cover
Contact Name
dr. Mitayani, M.Si. Med
Contact Email
mitayani.dr@gmail.com
Phone
+6281320074327
Journal Mail Official
sifa_medika@um-palembang.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang Gedung F lantai 1 Jl. K.H. Balqhi, 13 Ulu, Seberang Ulu I, Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 2087233X     EISSN : 25806971     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Syifa MEDIKA published by Faculty of Medicine, University of Muhammadiyah Palembang is a peer-reviewed journal that published two times a year: September and March. Syifa MEDIKA is a national peer-reviewed and open access journal. We accept original article, case report, and literature review from all area of medicine, biomedicine, and publich health fields. Focus and Scope: All area of medicine, biomedicine, and publich health fields. Anatomy, Biomedicine, Pharmacology, Microbiology, Nutrition, Biochemistry, Physiology, Tropical Medicine, Public Health, Pediatric, Internal Medicine, Obstetry and Gynaecology, Dermatovenereology, Surgery, Neurology, Family Medicine, Medical Education.
Articles 252 Documents
“Characteristics of Upper Gastrointestinal Tract Patients Undergoing Endoscopic Examination at Ibnu Sina Hospital, Makassar.” AB, Tarisya Febriyanti Baso; Kanang, Indah Lestari Daeng; Sodiqah, Yani; Hidayati, Prema Hapsari; Iskandar, Darariani
Syifa'Medika Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i2.9992

Abstract

Disorders of the upper gastrointestinal tract, such as heartburn, bleeding, and difficulty swallowing, are often experienced by many patients. Endoscopy is an important procedure in diagnosing disorders of the upper gastrointestinal tract. Ibnu Sina Hospital in Makassar routinely performs endoscopy on patients with these complaints, but data on the characteristics of patients undergoing this procedure in 2023 is not widely available. This study used a descriptive design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 260 patients who underwent endoscopy for upper gastrointestinal complaints at Ibnu Sina Hospital in Makassar in 2023. Data were collected through patient medical records, which included demographic information, main complaints, and diagnoses found after endoscopy. The results showed that heartburn was the most common complaint (61.2%), followed by upper gastrointestinal bleeding (28.5%) and difficulty swallowing (5%). Gastritis was found to be the most common diagnosis (30.4%), followed by esophagitis and GERD (21.2%). Demographic factors such as age, gender, education, and occupation influenced the distribution of the disease. This study emphasizes the importance of a holistic approach in treating patients with upper gastrointestinal disorders, taking into account social, economic, and lifestyle factors. In addition, early detection through endoscopy needs to be improved to identify gastrointestinal problems more effectively.
A Biomolecular Review of the Effects of Weight-Bearing and Non-Weight-Bearing Exercise on Bone. Taena, Fauzan Syahru Ramadhan; Sari, Dewi Ratna; Argarini, Raden
Syifa'Medika Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i2.10562

Abstract

Kerusakan tulang seperti osteopenia dan osteoporosis merupakan masalah kesehatan global yang prevalensinya terus meningkat, terutama pada wanita pascamenopause dan populasi lanjut usia. Aktivitas fisik berbeban (weight-bearing exercise) diketahui memberikan stimulus mekanik penting dalam mempertahankan homeostasis tulang, namun perbedaan mekanisme biomolekuler antara latihan weight-bearing dan non weight-bearing masih perlu dipahami secara komprehensif. Tinjauan ini bertujuan menganalisis secara mendalam perbedaan respons biomolekuler kedua jenis latihan terhadap regulasi remodeling tulang. Metode tinjauan dilakukan melalui evaluasi literatur ilmiah terbaru mengenai mekanotransduksi dan jalur sinyal terkait, termasuk Wnt/?-catenin, RANKL–RANK–OPG, MAPK/ERK, dan PI3K/Akt. Hasil kajian menunjukkan bahwa weight-bearing exercise menghasilkan tekanan aksial dan fluid shear stress tinggi yang menstimulasi integrin, Piezo 1, dan primary cilium pada osteosit, menurunkan sklerostin, serta mengaktifkan jalur Wnt/?-catenin yang meningkatkan diferensiasi osteoblas dan menekan osteoklas melalui peningkatan rasio OPG/RANKL. Aktivasi jalur MAPK/ERK dan PI3K/Akt juga memperkuat sintesis matriks tulang dan menjaga viabilitas sel. Sebaliknya, olahraga non weight-bearing hanya menimbulkan stimulus mekanik minimal sehingga aktivasi jalur anabolik tulang berlangsung parsial dan tidak meningkatkan densitas mineral tulang secara bermakna. Kesimpulannya, olahraga weight-bearing memberikan efek biomolekuler yang lebih kuat dalam mencegah kerusakan tulang dibandingkan olahraga non weight-bearing, sehingga layak dipertimbangkan sebagai strategi pencegahan osteoporosis yang efektif.
The Relationship Between Fasting Blood Sugar Levels And the Quality Of Life Of Type 2 Diabetes Mellitus Patients At the Makassar City Health Service Center In 2025 Alifya, Kafka Mutiara; Hidayati, Prema Hapsari; Harahap, Muhammad Wirawan; Kanang, Indah Lestari Daeng; Jafar, Muh. Alfian; Arifuddin Karim, Abdul Mubdi Ardiansar
Syifa'Medika Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i2.10056

