impact on the Implementation of Empowering the Role of Women in West Java. Therefore, it is necessary to have a special strategy that can accommodate the implementation of programs in the field of Women's Empowerment in the new era (post-Covid-19), one of which is through program redesign and policy advocacy that leads to technical implementation and advocacy of women's empowerment programs in West Java. Keywords: Women's Empowerment, Program Redesign, Family Resilience, Covid-19AbstrakPandemi Covid-19 telah merubah tatanan kehidupan masyarakat termasuk kehidupan perempuan. Terpusatnya berbagai kegiatan di rumah sebagai akibat kebijakan yang diambil pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid 19 secara tidak langsung menambah beban pekerjaan perempuan yang termasuk kelompok rentan. Peran perempuan sebagai individu dan mahluk social mengalami penurunan yang berakibat terganggunya sistem di lingkungan sosialnya. Kondisi ini juga dipicu oleh kurang optimalnya Program pemberdayaan perempuan yang telah dicanangkan oleh pemerintah dengan pengalihan ketersediaan dana untuk program penanggulan Covid-19. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dampak tidak terlaksananya program pemberdayaan perempuan dimasa pandemi Covid-19. Pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi dan wawancara dengan berbagai instansi pemerintah terkait, aktivis dan relawan, dan kelompok perempuan yang terdampak Covid-19 di Jawa Barat merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa program kegiatan seperti peran perempuan dalam pembangunan, penyerapan anggaran, ketahanan keluarga, kehidupan ekonomi keluarga dan sosialisasi program sehat sejahtera dimasa pandemi Covid-19 ini banyak sekali mengalami perubahan. Hal ini menunjukkan bahwa adanya Pandemi Covid-19 berdampak negatif terhadap Pelaksanaan Pemberdayaan Peran Perempuan di Jawa Barat. Oleh karena itu, perlu adanya strategi khusus yang dapat mengakomodasi pelaksanaan program-program di bidang Pemberdayaan Perempuan di masa tatanan baru (pasca Covid-19), salah satunya dengan adanya redesain program dan advokasi kebijakan yang mengarah pada teknis pelaksanaan dan advokasi program pemberdayaan perempuan di Jawa Barat. Kata Kunci : Pemberdayaan Perempuan, Redesain Program, Ketahanan Keluarga, Covid-19
RASIONALITAS DAN ADAPTASI SOSIAL (STUDI KASUS PENDUDUK MIGRAN DI PERDESAAN MADURA) Sabariman, Hoiril; Wahyudi, Fidela Dzatadini; Amrullah, Amrullah; Sadiyah, Siti Halimatus; Ramadhan, Mochamad Fawas
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jas.v9i2.41313

