cover
Contact Name
dr. Mitayani, M.Si. Med
Contact Email
mitayani.dr@gmail.com
Phone
+6281320074327
Journal Mail Official
sifa_medika@um-palembang.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang Gedung F lantai 1 Jl. K.H. Balqhi, 13 Ulu, Seberang Ulu I, Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 2087233X     EISSN : 25806971     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Syifa MEDIKA published by Faculty of Medicine, University of Muhammadiyah Palembang is a peer-reviewed journal that published two times a year: September and March. Syifa MEDIKA is a national peer-reviewed and open access journal. We accept original article, case report, and literature review from all area of medicine, biomedicine, and publich health fields. Focus and Scope: All area of medicine, biomedicine, and publich health fields. Anatomy, Biomedicine, Pharmacology, Microbiology, Nutrition, Biochemistry, Physiology, Tropical Medicine, Public Health, Pediatric, Internal Medicine, Obstetry and Gynaecology, Dermatovenereology, Surgery, Neurology, Family Medicine, Medical Education.
Articles 230 Documents
Hubungan Konsumsi Fast Food dan Durasi Screen Time dengan Risiko Sindrom Metabolik pada Remaja SMA Batik 1 Surakarta Lestari, Septiana Indah; Sarbini, Dwi
Syifa'Medika Vol 15, No 2 (2025): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v15i2.9477

Abstract

Sindrom metabolik didefinisikan sebagai kombinasi dari beberapa gangguan metabolik. Kondisi sindrom metabolik mencakup obesitas abdominal, hiperglikemia, hipertrigliseridemia, hipertensi, serta kadar kolesterol High Density Lipoprotein (HDL) rendah. Penyebab terjadinya sindrom metabolik pada remaja dapat berupa pola makan yang buruk seperti fast food dan gaya hidup sedentari termasuk screen time yang berlebih. Berdasarkan studi pendahuluan diperoleh hasil bahwa 78,5% remaja putri dan 66,6% remaja putra mengalami obesitas sentral. Tujuan dari kajian ini untuk menganalisis keterkaitan antara konsumsi fast food dan durasi screen time dengan risiko sindrom metabolik pada remaja di SMA Batik 1 Surakarta. Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan yaitu observasional dengan desain cross sectional. Sampel ditentukan dengan teknik proportional random sampling dengan total 65 siswa. Pada penelitian ini, instrumen yang digunakan berupa SQ-FFQ untuk mengetahui tingkat konsumsi fast food dan formulir durasi screen time. Analisis data penelitian menggunakan SPSS dengan uji chi-square. Temuan dari penelitian ini mengindikasikan adanya korelasi antara konsumsi fast food (p-value = 0,007) dan durasi screen time (p-value = 0,036) dengan risiko sindrom metabolik pada remaja di SMA Batik 1 Surakarta. Konsumsi fast food dan durasi screen time berlebih dapat meningkatkan risiko dari sindrom metabolik.
Hubungan Tingkat Pendidikan Orang Tua dan Sosial Ekonomi terhadap Kejadian Gangguan Bahasa pada Anak 4-5 Tahun Chairani, Liza; Pratiwi, Nabila Zahirah; anggraini, wieke
Syifa'Medika Vol 15, No 2 (2025): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v15i2.9467

Abstract

Perkembangan bahasa anak merupakan aspek penting dalam pertumbuhan mereka dan ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hal tersebut, pada penelitian ini berfokus pada faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan orang tua dan status sosial ekonomi terhadap kejadian gangguan bahasa pada anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas data primer berupa pengisian kuesioner tingkat Pendidikan Orang Tua Dan Sosial Ekonomi dan observasi perkembangan bahasa pada anak menggunakan KPSP. Berdasarkan hasil analisis univariat dan bivariat dengan uji mann-whitney menunjukan bahwa terdapat hubungan tingkat pendidikan orang tua dengan kejadian gangguan bahasa pada anak (p value 0,001) dan sosial ekonomi terhadap gangguan bahasa pada anak (p value 0,007). Hasil penelitian ini menemukan bahwa sebesar 57,1% tingkat pendidikan orang tua sedang dan sebesar 42,9% sosial ekonomi rendah. Anak yang mengalami tidak mengalami gangguan bahasa pada penelitian ini 60% dan sebesar 40% anak mengalami gangguan bahasa. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan orang tua yang sedang dan sosial ekonomi yang rendah cenderung berpeluang memiliki anak dengan gangguan bahasa.
Kejadian Obesitas pada Remaja : Analisis Potong Lintang Peran Sarapan Pagi di Kota Yogyakarta Raharja, Yosi Eri; Alfitri1, Khoirun Nisa; Solichah, Kurnia Mar'atus
Syifa'Medika Vol 15, No 2 (2025): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v15i2.9504