Abstract

Diabetes Mellitus Tipe 2 (DM Tipe 2) merupakan salah satu masalah kesehatan global yang terus meningkat, khususnya di Indonesia. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien DM Tipe 2 adalah kadar gula darah puasa (GDP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar gula darah puasa dan kualitas hidup pasien DM Tipe 2 di UPK Balai Pelayanan Kesehatan Kota Makassar. Metode yang digunakan adalah desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 36 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Kadar GDP diukur dengan glukometer, sementara kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75% pasien memiliki GDP yang terkendali, dan 47,2% melaporkan kualitas hidup yang buruk. Terdapat hubungan signifikan antara kadar GDP dan kualitas hidup pasien, dengan pasien dengan GDP terkendali melaporkan kualitas hidup yang lebih baik (p < 0,002). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengendalian gula darah yang baik berhubungan langsung dengan peningkatan kualitas hidup pasien DM Tipe 2. Oleh karena itu, pengelolaan yang tepat terhadap kadar gula darah dan dukungan psikologis serta edukasi sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien diabetes.
The Association Between Changes in Red Cell Distribution Width and Mortality Among Sepsis Patients in the Intensive Care Unit at Hasan Sadikin Hospital, Bandung. Hendro, Rachmad Try; Pradian, Erwin; indriasari, indriasari
Syifa'Medika Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i2.10672

Abstract

Sepsis is a leading cause of mortality, especially in developing countries. Sepsis biomarkers are needed for diagnostic and prognostic purposes to determine therapeutic effectiveness. Currently, available biomarkers are expensive and not all are available, especially in remote areas. Red Cell Distribution Width (RDW) is a laboratory parameter commonly used to diagnose anemia and can describe the variability of red blood cell shape and size. In sepsis, inflammation and oxidative stress occur, resulting in changes in red blood cell age and maturation, which can affect RDW results. This study aims to examine the relationship between trends in RDW results and mortality in sepsis patients. This retrospective, observational, analytical study was conducted on 71 ICU patients at Dr. Hasan Sadikin General Hospital, Bandung, from 2024 to 2025. In this study, patients were divided into two groups: mortality and survival. RDW was assessed on the first and third days in both groups. The results of this study showed that RDW in the mortality group was higher than in the survival group, 80% and 41.9% (p = 0.001). In the mortality group, 85% of patients experienced a statistically significant increase in RDW on the third day compared to the survival group (p=0.0001) with positive moderat correlation (Contingency Coefficient 0.494). This demonstrates a positive moderate relationship between increased RDW and mortality in sepsis patients. Trend of changes in RDW values can be used to assess mortality risk in sepsis patients in the ICU. 
The Relationship Between Social Media Education and Donor Motivation and the Prevalence of Voluntary Blood Donors in Makassar City Sodeali, Naufal Imtimad; Julyani, Sri; Pramono, Sigit Dwi; Irmayanti, Irmayanti; Khalid, Nur Fadhillah
Syifa'Medika Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i2.10732