Abstract

The migration of people to settle in a region often causes conflict. Conflict is caused by several factors such as differences in customs, economic, political, and educational disparities of the home region and the current community environment. Qualitative research with this case study approach is intended to analyze the rationality of the residents choosing Fusha Village and the social adaptation strategies carried out by the migrant population in the community. collected from migrant communities, community leaders, and village governments. Observations, in-depth interviews, and several related documents are analyzed with rationality theory. The results showed that the migrant population chose Fusha Village because of the environment of the community that is more accepting of diversity, the availability of health facilities, education, economy (market). Strategies carried out by migrant communities, first; language adaptation, as most of the migrant population is from Java. Second, socio-cultural adaptation, the migrant population participates in various citizen activities such as tahlilan (Religious in Islam), marriage, and several other activities. Third; food adaptation is tailored to the tastes of the local community. Fourth; cross-marriage between the migrant population and the local community. The scientific contribution of this article is to add to the understanding that in addition to factors close to the city, the complete facilities of militated migrant populations choosing to the house are security, comfort, and harmony in society.Keywords: Rationality, Adaptation, Migration  AbstrakMigrasi penduduk untuk menetap di suatu wilayah sering menimbulkan konflik. Konflik disebabkan karena beberapa faktor antara lain perbedaan adat istiadat, kesenjangan ekonomi, politik dan pendidikan daerah asal dengan lingkungan masyarakat saat ini. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus ini pertujuan menganalisis rasionalitas penduduk memilih Desa Fusha dan strategi adaptasi sosial yang dilakukan oleh penduduk migran di lingkungan masyarakat. primer dikumpulkan dari masyarakat migran, tokoh masyarakat dan pemerintah desa. Hasil observasi, in-depth interview, dan beberapa dokumen terkait dianalisis dengan teori rasionalitas. Hasil penelitian menunjukkan penduduk migran memilih Desa Fusha karena lingkungan masyarakat yang lebih menerima keberagaman, tersedianya fasilitas kesehatan, pendidikan, perekonomian (pasar). Strategi yang dilakukan oleh masyarakat migran, pertama; adaptasi bahasa, karena sebagian besar penduduk migran berasal dari Jawa. Kedua, adaptasi sosial kultural, penduduk migran mengikuti berbagai kegiatan warga seperti tahlilan, pernikahan dan beberapa kegiatan lainnya. Ketiga; adaptasi makanan disesuaikan dengan selera masyarakat lokal. Keempat; melakukan pernikahan silang antara penduduk migran dan masyarakat lokal. Kontribusi keilmuan artikel ini adalah menambah pemahaman bahwa selain faktor dekat dengan kota, fasilitas yang lengkap salah faktor penduduk migran memilih tempat tinggal adalah keamanan, kenyamanan dan keharmonisan dalam masyarakat.Kata kunci : Rasionalitas, Adaptasi, Migrasi
KRISIS KULTURAL PEMUDA DI KAWASAN PARIWISATA Solikatun, Solikatun; Nurjannah, Siti; Kusuma, Nila
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jas.v10i1.45892

Abstract

This research aims to find out the cultural crisis among youths in tourism region. This study employed a qualitative research method with phenomenological approach. The result of research showed that the factors underlying the cultural crisis in Kuta society, particularly youths, are innovation or new invention in the society, dissatisfaction with the existing condition, openness to the change, and people’s poor consciousness of the preservation of cultures existing. In addition, it is also due to the cultural effect of tourist, the entry of globalization and modernization currents, government supporting more the organization of entertainment events leading to the fading traditions, and more sophisticated technology innovation and social media effect. Cultural crisis occurring in Kuta Village is inseparable from the effect of Kuta village as tourist destination. Such condition makes some of local cultures existing in Kuta changing. On the one hand, some original cultures of Kuta village are still maintained well and not mixed with or affected by external culture (e.g. various forms of art and customary rites). On the other hand, as a tourist destination to which the tourism lovers often come, either domestic or foreign, culture westernization occurs in this village. The westernization effect can be seen from the western-oriented life of tour guide, the youths’ fashion style, and tourist facilities resembling foreign lifestyle such cafes. Keywords: Cultural Crisis, Youth, Tourism. AbstrakPenelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui krisis kultural pemuda di kawasan pariwisata.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang melatar belakangi timbulnya krisis budaya pada masyarakat khususnya pemuda kuta adalah adanya inovasi atau penemuan baru dalam masyarakat tersebut, ketidakpuasan dengan kondisi yang ada, sikap terbuka pada perubahan, kurangnya kesadaran pada masyarakat akan kelestarian budaya yang ada. Selain itu juga karena pengaruh budaya dari wisatawan, masuknya arus globalisasi dan modernisasi, pemerintah yang lebih mendukung dilakukannya ivent-ivent hiburan yang menyebabkan kesakralan suatu tradisi makin pudar, adanya inovasi teknologi yang semakin canggih, dan pengaruh media sosial. Krisis budaya yang terjadi di Desa Kuta tidak terlepas dari pengaruh desa kuta sebagai destinasi wisata.Kondisi tersebut mengakibatkan sebagian budaya lokal yang ada di Kuta mengalami perubahan.Disatu sisi masih ada budaya asli desa kuta yang terjaga dengan baik dan tidak tercampur ataupun dipengaruhi budaya luar, diantaranya berbagai bentuk kesenian, upacara-upaca adat. Namn disisi lain, sebagai wilayah destinasi wisata yang sering didatangi oleh penikmat wisata baik lokal hingga mancanegara, menjadikan perubahan budaya yang ada di masyarakat kuta mengalami westrenisasi. Berbagai bentuk pengaruh westrenisasi tercermin dari kehidupan guide tour yang cendrung kebarat-baratan, selain itu cara berpakaian generasi muda, fasilitas-fasilitas wisata yang menyerupai kebutuhan gaya hidup ala mancanegara seperti kafe-kafe. Kata Kunci:Krisis Kultural, Pemuda, Pariwisata.
LIFE STORY OF PATIENT WITH SUPERVISION’S FIGHTING AGAINST COVID-19 IN SURAKARTA INDONESIA Demartoto, Argyo; Sunesti, Yuyun; Haryono, Bagus; Mundayat, Aris Arif
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jas.v9i2.44436