Abstract

Obesitas menjadi masalah utama di kalangan remaja karena dapat meningkatkan risiko morbiditas dan kematian dini. Berdasarkan data SKI di Yogyakarta, prevalensi obesitas pada anak usia 16–18 tahun mencapai 5,6%. Salah satu faktor yang sering dikaitkan dengan obesitas adalah kebiasaan melewatkan sarapan, yang berhubungan dengan pola makan tidak sehat dan kualitas gizi yang lebih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan sarapan pagi dengan kejadian obesitas pada remaja di Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian dipilih menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi, yaitu remaja berusia 15–18 tahun yang bersekolah di Yogyakarta, bersedia menjadi responden, dan menyetujui informed consent. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner SQ-FFQ dan kuesioner kebiasaan sarapan, serta pengukuran antropometri berupa berat badan dan tinggi badan menggunakan timbangan serta microtoise yang telah dikalibrasi dengan akurasi 0,1 kg dan 0,1 cm. Status gizi responden ditentukan berdasarkan indikator IMT/U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi obesitas pada responden adalah 12,1%. Dari jumlah tersebut, 55,56% memiliki kebiasaan sarapan, sedangkan 44,44% tidak sarapan. Meskipun terdapat perbedaan persentase, hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan pagi dengan kejadian obesitas pada remaja di Kota Yogyakarta (p-value = 0,855). Hal ini menunjukkan bahwa faktor lain mungkin lebih berpengaruh terhadap kejadian obesitas, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami faktor risiko lain yang berkontribusi terhadap obesitas pada remaja.
Pengaruh Puasa Ramadhan terhadap Kadar Neuropeptida Y pada Remaja Obesitas dan Overweight Tanzila, Raden Ayu; Irfannuddin, Irfannuddin; Kesuma, Yudianita; Liberty, Iche Andriyani
Syifa'Medika Vol 15, No 2 (2025): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v15i2.9609

Abstract

Obesitas pada remaja merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat, dengan dampak serius terhadap metabolisme dan risiko penyakit kronis. Puasa Ramadan diketahui dapat mempengaruhi pola makan dan metabolisme energi, tetapi pengaruhnya terhadap kadar Neuropeptida Y (NPY) sebagai regulator nafsu makan masih belum banyak diteliti, terutama pada remaja obesitas dan overweight di Kota Palembang. Penelitian ini merupakan studi observasional kohort yang melibatkan 80 remaja laki-laki obesitas dan overweight yang melakukan puasa dan kelompok kontrol yang tidak puasa. Pengukuran kadar NPY dilakukan sebelum dan setelah puasa Ramadan menggunakan metode ELISA, sementara nafsu makan subjektif diukur dengan kuesioner Adult Eating Behaviour Questionnaire (AEBQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puasa Ramadan secara signifikan meningkatkan food avoidance dan menurunkan food approach pada kelompok obesitas dan overweight (p<0,05). Namun, tidak ditemukan perubahan bermakna pada kadar NPY sebelum dan setelah puasa Ramadan (p>0,05). Simpulan yang didapat adalah puasa ramadan memiliki efek signifikan terhadap pola nafsu makan subjektif pada remaja obesitas dan overweight, tetapi tidak secara signifikan mempengaruhi kadar NPY. Temuan ini menunjukkan bahwa puasa Ramadan dapat menjadi intervensi awal yang baik dalam mengubah kebiasaan makan, meskipun mekanisme molekuler yang mendasari efek ini memerlukan penelitian lebih lanjut.
Prediabetes pada Mahasiswa Jurusan Fisioterapi Rabia, Rabia; Faradillah, Kiki Rezki; Nazhira, Fidyatul; Hendrawan, Thressia; Aldina, Firly; Syaharani, Shahnaz Mashia; Ayu, Adinda Niken
Syifa'Medika Vol 15, No 2 (2025): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v15i2.9136

Abstract

Prediabetes adalah kondisi dengan kadar gula darah yang lebih tinggi dari normal tetapi belum mencapai kategori Diabetes Melitus (DM). Sekitar 5-10% orang dengan kondisi prediabetes akan berkembang menjadi diabetes, dan sebaliknya, dapat juga kembali ke kondisi normal. Pada tahun 2030, prevalensi prediabetes diperkirakan akan meningkat, dan diperkirakan sekitar 470 juta orang akan menderita prediabetes. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menilai prevalensi prediabetes pada mahasiswa jurusan fisioterapi. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain potong lintang yang dilakukan di bulan Agustus-September 2024 pada 204 mahasiswa Jurusan Fisioterapi. Data yang dikumpulkan meliputi usia, jenis kelamin, tekanan darah, Indeks Massa Tubuh (IMT), persentase lemak tubuh dan glukosa darah puasa. Data kategorik disajikan dalam bentuk frekuensi dan persentase, sedangkan data numerik akan disajikan dalam bentuk rerata (standar deviasi) atau median. Uji Chi-Square digunakan untuk menilai perbedaan proporsi prediabetes berdasarkan IMT dan persentase lemak tubuh. Penelitian ini melaporkan sejumlah 16% mahasiswa jurusan fisioterapi mengalami prediabetes, 54% mengalami obesitas ditinjau dari persentase lemak tubuh dan hanya 50% yang memiliki IMT normal. Prevalensi prediabetes juga diamati pada mahasiswa dengan IMT normal. Selain itu, sebagian besar populasi mahasiswa obesitas menunjukkan kondisi prediabetes.
Efektivitas Atraktan Air Limbah Cucian Pakaian pada Ovitrap Nyamuk Aedes sp. di Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarami Alfath, Mochammad Nanda Ardani; Ramayanti, Indri; Prameswarie, Thia; Anggina, Dientyah Nur
Syifa'Medika Vol 15, No 2 (2025): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v15i2.9315