Abstract

Ketersediaan darah sangat bergantung pada partisipasi pendonor darah sukarela, namun di Indonesia, termasuk Kota Makassar, pasokan darah masih menghadapi tantangan keberlanjutan. Di era digital, media sosial berpotensi menjadi sarana edukasi kesehatan yang efektif untuk meningkatkan motivasi dan partisipasi donor darah, tetapi efektivitasnya dalam konteks lokal belum sepenuhnya dipahami. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas edukasi melalui media sosial terhadap motivasi pendonor darah sukarela, hubungan motivasi pendonor dengan prevalensi pendonor darah sukarela, serta distribusi pemanfaatan media sosial oleh pendonor darah di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 98 pendonor darah dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner untuk mengukur efektivitas edukasi media sosial dan tingkat motivasi pendonor, sedangkan data sekunder prevalensi pendonor diperoleh dari UTD PMI Kota Makassar dan UDD PMI Provinsi Sulawesi Selatan. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Prevalensi pendonor darah sukarela di Kota Makassar sebesar 4,17%, melebihi standar minimal WHO. Sebagian besar responden memanfaatkan media sosial secara sering hingga sangat sering, dengan Instagram sebagai platform utama. Mayoritas responden menilai media sosial efektif sebagai sumber edukasi donor darah, dan tingkat motivasi pendonor berada pada kategori tinggi hingga sedang. Terdapat hubungan yang signifikan antara efektivitas penggunaan media sosial dan tingkat motivasi pendonor darah sukarela (p = 0,038). Edukasi melalui media sosial berperan penting dalam meningkatkan motivasi pendonor darah dan berkontribusi terhadap tingginya prevalensi pendonor darah sukarela di Kota Makassar.
Relationship Between Working Posture and Musculoskeletal Complaints IN Rice Factory Workes In Lapao-Poa Village, Wolo District, Kolaka Regency, Southeast Sulawesi Ummi, Virsa Aulia; Amir, Suliati P.; Mulyadi, Farah Ekawati; Sam, Andi Dhedie Prasatia; Putra, Fadil Mula
Syifa'Medika Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i2.10001

Abstract

This study aims to analyze the relationship between non-ergonomic work postures and musculoskeletal complaints among rice factory workers in Lapao-Pao Village, Wolo Subdistrict, Kolaka District, Southeast Sulawesi. The study employed a cross-sectional design with an observational analytical approach, involving 30 workers divided into three work groups: PPAB, PPTAB, and PBTAB. Work postures were assessed using the Rapid Entire Body Assessment (REBA) method, while musculoskeletal complaints were measured using the Nordic Body Map. The results of the study showed that the majority of respondents experienced mild musculoskeletal complaints; however, no significant relationship was found between work postures and musculoskeletal complaints, with p-values greater than 0.05. Nevertheless, the analysis indicated that groups with high work posture risk were more likely to report more musculoskeletal complaints. This study emphasizes the importance of ergonomic interventions, such as proper work posture training and better workplace design, to reduce musculoskeletal complaints. Additionally, this study provides recommendations for further research using a longitudinal approach to identify other factors influencing the relationship between work posture and musculoskeletal complaints
The Effect Of Applying Virgin Coconut Oil (VCO) Ointment On the Healing Of Vulnus Scissum In Mice (Mus Musculus) Tahir, Sugiarti; Wahid, Syarifuddin; Hasbi, Berry Erida; Purnamasari, Reeny; Karim, Marzelina
Syifa'Medika Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i2.10167

Abstract

Penyembuhan luka merupakan proses kompleks yang melibatkan beberapa tahap biologis, inflamasi, proliferasi, dan maturasi. Salah satu terapi yang berpotensi mempercepat penyembuhan luka adalah penggunaan Virgin Coconut Oil (VCO), yang diketahui memiliki sifat anti-inflamasi dan anti-mikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek salep VCO terhadap penyembuhan vulnus scissum pada mencit (Mus musculus). Penelitian eksperimental ini menggunakan desain true experimental dengan tiga kelompok, yaitu dua kelompok perlakuan yang masing-masing diberi salep VCO dengan dosis 1,5 ml dan 2 ml dan kelompok kontrol yang tidak diberi VCO selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian salep VCO dosis 1,5 ml dan 2 ml secara signifikan mempercepat penyembuhan luka dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kelompok dengan dosis 2 ml menunjukkan penyusutan luka yang lebih cepat, dengan panjang luka pada hari ke-14 menjadi lebih kecil 0,6 mm hingga 0,0 mm. Hasil uji Mann Whitney menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan (p = 0.000). Penelitian ini menyimpulkan bahwa salep VCO efektif dalam mempercepat penyembuhan luka vulnus scissum pada mencit, dengan dosis 2 ml memberikan hasil yang optimal. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi dosis lebih optimal dan aplikabilitas klinis pada manusia.
Pelvic Congestion Disease with Amplatzer Vascular Plug Embolization: A Case Report Hamisi, Andy A.; Tjandra, Djony E.; Khosama, Yuansun
Syifa'Medika Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i2.10665