Abstract

Life story of Covid-19 survivors aims to educate the people through patients’ testimony about experience with Covid-19 infection symptoms and the treatment they got in Surakarta Indonesia. The qualitative research with this biographic approach was conducted based on life story of Patients with Supervision (Pasien Dalam Pengawasan / PDP) using purposive sampling technique, so that the informants selected were PDP recovered from Covid-19, PDP’s family, friend, neighbor, Surakarta people, Pulmonologist and nurse in Dr. Moewardi Hospital of Surakarta, Chief Executive of Covid-19 Management Acceleration Task force of Surakarta, and Chairperson of Surakarta Health Office. The author collected primary and secondary data using online observation, in-depth interview and documentation. To validate data, method and data source triangulations were used. Data obtained was analyzed using an interactive model of analysis using Bandura’s Social Learning theory. Considering the patients’ experience, it can be seen that they are healed from Covid-19, because they were disciplined and complied with the procedure of treatment for Covid-19 patients. It can inspire and encourage other patients to keep fighting for their recover; to keep thinking positively, and to be sure that they will be healed, to follow the health protocol for coping with Covid-19, and to improve spirituality by getting closer to God.Keywords: life story, Patient with Supervision, Covid-19 AbstrakKisah hidup pasien yang sembuh dari Covid-19 bertujuan mengedukasi masyarakat melalui testimoni pengalaman pasien selama mengalami gejala serangan Covid-19 hingga selama perawatan di Surakarta Indonesia. Penelitian kualitatif dengan pendekatan biografi ini diambil dari kisah hidup Pasien Dalam Pengawasan (PDP) menggunakan teknik purposive sampling, sehingga informan yang dipilih adalah PDP yang sudah sembuh dari Covid-19, keluarga PDP, teman, tetangga, masyarakat Surakarta, Dokter Spesialis Paru dan perawat di RSUD Dr. Moewardi Surakarta, Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surakarta dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta. Peneliti mengumpulkan data primer dan sekunder dengan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi melalui daring. Untuk menguji validitas data digunakan triangulasi metode dan sumber data. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Model Analisis Interaktif dan teori Mekanisme Survival dari Scott. Pengalaman pasien yang berhasil sembuh dari Covid-19, karena selama menjalani perawatan pasien Covid-19 disiplin dan patuh. Hal ini dapat menjadi inspirasi dan dorongan bagi pasien lain untuk terus berjuang agar sembuh; selalu berpikir positif dan yakin untuk sembuh; mengikuti protokol kesehatan penanganan Covid-19; serta meningkatkan spriritualitas dengan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.Kata kunci: Kisah Hidup, Pasien Positif, Covid-19
EFEKTIVITAS KAMPANYE DALAM JARINGAN: STUDI KASUS PEMILIHAN KEPALA DAERAH KABUPATEN LUWU TIMUR SULAWESI SELATAN Putri, Febriana Andiani; Dwipriandi, Raihan
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 10 (2021): Edisi Khusus Sosiologi Perkotaan
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jas.v10i0.47645