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is more common during the rainy season in Indonesia, and it is caused by dengue virus infection by the bite of Aedes sp. mosquitos. DHF vector control can be achieved through a variety of approaches, one of which is the physical method of employing ovitraps with the addition of readily available laundry wastewater attractants that contain mosquito-attracting chemicals. The purpose of this study to assess the efficacy of laundry wastewater attractants in ovitraps Aedes sp.. The research design adopted was quasi-experimental. Sampling was done by purposive sampling and based on Federer's formula, 6 houses in RT 46 Sukajaya Village, Sukarami Subdistrict were obtained as samples according to inclusion criteria, namely houses with large yards and many trees. This study used laundry wastewater as an attractant in ovitraps placed inside and outside residents' homes with concentrations of 10%, 30%, and 60% for three repetitions. Research data is analyzed using ANOVA and Chi-square tests. The study found that, the ovitrap with a 60% concentration of laundry wastewater attractant placed inside and outside the house produced the most Aedes sp. eggs.
Hubungan Polimorfisme Panjang Pengulangan CAG pada Gen Reseptor Androgen dengan Sindrom Ovarium Polikistik di RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang Silvana, Rista; Wahyu Pranata, Wahyu Pranata; Manan, Heriyadi; Usman, Fatimah; Theodorus, Theodorus; Saleh, Mgs. Irsan
Syifa'Medika Vol 15, No 2 (2025): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v15i2.9474

Abstract

Latar Belakang: Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK) merupakan suatu kondisi anovulatori umum yang mempengaruhi 6–8% perempuan premenopause. Terdapat hubungan antara panjang pengulangan CAG pada pasien anovulatoar dengan kadar androgen serum rendah. Tujuan: Untuk menginvestigasi polimorfisme CAG pada gen RA pada perempuan dengan SOPK.Metode: Penelitian observasional dengan desain kasus kontrol pada perempuan normal dan SOPK pada November – Desember 2021. Sampel diambil dari sampel darah perifer atau serum perempuan normal (kontrol) dan terdiagnosis SOPK (kasus) di RSMH Palembang. Kemudian, dilakukan pemeriksaan DNA di Biologi Molekuler Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang.Hasil: Terdapat 50 wanita SOPK sebagai kasus dan 50 wanita normal sebagai kontrol yang memenuhi kriteria inklusi penelitian. Panjang pengulangan gen CAG-RA yang memiliki sensitivitas dan spesifisitas paling baik adalah pada nilai 22,5 dengan AUC 0,50 (IK95% 0,386–0,616). Sampel dengan panjang pengulangan CAG pada gen RA ? 22,5 memiliki risiko sama besar mengalami SOPK dengan sampel yang memiliki panjang pengulangan CAG pada gen RA < 22,5 (OR = 1,084 (IK95% 0,493–3.384); p  = 1,000). Titik potong kadar testosteron, yaitu 44,64, SHBG sebesar 26,295, dan FTI sebesar 5,73. Terdapat hubungan yang tidak bermakna antara testosteron (OR = 1,625 (IK95% 0,530–4,984);p  = 0,570); SHBG (OR = 1,040 (IK95% 0,339–3,190); p  = 1,000), dan FTI (OR = 1,244  (IK95% 0,402–3,853); p  = 0,927) dan panjang pengulangan CAG pada gen RA.Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara panjang pengulangan CAG gen reseptor androgen dan penderita SOPK.
Pengaruh Senam jantung Sehat terhadap Tekanan Darah Febriani, Ratika; Kesuma, Putri Zalika Laila Mardiah; Badri, Putri Rizki Amalia; Chairani, Liza; Fitriani, Deska; Wulandari, Riska Ayu
Syifa'Medika Vol 15, No 2 (2025): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v15i2.9511