Abstract

Pelvic congestion disease is a prevalent condition causing chronic pelvic pain in women, primarily due to venous insufficiency in the pelvic region. Endovascular embolization, particularly using the Amplatzer Vascular Plug (AVP), has emerged as an effective therapeutic option for treating PCD. This case report presents a 34-year-old female with chronic left lower abdominal pain, diagnosed with PCD and successfully treated with AVP embolization. Preoperative diagnostic imaging, including multislice computed tomography (MSCT) and venography, identified left ovarian vein reflux. Following embolization, the patient showed significant symptom relief, with no recurrence during follow-up. Literature indicates that embolization, particularly with AVP, offers superior occlusion and fewer complications compared to traditional coil embolization. The procedure is minimally invasive, with low complication rates, and offers durable long-term results. Despite the effectiveness, there is a need for improved standardization in treatment protocols and classification systems to optimize PCD management. The SVP classification system provides a useful framework, but a more management-oriented approach is necessary for tailored treatment planning.
Bibliometric Analysis of Research on ESBL-Producing Escherichia coli in Healthcare Settings Hakimi, Baslan Fatih; Rachman, Brian Eka; Nabila, Riski
Syifa'Medika Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i2.10667

Abstract

This study mapped the global research landscape on ESBL–producing E. coli in healthcare settings and examined trends in scientific output, major contributors, and thematic focus. Articles indexed in Scopus up to 2025 were analyzed using Bibliometrix (R) and VOSviewer to evaluate publication growth, country and institutional productivity, leading authors, core journals, collaboration networks, and keyword patterns. A total of 4,032 documents were identified, showing substantial expansion since the mid-2000s, especially after 2010. The United States, China, and several European and Asian countries emerged as dominant contributors. Keyword and network analyses revealed a thematic shift from early enzyme-focused studies toward high-risk clones, carbapenemase co-production, therapeutic strategies, and one health–related transmission. Overall, the field appears mature yet continuously evolving, reflecting broader global antimicrobial resistance trends.
Association of Abdominal Subcutaneous Adipose Tissue Thickness with Depression, Anxiety, and Stress Among Medical Students Oktariza, Rury Tiara; Noviyanti, Noviyanti; Indriyani, Indriyani; Putri, Nabila Amanda Fauzi
Syifa'Medika Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i2.10051

Abstract

Obesitas yang ditandai dengan peningkatan jaringan adiposa di tubuh semakin meningkat dalam beberapa decade terakhir terutama pada mahasiswa. Mahasiswa kedokteran memiliki tingkat stres, depresi dan kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok usia yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tebal jaringan adiposa subkutan area abdomen dengan tingkat depresi, kecemasan, dan stres pada mahasiswa kedokteran.  Penelitian dengan desain cross-sectional dilakukan kepada 57 mahasiswa laki-laki Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang yang tidak sedang menjalani program diet, terapi antiretroviral, pengobatan kanker, terapi insulin, pengobatan psikotropik dan kortikosteroid serta tidak didiagnosis dengan penyakit diabetes, dan penyakit tiroid.  Data primer yang terdiri dari tebal lipatan kulit abdomen dan skor DASS 42 dikumpulkan.  Analisis statistik secara komputerisasi dilakukan dengan uji Spearman. Rata-rata tebal lipatan kulit abdomen responden 16,96 mm (SD 9,457), 24,6% depresi, 35,1% kecemasan, dan 21,1% stres. Tebal lipatan kulit abdomen memilki hubungan yang signifikan dan positif dengan depresi (p = 0,008 ; r = 0,350), tetapi tidak berhubungan dengan kecemasan (p = 0,074 ) dan stress (p = 0,057). Semakin tebal jaringan adiposa subkutan abdomen, semakin tinggi tingkat depresi pada mahasiswa kedokteran

Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 16, No 1 (2025): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 15, No 2 (2025): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 15, No 1 (2024): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 14, No 2 (2024): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 14, No 1 (2023): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2023): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2022): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 2 (2022): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2021): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 2 (2021): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 1 (2020): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2020): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 1 (2019): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 2 (2019): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (2018): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 2 (2018): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2017): vol.7 no.2 Vol 8, No 1 (2017): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2017): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2016): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2016): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2015): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2015): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 1 (2014): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2014): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2013): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2013): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2012): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2012): syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2011): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2011): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 1 (2010): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan More Issue