Abstract

The implementation of regional head elections this time will be different from before, one of which can be seen at the campaign stage, namely the virtual campaign. The virtual campaign is a form of campaign in the form of online and social media campaigns which are regulated in General Election Commission Regulation (PKPU) No.13 of 2020 to reduce the spread of positive cases of Covid-19.East Luwu Regency is one of the districts that carries out regional head elections and still has cases positive covid-19 which is quite high. This research wants to prove that it is related to the effectiveness of the virtual campaign carried out in East Luwu Regency. The theory used is a theory of effectiveness by looking at four indicators of the effectiveness of a virtual campaign, namely exposure, engagement, influence, and action. This research was conducted using a qualitative approach, with descriptive analysis. Thus, it is hoped that images and facts can be obtained related to the effectiveness of the virtual campaign in East Luwu Regency. The types of data used are primary data and secondary data. Primary data were obtained from interviews conducted with the East Luwu KPU and Bawaslu, and the respective success teams from the candidate pairs for Regent-Deputy Regent of East Luwu. The results of this study indicate that the implementation of the virtual campaign in East Luwu Regency is not running effectively. Online campaigns are not implemented, and social media campaigns are only massive on Facebook. Both candidate pairs did not maximize the use of virtual campaigns to maximize campaign advertising and preferred to campaign directly and go down to the public. This is due to the obstacles and challenges faced such as, there are still blank spot areas in East Luwu Regency, and the human resources of East Luwu are still not ready to carry out virtual campaigns. Keywords: Campaign, Virtual, East Luwu AbstrakPelaksanaan Pilkada kali ini akan berbeda dengan Pilkada sebelumnya, salah satunya terlihat pada tahapan kampanye, yakni adanya kampanye virtual. Kampanye virtual merupakan bentuk kampanye berupa kampanye daring dan media sosial yang diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No.13 Tahun 2020 untuk mengurangi penyebaran kasus positif covid-19 Kabupaten Luwu Timur merupakan salah satu kabupaten yang melaksanakan Pilkada dan masih memiliki kasus positif covid-19 yang cukup tinggi. Penelitian ini ingin membuktikan terkait dengan efektivitas kampanye virtual yang dilakukan di Kabupaten Luwu Timur. Adapun teori yang digunakan merupakan teori efektivitas dengan melihat empat indikator keefektifan dari kampanye virtual yakni exposure, engagement, influence, dan action. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dengan analisis deskriptif. Sehingga diharapkan dapat diperoleh gambaran dan fakta terkait dengan keefektifan kampanye virtual di Kabupaten Luwu Timur. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara yang dilakukan kepada KPU dan Bawaslu Luwu Timur, dan masing-masing tim sukses dari pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Luwu Timur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan kampanye virtual di Kabupaten Luwu Timur tidak berjalan dengan efektif. Kampanye secara daring tidak dilaksanakan, dan kampanye media sosial hanya masif dilakukan di facebook. Kedua pasangan kandidat tidak memaksimalkan penggunaan kampanye virtual untuk memaksimalkan iklan kampanye dan lebih memilih untuk melakukan kampanye secara langsung dan turun ke masyarakat. Hal ini dikarenakan adanya hambatan dan tantangan yang dihadapi seperti, masih adanya daerah blank spot daerah di Kabupaten Luwu Timur, dan masih belum siapnya sumber daya manusia Luwu Timur untuk melakukan kampanye secara virtual. Kata Kunci: Kampanye, Virtual, Luwu Timur
STRATEGI PENGELOLAAN SOLO BATIK CARNIVAL (SBC) DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA KOTA SURAKARTA Rachmadi, Aditya Yudha; Demartoto, Argyo
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 9 (2020): Edisi Khusus Implementasi Inovasi di Era Disrupsi
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jas.v9i0.40988