Abstract

Lansia merupakan individu yang rentan mengalami penurunan kesehatan, membutuhkan kegiatan olahraga yang dapat meningkatkan derajat sehat, agar fungsi jantung, paru maupun pembuluh darah serta denyut nadi dapat terjaga pada waktu istirahat. Aktifitas fisik diartikan sebagai gerakan tubuh dalam bentuk apapun yang dihasilkan oleh otot rangka mengakibatkan pengeluaran energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam jantung sehat terhadap tekanan darah pada lanjut usia yang menderita hipertensi. Penelitian kuantitatif ini merupakan penelitian quasi eksperimen pre – posttest design. Dilaksanakan pada bulan Agustus-Desember tahun 2024. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh peserta senam jantung sehat yang menderita hipertensi di Klinik Dokter Keluarga Kecamatan Seberang Ulu II. Hasil penelitian ini didapatkan semua berjenis kelamin perempuan dengan rentan usia 60-74 tahun (97,1%). Berdasarkan IMT paling banyak responden dalam kategori BB lebih dengan resiko (35,3%). Nilai rata-rata tekanan darah sebelum senam jantung sehat terhadap lansia yang menderita hipertensi dengan nilai tekanan darah sistolik 147,35 mmHg ± 6,65, dan tekanan darah diastolic 97,35 mmHg ± 6,56. Nilai rata-rata tekanan darah sesudah senam jantung sehat terhadap lansia yang menderita hipertensi dengan nilai tekanan darah sistolik 125,88 mmHg ± 7,01, dan tekanan darah diastolik 82,06 mmHg ± 8,08. Terdapat pengaruh yang signifikan senam jantung sehat terhadap tekanan darah pada lansia yang menderita hipertensi (p=0,000). Terdapat pengaruh yang signifikan senam jantung sehat terhadap tekanan darah pada lansia yang menderita hipertensi.
Overview Of Blood Pressure and Pulse Rate in Workers Expose to Noise at PT. Bosowa Berlian Motor Kima Branch, Makassar Z., Nurul Islah; Wahyu, Sri; Sodiqah, Yani; Nurhikmawati, Nurhikmawati; Ardhani, Ahmad
Syifa'Medika Vol 16, No 1 (2025): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i1.9619

Abstract

Noise in the work environment is a significant health risk factor, especially in affecting workers blood pressure and pulse rate. According to the WHO, noise is defined as unwanted or excessive sound that can damage human health. At PT. Bosowa Berlian Motor Kima Branch, Makassar, high noise exposure has the potential to cause health problems such as hypertension and pulse rate disorders. This study aims to describe blood pressure and pulse rate in workers exposed to noise in this work environment. The research method uses a descriptive cross-sectional approach with secondary data collected in December 2024. The results showed that 51.6% of workers were exposed to noise above 85 dB, with 51.6% of respondents having above-normal blood pressure and 32.3% experiencing tachycardia. Factors such as length of service, length of employment, and smoking history also contribute to health risks. The conclusion of this study is that noise exposure has a significant impact on workers blood pressure and pulse rate, so interventions such as noise control, the use of personal protective equipment, and health programs are needed to reduce health risks and improve workers welfare.
Hubungan Pertambahan Berat Badan Ibu Hamil dengan Berat di RSIA Sitti Khadijah Makassar Khomeny, Imran Al Mu’min; Vitayani, Sri; Aulia, Nur; Nurmadilla, Nesyana; Darma, Sidrah
Syifa'Medika Vol 16, No 1 (2025): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i1.9877

Abstract

Pregnancy involves physical, psychological, and social aspects, with maternal weight gain being an important indicator for assessing maternal health and fetal development. This study aims to analyze the relationship between maternal weight gain during pregnancy and birth weight of infants born at Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah Mother and Child Hospital in Makassar. An analytical observational study with a cross-sectional design was conducted, involving 40 pregnant women who gave birth between January and February 2025. Data were collected through medical records and the Mother and Child Health Book, then analyzed using the Chi-square test. The results showed that most mothers experienced weight gain within the normal category (70.7%), and 95% of babies were born with normal birth weight. There was a significant association between maternal weight gain and birth weight, with a p-value of 0.042. The study concluded that normal or higher maternal weight gain is associated with a higher likelihood of giving birth to infants with normal birth weight. This study emphasizes the importance of monitoring maternal weight gain to prevent low birth weight.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 1 (2025): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 15, No 2 (2025): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 15, No 1 (2024): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 14, No 2 (2024): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 14, No 1 (2023): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2023): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2022): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 2 (2022): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2021): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 2 (2021): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 1 (2020): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2020): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 1 (2019): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 2 (2019): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (2018): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 2 (2018): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2017): vol.7 no.2 Vol 8, No 1 (2017): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2017): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2016): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2016): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2015): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2015): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 1 (2014): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2014): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2013): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2013): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2012): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2012): syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2011): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2011): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 1 (2010): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan More Issue