Abstract

Solo Batik Carnival (SBC) is an annual event of surakarta city government using batik as the main material of costume making with the specified theme. The positive benefits and benefits of SBC are not only felt by solo organizers or city governments, but various related parties, such as the surrounding community who get entertainment, pride, and satisfaction. The form of reciprocity is not only material but in the form of feelings, values and norms. This research aims to know the management strategies of SBC, know supporting factors and inhibitors, and know its benefits and benefits. The subject in this qualitative study was the specificity of SBC, using the Structure theory of Giddens. Sampling is purposive sampling, by way of observation, interview and documentation. Validity of data with source triangulation. One of the planning in SBC is the creation of a theme that is different every year and made in such a way as to attract tourists and the surrounding community. The purpose of SBC to introduce the culture of Solo city is batik that is modified with a theme that has been made and packaged in a modern way, by the way the costumes of the participants are exhibited with the catwalk parade on Jalan Slamet Riyadi every year. In this research, the actors or agents are Yayasan Solo Batik Carnival, Dinas Pariwisata, and also the organizers, for the structure that is the committee namely the committee of Solo Batik Carnival which creates rules and has resources and is used as the principle of organizing various social practices that are ongoing in order to become a new social practice. SBC received support from Yayasan Solo Batik Carnival, Dinas Pariwisata and support between committees. The obstacles include a lack of communication with the foundation, the commitment of some committees, and a lack of attention from the foundation and tourism office. The advantage of SBC for individuals is to gain experience in carrying out a national scale event, and for the community that is advancing UMKM, such as in the 100 calendar of events of the Ministry of Tourism of the Republic of Indonesia in 2019, SBC was able to introduce an interesting event located in Solo city and introduce Solo into one of the cultural cities.Keywords: Tourism, Governance, Event SBC. AbstrakSolo Batik Carnival (SBC) adalah sebuah event tahunan pemerintah Kota Surakarta dengan menggunakan batik sebagai bahan utama pembuatan kostum dengan tema yang ditentukan. Keuntungan dan manfaat positif SBC bukan hanya dirasakan penyelenggara atau pemerintah kota Solo, tetapi berbagai pihak yang terkait, seperti masyarakat sekitar yang mendapatkan hiburan, kebanggaan, dan kepuasan. Bentuk timbal balik tidak hanya berupa materi namun berupa perasaan, nilai dan norma. Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi pengelolaan SBC, mengetahui faktor pendukung dan penghambat, serta mengetahui manfaat dan keuntungannya. Subjek dalam penelitian kualitatif ini adalah kepanitiaan SBC, dengan menggunakan teori Strukturasi dari Giddens. Pengambilan sampel yaitu purposive sampling, dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Validitas data dengan triangulasi sumber. Salah satu perencanaan di SBC yaitu pembuatan tema yang setiap tahunnya berbeda dan dibuat sedemikian rupa supaya menarik dan dapat menarik para wisatawan maupun masyarakat sekitar. Tujuan SBC untuk mengenalkan budaya Kota Solo yaitu batik yang dimodifikasi dengan tema yang sudah dibuat dan dikemas secara modern, dengan cara hasil kostum para peserta dipamerkan dengan parade catwalk di Jalan Slamet Riyadi setiap tahunnya. Dalam penelitian ini yang menjadi aktor atau agent yaitu Yayasan Solo Batik Carnival, Dinas Pariwisata, dan juga para panitia, untuk strukturnya yaitu kepanitiaan Solo Batik Carnival yang menciptakan aturan dan memiliki sumber daya dan dipakai sebagai prinsip pengorganisasian berbagai praktik sosial yang sedang berlangsung agar menjadi praktik sosial yang baru. SBC  mendapatkan dukungan dari Yayasan Solo Batik Carnival, Dinas Pariwisata dan dukungan antar panitia. Hambatan yang dimiliki yaitu kurangnya komunikasi dengan pihak yayasan, komitmen beberapa para panitia, dan kurangnya perhatian dari yayasan maupun dinas pariwisata. Keuntungan SBC bagi individu yaitu mendapatkan pengalaman dalam melaksanakan sebuah event skala nasional, dan untuk masyarakat yaitu memajukan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah), seperti pada 100 kalender event Kementrian Pariwisata Republik Indonesia pada tahun 2019, SBC mampu mengenalkan event yang menarik yang berada di Kota Solo dan memperkenalkan Solo menjadi salah satu kota budaya.Kata kunci: Pariwisata, Tata Kelola, Event SBC.